Anda di halaman 1dari 14

A.

Visi dan Misi Pengelolaan


Visi dan Misi pengelolaan TNP Laut Sawu mengacu pada misi dan visi Direktorat Jenderal Kelautan
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu:
1. Visi :
Terwujudnya Pengelolaan Taman Nasional Perairan Laut Sawu yang berkelanjutan guna
menjamin keberlangsungan keanekaragaman hayati laut, nilai budaya dan kesejahteraan
masyarakat
2. Misi :
a. Mengembangkan upaya pemanfaatan sumberdaya laut di TNP Laut Sawu secara optimal dan
berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan daerah.
b. Menerapkan sistem pengelolaan kawasan TNP Laut Sawu yang adaptif untuk menjamin
kelestarian sumberdaya laut dan ekosistemnya serta pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat,;
c. Mengintegrasikan fungsi kawasan dengan pembangunan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
di dalam dan sekitar TNP Laut Sawu ;
d. Mengembangkan kelembagaan dan sistem pengelolaan TNP Laut Sawu yang berbasis ekosistem,
kehati-hatian, keterpaduan, adaptif dan partisipatif.
B. Tujuan Pengelolaan
Pengelolaan TNP Laut Sawu diarahkan melalui pendekatan kehati-hatian, keterpaduan, berbasis
ekosistem, adaptif dan partisipatif. Pemaduserasian kebijakan dan program antara pemangku
kepentingan dalam berbagai tingkatan sangat penting agar proses pembangunan di kawasan TNP
Laut Sawu dapat dilaksanakan secara selaras dan berkelanjutan. Tujuan pengelolaan Taman
Nasional Perairan Laut Sawu dijabarkan berdasarkan misi, yaitu:
Misi 1. : Mengembangkan upaya pemanfaatan sumberdaya laut di TNP Laut Sawu secara optimal dan
berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan daerah, mencakup tujuan:
a. Peningkatan kegiatan identifikasi, inventarisasi, monitoring dan evaluasi, serta pengawasan
pemanfaatan sumberdaya laut dan ekosistemnya;
b. Pengembangan mekanisme pemanfaatan sumberdaya laut dan ekosistemnya secara optimal dan
berkelanjutan;
c. Pengembangan adopsi kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya laut yang selaras dengan
keberlanjutan sumberdaya laut dan ekosistemnya;
d. Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan ekowisata;
e. Pengelolaan dan pengembangan industri kelautan di TNP Laut Sawu dengan tetap memperhatikan
keberlanjutan sumberdaya laut.
f. Pengembangan upaya pengelolaan perikanan secara berkelanjutan
g. Pengembangan strategi pengelolaan sumberdaya laut di kawasan TNP Laut Sawu ditinjau dari
aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat
Misi 2.: Menerapkan sistem pengelolaan kawasan TNP Laut Sawu yang adaptif untuk menjamin kelestarian sumberdaya
laut dan ekosistemnya serta pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat, mencakup tujuan:
a. Pembangunan, pengelolaan, pemeliharaan dan mengembangkan Bank Data TNP Laut Sawu yang dihimpun dari
berbagai kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi kelautan dan menyebarluaskannya
dalam system informasi data potensi sumberdaya alam TNP Laut Sawu serta memanfaatkannya untuk menunjang
pengelolaan TNP L Sawu.
b. Pembangunan dan penerapan sistem pemantauan status sumberdaya laut dan ekosistemnya;
c. Penyelenggaraan Sistem Pemantauan dan Penanggulangan Bencana di TNP Laut Sawu serta rehabilitasinya sebagai
sub sistem dari sistem pencegahan dan penanggulangan bencana alam nasional dan daerah
d. Pengembangan skema Penelitian, Pengembangan, Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan yang
mendukung pengembangan TNP Laut Sawu sebagai center of excellence keanekaragaman hayati laut (marine
biodiversity);
e. Pengembangan skema pengelolaan ekosistem laut dalam guna pelestarian dan pemanfaatannya secara optimal.
f. Pembangunan, pengembangan dan penerapan skema pengelolaan terpadu dan adaptif dalam kerangka antisipasi
perubahan iklim
g. Pengembangan dan penerapan skema pengelolaan habitat dan populasi jenis-jenis biota laut utamanya jenis-jenis
langka dan/atau bernilai ekonomi tinggi
h. Pengembangan dan penerapan skema pengelolaan populasi dan habitat setasea dalam kerangka memfungsikan secara
optimal TNP Laut Sawu sebagai koridor utama.
i. Pengembangan dan penerapan sistem pengawasan dan pengamanan kawasan yang effektif dalam kerangka
menunjang pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional;
j. Perumusan dan penerapan regulasi, perangkat dan penegakan hukum yang kuat, komprehensif dan effektif serta
memperhatikan kearifan local dalam kerangka menunjang pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional.
k. Pengembangan sumberdaya manusia yang kompeten dan berdedikasi dalam kerangka menunjang pengelolaan TNP L
Sawu yang fungsional

