P. 1
Permenkeu No. 7/PMK.05/2008 (Perjalanan Dinas)

Permenkeu No. 7/PMK.05/2008 (Perjalanan Dinas)

|Views: 9,649|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Nov 10, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

MtNTERl KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 07/PMK.05/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.02/2007 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2008, dipandang perlu menyesuaikan pengaturan tariflbiaya penginapan dan uang representatif serta fasilitas angkutan dalam kota/sewa kendaraan bagi Pejabat Negara dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 451PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.05/2007; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dirnaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap; Mengingat
:

1. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 621PMK.05/ 2007;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.02/2007 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2008;
MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/ PMK.05/ 2007, diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (5) diubah, sehingga Pasal 5 berbunyi sebagai berikut:
(1) Biaya perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal4 ayat (I),terdiri: a. uang harian, terdiri dari uang makan, uang saku, dan transport lokal; b. biaya transport pegawai; c. biaya penginapan; d. uang representatif; e. sewa kendaraan dalam kota.

(2) Khusus untuk keperluan sebagairnana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dan h, selain biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga diberikan biaya menjemputlmengantar jenazah, terdiri: a. biaya pemetian; b. biaya angkutan jenazah.

(3) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (I), digolongkan dalam 6 (enam) tingkat, yaitu: a. Tingkat A untuk Pejabat Negara (Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri dan setingkat Menteri); b. Tingkat B untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon I; c. Tingkat C untuk Pejabat Eselon 11; d. Tingkat D untuk Pejabat Eselon III/Golongan IV; e. Tingkat E untuk Pejabat Eselon IV/Golongan 111; f. Tingkat F untuk PNS Golongan I1 dan Golongan I.
(4) Penyetaraan tingkat biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) di lingkungan Kementerian Pertahanan/TNI ditetapkan oleh Menteri Pertahanan dan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. (5) Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diberikan berdasarkan tingkat perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dengan pengaturan sebagai berikut: a. Uang Harian, sebagaimana tercantum pada Lampiran I; b. Fasilitas Transport, sebagaimana tercantum pada Lampiran 11;

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

c. Fasilitas dan Kelas Penginapan, sebagaimana tercantum pada Lampiran 1 1 1; d. Biaya Pemetian dan Angkutan Jenazah, termasuk yang berhubungan dengan pengruktian/pengurusan jenazah, sebagaimana tercantum pada Lampiran IV; e. Perkiraan Biaya Penginapan Berdasarkan Tarif Rata-rata Hotel, sebagaimana tercantum pada Lampiran V; f. Uang Representatif dan Sewa Kendaraan Dalam Kota sebagaimana tercantum pada Lampiran VII. 2. Ketentuan Pasal8 diubah sehingga Pasal8 berbunyi sebagai berikut: Perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal4 ayat (1) diberikan biaya-biaya sebagai berikut: 1. uang harian, biaya transport pegawai, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) huruf a, b, c, dan e; 2. biaya transport pegawai, untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada Pasal4 ayat (2) huruf d dan f, dengan uang harian yang dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian bagi yang ditugaskan mengikuti pendidikan dinas di luar Tempat Kedudukan;

3. uang harian, biaya transport pegawai/keluarga, dan biaya penginapan sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang, serta biaya pemetian dan angkutan jenazah untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal4 ayat (2) huruf g dan h. 3. Ketentuan Pasal9 diubah sehingga Pasal9 berbunyi sebagai berikut:

Uang harian dan uang representatif dalam rangka perjalanan dinas jabatan serta biaya pemetian jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) dibayarkan secara lumpsum dan merupakan batas tertinggi. 4. Ketentuan Pasal 10 diubah, sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut:

Biaya transport pegawai, biaya penginapan, dan sewa kendaraan dalam kota dalam rangka perjalanan dinas jabatan serta biaya angkutan jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1)dan ayat (2) dibayarkan sesuai dengan Biaya Riil.

