Anda di halaman 1dari 7

DIFUSI GAS

Siti Masitoh
1112016200006
M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014


ABSTRAK
Difusi adalah peristiwa di mana terjadi transfer materi melalui materi lain. Transfer
materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Difusi
merupakan proses irreversible. Pada fase gas dan cair, peristiwa difusi mudah terjadi, dan pada
fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama. Difusi muncul akibat
pergerakan acak molekul bahan yang membiarkan molekul tersebut terpisah satu sama lainnya.
Menurut perthitungan didapat massa molekul relatif zat X adalah sebesar 151,78 gr/mol.
Tetapi jika ditinjau dari baunya zat X adalah kloroform, karena baunya yang khas. Tetapi jika
dilihat dari massa molekul yang didapat dari hasil praktikum akan berbeda jauh dengan literatur
yang ada. Massa molekul relatif dari kloroform menurut literatur adalah 119,5 gr/mol.

PENDAHULUAN
Difusi adalah lewatnya satu zat ke zat lain. Difusi adalah migrasi molekul akibat gerakan
molekul secara acak. Difusi dari dua atau lebih gas menghasilkan campuran molekul dan dalam
wadah tertutup, segera menghasilkan campuran homogen. Gejala yang terkait yaitu efusi. Efusi
adalah lepasnya molekul gas dari wadahnya melalui lubang kecil atau jarum. Laju terjadinya
efusi berbanding lurus dengan kecepatan molekul. Artinya, molekul dengan kecepatantinggi
berdifusi lebih cepat dibanding dengan molekul dengan kecepatan rendah. Laju efusi dua gas
yang berbeda berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari massa molarnya (Petrucci, 203:
2007).
Beberapa gas bahkan bergerak dalam arah berlawanan terhadap arus nettonya. Namun,
difusi memang terjadi, dan gas-gas bermassa molar lebih rendah berdifusi lebih cepat
bibandingkan gas bermassa molar tinggi. Jika dibandingkan pada suhu yang sama dua gas
memilikienergikinetik yang sama. Ini berarti bahwa molekul dengan massa yang lebih kecil
memiliki kecepatan lebih tinggi (Petrucci, 204: 2007).
Difusi adalah peristiwa di mana terjadi transfer materi melalui materi lain. Transfer
materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Difusi
merupakan proses irreversible. Pada fase gas dan cair, peristiwa difusi mudah terjadi, dan pada
fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama (Ari Kuswanto, 4).
Difusi adalah pergerakan molekul suatu zat secara random yang menghasilkan
pergerakan molekul efektif dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (Suryasatriya, 1).
Difusi muncul akibat pergerakan acak molekul bahan yang membiarkan molekul tersebut
terpisah satu sama lainnya (Ali Joko Wasono, 2: 2010).
Difusi adalah gerak spontan atom atau molekul di dalam bahan yang cenderung
membentuk komposisi yang seragam. Gaya pendorong terjadinya proses difusi adalah gradient
konsentrasi yaitu jumlah atom/molekul yang terdapat disekitar komponen dibandingkan dengan
jumlah atom/molekul yang terdapat di dalam komponen (Mujiyono, 3).
Difusi (Difussion), yakni campuran antara molekul satu gas dengan molekul gas lainnya
yang terjadi secara sedikit demi sedikit berdasarkan sifat kinetiknya. Difusi selalu berlangsung
dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah konsentrasi yang lebih rendah.
Meskipun bahwa pada kenyataannya kecepatan molekul sangat besar. Proses difusi memerlukan
waktu relatif lama hingga selesai (Raymond Chang, 146: 2003).

BAHAN DAN METODE
a. Alat dan bahan
1. Pipa gelas
2. Pipet tetes
3. Gelas kimia
4. Satif + klem
5. Kapas
6. Penggaris
7. Larutan HCl
8. Zat X

b. Metode
1. Siapkan pipa gelas, letakkan dalam posisi horizontal dengan statif.
2. Pipetlah HCl pekat dan teteskan dua tetes ke dalam pipa gelas pada ujung yang
satu, dalam waktu yang bersamaan teteskan dua tetes zat X pada ujung yang lain.
3. Tutuplah kedua ujung pipa yang telah ditetesi denagn kedua zat tersebut dengan
kapas dan biarkan beberapa saat.
4. Catat waktu yang diperlukan sampai terlihat warna putih kabut di tengah pipa
gelas.
5. Ukurlah jarak antara ujung pipa zat HCl dengan titik putih dengan titik putih
kabut yang terjadi (L
1
).
6. Ukur pula jarak ujung pipa zat X dengan titik putih kabut (L
2
).
7. Ulangi percobaan sebanyak 3 kali.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Data Pengamatan
Konsentrasi HCl : 12M
Massa molekul relatif HCl : 36.5
Nama Zat Percobaan Jarak yang Ditempuh (cm)
HCl 1 9
2 16,5
3 22
Zat X 1 3
2 16,3
3 4

