Anda di halaman 1dari 25

Anatomi dan Fungsi Sistem

Reproduksi Manusia
Kelompok 1
Indah Puspa Pratiwi
Aida Fitria Qisti
Beta Sonya Andini
E. Nuraeni
Feby Arie Dwi Putri
Hinggit Sugiarto
Muhamad Haryadi
Ressabela Putri R
Sefti Nuraeni
Yuliyanita


Organogenesis Sistem Reproduksi
Manusia (Urogenitalia)
1. Pembentukan Sistem Genitalis Pada Pria
a. Pembentukan Testis
b. Pembentukan Genital Eksternal
2. Pembentukan Sistem Genitalis Pada
Wanita
a. Pembentukan Ovarium
b. Pembentukan Duktus Genitalis dan Vagina
c. Pembentukan Genital Eksternal


a. Pembentukan Testis
Kromosom Y
gonad primitif -> testis.
Bagian medula -> tubulus seminiferus
bagian perifer ->tunika albuginea yang
merupakan suatu jaringan ikat fibrosa
sel epitel permukaan kelenjar -> sel Sertoli
rigi kelamin -> sel Leydig
Tubulus seminiferus akan terhubung ke duktus
mesonefros melalui saluran duktus eferens.

Pada akhir bulan ke-2 akan terjadi perubahan posisi testis
menjadi lebih turun (mendekati posisi phallus/penis).
Duktus genitalis pada pria terbentuk dari duktus mesonefros
Duktus mesonefros akan berhubungan dengan tubulus
seminiferus (testis) melalui duktus eferens
bagian duktus mesonefros yang masih melekat di testis
namun tidak membentuk hubungan dengan testis disebut
epididimis.
Bagian selanjutnya dari duktus mesonefros berbentuk
panjang dan disebut duktus deferens yang berujung ke
vesikula seminalis. Daerah duktus lain di luar vesikula
seminalis disebut duktus ejakulotorius.

b. Pembentukan Genital Eksternal

Pembentukan genital eksternal pria
(phallus/penis) merupakan hasil pemanjangan
tuberkulum genital di bawah pengaruh
hormon androgen. Lipatan uretra akan
menutup membentuk uretra pars kavernosa,
sehingga bagian uretra harus memanjang
hingga ke ujung penis dan keluar melalui
orifisium uretra eksternum

a. Pembentukan Ovarium
Berbeda pada pembentukan testis dari gonad
primitif, pada pembentukan ovarium akan terjadi
perkembangan (penebalan) bagian korteks yang
pesat membentuk korda korteks sedangkan
bagian medulanya menghilang dan digantikan
oleh medula ovarium. Pada bulan ke-4 telah
terdapat oogonia dan sel folikuler pada ovarium.
Selanjutnya ovarium akan mengalami perubahan
posisi menjadi sedikit lebih turun (desensus)
hingga terletak di bawah tepi pelvis sejati.
b. Pembentukan Duktus Genitalis
dan Vagina

Pada pembentukan duktus genitalis wanita, bagian yang
berkembang menjadi duktus adalah duktus
paramesonefros, sedangkan duktus mesonefros akan
menghilang. Tuba uterina terbentuk dari bagian kranial
duktus paramesonefros, sedangkan bagian kaudalnya akan
bertemu dengan duktus paramesonefros lain dari sisi
ipsilateral, menyatu dan mengalami penebalan-penebalan
sehingga terbentuklah korpus uteri dan serviks. Ujung
padat duktus paramesonefros ini akan mengalami
penojolan yang disebut bulbus sinovaginalis yang
berproliferasi membentuk lempeng vagina. Pelebaran pada
lempeng vagina akan membentuk forniks vagina yang
terdapat lumen di tengahnya, kelak berkembang menjadi
selaput dara (himen).

c. Pembentukan Genital Eksternal

Pada wanita, tuberkulum genital primitif akan
sedikit memanjang membentuk klitoris,
sedangkan lipatan uretra tetap terbuka
membentuk labia minor. Tonjol kelamin
membesar dan membentuk labia minor,
sedang alur urogenital terbuka dan
membentuk vestibulum.

Sistem Reproduksi Wanita
A. Alat Genitalia Luar
B. Alat Genitalia Dalam
C. Payudara
D.Hormon Pada Wanita
E. Kelainan pada Organ Reproduksi
1. Mons Veneris
Mons Veneris merupakan bagian yang menonjol dan terdiri dari
jaringan lemak yang menutupi bagian depan simpisis pubis, dan
setelah masa pubertas kulit mons veneris akan di tumbuhi oleh
rambut.
2. Labia Mayora
Labia mayora berbentuk lonjong dan menonjol, berasal dari mons
veneris dan berjalan ke bawah dan belakang..
Labia Mayora terdiri dari dua permukaan :
1. Bagian luar, menyerupai kulit biasa dan ditumbuhi rambut.
2. Bagian dalam menyerupai selaput lendir dan mengandung
banyak kelenjar sebacea.
3. Labia Minora
Labia minora merupakan lipatan sebelah medial dari labia mayora
dan merupakan lipatan kecil dari kulit diantara bagian superior
labia mayora.


d. Klitoris
Klitoris merupakan sebuah jaringan erektil kecil, banyak
mengandung urat-urat syaraf sensoris yang dibentuk oleh
suatu ligamentum yang bersifat menahan ke depan simpisis
pubis dan pembuluh darah.
e. Hymen (selaput Dara)
Hymen adalah diafragma dari membrane yang tipis dan
menutupi sebagian besar introitus vagina, di tengahnya
terdapat lubang dan melalui lubang tersebut kotoran
menstruasi dapat mengalir keluar.
f. Vestibulum
Vestibulum merupakan rongga yang sebelah lateralnya
dibatasi oleh kedua labia minora, anterior oleh klitoris, dorsal
oleh fourchet.


Alat Genitalia Dalam

a. Vagina
Vagina merupakan saluran yang
menghubungkan uterus dengan vulva
b. Uterus
Uterus merupakan alat yang berongga dan
berbentuk sebagai bola lampu yang gepeng
dan terdiri dari 2 bagian : korpus uteri yang
berbentuk segitiga dan servix uteri yang
berbentuk silindris.
c. Tuba Fallopi
Fungsi tuba fallopi (oviduk) yang utama
adalah untuk membawa ovum yang
dilapaskan ovarium ke kavum uteri.
d. Ovarium
Ovarium terdapat di dalam rongga panggul di
sebelah kanan maupun sebelah kiri dan
berbentuk seperti buah kenari. Ovarium
berfungsi memproduksi sel telur, hormon
esterogen dan hormon progesteron.

Payudara
Hormon pada Wanita
1. Estrogen
2. Progesterone
3. Gonadotropin Releasing Hormone
4. FSH (folikel stimulating hormone) dan
LH (luteinizing Hormone)



Kelainan Organ Reproduksi
Gangguan Menstruasi
Kanker Pada Wilayah Genital
Endometriosis
Infeksi vagina
Penyempitan Pada Oviduk
Mandul/Infertilitas
Kanker Payudara
Mola Hidalidosa
Condiloma Accuminata

Sistem Reproduksi Pria
A.Struktur dan Fungsi
B.Hormon pada Pria
C.Kelainan Organ Reproduksi
Struktur dan Fungsi

Hormon pada Pria

Kelainan Organ Reproduksi

Kehamilan dan Laktasi

Fisiologi Janin dan Neonatus