MENTERI KEUANCiAN REPUBLIK INDONESIA

5. Ketentuan Pasall1 diubah sehingga Pasall1 berbunyi sebagai berikut:

(1)Uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota perjalanan dinas jabatan diberikan: a. untuk perjalanan dinas yang memerlukan waktu sekurangkurangnya 6 (enam) jam; b. menurut banyak hari yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan dinas; c. selama 2 (dua) hari untuk transit menunggu pengangkutan lanjutan dalam ha1 harus berpindah ke alat angkutan lain; d. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat bertolak ke/datang dari luar negeri; e. selama-lamanya 10 (sepuluh) hari di tempat yang bersangkutan jatuh sakit/ berobat dalam ha1 pegawai yang sedang melakukan perjalanan dinas jatuh sakit; f. selama-lamanya 90 (sembilan puluh) hari dalam ha1 pegawai melakukan tugas detasering; g. selama-lamanya 7 (tujuh) hari setelah diterima keputusan tentang perubahan detasering menjadi penugaspindahan; h. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat penjemputan jenazah dan selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah dalam ha1 jenazah tersebut tidak dimakamkan di tempat kedudukan almarhum/almarhumah yang bersangkutan untuk pejabat negara/ pegawai yang meninggal saat melaksanakan perjalanan dinas; i. selama-lamanya 3 (tiga) hari di tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai yang meninggal dan dimakamkan tidak di tempat kedudukan almarhum/almarhumah yang bersangkutan. (2) Dalam ha1 perjalanan dinas jabatan dilakukan secara bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu, penginapan/hotel untuk seluruh pejabat negara/pegawai dapat menginap pada hotel/penginapan yang sama, sesuai dengan kelas kamar penginapan/ hotel yang telah ditetapkan untuk masing-masing pejabat negara/ pegawai negeri.
(3) Perjalanan dinas jabatan pulang dan pergi yang memakan waktu kurang dari 6 (enam) jam, diberikan biaya perjalanan dinas setinggi-tingginya sebesar 60% (enam puluh persen) dari uang harian sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini.

MENTERl KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

6. Ketentuan Pasal15 diubah sehingga Pasal15 berbunyi sebagai berikut:

(1)Dalam ha1 jumlah hari perjalanan dinas jabatan ternyata melebihi jumlah hari yang ditetapkan dalam SPPD, pejabat yang berwenang dapat mempertimbangkan tambahan uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/kelalaian pejabat negara/ pegawai negeri bersangkutan. (2) Tambahan uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota sebagaimana dimaksud pada ayat (I), tidak dapat dipertimbangkan untuk hal-ha1 sebagaimana dimaksud dalam Pasall1 ayat (1)huruf d, e, f, g, h dan i.

(3) Dalam ha1 jumlah hari menunggu sambungan dengan alat angkutan lain ternyata lebih dari 2 (dua) hari sebagaimana 1 dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf c, maka Pejabat yang Berwenang dapat mempertimbangkan pemberian tambahan uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota sepanjang kelebihan tersebut bukan disebabkan kesalahan/ kelalaian pejabat negara/ pegawai negeri bersangkutan.
(4) Dalam ha1 jurnlah hari perjalanan dinas ternyata kurang dari jurnlah hari yang ditetapkan dalam SPPD, maka pejabat negara/pegawai negeri yang bersangkutan wajib menyetorkan kembali kelebihan uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota yang telah diterimanya. (5) Ketentuan penyetoran kembali kelebihan uang harian, biaya penginapan, uang representatif, dan sewa kendaraan dalam kota sebagaimana dimaksud pada ayat (4) di atas tidak berlaku untuk hal-ha1 sebagaimana dimaksud dalam Pasall1 ayat (1) huruf g.

7. Ketentuan Pasal16 diubah sehingga Pasal16 berbunyi sebagai berikut:
(1)Perjalanan dinas dilakukan berdasarkan SPPD yang diterbitkan oleh Pejabat yang Berwenang menurut contoh sebagaimana tercantum pada Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini.

(2) Pejabat yang Berwenang hanya dapat menerbitkan SPPD untuk perjalanan dinas yang biayanya dibebankan pada anggaran yang tersedia pada kantorlsatuan kerja berkenaan.

(3) Dalam ha1 SPPD ditandatangani oleh atasan langsung pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (2) huruf a, maka pembiayaan perjalanan dinas dapat dibebankan pada kantor/satuan kerja Pejabat yang Berwenang tersebut.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

(4) Pejabat yang Berwenang dalam menerbitkan SPPD sekaligus menetapkan tingkat golongan perjalanan dinas dan alat transport yang digunakan untuk melaksanakan perjalanan yang bersangkuian dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan perjalanan dinas tersebut.