Perhitungan:
Jarak tempuh gas HCl L
1
=

= 15,83
Jarak tempuh gas zat X L
2
=

= 7,76
Mr HCl = 36,5


Mr zat X = 151,78



Pembahasan
Praktikum kali ini mengenai difusi gas. Pada praktikum difusi gas ini akan dianalisis zat
X yang digunakan dalam praktikum. Jadi, dalam praktikum ini bertujuan untuk menentukan zat
X yang digunakan dalam praktikum melalui perhitungan massa molekul relatifnya. Di mana
untuk mengetahui massa molekul relatif ini maka dilakukanlah praktikum difusi gas.
Koefisien difusi adalah suatu kemampuan bahan terlarut yang melewati suatu luasan
tertentu tiap unit waktu yang sebanding dengan gradien konsenterasi bahan terlarut pada arah
tersebut. Larutan yang paling mudah untuk diamati proses difusinya adalah larutan transparan
karena mudah ditembus oleh sinar laser. Peristiwa difusi ditunjukkan oleh pola-pola gelap-terang
pada layar pengamatan akibat adanya interferensi atau perpaduan dua gelombang yang koheren.
Dengan memperhatikan pergeseran rumbai terhadap fungsi waktu, maka nilai koefisien difusi
larutan transparan dapat ditentukan Penghitungan koefisien difusi larutan didasarkan pada
pengukuran jarak pergeseran rumbai antara pusat-pusat kedua pola rumbai pada interferogram
(Ari Kuswanto, 11).
Dalam praktikum difusi gas ini, seharusnya ada asap yang terlihat ketika melakukan
praktikum, tetapi ketika praktikum dilakukan tidak ada asap yang terlihat pada pipa kaca, hanya
terlihat embun di dinding-dinding pipa kaca. Jadi dapat disimpulkan bahwa embun tersebut
merupakan gas yang dihasilkan oleh cairan-cairan yang digunakan dalam praktikum.
Dari data hasil praktikum didapat jarak tempuh dari HCl beturut-turut adalah 9 cm, 16,5
cm, dan 22 cm. sedangkan jarak tempuh zat X berturut-turut adalah 3 cm, 16,3 cm, dan 4 cm.
Dalam penentuan jarak tempuh ini terjadi beberapa kesalahan. Kesalahan ini terjadi di antaraya
diakibatkan oleh kekurang telitian mengamati embun yang terdapat pada dinding-dinding pipa
kaca, kendalanya adalah karena embun yang menempel pada dinding-dinding pipa kaca bukan
hanya embun yang dihasilkan dari larutan HCl dan senyawa X, tetapi merupakan embun dari air
juga, karena pipa kaca ketika dibersihkan menggunakan air.
Sedangkan menurut perthitungan didapat massa molekul relatif zat X adalah sebesar
151,78 gr/mol. Tetapi jika ditinjau dari baunya, zat X adalah kloroform, karena baunya yang
khas. Tetapi jika dilihat dari massa molekul yang didapat dari hasil praktikum akan berbeda jauh
dengan literatur yang ada. Massa molekul relatif dari kloroform menurut literatur adalah 119,5
gr/mol.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum mengenai difusi gas yang telah dilakukan, maka didapat
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Difusi (Difussion), yakni campuran antara molekul satu gas dengan molekul gas
lainnya yang terjadi secara sedikit demi sedikit berdasarkan sifat kinetiknya. Difusi
selalu berlangsung dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah
konsentrasi yang lebih rendah.
2. Gaya pendorong terjadinya proses difusi adalah gradient konsentrasi yaitu jumlah
atom/molekul yang terdapat disekitar komponen dibandingkan dengan jumlah
atom/molekul yang terdapat di dalam komponen
3. Berdasarkan data hasil praktikum jarak tempuh HCl lebih panjang daripada jarak
tempuh zat X. Massa molekul yang didapat dari hasil praktikum adalah sebesar
151,78 gr/mol.
4. Jika ditinjau dari baunya zat X adalah kloroform, karena baunya sangat khas.

DAFTAR PUSTAKA
Petrucci, Ralph H. 1987. Kimi Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat-Jilid 3.
Jakarta: Erlangga.
Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Kuswanto Ari. Penentuan Koefisien Difusi Larutan HCl Menggunakan Interferometer Michelson
Berbasis Borland Delphi 7.0. jurnal-online.um.ac.id. Diakses pada 12 Mei 2014. Pukul
18.22 WIB.
Trihandaru, Suryasatriya, dkk. Pemodelan Dan Pengukuran Difusi Larutan Gula Dengan
Lintasan Cahaya Laser. hfi-diyjateng.or.id. Diakses pada 12 Mei 2014. Pukul 18.30
WIB.
Wasono, Ali Joko dan Iyon Titok Sugiarto. Penentuan Koefisien Difusi Gas SF6 pada Tanah
Sawah dengan Metode Spektroskopi Fotoakustik Laser CO2. www.fisika.lipi.go.id. 2010.
Diakses pada 12 Mei 2014. Pukul 18.21 WIB.
Soemowidagdo, Arianto Leman dan Mujiyono. Meningkatkan Efektivitas Arang Bakau Pada
Proses Karburising Padat Baja Karbon Rendah Menggunakan Barium Karbonat.
eprints.uny.ac.id. diakses pada 12 mei 2014. Pukul 18.22 WIB.