Misi 3.: Mengintegrasikan fungsi kawasan dengan pembangunan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur di
dalam dan sekitar TNP Laut Sawu, mencakup tujuan:
a. Penguatan status titik referensi sebagai titik ikat batas kawasan TNP Laut Sawu;
b. Penguatan sistem penataan ruang nasional, provinsi dan kabupaten/kota;
c. Pewujudan pengelolaan alur pelayaran, jaringan pipa dan kabel bawah laut
d. Pewujudan pengelolaan sumber pencemaran dari daratan
Misi 4.: Mengembangkan kelembagaan dan sistem pengelolaan TNP Laut Sawu yang berbasis ekosistem,
kehati-hatian, keterpaduan, adaptif dan partisipatif, mencakup tujuan:
a. Pengembangan institusi pengelola TNP Laut Sawu;
b. Pengembangan profesionalisme sumberdaya manusia (SDM) yang mampu mendukung pengelolaan TNP
Laut Sawu;
c. Peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan TNP Laut Sawu
d. Pengembangan sistem pendanaan yang berkelanjutan
e. Pengembangan sistem perencanaan, monitoring dan evaluasi pengelolaan TNP Laut Sawu;
f. Pengembangan mekanisme kerjasama pengelolaan dengan para pihak;
g. Pengembangan sistem pengelolaan kolaboratif TNP Laut Sawu;
h. Pemberdayaan masyarakat pesisir untuk pengembangan dalam rencana pengelolaan jangka panjang TNP
Laut Sawu
C. Sasaran Pengelolaan
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka kebijakan pembangunan TNP Laut Sawu ditekankan pada
pengendalian perikanan tangkap, pengembangan budidaya perikanan laut dan peningkatan nilai tambah melalui
perbaikan mutu dan pengembangan produk, pemberdayaan kelembagaan dan masyarakat, mewujudkan
pengembangan ekowisata; meningkatkan pengawasan dan pengendalian sumber laut; merehabilitasi ekosistem
habitat pesisir dan laut; serta kelembagaan kolaboratif. Sebagai kawasan yang berbasis konservasi, TNP Laut
Sawu diarahkan untuk;
1) menjamin terpeliharanya proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan bagi
kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan manusia (perlindungan system penyangga kehidupan;
2) menjamin terpeliharanya keanekaragaman jenis genetik dan tipe ekosistemnya sehingga mampu
menunjang pembangunan Iptek yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan manusia yang menggunakan
sumberdaya laut untuk kesejahteraan (pelestarian sumber plasma nuftah);
3) mengendalikan cara-cara pemanfaatan sumberdaya laut sehingga terjamin kelestariannya (pemanfaatan
secara lestari) akibat sampingan penerapan Iptek yang kurang bijaksana, kurang harmonisnya penggunaan Tata
Ruang daratan pesisir dan wilayah laut yang dapat mengakibatkan timbulnya gejala erasi genetik, polusi,
penurunan potensi dan kualitas sumberdaya laut dan
4) membangun kemampuan kawasan untuk dapat mandiri dan professional dalam pengelolaan secara
kelembagaan, personil dan pendanaan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan asas keterpaduan, kehati-
hatian dan keadilan.


