P. 1
Uraian Jabatan KPPN Tipe A (13-08-2007)

Uraian Jabatan KPPN Tipe A (13-08-2007)

|Views: 782|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Nov 10, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. KEPALA KPPN KEPALA SUBBAGIAN UMUM

NAMA JABATAN

Halaman 1 11 19 23 27 31 35 39 44
49 53 57 60 63 67 71 75 78 81 84 86 88 90 94 99 102 105

Perumus (pada Subbagian Umum)
Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Subbagian Umum) Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Subbagian Umum) Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Subbagian Umum) Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Subbagian Umum) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Subbagian Umum) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Subbagian Umum) Sekretaris Tk.II (pada Subbagian Umum) Sekretaris Tk.III (pada Subbagian Umum) Bendahara Pengeluaran Tk.I (pada Subbagian Umum) Bendahara Pengeluaran Tk.II (pada Subbagian Umum) Pembuat Daftar Gaji Tk.I (pada Subbagian Umum) Pembuat Daftar Gaji Tk.II (pada Subbagian Umum) Pembuat Daftar Gaji Tk.III (pada Subbagian Umum) Pengelola Arsip Tk.I (pada Subbagian Umum) Pengelola Arsip Tk.II (pada Subbagian Umum) Pengelola Arsip Tk.III (pada Subbagian Umum) Pengemudi Tk.I (pada Subbagian Umum) Pengemudi Tk.II (pada Subbagian Umum) Pengemudi Tk.III (pada Subbagian Umum) Penatausaha Tk.I (pada Subbagian Umum) Penatausaha Tk.II (pada Subbagian Umum) Caraka Tk.I (pada Subbagian Umum) Caraka Tk.II (pada Subbagian Umum) Caraka Tk.III (pada Subbagian Umum) KEPALA SEKSI PERBENDAHARAAN I

28.
29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

108 117
128 139 150 161 172 183

Perumus (pada Seksi Perbendaharaan I)
Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan I) Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan I) Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan I) Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan I) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan I) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan I)

 

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NO 36.
37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

NAMA JABATAN
KEPALA SEKSI PERBENDAHARAAN II

Halaman 194 203
214 225 236 247 258 269

Perumus (pada Seksi Perbendaharaan II)
Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan II) Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan II) Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan II) Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan II) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Perbendaharaan II) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Perbendaharaan II) KEPALA SEKSI PERSEPSI

44.
45. 46. 47. 48. 49. 50. 51.

280 286
293 300 307 314 321 327

Perumus (pada Seksi Persepsi)
Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) KEPALA SEKSI BANK/GIRO POS

52.
53. 54. 55. 56. 57. 58. 59.

333 343
352 361 370 379 388 397

Perumus (pada Seksi Bank/Giro Pos)
Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) KEPALA SEKSI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI

60.
61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68.

406 413
422 431 440 449 457 465 473

Perumus (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi)
Penganalisis Laporan Keuangan Tk.I (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Penganalisis Laporan Keuangan Tk.II (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Penganalisis Laporan Keuangan Tk.III (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Verifikator Tk.I (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Verifikator Tk.II (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi) Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Verifikasi dan Akuntansi)

 

Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan Nomor 430/PM.1/2007 Tentang Uraian Jabatan Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-1-

1. NAMA JABATAN:

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A

2. IKHTISAR JABATAN: Melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. TUJUAN JABATAN: Terjaminnya pencairan dana atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara secara secara cepat, tepat dan akuntabel berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Menyelenggarakan penatausahaan dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA/ dokumen pelaksanaan anggaran lain yang dipersamakan ). 4.1.1. Meneliti dan mempelajari dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA/ dokumen pelaksanaan anggaran lain yang dipersamakan); 4.1.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk mengagendakan dan memasukkan data dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA/ dokumen pelaksanaan anggaran lain yang dipersamakan ) ke dalam referensi komputer SP2D DIPA; 4.1.3. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk menyampaikan dokumen pelaksanaan anggaran tersebut kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II dan Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi bersangkutan; 4.1.4. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II serta Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi untuk mencatat data dokumen ke dalam kartu pengawasan. 4.2. Menyelenggarakan pelaksanaan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM). 4.2.1. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk menerima SPM dari instansi/Kuasa Pengguna Anggaran bersangkutan, menatausahakan dan meneruskan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I/II; 4.2.2. Memantau pelaksanaan penyelesaian SP2D yang dilakukan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II serta Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.2.3. Meneliti dan menandatangani surat pengembalian SPM; 4.2.4. Memperingatkan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II serta Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal ketidaktepatan dan keterlambatan dalam penyelesaian SP2D; 4.3. Menyelenggarakan pelaksanaan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) atas nama Menteri Keuangan. 4.3.1. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk membuat konsep surat keputusan pendelegasian penandatanganan SP2D kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II dan Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-24.3.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk merekam dan mencatat SP2D berdasarkan konsep SP2D dari Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II; 4.3.3. Menandatangani SP2D dalam keadaan khusus (apabila semua Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II berhalangan); 4.3.4. Menugaskan Kepala Subbagian Umum dan Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk melakukan re-checking pembukuan setiap hari; 4.3.5. Meneliti, mengoreksi dan menandatangani Daftar Penguji SP2D, serta mengembalikan kepada Kepala Subbagian Umum untuk didistribusikan; 4.3.6. Mengawasi ketepatan penyelesaian SP2D. 4.4. Menyelenggarakan pelaksanaan penilaian dan pengesahan terhadap Uang Persediaan (UP) dan penyaluran dana perimbangan. 4.4.1. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II serta Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi untuk meneliti, menilai, dan mengesahkan dana Uang Persediaan yang telah dipergunakan; 4.4.2. Menilai permintaan Tambahan Uang Persediaan (TUP) yang telah dipergunakan; 4.4.3. Meneliti dan menandatangani surat teguran terhadap kelambatan penyampaian SPM-GU atas Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan belanja; 4.4.4. Mengawasi pelaksanaan penyelesaian sisa dana Uang Persediaan yang tidak dipergunakan pada akhir tahun anggaran; 4.4.5. Mengawasi ketepatan penyaluran dana perimbangan. 4.5. Menyelenggarakan pelaksanaan penerbitan Surat Penagihan (SPn) atas nama Menteri Keuangan dan penatausahaan PNBP. 4.5.1. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk membuat konsep surat pendelegasian penandatanganan SPn; 4.5.2. Menandatangani surat keputusan pendelegasian kewenangan ordonansering untuk menandatangani SPn kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II; 4.5.3. Menandatangani SPn dalam keadaan khusus (apabila Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II berhalangan); 4.5.4. Mengawasi ketepatan penyelesaian dan ketertiban penerbitan SPn; 4.5.5. Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan pencatatan penerimaan negara bukan pajak, khususnya dari instansi pengguna PNBP; 4.5.6. Menandatangani Surat Pengantar Keterangan Lunas Piutang Negara untuk ditetapkan dan dikembalikan kepada Seksi yang bersangkutan untuk diselesaikan lebih lanjut; 4.5.7. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II untuk membuat laporan piutang negara; 4.5.8. Mengawasi pelaksanaan penyusunan laporan PNBP; 4.6. Menyelenggarakan dan mengawasi Pemberhentian Pembayaran (SKPP). pengesahan Surat Keterangan

4.6.1. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk menatausahakan data SKPP; 4.6.2. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II untuk meneliti berkas SKPP dan mengesahkan SKPP; 4.6.3. Mengawasi ketepatan dan kecepatan pengesahan SKPP pada semua unit kerja yang terkait; 4.6.4. Meneliti dan menandatangani daftar pengantar SKPP yang diajukan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-34.6.5. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II untuk mengirimkan dokumen kepegawaian bersangkutan berikut kartu pegawainya ke kantor /satuan kerja bersangkutan melalui Subbagian Umum. 4.7. Menyelenggarakan pelaksanaaan penatausahaan penerimaan pengeluaran negara melalui dan dari rekening kas negara. dan

4.7.1. Menugaskan Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk membukukan dan membuat laporan penerimaan dan pengeluaran KPPN; 4.7.2. Menugaskan Kepala Seksi Persepsi untuk membukukan dan membuat laporan penerimaan negara melalui rekening kas negara pada Bank /Pos Persepsi; 4.7.3. Mengawasi pelaksanaan penyusunan statistik penerimaan dan pengeluaran uang dalam rangka pelaksanaan APBN; 4.7.4. Meneliti dan menandatangani rangkuman laporan perbendaharaan dan bendahara umum. 4.8. Menyelenggarakan pelaksanaan pengiriman dan penerimaan kiriman uang. 4.8.1. Meneliti permintaan dari KPPN atau perintah dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk melakukan pengiriman uang antar KPPN atau kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.8.2. Menelaah keabsahan permintaan kiriman uang dari KPPN ataupun dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.8.3. Menugaskan Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk melakukan pengiriman uang kepada KPPN lain dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.8.4. Meneliti dan menandatangani faktur kiriman uang berikut dokumen pendukungnya; 4.8.5. Meneliti, mengawasi pencatatan, dan menandatangani bilyet giro untuk transfer ataupun pengiriman uang (Remis A atau B) kepada Bank Operasional, KPPN atau Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan bersama Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.8.6. Menandatangani surat permintaan tambahan uang saldo rekening kepada KPPN Induk/Bank Indonesia. 4.9. Menyelenggarakan pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.13.1. Memeriksa dan menandatangani surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.13.2. Memeriksa dan menandatangani surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.13.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.13.4. Memeriksa dan menandatangani surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan. 4.10. Memantau dan mengawasi ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Memeriksa dan menandatangani surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-44.10.2. Memeriksa perhitungan denda dan menandatangani surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI). 4.11. Menyelenggarakan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. 4.11.1. Meneliti dan menandatangani laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara Kepala Seksi; 4.11.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk merangkum dan mengirim laporan tersebut ke instansi terkait; 4.11.3. Mengawasi ketepatan waktu penyampaian laporan insidental (permintaan khusus) KPPN kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.12. Menyelenggarakan penyusunan laporan realisasi pencairan dana kegiatan Departemen/Lembaga/Pemerintah Daerah. 4.12.1. Menugaskan Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II untuk menyusun laporan realisasi pencairan dana kegiatan Departemen/ Lembaga/ Pemerintah Daerah termasuk kegiatan berbantuan luar negeri dan hibah luar negeri maupun dekonsentrasi dan tugas pembantuan; 4.12.2. Memantau dan menyampaikan surat teguran kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang tidak menyampaikan laporan realisasi pencairan dana kegiatan Departemen/Lembaga/Pemerintah Daerah termasuk yang berbantuan luar negeri dan hibah luar negeri maupun dekonsentrasi dan tugas pembantuan; 4.12.3. Memantau dan menyampaikan surat teguran kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang dibiayai dengan PHLN apabila daya serap dananya sangat rendah; 4.12.4. Melaporkan kegiatan yang dibiayai dengan PHLN kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan apabila daya serap dananya sangat rendah; 4.12.5. Melaporkan kegiatan yang dibiayai dengan PHLN kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat Pelaksanaan Anggaran) apabila closing date-nya hampir habis atau dana pendampingnya hangus atau kurang. 4.13. Menyelenggarakan pelaksanaan urusan kepegawaian KPPN. 4.13.1. Menugaskan dan memberikan arahan kepada Kepala Subbagian Umum untuk melaksanakan urusan kepegawaian; 4.13.2. Meneliti dan menetapkan bezetting pegawai KPPN setiap tahun; 4.13.3. Meneliti dan menetapkan usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, dan pensiun serta usulan kepegawaian lainnya; 4.13.4. Meneliti dan menetapkan permohonan cuti pegawai; 4.13.5. Meneliti dan menetapkan rencana dan pelaksanaan pengembangan pegawai; 4.13.6. Meneliti dan menetapkan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) KPPN setiap tahun; 4.13.7. Meneliti dan menetapkan usulan mutasi/promosi pegawai KPPN; 4.13.8. Meneliti dan menetapkan laporan yang berhubungan dengan kepegawaian; 4.13.9. Menetapkan/menandatangani DP3, LP2P, dan Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4) pegawai KPPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-54.14. Membimbing pegawai pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja. 4.14.1. Memberi pengarahan dan menegakkan disiplin pegawai; 4.14.2. Memberikan penilaian atas pelaksanaan pekerjaan pegawai. 4.15. Menyelenggarakan pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. 4.15.1. Menugaskan dan mengarahkan Kepala Subbagian Umum untuk melaksanakan urusan tata usaha dan keuangan; 4.15.2. Memantau pelaksanaan pengiriman surat ke luar dan dokumen lainnya ke instansi lain; 4.15.3. Memantau pelaksanaan kearsipan, penghimpunan peraturan, dokumentasi, dan perpustakaan kantor; 4.15.4. Memantau pelaksanaan penatausahaan DIPA, SPM dan SP2D untuk kantor; 4.15.5. Meneliti dan menetapkan hasil rekonsiliasi dengan KPPN pembayar dan Laporan Keuangan Tingkat UAKPA; 4.15.6. Meneliti dan menetapkan laporan pertanggungjawaban keuangan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ; 4.15.7. Meneliti dan menetapkan rencana pembiayaan kantor berupa konsep RKAKL; 4.15.8. Meneliti dan menandatangani daftar gaji dan TKPKN setiap bulan; 4.15.9. Memantau pelaksanaan pengajuan SPM kepada KPPN; 4.15.10. Memantau pelaksanaan pembayaran tagihan kepada pihak ketiga dan penatausahaannya; 4.15.11. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap pembukuan bendahara pengeluaran KPPN secara berkala; 4.15.12. Meneliti dan menandatangani penutupan pembukuan bendahara pengeluaran setiap akhir bulan; 4.15.13. Meneliti dan menandatangani laporan pertanggungjawaban keuangan bersama bendahara pengeluaran. 4.16. Menyelenggarakan pelaksanaan urusan rumah tangga dan pelaporan. 4.16.1. Merencanakan dan melaksanakan pengadaan alat perlengkapan kantor; pengadaan dan pemeliharaan gedung kantor dan kendaraan dinas; 4.16.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk melakukan penyimpanan, penatausahaan, penyaluran, dan pemeliharaan alat perlengkapan kantor; 4.16.3. Memantau pelaksanaan penatausahaan, pengaturan penggunaan serta pemeliharaan gedung kantor, rumah dinas, dan kendaraan dinas; 4.16.4. Meneliti dan menetapkan usulan penghapusan arsip, inventaris kantor, dan kendaraan dinas yang tidak dapat dipergunakan atau tidak dipergunakan lagi serta tindak lanjutnya; 4.16.5. Memantau kecepatan dan ketepatan waktu penyampaian laporan-laporan ke alamat yang dituju; 4.16.6. Meneliti dan menandatangani rekapitulasi laporan yang berkenaan dengan pelaksanaan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum; 4.16.7. Memantau pelaksanaan SABMN. 4.16.8. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk memantau proses pencetakan konsep SP2D; 4.16.9. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk membuat daftar penguji SP2D; 4.16.10. Menandatangani daftar penguji SP2D; 4.16.11. Memantau kebersihan, ketertiban, dan keamanan kantor;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-64.17. Menyelenggarakan pelaksanaan urusan kehumasan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.17.1. Memberikan pengarahan kepada Kepala Subbagian Umum untuk memberikan penjelasan berbagai peraturan mengenai perbendaharaan kepada Satker yang memerlukan informasi; 4.17.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk melakukan penatausahaan berbagai peraturan mengenai perbendaharaan; 4.17.3. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk memproses pengaduan masyarakat baik lisan maupun tertulis. 4.17.4. Meneliti/mengoreksi dan menandatangani konsep tanggapan, jawaban atau bantahan yang diajukan oleh Kepala Subbagian Umum; 4.18. Menyelenggarakan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Menerima tugas dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menindaklanjuti LHP KPPN; 4.18.2. Menugaskan Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi sesuai dengan tugasnya untuk menanggapi/menindaklanjuti LHP KPPN; 4.18.3. Membahas tindak lanjut tanggapan LHP dengan Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi; 4.18.4. Mengoreksi dan memaraf tanggapan LHP KPPN; 4.18.5. Menyampaikan tanggapan LHP tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.19. Menyelenggarakan penyusunan laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.19.1. Menugaskan Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi untuk menyusun laporan berkala; 4.19.2. Memantau pelaksanaan penyusunan konsep laporan berkala KPPN; 4.19.3. Meneliti/mengoreksi, menandatangani, dan menyampaikan laporan berkala tersebut kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.20. Menetapkan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sebagai bahan penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.20.1. Mempelajari laporan berkala dan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan serta mencatat hal-hal yang penting; 4.20.2. Mengadakan rapat untuk membahas penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersama Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi; 4.20.3. Menugaskan Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi untuk menyusun Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP masing-masing sebagai bahan penyusunan rencana kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.20.4. Menugaskan Kepala Subbagian Umum untuk menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara berdasarkan hasil pembahasan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-74.20.5. Mengoreksi, menandatangani, dan menyampaikan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : DIPA dan dokumen lain yang dipersamakan; SPM dan Surat Permintaan Penerbitan SKPA dari instansi terkait; Blanko SP2D, blanko Daftar Penguji dan blanko lainnya Surat Permintaan Penerbitan Lunas Piutang Negara dan Kartu Piutang Negara Perorangan; 5.5. SKPP; 5.6. Konsep faktur kiriman uang dan blanko bilyet giro, 5.7. Konsep surat permintaan tambahan dana; 5.8. Konsep surat peringatan dan pemberitahuan pengenaan denda keterlambatan; 5.9. Konsep rangkuman laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara; 5.10. Konsep laporan realisasi pencairan dana; 5.11. Konsep rangkuman laporan perbendaharaan dan bendahara umum. 5.12. Data Kepegawaian; 5.13. DIPA, SPM dan SP2D untuk kantor; 5.14. Surat-surat penawaran untuk pengadaan barang; 5.15. Surat-surat masuk; 5.16. Konsep surat/nota dinas dari bawahan; 5.17. Laporan berkala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi; 5.18. Database program Aplikasi terintegrasi KPPN. 5.19. LHP dari instansi pengawasan fungsional; 5.20. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.1. 5.2. 5.3. 5.4.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan

perbendaharaan dan bendahara umum;
6.11. Program aplikasi terintegrasi KPPN; 7. HASIL KERJA : 7.1. Penatausahaan dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA/ dokumen pelaksanaan anggaran lain yang dipersamakan);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-87.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. SP2D, Daftar Penguji dan SKPA; Surat Pengantar Keterangan Lunas Piutang Negara; Surat Pengantar SKPP; Faktur kiriman uang dan bilyet giro yang telah ditandatangani; Surat permintaan tambahan dana; Surat peringatan dan pemberitahuan pengenaan denda keterlambatan; Rangkuman laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara; Laporan Realisasi Pencairan Dana Kegiatan Departemen/ Lembaga/ Pemerintah Daerah termasuk kegiatan yang berbantuan luar negeri maupun dekonsentrasi dan tugas pembantuan; 7.10. Rangkuman laporan perbendaharaan dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU);. 7.11. Surat dan laporan kepegawaian; 7.12. Penatausahaan DIPA, SPM dan SP2D untuk kantor; 7.13. Pengadaan barang dan Jasa; 7.14. Surat-surat masuk; 7.15. Konsep surat/nota dinas dari bawahan; 7.16. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) UAKPA; 7.17. Surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 7.18. Surat pemberitahuan pengenaan denda BO I dan BO II kepada Bank Indonesia; 7.19. Hasil pelaksanaan administrasi kepegawaian, tata usaha, keuangan, dan rumah tangga kantor; 7.20. Surat Pengembalian SPM; 7.21. Daftar Penguji Penerbitan SP2D;Koordinasi pelaksanaan urusan kehumasan pada KPPN; 7.22. Tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP); 7.23. Laporan Berkala KPPN; 7.24. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sebagai bahan penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan; 8.2. Menunjuk pengganti sementara (Pjs) Kepala Seksi/Kepala Subbagian Umum apabila tidak masuk kerja; 8.3. Menandatangani Daftar Penguji SP2D; 8.4. Menetapkan surat keputusan penunjukan penandatanganan SP2D dan bilyet giro /cek Bank/Giro Pos bagi para Kepala Seksi; 8.5. Menandatangani SP2D dalam keadaan khusus (apabila Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II berhalangan); 8.6. Menandatangani Surat Penagihan dalam hal tertentu; 8.7. Menandatangani Surat Keterangan Lunas Piutang Negara dalam keadaan tertentu; 8.8. Menandatangani SKPA (Surat Kuasa Pengguna Anggaran); 8.9. Menandatangani bilyet giro Bank Operasional; 8.10. Memberikan penilaian DP3 kepada para Kepala Seksi dan Subbagian Umum; 8.11. Mengusulkan mutasi kepegawaian; 8.12. Mengusulkan hukuman disiplin pegawai yang melanggar ketentuan; 8.13. Menegakkan disiplin pegawai; 8.14. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 8.15. Membimbing dan memberikan pengarahan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-99. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Kebenaran penunjukan pengganti sementara (Pjs) Kepala Seksi/Kepala Subbagian Umum apabila tidak masuk kerja; 9.3. Kebenaran Daftar Penguji SP2D; 9.4. Penetapan surat keputusan penunjukan penandatangan SP2D dan bilyet giro/ Cek Bank/Giro Pos bagi Para Kepala Seksi; 9.5. Kebenaran SP2D dalam hal tertentu (apabila Kepala Seksi Perbendaharaan I dan II berhalangan); 9.6. Kebenaran Surat Penagihan dalam keadaan khusus; 9.7. Kebenaran Surat Keterangan Lunas Piutang Negara; 9.8. Kebenaran SKPA (Surat Kuasa Pengguna Anggaran); 9.9. Kebenaran bilyet giro Bank Operasional; 9.10. Kebenaran penilaian DP3 kepada para Kepala Seksi dan Kepala Subbagian Umum; 9.11. Usul mutasi kepegawaian; 9.12. Usul hukuman disiplin pegawai yang melanggar ketentuan; 9.13. Penegakan disiplin pegawai; 9.14. Kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9.15. Bimbingan dan arahan pelaksanaan tugas. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Meliputi jumlah pegawai KPPN dalam hal pembinaan kepegawaian; 10.2. Meliputi jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah pembayaran; 10.3. Meliputi jumlah kantor/satuan kerja pusat/vertikal maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dilayani ( terlampir); 10.4. Meliputi jumlah Bank/Kantor Pos Operasional maupun Bank/Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; 10.5. Meliputi jumlah Pagu DIPA KPPN (anggaran kantor) dan pagu DIPA yang akan disalurkan pada tahun anggaran berkenaan serta penerimaan negara yang dikelola (terlampir). 10.6. Meliputi jumlah realisasi pengeluaran anggaran dan handling SP2D yang diterbitkan (terlampir).; 10.7. Meliputi jumlah realisasi penerimaan dan handling yang ditatausahakan (terlampir).; 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan para Direktur pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam hal pelaksanaan tugas; 11.2. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam hal menerima bimbingan dan arahan; 11.3. Kepala Subbagian Umum dan para Kepala Seksi dalam hal pelaksanaan tugas; 11.4. Kepala Kantor Pelayanan Pajak, Kepala Kantor Pelayanan PBB, dan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas serta laporan penerimaan pajak, PBB/BPHTB, dan bea dan cukai. 11.5. Pimpinan Cabang Bank Indonesia, Bank Pemerintah, dan Bank Swasta yang menjadi Bank Tunggal, Bank Operasional, dan Bank-Bank /Pos Persepsi dalam hal pengelolaan rekening Bendahara Umum; 11.6. Kepala Sentral Giro/Sentral Giro Gabungan dalam hal pengelolaan rekening Bendahara Umum; 11.7. Gubernur/Bupati/Walikota/pihak lain dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas antara lain : dana perimbangan, saksi ahli dll.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 10 11.8. Para Kepala Kantor/instansi terkait dalam hal pelaksanaan APBN; 11.9. Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran Kementerian/Lembaga dalam hal pelaksanaan APBN. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih banyaknya satuan kerja yang kurang memahami peraturan di bidang perbendaharaan sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan anggaran (daya serap/realisasi rendah), diperlukan sosialisasi dan bimbingan yang intensif untuk meningkatkan kemampuan satker dalam memahami dan melaksanakan ketentuan di bidang perbendaharaan.

pada

13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

14. SYARAT JABATAN 14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Pembina (IV/a) : DIV/Strata 1 : Diklatpim Tk. III : - Pernah menduduki jabatan eselon IV - Standar Kompetensi : a. Komitmen Organisasi (OC) b. Kepemimpinan Kelompok (TW) c. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) d. Integritas (INT) e. Kerjasama (TW)

15. KEDUDUKAN JABATAN:
KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM

KASI PERBENDAHARAAN I

KASI PERBENDAHARAAN II

KASI PERSEPSI

KASI BANK/GIRO POS

KASI VERIFIKSI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 11 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Kepala Subbagian Umum IKHTISAR JABATAN: Melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Melakukan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari peraturan di bidang kepegawaian dan meneliti data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep formasi dan bezetting pegawai KPPN setiap tahun; 4.1.3. Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep formasi dan bezetting pegawai kepada Kepala KPPN; 4.1.4. Menerima permohonan cuti pegawai; 4.1.5. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep surat izin cuti pegawai; 4.1.6. Meneliti,memaraf dan menyampaikan surat izin cuti pegawai kepada kepala KPPN; 4.1.7. Menugaskan pelaksana untuk menyusun Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya; 4.1.8. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep DUK pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya; 4.1.9. Meneliti,memaraf dan menyampaikan DUK pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) kepada kepala KPPN; 4.1.10. Menugaskan pelaksana untuk menyusun dan membuat konsep laporan kepegawaian; 4.1.11. Meneliti,memaraf dan menyampaikan konsep laporan kepegawaian kepada kepala KPPN; 4.1.12. Menugaskan pelaksana untuk menyusun dan membuat konsep mutasi pelaksana pada KPPN; 4.1.13. Meneliti,memaraf dan menyampaikan konsep mutasi pelaksana kepada Kepala KPPN; 4.1.14. Menugaskan pelaksana untuk memproses usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya; 4.1.15. Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep tersebut kepada Kepala Kantor. 4.1.16. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional. 4.1.17. Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep tersebut kepada Kepala KPPN. 4.1.18. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan dan menatausahakan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 12 -

4.2. Melakukan administrasi DP3, LP2P, dan KP4 sesuai ketentuan yang berlaku. 4.2.1. Menugaskan pelaksana untuk membagikan formulir-formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4) kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan LP2P khusus golongan IIIa ke atas dan menghimpun kembali setelah diisi dan ditandatangani atasannya masing-masing; 4.2.2. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4; 4.2.3. Meneliti, memaraf dan menyampaikan Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4 kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani. 4.2.4. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan dan menatausahakan DP3, LP2P, dan KP4. 4.3. Menyelenggarakan urusan absensi pegawai dalam rangka disiplin pegawai. 4.3.1. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan daftar hadir (absensi) dan membuat konsep laporan kehadiran para pegawai; 4.3.2. Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep laporan kehadiran para pegawai kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan para pegawai yang sedang melanjutkan/ mengikuti tugas belajar; 4.3.4. Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep laporan para pegawai yang sedang melanjutkan/ mengikuti tugas belajar; 4.3.5. Memantau pelaksanaan kegiatan urusan absensi. 4.3.6. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan dan menatausahakannya. 4.4. Melakukan penatausahaan persuratan dan administrasi kantor. 4.4.1. Menugaskan pelaksana untuk melakukan penatausahaan dan administrasi kantor; 4.4.2. Menugaskan pelaksana untuk menerima, menyortir, mencatat/ meregistrasikan serta meneruskan surat masuk dan dokumen lainnya kepada Seksi/Unit bersangkutan; 4.4.3. Menugaskan pelaksana untuk memberikan tanggal dan nomor surat keluar dan dikirimkan kepada instansi yang dituju; 4.4.4. Menugaskan pelaksana untuk menatausahakan arsip, himpunan peraturan, dokumen dan perpustakaan kantor; 4.4.5. Menugaskan pelaksana untuk menggandakan surat dan dokumen lain yang diperlukan serta mendistribusikannya; 4.4.6. Menugaskan pelaksana untuk menatausahakan surat dan menyimpan dalam sarana penyimpanan; 4.4.7. Menugaskan pelaksana untuk melayani peminjaman berkas surat/arsip dengan membuat bon peminjaman; 4.4.8. Memantau pelaksanaan penatausahaan persuratan dan administrasi kantor. 4.5. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran (DIPA/ dokumen lain yang dipersamakan). 4.5.1. Menerima dan meneliti dokumen anggaran (DIPA/ dokumen lain yang dipersamakan) dan menugaskan pelaksana untuk mengagendakan dokumen anggaran tersebut; 4.5.2. Menugaskan pelaksana untuk memasukkan data (entry data) dokumen (DIPA/ dokumen lain yang dipersamakan) ke dalam referensi komputer

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 13 -

SP2D dan menyampaikannya dokumen anggaran tersebut kepada Seksi bersangkutan. 4.5.3. Memantau pelaksanaan entry data dokumen (DIPA/ dokumen lain yang dipersamakan) 4.6. Melakukan penatausahaan Surat Perintah Membayar (SPM), pencetakan SP2D, Daftar Penguji SP2D, serta penyerahan dan pengiriman SP2D. 4.6.1. Menugaskan pelaksana untuk menerima SPM, mentransfer ADK SPM, mencetak routing slip, serta menyampaikan hard copy SPM dan routing slip kepada Seksi Perbendaharaan I dan II; 4.6.2. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D yang diterima dari Seksi Perbendaharaan I dan II; 4.6.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat Daftar Penguji SP2D; 4.6.4. Meneliti, memaraf dan menyampaikan Daftar Penguji SP2D kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.6.5. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan daftar penguji yang sudah ditandatangani Kepala Kantor dan SP2D kepada Bank Indonesia, Bank Operasional I/II/ Kantor Pos operasional serta menyampaikan SP2D kepada pihak yang terkait. 4.6.6. Melakukan pemantauan atas pelaksanaanya. 4.7. Melakukan penatausahaan penerimaan negara melalui potongan Surat Perintah Membayar (SPM) yang telah diterbitkan SP2D-nya dalam rangka pelaksanaan Modul Penerimaan Negara (MPN). 4.7.1. Menugaskan pelaksana untuk melakukan upload data potongan SPM yang telah diterbitkan SP2D, melalui sistem pengesahan potongan SPM untuk mendapatkan NTPN; 4.7.2. Menerbitkan BPN untuk transaksi penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM dengan mencantumkan NTPN dan NPP sebagai bukti pengesahan penerimaan negara dan menggabungkan dengan surat setoran masing-masing. 4.7.3. Melakukan pemantauan atas pelaksanaanya. 4.8. Mengkoordinasikan penghapusan arsip sesuai ketentuan yang berlaku. 4.8.1. Mengusulkan tim penghapusan arsip Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.8.2. mengkoordinasikan pelaksana atau anggota tim untuk memilah arsip atau duplikasi arsip yang dapat dihapus; 4.8.3. Menugaskan pelaksana atau anggota tim untuk membuat Daftar Pertelaan Arsip dan membuat Berita Acara Penghapusan Arsip; 4.8.4. Menugaskan pelaksana untuk melaksanakan penghapusan arsip sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 4.8.5. Memantau pelaksanaan penghapusan arsip dan memaraf berita acara penghapusan arsip; 4.8.6. Menugaskan pelaksana menyimpan arsip yang masih mempunyai nilai guna kepada tempat penyimpanan arsip. 4.8.7. Menugaskan tim untuk memusnahkan arsip sesuai dengan jadwal retensi arsip berdasarkan Surat Keputusan Penghapusan Arsip;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 14 -

4.9. Melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan penatausahaan urusan keuangan kantor. 4.9.1. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.9.2. Meneliti, mengoreksi dan memaraf konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.9.3. Menugaskan pelaksana untuk menatausahakan DIPA dan SP2D beserta dokumen pendukungnya untuk keperluan kantor; 4.9.4. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep daftar gaji dan penghasilan lain para pegawai; 4.9.5. Meneliti, mengoreksi dan memaraf konsep daftar gaji dan penghasilan lain para pegawai; 4.9.6. Menugaskan pelaksana untuk mengajukan SPP (Surat Permintaan Pembayaran); 4.9.7. Meneliti, mengoreksi dan menugaskan pelaksana untuk menerbitkan SPM (Surat Perintah Membayar) atas SPP dan kelengkapannya yang sudah diketahui/disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran (Kepala KPPN); 4.9.8. Meneliti dan menandatangani SPM berdasarkan Surat Penunjukan sebagai Pejabat Penanda tangan SPM dari Kepala Kantor Wilayah; 4.9.9. Menugaskan Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran gaji dan non gaji; 4.9.10. Menugaskan pelaksana untuk membuat pertanggungjawaban pembayaran Tunjangan Khusus Pengelolaan Keuangan Negara (TKPKN); 4.9.11. Menugaskan pelaksana untuk membuat/melaksanakan SAI (Sistem Akuntansi Instansi) serta melakukan rekonsiliasi dengan KPPN; 4.9.12. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan ADK dan laporan SAI hasil rekonsiliasi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.9.13. Memantau pelaksanaannya. 4.10. Melakukan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.10.1. 4.10.2. 4.10.3. 4.10.4. 4.10.5. 4.10.6. 4.10.7. 4.10.8. 4.10.9. 4.10.10. 4.10.11. 4.10.12. 4.10.13. Meneliti permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi; Membuat perencanaan,melakukan pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; Menugaskan pelaksana untuk melakukan penyimpanan dan penatausahaan serta penyaluran alat perlengkapan kantor; Menugaskan pelaksana untuk melaksanakan SABMN (Sistem Akuntansi Barang Milik Negara); Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan ADK dan laporan SABMN hasil rekonsiliasi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Menugaskan pelaksana untuk melakukan pemeliharaan kebersihan, ketertiban, dan keamanan kantor; Mengusulkan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi; Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep-konsep surat mengenai urusan rumah tangga kantor Kepala KPPN untuk ditandatangani; Memantau pelaksanaan kegiatan pelaksana urusan rumah tangga kantor. Melakukan pengadaan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan operasional kantor; Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan dan Berita Acara penggunaan dan penghapusan blanko SP2D; Meneliti, memaraf dan menyampaikan laporan dan Berita Acara penggunaan dan penghapusan blanko SP2D; Melakukan pemantauan atas pelaksanaan urusan rumah tangga kantor.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 15 -

4.11. Melakukan urusan kehumasan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.11.1. 4.11.2. 4.11.3. 4.11.4. 4.11.5. Memberikan pengarahan pelaksana untuk melakukan penatausahaan berbagai peraturan mengenai perbendaharaan; Mempelajari berbagai peraturan mengenai perbendaharaan; Memberikan informasi tentang peraturan perbendaharaan kepada Satker yang memerlukan; Menugaskan pelaksana untuk menerima pengaduan masyarakat baik lisan maupun tulisan; Mempelajari dan menelaah isi informasi pengaduan masyarakat dan memberikan usul/saran/pemecahan masalah kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep tanggapan, jawaban atau bantahan atas pengaduan masyarakat; Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep tanggapan, jawaban atau bantahan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4.11.6. 4.11.7.

