Anda di halaman 1dari 15
TIPE KARGO DAN TIPE KARGO DAN KEMASAN KEMASAN
TIPE KARGO DAN
TIPE KARGO DAN
KEMASAN
KEMASAN

Secara umum kargo muatan transportasi laut yang diangkut dengan kapal dapat dibedakan atas berbagai jenis muatan sesuai bentuk, wujud, dan sifatnya

5.1. TIPE KARGO

TIPE KARGO DAN TIPE KARGO DAN KEMASAN KEMASAN Secara umum kargo muatan transportasi laut yang diangkut

K

argo muatan yang diangkut dengan transportasi laut dikelompokan sesuai bentuk, wujud dan sifatnya menjadi:

  • 1. Muatan Sejenis (Bulk Cargo) Muatan jenis ini dapat berupa muatan cair (bulk liquid caro), seperti minyak bumi, minyak kelapa sawit atau muatan kering (dry bulk cargo), seperti batubara dan kopra.

  • 2. Muatan Campuran (General Cargo) Muatan

jenis

ini

adalah

muatan

yang

dimuat di kapal dalam jenis dan pembungkus yang beraneka warna (dalam peti, drum, kaleng, besi beton, karung dsb).

  • 3. Muatan Yang Didinginkan (Refrigerated Cargo) Muatan jenis ini membutuhkan suhu dingin untuk pengawetan muatan, dan dibagi dalam suhu dingin (cold) dan suhu sangat dingin freeze), seperti sayur, buah , daging, ikan dan obat-obatan.

  • 4. Muatan Hewan Hidup (Life Stock) Dari tempat yang menghasilkan banyak ternak, hewan hidup sering diekspor untuk keperluan konsumsi atau pengembangan d a ri n e g a r a t u j u a n . U m u m n y a , menggunakan kapal atau tempat khusus untuk pengangkutannya. Hewan yang biasa diekspor antara lain sapi, domba, dan babi.

  • 5. Muatan Unit ( Unitize Cargo) Muatan unit adalah muatan yang dalam bentuk atau pembungkus asli dalam pengiriman dikelompokan atau disusun menjadi satu. Dengan cara ini maka kecepatan, keamanan dan pengawasan dari muatan dapat lebih mudah dilakukan. Contoh muatan unit adalah barang dalam petikemas. Pengelompokan dapat dilakukan dengan susunan yang menyatu dengan diikat, disusun dalam tempat besar (container) dan dalam muatan palet (palletize cargo). Pengelompokan juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan dalam kantong besar (unibag).

TIPE KARGO DAN TIPE KARGO DAN KEMASAN KEMASAN Secara umum kargo muatan transportasi laut yang diangkut
 
TIPE KARGO DAN TIPE KARGO DAN KEMASAN KEMASAN Secara umum kargo muatan transportasi laut yang diangkut

Muatan yang ada didalam kapal dapat dinyatakan dalam ukuran berat (weight), volume (measurement), atau harga barang (ad valorem).

Muatan yang dikirim dari negara industri ke Indonesia dikelompokan menjadi :

  • - Muatan berbentuk barang jadi, seperti mesin, tekstil, barang dalam peti, kaleng, dan barang – barang elektronik yang harus dilindungi agar tidak basah.

  • - Muatan berbentuk barang – barang berat, seperti mesin – mesin untuk pabrik, peti – peti besar yang memerlukan peralatan khusus untuk membongkarnya.

  • - Rolling stock, seperti mobil, traktor, dan peralatan berat lainnya.

  • - Barang

kimia

atau

bahan

pabrik

yang

meme rl u k an c a r a k hu s u s unt u k

membongkarnya dari kapal.

  • - Bahan makanan, seperti beras dan kedelai, jika masih dibutuhkan.

Barang dari Indonesia yang diekspor ke luar negeri terdiri dari 2 jenis, yaitu barang – b a r a n g y a n g ti d a k m e m e rl u k a n penanganan khusus dan yang memerlukan penanganan khusus.

Barang – barang yang tidak memerlukan penanganan khusus pada umumnya adalah barang hasil produksi pabrik, seperti plywood, sepatu, funiture, mobil, mesin, tekstil, barang kalengan dan sebagainya, yang tidak begitu terpengaruh bau dan keringat.