Pasal I1 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak tanggal 1Januari 2008. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pads tanggal 3 0 Januar i 2 0 0 8

Salinan sesuai dengan aslinya,

PERATURAN

A

A

13E:~~;: MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK O5/2007 'IENTANG PERJALANAN DINAS JARATAN DALAM NEGERI BAG1 PEJABAT NEGARA, PECAWAI NEGERI, DAN PEGAWAl TIDAK TETAP

;:Z;::,~J/ P&O~/HP

MENTEIiI

LAMIJII<AN i KEUANGAh

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

UANG HARIAN PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI
UANG HARIAN

PROVINSI

NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMB1 SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAN'A TIMUR RALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA IRIAN JAYA BARAT

Salinan sesuai dengan aslinya,

MENTERJ KEUANGAN

L

'

.

LAMPIRAN I1 PERATURAN MENTERI KEUANGAN NoMoR PMK. 05/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGEN, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

071

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

FASILITAS TRANSPORT BAGI PEJABAT NEGARA DAN KELUARGA*)
1

NO

PEJABAT NEGARA

TINGKAT PERJALANAN DINAS

MODA TRANSPORTASI PESAWAT UDARA KAPAL LAUT
5

,

KERETA API/BUS
6

LAINNYA
7

1
1.

2

3

4

Ketua/ Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri serta setingkat Menteri. Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pejabat Lainnya Yang Setara

A

Bisnis

VIP/ Kelas I A

Spesial/ Eksekutif

Sesuai Kenyataan

2.

B

Bisnis

Kelas I B

Eksekutif

Sesuai Kenyataan

3.

Pejabat Negara Lainnya.

B.

Ekonomi

Kelas I B

Eksekuti

Sesuai Kenyataan

FASILITAS TRANSPORT BAGI PEGAWAI, DAN KELUARGA*)
MODA TRANSPORTASI PESAWAT UDARA
1
2

NO

ESELON, PANGKAT/ GOL.

TINGKAT PERJALANAN DINAS

KAPAL LAUT
5

KERETA API/BUS
6

LAINNYA
7

3

4

1.
2.

Eselon I. Eselon 11. Eselon III/Golongan IV. Eselon IV/Golongan 111. PNS Golongan 11 dan I.

B
C

Bisnis Ekonomi Ekonomi Ekonomi Ekonomi

Kelas I B Kelas I B Kelas I1 A Kelas I1 A Kelas I1 A

Eksekutif Eksekutif Eksekutif Eksekutif Eksekutif

3.
4.

D E

5.

F

Sesuai Kenyataan Sesuai Kenyataan Sesuai Kenyataan Sesuai Kenyataan Sesuai Kenyataan

*) Keluarga untuk keperluan sebagaimana dimaksud dalam pasal4 ayat (2) huruf g dan h

MENTERI KEUANGAN
ttd.

epartemen
d.

r"

SRI MULYANI INDRAWATI

LAMIJIIL'lN 111

PERATURAN

PERUBAHAN N0M.R 07

/ PMK. 05/,2,048 KEDUA

MENTERI

KEUANGAN p E

~

I

.

1

I
NO
1 1.
2.

MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/FMK.O 512007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

Y
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

FASILITAS DAN KELAS PENGINAPAN BAG1 PEJABAT NEGARA DAN KELUARGA*)

PEJABAT NEGARA.

TINGKAT PERJALANANDINAS

FASILITAS HOTEL
4

KELAS

2

5
Suite

Ketua/ Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri serta setingkat Menteri. Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pejabat Lainnya Yang Setara Pejabat Negara Lainnya.

A

Bintang Lima

B
B

Bintang Empat

Deluxe

3.

Bintang Empat

Deluxe

Keterangan: Untuk Pejabat Negara (Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri serta setingkat Menteri) diberikan fasilitas Hotel Bintang Lima Kelas Suite. Apabila dalam Provinsi tersebut tidak terdapat Hotel Bintang Lima, maka kepada Pejabat Negara tersebut dapat diberikan tarif kamar hotel tertinggi yang ada di Provinsi tersebut.