4.12. Melakukan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.12.1. 4.12.2. 4.12.3. 4.12.4. 4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. Mempelajari LHP KPPN; Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya; Menugaskan pelaksana untuk menghimpun dan mengkompilasi tanggapan LHP dari para Seksi; Membahas tanggapan LHP bersama Kepala Kantor dan para Kepala Seksi; Menugaskan pelaksana untuk menyusun konseo tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Meneliti dan memaraf konsep tanggapan LHP tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan dan menatausahakannya.

4.13. Melaksanakan koordinasi penyelesaian laporan berkala KPPN. 4.13.1. 4.13.2. 4.13.3. 4.13.4. 4.13.5. Mengkoordinasikan penyelesaian laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menugaskan pelaksana untuk menghimpun laporan dari masing-masing Seksi dan Subbagian Umum; Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat pengantar laporan; Meneliti, memaraf dan menyampaikan konsep surat pengantar laporan laporan berkala tersebut kepada Kepala KPPN untuk ditetapkan. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan dan menatausahakannya.

4.14. Menyusun bahan masukan dan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.14.1. 4.14.2. 4.14.3. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; Menugaskan pelaksana untuk menghimpun dan mengkompilasi bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain serta untuk menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 16 -

4.14.4. 4.14.5.

Membahas bersama dengan Kepala Kantor, Kepala Subbagian Umum, dan para Kepala Seksi; Meneliti konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Kantor;

5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12. 5.13. 5.14. 5.15. 5.16. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P para pegawai; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Bon permintaan barang; Data barang inventaris kantor; RKA-KL tahun lalu; Daftar gaji dan TKPKN para pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; SPM dan SP2D DIPA/dokumen anggaran lain yang dipersamakan; Daftar kebutuhan alat tulis kantor; Daftar pertelaan arsip; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; Database

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Aplikasi SPM; 6.12. Aplikasi SAI dan SABMN

7.

HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 17 -

7.3. Konsep surat pengantar DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P ; 7.4. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.5. Penatausahaan dokumen anggaran (DIPA/dokumen lain yang dipersamakan); 7.6. Konsep RKA-KL; 7.7. SPP dan SPM; 7.8. Penataan dan penyusunan berkas-berkas aktif; 7.9. Penghapusan arsip maupun inventaris kantor; 7.10. Penyaluran dan pendistribusian alat perlengkapan kantor; 7.11. Daftar penguji SP2D; 7.12. Hasil cetakan net SP2D; 7.13. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.14. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.15. Laporan berkala Subbagian Umum dan konsep laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meneliti dan memaraf surat; 8.3. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.4. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.5. Meneliti dan menandatangani SPM; 8.6. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 8.7. Membina dan memberikan pengarahan pelaksanaan tugas kepada pelaksana; 8.8. Menandatangani absensi pegawai. 8.9. Mengusulkan hukuman disiplin pegawai pelaksana yang melanggar ketentuan; 8.10. Menegakkan disiplin pegawai; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. 9.9. 9.10. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Usul permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; Kebenaran SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas; Usul hukuman disiplin pegawai pelaksana; Bimbingan dan arahan pelaksanaan tugas; Kebenaran absensi pegawai; Penegakkan disiplin pegawai;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. 10.3. Meliputi seluruh pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah surat/dokumen yang ditatausahakan dalam setahun; Meliputi seluruh instansi dan mitra kerja dalam wilayah pelayanan KPPN dalam hal pelayanan kehumasan.

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 18 -

11.2. 11.3. 11.4.

Para Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas. Instansi lain dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Penata (III/c) : DIV/Strata 1 : Diklatpim Tk. IV : - Menguasai bidang Perbendaharaan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

15. KEDUDUKAN JABATAN:
KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM
Perumus Penelaah Bahan Telaahan Tk.I Penelaah Bahan Telaahan Tk.II Pemroses Bahan Telaahan Tk.I Pemroses Bahan Telaahan Tk.II Penyaji Bahan Telaahan Tk.I Penyaji Bahan Telaahan Tk.II Sekretaris Tk.II Sekretaris Tk.III Bendahara Pengeluaran Tk.I Bendahara Pengeluaran Tk.II Pembuat Daftar Gaji Tk.I Pembuat Daftar Gaji Tk.II Pembuat Daftar Gaji Tk.III Pengelola Arsip Tk.I Pengelola Arsip Tk.II Pengelola Arsip Tk.III Pengemudi Tk.I Pengemudi Tk.II Pengemudi Tk.III Penatausaha Tk.I Penatausaha Tk.II Caraka Tk.I Caraka Tk.II Caraka Tk.III

KASI PERBENDAHARAAN I

KASI PERBENDAHARAAN II

KASI PERSEPSI

KASI BANK/GIRO POS

KASI VERIFIKSI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 19 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Perumus ( padaSubbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Melakukan penelaahan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari bahan/ peraturan di bidang kepegawaian dan meneliti data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Menelaah formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional; 4.1.3. Membahas formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional bersama Kepala Subbagian Umum; 4.1.4. Menyusun konsep telaahan formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya; SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Melakukan penelaahaan perencanaan urusan keuangan kantor. 4.2.1. Mempelajari bahan/ peraturan yang diperlukan dalam penyusunan konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.2. Menelaah Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.3. Membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) bersama Kepala Subbagian Umum; 4.2.4. Menyusun konsep telaahan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 20 -

4.3. Melakukan penelaahan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.3.1. Menelaah permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi; 4.3.2. Menelaah perencanaan pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; 4.3.3. Menelaah usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi; 4.3.4. Membahas permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi bersama Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menyusun konsep kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.4. Melakukan penelaahan Perbendaharaan Negara. urusan kehumasan pada Kantor Pelayanan

4.4.1. Mempelajari pengaduan masyarakat baik lisan maupun tulisan; 4.4.2. Menelaah isi informasi pengaduan masyarakat; 4.4.3. Membahas isi informasi pengaduan masyarakat bersama Kepala Subbagian Umum dan memberikan usul/saran/pemecahan masalah; 4.4.4. Menyusun konsep tanggapan, jawaban atau bantahan atas pengaduan masyarakat dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5. Melakukan penelaahan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.5.1. Mempelajari LHP KPPN; 4.5.2. Menelaah tindak lanjut/tanggapan LHP beserta dokumen pendukungnya; 4.5.3. Membahas tindak lanjut/tanggapan LHP bersama Kepala Kepala Subbagian Umum; 4.5.4. Menyusun konsep tindak lanjut/tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6. Melakukan penelaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.6.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; 4.6.2. Menelaah bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; 4.6.3. Membahas bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN bersama dengan Kepala Subbagian Umum; 4.6.4. Menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 21 -

5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Bon permintaan barang; Data barang inventaris kantor; RKA-KL tahun lalu; DIPA/dokumen anggaran lain yang dipersamakan; Daftar kebutuhan alat tulis kantor; Daftar pertelaan arsip; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 5.13. Database 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Aplikasi SPM; 6.12. Aplikasi SAI dan SABMN 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.4. Penatausahaan dokumen anggaran (DIPA/dokumen lain yang dipersamakan); 7.5. Konsep RKA-KL; 7.6. Penataan dan penyusunan berkas-berkas aktif; 7.7. Penghapusan arsip maupun inventaris kantor; 7.8. Penyaluran dan pendistribusian alat perlengkapan kantor; 7.9. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.10. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 22 -

8.3. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.4. Meneliti dan menandatangani SPM; 8.5. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Usul permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. 10.3. Meliputi seluruh pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah surat/dokumen yang ditatausahakan dalam setahun; Meliputi seluruh instansi dan mitra kerja dalam wilayah pelayanan KPPN dalam hal pelayanan kehumasan.

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Penata (III/c) – Pembina (IV/a) : DIII/Strata 1 : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 23 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Penelaah Bahan Telaahan Tk.I ( padaSubbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Melakukan penelaahan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari bahan/ peraturan di bidang kepegawaian dan meneliti data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Menelaah formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional; 4.1.3. Membahas formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional bersama Kepala Subbagian Umum; 4.1.4. Menyusun konsep telaahan formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya; SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Melakukan penelaahaan perencanaan urusan keuangan kantor. 4.2.1. Mempelajari bahan/ peraturan yang diperlukan dalam penyusunan konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.2. Menelaah Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.3. Membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) bersama Kepala Subbagian Umum; 4.2.4. Menyusun konsep telaahan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 24 -

4.3. Melakukan penelaahan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.3.1. Menelaah permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi; 4.3.2. Menelaah perencanaan pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; 4.3.3. Menelaah usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi; 4.3.4. Membahas permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi bersama Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menyusun konsep kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.4. Melakukan penelaahan Perbendaharaan Negara. urusan kehumasan pada Kantor Pelayanan

4.4.1. Mempelajari pengaduan masyarakat baik lisan maupun tulisan; 4.4.2. Menelaah isi informasi pengaduan masyarakat; 4.4.3. Membahas isi informasi pengaduan masyarakat bersama Kepala Subbagian Umum dan memberikan usul/saran/pemecahan masalah; 4.4.4. Menyusun konsep tanggapan, jawaban atau bantahan atas pengaduan masyarakat dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5. Melakukan penelaahan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.5.1. Mempelajari LHP KPPN; 4.5.2. Menelaah tindak lanjut/tanggapan LHP beserta dokumen pendukungnya; 4.5.3. Membahas tindak lanjut/tanggapan LHP bersama Kepala Kepala Subbagian Umum; 4.5.4. Menyusun konsep tindak lanjut/tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6. Melakukan penelaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.6.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; 4.6.2. Menelaah bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; 4.6.3. Membahas bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN bersama dengan Kepala Subbagian Umum; 4.6.4. Menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 25 -

5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Bon permintaan barang; Data barang inventaris kantor; RKA-KL tahun lalu; DIPA/dokumen anggaran lain yang dipersamakan; Daftar kebutuhan alat tulis kantor; Daftar pertelaan arsip; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 5.13. Database 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Aplikasi SPM; 6.12. Aplikasi SAI dan SABMN 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.4. Penatausahaan dokumen anggaran (DIPA/dokumen lain yang dipersamakan); 7.5. Konsep RKA-KL; 7.6. Penataan dan penyusunan berkas-berkas aktif; 7.7. Penghapusan arsip maupun inventaris kantor; 7.8. Penyaluran dan pendistribusian alat perlengkapan kantor; 7.9. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.10. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 26 -

8.3. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.4. Meneliti dan menandatangani SPM; 8.5. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Usul permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. 10.3. Meliputi seluruh pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah surat/dokumen yang ditatausahakan dalam setahun; Meliputi seluruh instansi dan mitra kerja dalam wilayah pelayanan KPPN dalam hal pelayanan kehumasan.

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Penata Muda Tk.I (III/b) – Penata Tk.I (III/d) : DIII/Strata 1 : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 27 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Penelaah Bahan Telaahan Tk.II ( pada Subbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Membantu melakukan penelaahan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari bahan/ peraturan di bidang kepegawaian dan meneliti data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Menelaah formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional; 4.1.3. Membahas formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional bersama Kepala Subbagian Umum; 4.1.4. Menyusun konsep telaahan formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya; SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Membantu melakukan penelaahaan perencanaan urusan keuangan kantor. 4.2.1. Mempelajari bahan/ peraturan yang diperlukan dalam penyusunan konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.2. Menelaah Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.2.3. Membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) bersama Kepala Subbagian Umum; 4.2.4. Menyusun konsep telaahan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 28 -

4.3. Membantu melakukan penelaahan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.3.1. Menelaah permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi; 4.3.2. Menelaah perencanaan pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; 4.3.3. Menelaah usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi; 4.3.4. Membahas permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi bersama Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menyusun konsep kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya, dan usulan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat dipergunakan/tidak diperlukan lagi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.4. Membantu melakukan penelaahan urusan kehumasan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.4.1. Mempelajari pengaduan masyarakat baik lisan maupun tulisan; 4.4.2. Menelaah isi informasi pengaduan masyarakat; 4.4.3. Membahas isi informasi pengaduan masyarakat bersama Kepala Subbagian Umum dan memberikan usul/saran/pemecahan masalah; 4.4.4. Menyusun konsep tanggapan, jawaban atau bantahan atas pengaduan masyarakat dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5. Membantu melakukan penelaahan konsep tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. Laporan Hasil

4.5.1. Mempelajari LHP KPPN; 4.5.2. Menelaah tindak lanjut/tanggapan LHP beserta dokumen pendukungnya; 4.5.3. Membahas tindak lanjut/tanggapan LHP bersama Kepala Kepala Subbagian Umum; 4.5.4. Menyusun konsep tindak lanjut/tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6. Membantu melakukan penelaahan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.6.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; 4.6.2. Menelaah bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; 4.6.3. Membahas bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN bersama dengan Kepala Subbagian Umum; 4.6.4. Menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 29 -

5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12. 5.13. 6.

Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Bon permintaan barang; Data barang inventaris kantor; RKA-KL tahun lalu; DIPA/dokumen anggaran lain yang dipersamakan; Daftar kebutuhan alat tulis kantor; Daftar pertelaan arsip; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; Database

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Aplikasi SPM; 6.12. Aplikasi SAI dan SABMN

7.

HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.4. Penatausahaan dokumen anggaran (DIPA/dokumen lain yang dipersamakan); 7.5. Konsep RKA-KL; 7.6. Penataan dan penyusunan berkas-berkas aktif; 7.7. Penghapusan arsip maupun inventaris kantor; 7.8. Penyaluran dan pendistribusian alat perlengkapan kantor; 7.9. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.10. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

8.

WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 30 -

8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.3. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.4. Meneliti dan menandatangani SPM; 8.5. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Usul permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. 10.3. Meliputi seluruh pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah surat/dokumen yang ditatausahakan dalam setahun; Meliputi seluruh instansi dan mitra kerja dalam wilayah pelayanan KPPN dalam hal pelayanan kehumasan.

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Penata Muda (III/a) – Penata (III/c) : DIII/Strata 1 : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 31 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk.I ( pada Subbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari bahan/ peraturan di bidang kepegawaian; 4.1.2. Meneliti bahan/data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.3. Mengolah bahan/data formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan Kepala Subbagian Umum; 4.2. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data administrasi DP3, LP2P, dan KP4 sesuai ketentuan yang berlaku. 4.2.1. Membagikan formulir-formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4) kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan LP2P khusus golongan IIIa ke atas; 4.2.2. Menghimpun kembali setelah diisi dan ditandatangani atasannya masingmasing; 4.2.3. Membuat konsep Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4; 4.2.4. Menyampaikan konsep Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4 kepada Kepala Subbagian Umum. 4.3. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data absensi pegawai dalam rangka disiplin pegawai. 4.3.1. Menyiapkan daftar hadir (absensi); 4.3.2. Menghimpun daftar hadir (absensi) yang telah ditandatangani pegawai; 4.3.3. Menyampaikan konsep laporan laporan kehadiran para pegawai kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 32 -

4.4. Melakukan pengolahan dan pentabulasian tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional.

Laporan

Hasil

4.4.1. Mempelajari LHP KPPN; 4.4.2. Meneliti bahan tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.4.3. Menghimpun dan mengkompilasi tanggapan LHP dari para Seksi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Melakukan pengolahan dan pentabulasian penyelesaian laporan berkala KPPN. 4.5.1. Mengkoordinasikan penyelesaian laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.2. Menghimpun laporan dari masing-masing Seksi dan Subbagian Umum; 4.5.3. Membuat konsep surat pengantar laporan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6. Melakukan pengolahan dan pentabulasian bahan masukan dan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.6.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; 4.6.2. menghimpun dan mengkompilasi bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain; 4.6.3. Menyampaikan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain kepada Kepala Subbagian Umum. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 6. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P para pegawai; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; Database

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 33 -

6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Konsep surat pengantar DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P ; 7.4. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.5. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.6. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.7. Laporan berkala Subbagian Umum dan konsep laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.3. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Kerahasiaan pelaksanaan tugas; Kebenaran absensi pegawai;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Meliputi seluruh data pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah data/bahan yang dihimpun dalam rangka penyusunan laporan;

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 34 -

13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Pengatur Tk.I (II/d) – Penata Muda Tk.I (III/b) : DIII/Strata 1 : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 35 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk.II ( pada Subbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. 4.1.1. Mempelajari bahan/ peraturan di bidang kepegawaian; 4.1.2. Meneliti bahan/data kepegawaian untuk melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.3. Mengolah bahan/data formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan Kepala Subbagian Umum; 4.2. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data administrasi DP3, LP2P, dan KP4 sesuai ketentuan yang berlaku. 4.2.1. Membagikan formulir-formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4) kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan LP2P khusus golongan IIIa ke atas; 4.2.2. Menghimpun kembali setelah diisi dan ditandatangani atasannya masingmasing; 4.2.3. Membuat konsep Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4; 4.2.4. Menyampaikan konsep Surat Pengantar Pengiriman DP3, LP2P, dan KP4 kepada Kepala Subbagian Umum. 4.3. Melakukan pengolahan dan pentabulasian data absensi pegawai dalam rangka disiplin pegawai. 4.3.1. Menyiapkan daftar hadir (absensi); 4.3.2. Menghimpun daftar hadir (absensi) yang telah ditandatangani pegawai; 4.3.3. Menyampaikan konsep laporan laporan kehadiran para pegawai kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 36 -

4.4. Melakukan pengolahan dan pentabulasian tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional.

Laporan

Hasil

4.4.1. Mempelajari LHP KPPN; 4.4.2. Meneliti bahan tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.4.3. Menghimpun dan mengkompilasi tanggapan LHP dari para Seksi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Melakukan pengolahan dan pentabulasian penyelesaian laporan berkala KPPN. 4.5.1. Mengkoordinasikan penyelesaian laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.2. Menghimpun laporan dari masing-masing Seksi dan Subbagian Umum; 4.5.3. Membuat konsep surat pengantar laporan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6. Melakukan pengolahan dan pentabulasian bahan masukan dan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.6.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN tahun lalu dan tahun berjalan; 4.6.2. menghimpun dan mengkompilasi bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain; 4.6.3. Menyampaikan bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain kepada Kepala Subbagian Umum. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 6. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Data kepegawaian; Konsep Daftar Urut Kepangkatan; Formulir DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P para pegawai; Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; Database

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 37 -

6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Konsep surat pengantar DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P ; 7.4. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.5. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.6. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.7. Laporan berkala Subbagian Umum dan konsep laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.3. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Kerahasiaan pelaksanaan tugas; Kebenaran absensi pegawai;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Meliputi seluruh data pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah data/bahan yang dihimpun dalam rangka penyusunan laporan;

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 38 -

13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Pengatur (II/c) – Penata Muda (III/a) : SLTA/DI : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 39 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk.I ( pada Subbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan melaksanakan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. dalam

4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.2.1. Menginventarisasi permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; 4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya dan menyampaikan lepada Kepala Subbagian Umum; 4.3. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan urusan keuangan kantor. 4.3.1. Menginventarisasi bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 40 -

4.4. Melaksanakan pencetakan net SP2D. 4.4.1. Menerima konsep SP2D dari Seksi Perbendaharaan; 4.4.2. Meneliti dan menghubungi Seksi Perbendaharaan apabila terjadi keraguraguan atau kesalahan dalam pemberian nomor dan kode kantor bayar; 4.4.3. Mencetak net SP2D berdasarkan konsep SP2D yang diterima dari Seksi Perbendaharaan; 4.4.4. Membubuhkan paraf dan jam pada kolom routing slip setelah pencetakan dilakukan; 4.4.5. Menyampaikan konsep dan net SP2D yang telah selesai dicetak kepada Seksi Perbendaharaan; 4.4.6. Melaporkan hasil pelaksanaanya kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Melaksanakan pembuatan Daftar Penguji SP2D. 4.5.1. Melakukan pencetakan Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.5.2. Menyampaikan hasil pencetak Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.3. Mencetak Daftar Penguji SP2D harian dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.5.4. Menyampaikan Daftar Penguji SP2D harian kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.5. Membuat rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D dan membandingkan dengan data komputer; 4.5.6. Menyampaikan rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D kepada Kepala Subbagian Umum. 4.6. Membantu membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan. 4.6.1. Membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan; 4.6.2. Menyampaikan konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6.3. Menyatukan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan; 4.6.4. Menyampaikan hasil penyatuan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.7. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.7.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.7.2. Mengumpulkan bahan dan data tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya dari para Seksi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.8. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyusunan laporan berkala KPPN. 4.8.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 41 -

4.8.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data laporan dari masingmasing Seksi dan Subbagian Umum dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum ;. 4.9. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam menyusun bahan masukan dan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.9.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; 4.9.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain serta untuk menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.3. Data kepegawaian; 5.4. Konsep Daftar Urut Kepangkatan; 5.5. Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.6. Bon permintaan barang; 5.7. Data barang inventaris kantor; 5.8. Daftar kebutuhan alat tulis kantor; 5.9. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 5.10. Database 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 42 -

7.3. Konsep surat pengantar DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P ; 7.4. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.5. Konsep RKA-KL; 7.6. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.7. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.8. Laporan berkala Subbagian Umum dan konsep laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.3. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Meliputi seluruh data pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah bahan dan data yang diperlukan dalam mendukung kelacaran pelaksanaan tugas;

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 43 -

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Pengatur Muda Tk.I (II/b) – Pengatur Tk.I (II/d) : SLTA/DI : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 44 -

1. 2.

NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk.II ( pada Subbagian Umum ) IKHTISAR JABATAN: Membantu melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan, kehumasan, dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan serta menerbitkan surat perintah pembayaran.

3.

TUJUAN JABATAN: Mendukung terwujudnya pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, penyusunan laporan keuangan dan kehumasan secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan melaksanakan urusan kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. dalam

4.1.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan dalam melaksanakan urusan kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai; 4.1.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data formasi dan bezetting pegawai, cuti pegawai, Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) pegawai dan Daftar Pegawai (model UP2) serta mengikuti perubahannya, laporan kepegawaian, mutasi pegawai, usulan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, penghargaan, pensiun, usulan Diklat dan urusan kepegawaian lainnya, SPMT, SPMJ, dan surat pernyataan pelantikan bagi pejabat struktural dan pejabat fungsional dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyelenggaraan urusan rumah tangga kantor. 4.2.1. Menginventarisasi permohonan kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya; 4.2.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data kebutuhan alat tulis kantor, perlengkapan, dan perbaikan barang-barang inventaris yang diterima dari semua seksi, pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, kendaraan dinas, dan barang inventaris lainnya dan menyampaikan lepada Kepala Subbagian Umum; 4.3. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan urusan keuangan kantor. 4.3.1. Menginventarisasi bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL); 4.3.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 45 -

4.4. Melaksanakan pencetakan net SP2D. 4.4.1. Menerima konsep SP2D dari Seksi Perbendaharaan; 4.4.2. Meneliti dan menghubungi Seksi Perbendaharaan apabila terjadi keraguraguan atau kesalahan dalam pemberian nomor dan kode kantor bayar; 4.4.3. Mencetak net SP2D berdasarkan konsep SP2D yang diterima dari Seksi Perbendaharaan; 4.4.4. Membubuhkan paraf dan jam pada kolom routing slip setelah pencetakan dilakukan; 4.4.5. Menyampaikan konsep dan net SP2D yang telah selesai dicetak kepada Seksi Perbendaharaan; 4.4.6. Melaporkan hasil pelaksanaanya kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Melaksanakan pembuatan Daftar Penguji SP2D. 4.5.1. Melakukan pencetakan Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.5.2. Menyampaikan hasil pencetak Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.3. Mencetak Daftar Penguji SP2D harian dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.5.4. Menyampaikan Daftar Penguji SP2D harian kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.5. Membuat rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D dan membandingkan dengan data komputer; 4.5.6. Menyampaikan rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D kepada Kepala Subbagian Umum. 4.6. Membantu membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan. 4.6.1. Membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan; 4.6.2. Menyampaikan konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6.3. Menyatukan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan; 4.6.4. Menyampaikan hasil penyatuan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.7. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.7.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.7.2. Mengumpulkan bahan dan data tindak lanjut LHP disertai dokumen pendukungnya dari para Seksi dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.8. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam melakukan penyusunan laporan berkala KPPN. 4.8.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 46 -

4.8.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data laporan dari masingmasing Seksi dan Subbagian Umum dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum ;. 4.9. Menghimpun dan menyajikan bahan data yang diperlukan dalam menyusun bahan masukan dan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.9.1. Menginventarisasi kelengkapan bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN ; 4.9.2. Mengumpulkan dan menyajikan bahan dan data masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP dari Seksi-Seksi lain serta untuk menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN: 5.1. 5.2. Disposisi dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Surat-surat yang masuk yang telah didisposisi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.3. Data kepegawaian; 5.4. Konsep Daftar Urut Kepangkatan; 5.5. Surat-surat keluar dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.6. Bon permintaan barang; 5.7. Data barang inventaris kantor; 5.8. Daftar kebutuhan alat tulis kantor; 5.9. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 5.10. Database 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 7. HASIL KERJA : 7.1. Konsep-konsep surat yang berkenaan dengan tata usaha kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 7.2. Konsep Daftar Urut Kepangkatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 -

7.3. Konsep surat pengantar DP3, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga (KP4), dan LP2P ; 7.4. Penatausahaan surat masuk dan surat keluar; 7.5. Konsep RKA-KL; 7.6. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.7. Konsep tanggapan LHP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.8. Laporan berkala Subbagian Umum dan konsep laporan berkala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meminta data yang diperlukan yang ada kaitannya dengan masalah kepegawaian, keuangan, dan rumah tangga; 8.3. Mengusulkan permintaan atau penghapusan atas barang inventaris; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran konsep surat; Kebenaran penggunaan data yang diperlukan; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Meliputi seluruh data pegawai KPPN dalam hal pengurusan kepegawaian; Meliputi jumlah bahan dan data yang diperlukan dalam mendukung kelacaran pelaksanaan tugas;

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai di lingkungan Subbagian Umum dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih sulitnya menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan berdampak pada terhadap kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan, untuk diperlukan adanya sosialisasi dan bimbingan teknis yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 48 -

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus : Pengatur Muda (II/a) – Pengatur (II/c) : SLTA/DI : : - Menguasai bidang tugasnya - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kerjasama (TW)

Syarat lainnya

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 -

1.

NAMA JABATAN : Sekretaris Tk.II ( pada Subbagian Umum )

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melaksanakan tugas kesekretariatan, mengatur pelaksanaan tugas rutin dan insidenti, dan memberikan pelayanan kepada tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

3. TUJUAN JABATAN : Telaksananya tugas kesekretariatan dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Menyampaikan dan menenirma surat, berkas atau dokumen yang memerlukan pengesahan atau pengarahan dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disampaikan kepada yang bersangkutan. 4.1.1. Mengecek surat, berkas atau dokumen yang akan disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.2. Memasukkan surat, berkas atau dokumen ke dalam map atau ordner; 4.1.3. Menyampaikan surat, berkas atau dokumen tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk diketahui, dimintakan disposisi atau ditandatangani; 4.1.4. Mengambil surat, berkas atau dokumen yang telah disetujui dari meja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.5. Meneruskan surat, berkas atau dokumen tersebut kepada pejabat atau petugas lainnya. 4.2. Membuat catatan atau mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara baik rutin maupun insidentil berdasarkan undangan rapat dan pesanan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. Menghimpun semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ke dalam satu daftar acara; 4.2.2. Mencatat semua daftar acara pada papan acara Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.3. Mengingatkan jadwal acara kegiatan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.4. Mencatat acara yang dapat dihadiri atau tidak dapat dihadiri atau diwakilkan. 4.3. Membantu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara mengadakan komunikasi dengan para pejabat di lingkungan maupun di luar unit organisasi melalui telepon. 4.3.1. Menerima perintah untuk menghubungi relasi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara melalui telepon atau meneruskan pembicaraan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50 -

4.3.2. Mencari nomor yang akan dihubungi melalui buku telepon; 4.3.3. Mengangkat gagang dan memutar nomor telepon yang hendak dihubungi; 4.3.4. Melaporkan dan mempersilakan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk berbicara, baik dalam mengadakan hubungan pembicaraan dengan pihak didalam maupun diluar lingkungan organisasi. 4.4. Menerima dan melayani tamu yang ingin bertemu dengan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.4.1. Menerima tamu dan menanyakan serta mencatat kepentingannya; 4.4.2. Mempersilakan tamu untuk mengisi buku tamu dan menunggu di ruang tunggu; 4.4.3. Menyampaikan maksud dan tujuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.4.4. Mencatat pesan atau perjanjian dan informasi seperlunya bila Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara berhalangan; 4.4.5. Mempersilahkan tamu memasuki ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara secara selektif. 4.5. Menyimpan surat atau berkas kerja Kepala Perbendaharaan Negara berdasarkan pola klasifikasi. Kantor Pelayanan

4.5.1. Menyeleksi surat atau berkas sesuai dengan prioritas kepentingan yang berhubungan dengan tugas-tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.2. Memasukkan surat atau berkas ke dalam map atau folder sesuai dengan masalahnya dan menyimpan dalam tempat penyimpanan; 4.5.3. Mencatat dalam buku catatan atau pada kartu pengingat sebagai alat untuk mengingat. 4.6. Mengamati terhadap meja dan ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, agar pelaksanaan tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara berjalan dengan tertib dan lancar. 4.6.1. Mengatur kerapihan meja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan menempatkan berkas kerja pada tempat yang selayaknya agar aman, mudah diproses Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, terlihat rapi dan nyaman sesuai dengan kehendak Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.6.2. Mengatur dan menata berkas dan peralatan kerja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan menempatkan pada file yang tersedia agar lebih aman, teratur, dan mudah ditelusuri; 4.6.3. Mengamankan ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dari pegawai, tamu, dan para petugas perbaikan alat dan ruangan, agar terpelihara dari unsur keamanan dan kerahasiaan dengan cara membuat tata tertib ruangan atas persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.7. Membuat laporan pelaksanaan tugas kesekretariatan. 4.7.1. Menginventarisasi hasil pelaksanaan tugas kesekretariatan. 4.7.2. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 51 -

5. BAHAN YANG DIPERGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Perintah, baik lisan maupun tertulis dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.2. Surat/ berkas dan dokumen yang ditandatangani, termasuk memo rekening, suratsurat yang memerlukan disposisi dan tanda tangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.3. Undangan rapat dan pelantikan; 5.4. Informasi lisan/telepon untuk Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. Pisau/gunting untuk membuka amplop; Pelubang kertas (perforator) dan penjepret kertas (headmachine); Tembusan DPP-SPM; Alat tulis kantor; Catatan daftar nama pejabat beserta nomor teleponnya dan buku daftar nomor telepon; Telepon; Rak surat/ bak surat/dokumen dan kotak kartu; Pedoman kerja kesekretariatan; Himpunan peraturan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen Keuangan; Pedoman tata persuratan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Folder/map/filing kabinet.

7. HASIL KERJA : 7.1. Jadwal acara kegiatan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 7.2. Pelayanan informasi bagi kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/tamu-tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, termasuk pelayanan informasi melalui telepon sesuai dengan pesan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Pelayanan persediaan perlengkapan dan peralatan lainnya, termasuk kerapian ruangan baik ruang tamu maupun ruang rapat Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.4. Pelayanan surat/ dokumen untuk kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengatur tata tertib penerimaan tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/pesan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Mengajukan permintaan alat tulis kantor atau keperluan lainnya bagi kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.3. Melaksanakan hal-hal lain yang berkaitan dengan tugasnya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 52 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Ketertiban penerimaan tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 9.2. Tersedianya alat tulis kantor atau keperluan lainnya bagi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 9.3. Terselenggaranya tugas-tugas di bidang kesekretariatan, terutama dalam hal pelayanan kepentingan dinas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 10. DIMENSI JABATAN : Meliputi seluruh kegiatan terkait dengan pelayanan dukungan administratif kelancaran pelaksanaan tugas Kepala KPPN 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam pelaksanaan tugastugas kesekretariatan; 11.3. Para tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal kepentingan dinas; 11.4. Para pegawai yang berkepentingan dengan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan sulit mengidentifikasi dan menyeleksi tamu atau telpon yang benar-benar berkepentingan dengan Kepala Kantor sehingga pemangku jababatan harus menguasai bidang kesekretariatan dan kehumasan. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Pengatur Tk.I (II/d) – Penata Muda Tk.I (III/b) : DIII :: - Memahami bidang tugasnya. - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) pada

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 53 -

1.