Sedangkan barang – barang yang memerlukan penanganan khusus adalah hasil alam tropis (tropical product), karena has i l dari bidang pertanian dan perkebunan bila dimuat dalam ruangan atau ruanga petikemas akan dapat mengeluarkan keringat atau bau, yang bila dicampur dengan muatan lain akan bisa merusak muatan lain itu.

Juga dapat terjadi kenaikan suhu sehingga ada produk, seperti kopra, yang dapat terbakar sendiri.

  • 6. Muatan berbahaya Muatan berbahaya (dangerous cargo) adalah muatan yang dapat terbakar atau meledak. Oleh karena itu muatan berbahaya perlu mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak, baik pemilik barang, stevedore, pengangkut, keagenan maupun instansi terkait. Pengangkutan muatan berbahaya harus mengikuti ketentuan International Maritime Dangerous Goods (IMDG) tahun 1992. Hal-hal

yang

perlu

diperhatikan

bila

mengerjakan muatan berbahaya adalah :

  • - Pengemasan (packing) yang sesuai peraturan.

  • - tanda (remarks) dan label

Tanda –

harus tertera jelas sesuai peraturan.

  • - khusus

Dokumen

untuk

muatan

berbahaya.

  • - (stowage

Persyaratan

penyimpanan

requirements)

Muatan yang ada didalam kapal dapat dinyatakan dalam ukuran berat (weight), volume (measurement), atau harga barang
 
Muatan yang ada didalam kapal dapat dinyatakan dalam ukuran berat (weight), volume (measurement), atau harga barang
  • - Dalam memuat atau membongkar muatan berbahaya, stevedore sebaiknya meminta pihak kapal agar ikut mengawasi juga. Selain itu, dangerous cargo-list dan instruksi tentang pemadatan dan pemuatan harus diperhatikan.

  • - Muatan

berbahaya

dikelompokan

dalam beberapa kelas dan setiap kelas

mempunyai label tersendiri.

Class 1.

Explosive (Bahan Peledak)

Class 1.1.

Substances and articles wich have a mass

explosion hazard (zat dan barang yang mempunyai sifat ledakan hebat).

Class 1.2.

Substances

and

articles wich have a

projection hazard bbuta no a mass explosion

hazard (zat dan bahan yang mempunyai sifat bahaya peledakan namun bukan peledakan hebat).

Class 1.3.

Substances and articles wich have a fire hazard and either a minor blast hazard or a

minor projection hazard or both, but not a mass explosion hazard (zat dan barang yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakankecil atau keduanya, namun bukan menimbulkan ledakan hebat).

Class 1.4.

Substances and articles wich present no

significant

hazard

(zat

dan

bahan

yang

tidak begitu membahayakan).

Class 1.5. Very itensive substance (zat yang sangat

peka).

Class 2.

Gases : sompresed, liqified or disolved under

pressure (gas: dipadatkan, dicairkan atau dilarutkan dibawah tekanan).

Class 3.

Flammable

terbakar)

liquids

(cairan

yang

mudah

Class 3.1. Low flash point of liquids (cairan dengan

titik bakar rendah)

Class 3.2. Intermediate flash point of liquids (cairan

dengan titik bakar sedang).

Class 3.3. High flash point of liquids (cairan dengan

titik bakar tinggi).

 

Class 4.1

Flammable

solids

(bahan

padat

mudah

terbakar)

Class 4.2.

Flammable solids, or substance, liable to

spontaneous combustion (bahan padat, mudah terbakar, atau zat yang mudah mengeluarkan uap panas).

- Dalam memuat atau membongkar muatan berbahaya, stevedore sebaiknya meminta pihak kapal agar ikut mengawasi juga.
 
- Dalam memuat atau membongkar muatan berbahaya, stevedore sebaiknya meminta pihak kapal agar ikut mengawasi juga.

Class 4.3.

Flammable solids, or substance, which in contact with water emit flammable gasses

(bahanpadat mudah terbakar, atatu zat yang bila terkena air akan mengeluarkan gas yang mudah terbakar).

Class 5.1. Oxidizing substances (zat oksidasi).

Class 5.2.

Organic

peroxides

beroksidasi).

(zat

yang

dapat

Class 6.1. Poisonous (toxic) substance (zat beracun).

Class 6.2. Infectious substance (zat yang dapat

menimbulkan gangguan atau iritasi).

Class 7. Radioactive substance (zat radioaktif).

Class 8.

Corrosives

karat).

(bahan

yang

menimbulkan

Class 9. Miscellaneous dangerous substances (aneka

bahan berbahaya).