FASILITAS DAN KELAS PENGINAPAN BAGI PEGAWAI, DAN KELUARGA*) FASILITAS HOTEL 4 Bintang Empat .Bintang Empat Bintang Tiga Bintang Dua Bintang Satu KELAS

NO - -

ESELON. PANGKATIGOL. 2 Eselon I. Eselon 1 . 1 Eselon I11 / Golongan 1V. Eselon IV / Golongan 111. PNS Golongan I1 dan I.
-~ -

TAL x.C A T Th 1 K a a ' .T A

PERJALANAN DINAS

1

5
Deluxe Deluxe S tandar Standar Standar

1.

B
C

2.
3.

D E F

4.
5.

-

*) Keluarga untuk keperluan sebagaimana dimaksud dalam 4 ayat (2) huruf g dan h

basal

'

dengall aslinya,

MENTERI KEUANGAN, ttd
SIU MULYANI INDRAWATI

LAMPIRAN IV PERATUKAN MENTERl KEU AXGAN NOMOR pMK. TEWTAXG IJERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN D I N S JAUATAN DA[.AM NEGERl BAG1 PEJABAI' NEGAR.4, PEGAWAl NEGERI, DAN PEGAWAl TlDAK TETAP

071

05/2008

MENTEAI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BIAYA PEMETIAN DAN ANGKUTAN JENAZAH
Tingkat Pegawai Tingkat A
I

No.

URAIAN

Tingkat B

Tingkat C

Tingkat D, E dan F
I

I
3.000.000

t

Biaya Pemetian

2.500.000

i

I,

Menurut tarif yang berlaku dan alat angkut yang digunakan

MENTERI KEUANGAN,
ttd

SRI MULYANI INDRAWATI

LAMPIRAN V MENTERI KEUANGAN PERATURAN NOMOR - TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/FMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAG1 PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

07/PMK.O5/2008

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERKIRAAN BIAYA PENGINAPAN BERDASARKAN TARIF RATA-RATA HOTEL
N 0
1
1 . 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33.

PROVINSI

TARIF HOTEL KELAS "ITE
3

TARIF RATA-RATA HOTEL KELAS STANDAR/ DELUXE NON SUITE
.

BINTANG LIMA
4

BINTANG BINTANG BINTANG BINTANG SATU EMPAT TIGA DUA
5
6

2

7

8

NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMB1 SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.K.I. JAKARTA JAWA TENGAH D.I.YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALJMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA IRIAN JAYA BARAT

1.300.000 4.400.000 3.085.000 3.410.000 1.100.000 2.937.000 1.584.000 2.442.000 715.000 1.072.500 3.025.000 1.793.000 8.712.000 3.555.200 4.094.200 5.247.000 7.956.300 5.115.000 1.787.500 1.100.000 750.000 2.180.000 5.775.000 2.700.000 875.600 796.000 2.750.000 990.000 951.000 800.000 715.000 1.550.000 1.056.000

726.000 1.100.000 950.000 770.000 660.000 935.000 825.000 605.000 660.000 605.000 1.550.000 1.200.000 1.320.000 1.000.000 825.000 880.000 1.650.000 825.000 660.000 770.000 650.000 715.000 880.000 900.000 715.000 660.000 1.000.000 770.000 770.000 660.000 600.000 970.000 715.000

641.300 762.300 858.000 550.000 615.000 787.000 ' 567.000 440.000 440.000 440.000 700.000 660.000 770.000 750.000 620.000 660.000 1.210.000 660.000 550.000 550.000 550.000 650.000 715.000 650.000 550.000 550.000 715.000 550.000 550.000 495.000 495.000 660.000 550.000

500.000 540.000 585.000 438.000 540.000 410.000 385.000 360.000 385.000 385.000 440.000 510.000 605.000 495.000 459.000 495.000 935.000 495.000 385.000 500.000 385.000 450.000 550.000 575.000 495.000 440.000 550.000 440.000 440.000 420.000 330.000 475.000 440.000

363.000 300.000 330.000 246.000 220.000 330.000 275.000 330.000 330.000 275.000 330.000 410.000 440.000 385.000 330.000 385.000 770.000 350.000 275.000 275.000 288.000 275.000 385.000 385.000 330.000 330.000 385.000 330.000 330.000 220.000 220.000 375.000 330.000

220.000 240.000 220.000 185.000 165.000 275.000 220.000 215.000 220.000 165.000 220.000 275.000 330.000 275.000 225.000 275.000 495.000 215.000 220.000 220.000 225.000 165.000 220.000 220.000 165.000 165.000 220.000 165.000 220.000 165.000 165.000 275.000 290.000

Salinan sesuai dengan aslinya, epartemel

'

!

t

ttd

,

i

/"

I

,

LAMPIRAN VI KEUANGAN PERATURAN MENTERI NOMOR W / p M ' 05/2008 TENTANG PERUBAHA K E D U ~ ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK 05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAG1 PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

Kementerian NegaraILembaga: ...............................