NAMA JABATAN : Sekretaris Tk.III ( pada Subbagian Umum )

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melaksanakan tugas kesekretariatan, mengatur pelaksanaan tugas rutin dan insidenti, dan memberikan pelayanan kepada tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

3. TUJUAN JABATAN : Telaksananya tugas kesekretariatan dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Menyampaikan dan menenirma surat, berkas atau dokumen yang memerlukan pengesahan atau pengarahan dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disampaikan kepada yang bersangkutan. 4.1.1. Mengecek surat, berkas atau dokumen yang akan disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.2. Memasukkan surat, berkas atau dokumen ke dalam map atau ordner; 4.1.3. Menyampaikan surat, berkas atau dokumen tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk diketahui, dimintakan disposisi atau ditandatangani; 4.1.4. Mengambil surat, berkas atau dokumen yang telah disetujui dari meja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.5. Meneruskan surat, berkas atau dokumen tersebut kepada pejabat atau petugas lainnya. 4.2. Membuat catatan atau mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara baik rutin maupun insidentil berdasarkan undangan rapat dan pesanan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. Menghimpun semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ke dalam satu daftar acara; 4.2.2. Mencatat semua daftar acara pada papan acara Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.3. Mengingatkan jadwal acara kegiatan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.4. Mencatat acara yang dapat dihadiri atau tidak dapat dihadiri atau diwakilkan. 4.3. Membantu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara mengadakan komunikasi dengan para pejabat di lingkungan maupun di luar unit organisasi melalui telepon. 4.3.1. Menerima perintah untuk menghubungi relasi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara melalui telepon atau meneruskan pembicaraan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 54 -

4.3.2. Mencari nomor yang akan dihubungi melalui buku telepon; 4.3.3. Mengangkat gagang dan memutar nomor telepon yang hendak dihubungi; 4.3.4. Melaporkan dan mempersilakan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk berbicara, baik dalam mengadakan hubungan pembicaraan dengan pihak didalam maupun diluar lingkungan organisasi. 4.4. Menerima dan melayani tamu yang ingin bertemu dengan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.4.1. Menerima tamu dan menanyakan serta mencatat kepentingannya; 4.4.2. Mempersilakan tamu untuk mengisi buku tamu dan menunggu di ruang tunggu; 4.4.3. Menyampaikan maksud dan tujuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.4.4. Mencatat pesan atau perjanjian dan informasi seperlunya bila Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara berhalangan; 4.4.5. Mempersilahkan tamu memasuki ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara secara selektif. 4.5. Menyimpan surat atau berkas kerja Kepala Perbendaharaan Negara berdasarkan pola klasifikasi. Kantor Pelayanan

4.5.1. Menyeleksi surat atau berkas sesuai dengan prioritas kepentingan yang berhubungan dengan tugas-tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.2. Memasukkan surat atau berkas ke dalam map atau folder sesuai dengan masalahnya dan menyimpan dalam tempat penyimpanan; 4.5.3. Mencatat dalam buku catatan atau pada kartu pengingat sebagai alat untuk mengingat. 4.6. Mengamati terhadap meja dan ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, agar pelaksanaan tugas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara berjalan dengan tertib dan lancar. 4.6.1. Mengatur kerapihan meja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan menempatkan berkas kerja pada tempat yang selayaknya agar aman, mudah diproses Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, terlihat rapi dan nyaman sesuai dengan kehendak Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.6.2. Mengatur dan menata berkas dan peralatan kerja Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan menempatkan pada file yang tersedia agar lebih aman, teratur, dan mudah ditelusuri; 4.6.3. Mengamankan ruangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dari pegawai, tamu, dan para petugas perbaikan alat dan ruangan, agar terpelihara dari unsur keamanan dan kerahasiaan dengan cara membuat tata tertib ruangan atas persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.7. Membuat laporan pelaksanaan tugas kesekretariatan. 4.7.1. Menginventarisasi hasil pelaksanaan tugas kesekretariatan. 4.7.2. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan kepada Kepala Subbagian Umum.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 55 -

5. BAHAN YANG DIPERGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Perintah, baik lisan maupun tertulis dari Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.2. Surat/ berkas dan dokumen yang ditandatangani, termasuk memo rekening, suratsurat yang memerlukan disposisi dan tanda tangan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5.3. Undangan rapat dan pelantikan; 5.4. Informasi lisan/telepon untuk Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. Pisau/gunting untuk membuka amplop; Pelubang kertas (perforator) dan penjepret kertas (headmachine); Tembusan DPP-SPM; Alat tulis kantor; Catatan daftar nama pejabat beserta nomor teleponnya dan buku daftar nomor telepon; Telepon; Rak surat/ bak surat/dokumen dan kotak kartu; Pedoman kerja kesekretariatan; Himpunan peraturan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen Keuangan; Pedoman tata persuratan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Folder/map/filing kabinet.

7. HASIL KERJA : 7.1. Jadwal acara kegiatan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 7.2. Pelayanan informasi bagi kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/tamu-tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, termasuk pelayanan informasi melalui telepon sesuai dengan pesan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.3. Pelayanan persediaan perlengkapan dan peralatan lainnya, termasuk kerapian ruangan baik ruang tamu maupun ruang rapat Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 7.4. Pelayanan surat/ dokumen untuk kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 8. WEWENANG : 8.1. Mengatur tata tertib penerimaan tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/pesan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Mengajukan permintaan alat tulis kantor atau keperluan lainnya bagi kepentingan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.3. Melaksanakan hal-hal lain yang berkaitan dengan tugasnya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 56 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Ketertiban penerimaan tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 9.2. Tersedianya alat tulis kantor atau keperluan lainnya bagi Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 9.3. Terselenggaranya tugas-tugas di bidang kesekretariatan, terutama dalam hal pelayanan kepentingan dinas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 10. DIMENSI JABATAN : Meliputi seluruh kegiatan terkait dengan pelayanan dukungan administratif kelancaran pelaksanaan tugas Kepala KPPN 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam pelaksanaan tugastugas kesekretariatan; 11.3. Para tamu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal kepentingan dinas; 11.4. Para pegawai yang berkepentingan dengan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan sulit mengidentifikasi dan menyeleksi tamu atau telpon yang benar-benar berkepentingan dengan Kepala Kantor sehingga pemangku jababatan harus menguasai bidang kesekretariatan dan kehumasan. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Pengatur (II/c) – Penata Muda (III/a) : SLTA/DI :: - Memahami bidang tugasnya. - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) pada

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - - 57 - -

1. NAMA JABATAN: Bendahara Pengeluaran Tk.I ( Pada Subbagian Umum ) 2. IKHTISAR JABATAN: Mengelola pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 3. TUJUAN JABATAN: Kelancaran pengelolaan pengeluaran anggaran di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Menyusun Rencana Kerja Bendahara Pengeluaran Sebagai Bahan Penyusunan Rencana Kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Menerima tugas dari Kepala Subbagian Umum untuk menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja Bendahara Pengeluaran; 4.1.1. Menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja Bendahara Pengeluaran; 4.1.2. Menyusun rencana kerja Bendahara Pengeluaran dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Mengelola Uang Persediaan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. Mengusulkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk menerbitkan SPPUP; 4.2.2. Mencairkan dana uang persediaan sesuai kebutuhan dan peraturan yang berlaku; 4.2.3. Menyimpan uang persediaan sesuai kebutuhan pada brankas; 4.2.4. Menerima tagihan dari pihak ketiga yang dibayarkan dengan mekanisme uang persediaan; 4.2.5. Meneliti kebenaran dan keabsahan tagihan tersebut; 4.2.6. Meneliti kebenaran pembebanan anggaran; 4.2.7. Mengesahkan/menndatangani tagihan yang telah diteliti kebenaran syarat dan pembebanannya tersebut; 4.2.8. Melakukan pembayaran tagihan kepada pihak ketiga; 4.2.9. Melakukan pemungutan pajak sebagai wajib pungut; 4.2.10. Melakukan penyetoran pajak. 4.3. Menatausahakan Anggaran Belanja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.3.1. Memasukkan data pagu dana dan referensi yang ada pada DIPA pada Program Aplikasi Pembukuan Bendahara; 4.3.2. Membukukan seluruh pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara pada Buku Kas Umum yang meliputi: 4.3.3. Membukukan seluruh pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara pada Buku Bank yang meliputi:. 4.3.4. Melaksanakan entry data penerimaan dan pengeluaran pada Program Aplikasi Pembukuan Bendahara; 4.3.5. Menutup dan menandatangani buku kas umum dan buku bank setiap akhir bulan; 4.3.6. menyampaikan buku kas umum dan buku bank tersebut kepada Kepala Subbagian Umum untuk diketahui. 4.1.1

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 58 -

4.4.

Mempertanggungjawabkan pengelolaan uang persediaan. 4.4.1. Menghimpun berkas-berkas tagihan yang dibayarkan melalui mekanisme uang persediaan dan membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB); 4.4.2. Mengajukan penerbitan SPTB tersebut kepada Pejabat Pembuat Komitmen setelah prosentase pengeluaran uang persediaan telah mencapai minimal 75% untuk diproses menjadi SPP-GUP.

5. BAHAN KERJA: 5.1. 5.2. DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Rencana Kerja Bendahara Pengeluaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. PERALATAN KERJA: 6.1. 6.2. 6.3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 6.4. UU No. 13 Tahun 2005 Tentang APBN; 6.5. Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN; 6.6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6.8. Perdirjen Perbendaharaan No. : PER-07/PB/2005 tanggal 15 Juni 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antar Kuasa Pengguna Anggaran; 6.9. DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 6.10. Program Aplikasi Pembukuan Bendahara. 7. HASIL KERJA: 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. 7.16. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja untuk seluruh tagihan yang dibayar dengan uang persediaan; Buku Kas Umum; Buku Bank; Buku Pembantu Pajak; Laporan Pajak; Laporan Arus Kas; Buku Kas Tunai; Buku Pengawasan Uang Persediaan; Buku Pengawasan Persekot; Buku Pengawasan Pajak; Daftar pengawasan pagu anggaran; Daftar pengawasan pagu per kegiatan dan sub kegiatan; Daftar pengawasan pagu per jenis belanja; Daftar realisasi anggaran; Daftar realisasi anggaran per kegiatan dan sub kegiatan; Daftar realisasi anggaran per jenis belanja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 59 -

8. WEWENANG: 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Mengajukan usul saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; Melaksanakan pemeriksaan kelengkapan berkas tagihan penggantian uang persediaan; Melaksanakan pengujian keabsahan berkas SPP; Penggunaan Program Aplikasi Pembukuan Bendahara.

9. TANGGUNG JAWAB: 9.1. 9.2. 9.3. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Uang persediaan yang dikuasai; Kebenaran laporan hasil pemeriksaan dan pengujian SPP.

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Sebesar Pagu Anggaran DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dikelola; Meliputi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

11. HUBUNGAN KERJA: 11.1. Kepala Subbagian Umum selaku atasan langsung dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan, mengajukan usul, saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas, pembahasan rencana kerja tahunan, pelaksanaan DIPA, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan tugas; Para kepala Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan masalah kebendaharaan; Bank Operasional dalam pengambilan dan penyetoran uang, pajak, bukan pajak, dan jasa giro; Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dalam hal pelaporan Perpajakan; Pihak lain dalam hal pelaksanaan tugas.

11.2.

11.3. 11.4. 11.5.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Sering terjadinya perubahan yang berkaitan dengan peraturan di bidang perbendaharaan, kadangkala memerlukan waktu untuk penyesuaian terhadap sarana dan prasarana kerja sehingga bisa menghambat proses penyelesaian pelaksanaan tugas; 13. RISIKO BAHAYA: 13.1. 13.2. Risiko Fisik : Risiko Non Fisik : tidak ada tanggung jawab secara pribadi terhadap kesalahan pembayaran yang mengakibatkan kerugian negara.

14. SYARAT JABATAN: 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Pengatur (II/c) – Penata Muda ( III/a) : SLTA/Diploma III : : - Orientasi pelayanan pelanggan (CSO); - Kerja sama (TW); - Integritas (ING).

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - - 60 - -

1. NAMA JABATAN: Bendahara Pengeluaran Tk.II (Pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN: Mengelola pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 3. TUJUAN JABATAN: Kelancaran pengelolaan pengeluaran anggaran di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN: 4.1. Menyusun Rencana Kerja Bendahara Pengeluaran Sebagai Bahan Penyusunan Rencana Kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Menerima tugas dari Kepala Subbagian Umum untuk menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja Bendahara Pengeluaran; 4.1.1. Menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja Bendahara Pengeluaran; 4.1.2. Menyusun rencana kerja Bendahara Pengeluaran dan menyampaikannya kepada Kepala Subbagian Umum. 4.2. Mengelola Uang Persediaan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. Mengusulkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk menerbitkan SPPUP; 4.2.2. Mencairkan dana uang persediaan sesuai kebutuhan dan peraturan yang berlaku; 4.2.3. Menyimpan uang persediaan sesuai kebutuhan pada brankas; 4.2.4. Menerima tagihan dari pihak ketiga yang dibayarkan dengan mekanisme uang persediaan; 4.2.5. Meneliti kebenaran dan keabsahan tagihan tersebut; 4.2.6. Meneliti kebenaran pembebanan anggaran; 4.2.7. Mengesahkan/menndatangani tagihan yang telah diteliti kebenaran syarat dan pembebanannya tersebut; 4.2.8. Melakukan pembayaran tagihan kepada pihak ketiga; 4.2.9. Melakukan pemungutan pajak sebagai wajib pungut; 4.2.10. Melakukan penyetoran pajak. 4.3. Menatausahakan Anggaran Belanja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.3.1. Memasukkan data pagu dana dan referensi yang ada pada DIPA pada Program Aplikasi Pembukuan Bendahara; 4.3.2. Membukukan seluruh pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara pada Buku Kas Umum yang meliputi: 4.3.3. Membukukan seluruh pengeluaran anggaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara pada Buku Bank yang meliputi:. 4.3.4. Melaksanakan entry data penerimaan dan pengeluaran pada Program Aplikasi Pembukuan Bendahara; 4.3.5. Menutup dan menandatangani buku kas umum dan buku bank setiap akhir bulan; 4.3.6. menyampaikan buku kas umum dan buku bank tersebut kepada Kepala Subbagian Umum untuk diketahui. 4.1.1

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 61 -

4.4.

Mempertanggungjawabkan pengelolaan uang persediaan. 4.4.1. Menghimpun berkas-berkas tagihan yang dibayarkan melalui mekanisme uang persediaan dan membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB); 4.4.2. Mengajukan penerbitan SPTB tersebut kepada Pejabat Pembuat Komitmen setelah prosentase pengeluaran uang persediaan telah mencapai minimal 75% untuk diproses menjadi SPP-GUP.

5. BAHAN KERJA: 5.1. 5.2. DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Rencana Kerja Bendahara Pengeluaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. PERALATAN KERJA: 6.1. 6.2. 6.3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 6.4. UU No. 13 Tahun 2005 Tentang APBN; 6.5. Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN; 6.6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6.8. Perdirjen Perbendaharaan No. : PER-07/PB/2005 tanggal 15 Juni 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antar Kuasa Pengguna Anggaran; 6.9. DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 6.10. Program Aplikasi Pembukuan Bendahara. 7. HASIL KERJA: 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. 7.16. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja untuk seluruh tagihan yang dibayar dengan uang persediaan; Buku Kas Umum; Buku Bank; Buku Pembantu Pajak; Laporan Pajak; Laporan Arus Kas; Buku Kas Tunai; Buku Pengawasan Uang Persediaan; Buku Pengawasan Persekot; Buku Pengawasan Pajak; Daftar pengawasan pagu anggaran; Daftar pengawasan pagu per kegiatan dan sub kegiatan; Daftar pengawasan pagu per jenis belanja; Daftar realisasi anggaran; Daftar realisasi anggaran per kegiatan dan sub kegiatan; Daftar realisasi anggaran per jenis belanja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 62 -

8. WEWENANG: 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Mengajukan usul saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; Melaksanakan pemeriksaan kelengkapan berkas tagihan penggantian uang persediaan; Melaksanakan pengujian keabsahan berkas SPP; Penggunaan Program Aplikasi Pembukuan Bendahara.

9. TANGGUNG JAWAB: 9.1. 9.2. 9.3. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Uang persediaan yang dikuasai; Kebenaran laporan hasil pemeriksaan dan pengujian SPP.

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. 10.2. Sebesar Pagu Anggaran DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dikelola; Meliputi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

11. HUBUNGAN KERJA: 11.1. Kepala Subbagian Umum selaku atasan langsung dalam hal menerima tugas, petunjuk, pengarahan, mengajukan usul, saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas, pembahasan rencana kerja tahunan, pelaksanaan DIPA, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan tugas; Para kepala Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan masalah kebendaharaan; Bank Operasional dalam pengambilan dan penyetoran uang, pajak, bukan pajak, dan jasa giro; Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dalam hal pelaporan Perpajakan; Pihak lain dalam hal pelaksanaan tugas.

11.2.

11.3. 11.4. 11.5.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Sering terjadinya perubahan yang berkaitan dengan peraturan di bidang perbendaharaan, kadangkala memerlukan waktu untuk penyesuaian terhadap sarana dan prasarana kerja sehingga bisa menghambat proses penyelesaian pelaksanaan tugas; 13. RISIKO BAHAYA: 13.1. 13.2. Risiko Fisik : Risiko Non Fisik : tidak ada tanggung jawab secara pribadi terhadap kesalahan pembayaran yang mengakibatkan kerugian negara.

14. SYARAT JABATAN: 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Pengatur Muda Tk.I (II/b) – Pengatur Tk.I ( II/d) : SLTA/Diploma I : : - Orientasi pelayanan pelanggan (CSO); - Kerja sama (TW); - Integritas (ING).

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 63 1. NAMA JABATAN : Pembuat Daftar Gaji Tk. I ( Pada Subbagian Umum )

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya penyelenggaraan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pembuatan daftar gaji pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.1.1. Melakukan pencetakan daftar gaji pegawai golongan I/II dan III/IV secara terpisah per direktorat lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara setelah proses up date data selesai; 4.1.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.1.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar gaji yang salah; 4.1.4. Memeriksa kembali daftar gaji, mencetak rekapitulasi daftar gaji dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar TKPKN pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.2.1. Melakukan pencetakan daftar TKPKN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.2.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar TKPKN yang salah; 4.2.4. Memeriksa kembali daftar TKPKN, mencetak rekapitulasi daftar TKPKN dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang lembur pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.3.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang lembur Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.3.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.3.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang lembur yang salah; 4.3.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang lembur, mencetak rekapitulasi perhitungan uang lembur dan menandatanganinya.

4.2.

. 4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 64 -

4.4.

Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang makan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.4.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang makan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.4.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.4.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang makan yang salah; 4.4.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang makan, mencetak rekapitulasi perhitungan uang makan dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar pembayaran-pembayaran lainnya (Kekurangan Gaji/TKPKN, Gaji/TKPKN Susulan, Uang Duka Wafat/Tewas, Gaji Terusan, Persekot Gaji) untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.5.1. Melakukan pembuatan daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; 4.5.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.5.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya yang salah; 4.5.4. Memeriksa kembali daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya, membuat rekapitulasi pembayaran dan menandatanganinya.

4.5.

4.6.

Menjaga keamanan dan memelihara kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.6.1. Menjaga keamanan sistem komputer dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN; 4.6.2. Menjaga keamanan program aplikasi gaji dan TKPKN KPPN; 4.6.3. Memelihara kehandalan sistem komputer dan aplikasi dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN KPPN;

5. BAHAN KERJA : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum; Rencana kerja tahun lalu dan tahun berjalan; SK-SK mutasi kepegawaian; SKPP Gaji/TKPKN; SPK lembur, daftar hadir kerja lembur; Rekapitulasi absen; SPM/SP2D; Konsep surat/nota dinas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 65 6. PERALATAN KERJA ; 6.1. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 6.2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6.3. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. Per-66/PB/2006 tentang mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban APBN; 6.5. Brandkas; 6.6. Kalkulator dan alat tulis kantor; 6.7. Personal Computer (PC) dan printer.

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. Daftar gaji; Daftar TKPKN; Daftar perhitungan uang lembur; Daftar perhitungan uang makan pegawai Daftar pembayaran gaji/TKPKN lainnya.

8. WEWENANG ; 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. 8.6. 8.7. Mengajukan usul, saran dan pendapat; Menandatangani daftar gaji; Menandatangani daftar TKPKN; Menandatangani daftar perhitungan uang lembur; Menandatangani daftar perhitungan uang makan; Menandatangani daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; Akses terhadap sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN.

9. TANGGUNG JAWAB ; 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Kebenaran daftar gaji; Kebenaran daftar TKPKN Kebenaran daftar perhitungan uang lembur; Kebenaran daftar perhitungan uang makan; Kebenaran daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; Keamanan dan kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN.

10. DIMENSI JABATAN ; Pencetakan daftar gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai lainnya untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 66 11. HUBUNGAN KERJA ; 11.1. Kepala Subbagian Umum hal menerima tugas, pengarahan, mengajukan usul, saran serta pendapat mengenai pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai KPPN terkait dengan kelengkapan data terhadap perubahan/mutasi kepegawaian.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN ; Peningkatan keakuratan data dan perhitungan dalam daftar-daftar pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan lainnya untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara memerlukan peningkatan dukungan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN yang handal dan memadai.

13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat Lainnya : : : : Pengatur (II/c) – Penata Muda (III/a) DI - Menguasai bidang tugasnya - Integritas (ING) - Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN

- 67 1. NAMA JABATAN : Pembuat Daftar Gaji Tk. II ( Pada Subbagian Umum )

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya penyelenggaraan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pembuatan daftar gaji pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.1.1. Melakukan pencetakan daftar gaji pegawai golongan I/II dan III/IV secara terpisah per direktorat lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara setelah proses up date data selesai; 4.1.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.1.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar gaji yang salah; 4.1.4. Memeriksa kembali daftar gaji, mencetak rekapitulasi daftar gaji dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar TKPKN pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.2.1. Melakukan pencetakan daftar TKPKN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.2.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar TKPKN yang salah; 4.2.4. Memeriksa kembali daftar TKPKN, mencetak rekapitulasi daftar TKPKN dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang lembur pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.3.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang lembur Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.3.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.3.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang lembur yang salah; 4.3.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang lembur, mencetak rekapitulasi perhitungan uang lembur dan menandatanganinya.

4.2.

. 4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 68 -

4.4.

Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang makan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.4.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang makan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.4.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.4.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang makan yang salah; 4.4.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang makan, mencetak rekapitulasi perhitungan uang makan dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar pembayaran-pembayaran lainnya (Kekurangan Gaji/TKPKN, Gaji/TKPKN Susulan, Uang Duka Wafat/Tewas, Gaji Terusan, Persekot Gaji) untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.5.1. Melakukan pembuatan daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; 4.5.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.5.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya yang salah; 4.5.4. Memeriksa kembali daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya, membuat rekapitulasi pembayaran dan menandatanganinya.

4.5.

4.6.

Menjaga keamanan dan memelihara kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.6.1. Menjaga keamanan sistem komputer dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN; 4.6.2. Menjaga keamanan program aplikasi gaji dan TKPKN KPPN; 4.6.3. Memelihara kehandalan sistem komputer dan aplikasi dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN KPPN;

5. BAHAN KERJA : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum; Rencana kerja tahun lalu dan tahun berjalan; SK-SK mutasi kepegawaian; SKPP Gaji/TKPKN; SPK lembur, daftar hadir kerja lembur; Rekapitulasi absen; SPM/SP2D; Konsep surat/nota dinas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 69 6. PERALATAN KERJA ; 6.1. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 6.2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6.3. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. Per-66/PB/2006 tentang mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban APBN; 6.5. Brandkas; 6.6. Kalkulator dan alat tulis kantor; 6.7. Personal Computer (PC) dan printer.

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. Daftar gaji; Daftar TKPKN; Daftar perhitungan uang lembur; Daftar perhitungan uang makan pegawai Daftar pembayaran gaji/TKPKN lainnya.

8. WEWENANG ; 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. 8.6. 8.7. Mengajukan usul, saran dan pendapat; Menandatangani daftar gaji; Menandatangani daftar TKPKN; Menandatangani daftar perhitungan uang lembur; Menandatangani daftar perhitungan uang makan; Menandatangani daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; Akses terhadap sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN.

9. TANGGUNG JAWAB ; 9.1. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; 9.2. Kebenaran daftar gaji; 9.3. Kebenaran daftar TKPKN 9.4. Kebenaran daftar perhitungan uang lembur; 9.5. Kebenaran daftar perhitungan uang makan; 9.6. Kebenaran daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; 9.7. Keamanan dan kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN. 10. DIMENSI JABATAN ; Pencetakan daftar gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai lainnya untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 70 11. HUBUNGAN KERJA ; 11.1. Kepala Subbagian Umum hal menerima tugas, pengarahan, mengajukan usul, saran serta pendapat mengenai pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai KPPN terkait dengan kelengkapan data terhadap perubahan/mutasi kepegawaian.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN ; Peningkatan keakuratan data dan perhitungan dalam daftar-daftar pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan lainnya untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara memerlukan peningkatan dukungan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN yang handal dan memadai.

13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat Lainnya : : : : Pengatur Muda Tk.I (II/b) – Pengatur Tk.I (II/d) SLTA/D I - Menguasai bidang tugasnya - Integritas (ING) - Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 71 1. NAMA JABATAN : Pembuat Daftar Gaji Tk. III ( Pada Subbagian Umum )

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan urusan pembuatan daftar dan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya penyelenggaraan pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pembuatan daftar gaji pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.1.1. Melakukan pencetakan daftar gaji pegawai golongan I/II dan III/IV secara terpisah per direktorat lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara setelah proses up date data selesai; 4.1.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.1.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar gaji yang salah; 4.1.4. Memeriksa kembali daftar gaji, mencetak rekapitulasi daftar gaji dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar TKPKN pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.2.1. Melakukan pencetakan daftar TKPKN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.2.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.2.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar TKPKN yang salah; 4.2.4. Memeriksa kembali daftar TKPKN, mencetak rekapitulasi daftar TKPKN dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang lembur pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan 4.3.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang lembur Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.3.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.3.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang lembur yang salah; 4.3.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang lembur, mencetak rekapitulasi perhitungan uang lembur dan menandatanganinya.

4.2.

. 4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 72 -

4.4.

Melaksanakan pembuatan daftar perhitungan uang makan pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.4.1. Melakukan pembuatan daftar perhitungan uang makan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.4.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.4.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar perhitungan uang makan yang salah; 4.4.4. Memeriksa kembali daftar perhitungan uang makan, mencetak rekapitulasi perhitungan uang makan dan menandatanganinya. Melaksanakan pembuatan daftar pembayaran-pembayaran lainnya (Kekurangan Gaji/TKPKN, Gaji/TKPKN Susulan, Uang Duka Wafat/Tewas, Gaji Terusan, Persekot Gaji) untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.5.1. Melakukan pembuatan daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; 4.5.2. Meneliti hasil cetakan dan melakukan koreksi/menghitung ulang apabila terdapat kesalahan; 4.5.3. Melakukan pencetakan ulang halaman daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya yang salah; 4.5.4. Memeriksa kembali daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya, membuat rekapitulasi pembayaran dan menandatanganinya.

4.5.

4.6.

Menjaga keamanan dan memelihara kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN pegawai lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 4.6.1. Menjaga keamanan sistem komputer dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN; 4.6.2. Menjaga keamanan program aplikasi gaji dan TKPKN KPPN; 4.6.3. Memelihara kehandalan sistem komputer dan aplikasi dalam pembuatan daftar gaji dan TKPKN KPPN;

5. BAHAN KERJA : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum; Rencana kerja tahun lalu dan tahun berjalan; SK-SK mutasi kepegawaian; SKPP Gaji/TKPKN; SPK lembur, daftar hadir kerja lembur; Rekapitulasi absen; SPM/SP2D; Konsep surat/nota dinas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 73 6. PERALATAN KERJA ; 6.1. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 6.2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6.3. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 466/KMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. Per-66/PB/2006 tentang mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban APBN; 6.5. Brandkas; 6.6. Kalkulator dan alat tulis kantor; 6.7. Personal Computer (PC) dan printer.

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. Daftar gaji; Daftar TKPKN; Daftar perhitungan uang lembur; Daftar perhitungan uang makan pegawai Daftar pembayaran gaji/TKPKN lainnya.

8. WEWENANG ; 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. 8.6. 8.7. Mengajukan usul, saran dan pendapat; Menandatangani daftar gaji; Menandatangani daftar TKPKN; Menandatangani daftar perhitungan uang lembur; Menandatangani daftar perhitungan uang makan; Menandatangani daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; Akses terhadap sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN.

9. TANGGUNG JAWAB ; 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Kebenaran daftar gaji; Kebenaran daftar TKPKN Kebenaran daftar perhitungan uang lembur; Kebenaran daftar perhitungan uang makan; Kebenaran daftar pembayaran gaji dan TKPKN lainnya; Keamanan dan kehandalan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN.

10. DIMENSI JABATAN ; Pencetakan daftar gaji dan TKPKN serta kesejahteraan pegawai lainnya untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 74 11. HUBUNGAN KERJA ; 11.1. Kepala Subbagian Umum hal menerima tugas, pengarahan, mengajukan usul, saran serta pendapat mengenai pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai KPPN terkait dengan kelengkapan data terhadap perubahan/mutasi kepegawaian.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN ; Peningkatan keakuratan data dan perhitungan dalam daftar-daftar pembayaran gaji dan TKPKN serta kesejahteraan lainnya untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara memerlukan peningkatan dukungan sistem komputer dan program aplikasi gaji dan TKPKN yang handal dan memadai.

13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat Lainnya : : : : Pengatur Muda (II/a) – Pengatur I (II/c) SLTA/D I - Menguasai bidang tugasnya - Integritas (ING) - Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 75 1. NAMA JABATAN : Pengelola Arsip Tingkat I (pada Subbagian Umum) IKHTISAR JABATAN : Membantu urusan tata usaha dan rumah tangga Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

2.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya tata usaha dan rumah tangga Perbendaharaan Negara secara baik, lancar. effektif dan effisien. Kantor Pelayanan

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pencatatan surat-surat yang akan didokumenkan 4.1.1. Menyortir surat-surat yang akan didokumentasikan mengelompokkannya menurut jenis surat; 4.1.2. Mencatat surat tersebut ke dalam sarana pencatatan; 4.1.3. Memasukkan surat-surat tersebut ke dalam ordner; 4.1.4. Menyimpan surat-surat tersebut ke tempat yang telah disediakan. 4.2. dan

Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif milik Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif Direktorat; Melakukan serah terima arsip inaktif beserta daftar pertelaan; Mencocokan/memverifikasi arsip yang diterima dengan daftar pertelaan; Menyimpan arsip tersebut ke dalam kotak khusus untuk arsip; Memberi klasifikasi dan kode pada kotak tersebut; Menyimpan kotak tersebut pada rak penyimpanan arsip.

4.3. Melaksanakan penyusutan arsip agar dapat mencegah akumulasi atau penumpukan berkas atau dokumen yang tidak diperlukan. 4.3.1. Mengumpulkan arsip-arsip inaktif berdasarkan jadwal retensi yang telah ditetapkan; 4.3.2. Mengelompokkan arsip yang bernilai guna dan tidak bernilai guna. 4.3.3. Membuat daftar pertelaan sementara; 4.3.4. Melaporkan daftar pertelaan sementara kepada Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menata arsip inaktif yang bernilai guna untuk disimpan; 4.3.6. Menyampaikan usulan penghapusan arsip yang telah melewati batas waktu retensi kepada Kepala Subbagian Umum. 4.4. Mengamankan dan memelihara arsip agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemakai. 4.4.1. Menjaga agar ruang arsip tidak lembab dan cukup cahaya; 4.4.2. Melakukan penyemprotan terhadap ruangan penyimpanan arsip untuk mencegah rayap dan kutu; 4.4.3. Membuat fotokopi/digitalisasi berkas arsip yang rusak jika perlu;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 76 4.5. Melayani peminjaman arsip dari pemakai untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan. 4.5.1. Menerima bon peminjaman arsip dalam rangkap 3 (tiga) dari pemakai arsip; 4.5.2. Mengambil surat yang diminta dari tempat penyimpanan berdasarkan klasifikasinya; 4.5.3. Menyerahkan arsip yang diminta kepada pemakai beserta bon peminjaman (lembar III); 4.5.4. Mencatat dan menyimpan bon peminjaman ke dalam file berkas arsip yang asli (lembar I) dan menyerahkan lembar II kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.5. Memantau pengembalian arsip dari pemakai; 4.5.6. Mencatat dan memberi tanda pada lembar I bahwa arsip telah dikembalikan;

5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan beserta peraturan pelaksanaannya; Buku Pedoman Tata Persuratan Dinas Departemen Keuangan.

6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 7.

HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. Usulan pemusnahan arsip; Nota peminjaman arsip; Data pertelaan arsip; Penataan berkas dan penyusutan arsip yang telah memenuhi jadwal retensi arsip.