IMO code berisi peraturan mengenai p e n g e m a s a n , m e m b e r i t a n d a , pengangkutan, stowage dan penanganan muatan berbahaya. Berbagai jenis pengemasan untuk berbagai jenis barang dengan perincian teknis dan gambar telah dimasukan dalam kode ini. Kode ini menghasurkan shipper bertanggung jawab terhadap pengemasan, label atau

etiket dan menandatangani pernyataan (dec laration) bahwa kemasan da pengamanan telah mengikuti peraturan IMO. EMKL atau forwader tidak berhak menandatangani declaration dan bila hendak mengerjakan dan mengurus muatan ini harus mendapatkan informasi yang lengkap dari shipper.

5.2. KEMASAN / PACKING

Class 4.3. Flammable solids, or substance, which in contact with water emit flammable gasses (bahanpadat mudah

Sedangkan berdasarkan packaging atau kemasan (yang biasa dikenal juga dengan nama koli) pada prakteknya adalah sebagai berikut; bale, karung, kantung kertas (sack), sbata (block), peti (cases/krat), keranjang (basket), ikatan (bundles/sling), drum, tong, curah (tanpa ikatan/bulk), unit petikemas.

KONTAINER DAN APLIKASINYA

The Reader's Dictionary memberi batasan sbb :

“ Container is a box, bottle, etc. made to contain something”.

Container adalah peti, botol dsb. yang dibuat untuk menyimpan sesuatu. (Reader's Dictionary, AS Hornby EC Parnwell, Oxford University/PT Indira, Jakarta, 1972).

Batasan ini adalah batasan container secara umum. Sedangkan container yang lazim digunakan untuk mengangkut muatan melalui laut, yang sehari-hari dikenal sebagai Peti- Kemas adalah arti secara khusus. Dan container semcam inilah yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam buku ini. Dalam praktek container yang disebut belakangan lazim pula disebut sebagai

Class 4.3. Flammable solids, or substance, which in contact with water emit flammable gasses (bahanpadat mudah
 
Class 4.3. Flammable solids, or substance, which in contact with water emit flammable gasses (bahanpadat mudah

Freight Container atau Transport Container yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Peti Kemas.

Batasan

Freight

Container

menurut

ISO

(International Standard Organization) adalah :

Freight Container is an article of transport equipment.

a).

b).

c).

d).

e).

of

permanent

a

character and

accordingly strong enough to be

suitable for repeated use :

 

specially

designed

to

facilitate

the

carriage of goods, by one or more m ode of tr a n sport, wit hou t intermediate reloading ; fitted with devices permitting its ready handling, particularly from one mode or transport to another. so designed as to be easy to fill and empty. having an internal volume of 1 m (35.8 cu-ft) or more.

3

The term freight container includes neither vehicles nor conventional packing (ISO recommendation R.668 revised 1973). (Container Stowage, John Agnew & Jack Huntley, Cerberus Publishing Limited, Londong, 1978).

Batasan lain menurut Freight Conference, adalah :

“ The term Container means as single rigid, non

disposable dry cargo, ventilated, insulated, reefer, flat rack, vehicle rack, portable liquid tank or open top containers without wheels or

boies attached, having an outside length of 6.10 meters (20 feet) or 12.20 meters (40 feets), and having a closure or permanently-hinged door, that allows ready acces to the cago. All type of containers will have construstion, fittings dan fastenings able to withstand, without permanent distortion, all stresses that may be applied in normal service use of continous transportation.”

(Ind-Japan/Japan-Ind. circular dd. 1 jan. 1975).

Freight Conference,

SIFAT-SIFAT, BAHAN BAKU DAN PEMAKAIAN KONTAINER

  • a. Sifat-Sifat Container Dilihat dari sifatnya, container digolongkan menjadi 2 golongan utama, yaitu : 1. Non-collapsible

container,

yaitu

container yang dibuat dengan konstruksi kaku (rigid) dan mempunyai komponen-

komponen yang dipasang secara tetap.

2.Collapsible-freight

container,

yaitu

container yang dibuat dengan konstruksi kaku, namun komponen-komponennya dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan cepat (knocked-down system).

  • b. Bahan Baku Container Dilihat dari bahan pembuatan container, maka container dapat dibedakan menjadi : 1. Steel Container

Manfaat dari steel container (container dibuat dari baja) adalah bahwa container ini sangat kuat, tahan bocor terhadap benturan sehingga mengurangi kerusakan. Kerugiannya adalah bahwa steel container adalah berat dan cepat berkarat.