Sasaran pengelolaan TNP Laut Sawu diuraikan sebagai berikut:
Misi 1.: Mengembangkan upaya pemanfaatan sumberdaya laut di TNP Laut Sawu secara optimal dan
berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan daerah, dengan sasaran:
a) Peningkatan kegiatan identifikasi, inventarisasi, monitoring dan evaluasi, serta pengawasan
pemanfaatan sumberdaya laut dan ekosistemnya;
Terinventarisasinya sumberdaya pesisir dan laut, tersedianya data potensi sumberdaya pesisir dan laut
untuk pemanfaatan berkelanjutan;
Terpantaunya lokasi-lokasi kritis ekosistem di TNP Laut Sawu dari kegitan merusak dan penangkapan
berlebih.
b. Pengembangan mekanisme pemanfaatan sumberdaya laut dan ekosistemnya secara optimal dan
berkelanjutan:
Adanya petunjuk teknis pemanfaatan sumberdaya laut secara berkelanjutan;
Adanya model pemanfaatan sumberdaya laut
c. Pengembangan adopsi kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya laut yang selaras dengan
keberlanjutan sumberdaya laut dan ekosistemnya:
Tersedianya informasi dan data praktek-praktek kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya laut
secara berkelanjutan;
Terlaksananya praktek-praktek kearifan lokal yang diadopsi dan/atau menggiatkan kembali kearifan
lokal yang telah ada dalam pemanfaatan sumberdaya laut secara berkelanjutan
Adanya panduan/petunjuk teknis monitoring dan evaluasi praktek-praktek kearifan lokal dalam
pemanfaatan sumberdaya laut secara berkelanjutan; Mengatur pengelolaan dan pengembangan industri kelautan
di TNP Laut Sawu dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumberdaya laut;
1) Adanya keterpaduan sektor-sektor terkait yang mencakup sarana dan prasarana, Ilmu dan teknologi,
sumber daya manusia serta pendanaan Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan ekowisata:
1) Tersedianya informasi jenis, potensi dan daya dukung pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata alam dan
budaya;
2) Adanya petunjuk teknis dan prosedur pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata alam dan budaya yang
disyahkan oleh yang berwenang;
3) Terselenggaranya promosi pemanfaatan jasa lingkungan dan pariwisata alam dan budaya
4) Terwujudnya pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata alam dan budaya
5) Tersediannya desain pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata alam dan budaya
Pengembangan upaya pengelolaan perikanan secara berkelanjutan:
Tersedianya data pendugaan populasi dan sebaran ikan ekonomis penting sebagai dasar dalam
pemanfaatan secara berkelanjutan;
Terbentuknya sistem pengembangan upaya pemanfaatan perikanan yang berkelanjutan dengan
pemerintah daerah setempat (termasuk perizinan, alokasi, mekanisme dan pemberian tanda)








Pengembangan strategi pengelolaan sumberdaya laut di kawasan TNP Laut Sawu ditinjau dari aspek sosial,
budaya dan ekonomi masyarakat:
1) Terciptanya iklim yang memungkinkan berkembangnya potensi dan daya yang dimiliki dimiliki
masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
2) Adanya strategi penyadaran penguatan kapasitas dan pemberian akses kepada masyarakat dalam
pengelolaan sumberdaya.
3) Tersedianya akses pemanfaatan sumberdaya ikan dan ekosistemnya dengan memperhatikan aspek
spesifik lokasi, adaptif, kebersamaan dan kemitraan, keterpaduan, keberlanjutan, dan kelestarian
4) Penguatan sumber daya manusia dengan pelatihan dan penguatan kelembagaan dengan pembentukan
kelompok masyarakat konservasi.
Pemberdayaan masyarakat pesisir untuk pengembangan dalam rencana pengelolaan jangka panjang TNP
Laut Sawu adalah dengan;
1) Adanya pengembangan mata pencarian alternative,
2) Tersedianya teknologi alternatif ramah lingkungan, dan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab
masyarakat pesisir dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya di dalam kawasan TNP Laut Sawu
Misi 2.: Menerapkan sistem pengelolaan kawasan TNP Laut Sawu yang adaptif untuk menjamin kelestarian
sumberdaya laut dan ekosistemnya serta pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat, dengan sasaran:
a. Pembangunan, pengelolaan, pemeliharaan dan mengembangkan Bank Data TNP Laut Sawu yang
dihimpun dari berbagai kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi kelautan dan
menyebarluaskannya dalam system informasi data potensi sumberdaya alam TNP Laut Sawu serta
memanfaatkannya untuk menunjang pengelolaan TNP L Sawu.
Teridentifikasinya kebutuhan baseline data dan system analisisnya yang meliputi data tentang
karakteristik laut, baku mutu laut, bathimetry, hydrography, oceanography, cuaca, data sumberdaya hayati dan
non hayati, lempeng tanah dasar laut, gempa di laut, tsunami, data tentang pulau-pulau, peta laut, kependudukan
pesisir dan data lain yang diperlukan
Tersusunnya system bank data yang selalu dapat diakses, diperbaharui dan menjadi referensi serta
umpanbalik dalam system pengelolaan TNP Laut Sawu;
Tersedianya perangkat penunjang system Bank Data, termasuk jejaring kelembagaan pengelola,
peralatan, dan pendanaan.
Terwujudnya jejaring penunjang dan pengguna dan diseminasi/akses system bank data.
b. Pembangunan dan penerapan sistem pemantauan status sumberdaya laut dan ekosistemnya;
Teridentifikasinya kebutuhan/prioritas jenis sumberdaya dan ekosistem laut yang memerlukan
pemantauan.
Tersedianya panduan teknis/protokol monitoring sumberdaya laut berdasarkan sesuai kebutuhan dan
prioritas;
Terlaksananya monitoring SD Laut Sawu secara berkala (reguler)
Terselenggaranya analisis hasil monitoring sumberdaya perikanan dan kelautan sebagai masukan dan
umpanbalik regular bagi pengelolaanTNP Laut Sawu sekaligus sebagai bagian dari Bank Data;
Tersusunnya dan tersedianya profil status perikanan dan kelautan TNP Laut Sawu yang selalu
terperbaharui