8.

WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; Meminta kembali arsip atau dokumen yang dipinjamkan; Menjaga kerahasiaan dokumen atau arsip yang bersifat rahasia; Menolak meminjamkan arsip yang tidak melalui prosedur yang berlaku; Memelihara dan menjaga keamanan arsip;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 77 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Ketertiban dan kerapian arsip; Kerahasiaan dokumen atau arsip; Pemeliharaan dan keamanan arsip.

10. DIMENSI JABATAN : Dimensi non finansial : Sejumlah surat/berkas/dokumen arsip dan surat permintaan peminjaman arsip untuk keperluan dinas KPPN. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, pengarahan dan mengajukan saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Para pelaksana KPPN dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Besarnya volume surat/dokumen arsip yang dikelola, memerlukan tempat/gudang yang memadai serta pengelolaan arsip secara baik dan tertib, sehingga sewaktu-waktu arsip akan digunakan dapat disiapkan dengan cepat dan lengkap. 13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : Pengatur (IIc) – Penata Muda (III/a) DI a. Memahami pedoman pengelolaan arsip, b. Standar Kompetensi : - Kerjasama (TW) - Peduli terhadap keteraturan (CO)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 78 1. NAMA JABATAN : Pengelola Arsip Tingkat II (pada Subbagian Umum) IKHTISAR JABATAN : Membantu urusan tata usaha dan rumah tangga Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

2.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya tata usaha dan rumah tangga Perbendaharaan Negara secara baik, lancar. effektif dan effisien. Kantor Pelayanan

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pencatatan surat-surat yang akan didokumenkan 4.1.1. Menyortir surat-surat yang akan didokumentasikan mengelompokkannya menurut jenis surat; 4.1.2. Mencatat surat tersebut ke dalam sarana pencatatan; 4.1.3. Memasukkan surat-surat tersebut ke dalam ordner; 4.1.4. Menyimpan surat-surat tersebut ke tempat yang telah disediakan. 4.2. dan

Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif milik Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif Direktorat; Melakukan serah terima arsip inaktif beserta daftar pertelaan; Mencocokan/memverifikasi arsip yang diterima dengan daftar pertelaan; Menyimpan arsip tersebut ke dalam kotak khusus untuk arsip; Memberi klasifikasi dan kode pada kotak tersebut; Menyimpan kotak tersebut pada rak penyimpanan arsip.

4.3. Melaksanakan penyusutan arsip agar dapat mencegah akumulasi atau penumpukan berkas atau dokumen yang tidak diperlukan. 4.3.1. Mengumpulkan arsip-arsip inaktif berdasarkan jadwal retensi yang telah ditetapkan; 4.3.2. Mengelompokkan arsip yang bernilai guna dan tidak bernilai guna. 4.3.3. Membuat daftar pertelaan sementara; 4.3.4. Melaporkan daftar pertelaan sementara kepada Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menata arsip inaktif yang bernilai guna untuk disimpan; 4.3.6. Menyampaikan usulan penghapusan arsip yang telah melewati batas waktu retensi kepada Kepala Subbagian Umum. 4.4. Mengamankan dan memelihara arsip agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemakai. 4.4.1. Menjaga agar ruang arsip tidak lembab dan cukup cahaya; 4.4.2. Melakukan penyemprotan terhadap ruangan penyimpanan arsip untuk mencegah rayap dan kutu; 4.4.3. Membuat fotokopi/digitalisasi berkas arsip yang rusak jika perlu;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 79 4.5. Melayani peminjaman arsip dari pemakai untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan. 4.5.1. Menerima bon peminjaman arsip dalam rangkap 3 (tiga) dari pemakai arsip; 4.5.2. Mengambil surat yang diminta dari tempat penyimpanan berdasarkan klasifikasinya; 4.5.3. Menyerahkan arsip yang diminta kepada pemakai beserta bon peminjaman (lembar III); 4.5.4. Mencatat dan menyimpan bon peminjaman ke dalam file berkas arsip yang asli (lembar I) dan menyerahkan lembar II kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.5. Memantau pengembalian arsip dari pemakai; 4.5.6. Mencatat dan memberi tanda pada lembar I bahwa arsip telah dikembalikan;

5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan beserta peraturan pelaksanaannya; Buku Pedoman Tata Persuratan Dinas Departemen Keuangan.

6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 7.

HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. Usulan pemusnahan arsip; Nota peminjaman arsip; Data pertelaan arsip; Penataan berkas dan penyusutan arsip yang telah memenuhi jadwal retensi arsip.

8.

WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; Meminta kembali arsip atau dokumen yang dipinjamkan; Menjaga kerahasiaan dokumen atau arsip yang bersifat rahasia; Menolak meminjamkan arsip yang tidak melalui prosedur yang berlaku; Memelihara dan menjaga keamanan arsip;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 80 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Ketertiban dan kerapian arsip; Kerahasiaan dokumen atau arsip; Pemeliharaan dan keamanan arsip.

10. DIMENSI JABATAN : Dimensi non finansial : Sejumlah surat/berkas/dokumen arsip dan surat permintaan peminjaman arsip untuk keperluan dinas KPPN. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, pengarahan dan mengajukan saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Para pelaksana KPPN dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Besarnya volume surat/dokumen arsip yang dikelola, memerlukan tempat/gudang yang memadai serta pengelolaan arsip secara baik dan tertib, sehingga sewaktu-waktu arsip akan digunakan dapat disiapkan dengan cepat dan lengkap. 13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : Pengatur Muda Tk.I (II/b) – Pengatur Tk.I (II/d) SLTA/ DI a. Memahami pedoman pengelolaan arsip, b. Standar Kompetensi : - Kerjasama (TW) - Peduli terhadap keteraturan (CO)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 81 1. NAMA JABATAN : Pengelola Arsip Tingkat III (pada Subbagian Umum) IKHTISAR JABATAN : Membantu urusan tata usaha dan rumah tangga Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

2.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terwujudnya tata usaha dan rumah tangga Perbendaharaan Negara secara baik, lancar. effektif dan effisien. Kantor Pelayanan

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melaksanakan pencatatan surat-surat yang akan didokumenkan 4.1.1. Menyortir surat-surat yang akan didokumentasikan mengelompokkannya menurut jenis surat; 4.1.2. Mencatat surat tersebut ke dalam sarana pencatatan; 4.1.3. Memasukkan surat-surat tersebut ke dalam ordner; 4.1.4. Menyimpan surat-surat tersebut ke tempat yang telah disediakan. 4.2. dan

Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif milik Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Melaksanakan penyimpanan pemindahan arsip inaktif Direktorat; Melakukan serah terima arsip inaktif beserta daftar pertelaan; Mencocokan/memverifikasi arsip yang diterima dengan daftar pertelaan; Menyimpan arsip tersebut ke dalam kotak khusus untuk arsip; Memberi klasifikasi dan kode pada kotak tersebut; Menyimpan kotak tersebut pada rak penyimpanan arsip.

4.3. Melaksanakan penyusutan arsip agar dapat mencegah akumulasi atau penumpukan berkas atau dokumen yang tidak diperlukan. 4.3.1. Mengumpulkan arsip-arsip inaktif berdasarkan jadwal retensi yang telah ditetapkan; 4.3.2. Mengelompokkan arsip yang bernilai guna dan tidak bernilai guna. 4.3.3. Membuat daftar pertelaan sementara; 4.3.4. Melaporkan daftar pertelaan sementara kepada Kepala Subbagian Umum; 4.3.5. Menata arsip inaktif yang bernilai guna untuk disimpan; 4.3.6. Menyampaikan usulan penghapusan arsip yang telah melewati batas waktu retensi kepada Kepala Subbagian Umum. 4.4. Mengamankan dan memelihara arsip agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pemakai. 4.4.1. Menjaga agar ruang arsip tidak lembab dan cukup cahaya; 4.4.2. Melakukan penyemprotan terhadap ruangan penyimpanan arsip untuk mencegah rayap dan kutu; 4.4.3. Membuat fotokopi/digitalisasi berkas arsip yang rusak jika perlu;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 82 4.5. Melayani peminjaman arsip dari pemakai untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan. 4.5.1. Menerima bon peminjaman arsip dalam rangkap 3 (tiga) dari pemakai arsip; 4.5.2. Mengambil surat yang diminta dari tempat penyimpanan berdasarkan klasifikasinya; 4.5.3. Menyerahkan arsip yang diminta kepada pemakai beserta bon peminjaman (lembar III); 4.5.4. Mencatat dan menyimpan bon peminjaman ke dalam file berkas arsip yang asli (lembar I) dan menyerahkan lembar II kepada Kepala Subbagian Umum; 4.5.5. Memantau pengembalian arsip dari pemakai; 4.5.6. Mencatat dan memberi tanda pada lembar I bahwa arsip telah dikembalikan;

5.

BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Pengarahan dan disposisi dari Kepala Subbagian Umum

6.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 stdtd. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Kearsipan beserta peraturan pelaksanaannya; Buku Pedoman Tata Persuratan Dinas Departemen Keuangan.

6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 7.

HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. Usulan pemusnahan arsip; Nota peminjaman arsip; Data pertelaan arsip; Penataan berkas dan penyusutan arsip yang telah memenuhi jadwal retensi arsip.

8.

WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. 8.5. Mengajukan usul, saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; Meminta kembali arsip atau dokumen yang dipinjamkan; Menjaga kerahasiaan dokumen atau arsip yang bersifat rahasia; Menolak meminjamkan arsip yang tidak melalui prosedur yang berlaku; Memelihara dan menjaga keamanan arsip;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 83 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran dan pendapat yang diajukan; Ketertiban dan kerapian arsip; Kerahasiaan dokumen atau arsip; Pemeliharaan dan keamanan arsip.

10. DIMENSI JABATAN : Dimensi non finansial : Sejumlah surat/berkas/dokumen arsip dan surat permintaan peminjaman arsip untuk keperluan dinas KPPN. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, pengarahan dan mengajukan saran dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Para pelaksana KPPN dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN : Besarnya volume surat/dokumen arsip yang dikelola, memerlukan tempat/gudang yang memadai serta pengelolaan arsip secara baik dan tertib, sehingga sewaktu-waktu arsip akan digunakan dapat disiapkan dengan cepat dan lengkap. 13. RISIKO BAHAYA : Tidak ada

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : Pengatur Muda (II/a) – Pengatur (II/c) SLTA/ DI a. Memahami pedoman pengelolaan arsip, b. Standar Kompetensi : - Kerjasama (TW) - Peduli terhadap keteraturan (CO)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 84 -

1. NAMA JABATAN : Pengemudi Tk.I (pada Subbagian Umum)

2. IKHTISAR JABATAN :
Mengemudikan dan menjaga kondisi serta perlengkapan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran tugas kedinasan.

3. TUJUAN JABATAN :
Terciptanya kelancaran mobilitas pimpinan dan operasional kantor.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. 4.1.1. Menjemput pegawai dan atau pejabat yang akan berangkat ke instansi lain dalam rangka dinas serta mengantar kembali ke kantor sesuai perintah atasan; Mengembalikan kunci mobil kepada Kepala Subbagian Umum atau pemegang kendaraan.

4.1.2.

4.2. Memelihara kendaraan secara berkala agar dalam keadaan baik dan siap pakai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Mengecek kondisi mesin dengan memeriksa bagian-bagiannya uantuk mengetahui kerusakan yang timbul; Mendata jumlah suku cadang serta alat perlengkapan lainnya yang rusak yang memerlukan penggantian; Membuat konsep Surat Perintah Service kendaraan sesuai dengan kebutuhan service; Menyampaikan konsep Surat Perintah Service kepada Kepala Subbagian Umum untuk ditandatangani; Membawa kendaraan ke bengkel sesuai Surat Perintah Service Melaporkan pelaksanaan service kendaraan kepada Kepala Subbagian Umum.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Surat Perintah Service/perbaikan kendaraan; 5.2. Surat Ijin Mengemudi; 5.3. STNK;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Kendaraan dinas; 6.2. Surat-surat kelengkapan kendaraan; 6.3. Alat-alat perlengkapan kendaraan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 85 -

7. HASIL KERJA :
7.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan atau operasional; 7.2. Kondisi dan kebersihan kendaraan; 7.3. Laporan tentang kerusakan yang timbul untuk dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang.

8. WEWENANG :
8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meminta kunci mobil untuk pelaksanaan antar jemput; Meminta BBM yang diperlukan untuk kegiatan antar jemput; Mengajukan perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang; Menjaga kondisi dan kebersihan kendaraan.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Kunci Mobil yang diminta untuk pelaksanaan antar jemput; Kebenaran jatah bensin yang diminta untuk kegiatan keperluan antar jemput; Usul perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang yang diajukan; Kondisi dan Kebersihan kendaraan.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi operasionalisasi mobil dinas.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Bagian Umum dalam hal permintaan perbaikan dan service kendaraan.

12. MASALAH DAN TANTANGAN :
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus mempu mengemudikan kendaraan disiplin waktu, serta menguasai pengetahuan tentang mesin kendaraan.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Pengatur Muda Tk.I (II/b) – Pengatur Tk.I (II/d) : SLTP/ SLTA : Montir dan mengemudi mobil : - Memiliki Surat Ijin Mengemudi sesuai jenis kendaraan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 86 -

1. NAMA JABATAN : Pengemudi Tk.II (pada Subbagian Umum)

2. IKHTISAR JABATAN :
Mengemudikan dan menjaga kondisi serta perlengkapan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran tugas kedinasan.

3. TUJUAN JABATAN :
Terciptanya kelancaran mobilitas pimpinan dan operasional kantor.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. 4.1.1. Menjemput pegawai dan atau pejabat yang akan berangkat ke instansi lain dalam rangka dinas serta mengantar kembali ke kantor sesuai perintah atasan; Mengembalikan kunci mobil kepada Kepala Subbagian Umum atau pemegang kendaraan.

4.1.2.

4.2. Memelihara kendaraan secara berkala agar dalam keadaan baik dan siap pakai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Mengecek kondisi mesin dengan memeriksa bagian-bagiannya uantuk mengetahui kerusakan yang timbul; Mendata jumlah suku cadang serta alat perlengkapan lainnya yang rusak yang memerlukan penggantian; Membuat konsep Surat Perintah Service kendaraan sesuai dengan kebutuhan service; Menyampaikan konsep Surat Perintah Service kepada Kepala Subbagian Umum untuk ditandatangani; Membawa kendaraan ke bengkel sesuai Surat Perintah Service Melaporkan pelaksanaan service kendaraan kepada Kepala Subbagian Umum.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Surat Perintah Service/perbaikan kendaraan; 5.2. Surat Ijin Mengemudi; 5.3. STNK;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Kendaraan dinas; 6.2. Surat-surat kelengkapan kendaraan; 6.3. Alat-alat perlengkapan kendaraan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 87 -

7. HASIL KERJA :
7.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan atau operasional; 7.2. Kondisi dan kebersihan kendaraan; 7.3. Laporan tentang kerusakan yang timbul untuk dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang.

8. WEWENANG :
8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meminta kunci mobil untuk pelaksanaan antar jemput; Meminta BBM yang diperlukan untuk kegiatan antar jemput; Mengajukan perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang; Menjaga kondisi dan kebersihan kendaraan.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Kunci Mobil yang diminta untuk pelaksanaan antar jemput; Kebenaran jatah bensin yang diminta untuk kegiatan keperluan antar jemput; Usul perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang yang diajukan; Kondisi dan Kebersihan kendaraan.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi operasionalisasi mobil dinas.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Bagian Umum dalam hal permintaan perbaikan dan service kendaraan.

12. MASALAH DAN TANTANGAN :
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus mempu mengemudikan kendaraan disiplin waktu, serta menguasai pengetahuan tentang mesin kendaraan.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Pengatur Muda (II/a) – Pengatur (II/c) : SLTP/ SLTA : Montir dan mengemudi mobil : - Memiliki Surat Ijin Mengemudi sesuai jenis kendaraan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 88 -

1. NAMA JABATAN : Pengemudi Tk.III (pada Subbagian Umum)

2. IKHTISAR JABATAN :
Mengemudikan dan menjaga kondisi serta perlengkapan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran tugas kedinasan.

3. TUJUAN JABATAN :
Terciptanya kelancaran mobilitas pimpinan dan operasional kantor.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan operasional untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. 4.1.1. Menjemput pegawai dan atau pejabat yang akan berangkat ke instansi lain dalam rangka dinas serta mengantar kembali ke kantor sesuai perintah atasan; Mengembalikan kunci mobil kepada Kepala Subbagian Umum atau pemegang kendaraan.

4.1.2.

4.2. Memelihara kendaraan secara berkala agar dalam keadaan baik dan siap pakai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. Mengecek kondisi mesin dengan memeriksa bagian-bagiannya uantuk mengetahui kerusakan yang timbul; Mendata jumlah suku cadang serta alat perlengkapan lainnya yang rusak yang memerlukan penggantian; Membuat konsep Surat Perintah Service kendaraan sesuai dengan kebutuhan service; Menyampaikan konsep Surat Perintah Service kepada Kepala Subbagian Umum untuk ditandatangani; Membawa kendaraan ke bengkel sesuai Surat Perintah Service Melaporkan pelaksanaan service kendaraan kepada Kepala Subbagian Umum.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Surat Perintah Service/perbaikan kendaraan; 5.2. Surat Ijin Mengemudi; 5.3. STNK;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Kendaraan dinas; 6.2. Surat-surat kelengkapan kendaraan; 6.3. Alat-alat perlengkapan kendaraan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 89 -

7. HASIL KERJA :
7.1. Mengemudikan kendaraan dinas pimpinan dan atau operasional; 7.2. Kondisi dan kebersihan kendaraan; 7.3. Laporan tentang kerusakan yang timbul untuk dilakukan perbaikan dan penggantian suku cadang.

8. WEWENANG :
8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meminta kunci mobil untuk pelaksanaan antar jemput; Meminta BBM yang diperlukan untuk kegiatan antar jemput; Mengajukan perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang; Menjaga kondisi dan kebersihan kendaraan.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Kunci Mobil yang diminta untuk pelaksanaan antar jemput; Kebenaran jatah bensin yang diminta untuk kegiatan keperluan antar jemput; Usul perbaikan kendaraan dan penggantian suku cadang yang diajukan; Kondisi dan Kebersihan kendaraan.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi operasionalisasi mobil dinas.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Bagian Umum dalam hal permintaan perbaikan dan service kendaraan.

12. MASALAH DAN TANTANGAN :
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus mempu mengemudikan kendaraan disiplin waktu, serta menguasai pengetahuan tentang mesin kendaraan.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru Tk.I (I/d) – Pengatur Muda Tk.I (II/b) : SLTP/ SLTA : Montir dan mengemudi mobil : - Memiliki Surat Ijin Mengemudi sesuai jenis kendaraan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 90 -

1. NAMA JABATAN : Penatausaha Tk.I (pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melaksanakan urusan tata usaha Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 3. TUJUAN JABATAN: Mendukung terlaksananya urusan tata usaha secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melaksanakan penatausahaan pelaksanan pembiayaan untuk keperluan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. 4.1.1. Meneliti dan melakukan pencatatan data DIPA ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran; 4.1.2. Menyampaikan hasil pencatatan data DIPA ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran kepada Kepala Subbag Umum; 4.1.3. Membuat konsep SPM yang berhubungan dengan pembiayaan kegiatan kantor; 4.1.4. Menyampaikan konsep SPM tersebut kepada Kepala Subbagian Umum untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.5. Menyampaikan SPM tersebut kepada petugas loket penerimaan SPM untuk diteruskan kepada Seksi Perbendaharaan; 4.1.6. Menyiapkan Buku Kas Umum dan Buku Pembantu lainnya untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pembiayaan kegiatan kantor; 4.1.7. Melakukan pencatatan penerimaan SPM ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran per MAK; 4.1.8. Menyampaikan hasil pencatatan kepada Kepala Subbag Umum; 4.1.9. Melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran ke dalam Buku Pembantu yang terkait dan Buku Kas Umum; 4.1.10. Menyampaikan hasil pencatatan penerimaan dan pengeluaran ke dalam Buku Pembantu yang terkait dan Buku Kas Umum kepada Kepala Subbag Umum. 4.2. Membantu melaksanakan penerimaan SPM. 4.2.1. Menerima SPM dan meneliti kelengkapan dokumen pendukung SPM yang diterima dari satuan kerja/ instansi yang bersangkutan; 4.2.2. Melampirkan daftar yang berisikan kelengkapan dokumen SPM yang diterima; 4.2.3. Membubuhkan stempel tanda terima pada lembar SPM serta diisi tanggal, jam dan diparaf; 4.2.4. Mengagendakan SPM yang telah diterima tersebut ke dalam buku agenda penerimaan; 4.2.5. Melampirkan routing slip pada SPM tersebut; 4.2.6. Melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Kepala Subbagian Umum.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 91 -

4.3. Membantu melaksanakan pembuatan dan penyiapan DPP-SPM. 4.3.1. Membuat/ menyiapkan DPP-SPM; 4.3.2. Mengisi DPP-SPM tersebut dengan tanggal dan jam penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai yang terdiri dari belanja barang, belanja modal, belanja bunga utang, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial); 4.3.3. Menghimpun semua SPM yang telah dicatat dalam DPP-SPM tersebut untuk dilampirkan pada DPP-SPM bersangkutan; 4.3.4. Menyampaikan DPP-SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan dan Kepala Subbagian Umum serta tembusannya kepada Kepala Kantor sebagai monitoring; 4.4. Melaksanakan pembuatan laporan penerimaan SPM dan penerbitan SP2D. 4.4.1. Membuat laporan penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai) setiap hari; 4.4.2. Menyampaikan laporan penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai) setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum; 4.4.3. Membuat rekapitulasi laporan penerimaan SPM setiap hari; 4.4.4. Menyampaikan rekapitulasi laporan penerimaan SPM setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum 4.4.5. Membuat rekapitulasi penerbitan SP2D setiap hari; 4.4.6. Menyampaikan rekapitulasi penerbitan SP2D setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Membantu membuat laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, surat pertanggungjawaban perbendaharaan dan bendahara umum, serta dokumen lainnya. 4.5.1. Membuat laporan penerimaan SPM dan penerbitan SP2D setiap hari kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.2. Memberitahukan kepada Kepala Subbagian Umum apabila terdapat dokumen yang secara rutin harus dikirim setiap hari, mingguan ataupun bulanan tetapi belum diterima; 4.5.3. Membuat laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, surat pertanggungjawaban perbendaharaan dan bendahara umum, serta dokumen lainnya setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Rencana kerja Subbagian Umum tahun lalu dan tahun berjalan 5.2. Surat yang telah di disposisi atasan; 5.3. DIPA tahun lalu dan tahun berjalan; 5.4. SPM/SP2D Belanja Pegawai dan SP2D Non Belanja Pegawai; 5.5. Buku Pembantu Kas; 5.6. Routing Slip; 5.7. DPP-SPM; 5.8. Konsep/ Net SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 92 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 6.2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6.3. Undang-undang APBN; 6.4. Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; 6.5. Keppres tentang Pelaksanaan APBN; 6.6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10.Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11.Buku agenda surat masuk; 6.12.Kendali surat keluar dan lembur pengiriman surat; 6.13.Filling cabinet, folder, map, bak surat, dan kotak arsip; 7. HASIL KERJA : 7.1. konsep/net SPM; 7.2. Daftar kelengkapan dokumen SPM; 7.3. DPP-SPM; 7.4. Konsep laporan penerimaan SPM; 7.5. Konsep rekapitulasi penerbitan SP2D. 7.6. Net surat pengantar dokumen; 7.7. Laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, dokumen lainnya, dan surat pertanggungjawaban. 7.8. Net SP2D dan Daftar Penguji SP2D; 7.9. Laporan pengawasan penerbitan SP2D; 7.10.Disket harian penerbitan SP2D.

8. WEWENANG : 8.1. Meminta saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; 8.2. Mengajukan permintaan bahan peralatan untuk kelancaran tugas; 8.3. Melarang pihak yang tidak berkepentingan untuk mengetahui isi surat dan dokumen; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Kebenaran dan kelancaran pengurusan surat masuk dan surat keluar; 9.2. Kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9.3. Saran dan pendapat yang diajukan; 10. DIMENSI JABATAN: 10.1. Meliputi seluruh urusan pembiayaan kantor; 10.2. Meliputi seluruh urusan penanganan SPM yang diterima KPPN; 10.3. Seluruh kegiatan penanganan pencetakan konsep/ net SP2D. 10.4. Meliputi seluruh penanganan dan pengurusan surat dan dokumen masuk dan keluar. 10.5. Meliputi seluruh SP2D dan dokumen kelengkapannya yang akan dikirim ke satuan kerja/ instansi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 93 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Para pejabat dan pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal memberi pelayanan di bidang tata usaha. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: 12.1. Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus menguasai peraturan dibidang perbendaharaan serta perencanaan keuangan serta pengelolaan kas dalam rangka pembiayaan kantor. 12.2. Pemangku jabatan harus menguasai bidang administrasi persuratan dan kearsipan. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru Tk.I (I/d) - Pengatur Muda Tk.I (II/b) : SLTP ::- Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 94 -

1. NAMA JABATAN : Penatausaha Tk.II (pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melaksanakan urusan tata usaha Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 3. TUJUAN JABATAN: Mendukung terlaksananya urusan tata usaha secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melaksanakan penatausahaan pelaksanan pembiayaan untuk keperluan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. 4.1.1. Meneliti dan melakukan pencatatan data DIPA ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran; 4.1.2. Menyampaikan hasil pencatatan data DIPA ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran kepada Kepala Subbag Umum; 4.1.3. Membuat konsep SPM yang berhubungan dengan pembiayaan kegiatan kantor; 4.1.4. Menyampaikan konsep SPM tersebut kepada Kepala Subbagian Umum untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.1.5. Menyampaikan SPM tersebut kepada petugas loket penerimaan SPM untuk diteruskan kepada Seksi Perbendaharaan; 4.1.6. Menyiapkan Buku Kas Umum dan Buku Pembantu lainnya untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pembiayaan kegiatan kantor; 4.1.7. Melakukan pencatatan penerimaan SPM ke dalam Kartu Pengawasan Kredit Anggaran per MAK; 4.1.8. Menyampaikan hasil pencatatan kepada Kepala Subbag Umum; 4.1.9. Melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran ke dalam Buku Pembantu yang terkait dan Buku Kas Umum; 4.1.10. Menyampaikan hasil pencatatan penerimaan dan pengeluaran ke dalam Buku Pembantu yang terkait dan Buku Kas Umum kepada Kepala Subbag Umum. 4.2. Membantu melaksanakan penerimaan SPM. 4.2.1. Menerima SPM dan meneliti kelengkapan dokumen pendukung SPM yang diterima dari satuan kerja/ instansi yang bersangkutan; 4.2.2. Melampirkan daftar yang berisikan kelengkapan dokumen SPM yang diterima; 4.2.3. Membubuhkan stempel tanda terima pada lembar SPM serta diisi tanggal, jam dan diparaf; 4.2.4. Mengagendakan SPM yang telah diterima tersebut ke dalam buku agenda penerimaan; 4.2.5. Melampirkan routing slip pada SPM tersebut; 4.2.6. Melaporkan hasil pelaksanaannya kepada Kepala Subbagian Umum.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 95 -

4.3. Membantu melaksanakan pembuatan dan penyiapan DPP-SPM. 4.3.1. Membuat/ menyiapkan DPP-SPM; 4.3.2. Mengisi DPP-SPM tersebut dengan tanggal dan jam penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai yang terdiri dari belanja barang, belanja modal, belanja bunga utang, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial); 4.3.3. Menghimpun semua SPM yang telah dicatat dalam DPP-SPM tersebut untuk dilampirkan pada DPP-SPM bersangkutan; 4.3.4. Menyampaikan DPP-SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan dan Kepala Subbagian Umum serta tembusannya kepada Kepala Kantor sebagai monitoring; 4.4. Melaksanakan pembuatan laporan penerimaan SPM dan penerbitan SP2D. 4.4.1. Membuat laporan penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai) setiap hari; 4.4.2. Menyampaikan laporan penerimaan SPM per jenis pengeluaran (belanja pegawai dan belanja non pegawai) setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum; 4.4.3. Membuat rekapitulasi laporan penerimaan SPM setiap hari; 4.4.4. Menyampaikan rekapitulasi laporan penerimaan SPM setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum 4.4.5. Membuat rekapitulasi penerbitan SP2D setiap hari; 4.4.6. Menyampaikan rekapitulasi penerbitan SP2D setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum. 4.5. Melaksanakan pencetakan net SP2D. 4.5.1. Menerima konsep SP2D dari Seksi Perbendaharaan; 4.5.2. Meneliti dan menghubungi Seksi Perbendaharaan apabila terjadi keraguraguan atau kesalahan dalam pemberian nomor dan kode kantor bayar; 4.5.3. Mencetak net SP2D berdasarkan konsep SP2D yang diterima dari Seksi Perbendaharaan; 4.5.4. Membubuhkan paraf dan jam pada kolom routing slip setelah pencetakan dilakukan; 4.5.5. Menyampaikan konsep dan net SP2D yang telah selesai dicetak kepada Seksi Perbendaharaan; 4.5.6. Melaporkan hasil pelaksanaanya kepada Kepala Subbagian Umum. 4.6. Melaksanakan pembuatan Daftar Penguji SP2D. 4.6.1. Melakukan pencetakan Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.6.2. Menyampaikan hasil pencetak Daftar Penguji khusus gaji bulanan dengan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6.3. Mencetak Daftar Penguji SP2D harian dengan memperhatikan nomor dan kode kantor bayar; 4.6.4. Menyampaikan Daftar Penguji SP2D harian kepada Kepala Subbagian Umum; 4.6.5. Membuat rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D dan membandingkan dengan data komputer; 4.6.6. Menyampaikan rekapitulasi harian Daftar Penguji SP2D kepada Kepala Subbagian Umum.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 96 -

4.7. Membantu membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan. 4.7.1. Membuat konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan; 4.7.2. Menyampaikan konsep/net surat penegasan/pengantar dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum; 4.7.3. Menyatukan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan; 4.7.4. Menyampaikan hasil penyatuan surat penegasan/pengantar tersebut pada dokumen yang akan dikirimkan kepada Kepala Subbagian Umum. 4.8. Membantu membuat laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, surat pertanggungjawaban perbendaharaan dan bendahara umum, serta dokumen lainnya. 4.8.1. Membuat laporan penerimaan SPM dan penerbitan SP2D setiap hari kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.8.2. Memberitahukan kepada Kepala Subbagian Umum apabila terdapat dokumen yang secara rutin harus dikirim setiap hari, mingguan ataupun bulanan tetapi belum diterima; 4.8.3. Membuat laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, surat pertanggungjawaban perbendaharaan dan bendahara umum, serta dokumen lainnya setiap hari kepada Kepala Subbagian Umum.. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Rencana kerja Subbagian Umum tahun lalu dan tahun berjalan 5.2. Surat yang telah di disposisi atasan; 5.3. DIPA tahun lalu dan tahun berjalan; 5.4. SPM/SP2D Belanja Pegawai dan SP2D Non Belanja Pegawai; 5.5. Buku Pembantu Kas; 5.6. Routing Slip; 5.7. DPP-SPM; 5.8. Konsep/ Net SP2D 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 6.2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6.3. Undang-undang APBN; 6.4. Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; 6.5. Keppres tentang Pelaksanaan APBN; 6.6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10.Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11.Buku agenda surat masuk; 6.12.Kendali surat keluar dan lembur pengiriman surat; 6.13.Filling cabinet, folder, map, bak surat, dan kotak arsip;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 97 -

7. HASIL KERJA : 7.1. konsep/net SPM; 7.2. Daftar kelengkapan dokumen SPM; 7.3. DPP-SPM; 7.4. Konsep laporan penerimaan SPM; 7.5. Konsep rekapitulasi penerbitan SP2D. 7.6. Net surat pengantar dokumen; 7.7. Laporan penyerahan/pengiriman lembar SP2D, dokumen lainnya, dan surat pertanggungjawaban. 7.8. Net SP2D dan Daftar Penguji SP2D; 7.9. Laporan pengawasan penerbitan SP2D; 7.10.Disket harian penerbitan SP2D.

8. WEWENANG : 8.1. Meminta saran dan pendapat kepada Kepala Subbagian Umum; 8.2. Mengajukan permintaan bahan peralatan untuk kelancaran tugas; 8.3. Melarang pihak yang tidak berkepentingan untuk mengetahui isi surat dan dokumen; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Kebenaran dan kelancaran pengurusan surat masuk dan surat keluar; 9.2. Kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9.3. Saran dan pendapat yang diajukan; 10. DIMENSI JABATAN: 10.1. Meliputi seluruh urusan pembiayaan kantor; 10.2. Meliputi seluruh urusan penanganan SPM yang diterima KPPN; 10.3. Seluruh kegiatan penanganan pencetakan konsep/ net SP2D. 10.4. Meliputi seluruh penanganan dan pengurusan surat dan dokumen masuk dan keluar. 10.5. Meliputi seluruh SP2D dan dokumen kelengkapannya yang akan dikirim ke satuan kerja/ instansi; 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima tugas, petunjuk, dan pengarahan; 11.2. Para pejabat dan pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal memberi pelayanan di bidang tata usaha. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: 12.1. Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus menguasai peraturan dibidang perbendaharaan serta perencanaan keuangan serta pengelolaan kas dalam rangka pembiayaan kantor. 12.2. Pemangku jabatan harus menguasai bidang administrasi persuratan dan kearsipan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 98 -

13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru (I/c) - Pengatur Muda (II/a) : SLTP ::- Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 99 -

1. NAMA JABATAN : Caraka Tk.I (pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN :
Menyediakan air minum pegawai, menjaga kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta membantu pengiriman surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

3. TUJUAN JABATAN:
Tersedianya air minum pegawai, terjaganya kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta terkirimnya surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Membersihkan ruangan dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan kantor. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Meminta kunci dan membuka ruangan kantor sebelum jam kantor dimulai; membersihkan seluruh bagian kantor termasuk kamar kecil serta menyemprotkan pewangi sebelum kantor dimulai; Menutup dan menyerahkan kuncinya kepada Penata Usaha Keamanan setelah jam kantor.