Freight Container atau Transport Container yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Peti Kemas. Batasan Freight Container
 
Freight Container atau Transport Container yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Peti Kemas. Batasan Freight Container

2.Aluminium Container

Container yang dibuat dari aluminium

adalah ringan dan dinding-dindingnya,

atap dan ujungnya dapat ditutup dengan satu lembaran aluminium. Dengan demikian tanpa ada sambungan.

3.Fiberglass/Plywood Container

Umumnya

kerangka

FRC

(fiberglass-

reinforced container) dan plywood container dibuat dari baja, dengan dinding dan atap dari plywood (kayu lapis) berukuran ¾ inch yang diperkuat dengan fiberglass, sehingga dinding- dindingnya halus dan lebih tipis, dan juga tidak menggunakan ribs (rusuk-rusuk) dan bracing (gelang atau kaitan). Container jenis ini mempunyai ruangan lebih luas.

  • c. Pemakaian Menurut

pemakaiannya,

kita

mengenal

bermacam-macam container, yakni :

  • - dry freight container

  • - insulated container

  • - special container

  • d. Komponen Container Container terdiri dari beberapa komponen, antara lain :

    • - Dinding (Wall) Dinding

container

dapat

dibuat

dari

aluminium, ply wood, fiberglass dan plastik yang diperkuat dengan kaca (glas s -reinforced plas tic- GRP). Container yang dindingnya terbuat dari plywood masih kita jumpai, tetapi dalam jumlah kecil. Dinding yang terbuat dari plywood mudah dikerjakan, cukup kuat dan tahan terhadap cuaca yang

bagaimanapun. Sedangkan dinding yang dibuat dari Glass-Reinforced Plastic juga menguntungkan, ringan, mudah diperbaiki jika rusak dan juga tahan lama.

Kebayakan dinding-dinding container dibuat dari aluminium dan kadang- kadang tulang-tulang dinding tersebut dibuat dari baja anti karat. Walaupun dinding dan tulang-tulang tersebut tahan terhadap aus (wear) dan karat sehingga container dapat bertahan lama sampai lebih dari 10 th.

Ada 2 macam dinding, yaitu dinding samping (side wall) dan dinding ujung (end wall).

Container yang diberi alat pendingin (refrigerated container), berdinding ganda (double wall) dengan insulasi diantara kedua dinding tersebut untuk memelihara temperatur muatan.

  • - Tiang Sudut (Corner Post)

Tiang-tiang

sudut

pada

container

merupakan

penguat

container

yang

paling

utama.

Tiang-tiang

sudut

berfungsi

sebagai

penopang

utama

t e rhadap

cont a ine r-

cont a ine r

yang

ditumpuk

diatasnya,

bermuatan

apabila

container

dimasukan/

disusun

dalam cell-cell kapal.

  • - Lubang-Lubang Sudut (Corner Casting) Lubang-lubang sudut dibuat pada setiap sudut container, pada bagian bawah dan bagian atas, dan berfungsi untuk mengangkat container. Lubang bagian

2.Aluminium Container Container yang dibuat dari aluminium adalah ringan dan dinding-dindingnya, atap dan ujungnya dapat ditutup
 
2.Aluminium Container Container yang dibuat dari aluminium adalah ringan dan dinding-dindingnya, atap dan ujungnya dapat ditutup

atas dari corner cas ting untuk memasukan kunci kran-darat atau stradlle-carrier. Sedangkan lubang- lubang kecil pada sisi container untuk memudahkan kaitan Derek (sling) atau sling kran-tradisional. Lubang-lubang kecil tersebut juga berfungsi untuk mengikat container diatas deck kapal, ataupun pada lori dan gerbong kereta api yang beralas datar sehingga container tidak dapat bergerak.

  • - Pintu Container (Door) Fungsi pintu pada container adalah untuk memudahkan barang-barang masuk dan keluar container. Pintu container adalah kedap air (water tight) karena pada sekeliling pintu diberi lapisan karet dan diikat dengan baut erat-erat. Pintu ini dilengkapi dengan grendel dan tempat segel. Ada 2 macam pintu, yaitu pintu samping (side door) dan pintu yang dipasang di ujung (end door).

  • - Jeruji - Atap (Roof - Rail) Yaitu bangunan dari jeruji-jeruji mendatar yang terletak pada ujung atas kedua sisi dari container.