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Lembar Ke Kode No. Nomor

Surat Perintah Perjalanan Dinas
1 2

Pejabat berwenang yang memberi perintah NamaINIP Pegawai yang diperintahkan a. b. c. Pangkat dan Golongan ruang gaji menurut PP No. 6 Tahun 1997 Jabatanllnstansi Tingkat Biaya Perjalanan Dinas a. b. c.

3

4

Maksud Perjalanan Dinas Alat angkutan yang dipergunakan a. Tempat berangkat b. Tempat Tujuan a. Lamanya Perjalanan Dinas b. Tanggal berangkat c. Tanggal harus kembaliltiba di tempat baru *) Pengikut : Nama a. b. a. b. c. Tanggal Lahir Keterangan

5

6
7

8

1. 2. 3. 4. 5.
9 Pembebanan Anggaran a. lnstansi b. Mata Anggaran Keterangan lain-lam coret yang tidak perlu Dikeluarkan di Tanggal
:

a. b.

10

(Pejabat Yang ~erwenang)'

.................................. )
NIP

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

I.

Berangkat dari (Tempat Kedudukan) Ke Pada Tanpqal Kepala
(. ................................... ..) NIP Berangkat dari Ke Pada Tanggal Kepala (..................................................... NIP Berangkat dari Ke Pada Tanggal Kepala (..................................................... 1 NIP Berangkat dari Ke Pada Tanggal Kepala (..................................................... NIP Berangkat dari Ke Pada Tanggal Kepala

11.

Tiba di Pada Tanggal Kepala

111.

(.................................................. NIP Tiba & Pada Tanggal Kepala

IV.

(.................................................. 1 NIP Tiba di Pada Tanggal Kepala

V.

................................................... ) NIP Tiba di Pada Tanggal Kepala

VI.

(.................................................. ) NIP Tiba di (Tempat Kedudukan) Pada Tanggal

Pejabat Yang Berwenangl Pejabat lainnya yang ditunjuk
(.................................................. 1 NIP Catatan Lain-Lain

(..................................................... NIP Telah diperlksa dengan keterangan bahwa pejalman tersebut atas perintahnya dan semata-mata untuk kepentingan jabatan dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Pejabat Yang Berwenangl Pejabat lainnya yang chtunjuk (..................................................... ) NIP

VII. VIII

PERHATIAN : Pejabat Yang Berwenang menerbitkan SPPD, pegawai yang melakukan pejalanm h a s , para pejabat yang mengesahkan tanggal berangkatltiba, serta bendaharawan bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangm Negara apabila negara menderita akibat kesalahan, kelalaian, dan kealpaannya.

Salinan sesuai dengall aslinya,

MIENTER1 KEUAVGAN
ttd

SRI MJLYANI INDRAWAT1

LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI KEUANGAN NoMoR 0512008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 45/PMK.05/2007 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI, DAN PEGAWAI TIDAK TETAP

071 PMK.

MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

UANG REPRESENTATIF BAGI PEJABAT NEGARA DAN PEGAWAI NEGERI
PEJABAT NEGARA DAN PEGAWAI NEGERI

I

BESARAN PERHARI

1.

Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri serta setingkat Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pejabat Negara Lainnya. Pejabat Eselon I Pejabat EseIon I1

Rp 200.000

/ 1
2. 3.

Rp 100.000

SEWA KENDARAAN DALAM KOTA
NO
1

PEJABAT NEGARA

MAKSIMAL BESARAN PER HARI
3

2

1.

Ketua/ Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara, Menteri serta setingkat Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pejabat Negara Lainnya.

Rp 500.000

,

MENTERI KEUANGAN,
ttd

SRI MULYANI INDRAWATI

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->