4.2. Melayani kebutuhan air minum untuk pegawai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menyiapkan air minum; Mengantar air minum ke meja masing-masing pegawai; Membersihkan perlengkapan umum.

4.3. Membantu pengiriman surat dan dokumen dinas di lingkungan kantor. 4.3.1. 4.3.2. 4.3.3. 4.3.4. Mengambil surat-surat yang akan diantarkan; Mengantar surat-surat dinas dalam lingkungan kantor dengan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar; Menyimpan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar surat keluar yang telah dikirim ke dalam ordner; Melaporkan hasil pelaksanaan tugas tersebut kepada atasan.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Zat-zat penghilang bau, pewangi, pembasmi serangga, dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan ruangan kantor; 5.2. Surat –surat yang akan dikirim/diantar; 5.3. Air minum.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Alat-alat pembersih ruangan kantor berupa sapu,kain pel dan lain-lain yang berhubungan dengan kebersihan; 6.2. Ordner penyimpanan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 100 -

6.3. Alat angkut untuk mengantar/mengambil surat.

7. HASIL KERJA :
7.1. Ruangan yang nyaman dan bersih; 7.2. Pelayanan air minum; 7.3. Penyampaian surat ke Kantor Pos atau alamat tujuan.

8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul yang berhubungan dengan kebersihan kepada atasan; 8.2. Meminta perlengkapan kebersihan dan perlengkapan lain yang berhubungan dengan tugasnya.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran usul yang berhubungan dengan kebersihan ruangan kantor; 9.2. Penggunaan dan pemeliharaan perlengkapan/bahan kebersihan dan perlengkapan air minum.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi seluruh ruangan kantor dan seluruh surat dan dokumen yang akan diproses/dikirim.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima penugasan; 11.2. Para pegawai dan atau pejabat di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN:
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus memberikan pelayanan kepada para pegawai yang baik, menjaga kebersihan kenyamanan ruang kerja, mengirim surat dan dokumen secara cepat.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 101 -

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru (I/c) : SLTP ::- Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 102 -

1. NAMA JABATAN : Caraka Tk.II (pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN :
Menyediakan air minum pegawai, menjaga kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta membantu pengiriman surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

3. TUJUAN JABATAN:
Tersedianya air minum pegawai, terjaganya kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta terkirimnya surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Membersihkan ruangan dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan kantor. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Meminta kunci dan membuka ruangan kantor sebelum jam kantor dimulai; membersihkan seluruh bagian kantor termasuk kamar kecil serta menyemprotkan pewangi sebelum kantor dimulai; Menutup dan menyerahkan kuncinya kepada Penata Usaha Keamanan setelah jam kantor.

4.2. Melayani kebutuhan air minum untuk pegawai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menyiapkan air minum; Mengantar air minum ke meja masing-masing pegawai; Membersihkan perlengkapan umum.

4.3. Membantu pengiriman surat dan dokumen dinas di lingkungan kantor. 4.3.1. 4.3.2. 4.3.3. 4.3.4. Mengambil surat-surat yang akan diantarkan; Mengantar surat-surat dinas dalam lingkungan kantor dengan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar; Menyimpan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar surat keluar yang telah dikirim ke dalam ordner; Melaporkan hasil pelaksanaan tugas tersebut kepada atasan.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Zat-zat penghilang bau, pewangi, pembasmi serangga, dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan ruangan kantor; 5.2. Surat –surat yang akan dikirim/diantar; 5.3. Air minum.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Alat-alat pembersih ruangan kantor berupa sapu,kain pel dan lain-lain yang berhubungan dengan kebersihan; 6.2. Ordner penyimpanan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 103 -

6.3. Alat angkut untuk mengantar/mengambil surat.

7. HASIL KERJA :
7.1. Ruangan yang nyaman dan bersih; 7.2. Pelayanan air minum; 7.3. Penyampaian surat ke Kantor Pos atau alamat tujuan.

8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul yang berhubungan dengan kebersihan kepada atasan; 8.2. Meminta perlengkapan kebersihan dan perlengkapan lain yang berhubungan dengan tugasnya.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran usul yang berhubungan dengan kebersihan ruangan kantor; 9.2. Penggunaan dan pemeliharaan perlengkapan/bahan kebersihan dan perlengkapan air minum.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi seluruh ruangan kantor dan seluruh surat dan dokumen yang akan diproses/dikirim.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima penugasan; 11.2. Para pegawai dan atau pejabat di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN:
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus memberikan pelayanan kepada para pegawai yang baik, menjaga kebersihan kenyamanan ruang kerja, mengirim surat dan dokumen secara cepat.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 104 -

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru Muda Tk.I (I/b) : SLTP ::- Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 105 -

1. NAMA JABATAN : Caraka Tk.III (pada Subbagian Umum) 2. IKHTISAR JABATAN :
Menyediakan air minum pegawai, menjaga kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta membantu pengiriman surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

3. TUJUAN JABATAN:
Tersedianya air minum pegawai, terjaganya kebersihan dan kerapian ruangan kantor, serta terkirimnya surat dan dokumen dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN :
4.1. Membersihkan ruangan dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan kantor. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Meminta kunci dan membuka ruangan kantor sebelum jam kantor dimulai; membersihkan seluruh bagian kantor termasuk kamar kecil serta menyemprotkan pewangi sebelum kantor dimulai; Menutup dan menyerahkan kuncinya kepada Penata Usaha Keamanan setelah jam kantor.

4.2. Melayani kebutuhan air minum untuk pegawai. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menyiapkan air minum; Mengantar air minum ke meja masing-masing pegawai; Membersihkan perlengkapan umum.

4.3. Membantu pengiriman surat dan dokumen dinas di lingkungan kantor. 4.3.1. 4.3.2. 4.3.3. 4.3.4. Mengambil surat-surat yang akan diantarkan; Mengantar surat-surat dinas dalam lingkungan kantor dengan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar; Menyimpan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar surat keluar yang telah dikirim ke dalam ordner; Melaporkan hasil pelaksanaan tugas tersebut kepada atasan.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Zat-zat penghilang bau, pewangi, pembasmi serangga, dan lain-lain yang berhubungan dengan kenyamanan ruangan kantor; 5.2. Surat –surat yang akan dikirim/diantar; 5.3. Air minum.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Alat-alat pembersih ruangan kantor berupa sapu,kain pel dan lain-lain yang berhubungan dengan kebersihan; 6.2. Ordner penyimpanan Kendali Surat Keluar atau Lembar Pengantar;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 106 -

6.3. Alat angkut untuk mengantar/mengambil surat.

7. HASIL KERJA :
7.1. Ruangan yang nyaman dan bersih; 7.2. Pelayanan air minum; 7.3. Penyampaian surat ke Kantor Pos atau alamat tujuan.

8. WEWENANG :
8.1. Mengajukan usul yang berhubungan dengan kebersihan kepada atasan; 8.2. Meminta perlengkapan kebersihan dan perlengkapan lain yang berhubungan dengan tugasnya.

9. TANGGUNG JAWAB :
9.1. Kebenaran usul yang berhubungan dengan kebersihan ruangan kantor; 9.2. Penggunaan dan pemeliharaan perlengkapan/bahan kebersihan dan perlengkapan air minum.

10. DIMENSI JABATAN :
Meliputi seluruh ruangan kantor dan seluruh surat dan dokumen yang akan diproses/dikirim.

11. HUBUNGAN KERJA :
11.1. Kepala Subbagian Umum dalam hal menerima penugasan; 11.2. Para pegawai dan atau pejabat di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN:
Dalam melaksanakan tugas pemangku jabatan harus memberikan pelayanan kepada para pegawai yang baik, menjaga kebersihan kenyamanan ruang kerja, mengirim surat dan dokumen secara cepat.

13. RISIKO BAHAYA:
Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 107 -

14. SYARAT JABATAN :
14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : Juru Muda (I/a) : SD ::- Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -108-

1. NAMA JABATAN : Kepala Seksi Perbendaharaan I

2. IKHTISAR JABATAN : Melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya pencairan dana atas beban APBN secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen pelaksanaan anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. Meneliti DIPA/dokumen lain yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; 4.1.2. Menugaskan pelaksana untuk mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.1.3. Menugaskan pelaksana untuk melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan foto kopi DIPA/dokumen lain yang dipersamakan dan pengawasan kontrak termasuk kegiatan yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing datenya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; 4.1.4. Menyimpan dokumen-dokumen asli (DIPA/dokumen anggaran yang dipersamakan) tersebut dengan baik dan rapi. 4.2. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM Gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya, kartu induk dan kartu gaji, dan memaraf routing slip, kartu induk, dan kartu gaji dan konsep SP2D bersangkutan; 4.2.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.2.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.2.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.2.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.2.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.2.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1094.3. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP, dan SPM-LS). 4.3.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP, dan SPM-LS), kartu pengawas kredit anggaran dan kartu kontrak, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.3.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.3.3. Menunda penerbitan SP2D (SP2D-UP, SP2D-TUP, dan SP2D-GUP) bagi Satker yang mendapatkan Surat Pemberitahuan Pengenaan Sanksi; 4.3.4. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.3.5. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.3.7. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.3.8. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.4. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. Menerima DPP-SPM Proyek yang dibiayai dengan PHLN (untuk SPP-DU, SPM-TU, dan SPM-LS) dari Subbagian Umum; 4.4.2. Memantau Pelaksana dalam ketepatan waktu dalam melakukan penelitian dan pengujian kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana yang dibiayai dengan PHLN (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP dan SPM-LS) bersangkutan kedalam kartu pengawasan kredit atau kontrak apabila dianggap benar dan membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus; 4.4.3. Meneliti kebenaran konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus (UP, TUP, GUP dan LS) bersangkutan, kartu pengawasan SPM beserta data pendukungnya yang diajukan oleh Pelaksana berdasarkan syarat-syarat pembayaran yang tercantum dalam Surat Edaran Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan memaraf routing slip, kartu pengawasan kredit, kartu pengawasan kontrak, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.4.4. Meneliti dan memaraf konsep/net surat pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.4.5. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM kepada Subbagian Umum untuk dikirim kepada Bendahara/Kuasa Pengguna Anggaran; 4.4.6. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SPM Rekening Khusus bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.4.7. Menandatangani net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SPM Rekening Khusus bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.4.8. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1104.4.9. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut dan foto kopi SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus untuk dikirim ke kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.5. Melakukan penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. Memantau Pelaksana dalam ketepatan waktu dalam melakukan penelitian dan pengujian kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar dan membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh bendahara; 4.5.2. Meneliti kebenaran konsep SP2D isi atau nihil, kartu pengawasan SPM beserta data pendukungnya yang diajukan oleh Pelaksana dan memaraf routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak dan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan; 4.5.3. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.5.4. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara/Kuasa Pengguna Anggaran; 4.5.5. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D isi atau nihil bersangkutan melalui Subbagian Umum; 4.5.6. Memeriksa dan menandatangani net SP2D isi atau nihil bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.5.7. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SPM isi atau nihil bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.5.8. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut. 4.6. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Dana Alokasi Umum (DAU)/Dana Alokasi Khusus (DAK). 4.6.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D DAU/DAK, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.6.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.6.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.6.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.6.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.6.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1114.6.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.7. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21. 4.7.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.7.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.7.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.7.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.7.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.7.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.7.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.8. Melakuksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.8.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.8.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.8.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.8.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.8.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.8.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.9. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai penerbitan Surat Kuasa Penggunaan Anggaran (SKPA) untuk penerbitan SPM. 4.9.1. Menugaskan pelaksana untuk memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SPM yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Menugaskan pelaksana untuk mencatat data-data SKPA yang diterbitkan kedalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju, serta lain-lain yang dianggap perlu; Memaraf dan menyampaikan surat pengantar dan SKPA yang akan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4.9.2.

4.9.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1124.10. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian SPM-SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.10.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D SKPA, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.10.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.10.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum 4.10.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.10.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.10.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.10.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.11. Melakukan pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menugaskan pelaksana untuk meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan SKPP tersebut; 4.11.2. Mengesahkan SKPP bersangkutan; 4.11.3. Menugaskan pelaksana untuk meneliti utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.4. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan; 4.11.5. Menugaskan pelaksana untuk menerbitkan Surat Penagihan (SPn)/Surat Pemindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N) apabila terdapat piutang negara dan mencantumkan dalam Kartu Pegawai; 4.11.6. Memaraf dan menyampaikan surat pengantar dan SKPP yang akan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.11.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirim kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor) dan PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) bagi pegawai yang pensiun. 4.12. Melakukan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.13.1. Menugaskan pelaksana untuk mencatat surat/dokumen yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada kartu piutang; 4.13.2. Menerima dokumen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Seksi Persepsi dan Menugaskan pelaksana untuk menatausahakan ke dalam kartu piutang. 4.13. Melakukan penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.14.1. Menugaskan pelaksana untuk menghimpun data PNBP per Departemen/ Instansi; 4.14.2. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep/net laporan PNBP;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1134.14.3. Meneliti dan menandatangani konsep/net laporan PNBP serta menyampaikan konsep/net surat pengantar laporan PNBP kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani. 4.14. Melakukan penyusunan laporan realisasi pembayaran. 4.14.1. Menugaskan pelaksana untuk menghimpun data laporan realisasi pembayaran; 4.14.2. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan realisasi pembayaran; 4.14.3. Meneliti dan menandatangani konsep/net laporan realisasi pembayaran serta menyampaikan konsep/net surat pengantar laporan realisasi pembayaran kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani. 4.15. Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.15.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan; 4.15.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.15.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Kantor; 4.15.4. Membahas bersama dengan Kepala Kantor, Kepala Subbagian Umum, dan para Kepala Seksi mengenai konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.16. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). 4.16.1. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.16.2. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Kantor. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampirannya; 5.2. SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP, dan SPM-LS beserta lampirannya, SPMKP, SPMIB, SPMKBC; 5.3. Pembagian hasil penerimaan PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21; 5.4. Permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SPM; 5.5. Laporan PNBP dari Satker; 5.6. Laporan realisasi pembayaran; 5.7. Permintaan pengesahan SKPP; 5.8. DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan; 5.9. Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; 5.10. LHP. 5.11. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -114-

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksana an APBN; Keppres tentang Pelaksana an APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2

7. HASIL KERJA : 7.1. Penyimpanan dokumen-dokumen asli (DIPA/dokumen anggaran yang dipersamakan); 7.2. Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap; 7.3. SP2D Gaji atau Belanja Pegawai lainnya; 7.4. SP2D Non Belanja Pegawai (SP2D-UP, SP2D-TUP, SP2D-GUP, SP2D-LS, dan SP2D Nihil); 7.5. SP2D Non Anggaran; 7.6. Laporan realisasi anggaran; 7.7. Laporan realisasi DAU; 7.8. Laporan realisasi DAK; 7.9. Laporan realisasi DBH; 7.10. Surat Pengantar dan SKPA; 7.11. Surat Pengantar dan SKPP; 7.12. Konsep laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 7.13. Konsep tanggapan LHP Kanwil; 7.14. Konsep tanggapan LHP Itjen, BPK, dan BPKP; 7.15. Bahan masukan dalam rangka penyusunan Renstra, Renja, RKT, dan LAKIP. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meneliti keabsahan SPM; 8.3. Mengembalikan SPM yang tidak memenuhi syarat; 8.4. Menandatangani SP2D; 8.5. Menandatangani SKPP; 8.6. Meneliti SSP dan SSBP melalui potongan SPM; 8.7. Memaraf kartu pengawasan kredit; 8.8. Menandatangani kartu pengawasan kontrak;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1158.9. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas; 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. 9.9. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Pengembalian SPM yang tidak memenuhi syarat; Kebenaran SP2D; Kebenaran SKPP dan SPn; Kebenaran SSP dan SSBP melalui potongan SPM; Kebenaran kartu pengawasan kredit; Kebenaran kartu pengawasan kontrak; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya (terlampir); 10.2. Jumlah satuan kerja yang dilayani (terlampir); 10.3. Jumlah SP2D yang diterbitkan (terlampir); 10.4. Jumlah penerimaan negara yang ditatausahakan dan dikelola (terlampir); 10.5. Wilayah kerja (terlampir) 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal menerima petunjuk, pendapat, dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.2. Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.3. Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.4. KPA/Satker dalam hal penerimaan dan pengeluaran APBN; 11.5. Gubernur/Bupati/Walikota dalam hal penyaluran dana perimbangan. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan`sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Penata (III/c) : DIV/Strata I : Diklatpim Tk. IV : - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Standar Kompetensi :

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -116a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kepemimpinan Kelompok (TL) c. Kerjasama (TW) 15. KEDUDUKAN JABATAN:

KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM

KASI PERBENDAHARAAN I
• • • • • • • Perumus Penelaah Bahan Telaahan Tk.I Penelaah Bahan Telaahan Tk.II Pemroses Bahan Telaahan Tk.I Pemroses Bahan Telaahan Tk.II Penyaji Bahan Telaahan Tk.I Penyaji Bahan Telaahan Tk.II

KASI PERBENDAHARAAN II

KASI PERSEPSI

KASI BANK/GIRO POS

KASI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 117 -

1. NAMA JABATAN :

Perumus (pada Seksi Perbendaharaan I)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 118 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 119 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 120 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 121 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I; Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

4.9.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 122 -

4.9.9.

kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir; c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 123 -

4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 124 -

4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan Perbendaharaan; menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Seksi

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 125 -

4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 126 -

7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11.

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 127 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/c – IV/a DIII/S1 - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 128 -

1. NAMA JABATAN :

Penelaah Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan I)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 129 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 130 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 131 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 132 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I; Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

4.9.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 133 -

4.9.9.

kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir; c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 134 -

4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 135 -

4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan Perbendaharaan; menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Seksi

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 136 -

4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 137 -

7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11.

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 138 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/b – III/d DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 139 -

1. NAMA JABATAN :

Penelaah Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan I)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 140 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 141 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 142 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 143 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I; Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

4.9.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 144 -

4.9.9.

kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir; c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 145 -

4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 146 -

4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan Perbendaharaan; menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Seksi

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 147 -

4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 148 -

7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11.

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 149 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/a – III/c DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 150 -

1. NAMA JABATAN :

Pemroses Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan I)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 151 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 152 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 153 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 154 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 155 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 156 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 157 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 158 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 159 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 160 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/d – III/b DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 161 -

1. NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan I) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 162 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 163 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 164 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 165 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 166 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 167 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 168 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 169 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 170 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 171 -

11.2. 11.3.

Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/c – III/a DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 172 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan I) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 173 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 174 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 175 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 176 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 177 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 178 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 179 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 180 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 181 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 182 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/b – II/d DI - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 183 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan II) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 184 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 185 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 186 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 187 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 188 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 189 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 190 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 191 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 192 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 193 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/a – II/c DI - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-194-

1. NAMA JABATAN : Kepala Seksi Perbendaharaan II

2. IKHTISAR JABATAN : Melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya pencairan dana atas beban APBN secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen pelaksanaan anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. Meneliti DIPA/dokumen lain yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; 4.1.2. Menugaskan pelaksana untuk mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.1.3. Menugaskan pelaksana untuk melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan foto kopi DIPA/dokumen lain yang dipersamakan dan pengawasan kontrak termasuk kegiatan yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing datenya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; 4.1.4. Menyimpan dokumen-dokumen asli (DIPA/dokumen anggaran yang dipersamakan) tersebut dengan baik dan rapi. 4.2. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM Gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya, kartu induk dan kartu gaji, dan memaraf routing slip, kartu induk, dan kartu gaji dan konsep SP2D bersangkutan; 4.2.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.2.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.2.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.2.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.2.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.2.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-195-

4.3. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP, dan SPM-LS). 4.3.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP, dan SPM-LS), kartu pengawas kredit anggaran dan kartu kontrak, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.3.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.3.3. Menunda penerbitan SP2D (SP2D-UP, SP2D-TUP, dan SP2D-GUP) bagi Satker yang mendapatkan Surat Pemberitahuan Pengenaan Sanksi; 4.3.4. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.3.5. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.3.7. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.3.8. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.4. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap SPM yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. Menerima DPP-SPM Proyek yang dibiayai dengan PHLN (untuk SPP-DU, SPM-TU, dan SPM-LS) dari Subbagian Umum; 4.4.2. Memantau Pelaksana dalam ketepatan waktu dalam melakukan penelitian dan pengujian kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana yang dibiayai dengan PHLN (SPM-UP, SPM-TUP,SPM-GUP dan SPM-LS) bersangkutan kedalam kartu pengawasan kredit atau kontrak apabila dianggap benar dan membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus; 4.4.3. Meneliti kebenaran konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus (UP, TUP, GUP dan LS) bersangkutan, kartu pengawasan SPM beserta data pendukungnya yang diajukan oleh Pelaksana berdasarkan syarat-syarat pembayaran yang tercantum dalam Surat Edaran Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan memaraf routing slip, kartu pengawasan kredit, kartu pengawasan kontrak, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.4.4. Meneliti dan memaraf konsep/net surat pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.4.5. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM kepada Subbagian Umum untuk dikirim kepada Bendahara/Kuasa Pengguna Anggaran; 4.4.6. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SPM Rekening Khusus bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.4.7. Menandatangani net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SPM Rekening Khusus bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.4.8. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-196-

4.4.9. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut dan foto kopi SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus untuk dikirim ke kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.5. Melakukan penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. Memantau Pelaksana dalam ketepatan waktu dalam melakukan penelitian dan pengujian kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar dan membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh bendahara; 4.5.2. Meneliti kebenaran konsep SP2D isi atau nihil, kartu pengawasan SPM beserta data pendukungnya yang diajukan oleh Pelaksana dan memaraf routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak dan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan; 4.5.3. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.5.4. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara/Kuasa Pengguna Anggaran; 4.5.5. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D isi atau nihil bersangkutan melalui Subbagian Umum; 4.5.6. Memeriksa dan menandatangani net SP2D isi atau nihil bersangkutan serta mencatat dalam DPP-SPM dan memaraf routing slipnya; 4.5.7. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SPM isi atau nihil bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.5.8. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut. 4.6. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Dana Alokasi Umum (DAU)/Dana Alokasi Khusus (DAK). 4.6.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D DAU/DAK, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.6.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.6.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.6.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.6.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.6.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-197-

4.6.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.7. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21. 4.7.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.7.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.7.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.7.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.7.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.7.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.7.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.8. Melakuksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian terhadap Surat Perintah Membayar (SPM) Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.8.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.8.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum; 4.8.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.8.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.8.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.8.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.9. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai penerbitan Surat Kuasa Penggunaan Anggaran (SKPA) untuk penerbitan SPM. 4.9.1. Menugaskan pelaksana untuk memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SPM yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Menugaskan pelaksana untuk mencatat data-data SKPA yang diterbitkan kedalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju, serta lain-lain yang dianggap perlu; Memaraf dan menyampaikan surat pengantar dan SKPA yang akan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

4.9.2.

4.9.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-198-

4.10. Melaksanakan kewenangan perbendaharaan mengenai pengujian SPM-SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.10.1. Menguji SPM dan dokumen pendukungnya serta meneliti kebenaran konsep SP2D SKPA, kartu pengawas kredit anggaran, memaraf routing slip, dan konsep SP2D bersangkutan; 4.10.2. Meneliti dan memaraf konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta routing slipnya dan meneruskannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.10.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak net SP2D melalui Subbagian Umum 4.10.4. Memeriksa dan menandatangani net SP2D serta memaraf routing slipnya; 4.10.5. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SP2D ke dalam kartu pengawasan induk gaji; 4.10.6. Menandatangani SPM pada kolom yang telah disediakan sebagai bukti bahwa sudah diterbitkan SP2Dnya; 4.10.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan net SP2D berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diterbitkan advist list. 4.11. Melakukan pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menugaskan pelaksana untuk meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan SKPP tersebut; 4.11.2. Mengesahkan SKPP bersangkutan; 4.11.3. Menugaskan pelaksana untuk meneliti utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.4. Menugaskan pelaksana untuk mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan; 4.11.5. Menugaskan pelaksana untuk menerbitkan Surat Penagihan (SPn)/Surat Pemindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N) apabila terdapat piutang negara dan mencantumkan dalam Kartu Pegawai; 4.11.6. Memaraf dan menyampaikan surat pengantar dan SKPP yang akan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.11.7. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirim kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor) dan PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) bagi pegawai yang pensiun. 4.12. Melakukan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.13.1. Menugaskan pelaksana untuk mencatat surat/dokumen yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada kartu piutang; 4.13.2. Menerima dokumen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Seksi Persepsi dan Menugaskan pelaksana untuk menatausahakan ke dalam kartu piutang. 4.13. Melakukan penyusunan laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.14.1. Menugaskan pelaksana untuk menghimpun data PNBP per Departemen/ Instansi; 4.14.2. Menugaskan pelaksana untuk menyusun konsep/net laporan PNBP;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-199-

4.14.3. Meneliti dan menandatangani konsep/net laporan PNBP serta menyampaikan konsep/net surat pengantar laporan PNBP kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani. 4.14. Melakukan penyusunan laporan realisasi pembayaran. 4.14.1. Menugaskan pelaksana untuk menghimpun data laporan realisasi pembayaran; 4.14.2. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan realisasi pembayaran; 4.14.3. Meneliti dan menandatangani konsep/net laporan realisasi pembayaran serta menyampaikan konsep/net surat pengantar laporan realisasi pembayaran kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani. 4.15. Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.15.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan; 4.15.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.15.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Kantor; 4.15.4. Membahas bersama dengan Kepala Kantor, Kepala Subbagian Umum, dan para Kepala Seksi mengenai konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.16. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). 4.16.1. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.16.2. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Kantor. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampirannya; 5.2. SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP, dan SPM-LS beserta lampirannya, SPMKP, SPMIB, SPMKBC; 5.3. Pembagian hasil penerimaan PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21; 5.4. Permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SPM; 5.5. Laporan PNBP dari Satker; 5.6. Laporan realisasi pembayaran; 5.7. Permintaan pengesahan SKPP; 5.8. DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan; 5.9. Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; 5.10. LHP. 5.11. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-200-

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksana an APBN; Keppres tentang Pelaksana an APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2

7. HASIL KERJA : 7.1. Penyimpanan dokumen-dokumen asli (DIPA/dokumen anggaran yang dipersamakan); 7.2. Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap; 7.3. SP2D Gaji atau Belanja Pegawai lainnya; 7.4. SP2D Non Belanja Pegawai (SP2D-UP, SP2D-TUP, SP2D-GUP, SP2D-LS, dan SP2D Nihil); 7.5. SP2D Non Anggaran; 7.6. Laporan realisasi anggaran; 7.7. Laporan realisasi DAU; 7.8. Laporan realisasi DAK; 7.9. Laporan realisasi DBH; 7.10. Surat Pengantar dan SKPA; 7.11. Surat Pengantar dan SKPP; 7.12. Konsep laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 7.13. Konsep tanggapan LHP Kanwil; 7.14. Konsep tanggapan LHP Itjen, BPK, dan BPKP; 7.15. Bahan masukan dalam rangka penyusunan Renstra, Renja, RKT, dan LAKIP. 8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8.2. Meneliti keabsahan SPM; 8.3. Mengembalikan SPM yang tidak memenuhi syarat; 8.4. Menandatangani SP2D; 8.5. Menandatangani SKPP; 8.6. Meneliti SSP dan SSBP melalui potongan SPM; 8.7. Memaraf kartu pengawasan kredit; 8.8. Menandatangani kartu pengawasan kontrak; 8.9. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-201-

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. 9.9. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Pengembalian SPM yang tidak memenuhi syarat; Kebenaran SP2D; Kebenaran SKPP dan SPn; Kebenaran SSP dan SSBP melalui potongan SPM; Kebenaran kartu pengawasan kredit; Kebenaran kartu pengawasan kontrak; Kerahasiaan pelaksanaan tugas;

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya (terlampir); 10.2. Jumlah satuan kerja yang dilayani (terlampir); 10.3. Jumlah SP2D yang diterbitkan (terlampir); 10.4. Jumlah penerimaan negara yang ditatausahakan dan dikelola (terlampir); 10.5. Wilayah kerja (terlampir) 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal menerima petunjuk, pendapat, dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.2. Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.3. Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas di bidang perbendaharaan; 11.4. KPA/Satker dalam hal penerimaan dan pengeluaran APBN; 11.5. Gubernur/Bupati/Walikota dalam hal penyaluran dana perimbangan. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan`sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : Penata (III/c) : DIV/Strata I : Diklatpim Tk. IV : - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kepemimpinan Kelompok (TL) c. Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
-202-

15. KEDUDUKAN JABATAN:

KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM

KASI PERBENDAHARAAN I
• • • • • • •

KASI PERBENDAHARAAN II
Perumus Penelaah Bahan Telaahan Tk.I Penelaah Bahan Telaahan Tk.II Pemroses Bahan Telaahan Tk.I Pemroses Bahan Telaahan Tk.II Penyaji Bahan Telaahan Tk.I Penyaji Bahan Telaahan Tk.II

KASI PERSEPSI

KASI BANK/GIRO POS

KASI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 203 -

1. NAMA JABATAN :

Perumus (pada Seksi Perbendaharaan II)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 204 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 205 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 206 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 207 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

4.9.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 208 -

4.9.9.

kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir; c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 209 -

4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 210 -

4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan Perbendaharaan; menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Seksi

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 211 -

4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 212 -

7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11.

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 213 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/c – IV/a DIII/S1 - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 214 -

1. NAMA JABATAN :

Penelaah Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan II)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 215 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 216 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 217 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 218 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 219 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 220 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 221 -

4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 222 -

4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

Seksi

4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 223 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 224 -

11.2. 11.3.

Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/b – III/d DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 225 -

1. NAMA JABATAN :

Penelaah Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan II)

2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 226 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPMTUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 227 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 228 -

4.6. Melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 229 -

4.8. Melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 230 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.10. Melakukan pengujian SPM-SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D. 4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 231 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Melakukan penatausahaan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 232 -

4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 233 -

4.16. Melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

Seksi

4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 234 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 235 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : III/a – III/c DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 236 -

1. NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan II) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 237 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 238 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 239 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 240 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 241 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 242 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 243 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 244 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 245 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 246 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/d – III/b DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 247 -

1. NAMA JABATAN : Pemroses Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan II) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 248 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 249 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 250 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 251 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 252 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 253 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 254 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 255 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 256 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 257 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/c – III/a DIII - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 258 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk. I (pada Seksi Perbendaharaan II) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 259 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 260 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 261 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 262 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 263 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 264 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan II dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan II ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 265 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 266 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan II sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 267 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan II konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan II .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan II ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 268 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan II dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/b – II/d DI - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 269 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk. II (pada Seksi Perbendaharaan II) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya proses pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, penerbitan persetujuan pencairan dana, pengesahan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP), penatausahaan dokumen pembayaran, penyusunan laporan realisasi pembayaran, penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara bukan pajak, secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen anggaran yang digunakan sebagai dasar pembayaran. 4.1.1. 4.1.2. 4.1.3. Menerima, meneliti DIPA dan dokumen anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang maupun instansi/satker/kegiatan; Mencatat data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan hasil pencatatan data dokumen anggaran tersebut ke dalam kartu pengawasan kredit anggaran dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Melengkapi kartu pengawasan kredit dan/atau kartu induk gaji dengan fotokopi DIPA dan kartu pengawasan kontrak termasuk yang dibiayai dengan pinjaman atau hibah luar negeri dengan data-data persyaratan pembayaran dan closing date-nya seperti yang tercantum dalam surat edaran pinjaman atau hibah bersangkutan; Menyimpan dokumen anggaran ke dalam sarana penyimpanan;

4.1.4.

4.1.5.

4.2. Membantu melakukan pengujian SPM gaji atau belanja pegawai lainnya. 4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. Menerima SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya dan data pendukungnya dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat pembayaran gaji ataupun belanja pegawai lainnya kedalam kartu induk dan kartu gaji bersangkutan apabila dianggap benar; Membuat konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip; Menyampaikan konsep SP2D gaji dan belanja pegawai lainnya serta memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk ditandatangani; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan;

4.2.4. 4.2.5. 4.2.6. 4.2.7. 4.2.8.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 270 -

4.2.9.

Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.2.10. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu induk dan kartu gaji dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.11. Menyampaikan SP2D yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.2.12. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan 4.3. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan Belanja Non Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.3.1. 4.3.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan anggaran bersangkutan apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.3.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; 4.3.4. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan beserta data pendukungnya, routing slip, kartu pengawasan kredit, dan kartu pengawasan kontrak kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.3.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.3.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.3.8. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.3.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, serta menyampaikan SP2D bersangkutan berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.3.10. Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.4. Membantu melakukan pengujian SPM Pembiayaan yang bersumber dari PHLN (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS). 4.4.1. 4.4.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana pembiayaan yang dibiayai dengan pinjaman dan/atau hibah luar negeri bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit/kontrak apabila dianggap benar ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Membuat konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip;

4.4.3.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 271 -

4.4.4.