  • - Atap (Roof) Yaitu susunan yang membentuk penutup container bagian atas, dan dibatasi oleh

end frame dan roof rail.

  • - Jeruji Samping Bawah (Bottom Side Rail) Yaitu bangunan jeruji-jeruji yang terletak pada sisi-sisi dasar mendatar.

 

-

Dasar (Base)

 
 

Bangunan

yang

komponen

utamanya

adalah kedua jeruji mendatar bagia bawa, kedua jeruji ujung bawah, lantai dan jeruji-jeruji melintang.

 

-

Cross Members

 
 

Yaitu

komponen-komponen

melintang

yang dipasang pada jeruji pinggir bawah dan berfungsi menopang lantai.

 

-

Kerangka Samping (Side Frame)

 

Adalah masing-masing bangunan yang sejajar dengan sumbu container membujur dan terdiri dari corner- structures dan bottom side rails dan roof rails.

 

-

Kerangka Ujung (End Frame)

 
 

Adalah

masing-masing

bangunan

container tegak lurus pada sumbu yang

terdiri dari corner structures dan jeruji- jeruji ujung dasar dan roof.

PENANDAAN CONTAINER (MARKINGS ON CONTAINER)

 

a.

Kode Pemilik (Owner’s Code)

Terdiri 4 huruf, berakhir dengan huruf U.

 

Contoh :

 

-

CCCU

Perusahaan : Compass Container Inc.

-

CLOU

Perusahaan : ContainerLeasing GMBH

Nomor seri

Nomor seri (serial number) terdiri dari 6

angka. Nomor seri yang dimulai dengan angka 2

(seperti 222020) menunjukan container

atas dari corner cas ting untuk memasukan kunci kran-darat atau stradlle-carrier. Sedangkan lubang- lubang kecil pada
 
atas dari corner cas ting untuk memasukan kunci kran-darat atau stradlle-carrier. Sedangkan lubang- lubang kecil pada

berukuran 20', sedangkan container yang berukuran 40' dimulai dengan angka 4.

Check Digit

Check

digit

adalah

adalah

angka

ke-7

setelah nomor seri. Check digit harus selalu

dinyatakan dalam setiap dokumen.

 

Jadi

kode

pemilik

(owner's

code)

selengkapnya adalah :

CLOU 2204272
CLOU
2204272

Ini menunjukan bahwa container adalah milik Container Leasing GMBH, dan ukuran container adalah 20'.

  • b. Biro Klasifikasi Tiap-tiap

container

mencantumkan Biro

Klasifikasi (Clasification Society), dimana container didaftar.Tanda klasifikasi dipasang pada pintu container.

Pemeriksaan

container

oleh

Surveyor

untuk

memungkinkan

dikeluarkanya

sertifikat

klasifikasi

di

pabrik

pembuat

container untuk mejamin agar mutu bahan

container

dan

standar

pembuatannya

sesuai dengan ketentuan.

Biro Klasifikasi yang terkenal adalah :

  • a. Bureau Veritas (Perancis)

  • b. Germanischer Lloyd (Jerman Barat)

  • c. Llyod Register of Shipping (Inggris)

  • d. American Bureau of Shipping (Amerika)

  • c. Kode Negara Kode Negara (Country Code) adalah untuk mengetahui di negara mana container itu didaftar.

Contoh : FR 2250
Contoh :
FR 2250

Ini berarti bahwa container itu didaftar di France (Perancis), ukuran 20', tinggi container 8'6”, tipe Open-Top dengan pintu pada salah satu atau kedua ujungnya. Letak Country Code biasanya di bawah Owner's Code.

  • d. Pelat Pemilik Pelat Pemilik (Owner's Plate) menujukan siapa pemilik container tersebut, tahun dan tempat pembuatan container.

  • e. Konvensi Keselamatan Container Konvensi International untuk keselamatan Container ( The International Convention for Safety Containers disingkat : CSC) dibawah United Nation / IMCO dalam sidangnya di Genewa bulan desember 1972, menghasilkan suatu persetujuan bahwa semua container harus diuji-coba, diberi sertifikat dan harus diperikas terus menerus sepanjang masih dipergunakan. Dengan persetujuan ini, maka container- c o n t a i n e r I SO m a u p u n

n o n - I SO

disyaratkan untuk ditempel plat yang disetujui oleh CSC. Pelat ini disebut CSC Safety Approval.