c. Penyelenggaraan Sistem Pemantauan dan Penanggulangan Bencana di TNP Laut Sawu serta
rehabilitasinya sebagai sub sistem dari sistem pencegahan dan penanggulangan bencana alam nasional dan
daerah;
Teridentifikasinya potensi dan klasifikasi bencana alam di Laut Sawu, termasuk diantaranya bencana
Tsunami, Badai Alam yang sangat destruktif dan malapetaka laut yang sifatnya dahsyat
(massive/catastrophic/imminent danger) sesuai dengan peraturan perundangan dan hukum laut internasional
yang berlaku
Tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan termasuk peralatan, perlengkapan yang berteknologi
tepat guna dan hasil uji-coba, membuat petunjuk teknis dalam keadaan darurat (Contingency Plan), sistem
peringatan dini, penyediaan sumberdaya manusia yang ahli, terlatih, sistem pengamanan lingkungan dan
pengaturan logistik .
Terpadunya dan terlaksananya system peringatan dini dan penanggulangannya dalam penyelenggaraan
tatakelola baik di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota NTT.
d. Pengembangan skema Penelitian, Pengembangan, Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
yang mendukung pengembangan TNP Laut Sawu sebagai center of excellence keanekaragaman hayati laut
(marine biodiversity);
Tersedianya analisis kebutuhan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
relevan dengan upaya pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya laut yang berkelanjutan di TNP L Sawu;
Tersusunnya skema program penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka
pengembangan TNP Laut Sawu sebagai center of excellence keanekaragaman hayati laut (marine biodiversity)
Tersusunnya rancangan rinci kajian pokok pengembangan penelitian dan pendidikan di TNP Laut Sawu
termasuk penelitian pemantauan degradasi dan rehabilitasi terumbu karang, rehabilitasi terumbu karang dengan
manipulasi substrat terumbu karang, perilaku dan agregasi berpijah ikan ekonomis penting, pengembangan
potensi wisata bahari, pemanfaatan sumberdaya terumbu karang dan konsekuensinya bagi pengelolaan kawasan
konservasi, dampak lingkungan kegiatan ekonomi alternatif di dekat kawasan konservasi, dan kearifan local
serta system komunikasi dan disseminasinya.
Terbentuknya jejaring stakeholder kunci untuk menunjang skema Penelitian, Pengembangan,
Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan yang mendukung pengembangan TNP Laut Sawu, baik di
dalam maupun luar negeri, termasuk penggalangan keahlian, pendanaan, sarana dan prasarana dan kemitraan.
e. Pengembangan skema pengelolaan ekosistem laut dalam guna pelestarian dan pemanfaatannya secara
optimal;
Terselenggaranya upaya diseminasi dan meningkatnya pemahaman tentang perubahan iklim dan
kemungkinan dampaknya di lingkup stakeholder kunci TNP L Sawu.
Tersusunnya perencanaan terpadu tata ruang pesisir, laut dan daratan yang juga memasukkan factor
antisipasi perubahan iklim.
Terpetakannya masyarakat dan ekosistem ekosistem pesisir dan laut utama/penting yang terpengaruh
atau berpengaruh terhadap ketahanan perubahan iklim, seperti mangrove, terumbu karang dan padang lamun.
Terselenggaranya pengelolaan secara terkoordinir ekosistem pesisir dan laut utama/penting yang
terpengaruh atau berpengaruh terhadap ketahanan perubahan iklim, seperti mangrove, terumbu karang dan
padang lamun, termasuk penataan dan rambu-rambu pembatasan alih fungsi
f. Pembangunan, pengembangan dan penerapan skema pengelolaan terpadu dan adaptif dalam kerangka
antisipasi perubahan iklim;
1) Terselenggaranya pengkajian potensi sumberdaya laut dalam dan penyusunan skema pengembangan
pengelolaan dan pemanfaatannya secara lestari termasuk kondisi geografi kelautan, potensi energi alternatif non
konvensional dan sumberdaya kelautan non hayati.