4.4.5.

4.4.6.

4.4.7.

4.4.8.

4.4.9.

Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I , serta menyampaikan surat pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau konsep net SP2D Rekening Khusus bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; Menyampaikan SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

4.5. Membantu melakukan penilaian pengesahan penggunaan uang yang telah disalurkan. 4.5.1. 4.5.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; 4.5.3. Membuat konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip; 4.5.4. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan sebagai pengesahan atas dana yang telah dipergunakan oleh Bendahara dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.5. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.5.6. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.5.7. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.5.8. Menyampaikan konsep SP2D isi atau nihil bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.5.9. Mencatat tanggal dan nomor SP2D isi atau nihil bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak, dan menyampaikan net SP2D isi atau nihil tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.5.10. Menyimpan routing slip berikut SPM, konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 272 -

4.6. Membantu melakukan pengujian SPM Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus/Dana Bagi Hasil. 4.6.1. 4.6.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.6.3. 4.6.4. 4.6.5. 4.6.6.

4.6.7. 4.6.8.

4.6.9.

4.7. Membantu melakukan pengujian SPM Pembagian Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21. 4.7.1. 4.7.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.7.3. 4.7.4. 4.7.5. 4.7.6.

4.7.7. 4.7.8.

4.7.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 273 -

4.8. Membantu melakukan pengujian SPM Perhitungan Pihak Ketiga. 4.8.1. 4.8.2. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM tersebut serta mencatat jumlah penggunaan dana yang telah dipertanggungjawabkan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA apabila dokumen yang dilampirkan dianggap benar; Membuat konsep SP2D bersangkutan dan memaraf routing slip; Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan atau tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; Menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I konsep/net Surat Pengembalian SPM; Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; Menyampaikan konsep SP2D kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan DIPA dan menyampaikan net SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; Menyimpan routing slip berikut SPM dan konsep SP2D berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;

4.8.3. 4.8.4. 4.8.5. 4.8.6.

4.8.7. 4.8.8.

4.8.9.

4.9. Membantu melakukan penatausahaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D. 4.9.1. Memeriksa dan menguji kebenaran dan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan; Mencatat data-data SKPA yang diterbitkan ke dalam kartu pengawasan kredit berupa sisa dana, tanggal, dan nomor SKPA, alamat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang dituju dan lain-lain yang dianggap perlu; Membuat konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; Menyampaikan konsep/net surat pengantar SKPA dan mengajukannya bersama net SKPA kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani; Menyampaikan asli dan tembusan SKPA kepada Kepala Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berhak; Mencatat sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit; Menyampaikan sisa dana yang masih tersedia dalam SKPA yang telah dicairkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA ke dalam kartu pengawasan kredit kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I;

4.9.2.

4.9.3.

4.9.4.

4.9.5. 4.9.6.

4.9.7.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 274 -

4.9.8.

4.9.9.

Membuat konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan, apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Menyimpan kelengkapan dokumen pendukung permintaan penerbitan SKPA untuk penerbitan SP2D yang diterima dari kantor/satker yang bersangkutan, konsep/net surat pengantar SKPA, dan konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan; Kantor Pelayanan

4.10. Membantu melakukan pengujian SPM-SKPA dari Perbendaharaan Negara lain untuk menerbitkan SP2D.

4.10.1. Menerima dan meneliti SPM berserta routing slip dari Subbagian Umum; 4.10.2. Meneliti dan menguji kebenaran maupun kelengkapan SPM serta mencatat jumlah pencairan dana anggaran bersangkutan ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak apabila dianggap benar; 4.10.3. Membuat konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.4. Meneliti dan mengoreksi konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip; 4.10.5. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan berdasarkan SKPA dan memaraf routing slip kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.6. Meneliti apakah terdapat sisa anggaran pada SKPA apabila ada sisa maka Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara asal agar menambahkan lagi sisa tersebut pada daftar pengawasan; 4.10.7. Membuat konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap serta memaraf routing slipnya; 4.10.8. Menyampaikan konsep/net Surat Pengembalian SPM kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.10.9. Menyampaikan Surat Pengembalian SPM yang sudah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bendahara bersangkutan; 4.10.10. Menyampaikan konsep SP2D bersangkutan kepada Subbagian Umum untuk dicetak menjadi net SP2D; 4.10.11. Mencatat tanggal dan nomor SP2D bersangkutan yang sudah ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I ke dalam kartu pengawasan kredit dan kartu pengawasan kontrak; 4.10.12. Menyampaikan SP2D tersebut berikut dokumen pendukungnya kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut serta mengirim/ mengembalikan surat kuasa ke alamat yang ditentukan segera setelah pembayaran yang dikuasakan selesai; 4.10.13. Meneliti dan mengoreksi hal-hal sebagai berikut: a. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk satu kali pembayaran maka segera setelah SP2D diterbitkan, tembusan-tembusan SKPA dikirimkan ke alamat yang ditentukan; b. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk tiga kali pembayaran (dalam satu triwulan), pengiriman tembusan-tembusan SKPA dilakukan pada pembayaran terakhir;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 275 -

c. Dalam hal surat kuasa diberikan untuk pembayaran tiap bulan selama satu tahun anggaran, maka tembusan-tembusan SKPA di atas dilakukan setelah pembayaran akhir tahun anggaran berkenaan 4.10.14. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 4.11. Membantu melakukan pengesahan SKPP karena pindah, pensiun atau meninggal dunia. 4.11.1. Menerima routing slip beserta Surat Permintaan Pengesahan SKPP berikut dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.11.2. Meneliti dan menguji kebenaran/kelengkapan permintaan penerbitan SKPP tersebut dan membuat konsep/net SKPP; 4.11.3. Menyampaikan SKPP bersangkutan, konsep surat pengantarnya dan memaraf routing slip serta mengajukan konsep SKPP bersangkutan untuk ditandatangani Kepala Seksi Perbendaharaan I dan konsep surat pengantar SKPP untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk disahkan; 4.11.4. Mencatat tanggal dan nomor SKPP tersebut ke dalam kartu gaji dan menutup/mencoret pembayaran gaji tersebut dalam wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan dan meneruskannya ke Subbagian Umum untuk memperoleh penegasan terhadap utang-utang yang belum dilunasi; 4.11.5. Membuat konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara; 4.11.6. Menyampaikan konsep Surat Penagihan (SPn) apabila terdapat piutang negara kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.11.7. Menyampaikan dosir pegawai bersangkutan termasuk kartu gaji kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara bersangkutan (bagi pegawai yang pindah lokasi kantor); 4.11.8. Menyimpan routing slip berikut SKPP dan konsep SKPP berdasarkan realisasi setiap bulan yang telah selesai diproses ke dalam sarana penyimpanan;. 4.12. Membantu melakukan penatausahaan surat-surat keputusan berhubungan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). yang

4.12.1. Melaksanakan penatausahaan surat keputusan dari instansi terkait yang berhubungan dengan piutang negara; 4.12.2. Menerima dan menatausahakan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP; 4.12.4. Menyampaikan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.12.5. Menatausahakan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang; 4.12.6. Menyampaikan hasil penatausahaan laporan harian dari Seksi Bank/Giro Pos ke dalam kartu piutang kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban PNBP. 4.13.1. Menghimpun data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.2. Meneliti dan mengoreksi data PNBP per Kementerian/ Lembaga; 4.13.3. Menyampaikan data PNBP per Kementerian/ Lembaga kepada Seksi Perbendaharaan I ;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 276 -

4.13.4. Menyusun konsep/net laporan PNBP; 4.13.5. Menyampaikan konsep/net laporan PNBP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.6. Menyusun konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan; 4.13.7. Menyampaikan konsep/net laporan pertanggungjawaban untuk ditetapkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.13.8. Mengajukan konsep/net laporan PNBP tersebut kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.13.9. Menyampaikan laporan PNBP tersebut kepada Subbagian Umum untuk diproses lebih lanjut; 4.14. Membantu melakukan penyusunan konsep laporan realisasi pencairan dana. 4.14.1. Menghimpun data-data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri; 4.14.2. Membuat konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); 4.14.3. Menyampaikan konsep laporan pencairan dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH) kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.4. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan; 4.14.5. Menyampaikan konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri berdasarkan SP2D yang diterbitkan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.14.6. Menyampaikan konsep/net laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dan meneruskannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan untuk diteruskan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.14.7. Menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 4.14.8. Menyimpan laporan realisasi pengeluaran anggaran termasuk laporan realisasi pencairan dana yang dibiayai dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri ke dalam sarana penyimpanan; 4.15. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan konsep tanggapan LHP dari aparat pengawasan fungsional. 4.15.1. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.15.2. Menyampaikan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.3. Membuat konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.5. menyampaikan bahan tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.15.6. Meneliti dan mengoreksi penyimpanan konsep tanggapan LHP ke nyampaikan hasil penyimpanan konsep tanggapan LHP ke dalam sarana penyimpanan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I .

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 277 -

4.16. Membantu melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan berkala Seksi Perbendaharaan I sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.16.1. Mencatat dan menghimpun hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.2. Meneliti dan mengoreksi hasil pelaksanaan tugas Seksi Perbendaharaan; 4.16.3. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan; 4.16.4. Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I untuk diproses lebih lanjut; 4.17. Membantu melakukan penyiapan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I . 4.17.1. Menghimpun bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan; 4.17.2. Menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 4.17.3. Membantu membuat konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I 4.17.4. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I . 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. SPM Gaji, honorarium, lembur, kekurangan gaji, susulan gaji, DO beras Bulog, dan lain-lain beserta lampiran-lampirannya; SPM UP, TUP, dan LS beserta lampirannya; Pembagian hasil penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21; Surat permintaan surat kuasa penerbitan SP2D (SKPA-SP2D); Surat pemintaan pengesahan SKPP; DIPA / dokumen anggaran lainnya yang dipersamakan; Data laporan realisasi anggaran belanja pegawai dan belanja non pegawai; LHP. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan;

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. 6.12. 6.13. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Kartu pengawasan kredit anggaran; Kartu pengawasan kontrak; Program aplikasi SP2D

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 278 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. Penyiapan dokumen-dokumen anggaran yang dipersamakan; Konsep/net Surat Pengembalian SPM apabila terdapat kesalahan ataupun tidak lengkap; Konsep SP2D SPM Gaji ataupun belanja pegawai lainnya; Konsep SP2D Pembiayaan Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GUP dan SPM-LS); Konsep SP2D Rekening Khusus Pengganti atau SP2D Rekening Khusus yang bersumber dari PHLN; Konsep SP2D Isi atau Nihil untuk Pembiayaan Belanja Non Pegawai; Konsep SP2D Dana Perimbangan (DAU, DAK, dan DBH); Konsep SP2D Pembagian Hasil Penerimaan PPh Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh pasal 21; Konsep SP2D Perhitungan Pihak Ketiga; Konsep Surat pengantar SKPA; Konsep surat permintaan konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima SKPA untuk mengetahui apakah SKPA tersebut telah dicairkan apabila telah mendekati akhir tahun anggaran laporan pencairan SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara penerima belum diterima; Konsep SPM SKPA dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Konsep pengesahan SKPP; Konsep laporan realisasi pencairan dan anggaran atau pembangunan termasuk laporan realisasi pencairan dana proyek yang dibiayai dari PHLN berdasarkan SP2D yang diterbitkan; Konsep tanggapan LHP; Konsep laporan kegiatan Seksi Perbendaharaan I konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Perbendaharaan I .

7.12. 7.13. 7.14.

7.15. 7.16. 7.17.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala Seksi Perbendaharaan I ; 8.2. Menguji keabsahan SPM; 8.3. Meminta kelengkapan data SPM; 8.4. Menjaga kerahasiaan pelaksanaan tugas. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran keabsahan SPM; Kebenaran data SPM; Kerahasiaan pelaksanaan tugas.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah dana DIPA ditatausahakan dan dikelola dalam proses pencairannya; Jumlah satuan kerja yang dilayani; Wilayah kerja (berdasarkan pembagian tugas dari Kepala Kantor)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 279 -

11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. 11.2. 11.3. Kepala Seksi Perbendaharaan I dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan serta mengajukan usul dan pendapat mengenai pelaksanaan tugas; Kepala Subbagian Umum/Kepala Seksi di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam hal pelaksanaan tugas; Para pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya pemahaman Satker tentang peraturan di bidang perbendaharaan sehingga diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan Formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : : : : II/a – II/c DI - Menguasai tugas bidang perbendaharaan - Pemahaman di bidang perpajakan - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kepemimpinan Kelompok (TL) c Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 280 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Kepala Seksi Persepsi IKHTISAR JABATAN : Melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Memeriksa Laporan Harian Penerimaan (LHP) yang terdiri dari Laporan Penerimaan dan Pelimpahan, Rekap Nota Kredit, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP), Arsip Data Komputer (ADK), dan BPN dari Bank/Pos Persepsi. 4.1.2. Menugaskan pelaksana untuk meng-upload ADK yang diterima ke dalam sistem rekonsiliasi data transaksi penerimaan; 4.1.3. Menugaskan pelaksana untuk mencocokkan antara DNP dengan ADK dan mengembalikan LHP apabila ada perbedaan, untuk dilakukan perbaikan; 4.1.4. Meneliti Bukti Penerimaan Negara (BPN) berikut DNP baik mengenai jumlah uang, jenis setoran, maupun mata anggaran penerimaan, dan membubuhkan paraf pada setiap halaman dan tanda tangan pada lembar terakhir DNP; 4.1.5. Mencocokan data yang tercantum dalam Rekap Nota Kredit dengan data yang tercantum dalam setiap DNP serta memarafnya; 4.1.6. Menugaskan pelaksana untuk men-download data transaksi penerimaan harian dari server Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan dan meneliti/ membandingkan dengan dokumen penerimaan negara; 4.1.7. Menugaskan pelaksana untuk mencocokkan data hasil download dengan ADK dari Bank/Pos Persepsi menggunakan sistem aplikasi rekonsiliasi data transaksi penerimaan; 4.1.8. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan hasil rekonsiliasi data ke Kantor Pusat; 4.1.9. Memberitahukan dan meminta perbaikan kepada Bank/Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada LHP, DNP, SSP, SSPCP, SSBP maupun ADK yang diterima; 4.1.10. Menugaskan pelaksana untuk meng-upload data dimaksud ke Aplikasi Bendum. 4.2. Melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo untuk semua Bank/Pos Persepsi. 4.3.1. Memeriksa rekening koran dan saldo bilyet dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun berita saldo (Gir 52) untuk Giro Pos; 4.3.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti, membuat rekapitulasi, dan membuat konsep daftar perbedaan selisih rekening koran dan saldo bilyet/ berita saldo (Gir 52) per jenis bank/pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 281 -

4.3.3. Meneliti dan mendatangani daftar perbedaan saldo tersebut berikut penjelasannya; 4.3.4. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut serta diajukan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.5. Menugaskan pelaksana untuk menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian Umum. 4.3. Melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.3.1. Memeriksa surat permintaan konfirmasi setoran penerimaan negara; 4.3.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti dan mencocokkan kebenaran dan keabsahan STS penerimaan negara dengan pembukuan pada KPPN; 4.3.3. Melegalisir STS sebagai bukti penerimaan negara telah dibukukan; 4.3.4. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan diajukan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.5. Menyampaikan surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan; 4.4. Melakukan pendistribusian dan penyimpanan dokumen penerimaan negara. 4.4.1. Memeriksa kelengkapan dokumen penerimaan negara; 4.4.2. Menugaskan pelaksana untuk menghimpun dan mengelompokkan per bank/pos dan per jenis penerimaan; 4.4.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran; 4.4.4. Mengoreksi konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran dan menyampaikan kepada Kepala KPPN; 4.4.5. Menugaskan pelaksana untuk menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian; 4.4.6. Menugaskan pelaksana untuk menyimpan LHP, BPN, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun Giro Pos serta Nota Kredit dan Nota Debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.4.7. Menugaskan pelaksana untuk menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank atau pos dan jenis dokumennya; 4.4.8. Memantau pelaksanaan penatausahaan arsip. 4.5. Melakukan pemantauan atas ketertiban pelimpahan penerimaan negara oleh Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.5.1. Memeriksa bukti pelimpahan penerimaan negara dari Bank/Pos Persepsi; 4.5.2. Menugaskan kepada Pembantu Penelaah Persepsi untuk menghitung denda atas keterlambatan pelimpahan penerimaan negara dan membuat konsep surat teguran kepada Bank/ Pos Persepsi; 4.5.3. Meneliti konsep surat teguran dan menyampaikan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.5.4. Menugaskan pelaksana untuk meneruskan surat teguran tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Bank/ Pos Persepsi bersangkutan/ Bank Indonesia.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 282 -

4.6.

Memelihara database dan program aplikasi Modul Penerimaan Negara (MPN). 4.6.1. Memeriksa kelancaran program aplikasi MPN; 4.6.2. Menugaskan pelaksana untuk memelihara dan mengamankan database dan aplikasi (MPN); 4.6.3. Menugaskan pelaksana menyiapkan konsep surat laporan kerusakan kepada Direktorat Sistem Perbendaharaan; 4.6.4. Meneliti konsep surat laporan kerusakan dan meneruskan kepada Kepala Kantor.

4.7.

Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara. 4.7.1. Memeriksa data penerimaan negara; 4.7.2. Menugaskan pelaksana menyusun dan mencetak laporan pertanggungjawaban penerimaan negara (Buku Bank Persepsi Umum, Buku Kas Pembantu Penerimaan, dan Buku Kas Pembantu Pengeluaran); 4.7.3. Meneliti konsep/ net laporan pertanggungjawaban penerimaan negara (Buku Bank Persepsi Umum, Buku Kas Pembantu Penerimaan, dan Buku Kas Pembantu Pengeluaran) dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.7.4. Menugaskan pelaksana untuk membuat laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.7.5. Meneliti laporan harian tersebut dan meneruskannya kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani;

4.8.

Melakukan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.8.1. Menerima tugas dari Kepala KPPN untuk menyusun tanggapan LHP; 4.8.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.8.3. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala KPPN untuk disetujui dan diparaf.

4.9. Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.9.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 4.9.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.9.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Kantor; 4.9.4. Membahas bersama dengan Kepala Kantor, Kepala Subbagian Umum, dan para Kepala Seksi mengenai konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 283 -

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; 5.10. LHP dari aparat pengawasan fungsional; 5.11. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu; 6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum dan MPN. 7. HASIL KERJA: 7.1. Buku Kas Pembantu Penerimaan / BKPP (DA.05.01); 7.2. Buku Kas Pembantu Pengeluaran / BKPK (DA.05.02); 7.3. Buku Bank/ Pos(DA.05.03); 7.4. Rekap BKPP (DA.05.21); 7.5. Rekap BKPK (DA.05.22); 7.6. Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea dan Cukai (DA.08.11); 7.7. Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.8. Daftar Selisih Saldo Bank/Pos (DA.05.11); 7.9. Konsep Surat teguran; 7.10. Surat jawaban konfirmasi surat setoran; 7.11. Konsep LHP; 7.12. Database Penerimaan. 7.13. Bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG: 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala KPPN; 8.2. Mengajukan surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi, dan Pos yang terlambat/tidak menyampaikan laporan penerimaan negara dan/atau terlambat/tidak melimpahkan uang penerimaan negara ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 8.3. Mengajukan denda keterlambatan pelimpahan penerimaan negara;

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 284 -

8.4. Kebenaran kelengkapan dokumen yang diajukan; 8.5. Kebenaran surat perbaikan yang diajukan. 9. TANGGUNG JAWAB: 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; Kebenaran surat teguran yang diajukan; Kebenaran denda keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; Kebenaran kelengkapan dokumen yang diajukan; Kebenaran surat perbaikan yang diajukan.

10. DIMENSI JABATAN: 10.1. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; 10.2. Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan (terlampir); 10.3. Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi (terlampir). 11. HUBUNGAN KERJA: 11.1. Kepala KPPN dalam hal menerima petunjuk/ pengarahan dan lain-lain dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas; 11.2. Para Kepala Seksi dan Kepala Subbagian Umum dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas; 11.3. Pembantu Penelaah Persepsi dalam rangka pelaksanaan tugas; 11.4. Bank/Pos Persepsi mitra kerja dalam hal kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas; 11.5. KPP, KPBC dan satuan kerja dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN: 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/kursus Syarat lainnya : Penata (III/c) : DIV/ Strata 1 : Diklatpim Tk.IV : - Menguasai bidang Perbendaharaan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Integritas (INT) c. Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 285 -

15.

KEDUDUKAN JABATAN:
KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM

KASI PERBENDAHARAAN I

KASI PERBENDAHARAAN II • • • • • • •

KASI PERSEPSI
Perumus Penelaah Bahan Telaahan Tk.I Penelaah Bahan Telaahan Tk.II Pemroses Bahan Telaahan Tk.I Pemroses Bahan Telaahan Tk.II Penyaji Bahan Telaahan Tk.I Penyaji Bahan Telaahan Tk.II

KASI BANK/GIRO POS

KASI VERIFIKSI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 286 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Perumus (pada Seksi Persepsi) IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Menerima dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Meneliti dan mencocokkan dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Menatausahakan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.5. Membuat buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.6. Menyampaikan buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.7. Membuat konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta meng-upload data penerimaan melalui disket yang diterima; 4.1.8. Menyampaikan konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta mengupload data penerimaan melalui disket yang diterimakepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.2. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara. 4.2.1. Meneliti dan mempelajari bahan dan data realisasi penerimaan negara; 4.2.2. Menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 287 -

4.2.3. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.4. Meneliti cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.5. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.6. Meneliti cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi; 4.2.7. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.8. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP); 4.2.9. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP) kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.10. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.11. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.12. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.13. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan kepada Kepala Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.14. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanankepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.3. Melakukan penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.2. Menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.3. Menyampaikan hasil penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 288 -

4.3.4. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNPnya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNPnya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.6. Menyampaikan bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.7. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.8. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.9. Menyampaikan bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3 kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.10. Meneliti dan mengoreksi surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.11. Menyampaikan surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.12. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.13. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank Persepsi dan diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.14. Membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran tersebut; 4.3.15. Menyampaikan konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.16. Menyampaikan surat pengantar berikut laporan harian penerimaan dan pengeluaran pajak atau bea dan cukai, dan surat tanda setoran berikut DNP-nya kepada Subbagian Umum untuk dikirim. 4.3.17. Meneliti,mencocokan dan melegalisir fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP berdasarkan permintaan kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ataupun Instansi yang berkepentingan apabila ternyata surat tanda setoran tersebut tidak terlampir atau hilang; 4.3.18. Menyampaikan fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk ditandatangani. 4.4. Melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menerima rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.2. Meneliti dan membandingkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dengan Buku Bank/Pos per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.3. Menyusun konsep Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi per jenis Bank/Pos Persepsi berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.4.4. Menyampaikan konsep Daftar Perbedaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.5. Membuat konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 289 -

4.4.6. Menyampaikan konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.7. Membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut; 4.4.8. Menyampaikan konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.4.9. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi; 4.5. Melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.5.1. Menerima surat permintaan konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Meneliti dan mencocokan keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara berdasarkan data penerimaan negara yang telah dibukukan; 4.5.3. Menyampaikan hasil penelitian keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.5.4. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.5.5. Menyampaikan konsep surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.6. Melakukan penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menerima, meneliti dan menatausahakan dokumen-dokumen penerimaan negara; 4.6.2. Menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.3. Melaporkan hasil penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.4. Menyimpan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.6.5. Melaporkan hasil penyimpanan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.6. Menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya; 4.6.7. Melaporkan hasil penyusunan arsip dokumen penerimaan negara tersebut kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.7. Melakukan penyusunan konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang tidak tertib/ melakukan keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; 4.7.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.7.4. Menyampaikan surat teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirim.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 290 -

4.8.

Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Menyampaikan hasil pencetakan laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kantor Pusat; 4.8.7. Menyampaikan konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

4.9.

Melakukan penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Mempelajari data dan bahan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyampaikan konsep laporan berkala kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.9.4. Menyampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan;

4.10. Melakukan penyusunan konsep bahan tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional.

Laporan

Hasil

4.10.1. Memperlajari LHP, bahan dan data Seksi Persepsi; 4.10.2. Menyusun konsep bahan tanggapan LHP; 4.10.3. Menyampaikan konsep bahan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.10.4. Menyampaikan bahan tanggapan LHP tersebut kepada Subbagian Umum; 4.11. Melakukan penyiapan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . 4.11.1. Mempelajari bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan yang diperlukan untuk penyusunan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi persepsi; 4.11.2. Membantu Kepala Seksi Persepsi menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.11.3. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.11.4. Meneruskan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi kepada Kepala Subbagian umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 291 -

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11.

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; LHP dari aparat pengawasan fungsional; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program aplikasi Bendum 7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Database Penerimaan Negara. Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 292 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi.

11. HUBUNGAN KERJA : 12.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 12.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 12.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 15.1. 15.2. 15.3. 15.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/c – IV/a : DIII/S1 :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW) c Integritas (ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 293 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Menerima dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Meneliti dan mencocokkan dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Menatausahakan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.5. Membuat buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.6. Menyampaikan buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.7. Membuat konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta meng-upload data penerimaan melalui disket yang diterima; 4.1.8. Menyampaikan konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta mengupload data penerimaan melalui disket yang diterimakepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.2. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara. 4.2.1. Meneliti dan mempelajari bahan dan data realisasi penerimaan negara; 4.2.2. Menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 294 -

4.2.3. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.4. Meneliti cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.5. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.6. Meneliti cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi; 4.2.7. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.8. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP); 4.2.9. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP) kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.10. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.11. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.12. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.13. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan kepada Kepala Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.14. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanankepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.3. Melakukan penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.2. Menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.3. Menyampaikan hasil penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 295 -

4.3.4. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNPnya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNPnya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.6. Menyampaikan bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.7. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.8. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.9. Menyampaikan bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3 kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.10. Meneliti dan mengoreksi surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.11. Menyampaikan surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.12. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.13. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank Persepsi dan diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.14. Membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran tersebut; 4.3.15. Menyampaikan konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.16. Menyampaikan surat pengantar berikut laporan harian penerimaan dan pengeluaran pajak atau bea dan cukai, dan surat tanda setoran berikut DNP-nya kepada Subbagian Umum untuk dikirim. 4.3.17. Meneliti,mencocokan dan melegalisir fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP berdasarkan permintaan kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ataupun Instansi yang berkepentingan apabila ternyata surat tanda setoran tersebut tidak terlampir atau hilang; 4.3.18. Menyampaikan fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk ditandatangani. 4.4. Melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menerima rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.2. Meneliti dan membandingkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dengan Buku Bank/Pos per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.3. Menyusun konsep Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi per jenis Bank/Pos Persepsi berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.4.4. Menyampaikan konsep Daftar Perbedaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.5. Membuat konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 296 -

4.4.6. Menyampaikan konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.7. Membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut; 4.4.8. Menyampaikan konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.4.9. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi; 4.5. Melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.5.1. Menerima surat permintaan konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Meneliti dan mencocokan keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara berdasarkan data penerimaan negara yang telah dibukukan; 4.5.3. Menyampaikan hasil penelitian keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.5.4. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.5.5. Menyampaikan konsep surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.6. Melakukan penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menerima, meneliti dan menatausahakan dokumen-dokumen penerimaan negara; 4.6.2. Menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.3. Melaporkan hasil penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.4. Menyimpan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.6.5. Melaporkan hasil penyimpanan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.6. Menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya; 4.6.7. Melaporkan hasil penyusunan arsip dokumen penerimaan negara tersebut kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.7. Melakukan penyusunan konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang tidak tertib/ melakukan keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; 4.7.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.7.4. Menyampaikan surat teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirim.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 297 -

4.8.

Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Menyampaikan hasil pencetakan laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kantor Pusat; 4.8.7. Menyampaikan konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

4.9.

Melakukan penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Mempelajari data dan bahan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyampaikan konsep laporan berkala kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.9.4. Menyampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan;

4.10. Melakukan penyusunan konsep bahan tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional.

Laporan

Hasil

4.10.1. Memperlajari LHP, bahan dan data Seksi Persepsi; 4.10.2. Menyusun konsep bahan tanggapan LHP; 4.10.3. Menyampaikan konsep bahan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.10.4. Menyampaikan bahan tanggapan LHP tersebut kepada Subbagian Umum; 4.11. Melakukan penyiapan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . 4.11.1. Mempelajari bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan yang diperlukan untuk penyusunan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi persepsi; 4.11.2. Membantu Kepala Seksi Persepsi menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.11.3. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.11.4. Meneruskan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi kepada Kepala Subbagian umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 298 -

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11.

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; LHP dari aparat pengawasan fungsional; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program aplikasi Bendum 7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Database Penerimaan Negara. Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 299 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi.

11. HUBUNGAN KERJA : 12.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 12.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 12.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 15.1. 15.2. 15.3. 15.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/b – III/d : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW) c Integritas (ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 300 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Menerima dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Meneliti dan mencocokkan dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Menatausahakan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.5. Membuat buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.6. Menyampaikan buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.7. Membuat konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta meng-upload data penerimaan melalui disket yang diterima; 4.1.8. Menyampaikan konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta mengupload data penerimaan melalui disket yang diterimakepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.2. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara. 4.2.1. Meneliti dan mempelajari bahan dan data realisasi penerimaan negara; 4.2.2. Menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 301 -

4.2.3. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.4. Meneliti cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.5. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.6. Meneliti cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi; 4.2.7. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.8. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP); 4.2.9. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP) kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.10. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.11. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.12. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.13. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan kepada Kepala Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.14. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanankepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.3. Melakukan penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.2. Menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.3. Menyampaikan hasil penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 302 -

4.3.4. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNPnya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNPnya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.6. Menyampaikan bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.7. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.8. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.9. Menyampaikan bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3 kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.10. Meneliti dan mengoreksi surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.11. Menyampaikan surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.12. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.13. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank Persepsi dan diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.14. Membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran tersebut; 4.3.15. Menyampaikan konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.16. Menyampaikan surat pengantar berikut laporan harian penerimaan dan pengeluaran pajak atau bea dan cukai, dan surat tanda setoran berikut DNP-nya kepada Subbagian Umum untuk dikirim. 4.3.17. Meneliti,mencocokan dan melegalisir fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP berdasarkan permintaan kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ataupun Instansi yang berkepentingan apabila ternyata surat tanda setoran tersebut tidak terlampir atau hilang; 4.3.18. Menyampaikan fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk ditandatangani. 4.4. Melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menerima rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.2. Meneliti dan membandingkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dengan Buku Bank/Pos per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.3. Menyusun konsep Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi per jenis Bank/Pos Persepsi berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.4.4. Menyampaikan konsep Daftar Perbedaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.5. Membuat konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 303 -

4.4.6. Menyampaikan konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.7. Membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut; 4.4.8. Menyampaikan konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.4.9. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi; 4.5. Melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.5.1. Menerima surat permintaan konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Meneliti dan mencocokan keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara berdasarkan data penerimaan negara yang telah dibukukan; 4.5.3. Menyampaikan hasil penelitian keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.5.4. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.5.5. Menyampaikan konsep surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.6. Melakukan penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menerima, meneliti dan menatausahakan dokumen-dokumen penerimaan negara; 4.6.2. Menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.3. Melaporkan hasil penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.4. Menyimpan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.6.5. Melaporkan hasil penyimpanan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.6. Menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya; 4.6.7. Melaporkan hasil penyusunan arsip dokumen penerimaan negara tersebut kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.7. Melakukan penyusunan konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang tidak tertib/ melakukan keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; 4.7.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.7.4. Menyampaikan surat teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirim.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 304 -

4.8.

Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Menyampaikan hasil pencetakan laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kantor Pusat; 4.8.7. Menyampaikan konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

4.9.

Melakukan penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Mempelajari data dan bahan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyampaikan konsep laporan berkala kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.9.4. Menyampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan;

4.10. Melakukan penyusunan konsep bahan tanggapan Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional.

Laporan

Hasil

4.10.1. Memperlajari LHP, bahan dan data Seksi Persepsi; 4.10.2. Menyusun konsep bahan tanggapan LHP; 4.10.3. Menyampaikan konsep bahan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.10.4. Menyampaikan bahan tanggapan LHP tersebut kepada Subbagian Umum; 4.11. Melakukan penyiapan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . 4.11.1. Mempelajari bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan yang diperlukan untuk penyusunan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi persepsi; 4.11.2. Membantu Kepala Seksi Persepsi menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.11.3. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.11.4. Meneruskan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi kepada Kepala Subbagian umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 305 -

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11.

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; LHP dari aparat pengawasan fungsional; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program aplikasi Bendum 7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Database Penerimaan Negara. Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 306 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi.