Contoh :

berukuran 20', sedangkan container yang berukuran 40' dimulai dengan angka 4. Check Digit Check digit adalah
berukuran 20', sedangkan container yang berukuran 40' dimulai dengan angka 4. Check Digit Check digit adalah
 
berukuran 20', sedangkan container yang berukuran 40' dimulai dengan angka 4. Check Digit Check digit adalah
  • f. Izin Pabean Container-

container

untuk

angkutan

international dengan segel Pabean harus

mendapat persetujuan (izin) dari Pabean.

Container- container tersebut harus memenuhi syarat-syarat teknis dari salah satu konvensi dibawah ini :

a). Konvensi Pabean tentang Container (Customs Convention On Containers),

atau b). Konvensi Pabean tentang Angkutan

Barang International dengan TII Carnets.

Untuk mendapatkan Customs Approval, maka container harus dibuat sedemikian rupa, agar

a). Segel Pabean mudah dipasang pada container tersebut ; b). Semua barang dalam container mudah dimasuki untuk pemeriksaan Pabean ; c). Tidak ada ruangan tersembunyi (dalam container) untuk menyimpan muatan. d). Untuk mengeluarkan/memasukan barang dari/ke bagian-bagian container yang sudah disegel, hanya dapat dilakukan dengan cara merusak segel.

Manfaat utama Customs Convention adalah untuk memudahkan pemeriksaan oleh penjabat Pabean, sehingga dengan demikian mempercepat arus lalu-lintas container.

Pelat izin Pabean (Customs Approval) lazim terletak di sisi Owner's Plate.

LABEL CONTAINER

Container yang telah dimuati muatan berbahaya harus ditempel Label yang menunjukan sifat dari barang-barang berbahaya tersebut, Label-label untuk barang- barang berbahaya telah ditentukan secara international. Label harus ditempel pada pintu dan dinding container yang mudah terbaca. Apabila Label ditempel di dekat pintu, usahakan agar Label tetap mudah terbaca, walaupun pintu container dibuka lebar-lebar.

  • 1. Ukuran Container Dan Jenis-Jenis Container Container

yang

lazim

digunakan untuk

mengangkut muatan kering dalam angkutan melalui laut (freight container) adalah container yang berukuran 20 kaki dan 50 kaki.

Container ukuran 20 kaki lazim disebut disebut 20 footer container, dan mempunyai ukuran.

6,06 m 2,44 m 2,44 m atau 2,59 m 31,04 m atau 33,58 m

3

Panjang

Lebar

Tinggi

Volume

=

=

=

=

3

Sedangkan

container

ukuran

40

kaku

(lazim

disebut

40

footer

container),

mempunyai ukuran :

12,19 m 2,44 m 2,59 m atau 2,74 m 67,83 m atau 72,22 m

3

Panjang

Lebar

Tinggi

Volume

=

=

=

=

3

f. Izin Pabean Container- container untuk angkutan international dengan segel Pabean harus mendapat persetujuan (izin) dari
f. Izin Pabean Container- container untuk angkutan international dengan segel Pabean harus mendapat persetujuan (izin) dari

Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain :

Container 40 kaki = 2,810 atau 2,860 kg Container 20 kaki = 2,040 atau 1,720 kg

Adapun jenis-jenis container adalah :

Dry Cargo Container (= General Cargo Container)

Container semacam ini digunakan untuk mengangkut bermacam-macam muatan yang tidak memerlukan perhatian secara khusus mengenai temperatur, peranginan (ventilasi) dan factor-faktor lain. Container semacam ini sangat sesuai untuk memuat barang yang dibungkus dalam karton. Lantai dan dinding-dindingnya dipasang alat-alat pengikat untuk mengikat muatan.

Dry Cargo Container ada yang berukuran 20' x 8' x 8' 6” yang mempunyai volume dalam 31,8 m dan dapat menampung muatan maksimum 18,350 kg. Sedangkan container yang berukuran 40' x 8' x 8' x 6” mempunyai volume dalam 68 m dengan kapasitas muat maksimum 27.000 kg.

3

3

Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain : Container 40 kaki = 2,810

Dry Cargo Container

Reefer (Refrigerated) Container

Container ini dioperasikan untuk mengangkut muatan yang harus didinginkan sampai –30 C, seperti daging, ikan buah-buahan, obat-obatan, minuman, dll. Container ini, yang berukuran 20' x 8' x 8'6” dengan volume 23,2 m dapat menampung muatan maksimum 23,880 kg.

o

3

Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain : Container 40 kaki = 2,810

Reefer Container

Bulk Container

Container

ini

dikhususkan untuk

mengangkut muatan curah, seperti butir-

butiran, tepung dan lainnya. Di tempat tujuan, container ini dikosongkan dengan menggunakan peralatan hidrolis.

Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain : Container 40 kaki = 2,810

Bulk Container

Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain : Container 40 kaki = 2,810
 
Berat kosong Container biasanya tertulis pada dinding container, antara lain : Container 40 kaki = 2,810

Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall Container. Suatu container yang dapat dibuka dari samping. Juga diberi pintu padapsalah satu ujungnya (end door) untuk memudahkan keluar/masuk barang yang berukuran normal. Pada dinding yang dapat dibuka, diberi pelindung dari terpal yang cukup kuat untuk melindungi muatan secara efektif. Container ini lazimnya berukuran 20' x 8' x8'6” dan isi dalamnya 30 m serta dapat menampung muatan maksimum 17.690 kg.

3

Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall

Open Sided Container

Open - Top Container Kata lain : Soft Top Container ; Top-Loading

Container ; Removable Roof Container. Open-top Container lazim juga disebut Top- loader Container, yaitu container yang bagian atasnya (atap) dapat dibuka. Bagian atas container ini diberi terpal (tarpaulins) dan batang-batang penyangga yang dapat digulung (digeser) untuk memudahkan

p e m u a t a n

o l e h

k r a n ,

b i a s a n y a

dipergunakan untuk mengangkut alat-alat berat, mesin, spare-part dan lain-lain.

Ukuran Open-top Container adalah 20' x 8' x 8'6”, isi dalam 31,2 m dan beban maksimum yang dapat ditampung adalah 18.170 kg. Sedang container yang berukuran 40' x 8' x 8'6” mempunyai volume dalam 65 m dengan beban maksimum 26.480 kg.

3

3

Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall
Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall

Open Top Container

Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall
 
Open - Sided Container Kata lain : Side-Loading Container ; Curtain- sided Container ; Open Wall

Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat. Ukuran yang tersedia adalah 20 x 8' x 8'6” dengan volume 30,3 m dan dapat menampung muatan maksimum 17.790 kg. Flat Rack yang lebih besar berukuran 40 x 8' 8'6” mempunyai volume dalam 53,1 m dan dapat memuat barang sejumlah 26.130 kg. Flat Rack lazim disebut Full Tilt Container.

3

3

Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat.
Flat Rack Container
Flat Rack Container

Tank Container

Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat.

Open Top, Open Sided Container

Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat.

Open Top, Open Sided, Open Ended Skeletal Container

Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat.
 
Flat Rack Container Flat Rack Container biasa digunakan untuk membuat mesin-mesin yang berukuran besar dan berat.
Half Height Container, Solid Removable Top Half Height Container, Soft Removable Top Platform Container

Half Height Container, Solid Removable Top

Half Height Container, Solid Removable Top Half Height Container, Soft Removable Top Platform Container

Half Height Container, Soft Removable Top

Half Height Container, Solid Removable Top Half Height Container, Soft Removable Top Platform Container

Platform Container

Half Height Container, Solid Removable Top Half Height Container, Soft Removable Top Platform Container
 
Half Height Container, Solid Removable Top Half Height Container, Soft Removable Top Platform Container

STOWAGE FACTOR (SF)

BARANG-BARANG PERDAGANGAN INDONESIA

STOWAGE FACTOR (SF) BARANG-BARANG PERDAGANGAN INDONESIA Atas Dasar Bentuk Koli / Pembungkus Nama Barang Pembungkus SF
STOWAGE FACTOR (SF) BARANG-BARANG PERDAGANGAN INDONESIA Atas Dasar Bentuk Koli / Pembungkus Nama Barang Pembungkus SF

Atas Dasar Bentuk Koli / Pembungkus

 

Nama Barang

Pembungkus

SF

 

Sabut kelapa (coconut fibre)

Bal (bales)

102

Sabut rami (sisal fibre)

Bal (bales)

81

Sabut nenas (agave fibre)

Bal (bales)

78

 

Kulit kina (cinchona bark)

Bal (bales)

85

Topi pandan (hats)

Bal (bales)

207

 

Kapok (kapoc)

Bal (bales)

248

Daun nilam (patchouli)

Bal (bales)

150

 

Kerat (sheets)

Bal (bales)

60

Karet (creepe)

Bal (bales)

65

 

