Anda di halaman 1dari 29

3.

HUKUMDASAR KIMIA
Hukum Kekekalan Massa
Lavoisier
2HgO2Hg+O
2
Hukum Proporsi Tetap
Teori Atom Dalton
Hukum Proporsi Ganda
Hukum Penggabungan Volume
Hipotesis Avogadro
Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)
Dalam setiap reaksi kimia, jumlah massa
sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.
Hukum Proporsi Tetap (Proust)
Dalam suatu senyawa kimia, proporsi
berdasar massa dari unsur-unsur penyusunnya
adalah tetap, tidak bergantung pada asal usul
senyawa tersebut atau cara pembuatannya.
Hukum Proporsi Ganda (Dalton)
Bila dua unsur membentuk sederet senyawa,
massa dari satu unsur yang bergabung dengan
massa yang tertentu dari unsur lainnya
merupakan nisbah bilangan bulat.
PERSAMAAN REAKSI KIMIA
DAN HASIL REAKSI
Agus Rochmat
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Banten
2013 Email kls A : furi_skope@yahoo.com
purbafebriando@yahoo.com
Email kls B : irhamciptanarial@gmail.com
iqbalzam2@gmail.com
PERSAMAAN KIMIA DAN HASIL REAKSI
1. RUMUS KIMIA
2. MENULISKAN PERSAMAAN KIMIA
YANG SETIMBANG
3. HUBUNGAN MASSA DALAM REAKSI
KIMIA
4. REAKTAN PEMBATAS
5. HASIL PERSENTASE
PERSAMAAN KIMIA
Reaktan (Pereaksi) Produk (Hasil Reaksi)
1. RUMUS KIMIA
RUMUS EMPIRIS (RE) :
Rumus yang paling sederhana dicerminkan
oleh jumlah atom untuk setiap jenis atom
dalam suatu senyawa
RUMUS MOLEKUL (RM) :
Jumlah atom setiap unsur didalam molekul
Misal rumus empiris glukosa (CH
2
O)
n
nisbah C : H : O = 1 : 2 : 1
Bila diketahui Mr = 180, maka n = 6
rumus molekul glukosa = C
6
H
12
O
6
Bagaimana dengan CoCl
2
?
Padatan kobalt(II) klorida
Rumus empiris CoCl
2
gaya tarik yang kuat :
antar molekul dan antar atom kobalt
dan atom klorin
kedua gaya sulit dibedakan
ikatan ionik
Merupakan molekul raksasa (kristal)
Jadi CoCl
2
sebagai unit rumus bukan sebagai
molekul CoCl
2
Contoh
Pada pembakaran 30 g senyawa organik
dihasilkan 44 g
CO
2
(Mr = 44) dan 18 g H
2
O (Mr = 18). Tentukan
rumus empiris senyawa organik tersebut
.
Penyelesaian
44 g CO
2
= 1 mol CO
2
= 1 mol C = 12 g C
18 g H
2
O = 1 mol H
2
O =2 mol H = 2 g H
Bobot O = 30 g (12 g + 2 g) = 16 g O = 1 mol
O
Nisbah C : H : O = 1 : 2 : 1
Rumus empiris = (CH
2
O)
n
RUMUS KIMIA DAN PERSENTASE
KOMPOSISI
ETILENA
Rumus Empiris : (CH
2
)
n
Rumus Molekul : C
2
H
4
Massa C = 12,011 g
Massa H = 2,0159 g
Jumlah 14,027 g
PERSENTASE MASSA
KARBON = x 100% = 85, 628% C
HIDROGEN = x 100% = 14, 372% C
12,001
14,027
2,0159
14,027
Contoh
Suatu senyawa mengandung 40 % C, 6,67 % H, dan
53,3 % O. Tentukan rumus molekulnya jika Mr =180.