11. HUBUNGAN KERJA : 12.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 12.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 12.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 15.1. 15.2. 15.3. 15.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/a – III/c : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW) c Integritas (ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 307 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Menerima dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Meneliti dan mencocokkan dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Menatausahakan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.5. Membuat buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.6. Menyampaikan buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.7. Membuat konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta meng-upload data penerimaan melalui disket yang diterima; 4.1.8. Menyampaikan konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta mengupload data penerimaan melalui disket yang diterimakepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.2. Membantu melakukan penerimaan negara. penyusunan laporan pertanggungjawaban

4.2.1. Meneliti dan mempelajari bahan dan data realisasi penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 308 -

4.2.2. Menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara; 4.2.3. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.4. Meneliti cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.5. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.6. Meneliti cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi; 4.2.7. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.8. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP); 4.2.9. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP) kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.10. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.11. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.12. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.13. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan kepada Kepala Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.14. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanankepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.3. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.2. Menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.3. Menyampaikan hasil penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 309 -

4.3.4. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNPnya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNPnya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.6. Menyampaikan bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.7. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.8. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.9. Menyampaikan bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3 kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.10. Meneliti dan mengoreksi surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.11. Menyampaikan surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.12. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.13. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank Persepsi dan diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.14. Membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran tersebut; 4.3.15. Menyampaikan konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.16. Menyampaikan surat pengantar berikut laporan harian penerimaan dan pengeluaran pajak atau bea dan cukai, dan surat tanda setoran berikut DNP-nya kepada Subbagian Umum untuk dikirim. 4.3.17. Meneliti,mencocokan dan melegalisir fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP berdasarkan permintaan kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ataupun Instansi yang berkepentingan apabila ternyata surat tanda setoran tersebut tidak terlampir atau hilang; 4.3.18. Menyampaikan fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk ditandatangani. 4.4. Membantu melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menerima rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.2. Meneliti dan membandingkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dengan Buku Bank/Pos per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.3. Menyusun konsep Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi per jenis Bank/Pos Persepsi berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.4.4. Menyampaikan konsep Daftar Perbedaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.5. Membuat konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 310 -

4.4.6. Menyampaikan konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.7. Membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut; 4.4.8. Menyampaikan konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.4.9. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi; 4.5. Membantu melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.5.1. Menerima surat permintaan konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Meneliti dan mencocokan keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara berdasarkan data penerimaan negara yang telah dibukukan; 4.5.3. Menyampaikan hasil penelitian keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.5.4. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.5.5. Menyampaikan konsep surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.6. Membantu melakukan penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menerima, meneliti dan menatausahakan dokumen-dokumen penerimaan negara; 4.6.2. Menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.3. Melaporkan hasil penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.4. Menyimpan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.6.5. Melaporkan hasil penyimpanan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.6. Menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya; 4.6.7. Melaporkan hasil penyusunan arsip dokumen penerimaan negara tersebut kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.7. Membantu melakukan penyusunan konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang tidak tertib/ melakukan keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; 4.7.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.7.4. Menyampaikan surat teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirim.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 311 -

4.8.

Membantu melakukan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Menyampaikan hasil pencetakan laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kantor Pusat; 4.8.7. Menyampaikan konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

4.9.

Membantu melakukan penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Mempelajari data dan bahan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyampaikan konsep laporan berkala kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.9.4. Menyampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan;

4.10. Membantu melakukan penyusunan konsep bahan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.10.1. Memperlajari LHP, bahan dan data Seksi Persepsi; 4.10.2. Menyusun konsep bahan tanggapan LHP; 4.10.3. Menyampaikan konsep bahan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.10.4. Menyampaikan bahan tanggapan LHP tersebut kepada Subbagian Umum; 4.11. Membantu melakukan penyiapan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . 4.11.1. Mempelajari bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan yang diperlukan untuk penyusunan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi persepsi; 4.11.2. Membantu Kepala Seksi Persepsi menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.11.3. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.11.4. Meneruskan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi kepada Kepala Subbagian umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 312 -

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11.

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; LHP dari aparat pengawasan fungsional; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program aplikasi Bendum 7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Database Penerimaan Negara. Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 313 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi.

11. HUBUNGAN KERJA : 12.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 12.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 12.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 15.1. 15.2. 15.3. 15.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/d – III/b : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW) c Integritas (ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 314 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara.

3.

TUJUAN JABATAN : Mendukung terlaksananya penelitian dokumen penerimaan negara, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.1.1. Menerima dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Meneliti dan mencocokkan dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Menatausahakan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.5. Membuat buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.6. Menyampaikan buku catatan khusus mengenai saldo penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.1.7. Membuat konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta meng-upload data penerimaan melalui disket yang diterima; 4.1.8. Menyampaikan konsep surat perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada Laporan Harian Penerimaan, DNP, SSP, SSPCP, SSBP, serta mengupload data penerimaan melalui disket yang diterimakepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.2. Membantu melakukan penerimaan negara. penyusunan laporan pertanggungjawaban

4.2.1. Meneliti dan mempelajari bahan dan data realisasi penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 315 -

4.2.2. Menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara; 4.2.3. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.4. Meneliti cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.5. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.6. Meneliti cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi; 4.2.7. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.8. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP); 4.2.9. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP) kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.10. Meneliti cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.11. Menyampaikan hasil cetakan laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.12. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.13. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan kepada Kepala Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.14. Menyampaikan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanankepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.3. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.2. Menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.3.3. Menyampaikan hasil penatausahaan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 316 -

4.3.4. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNPnya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNPnya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.6. Menyampaikan bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.7. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.8. Meneliti dan mengoreksi bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.9. Menyampaikan bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3 kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.10. Meneliti dan mengoreksi surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.11. Menyampaikan surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.3.12. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.13. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank Persepsi dan diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.14. Membuat konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran tersebut; 4.3.15. Menyampaikan konsep surat pengantar pengiriman surat-surat setoran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk selanjutnya diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.3.16. Menyampaikan surat pengantar berikut laporan harian penerimaan dan pengeluaran pajak atau bea dan cukai, dan surat tanda setoran berikut DNP-nya kepada Subbagian Umum untuk dikirim. 4.3.17. Meneliti,mencocokan dan melegalisir fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP berdasarkan permintaan kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai ataupun Instansi yang berkepentingan apabila ternyata surat tanda setoran tersebut tidak terlampir atau hilang; 4.3.18. Menyampaikan fotocopy SSP, SSPCP, ataupun SSBP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi untuk ditandatangani. 4.4. Membantu melakukan penyusunan Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menerima rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.2. Meneliti dan membandingkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dengan Buku Bank/Pos per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.3. Menyusun konsep Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi per jenis Bank/Pos Persepsi berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.4.4. Menyampaikan konsep Daftar Perbedaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.5. Membuat konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 317 -

4.4.6. Menyampaikan konsep rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank/pos persepsi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.4.7. Membuat konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo tersebut; 4.4.8. Menyampaikan konsep surat pengantar daftar perbedaan saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.4.9. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan surat pengantarnya dan diteruskan kepada Subbagian umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi; 4.5. Membantu melakukan pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. 4.5.1. Menerima surat permintaan konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Meneliti dan mencocokan keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara berdasarkan data penerimaan negara yang telah dibukukan; 4.5.3. Menyampaikan hasil penelitian keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.5.4. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan menyampaikan kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.5.5. Menyampaikan konsep surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.6. Membantu melakukan penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menerima, meneliti dan menatausahakan dokumen-dokumen penerimaan negara; 4.6.2. Menyimpan pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.3. Melaporkan hasil penatausahaan arsip dokumen penerimaan negara kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.4. Menyimpan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya; 4.6.5. Melaporkan hasil penyimpanan disket LHP, DNP penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi serta nota kredit dan nota debetnya maupun rekapitulasi nota kreditnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.6.6. Menyusun dengan rapi arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya; 4.6.7. Melaporkan hasil penyusunan arsip dokumen penerimaan negara tersebut kepada Kepala Seksi Bank Persepsi. 4.7. Membantu melakukan penyusunan konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang tidak tertib/ melakukan keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; 4.7.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada Kepala Seksi Bank Persepsi 4.7.4. Menyampaikan surat teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirim.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 318 -

4.8.

Membantu melakukan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Menyampaikan hasil pencetakan laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kantor Pusat; 4.8.7. Menyampaikan konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi kepada Kepala Seksi Bank Persepsi;

4.9.

Membantu melakukan penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Mempelajari data dan bahan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyampaikan konsep laporan berkala kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.9.4. Menyampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan;

4.10. Membantu melakukan penyusunan konsep bahan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.10.1. Memperlajari LHP, bahan dan data Seksi Persepsi; 4.10.2. Menyusun konsep bahan tanggapan LHP; 4.10.3. Menyampaikan konsep bahan tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.10.4. Menyampaikan bahan tanggapan LHP tersebut kepada Subbagian Umum; 4.11. Membantu melakukan penyiapan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara . 4.11.1. Mempelajari bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan yang diperlukan untuk penyusunan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi persepsi; 4.11.2. Membantu Kepala Seksi Persepsi menyusun konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi sebagai bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.11.3. Menyampaikan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.11.4. Meneruskan konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi kepada Kepala Subbagian umum; 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. Laporan Harian Penerimaan (LHP); 5.2. Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); 5.3. Bukti Penerimaan Negara (BPN);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 319 -

5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11.

SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; LHP dari aparat pengawasan fungsional; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program aplikasi Bendum 7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Database Penerimaan Negara. Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 320 -

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi.

11. HUBUNGAN KERJA : 12.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 12.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 12.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap ketentuan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, Untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 15.1. 15.2. 15.3. 15.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/c – III/a : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW) c Integritas (ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 321 -

1. NAMA JABATAN : Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Persepsi) 2. IKHTISAR JABATAN : Menyiapkan bahan dan data yang diperlukan dalam penelitian, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara. 3. TUJUAN JABATAN : Terwujudnya bahan dan data yang akurat dan lengkap dalam rangka mendukung penelitian, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Menghimpun dan menyiapkan data/ dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dalam rangka penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Menerima, menghimpun dan memilah dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Membantu memeriksa dan meneliti dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Memeriksa dan meng-upload disket/ADK yang berisikan data penerimaan negara dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyimpan disket/ADK dan dokumen penerimaan negara; 4.2. Membantu negara. menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan

4.2.1. Melakukan pencetakan konsep laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.2. Meneliti konsep laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada kepala Seksi Persepsi; 4.2.3. Melakukan pencetakan konsep laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 322 -

4.2.4. Meneliti konsep laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.5. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam konsep laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.6. Memperbaiki laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan; 4.2.7. Menyerahkan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanan. 4.3. Membantu menyiapkan bahan dan data yang diperlukan menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.2. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.3. Meneliti surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.4. Menyiapkan bahan dan data yang diperlukan untuk membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.5. Melakukan penyimpanan bahan dan data laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.4. Membantu menyusun Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menghimpun, memilah dan memeriksa kebenaran rekening koran dan saldo bilyet; 4.4.2. Membantu membuat rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank; 4.4.3. Mencocokkan jumlah uang yang tercantum dalam rekening Koran dan saldo bilyet tersebut dengan Buku Bank dari setiap jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.4. Membantu menyiapkan bahan dan data yang diperlukan untuk membuat konsep daftar perbedaan selisih saldo antara rekening koran dan saldo bilyet dengan buku bank berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.5. Membantu pelayanan pemberian konfirmasi mengenai kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. keabsahan dan

4.5.1. Membantu pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Menyiapkan data-data untuk mencocokkan kebenaran dan keabsahan STS penerimaan negara; 4.5.3. Meneliti dan mencocokkan keabsahan dan kebenaran STS tersebut dengan data-data penerimaan negara yang telah dibukukan pada KPPN; 4.5.4. Menyerahkan kepada Kepala Seksi untuk dilegalisir/dibubuhi tanda tangan dan stempel pada STS tersebut sebagai bukti bahwa STS tersebut memang benar dan sudah dibukukan sebagai penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 323 -

4.5.5. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan diajukan kepada Kepala Seksi Persepsi untuk diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.5.6. Menyampaikan surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan. 4.6. Membantu menatausahakan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menghimpun, meneliti, dan memilah dokumen-dokumen penerimaan negara serta pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.2. Menghimpun, meneliti, dan memilah ADK/disket berisi data penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.6.3. Menyimpan dan menyusun dengan rapi ADK/disket dan arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya. 4.7. Membantu menyusun konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Menghimpun data tentang ketertiban pelimpahan penerimaan negara oleh Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Meneliti dan menyajikan data data tentang ketertiban pelimpahan penerimaan negara oleh Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.3. Membantu membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.8. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Mengoperasikan komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.8.6. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.9. Membantu menyiapkan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Menghimpun bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Meneliti, mengkompilasi dan mengolah data yang diperlukan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyajikan bahan dan data laporan berkala tersebut; 4.9.4. Melakukan penyimpanan/back up data;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 324 -

4.10. Membantu menyiapkan bahan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.10.1. Menghimpun bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun tindak lanjut tanggapan LHP; 4.10.2. Membantu menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.11. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dari Seksi Persepsi. 4.11.1. Menghimpun dan menyiapkan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN dari Seksi Persepsi; 4.11.2. Menyampaikan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN kepada Seksi Persepsi; 4.11.3. Menyimpan bahan dan data tersebut. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. Laporan Harian Penerimaan (LHP); Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); Bukti Penerimaan Negara (BPN); SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; 5.10. LHP dari aparat pengawasan fungsional; 5.11. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Program aplikasi Bendum

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 325 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. Database Penerimaan Negara.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; 10.2. Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; 10.3. Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 11.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 11.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 326 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap pelaksanaan Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/b – II/d : DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kerjasama (TW) c. Integritas ( ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 327 -

1. NAMA JABATAN : Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Persepsi) 2. IKHTISAR JABATAN : Menyiapkan bahan dan data yang diperlukan dalam penelitian, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan realisasi penerimaan negara. 3. TUJUAN JABATAN : Terwujudnya bahan dan data yang akurat dan lengkap dalam rangka mendukung penelitian, penatausahaan dokumen penerimaan negara, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan negara secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu menghimpun dan menyiapkan data/ dokumen penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi dalam rangka penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Menerima, menghimpun dan memilah dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.2. Membantu memeriksa dan meneliti dokumen penerimaan negara berupa Laporan Harian Penerimaan Bank/ Pos Persepsi, Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) yang berisikan data penerimaan hari ini, yang lalu, dan jumlah penerimaan kumulatif berikut nota kredit penerimaan setoran dan nota debet pelimpahan dana penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.1.3. Memeriksa dan meng-upload disket/ADK yang berisikan data penerimaan negara dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.1.4. Menyimpan disket/ADK dan dokumen penerimaan negara; 4.2. Membantu negara. menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan

4.2.1. Melakukan pencetakan konsep laporan Buku Bank Persepsi dan Buku Pos Persepsi dari seluruh Bank/Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari seluruh Bank /Pos Persepsi ke rekening KPPN pada Bank Indonesia; 4.2.2. Meneliti konsep laporan Buku Bank per jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi yang berisikan data penerimaan negara dan pengeluaran dalam bentuk pelimpahan dana penerimaan dari setiap jenis Bank/Pos Persepsi kepada kepala Seksi Persepsi; 4.2.3. Melakukan pencetakan konsep laporan Buku Kas Pembantu Penerimaan yang berisikan data penerimaan per jenis setoran (pajak, bea cukai, bukan pajak, dan per Mata Anggaran Penerimaan (MAP);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 328 -

4.2.4. Meneliti konsep laporan Buku Kas Pembantu Pengeluaran yang berisikan data pengeluaran per jenis setoran (pajak, bea cukai, dan bukan pajak) dan per Mata Anggaran Pengeluaran (MAK) dalam bentuk pelimpahan dana ke rekening KPPN pada Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank Persepsi; 4.2.5. Meneliti dan mencocokkan data penerimaan dan pengeluaran yang tercantum dalam konsep laporan-laporan tersebut dengan LHP maupun DNP; 4.2.6. Memperbaiki laporan-laporan tersebut apabila terdapat kesalahan; 4.2.7. Menyerahkan konsep laporan-laporan tersebut kepada Kepala Seksi Persepsi untuk ditandatangani dan disampaikan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk digabungkan dengan laporan atau laporan bulanan. 4.3. Membantu menyiapkan bahan dan data yang diperlukan menatausahakan penerimaan negara baik yang melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.3.1. Menghimpun bukti setoran pajak (SSP) lembar 2 berikut DNP-nya dan bukti setoran pajak cukai pabean (SSPCP) lembar 2 berikut DNP-nya serta bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 2 berikut DNP-nya; 4.3.2. Menghimpun bukti setoran PNBP (SSBP) lembar 3; 4.3.3. Meneliti surat setoran bersangkutan berikut DNP-nya baik mengenai jumlah uang, jenis setoran maupun MAP-nya; 4.3.4. Menyiapkan bahan dan data yang diperlukan untuk membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.3.5. Melakukan penyimpanan bahan dan data laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak dan laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; 4.4. Membantu menyusun Daftar Perbedaan Saldo pada semua Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.4.1. Menghimpun, memilah dan memeriksa kebenaran rekening koran dan saldo bilyet; 4.4.2. Membantu membuat rekapitulasi rekening koran dan saldo bilyet tersebut per jenis bank; 4.4.3. Mencocokkan jumlah uang yang tercantum dalam rekening Koran dan saldo bilyet tersebut dengan Buku Bank dari setiap jenis Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.4.4. Membantu menyiapkan bahan dan data yang diperlukan untuk membuat konsep daftar perbedaan selisih saldo antara rekening koran dan saldo bilyet dengan buku bank berikut penjelasan terjadinya perbedaan; 4.5. Membantu pelayanan pemberian konfirmasi mengenai kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara. keabsahan dan

4.5.1. Membantu pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara; 4.5.2. Menyiapkan data-data untuk mencocokkan kebenaran dan keabsahan STS penerimaan negara; 4.5.3. Meneliti dan mencocokkan keabsahan dan kebenaran STS tersebut dengan data-data penerimaan negara yang telah dibukukan pada KPPN; 4.5.4. Menyerahkan kepada Kepala Seksi untuk dilegalisir/dibubuhi tanda tangan dan stempel pada STS tersebut sebagai bukti bahwa STS tersebut memang benar dan sudah dibukukan sebagai penerimaan negara;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 329 -

4.5.5. Membuat konsep surat pengantar pengiriman hasil konfirmasi tersebut dan diajukan kepada Kepala Seksi Persepsi untuk diteruskan kepada Kepala KPPN untuk ditandatangani; 4.5.6. Menyampaikan surat pengantar berikut STS yang telah dilegalisir tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang bersangkutan. 4.6. Membantu menatausahakan arsip dokumen penerimaan negara. 4.6.1. Menghimpun, meneliti, dan memilah dokumen-dokumen penerimaan negara serta pertinggal laporan pertanggungjawaban harian maupun bulanan penerimaan negara; 4.6.2. Menghimpun, meneliti, dan memilah ADK/disket berisi data penerimaan negara yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.6.3. Menyimpan dan menyusun dengan rapi ADK/disket dan arsip dokumen penerimaan negara tersebut berdasarkan tanggalnya, bulannya, bank, dan jenis dokumennya. 4.7. Membantu menyusun konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi. 4.7.1. Menghimpun data tentang ketertiban pelimpahan penerimaan negara oleh Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.2. Meneliti dan menyajikan data data tentang ketertiban pelimpahan penerimaan negara oleh Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.7.3. Membantu membuat konsep surat teguran kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Pos Persepsi; 4.8. Membantu melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.8.1. Mengoperasikan komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.8.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.8.3. Melaporkan kepada Kepala Seksi Persepsi dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.8.4. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.8.5. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.8.6. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.9. Membantu menyiapkan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep laporan berkala Seksi Bank Persepsi sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.9.1. Menghimpun bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.2. Meneliti, mengkompilasi dan mengolah data yang diperlukan untuk menyusun konsep laporan berkala Seksi Persepsi; 4.9.3. Menyajikan bahan dan data laporan berkala tersebut; 4.9.4. Melakukan penyimpanan/back up data;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 330 -

4.10. Membantu menyiapkan bahan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.10.1. Menghimpun bahan dan data yang diperlukan untuk menyusun tindak lanjut tanggapan LHP; 4.10.2. Membantu menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Persepsi; 4.11. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dari Seksi Persepsi. 4.11.1. Menghimpun dan menyiapkan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN dari Seksi Persepsi; 4.11.2. Menyampaikan bahan dan data yang diperlukan dalam penyusunan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP KPPN kepada Seksi Persepsi; 4.11.3. Menyimpan bahan dan data tersebut. 5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. Laporan Harian Penerimaan (LHP); Daftar Nominatif Penerimaan (DNP); Bukti Penerimaan Negara (BPN); SSP lembar ke-02, SSPCP lembar ke-2, SSBP lembar ke-2 dan ke-3; Nota Kredit/Berita Tambah (Gir 8); Nota Debet/Berita Kurang (Gir 9); ADK Penerimaan Negara; Rekening koran/saldo bilyet/berita saldo (Gir 52); Surat permintaan konfirmasi/legalisasi surat setoran dari Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai maupun instansi bersangkutan; 5.10. LHP dari aparat pengawasan fungsional; 5.11. Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara serta bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. 6.7. 6.8. 6.9. 6.10. 6.11. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Uraian Jabatan; Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; Program aplikasi Bendum

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 331 -

7. HASIL KERJA : 7.1. 7.2. 7.3. 7.4. 7.5. 7.6. 7.7. 7.8. 7.9. 7.10. 7.11. 7.12. 7.13. 7.14. 7.15. Konsep laporan pertanggungjawaban harian dan bulanan Bank/Pos Persepsi; Buku Kas Pembantu Penerimaan/BKPP (DA.05.01); Buku Kas Pembantu Pengeluaran/BKPK (DA.05.02); Buku Bank/Pos (DA.05.03); Buku Bank Persepsi Umum/BBPU (DA.05.05); Rekap BKPP (DA.05.21); Rekap BKPK (DA.05.22); Konsep Laporan Harian Penerimaan Bea dan Cukai (DA.08.11); Konsep Laporan Harian Penerimaan Pajak; Daftar Selisih saldo Bank/Pos (DA.05.11); Konsep surat teguran; Konsep surat jawaban konfirmasi surat setoran. Konsep LHP; Konsep Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Seksi Persepsi. Database Penerimaan Negara.

8. WEWENANG : 8.1. Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada atasan; 8.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 8.3. Meminta kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Usul, saran, dan pendapat yang diajukan; 9.2. Mengajukan usul surat teguran kepada Bank Persepsi mitra kerja dalam hal terdapat kurang melimpahkan penerimaannya; 9.3. Kebenaran kelengkapan dokumen penerimaan/pelimpahan kepada Bank Persepsi mitra kerja. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah Bank/ Kantor Pos Persepsi yang menjadi mitra kerja dalam pelayanan; 10.2. Jumlah handling penerimaan negara yang ditatausahakan; 10.3. Jumlah penerimaan negara yang dihimpun dari Bank/ Kantor Pos Persepsi. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank Persepsi dalam hal pelaksanaan tugas; 11.2. Pelaksana di lingkungan KPPN dalam hal pelaksanaan tugas; 11.3. KPP dan KPBC, dalam hal konfirmasi kebenaran setoran penerimaan negara.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 332 -

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan petugas bank/kantor pos persepsi terhadap pelaksanaan Modul Penerimaan Negara (MPN) dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyetoran penerimaan negara sehingga kurang mendukung kelancaran pelaksanaan penatausahaan penerimaan negara, untuk itu diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif. 13. RISIKO BAHAYA : Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN

14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/a – II/c : DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kerjasama (TW) c. Integritas ( ING)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 333 -

1. NAMA JABATAN :

Kepala Seksi Bank/Giro Pos

2. IKHTISAR JABATAN : Melakukan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN : Terlaksananya pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1 Melakukan pembayaran pengeluaran negara. 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.1.4 Memeriksa dokumen pengeluaran negara berupa SP2D, Daftar Penguji, routing slip dan DPP-SPM melalui sistem aplikasi; Menugaskan pelaksana untuk meneliti, dan memilah dokumen pengeluaran negara per Bank/Pos; Meneliti, menandatangani dan menggabungkan SP2D dengan Daftar Penguji/Daftar Pengantar; Mengisi routing slip dan menyampaikan SP2D tersebut berikut Daftar Pengujinya kepada Subbagian Umum;

4.2 Menerbitkan Surat Kuasa Umum (SKU) PBB/BPHTB. 4.2.1. Setiap awal tahun menugaskan pelaksana untuk membuat konsep Surat Kuasa Umum (SKU) PBB/BPHTB kepada Bank/Pos Operasional III; 4.2.2. Meneliti konsep Surat Kuasa Umum (SKU) PBB/BPHTB untuk ditetapkan oleh Kepala kantor. 4.3 Melakukan penelitian atas SPM-PHP-PBB/BPHTB. 4.3.1 4.3.2 Memeriksa SPM-PHP-PBB/BPHTB beserta dokumen pendukungnya; Menugaskan pelaksana untuk melakukan penelitian dan pengujian kebenaran SPM-PHP-PBB/BPHTB dan dokumen pendukung dengan Nota Debet/Nota Kredit PHP-PBB/BPHTB dari Bank Operasional III; Mengesahkan SPM-PHP-PBB/BPHTB dengan membubuhi cap/stempel ‘telah dibukukan’ dan ditandatangani.

4.3.3

4.4 Melakukan penatausahaan penerimaan negara melalui potongan SPM. 4.4.1. Memeriksa dokumen penerimaan negara (SSP dan SSBP) melalui potongan SPM; 4.4.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti penerimaan negara melalui potongan SPM dan mencetak Daftar Potongan SPM; 4.4.3. Meneliti daftar potongan SPM dan mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongannya dan jumlah handlingnya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 334 -

4.4.4. Menugaskan pelaksana untuk membuat DNP atas penerimaan negara yang berasal dari potongan SPM; 4.4.5. Menugaskan pelaksana untuk menggabungkan daftar potongan tersebut dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos. 4.5 Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I (BO I). 4.7.1. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan saldo BO II untuk gaji; 4.7.1. Menugaskan pelaksana untuk membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu dan 4.7.1. Menugaskan pelaksana menyiapkan bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I dan BO II; 4.7.1. Memeriksa dan menandatangani bilyet giro Bank Indonesia dan menyampaikan kepada kepala kantor untuk ditandatangani. 4.6 Menatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada Bank Indonesia. 4.6.1 Memeriksa dokumen penerimaan berupa Nota Kredit BI Pelimpahan Bank Persepsi dan BO III, Nota Kredit BI Penggantian SP2D Reksus/SPB SP2D Reksus, Faktur kiriman Uang/Nota Kredit BI pengiriman uang dari KPPN Bukan Induk, dan Nota Kredit BI Bukti Penerimaan uang dari rekening Ditjen Perbendaharaan (500.000.000) melalui rekening KPPN pada BI; Memeriksa dokumen pengeluaran berupa Nota Debet BI dropping dana ke BO I, Nota Debet BI pencairan SP2D Reksus, Faktur Kiriman Uang/Nota Debet BI dropping dana ke KPPN Bukan Induk, dan Nota Debet BI Bukti Pengeluaran kiriman uang ke rekening Ditjen Perbendaharaan (500.000.000) melalui rekening KPPN pada BI; Menugaskan pelaksana untuk membukukan penerimaan pada Buku Bank BI dengan Aplikasi Bendum berupa Nota Kredit BI Pelimpahan Bank Persepsi dan BO III, Nota Kredit BI Penggantian SP2D Reksus/SPB SP2D Reksus, dan Faktur Kiriman Uang/Nota Kredit BI pengiriman uang dari KPPN Bukan Induk; Menugaskan pelaksana untuk membukukan pengeluaran pada Buku Bank BI dengan Aplikasi Bendum berupa Bilyet Giro BI dropping dana ke BO I dan Bilyet Giro BI dropping dana ke BO I KPPN Bukan Induk; Menandatangani Faktur Kiriman Uang dari KPPN Bukan Induk berikut daftar pengujinya dan dikirimkan kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum Menugaskan pelaksana untuk melaksanakan penutupan Buku Bank BI dan menihilkan setiap akhir hari dengan membuat/menandatangani/ membukukan dengan Aplikasi Bendum Surat Pembukuan Penerimaan Kiriman Uang dari rekening Ditjen PBN (500.000.000) jika saldo Buku Bank BI pada akhir hari kurang (minus); Menugaskan pelaksana untuk melaksanakan penutupan Buku Bank BI dan menihilkan setiap akhir hari dengan membuat/menandatangani/ membukukan dengan Aplikasi Bendum Surat Pembukuan Penerimaan Kiriman Uang dari rekening Ditjen PBN (500.000.000) jika saldo Buku Bank BI pada akhir hari lebih (surplus); Memeriksa tembusan SPB-SP2D dari KPPN non KCBI dan selanjutnya dicocokkan dengan Nota Kredit dari KCBI atas beban Reksus berkenaan; Memeriksa rekapitulasi SPB setiap akhir bulan dari KPPN non KCBI dan dicocokkan dengan seluruh Nota Kredit dari KCBI.