Kulit kambing (goat skins)

Bal (bales)

160

Tembakau (tobacco), Jawa Timur

Bal (bales)

140

 

Tembakau (tobacco), Jawa Tengah

Bal (bales)

125

Tembakau (tobacco), Deli

Bal (bales)

150

 

Tembakau (tobacco), Krosok

Bal (bales)

140

Kacang tanah (arachides)

Karung (bags)

80

 

Biji pinang (betel nuts) Aceh

Karung (bags)

70

 

Karung (bags)

140

 

Tanduk kerbau (buffalo horns) Biji coklat (cocoa beans)

Karung (bags)

80

Kopi (coffee)

Karung (bags)

65

 

Kopra (copra)

Karung (bags)

80

Serpih kopra (copra chips)

Karung (bags)

80

 

Biji tengkawang (illipe nuts)

Karung (bags)

67

Bijih kapok (kapoc kernels)

Karung (bags)

75

 

Kulit bakau (mangrove bark)

Karung (bags)

80

Biji pala (nutmegs)

Karung (bags)

90

 

Bungkil kopra (oil cakes)

Karung (bags)

55

Biji kelapa sawit (palm kernels)

Karung (bags)

76

 

Lilin parafin (parafin wax)

Karung (bags)

65

Lada putih (white pepper), Muntok

Karung (bags)

80

 

Lada hitam (black pepper), Panjang

Karung (bags)

90

Gula pasir / putih (sugar)

Karung (bags)

53

 
 
Nama Barang Pembungkus SF Sabut kelapa ( coconut fibre) Bal (bales) 102 Sabut rami (sisal fibre)
 
Nama Barang Pembungkus SF Sabut kelapa ( coconut fibre) Bal (bales) 102 Sabut rami (sisal fibre)
 

Nama Barang

Pembungkus

SF

 

Tepung tapioka (flour)

Karung (bags)

63

Gaplek tapioka (roots)

Karung (bags)

80

Ampas tapioka (baran)

Karung (bags)

100

 

Serpih tapioka (flake)

Karung (bags)

77

Biji timah (tin ore)

Kantung (sacks) tebal

11

 

Terak timah (tin slag)

Kantung (sacks)

11

Sebata timah (tin block)

Sebata (block)

7

 

Tepung kopra (desicated coconut)

Kantung kertas

100

Gambir (gambier)

Peti (cases)

60

 

Getah kopal (gum, copal)

Peti (cases)

80

Topi pandan (hats)

Peti (cases)

165

 

The (tea), whole chest

Peti (cases)

100

The (tea), half chests

Peti (cases)

98

 

Bunga pala (mace, foelie)

Peti (cases)

104

Kayu manis (cassia vera)

Keranjang (baskets)

170

 

Kayu manis (cassia fistula)

Keranjang (baskets)

198

Damar (recin)

Keranjang (baskets)

96

 

Rotan lurus (straight rattan)

Ikatan (bundles)

160

Rotan bengkok (bend rattan)

Ikatan (bundles)

180

 

Rotan penerapan (dunnage rattan)

Ikatan (bundles)

160

Kulit kambing (goat skins)

Ikatan (packages)

185

 

Kulit kerbau (hides)

Ikatan (packages)

112

Arak (arack)

Tong (casks) 600 liter

76

 

Kayu arang (ebony),

logsPotong (pieces)

50

Kayu jati (teak),

logsPotong (pieces)

75

 

Aspal (asphalt)

ButonDrum (drums)

50

Getah karet (latex)

Drum (drums)

85

 

Aspal (asphalt)

ButonTak terbungkus (bulk)

45

Getah karet (latex)

Tak terbungkus (bulk)

38

 

Bauksit (bauxite)

Tak terbungkus (bulk)

35

Kopra (copra)

Tak terbungkus (bulk)

75

 

Biji mangaan (manganese ore)

Tak terbungkus (bulk)

20

Biji nikel (nickel ore)

Tak terbungkus (bulk)

27

 

Biji kelapa sawit (palm kernels)

Tak terbungkus (bulk)

55

Minyak kelapa sawit (palm oil)

Tak terbungkus (bulk)

35-39

 
 
Nama Barang Pembungkus SF Tepung tapioka (flour) Karung (bags) 63 Gaplek tapioka (roots) Karung (bags) 80
 
Nama Barang Pembungkus SF Tepung tapioka (flour) Karung (bags) 63 Gaplek tapioka (roots) Karung (bags) 80