Anda di halaman 1dari 2

2012/08/03 14:58 WIB - Kategori : Siaran Pers

KELOLA KAWASAN KONSERVASI LAUT, PUSAT KEUNGGULAN DIDIRIKAN


No. B.102/PDSI/HM.310/VIII/2012
Siaran Pers

KELOLA KAWASAN KONSERVASI LAUT, PUSAT KEUNGGULAN DIDIRIKAN

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendirikan Pusat Keunggulan (Center of
Excellence) di bidang konservasi sumberdaya laut tropis sebagai langkah nyata atas upaya pemerintah dalam melaksanakan
Rencana Aksi Regional dan Nasional yang merupakan komitmen dari Inisiatif Segitiga Karang (Coral Triangle Initiative). Hal tersebut
ditandai dengan ditandatanginya Kesepakatan Bersama antara Sekretaris Jenderal KKP, Gellwynn Jusuf dengan Direktur Eksekutif
Coral Triangle Center (CTC), Safira Warili Hawari Djohani yang dilaksanakan siang ini, Jum'at (3/8) di Kantor KKP.
Lebih lanjut Gellwynn menjelaskan bahwa, pendirian Pusat Keunggulan (Center of Excellence) tersebut, dapat mempermudah dalam
mengakses karya unggulan keilmuan agar dapat dimanfaatkan oleh tenaga pengelola KKP, para pemangku kepentingan, pengambil
kebijakan dan keputusan. Pemerintah sejatinya terus berupaya untuk mengembangkan jejaring pembelajaran bagi pengelola dan
praktisi kelautan. Untuk itulah, KKP mengambil langkah inisiatif dengan menggandeng sektor swasta dalam mendukung upaya
pelestarian sumberdaya laut serta pengembangan pusat keunggulan tingkat regional
Disamping itu lanjutnya, kerjasama dengan CTC menandai dimulainya babak baru untuk memanfaatkan karya unggulan keilmuan
guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Seperti
diketahui sebelumnya, bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pencapaian kawasan konservasi perairan sebesar 20
juta hektar pada 2020. Sampai dengan pertengahan 2012, Indonesia telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,5
juta ha atau sebesar 77,5 persen. "pencapaian wilayah seluas 20 juta ha tersebut setidaknya membutuhkan sekitar 7.500 orang
tenaga pengelola dan para pemangku kepentingan terkait", ujarnya.
Atas dasar itulah, dibutuhkan sebuah upaya-upaya pelatihan yang terpadu, perancangan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi
dan dukungan para ahli dalam menggapai pencapaian target wilayah. Ia memaparkan bahwa, Indonesia merupakan negara
kepulauan terbesar di dunia didaulat menjadi pusat Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle). Sudah sepatutnya, Indonesia memiliki
kepentingan yang tinggi untuk memastikan kelestarian sumber daya laut yang berkontribusi sebagai sumber penghidupan bagi lebih
dari 100 juta jiwa penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Pengelolaan kawasan yang efektif dan berdaya guna secara lestari dapat
terwujud dengan tersedianya para pengelola wilayah yang handal serta memiliki kompetensi di bidangnya, sambungnya.
Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) merupakan wilayah perairan tropis yang mencakup seluas 5,7 kilometer persegi yang
terbentang luas dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon hingga Timor Leste. Kawasan ini merupakan
rumah bagi separuh dari seluruh spesies karang, ada sekitar 76 persen dari total jenis karang yang diketahui dan 37 persen dari jenis
karang pembentuk terumbu yang dikenali.
Kawasan Segitiga Karang merupakan pusat keragaman hayati laut dunia. Selain itu, lokasinya yang berada di wilayah dengan
pertumbuhan penduduk, pengembangan ekonomi dan perdagangan internasional yang cepat, sumberdaya di kawasan Segitiga
Karang mengalami ancaman yang serius dari berbagai kegiatan manusia. Hal ini merupakan prioritas tertinggi yang harus ditangani
oleh pemerintah dari keenam negara yang terlibat dalam Inisiatif Segitiga Karang, organisasi-organisasi lingkungan dan organisasi
penyumbang dana, jelasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Coral Triangle Center, Safira Warili Hawari Djohani, menambahkan, CTC tengah mengembangkan
dirinya menjadi sebuah Pusat Pelatihan Regional yang unik dan menjadi Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di bidang
konservasi sumberdaya laut tropis sebagai bentuk dukungan bagi Pemerintah Indonesia. Di samping itu lanjut Rili, pendirian pusat
pelatihan tersebut dapat menjadi contoh pembelajaran baik tingkat nasional maupun regional dalam menunjang pengembangan
pengelolaan kawasan konservasi perairan.
Center of Excellence yang sedang kami bangun akan menghubungkan lokasi pembelajaran di lapangan dan jejaring pembelajaran,
serta bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat di tingkat nasional dan internasional serta pihak universitas. Imbuhnya.
Hal tersebut, tak terlepas dari upaya peningkatan kapasitas sejak dini bagi para pengelola kawasan konservasi perairan, praktisi,
maupun masyarakat pendukung di untuk memastikan keterlibatan penuh dan pencapaian cita-cita pengelolaan wilayah yang
bermanfaat jangka panjang.
Sebagai informasi, saat ini CTC tengah menjalankan pengembangan berbagai program pelatihan dari 12 modul pelatihan di tingkat
nasional maupun regional. Program pelatihan tersebut terkait penetapan dan pengembangan kawasan konservasi perairan (KKP).
Adapun upaya dalam mendukung hal tersebut pemerintah bersama CTC berencana akan mendirikan sekolah pengelolaan
konservasi sumber daya laut yang ditujukan untuk membangun serta mengembangkan lokasi-lokasi pembelajaran di Nusa Penida,
Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali dan Banda Neira, Kabupaten Banda, Provinsi Maluku Tenggara.
Selain itu saat ini, CTC tengah giat dalam menjalankan pengembangan berbagai program pelatihan dari 12 modul pelatihan di tingkat
nasional dan regional terkait penetapan dan pengembangan kawasan konservasi perairan (KKP). Sedangkan CTC mempunyai misi
untuk mengembangkan kapasitas lokal di tingkat pengelolan konservasi regional di kawasan Segitiga Karang melalui pelatihan,
pengembangan jejaring pembelajaran, membangun kemitraan antara publik dan swasta. Sejak berdirinya CTC 12 tahun silam,
setidaknya lebih dari 100 sesi pelatihan telah dilakukan bersama mitra dari 2.000 praktisi regional.
Jakarta, 3 Agustus 2012
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi
Indra Sakti, SE, MM

Narasumber :
DR. Gellwynn Jusuf
Sekretaris Jenderal KKP (HP.0816768499)
Indra Sakti, SE, MM
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (HP.0818159705)