4.6.2

4.6.3

4.6.4

4.6.5

4.6.6

4.6.7

4.6.8 4.6.9

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 335 -

4.7 Menatausahakan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Memeriksa surat permintaan tambahan uang kas (TUK) dari KPPN bukan induk; 4.7.2. Meneliti surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang membawahi KPPN bukan Induk untuk menambah saldo melampaui pagu yang ditetapkan; 4.7.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia dan surat pengantar; 4.7.4. Meneliti dan menyampaikan faktur kiriman uang dan surat pengantar untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.7.5. Menandatangani bilyet giro Bank Indonesia bersama Kepala KPPN; 4.7.6. Menugaskan pelaksana untuk menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro kepada Subbagian Umum; 4.7.7. Menerima faktur kiriman uang berikut nota debet untuk dibukukan pada aplikasi Bendum; 4.7.8. Menugaskan pelaksana untuk membubuhkan stempel ‘telah dibukukan’ pada faktur. 4.8 Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.8.1. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.8.2. Memeriksa konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya untuk ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.8.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.8.4. Memeriksa konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu, untuk ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan; 4.8.5. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.8.6. Memeriksa konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan untuk ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan. 4.8.7. Menugaskan pelaksana untuk membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I. 4.9 Memantau ketertiban Pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.9.1. Meneliti data ketertiban Pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.9.2. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.9.3. Memeriksa konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II untuk ditandatangani Kepala Kantor Kantor Pelayanan Perbendaharaan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 336 -

4.9.4. Menugaskan pelaksana untuk menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.9.5. Memeriksa perhitungan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda untuk ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan. 4.10 Menyusun daftar selisih saldo antara Bank Indonesia/ Bank Operasional/ Kantor Pos dengan pembukuan KPPN. 4.10.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo dari BI dan semua BO serta Gir 52/ Gir 101 dari Kantor Pos; 4.10.2. Menugaskan pelaksana untuk melakukan rekonsiliasi rekening koran Bank Indonesia/Bank Operasional/ Kantor Pos dengan buku bank/giro pos KPPN; 4.10.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat daftar selisih saldo beserta penjelasannya; 4.10.4. Menerima dan meneliti daftar selisih saldo dari Seksi Persepsi; 4.10.5. Menugaskan pelaksana untuk merangkum dan menyusun konsep daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran; 4.10.6. Mengoreksi, memaraf dan menyampaikan konsep daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.10.7. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran yang telah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada instansi terkait 4.11 Melakukan pengawasan terhadap penyaluran dana. 4.11.1. Memeriksa Rekening Koran/Saldo Harian beserta lampiran dari BO I/II dan BI; 4.11.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti Rekening Koran, Nota-Nota Debet/ dan mencocokkan dengan pertinggal Daftar Penguji dan Buku Bank serta membuat konsep surat teguran; 4.11.3. Mengoreksi dan menandatangani surat teguran kepada BO I/II dan BI apabila ditemui SP2D yang belum didebet pada Rekening Kas Negara tepat pada waktunya. 4.12 Melakukan rekonsiliasi terhadap tagihan jasa perbendaharaan melalui giro pos. 4.12.1. Menerima Nota Tagihan Jasa Perbendaharaan dan Provisi Bea Masuk Kantor Pos dari Seksi Persepsi; 4.12.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti semua penerimaan dan pengeluaran melalui giro pos; 4.12.3. Menyetujui besaran tagihan untuk disampaikan ke Subbagian Umum sebagai dasar penerbitan SPM. 4.12.4. Membuat berita acara tagihan jasa perbendaharaan. 4.13 Menyusun daftar selisih saldo antara Bank Indonesia/ Bank Operasional/ Kantor Pos dengan pembukuan KPPN. 4.13.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo dari BI dan semua BO serta Gir 52/ Gir 101 dari Kantor Pos; 4.13.2. Menugaskan pelaksana untuk melakukan rekonsiliasi rekening koran Bank Indonesia/Bank Operasional/ Kantor Pos dengan buku bank/giro pos KPPN;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 337 -

4.13.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat daftar selisih saldo beserta penjelasannya; 4.13.4. Menerima dan meneliti daftar selisih saldo dari Seksi Persepsi; 4.13.5. Menugaskan pelaksana untuk merangkum dan menyusun konsep daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran; 4.13.6. Mengoreksi, memaraf dan menyampaikan konsep daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.13.7. Menugaskan pelaksana untuk mengirimkan daftar selisih saldo dan membuat Daftar Perhitungan Penerimaan dan Pengeluaran yang telah ditandatangani Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada instansi terkait. 4.14 Melakukan penyusunan Laporan Kas Posisi (LKP). 4.14.1. Menugaskan pelaksana untuk menyusun LKP harian, mingguan maupun bulanan; 4.14.2. Meneliti kebenaran LKP dan mencocokkan angkanya dengan laporan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU); 4.14.3. Menyampaikan LKP kepada Kepala KPPN untuk ditandantangani; 4.14.4. Menyampaikan LKP termasuk Arsip Data Komputer (ADK) kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN), Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Seksi Verifikasi Dan Akuntansi. 4.15 Mengkoordinasikan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran Bendahara Umum. 4.15.1. Menugaskan pelaksana Bendahara Umum untuk mencetak SPJ Bendahara Umum (RPBU, BBTU, BBPU, BGPU) berikut dokumen pendukungnya, laporan harian penerimaan dan pengembalian Pajak, laporan harian penerimaan dan pengembalian Bea dan Cukai, laporan harian penerimaan PNBP, laporan harian buku potongan umum, laporan harian daftar perincian saldo dan laporan kas posisi harian, mingguan dan akhir bulan; 4.15.2. Menugaskan pelaksana untuk meneliti dan mencocokkan data BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank dan RPBU serta Buku Potongan Umum; 4.15.3. Menandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK serta Buku Bank dan menyampaikan RPBU, Buku Potongan Umum Laporan Penerimaan PNBP/Pajak/Bea dan Cukai kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani 4.15.4. Menugaskan pelaksana untuk merangkum semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara Seksi Bank/Giro Pos dan Seksi Persepsi untuk diteruskan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi beserta dokumen pendukungnya; 4.15.5. Menugaskan pelaksana untuk menyusun dan menyimpan arsip dokumen laporan pertanggungjawaban Bendahara Umum berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun, termasuk dokumen pendukungnya sebagai pertinggal. 4.16 Melakukan penyusunan laporan Jasa Giro Bank Operasional I. 4.16.1. Meneliti rekening bulanan BO I; 4.16.2. Meneliti perhitungan jasa giro yang seharusnya disetor oleh BO I berdasarkan saldo terendah harian (akhir hari) dalam satu bulan; 4.16.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan pembayaran jasa giro triwulanan;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 338 -

4.16.4. Mengoreksi dan menyampaikan konsep laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.17 Melakukan penyusunan Laporan Penerimaan dan Pembagian PBB/BPHTB. 4.17.1. Meneliti Rekening Koran Penerimaan dan Pelimpahaan PBB/BPHTB setiap minggu; 4.17.2. Meneliti pembagian dan pelimpahan PBB/BPHTB sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 4.17.3. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep laporan PBB/BPHTB bulanan; 4.17.4. Mengoreksi dan menyampaikan konsep laporan tersebut kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.18 Menyiapkan bahan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Mempelajari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP); 4.18.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala KPPN untuk disetujui dan diparaf. 4.19 Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.19.1. Menugaskan pelaksana untuk mencocokkan jumlah setoran Pajak Bumi dan Bangunan dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi/ Bank Operasional III; 4.19.2. Memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh Bank Operasional III; 4.19.3. Menugaskan pelaksana untuk mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia/BO I; 4.19.4. Melakukan pengawasan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.19.5. Melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.19.6. Menugaskan pelaksana untuk memeriksa Nota Kredit dari Bank Indonesia kemudian mencocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya. 4.20 Melakukan pembukuan atas penerimaan dan pembagian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari Bank Operasional III (BO III). 4.20.1. Menerima, meneliti Rekening Koran serta membukukan Nota Kredit dan Nota Debet PBB/BPHTB yang diterima dari Bank Operasional III; 4.20.2. Menugaskan pelaksana untuk membukukan hasil pembagian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dilakukan oleh Bank Operasional III; 4.20.3. Memeriksa pembukuan hasil pembagian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dilakukan oleh Bank Operasional III;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 339 -

4.20.4. Mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan nota kredit dari Bank Indonesia/ BO I. 4.21 Memelihara database dan program aplikasi Bendum. 4.21.1. Memeriksa kelancaran program aplikasi Bendum; 4.21.2. Menugaskan pelaksana untuk memelihara dan mengamankan database (back up) dan aplikasi Bendum; 4.21.3. Menugaskan pelaksana menyiapkan konsep surat laporan kerusakan kepada Direktorat Sistem Perbendaharaan; 4.21.4. Meneliti konsep surat laporan kerusakan dan meneruskan kepada Kepala Kantor. 4.22 Melakukan penyusunan konsep tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.22.1. Menerima tugas dari Kepala KPPN untuk menyusun tanggapan LHP; 4.22.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.22.3. Menyusun konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala KPPN untuk disetujui dan diparaf Mempelajari temuan laporan hasil pemeriksaan dan menyiapkan peraturan yang menjadi dasar selanjutnya. 4.23 Menyusun bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.23.1. Mempelajari Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan; 4.23.2. Menugaskan pelaksana untuk menyiapkan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.23.3. Meneliti dan mengoreksi konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan menyampaikan kepada Kepala Kantor; 4.23.4. Membahas bersama dengan Kepala Kantor, Kepala Subbagian Umum, dan para Kepala Seksi mengenai konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : Rencana Kerja KPPN dan Seksi Persepsi tahun yang lalu dan tahun berjalan; SP2D; Daftar Penguji SP2D; SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; Bilyet giro; SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; Surat permintaan tambahan uang; Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; 5.9 Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); 5.10 Nota Kredit jasa giro BO; 5.11 Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara tahun lalu dan tahun berjalan; 5.12 Database. 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 5.8

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 340 -

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1 6.2 6.3 6.4 6.5 6.6 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8 Uraian Jabatan; 6.9 Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10 Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11 Program Aplikasi Bendum.

7. HASIL KERJA : 7.1 7.2 7.3 7.4 7.5 7.6 7.7 7.8 7.9 7.10 7.11 7.12 7.13 7.14 7.15 7.16 7.17 SP2D yang telah ditandatangani; Giro Bank yang telah ditandatangani bersama Kepala KPPN; Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; Surat teguran kepada Bank Operasional; Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB Laporan Kas Posisi; Konsep tanggapan LHP; Database (back up data); Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos; Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

8. WEWENANG : 8.1 8.2 8.3 8.4 8.5 8.6 Mengajukan usul, saran, dan pendapat kepada Kepala KPPN; Menandatangani SP2D; Menandatangani Daftar Penguji SP2D; Menandatangani Cek/Giro Bank bersama Kepala KPPN; Menandatangani BKPP/RBKPP, BKPK/RBKPK,dan Daftar Perbedaan Saldo; Memeriksa kelengkapan dokumen pembukuan;

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1 9.2 Usul, saran, dan pendapat kepada Kepala KPPN; Kebenaran penandatanganan lembar asli SP2D;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 341 -

9.3 9.4 9.5 9.6

Kebenaran penandatanganan Daftar Penguji SP2D; Kebenaran penandatanganan Cek/Giro Bank bersama Kepala KPPN; Kebenaran penandatanganan BKPP/RBKPP, BKPK/RBKPK, dan Daftar Perbedaan Saldo; Kebenaran kelengkapan dokumen pembukuan;

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1 11.2 11.3 11.4 Kepala KPPN dalam hal menerima petunjuk dan arahan; Para Kepala Seksi di KPPN dalam hal melakukan koordinasi; Para pelaksana pada Seksi Bank/Giro Pos dalam hal memberikan tugas dan pengarahan; Pejabat Bank Indonesia dan Bank Operasional dalam hal penatausahaan Rekening Kas Negara dan pencairan dana.

12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan kepada pemangku kepentingan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan pemberian sanksi secara tegas atas pelanggaran. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN.

14. SYARAT JABATAN : 10.1. 10.2. 10.3. 10.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/kursus Syarat lainnya : Penata (III/c) : DIV/Strata 1 : Diklatpim IV : - Menguasai peraturan perbendaharaan - Standar Kompetensi : a. Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b. Kepemimpinan Kelompok (TL); c. Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 342 -

15. KEDUDUKAN JABATAN :
KEPALA KPPN TIPE A

KASUBBAG UMUM

KASI PERBENDAHARAAN I

KASI PERBENDAHARAAN II

KASI PERSEPSI • • • • • • •

KASI BANK/ GIRO POS
Perumus Penelaah Bahan Telaahan Tk.I Penelaah Bahan Telaahan Tk.II Pemroses Bahan Telaahan Tk.I Pemroses Bahan Telaahan Tk.II Penyaji Bahan Telaahan Tk.I Penyaji Bahan Telaahan Tk.II

KASI VERIFIKSI DAN AKUNTANSI

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 343 -

1. NAMA JABATAN: Perumus (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 344 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 345 -

4.5.7. 4.5.8.

Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 346 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 347 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 348 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 349 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro; 5.5. SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; 5.6. Surat permintaan tambahan uang;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 350 -

5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 351 -

8.5. 8.6. 8.7.

Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; Pengembalian SP2D yang salah; Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; Terpeliharanya peralatan kantor; Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/c – IV/a : DIII/S1 :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 352 -

1. NAMA JABATAN: Penelaah Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 353 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 354 -

4.5.7. 4.5.8.

Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 355 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 356 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 357 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 358 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro; 5.5. SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; 5.6. Surat permintaan tambahan uang;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 359 -

5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 360 -

8.5. 8.6. 8.7.

Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; Pengembalian SP2D yang salah; Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; Terpeliharanya peralatan kantor; Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/b – III/d : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 361 -

1. NAMA JABATAN: Penelaah Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 362 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 363 -

4.5.7. 4.5.8.

Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 364 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 365 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 366 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 367 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro; 5.5. SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; 5.6. Surat permintaan tambahan uang;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 368 -

5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 369 -

8.5. 8.6. 8.7.

Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; Pengembalian SP2D yang salah; Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; Terpeliharanya peralatan kantor; Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : III/a – III/c : DIII :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 370 -

1. NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 371 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 372 -

4.5.7. 4.5.8.

Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 373 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 374 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 375 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 376 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro; 5.5. SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; 5.6. Surat permintaan tambahan uang;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 377 -

5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 378 -

8.5. 8.6. 8.7.

Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; Pengembalian SP2D yang salah; Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; Terpeliharanya peralatan kantor; Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/d – III/b : SLTA/DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 379 -

1. NAMA JABATAN: Pemroses Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 380 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 381 -

4.5.7. 4.5.8.

Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 382 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 383 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 384 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 385 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro; 5.5. SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; 5.6. Surat permintaan tambahan uang;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 386 -

5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. 8.3. 8.4. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 387 -

8.5. 8.6. 8.7.

Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. 9.2. 9.3. 9.4. 9.5. 9.6. 9.7. 9.8. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; Pengembalian SP2D yang salah; Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; Terpeliharanya peralatan kantor; Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya.

10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/c – III/a : SLTA/DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 388 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk.I (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Membantu melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 389 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Membantu melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Membantu melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 390 -

4.5.7. 4.5.8.

perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Membantu melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 391 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Membantu melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Membantu melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Membantu melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 392 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Membantu meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Membantu melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 393 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Membantu melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 394 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Membantu Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Membantu melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Membantu menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 395 -

5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; Surat permintaan tambahan uang; Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 396 -

8.3. 8.4. 8.5. 8.6. 8.7.

Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah; Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 9.2. Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; 9.3. Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; 9.4. Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; 9.5. Pengembalian SP2D yang salah; 9.6. Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; 9.7. Terpeliharanya peralatan kantor; 9.8. Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. 14.2. 14.3. 14.4. Pangkat/Golongan Pendidikan formal Diklat/Kursus Syarat lainnya : II/b – II/d : SLTA/DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 397 -

1. NAMA JABATAN: Penyaji Bahan Telaahan Tk.II (pada Seksi Bank/Giro Pos) 2. IKHTISAR JABATAN : Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum. 3. TUJUAN JABATAN: Terlaksananya penatausahaan pembayaran berdasarkan surat perintah pencairan dana, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara, pengiriman dan penerimaan kiriman uang, penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, dan pembukuan bendahara umum secara cepat, tepat dan akuntabel. 4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan negara. 4.1.1. Meneliti dan mengoreksi penerimaan negara hasil pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk; 4.1.2. Menyampaikan pelimpahan dari Bank Persepsi, Giro Pos, dan Bank Operasional maupun KPPN bukan Induk yang telah dicocokkan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.3. Meneliti dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan; 4.1.4. Menyampaikan dokumen penerimaan negara (SSP, SSPCP, dan SSBP) yang telah diteliti dan dicocokkan dengan potongan masing-masing SP2D bersangkutan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.5. Mencetak Daftar Potongan SP2D dan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP) melalui potongan SP2D; 4.1.6. Meneliti Daftar Potongan SP2D dan DNP tersebut serta mencocokkan jumlah potongan penerimaan negara sesuai dengan jenis potongan dan jumlah transaksinya; 4.1.7. Menyampaikan Daftar Potongan SP2D dan DNP yang sudah digabungkan dengan laporan pertanggungjawaban Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.8. Meneliti Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI; 4.1.9. Menyampaikan Nota Debet maupun Nota Kredit dari Bank Operasional dan BI maupun Nota Debet dari Bank Persepsi sebagai bukti pelimpahan penerimaan Bank Persepsi kepada rekening KPPN di BI kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.1.10. Menyampaikan data Nota Debet dan Nota Kredit yang telah dibukukan tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.2. Membantu melakukan penatausahaan pengeluaran negara. 4.2.1. Meneliti lembar I SP2D,Daftar Penguji, DPP-SP2D, Routing Slip, dan disket aplikasi SP2D; 4.2.2. Meneliti dan mengoreksi SP2D berdasarkan Bank Operasionalnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos 4.2.3. Meneliti dan memeriksa SP2D bersangkutan dan menggabungkannya dengan Daftar Penguji dan surat pengantarnya dan menyerahkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 398 -

4.2.4. Menyampaikan DPP-SP2D dan routing slipnya apabila lembar I SP2D telah diteliti dan telah ditandatangani ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada BO bersangkutan; 4.3. Membantu melakukan pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO). 4.3.1. Membukukan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO); 4.3.2. Menyampaikan hasil pembukuan pelimpahan penerimaan PBB dan BPHTB dari Bank Persepsi/ Bank Operasional (BO) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.3. Meneliti dan mencocokkan jumlah setoran PBB dan BPHTB yang diterima dari Bank Persepsi atau Bank Operasional III dan meneliti serta memeriksa hasil pembagian yang dilakukan oleh BO III; 4.3.4. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.5. Meneliti dan mencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia; 4.3.6. Menyampaikan hasil pencocokkan antara Nota Debet dari BO III dengan Nota Kredit dari Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.7. Meneliti dan memeriksa terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu; 4.3.8. Menyampaikan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap BO III apakah telah melakukan pembagian penerimaan PBB setiap hari Jumat dan BPHTB pada setiap hari Rabu kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.9. Membantu melakukan koordinasi dengan Seksi Persepsi mengenai besarnya jumlah pelimpahan dari Bank Persepsi kepada Bank Indonesia; 4.3.10. Menyampaikan hasilnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.3.11. Menerima, memeriksa dan mencocokkan Nota Kredit dari Bank Indonesia dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya; 4.3.12. Menyampaikan Nota Kredit dari Bank Indonesia yang telah dicocokkan dengan Nota Debet dari Bank Persepsi maupun BO lainnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.4. Membantu melakukan dropping dana ke Bank Operasional I bagi KPPN Induk. 4.5.1. 4.5.2. Menghitung kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji; Menyampaikan kebutuhan pencairan SP2D setiap hari dengan memperhitungkan saldo BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya; Menyampaikan perincian pengeluaran gaji berdasarkan realisasi pengeluaran BO II bulan yang lalu ditambah 5 % yang dilakukan setiap bulan paling cepat 6 hari kerja sebelum tanggal 1 bulan berikutnya kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyiapkan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN; Menyampaikan konsep bilyet giro Bank Indonesia untuk mengisi rekening KPPN pada BO I untuk non gaji dan BO II untuk gaji sesuai

4.5.3.

4.5.4.

4.5.5.

4.5.6.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 399 -

4.5.7. 4.5.8.

perkiraan kebutuhan pembayaran gaji bersama Kepala KPPN kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji; Melaporkan hasil penyampaian bilyet giro Bank Indonesia ke Bank Indonesia untuk dropping dana ke BO I non gaji dan BO II gaji kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.5. Membantu melakukan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran uang melalui rekening KPPN pada BI. 4.6.1. Menerima, meneliti dan mengoreksi dokumen penerimaan dan pengeluaran uang (berupa Nota Debet dan Nota Kredit) melalui rekening KPPN pada BI; Menerima, meneliti dan mengoreksi faktur kiriman uang dari KPPN bukan Induk berikut Daftar Pengujinya mengirimkan kembali kepada KPPN bersangkutan melalui Subbagian Umum setelah ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Memasukkan data Nota Kredit atau faktur kiriman uang ke dalam komputer sebagai penerimaan KPPN Induk; Meneliti dan membukukan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada Bank Indonesia ke dalam Buku Bank berdasarkan nota debet Bank Indonesia atas pengiriman uang ke KPPN bukan Induk atau pengisian rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Melaksanakan penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia dan harus dinihilkan setiap hari; Menyampaikan hasil penutupan Buku Bank (DA 05.03) Bank Indonesia kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.6.2.

4.6.3. 4.6.4.

4.6.5.

4.6.6. 4.6.7.

4.6. Membantu melakukan penatausaan pengiriman tambahan uang dari KPPN Induk kepada KPPN bukan Induk. 4.7.1. Menerima, meneliti dan mencatat surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk; 4.7.2. Menerima, meneliti dan mencatat surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk ; 4.7.3. Menyampaikan surat permintaan dari KPPN bukan Induk untuk menambahkan saldo pagu KPPN bukan Induk dan surat rekomendasi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menambah saldo pagu KPPN bukan Induk tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.7.4. Membuat konsep faktur kiriman uang, bilyet giro Bank Indonesia, dan surat pengantar; 4.7.5. Mengajukan konsep faktur kiriman uang dan surat pengantar tersebut untuk ditandatangani oleh Kepala KPPN dan khusus bilyet giro Bank Indonesia ditandatangani oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos bersama Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 4.7.6. Menyampaikan faktur kiriman uang, surat pengantar dan bilyet giro tersebut kepada Subbagian Umum untuk diteruskan kepada KPPN bersangkutan dan bilyet giro kepada BI; 4.7.7. Mencatat faktur kiriman uang tersebut berikut nota debet dan BI yang telah ditandatangani;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 400 -

4.7.8.

4.7.9. 4.7.10.

Membukukan ke dalam komputer bendum, diberi stempel telah dibukukan di faktur tersebut serta diparaf oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos; Membukukan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI; Menyampaikan hasil pembukuan pengeluaran dana pada BI kedalam Buku Bank berdasarkan nota debet BI tersebut kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos.

4.7. Membantu melakukan penatusahaan konsep daftar perbedaan saldo untuk semua Bank Operasional (BO I/II dan III). 4.8.1. Menerima dan meneliti rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO; 4.8.2. Menyampaikan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.3. Mencocokkan rekening koran dan saldo bilyet dari semua BO dengan buku bank KPPN; 4.8.4. Meneliti dan mencari penyebab terjadinya perbedaan saldo apabila terjadi perbedaan; 4.8.5. Membuat konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO; 4.8.6. Menyampaikan konsep daftar perbedaan saldo disertai dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan masing-masing BO untuk ditandatangani kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.8.7. Menggabungkan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU); 4.8.8. Menyampaikan hasil penggabungan daftar perbedaan saldo tersebut dengan Rangkuman Pertanggungjawaban Bank Tunggal (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.8. Membantu melakukan penatausahaan konsep teguran kepada BO I/II dan III. 4.9.1. Meneliti dan mempelajari data ketertiban BO I/II dan III; 4.9.2. Membuat konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati; 4.9.3. Menyampaikan konsep surat teguran kepada BO I/II dan III yang melanggar ketentuan yang telah disepakati kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.9.4. Membuat konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.9.5. Menyampaikan konsep surat permohonan penggantian BO I/II dan III dengan jenis bank pemerintah lainnya yang ditujukan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dit. PKN); kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.9. Membantu melaksanakan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Membuat konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.2. Menyampaikan konsep surat perkiraan kebutuhan dana untuk hari berikutnya kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 401 -

4.10.3.

Membuat konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat permintaan tambahan dana untuk hari itu apabila terjadi kekurangan dana ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.6. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I 3 (tiga) hari sebelum hari pembayaran gaji, untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.7. Membuat konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan; 4.10.8. Menyampaikan konsep surat permintaan transfer dana ke BO I untuk mengisi dana ke rekening BO II guna pembayaran gaji bulanan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.9. Membukukan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO I 4.10.10. Menyampaikan hasil pembukuan pada masing-masing buku bank: a. Advis kredit penerimaan dana pada rekening BO I dari RPK-BUN-P; b. Advis debet pengisian dana rekening BO II dari rekening BO I; c. Advis kredit pengisian dana pada rekening BO II dari rekening BO kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.10. Membantu meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA). 4.10.1. Meneliti data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA); 4.10.2. Menyampaikan data ketertiban pelaksanaan rekening pengeluaran bersaldo nihil pada bank mitra kerja KPPN dalam rangka penerapan Treasury Single Account (TSA) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.3. Membuat konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II; 4.10.4. Menyampaikan konsep surat peringatan atas keterlambatan penihilan kepada BO I dan BO II kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.10.5. Menghitung pengenaan denda keterlambatan penihilan dan membuat konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia (KBI mitra kerja KPPN Induk untuk KPPN Non-KBI); 4.10.6. Menyampaikan denda dan konsep surat pemberitahuan pengenaan denda kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.11. Membantu melakukan penatausahaan dokumen untuk dikirim ke Seksi Verifikasi dan Akuntansi setiap hari kerja. 4.12.1. Meneliti dan mengoreksi rangkuman SPJ Bendum (RPBU); 4.12.2. Menyampaikan rangkuman SPJ Bendum (RPBU) kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.12.3. Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak; 4.12.4. Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian pajak kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 402 -

4.12.5. 4.12.6. 4.12.7. 4.12.8. 4.12.9. 4.12.10. 4.12.11. 4.12.12. 4.12.13. 4.12.14.

Membuat konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan dan pengembalian bea dan cukai kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian penerimaan PNBP; Menyampaikan konsep laporan harian penerimaan PNBP kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian buku potongan umum; Menyampaikan konsep laporan harian buku potongan umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian daftar perincian saldo; Menyampaikan konsep laporan harian daftar perincian saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Membuat konsep laporan harian kas posisi harian; Menyampaikan konsep laporan harian kas posisi harian kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos;

4.13. Membantu melakukan penyusunan laporan kas posisi harian, mingguan, maupun bulanan. 4.13.1. Membuat konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran; 4.13.2. Menyampaikan konsep LHP harian, mingguan maupun bulanan yang lengkap dengan rincian per mata anggaran kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.13.3. Mencetak konsep laporan kas posisi; 4.13.4. Menyampaikan konsep laporan kas posisi kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos diteruskan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Direktorat PKN) dengan internet atau faksimile dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 4.14. Membantu melakukan penyusunan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum. 4.14.1. Membantu menyusun konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum; 4.14.2. Menyampaikan konsep laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran bendahara umum kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.14.3. Mencetak konsep BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, Buku Bank, dan Rangkuman Pertanggungjawaban Bendahara Umum (RPBU) harian, mingguan dan bulanan; 4.14.4. Menyerahkan hasil cetakan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, dan Buku Bank dan menyerahkan RPBU serta Daftar Potongannya kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk ditandatangani; 4.14.5. Menggabungkan semua laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Bank/Giro Pos dengan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara melalui Seksi Persepsi dan diserahkan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, maupun kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (Dit. PKN); 4.15. Membantu melakukan penyusunan laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. 4.15.1. Menyiapkan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 403 -

4.15.2. 4.15.3.

Menyampaikan konsep laporan berkala Seksi Bank/Giro Pos kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; Menyampaikan laporan berkala ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada yang berkepentingan.

4.16. Membantu Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendum. 4.16.1. Melaksanakan pengoperasian komputer program aplikasi Bendahara Umum; 4.16.2. Mencetak laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo; 4.16.3. Menyampaikan konsep laporan BKPP, BKPK, RBKPP, RBKPK, BBP, BGP, BBPU, BGPU, dan Daftar Perbedaaan Saldo kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos; 4.16.4. Melaporkan kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal terjadi kerusakan atau permasalahan pengoperasian komputer; 4.16.5. Melakukan pengamanan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi tugasnya; 4.16.6. Membuat konsep surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi yang tidak dapat ditanggulangi dan ditandatangani oleh Kepala KPPN; 4.16.7. Menyampaikan surat laporan kerusakan dan permasalahan aplikasi kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Kepala Seksi Bank/ Giro Pos. 4.17. Membantu melakukan penyusunan tanggapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari aparat pengawasan fungsional. 4.18.1. Meneliti dan mempelajari LHP; 4.18.2. Menghimpun bahan tindak lanjut tanggapan LHP disertai dokumen pendukungnya; 4.18.3. Menyiapkan konsep tanggapan LHP dan menyampaikannya kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos ; 4.18.4. Menyampaikan konsep tanggapan LHP kepada Kepala Seksi Bank/Giro Pos; 4.18. Membantu menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos. 4.19.1. Menyiapkan bahan dan data penyusunan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Pos; 4.19.2. Menghimpun dan menyampaikan bahan dan data kegiatan tahun lalu dan tahun berjalan kepada Kepala Seksi Bank/ Pos; 4.19.3. Membantu membuat konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. 4.19.4. Menyampaikan konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kepada Kepala Seksi Bank/ Pos.

5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 5.1. SP2D; 5.2. Daftar Penguji SP2D; 5.3. SPM Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 5.4. Bilyet giro;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 404 -

5.5. 5.6. 5.7. 5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12.

SSP, SSPCP maupun SSBP yang dibayar melalui potongan SPM; Surat permintaan tambahan uang; Surat rekomendasi pengiriman uang kepada KPPN non induk dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan; Nota Debet, Nota Kredit, Rekening Koran, dan Saldo Bilyet (Bank Statement); Nota Kredit jasa giro BO; LHP KPPN; Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara untuk Seksi Bank/ Giro Pos tahun yang lalu dan tahun berjalan; Database.

6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN : 6.1. 6.2. 6.3. 6.4. 6.5. 6.6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-undang APBN; Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN; Keppres tentang Pelaksanaan APBN; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; 6.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 6.8. Uraian Jabatan; 6.9. Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan; 6.10. Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perbendaharaan dan bendahara umum; 6.11. Program Aplikasi Bendum; 7. HASIL KERJA : 7.1. SP2D yang telah diteliti beserta penguji/pengantarnya; 7.2. Blanko Bilyet Giro Bank yang telah diisi ; 7.3. Konsep Faktur kiriman uang beserta surat pengantarnya; 7.4. Konsep Daftar Nominatif Penerimaan (PPh, PPN, PNBP melalui potongan SPM); 7.5. Konsep BKPP-RBKPP, BKPK-RBKPK, BKU, Buku Bank Umum, Daftar Potongan, dan RPBU; 7.6. Konsep Daftar perbedaan saldo antara Rekening Koran masing-masing BO dengan buku bank bersangkutan; 7.7. Konsep Surat Kuasa Umum PBB/BPHTB; 7.8. Konsep Surat teguran kepada Bank Operasional; 7.9. Konsep Laporan penilaian terhadap kinerja Bank Operasional; 7.10. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Pajak; 7.11. Konsep Laporan Harian Penerimaan dan Pengembalian Bea Cukai; 7.12. Konsep Laporan Harian Penerimaan PBB dan BPHTB 7.13. Konsep Laporan Kas Posisi; 7.14. Konsep tanggapan LHP; 7.15. Database (back up data); 7.16. Konsep Laporan berkala Seksi Bank/ Giro Pos. 7.17. Konsep bahan masukan Renstra, Renja, RKT, PK, dan LAKIP Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; 8. WEWENANG : 8.1. 8.2. Meneliti SP2D dan wesel pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; Membuat konsep faktur kiriman uang dan daftar pengujinya;

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 405 -

8.3. 8.4. 8.5. 8.6. 8.7.

Mengisi blanko cek giro bilyet; Mengembalikan SP2D yang salah; Menyampaikan SP2D yang telah dibayar kepada petugas yang ditunjuk untuk dikirim; Menggunakan peralatan kantor; Memproses penyelesaian SP2D Harian, SP2D Gaji Bulanan, SP2DKP, SP2D PBB, dan SP2DBC.

9. TANGGUNG JAWAB : 9.1. Kebenaran SP2D dan wesel pemerintah yang telah diteliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 9.2. Kebenaran daftar pengiriman carik cek/giro Bank; 9.3. Kebenaran faktur kiriman uang dan daftar pengujinya; 9.4. Kebenaran pengisian blanko cek giro bilyet; 9.5. Pengembalian SP2D yang salah; 9.6. Penyampaian SP2D yang telah dibayar kepada petugas untuk dikirim; 9.7. Terpeliharanya peralatan kantor; 9.8. Kebenaran pengisian blanko WP dan segi Pengujinya. 10. DIMENSI JABATAN : 10.1. Jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang dibukukan (terlampir); 10.2. Jumlah handling STS dan SP2D yang ditatausahakan (terlampir). 10.3. Meliputi seluruh Bank/Kantor Pos yang menjadi mitra kerja /Bank Operasional (BO) dalam hal pelaksanaan pengeluaran negara. 11. HUBUNGAN KERJA : 11.1. Kepala Seksi Bank/Giro Pos dalam hal menerima petunjuk dan pengarahan pelaksanaan tugas; 11.2. Para pegawai pada Seksi Bank/ Giro Pos dalam hal koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas. 12. MASALAH DAN TANTANGAN JABATAN: Masih kurangnya kepatuhan pihak bank/kantor pos untuk melaksanakan transfer/ pemindahbukuan SP2D tepat waktu sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi, koordinasi yang lebih intensif dan adanya sanksi yang tegas. 13. RISIKO BAHAYA: Risiko bahaya tergantung pada stabilitas keamanan dan sosial pada masing-masing lokasi tempat kedudukan KPPN. 14. SYARAT JABATAN : 14.1. Pangkat/Golongan 14.2. Pendidikan formal 14.3. Diklat/Kursus 14.4. Syarat lainnya : II/a – II/c : SLTA/DI :: - Mampu mengoperasikan komputer aplikasi bendum - Standar Kompetensi : a Orientasi Pelayanan Pelanggan (CSO) b Kerjasama (TW)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 406 -

1. 2.

NAMA JABATAN : Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi IKHTISAR JABATAN : Melakukan verifikasi dan akuntansi transaksi keuangan, serta penyusunan laporan arus kas.

3.

TUJUAN JABATAN : Terlaksananya verifikasi dan akuntansi transaksi keuangan, serta penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat tingkat Kuasa BUN (KPPN) yang akurat, akuntabel, dan tepat waktu.

4.

URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1 Menatausahakan dokumen sumber. 4.1.1. Memeriksa dokumen sumber antara lain berupa DIPA, DNP, SSBP, Nota Debet/Nota Kredit, Berita Kurang/Tambah Kantor Pos, rekening koran dan surat pernyataan saldo (saldo bilyet); 4.1.2. Menugaskan pelaksana untuk menerima dan menatausahakan dokumen sumber: 4.1.2.1. Foto kopi DIPA dan dokumen lain yang dipersamakan termasuk revisinya dari Subbagian Umum; 4.1.2.2. Rangkuman pertanggungjawaban yang dilampiri dengan Daftar Nominatif Penerimaan (DNP), SSBP, Nota Debet/Nota Kredit Bank Operasional dan Nota Debet/Nota Kredit Bank Indonesia, Nota Debet/Nota Kredit Bank Persepsi, Berita Kurang/Tambah Kantor Pos dari Seksi Bank/Giro Pos; 4.1.2.3. SP2D lembar ke-3 beserta SPM lembar ke-1 dan dokumen pendukungnya dari Subbagian Umum; 4.1.2.4. Rekening koran dan surat pernyataan saldo (saldo bilyet) serta daftar perbedaan saldo dari Seksi Bank/Giro Pos; 4.1.3. Menugaskan pelaksana untuk melakukan verifikasi/perekaman dan penatausahaan dokumen sumber. 4.2 Melakukan perekaman saldo Uang Persediaan (UP) sisa tahun anggaran yang lalu. 4.2.1. Memeriksa data saldo Uang Persediaan (UP) sisa tahun anggaran yang lalu; 4.2.2. Menugaskan pelaksana untuk melakukan perekaman data sisa Uang Persediaan (UP) yang belum dipertanggungjawabkan pada tanggal 31 Desember tahun lalu; 4.2.3. Menugaskan pelaksana untuk mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan mencocokkan dengan dokumen sumbernya; 4.2.4. Mengawasi kebenaran perekaman saldo Uang Persediaan (UP) sisa tahun anggaran yang lalu. 4.3 Melakukan proses pengolahan data ke dalam aplikasi komputer Seksi Verifikasi dan Akuntansi. 4.3.1 4.3.2 Memeriksa dokumen transaksi penerimaan dan pengeluaran; Menugaskan pelaksana untuk menyusun master penerimaan dan pengeluaran menggunakan sistem yang tersedia dalam aplikasi Seksi Verifikasi dan Akuntansi (selanjutnya disebut Buku Besar);

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 407 -

4.3.3 4.3.4 4.3.5 4.3.6 4.3.7 4.3.8

4.3.9

Menugaskan pelaksana untuk membuat Daftar Transaksi Harian Penerimaan dan Pengeluaran; Menugaskan pelaksana untuk melakukan proses posting harian seluruh transaksi keuangan; Memastikan seluruh transaksi keuangan terposting dan Menugaskan pelaksana untuk mencetak daftar posting; Melakukan identifikasi terhadap kesalahan data tr