Anda di halaman 1dari 29

KONSEP LARUTAN

ZAT TERLARUT
PELARUT LARUTAN
Komponen minor Komponen
utama
Sistem
homogen
+
PELARUTAN GULA
DALAM AIR
agusrochmat@yahoo.co.id
CARA MENYIAPKAN LARUTAN
KRISTAL DITIMBANG, DILARUTKAN, DAN
DIENCERKAN SAMPAI TANDA TERA
agusrochmat@yahoo.co.id
5.1 KOMPOSISI LARUTAN
PERSEN
% bobot : 5,00 g NaCl dalam 100,0 g larutan
= NaCl 5,00 % (b/b)
% volume : 5,00 mL etanol dalam 100,0 mL larutan
= etanol 5,00 % (v/v)
% bobot/volume : 5,00 g NaCl dalam 100,0 mL
larutan
= NaCl 5,00 % (b/v)
agusrochmat@yahoo.co.id
MOLARITAS
jumlah mol zat terlarut per liter larutan
MOLALITAS
jumlah mol zat terlarut per kg pelarut
ppm
banyaknya bagian zat terlarut dalam 10
6
bagian
pelarut
ppb
banyaknya bagian zat terlarut dalam 10
9
bagian
pelarut
FRAKSI MOL
nisbah jumlah mol zat terhadap jumlah keseluruhan
mol
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.1
suatu larutan dipersiapkan dengan melarutkan 22,4 g MgCl
2
dalam 0,200 L air. Jika rapatan air murni 1,00 g cm
-3
dan rapatan
larutan yang dihasilkan 1,089 g cm
-3
, hitunglah fraksi mol,
molaritas, dan molalitas MgCl
2
dalam
larutan ini
mol MgCl
2
= 22,4 x = 0,24 mol
mol H
2
O = 0,200 L x x x = 11,1 mol
fraksi mol MgCl
2
= =0,021
1 mol
95 g
Penyelesaian
1000 cm
3
L
1,00 g
cm
3
1 mol
18 g
0,24 mol
(11,1 + 0,24) mol
agusrochmat@yahoo.co.id
massa larutan = 200 g H
2
O + 22,4 g MgCl
2
= 222,4 g
volume larutan = 222,4 g x = 204 cm
3
= 0,204 L
molaritas MgCl
2
= = 1,18 M
molalitas MgCl
2
= = 1,07 mol kg
-1
1 cm
3
1,089 g
0,24 mol
0,204 L
0,24 mol
0,224 gram
agusrochmat@yahoo.co.id
5.2 SIFAT-SIFAT SPESIES ZAT
TERLARUT
Zat terlarut : sukrosa
Pelarut : air
sukrosa (padatan, s) dilarutkan
dalam air menghasilkan larutan
sukrosa (aqueous, aq)
REAKSI PELARUTAN
C
12
H
22
O
11
(s) C
12
H
22
O
11
(aq)
LARUTAN BERAIR
agusrochmat@yahoo.co.id
SATU MOLEKUL
FRUKTOSA DALAM
LARUTAN BERAIR
LARUTAN BERAIR DARI SPESIES MOLEKUL
agusrochmat@yahoo.co.id
KELARUTAN K
2
SO
4
dalam
air = 120 g L
-1
pada 25
o
C
LARUTAN BERAIR DARI
SPESIES IONIK (ELEKTROLIT)
setiap ion positif
dikelilingi molekul air
dan
setiap ion negatif juga
dikelilingi
molekul air
agusrochmat@yahoo.co.id
K
2
SO
4
(s) 2K
+
(aq) + SO
4
=
(aq)
Larutan berair kalium sulfat
menghantar listrik.