2) Terbentuknya kerjasama antar lembaga dan stakeholder kunci untuk pengelolaan laut dalam wilayah
TNP L Sawu dan sekitarnya serta pemanfaatannya secara lestari dengan mengutamakan kelestarian biodiversitas
langka dan terancam serta memperhatikan kearifan lokal.
g. Pengembangan dan penerapan skema pengelolaan habitat dan populasi jenis-jenis biota laut utamanya
jenis-jenis langka dan/atau bernilai ekonomi tinggi;
1) Tersedianya data dan informasi tentang sebaran, pola hidup dan dinamika serta ancaman terhadap
habitat dan populasi jenis-jenis biota langka dan/atau bernilai ekonomi tinggi di perairan TNP L Sawu
2) Tersedianya kerangka pengelolaan dan petunjuk teknis/protokol pengelolaan habitat dan populasi jenis-
jenis biota langka dan/atau bernilai ekonomi tinggi di perairan TNP L Sawu
3) Terlaksananya program pengelolaan habitat dan populasi jenis-jenis biota langka dan/atau bernilai
ekonomi tinggi di perairan TNP L Sawu, termasuk monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan
habitat dan populasi.
h. Pengembangan dan penerapan skema pengelolaan populasi dan habitat setasea dalam kerangka
memfungsikan secara optimal TNP Laut Sawu sebagai koridor utama;
1) Tersedianya data dan informasi tentang sebaran, pola hidup dan dinamika serta ancaman terhadap
habitat dan populasi Setasea di perairan TNP L Sawu dan sekitarnya
2) Tersusunnya skema pengelolaan Setasea di perairan TNP L Sawu terasuk identifikasi dan pengaturan
alat tangkap, musim (selama migrasi paus), pengaturan aktifitas penangkapan (terutama ikan tuna) dan kode etik
untuk menghindarkan by-catch; identifikasi dan pengaturan alur pelayaran tertentu dan koridor Setasea untuk
lintasan kapal,, pengaturan eksplorasi pertambangan (pembatasan seismik, dsb.).
3) Terkoordinasinya pengaturan dan pelaksanaan penggunaan perairan TNP L Sawu antar stakeholder
kunci sekaligus komitmen dan partisipasi termasuk dalam penggunaan alur lintasan, pengendalian polusi dan
pemantauan dalam rangka menjamin kelestarian habitat dan populasi Setasea.
4) Memperkuat hukum adat yang memiliki nilai konservasi Setasea yang tinggi.
i. Pengembangan dan penerapan sistem pengawasan dan pengamanan kawasan yang effektif dalam kerangka
menunjang pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional;
1) Tersedianya peta ancaman dan kerawanan terhadap sumberdaya kawasan serta perbaharuannya secara
berkala.
2) Tersusunnya skema pengamanan kawasan yang disusun secara kolaboratif antar stakeholder kunci.
3) Tersusunnya protokol pengamanan terpadu
4) Terbentuknya tim pengamanan terpadu antar lembaga penegakan hukum dan komponen masyarakat
serta dukungan sarana-prasarana yang memadai.
5) Terlaksananya pengawasan dan pengamanan kawasan secara terpadu berdasarkan ketentuan yang sesuai
dan berlaku serta evaluasi secara berkala untuk mengukur effektivitasnya serta dampaknya terhadap kelestarian
sumberdaya.

