Anda di halaman 1dari 4

Suryani Jati R/ UNS/FKIP/Fisika

Hukum Archimedes dan Penerapannya


bagi Kehidupan Manusia




Suryani Jati R/ UNS/FKIP/Fisika

Hukum Archimedes dan Penerapannya
bagi Kehidupan Manusia
Hukum Archimedes adalah sebuah hukum mengenai prinsip pengapungan diatas benda cair.
Hukum ini ditemukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Archimedes. Beliau merupakan
seorang astronom, fisikawan, matematikawan, dan juga Insinyur yang berkebangsaan Yunani.
Pada sebuah peristiwa Archimedes menemukan hukum yang disebut dengan Hukum
Archimedes yang berbunyi apabila sebuah benda, sebagian atau seluruhnya terbenam
kedalam air, maka benda tersebut akan mendapat gaya tekan yang mengarah keatas yang
besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh bagian benda yang terbenam
tersebut Misalnya air dengan volume tertentu, apabila benda dimasukkan ke dalam air
tersebut, maka permukaan air akan terdesak atau naik. Hal ini karena adanya gaya ke atas yang
sering disebut gaya Archimedes.
Gaya apung adalah selisih antara berat benda di udara dengan berat benda dalam zat cair.

Keterangan :
Fa : Gaya apung
Mf : Massa zat cair yang dipindahkan oleh benda
g : Gravitasi bumi
f : Massa zat cair
Vbf : Volume benda yang tenggelam dalam air

Berikut syarat benda dikatakan Mengapung, tenggelam , melayang:
Suryani Jati R/ UNS/FKIP/Fisika
mengapung : Massa jenis benda harus lebih kecil dari massa zat cair
melayang : Massa jenis benda harus sama dengan dari massa zat cair
tenggelam : Massa jenis benda harus lebih besar dari massa zat cair

Penerapan Hukum Archimedes

Alat pengukur massa jenis (Hidrometer)



Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair. Hidrometer
merupakan contoh penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari yang paling
sederhana. Cara kerja hidrometer merupakan bukti nyata bunyi hukum Archimedes. Suatu benda
yang dimasukan kedalam zat cair sebagian atau keseluruhan akan mengalami gaya keatas dan
besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Jika hidrometer dicelupkan ke dalam zat
cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin besar massa jenis zat cair maka Makin sedikit
bagian hidrometer yang tenggelam. Seberapa banyak air yang dipindahkan oleh hidrometer akan
tertera pada skala yang terdapat pada alat hidrometer.

Teknologi perkapalan seperti Kapal laut dan kapal Selam
Teknologi perkapalan merupakan contoh hasil aplikasi dari penerapan hukum Archimedes yang
paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kapal laut terbuat dari besi atau kayu di
Suryani Jati R/ UNS/FKIP/Fisika
buat berongga dibagian tengahnya. Rongga ini bertujuan agar volume air laut yang dipindahkan
badan kapal besar. Aplikasi ini bedasarkan bunyi hukum Archimedes yaitu gaya apung suatu
benda sebanding dengan banyaknya air yang dipindahkan. Dengan menggunakan prinsip
tersebut maka kapal laut bisa terapung dan tidak tenggelam.

Lain halnya dengan kapal selam yang memang di gunakan untuk bisa tenggelam di air dan juga
mengapung di udara. Untuk itu pada bagian tertentu kapal selam di persiapkan rongga yang
dapat menampung sejumlah air laut yang bisa di isi dan di buang sesuai kebutuhan. Saat ingin
menyelam, rongga tersebut di isi dengan air laut sehingga berat kapal selam bertambah.
Sebaliknya saat ingin mengapung, air laut dalam rongga tersebut di keluarkan sehingga bobot
kapal selam menjadi ringan dan mampu melayang di permukaan.

Jembatan Poton
Jembatan poton adalah jembatan yang terbuat dari kumpulan drum-drum kosong yang melayang
diatas air yang diatur sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah jembatan. Jembatan poton
disebut juga jembatan apung. Untuk bisa di jadikan sebagai jembatan, drum-drum tersebut harus
berada dalam kondisi kosong dan tertutup rapat sehingga udara di dalam drum tidak dapat keluar
dan air tidak dapat masuk kedalam. Dengan cara itu berat jenis drum dapat diminimalkan
sehingga bisa terapung di atas permukaan air.

Teknologi Balon Udara
Balon udara adalah penerapan prinsip Archimedes di udara. Hal ini sesuai dengan pembahasan
awal bahwa aplikasi hukum Archinedes tidak hanya berlaku untuk benda cair tetapi juga benda
gas. Untuk dapat terbang melayang di udara, balon udara harus diisi dengan gas yang bermassa
jenis lebih kecil dari massa jenis udara atmosfer. Sehingga balon udara dapat terbang karena
mendapat gaya keatas, misalnya diisi udara yang dipanaskan. Udara yang dipanaskan memiliki
tingkat kerenggangan lebih besar daripada udara biasa. Sehingga masa jenis udara tersebut
menjadi ringan.