Penyelesaian
Rumus empiris = C : H : O
= 40/12 : 6,67/1 : 53,3/16
= 3,33 : 6,67 : 3,33 = 1 : 2 : 1
= (CH
2
O)
n
Rumus molekul = (CH
2
O)
n
= Mr
30 n = 180
n = 6
(CH
2
O)
n
= C
6
H
12
O
6
2. MENULISKAN PERSAMAAN KIMIA YANG
SETIMBANG
_Al + _HCl _AlCl
3
+ _H
2
REAKTAN PRODUK
-Beri tanda untuk diisi dengan koefisien
setiap reaktan dan produk
- Beri koefisien 1 pada AlCl
3
kemudian koefisien 3 pada HCl dan 1 1/2 pada H
2
Berdasarkan perjanjian koefisien 1 didepan AlCl
3
dan
Al tidak perlu dituliskan.
CONTOH 2.3
Amonia merupakan bahan dasar utama dalam
pembuatan pupuk urea. Di industri, amonia
dihasilkan melalui proses Haber yang menggunakan
gas nitrogen dan hidrogen sebagai reaktan.
Tuliskan persamaan kimia yang balans untuk
proses ini.
Penyelesaian
_N
2
+ H
2
_NH
3
Mulailah dengan koefisien 1 untuk NH
3
, sebab
spesies paling rumit, Jadi koefisien N
2
= 1/2,
koefisien H
2
= 1 , kemudian semua koefisien
dikalikan dua
N
2
+ 3 H
2
2 NH
3
CONTOH 2.4
Proses Hargreaves ialah prosedur industri untuk
membuat Na
2
SO
4
yang digunakan dalam pembuatan
kertas. Bahan awalnya ialah NaCl, SO
2
, H
2
O, dan O
2
.
HCl dihasilkan sebagai hasil sampingan. Tuliskan
persamaan kimia yang balans untuk proses ini.
Penyelesaian
_NaCl + _SO
2
+ H
2
O + _O
2
_Na
2
SO
4
+ _HCl
Mulailah dengan koefisien 1 untuk Na
2
SO
4
, sebab
spesies paling rumit, Jadi koefisien NaCl = 2,
koefisien SO
2
= 1
2 NaCl + SO
2
+ _H
2
O + _O
2
Na
2
SO
4
+ _HCl
Berikutnya koefisien HCl = 2 dan koefisien H
2
O = 1.
2 NaCl + SO
2
+ H
2
O + _O
2
Na
2
SO
4
+ 2 HCl
Akhirnya, atom oksigen harus disetarakan. Ada 4
atom O di kanan, tetapi di kiri hanya terdapat 2
atom O dari SO
2
dan 1 atom O dari H
2
O; jadi,
koefisien O
2
= :
2 NaCl + SO
2
+ H
2
O + O
2
Na
2
SO
4
+ 2 HCl
Kalikan semua koefisien dengan 2 :
4 NaCl + 2 SO
2
+ 2 H
2
O + O
2
2 Na
2
SO
4
+ 4 HCl
Reaksi Redoks
Sebutkan oksidator dan reduktor pada persamaan
reaksi berikut:
SO
3
2-
+ MnO
4
-
+ H
+
SO
4
2-
+ Mn
2+
+ H
2
O
Setarakan reaksi redoks berikut yang berlangsung
dalam larutan basa dalam air:
MnO
4
-
(aq)
+ Br
-
(aq)
MnO
2(s)
+ BrO
3
-
(aq)
3. HUBUNGAN MASSA DALAM REAKSI KIMIA
Hubungan antara massa reaktan dan produknya
disebut stoikiometri (Yunani: stoicheion = unsur +
metron = ukuran)
2 C
4
H
10
+ 13 O
2
8 CO
2
+ 10 H
2
O
Artinya :
2 mol C
4
H
10
+ 13 mol O
2
8 mol CO
2
+ 10 mol H
2
O
116,3 g C
4
H
10
+ 416,0g O
2
352,1 g CO
2
+ 180,2 g
H
2
O
Contoh
Kalsium hipoklorit, Ca(OCl)
2
, digunakan sebagai
bahan pemutih. Senyawa ini dihasilkan dari NaOH,
Ca(OH)
2
, dan Cl
2
menurut persamaan
2 NaOH + Ca(OH)
2
+ 2 Cl
2
Ca(OCl)
2
+ 2 NaCl + 2
H
2
O
Berapa gram Cl
2
dan NaOH yang bereaksi dengan
1067 g Ca(OH)
2
, dan berapa gram Ca(OCl)
2
yang
dihasilkan?