j. Perumusan dan penerapan regulasi, perangkat dan penegakan hukum yang kuat, komprehensif dan effektif
serta memperhatikan kearifan local dalam kerangka menunjang pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional.
1) Tersusunnya peraturan perundang-undangan yang mendukung efektifitas pengelolaan TNP L Sawu
berdasarkan kajian komprehensif dan konsultasi para pihak, termasuk peraturan adat setempat yang dapat
memperkuat hokum positif.;
2) Tersosialisasinya peraturan perundang-undangan kepada masyarakat dan penegak hukum;
3) Terlaksananya komitmen penerapan para penegak hukum dan masyarakat dalam penegakan hukum
secara konsisten serta evaluasinya dalam rangka meningkatkan effektivitas pengelolaan sumberdaya TNP L
Sawu secara berkesinambungan
k. Pengembangan sumberdaya manusia yang kompeten dan berdedikasi dalam kerangka menunjang
pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional.
1) Teridentifikasinya kebutuhan SDM dan kompetensinya untuk peningkatan kapasitas untuk pengelolaan
effektif TNP Laut Sawu
2) Tersusunnya rancangan skema peningkatan kapasitas SDM untuk pengelolaan TNP L Sawu dengan
mengutamakan peningkatan kompetensi serta SDM di daerah.
3) Terkonsolidasinya komitmen para pihak untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelolaan serta
dukungannya dalam penerapannya.
4) Terlaksananya program peningkatan kapasitas SDM untuk pengelolaan TNP L Sawu yang fungsional
melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan, pelatihan, magang, pendampingan, perbantuan tenaga ahli,
penjenjangan karir, dsb
Misi 3.: Mengeintegrasikan fungsi kawasan dengan pembangunan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur,
dengan sasaran:
a. Penguatan status titik referensi sebagai titik ikat batas kawasan TNP Laut Sawu;
1) Kesepakatan bersama antara pengelola TNP Laut Sawu dan Pemerintah Provinsi NTT sera
pemerintah Kabupaten/Kota di dalam dan sekitar kawasan TNP Laut Sawu yang dituangkan dalam Berita Acara
serta tercantum secara jelas dalam peta batas TNP yang menjadi acuan para pemangku kepentingan;
2) Pada setiap titik referensi batas dilengkapi dengan tanda berupa pelampung dan atau lampu suar.
b. Penguatan penataan dan penetapan zonasi TNP Laut Sawu sebagai bagian integral dari sistem penataan
ruang nasional, provinsi dan kabupaten/kota;
1) Menyeleraskan RTRWP/K, tata ruang laut dan pesisir dan zonasi TNP laut Sawu;
2) Menyerasikan pola pemanfaatan dalam kawasan TNP Laut Sawu sesuai dengan RPJPP&M di
tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota;
3) Mengesahkan dokumen rencana Zonasi TNP Laut Sawu oleh Dirjen KP3K dan diketahui oleh
Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Forum Konsultasi masyarakat NTT;
4) Mengintegrasikan Zonasi TNP Laut Sawu dalam Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
serta Kabupaten/Kota di dalam dan sekitar TNP Laut Sawu dan menjadi acuan bagi para pihak didalam
implementasinya;
5) Tersedianya tanda/rambu-rambu zonasi di lapangan dan panduan pengetahuan pengenalan batas zonasi
TNP Laut Sawu;

6) Dokumen rencana zonasi TNP Laut Sawu dapat diketahui dan dipahami oleh pemangku kepentingan
dan masyarakat
c. Pewujudan pengelolaan alur pelayaran, jaringan pipa dan kabel bawah laut;
1) Mengelola kerentanan alur pelayaran dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) terhadap pengelolaan
TNP Laut Sawu serta mengintegrasikan jaringan pipa dan kabel bawah laut dengan menjadikannya sebagai asset
pendukung terhadap pengelolaan kawasan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan dan
pengembangan wilayah serta mempertahankan pertahanan dan keamanan nasional;
2) Mensinergikan pengelolaan TNP Laut Sawu dengan wilayah ALKI dan alur pelayaran kapal.
d. Pewujudan pengelolaan sumber pencemaran dari daratan;
1) Penguatan regulasi/peraturan untuk kualitas air dalam TNP Laut Sawu dan peraturan kearah darat;
2) Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang berdampak pada ekosistem laut di dalam TNP Laut Sawu;
3) Mempelajari DAS dan ekosistem mangrove selama musim kering dan basah, aliran sungai, muara,
daerah di dekat pembangunan perkotaan, desa, tambang, dan segala jenis eksploitasi yang dapat mempengaruhi
kualitas air di dalam TNP Laut Sawu.
Misi 4.: Memantapkan sistem pengelolaan TNP Laut Sawu yang berbasis ekosistem, kehati-hatian,
keterpaduan, adaptif dan partisipatif, dengan sasaran:
a. Pengembangan institusi pengelola TNP Laut Sawu;
1) Hasil assesment tentang struktur organisasi pengelelola TNP Laut Sawu yang sesuai dengan
kebutuhan pengelolaan TNP Laut Sawu dan terisi oleh tenaga profesional.
2) Penetapan lembaga pengelola professional dan mandiri menuju kea rah lembaga Badan Layanan
Umum
b. Pengembangan profesionalisme sumberdaya manusia (SDM) yang mampu mendukung pengelolaan
TNP Laut Sawu;
1) Adanya uraian tugas dan jabatan untuk setiap formasi;
2) Daftar kualifikasi dan jumlah kebutuhan pegawai;
3) Hasil assessment atas kebutuhan pendidikan, pelatihan, penyegaran yang sesuai dengan standar
minimum pengelolaan;
4) Terlaksananya pelatihan-pelatihan berdasarkan analisa kebutuhan
5) Daftar kebutuhan pendidikan, pelatihan, penyegaran yang sesuai dengan standar minimum
pengelolaan;
6) Ada rencana promosi dan mutasi pegawai yang jelas;
7) Adanya pedoman tentang pembinaan (mentoring dan conselling) bagi setiap pegawai (hubungan
bawahan atasan);
8) Adanya mekanisme penilaian kinerja, pemberian sanksi dan penghargaan yang jelas dan proporsional.
Peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan TNP Laut Sawu:
1) Tersedianya sarana prasarana pengelolaan TNP Laut Sawu sesuai dengan kebutuhan dan stndar;
2) Terpeliharanya sarana prasarana;