Bila elektroda dialiri listrik
Ion K
+
bergerak ke elektroda
negatif
Ion SO
4
2-
bergerak ke elektroda
positif
K
2
SO
4
disebut elektrolit kuat
REAKSI PELARUTAN
agusrochmat@yahoo.co.id
KELARUTAN DALAM AIR SETIAP SENYAWA
BERBEDA-BEDA
Barium klorida dan kalium sulfat
menghasilkan padatan barium sulfat
REAKSI PENGENDAPAN
Ba
2+
(aq) + SO
4
2-
(aq) BaSO
4
(s)
KELARUTAN BaSO
4
DALAM AIR =
0,0025 g L
-1
pada 25
o
C
barium sulfat sangat tidak larut dalam
air
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.2
Suatu larutan berair natrium karbonat dicampur dengan larutan
berair kalsium klorida dan endapan putih segera terbentuk.
Tulislah ion bersih yang menjelaskan pengendapan ini.
larutan Na
2
CO
3
: Na
+
(aq) dan CO
3
2-
(aq)
larutan CaCl
2
: Ca
2+
(aq) dan Cl
-
(aq)
Na
+
(aq) + Cl
-
(aq) NaCl (aq)
Ca
2+
(aq) + CO
3
2-
(aq) CaCO
3
(s)
Penyelesaian
agusrochmat@yahoo.co.id
5.3 KESETIMBANGAN LARUTAN
BILA PERISTIWA PELARUTAN = PERISTIWA PENGENDAPAN
AKAN DIPEROLEH JUMLAH ZAT TERLARUT DIDALAM LARUTAN TETAP
LARUTANNYA DISEBUT LARUTAN JENUH (Kesetimbangan dinamis)
PEMBENTUKAN LARUTAN JENUH
agusrochmat@yahoo.co.id
PENGARUH TEKANAN TERHADAP KELARUTAN
HUKUM HENRY : KONSENTRASI GAS TERLARUT
BERBANDING LURUS DENGAN TEKANAN GAS
DIATAS CAIRAN
C = k. P
gas
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.3
Diketahui kelarutan H
2
S
(g)
437,0 cm
3
dalam 100,0 g H
2
O (STP).
Berapa konsentrasi molal pada tekanan 10,0 atm ?
mol H
2
S= 437,0 cm
3
x x
= 0,0195 mol
molalitas H
2
S = = 0,195 m
konsentrasi molal pada 10 atm : k. Pgas
= x 10 atm= 1,95 m
Penyelesaian
1 L
1000 cm
3
1 mol
22,4 L
0,0195 mol
0,100 kg H
2
O
0,195 m
1 atm
agusrochmat@yahoo.co.id
5.4 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
PENURUNAN TEKANAN UAP
PENINGKATAN TITIK DIDIH DAN
PENURUNAN TITIK BEKU
TEKANAN OSMOSIS
agusrochmat@yahoo.co.id
PENURUNAN TEKANAN UAP
HUKUM RAOULT: P
1
= X
1
P
1
o
Penyimpangan negatif
Penyimpangan positif
ideal
X
1
P
1
P
1
0
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.4
Pada suhu 25C tekanan uap benzena murni 0,1252 atm.
Andaikan 6,40 g naftalena (C
10
H
8
) dengan massa molar 128,17
g mol
-1
dilarutkan dalam 78,0 g benzena (C
6
H
6
) dengan massa
molar 78,0 g mol
-1
. Hitunglah tekanan uap benzena di atas
larutan, dengan asumsi perilaku ideal
mol naftalena = 6,40 g x = 0,05 mol
Mol benzena = 78,0 g x = 1 mol
Tekanan uap benzena di atas larutan :
Pbenzena = P
o
x fraksi mol benzena
= 0,1252 atm x = 0,119 atm
Penyelesaian
1 mol
128,17 g
1 mol
78,0 g
1 mol
(1+0,05) mol
agusrochmat@yahoo.co.id
PENINGKATAN TITIK DIDIH DAN PENURUNAN
TITIK BEKU
padat
cair
gas
P
1 atm
tb tb
o
td
0
td
T
b
T
d
T
d
= K
d
.m
T
b
= K
b
.m
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.5
(A) Berapakah molalitas zat terlarut dalam larutan
berair yang titik bekunya 0,450
o
C ?
(B) Bila larutan ini didapat dengan melarutkan 2,12 g
senyawa X dalam 48,92 g H
2
O, berapakah bobot
molekul senyawa tersebut ?