Penyelesaian
Jumlah mol Ca(OH)
2
yang dikonsumsi ialah
1067 g Ca(OH)
2
------------------------ = 14,40 mol Ca (OH)
2
74,09 g mol
-1
2 NaOH + Ca(OH)
2
+ 2 Cl
2
Ca(OCl)
2
+ 2 NaCl + 2 H
2
O
Jika 14,40 mol Ca(OH)
2
bereaksi maka:
mol NaOH= 28,80 mol NaOH
mol Cl
2
= 28,80 mol Cl
2
mol Ca(OCl)
2
= 14,40 mol Ca(OCl)
2
Dari jumlah mol dan massa molar reaktan serta
produknya, massa yang dicari ialah :
massa NaOH = (28,80 mol)(40,00 g mol
-1
) =1152 g
massa Cl
2
= (28,80 mol)(70,91 g mol
-1
) =2042 g
massa Ca(OCl)
2
= (14,40 mol)(142,98 g mol
-1
) =2059 g
4. REAKTAN PEMBATAS
Reaktan yang habis pertama kali ialah
reaktan pembatas, reaktan lain dalam
keadaan berlebih.
Produk yang diperoleh berdasarkan pada
reaktan pembatas
Reaktan pembatas dapat dihitung secara
stoikiometri dengan satuan jumlah reaktan
(sjr) yang diperoleh dari jumlah mol dibagi
koefisiennya.
Reaktan yang mempunyai sjr terkecil
merupakan reaktan pembatas.
Contoh
Sebanyak 1 mol KIO
3
direaksikan dengan 4 mol KI dan 6
mol
HCl, reaksi : KIO
3
+ 5KI + 6HCl 6 KCl + 3I
2
+ 3H
2
O
Apakah semua reaktan akan habis? Tentukan reaktan
pembatasnya dan berapa gram I
2
akan terbentuk? (Ar I =
127)
Penyelesaian
nisbah mol tidak sama dengan nisbah koefisien, jadi
reaktan
tidak habis semuanya
sjr KIO
3
= 1 mol/1 = 1,
sjr KI = 4 mol/5 = 0,8
sjr HCl = 6 mol/6 = 1
Reaktan pembatas = KI (sjr KI paling kecil)
mol I
2
= 3/5 x 4 mol = 2,4 mol
gram I
2
= 2,4 mol x 254 g mol
-1
= 609,6 g
Contoh
Sebanyak 10 g CaCO
3
direaksikan dengan 1 liter HCl 2 M,
CaCO
3
(p) + 2 HCl (aq) CaCl
2
(aq) + H
2
O (aq) + CO
2
(g)
Tentukan gram CO
2
yang terbentuk (Ar Ca = 40, C= 12, O =
16, Cl = 35.5, H = 1)
Penyelesaian
mol CaCO
3
= 10 g/100 g mol
-1
= 0,1 mol
mol HCl = 2 M x 1 liter = 2 mol
sjr CaCO
3
= 0,1
sjr HCl = 2 mol/2 = 1
Reaktan pembatas = CaCO
3
(sjr CaCO
3
< sjr HCl)
mol CO
2
= 1/1 x 0,1 mol = 0,1 mol
gram CO
2
= 0,1 mol x 44 g mol
-1
= 4,4 g
Contoh
Sebanyak 500 ml HCl 2,5 M direaksikan dengan 2 liter
Ba(OH)
2
0,2 M. Tentukan massa BaCl
2
yang terbentuk dan massa
reaktan yang tersisa.
Penyelesaian
mol HCl = 2,5 M x 0,5 liter = 1,25 mol
mol Ba(OH)
2
= 0,2 M x 2 liter = 0,4 mol
Reaksi : 2HCl + Ba(OH)
2
BaCl
2
+ 2H
2
O
sjr HCl = 0,625
sjr Ba(OH)
2
= 0,4
Reaktan pembatas = Ba(OH)
2
mol BaCl
2
= 0,4 mol
Reaktan tersisa = HCl
mol HCl tersisa = 1,25 mol 0,8 mol = 0,45 mol
massa HCl tersisa = 0,45 mol x 36,5 g /mol = 16,425 g
HASIL PERSENTASE
Hasil persentase (% hasil) suatu reaksi adalah
nisbah jumlah produk sesungguhnya yang
diperoleh (eksperimental) atau hasil nyata
terhadap hasil teoritis dari persamaan reaksi
dikali seratus persen.