3) Adanya kriteria kelayakan operasional sarana prasarana (kepentingan replacement).
Pengembangan sistem pendanaan yang berkelanjutan;
1) Tersedianya analisa kebutuhan pendanaan yang rasional;
2) Adanya standarisasi pembiayaan untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan;
3) Adanya analisa peluang penggalangan sumber pendanaan yang berkelanjutan;
4) Tersedianya mekanisme pendanaan alternative;
5) Pengelolaan keuangan yang professional, transparan dan akuntabel.
Pengembangan sistem perencanaan, monitoring dan evaluasi pengelolaan TNP Laut Sawu:
1) Tersusunnya rencana pengelolaan jangka menengah dan pendek (setiap 5 dan 1 tahun) TNP Laut Sawu
yang bisa dijadikan acuan bagi para pihak;
2) Tersusun dan terlaksananya sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan TNP Laut Sawu sebagai umpan
balik perencanaan dan pengelolaan.
Pengembangan mekanisme kerjasama pengelolaan dengan para pihak:
1) Tersedianya analisa kebutuhan jenis kegiatan yang akan dikerjasamakan dan tersosialisasikan kepada
publik;
2) Tersedianya panduan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan kerjasama;
3) Adanya analisa dan identifikasi profil parapihak dalam rangka pengembangan kerjasama.
4) Terbangunnya kerjasama dengan kelembagaan local
Pengembangan sistem pengelolaan kolaboratif TNP Laut Sawu:
1) Adanya analisa peran parapihak dalam pengelolaan kolaboratif yang mengakomodir semua kepentingan
di tingkat nasional, Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Kabupaten/Kota di dalam sekitar TNP Laut Sawu;
2) Terwujudnya kesepahaman para pihak tentang sistem pengelolaan kolaboratif;
3) Terbentuknya kelembagaan dan mekanisme pengelolaan kolaboratif yang mewakili kepentingan para
pihak;
4) Adanya mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan kolaboratif sesuai dengan
kebutuhan yang adaptive.
D. Analisis Lingkungan Strategis
Strategi dan kebijakan TNP Laut Sawu diarahkan pada
1) pembangunan di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, harus memenuhi kriteria pembangunan berkelanjutan
(sustainable development);
2) penerimaan devisa negara melalui pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan termasuk jasa-jasa
kelautan;
3) mendorong ekonomi local untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja dengan mendayagunakan
sumber daya yang tersedia secara baik,
4) perbaikan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan;
5) menjaga kelestarian sumber daya.

LINGKUNGAN INTERNAL Kekuatan (strength)

a. UPT/BKKPN Kupang
b. Peraturan Perundangan bidang
Kelautan dan perikanan
c. Potensi Kawasan TNP Laut
Sawu
d. Jumlah Sumber Daya Manusia


Kelemahan ( Weakness )

a. Petunjuk opreasional dan
teknis
b.Kualitas Sumber daya manusia
c. Dana operasional pengelolahan
(anggaran) yang tidak memadai
d. Sarana dan prasarana yang
belum memadai
LINGKUNGAN EKSTERNAL

Peluang (Opportunity)

a. Komitmen Pimpinan Nasional
dan daerah
b. Adanya dukungan dan para
pihak (Pemerintah Provinsi dan
Kabupaten/Kota, LSM, swasta,
universitas )
c. Dukungan masyarakat
terhadap konservasi
d. Wisata bahari dan budaya
yang cukup tinggi