Penyelesaian
(a) m = T
b
/K
b
= 0,450 / 1,86 = 0,242 mol/Kg air
(b) Mr = 2,12 / (0,04892)(0,242) = 179
agusrochmat@yahoo.co.id
KURVA PENDINGINAN
Suhu Suhu
Waktu
Waktu
a
b x
y z
PELARUT MURNI LARUTAN
agusrochmat@yahoo.co.id
TEKANAN OSMOSIS
Vant Hoff
= c R T
= tekanan osmosis
c = konsentrasi
R = tetapan gas, 0,08206 L atm mol
-1
K
-1
T = suhu mutlak
agusrochmat@yahoo.co.id
TETAPAN KRIOSKOPIK (K
b
) DAN
EBULIOSKOPIK (K
d
)
PELARUT K
b
K
d
asam asetat 3,90 3,07
benzena 4,90 2,53
nitrobenzena 7,00 5,24
fenol 7,40 3,56
air 1,86 0,512
agusrochmat@yahoo.co.id
CONTOH 5.6
Seorang kimiawan melarutkan 2,04 g hemoglobin
dalam 100,0 mL. Tekanan osmotiknya 5,83
mmHg pada 22,5
o
C. Berapa perkiraan massa
molar hemoglobin?
Penyelesaian
= 5,83 mmHg = 5,83/760 atm = 0,007671 atm
c = /RT= 0,007671 / (0,08206)(295,5)
= 0,0003163 mol L
-1
Konsentrasi 2,04 g dalam 100,0 mL = 20,4 g
dalam 1,00 L
Jadi massa molar hemoglobin
= 20,4 g / 0,0003163 mol
= 6,45 x 10
4
g/mol
agusrochmat@yahoo.co.id
LATIHAN SOAL-SOAL
1. Pada konsentrasi zat terlarut yang sama, jumlah
partikel dalam larutan untuk spesies ionik lebih
banyak daripada untuk spesies molekul. Mengapa?
2. Larutan HCl yang dijual di pasaran memiliki
konsentrasi 45,0% berdasarkan bobot dengan
densitas 1,18 g/mL. Bila kita memiliki 1 L larutan
a. Tentukan larutan dalam persen bobot/volume
b. Tentukan bobot air yang terkandung dalam
larutan
c. Tentukan molaritas dan molalitas
d. Tentukan fraksi mol HCl dalam larutan
agusrochmat@yahoo.co.id
3. Sukrosa adalah suatu zat non atsiri melarut dalam air
tanpa proses ionisasi. Tentukan penurunan tekanan uap
pada 25
o
C dari 1,25 m larutan sukrosa. Diasumsikan
larutan terbentuk bersifat ideal. Tekanan uap untuk air
murni pada 25
o
C adalah 23,8 torr.
4. Tekanan uap heptana murni pada 40
o
C adalah 92,0 torr
dan tekanan uap murni untuk oktana adalah 31,0 torr.
Jika dalam larutan terdapat 1,00 mol heptana dan 4,00
mol oktana. Hitung tekanan uap dari masing-masing
komponen, tekanan uap total dalam larutan, serta fraksi
mol dari masing-masing komponen dalam
kesetimbangan larutan
agusrochmat@yahoo.co.id
5. Suatu larutan asam sulfat berair 9,386 M memiliki
rapatan 1,5090 g cm
-3
. Hitunglah molalitas, persen
massa, dan fraksi mol asam sulfat dalam larutan ini.
6. Larutan zat X (densitas 1,10 g/mL) yang dibuat dengan
melarutkan 1,250 g X dalam air sehingga menjadi 100
mL larutan, menunjukkan tekanan osmosis sebesar 50
mmHg pada suhu 30
o
C. Tentukan bobot molekul zat
tersebut.
7. Hitunglah titik beku, titik didih, dan tekanan osmosis
(suhu 50
o
C) larutan berair,
a. Larutan magnesium nitrat 0,1 M
b. Larutan natrium nitrat 0,1 M
c. Larutan sukrosa 0,1 M
agusrochmat@yahoo.co.id
agusrochmat@yahoo.co.id