Hasil Nyata
% Hasil = x 100%
Hasil Teoritis
Hasil nyata biasanya lebih kecil dari hasil
teoritis.
Contoh
Jika 68,5 g karbon di dalam udara
a. Berapa hasil teoritis CO
2
yang dihasilkan.
b. Jika CO
2
hasil eksperimen menghasilkan 237 g
CO
2
berapakah % hasil
Penyelesaian
a. Reaksi: C(p) + O
2
(g) CO
2
(g)
mol C = 68,4 g/12 g mol
-1
= 5,7 mol
mol CO
2
= 5,7 mol
massa CO
2
= 5,7 mol x 44 g mol
-1
= 250,8 g
Hasil Nyata
b. % hasil = x 100%
Hasil Teoritis
237 g CO
2
= x 100 % = 94,5 %
250,8 g CO
2
1. Suatu senyawa organik sebanyak 3,4501 g dibakar dengan
O
2
berlebih menghasilkan 10,1526 g CO
2
dan 2,9546 g H
2
O.
Tentukan empirisnya!
2. Bau nenas yang harum itu disebabkan oleh senyawa organik
golongan ester. Ester ini adalah etil butirat yang mempunyai
susunan 2,585 mg C dan 0,430 mg H dalam 4,17 mg ester,
sisanya adalah oksigen. Tentukan rumus perbandingannya
dan rumus molekulnya bila diketahui bahwa bobot molekul
etil butirat terletak antara 100 dan 125.
3. Quinin merupakan suatu senyawa yang ditemukan dari kulit
tanaman tertentu. Senyawa ini merupakan obat yang efektif
untuk pengobatan malaria. Massa molar obat ini 162 g/mol.
Komposisinya tersusun dari 22,2 % C. 22,2 % H, 25,9 % N,
dan 29,6 % O. Apakah rumus molekul quinin?
4. Setarakan persamaan reaksi berikut.
a) KOH + H
3
AsO
4
K
2
HAsO
4
+ H
2
O
b) Si
2
H
6
+ H
2
O Si(OH)
4
+ H
2
c) Al +NH
4
ClO
4
Al
2
O
3
+ AlClO
3
+ NO + H
2
O
d) K
2
MnF
6
+ SbF
5
KSbF
6
+ MnF
3
+ F
2
e) K
2
MnO
4
+ CO
2
+ H
2
O KMnO
4
+ KHCO
3
+ MnO
2
5. Fermentasi gula menghasilkan etanol dinyatakan dengan
persamaan reaksi: C
6
H
12
O
6
(s) C
2
H
5
OH (l) + CO
2
(g)
a. Setarakan persamaan reaksi tersebut
b. Berapa massa etanol dalam gram yang dihasilkan
dari 90 gram gula.
c. Berapa massa (g) gula yang diperlukan untuk
menghasilkan 56 g CO
2
d. Berapa massa (g) gula yang diperlukan untuk
menhasilkan 4,50 x 10
22
molekul etanol.
6. Besi cair dibuat dari bijih besi (Fe
2
O
3
)
dengan tiga langkah dalam tanur sembur
sebagai berikut:
Fe
2
O
3
(s) + CO (g) Fe
3
O
4
(s) + CO
2
(g)
Fe
3
O
4
(s) + CO (g) FeO (s) + CO
2
(g)
FeO (s) + CO (g) Fe (l) + CO
2
(g)
Berapa massa (g) besi yang dihasilkan dari
125 gram Fe
2
O
3
?
7. Gas nitrogen dapat dibuat dengan melewatkan
amonia di atas tembaga (II) oksida panas sesuai
dengan persamaan reaksi:
CuO (s) + NH
3
(g) N
2
(g) + Cu (s) + H
2
O
(g)
Jika 17 gram NH
3
dan 200 gram CuO dicampur:
a. Setarakan persamaan reaksi diatas
b. Tentukan jumlah mol NH
3
dan CuO yang
direaksikan
c. Hitung satuan jumlah pereaksi (sjr) masing-
masing pereaksi.