Ancaman (Threat)

a. Perubahan Iklim : Kenaikan
muka air laut dan kenaikan suhu
permukaan laut (menyebabkan
bleaching dan penyakit).
b. Polusi : Plastik, limbah kimia,
suara
c. Gangguan keamanan kawasan
oleh kapal nelayan dari luar
kawasan Penangkapan ikan ilegal
(Illegal fishing), merusak dan
penangkapan ikan berlebih
(overfishing).
d.DampakPembangunan,
sedimentasi,konversi,pelayaran,
terhadap keutuhan ekosistem

Identifikasi kekuatan pendorong dan penghambat

Faktor internal




Faktor eksternal
Peluang (Opportunity)


Kekuatan (strength)

a. UPT/BKKPN Kupang
b. Peraturan Perundangan bidang
Kelautan dan perikanan
C. Potensi Kawasan TNP Laut
Sawu
d. Jumlah Sumber Daya Manusia

Kelemahan ( Weakness )

a. Petunjuk opreasional dan
teknis
b. Kualitas Sumber daya manusia
c. Dana operasional pengelolahan
(anggaran) yang tidak memadai
d. Sarana dan prasarana yang
belum memadai
a. Komitmen Pimpinan Nasional
dan daerah
b. Adanya dukungan dan para
pihak (Pemerinta Provinsi, dan
Kabupaten/Kota, LSM, swasta,
universitas )
c. Dukungan masyarakat
terhadap konservasi
Pendorong Strategi

a. Koordinasi dengan instansi
terkait
dalam rangka perlindungan dan
pengawasan TNP Laut Sawu
b. Koordinasi dengan Pemerintah
daerah dalam rangka pengelolaan
Status Quo Strategi

a. Capacity building(peningkatan
kapasitas) secara kontinyu tenaga
SDM yang ada melalui
pendidikan dan pelatihan
sehingga mempunyai
kemampuan dan kualifikasi yang
d. Wisata bahari dan budaya
yang cukup tinggi

pariwisata
c. Koordinasi dengan Pemeritah
daerah dalam rangka peningkatan
kesejahteraan masyarakat di
sekitar
TNP Laut Sawu

memadai
b. Membuka peluang kerjasama
dengan berbagai
organisasi/lembaga terkait
lainnya baik di lingkup
nasional maupun internasional
serta lebih meningkat apresiasi
para pihak untuk lebih peduli
pada TNP Laut Sawu
C. Pengembangan dan
penambahan fasilitas dan
infrastrukturyang mendukung
pelaksanaan kegiatan kegiatan
yang dilaksanakan oleh TNP
Laut Sawu, serta perawatan
perlengkapan dan fasilitas secara
berkala untuk menghindari
kerusakan dan ongkos
perbaikan yang mahal

Ancaman (Threat)

a. Perubahan Iklim : Kenaikan
muka air laut dan kenaikan
suhupermukaanlaut
(menyebabkanbleaching
dan penyakit).
b. Polusi : Plastik, limbah
kimia, suara
c. Gangguankeamanan
kawasan oleh kapal nelayan
dariluarkawasan,
penangkapan ikan ilegal
(Illegal fishing), merusak
dan penangkapan ikan
berlebih (overfishing).
d. DampakPembangunan,
sedimentasi,konversi,pelaya
ran, terhadap keutuhan
ekosistem

Status Quo Strategi

a. Peningkatan kualitas dan
kuantitas kegiatan pengawasan
dan pengamanan kawasan
dengan dukungan sumber
daya manusia yang berkualitas,
sarana prasarana
pengamanan,dana operasioanal
yang memadai di dukung
dengan sistem pengamanan
terpadu dan efektif serta
koordinasi dan kerjasama yang
mantap dengan institusi penegak
hokum lainnya
b. Mengoptimalkan sarana dan
prasarana

Penghambat Strategi

a.Meningkatkan koordinasi
dengan instansi terkait dalam
rangka pengamanan kawasan

E. Landasan Hukum
Pengelolaan TNP Laut Sawu berlandaskan kepada peraturan perundangan yang berlaku
sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4433);
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 1125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739);
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
4. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739);
5. Undang-undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup
6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 134, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4779);
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik
Indonesia sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2008;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Tugas Eselon I
Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah, terakhir dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008;
9. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah, terakhir
dengan Keputusan Presiden Nomor 58/M Tahun 2008;
10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.07/MEN/2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan sebagaimana telah
diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.04/MEN/2009;
11. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.17/MEN/2008 tentang
Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil;
12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.02/MEN/2009 tentang Tata
Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan;
13. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.38/Men/2009 tentang
Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu dan Sekitarnya di
Provinsi Nusa Tenggara Timur