Anda di halaman 1dari 2

5/12/2014 Fisiologi: Keseimbangan asam basa

http://fisiologi-dh.blogspot.co.uk/p/keseimbangan-asam-basa.html 1/2
Fisiologi
Beranda Perbedaan komposisi elektrolit di Intraseluler, Ek... Pertukaran cairan tubuh sehari hari (antar kompa...
Pengaturan keseimbangan elektrolit Terbentuknya edema
Keseimbangan asam basa
KESEIMBANGAN ASAM BASA TUBUH
Keseimbangan asam basa adalah homeostasis dari kadar ion hidrogen dalam tubuh
Kadar normal ion hidrogen (H) arteri adalah: 4x10-8 atau pH = 7,4 (7,35 7,45)
Asidosis = asidemia kadar pH darah <7,35 Alkalemia = alkalosis kadar pH darah >7,45
Kadar pH darah <6,8 atau >7,8 tidak dapat diatasi oleh tubuh
Sistem Buffer Tubuh
Sistem buffer ECF asam karbonat-bikarbonat (NaHCO3 dan H2CO3)
Sistem buffer ICF fosfat monosodium-disodium (Na2HPO4 dan NaH2PO4)
Sistem buffer ICF eritrosit oksihemoglobin-hemoglobin (HbO2- dan HHb)
Sistem buffer ICF dan ECF protein (Pr- dan HPr)
Pertahanan pH darah normal tercapai melalui kerja gabungan dari buffer darah, paru dan ginjal
Persamaan Handerson Hasselbach:
20 [HCO3-]
pH = 6,1 + log ---------------------
1PaCO2
[HCO3-] faktor metabolik, dikendalikan ginjal
PaCO2 faktor respiratorik, dikendalikan paru
pH 6,1 efek buffer dari asam karbonat-bikarbonat
Selama perbandingan [HCO3-] : PaCO2 = 20 : 1 pH darah selalu = 6,1 + 1,3 = 7,4
Gangguan Asam Basa darah
Asidosis metabolik [HCO3-] dikompensasi dengan PaCO2
Alkalosis metabolik [HCO3-] dikompensasi dengan PaCO2
Asidosis respiratorik PaCO2 dikompensasi dengan [HCO3-]
Alkalosis respiratorik PaCO2 dikompensasi dengan [HCO3-]
Asidosis Metabolik
Ciri: [HCO3-] <22mEq/L dan pH <7,35 kompensasi dengan hiperventilasi PaCO2, kompensasi akhir
ginjal ekskresi H+, sebagai NH4+ atau H3PO4
Penyebab: Penambahan asam terfiksasi: ketoasidosis diabetik, asidosis laktat (henti jantung atau syok),
overdosis aspirin Gagal ginjal mengekskresi beban asam Hilangnya HCO3- basa diare
Gejala Asidosis Metabolik Tidak jelas dan asimptomatis Kardiovaskuler: disritmia, penurunan kontraksi
jantung, vasodilatasi perifer dan serebral Neurologis: letargi, stupor, koma Pernafasan: hiperventilasi
(Kussmal) Perubahan fungsi tulang: osteodistrofi ginjal (dewasa) dan retardasi pada anak
Penatalaksanaan Asidosis Metabolik Tujuan: meningkatkan pH darah hingga ke kadar aman (7,20 hingga
7,25) dan mengobati penyakit dasar NaHCO3 dapat digunakan bila pH <7,2 atau [HCO3-] <15mEq/L
Risiko NaHCO3 yang berlebihan: penekanan pusat nafas, alkalosis respiratorik, hipoksia jaringan, alkalosis
metabolik, hipokalsemia, kejang, tetani Alkalosis Metabolik Ciri: [HCO3-] >26mEq/L dan pH >;7,45
kompensasi dengan hipoventilasi PaCO2, kompensasi akhir oleh ginjal ekskresi [HCO3-] yang
berlebihan
Penyebab:
Hilangnya H+ (muntah, diuretik, perpindahan H+dari ECF ke ICF pada hipokalemia)
Retensi [HCO3-] (asidosis metabolik pasca hiperkapnia)
Gejala Alkalosis Metabolik
Gejala dan tanda tidak spesifik
Kejang dan kelemahan otot akibat hipokalemia dan dehidrasi
Disritmia jantung, kelainan EKG hipokalemi
Join this site
with Google Friend Connect
Members (1)
Already a member? Sign in
PENGIKUT
2011 (2)
November (2)
Perist iwa difusi, osmosis dan filt rasi
Pembagian ruangan cairan t ubuh & volume dalam
masi...
ARSIP BLOG
Fi si ol ogi -Di an Husada
Lihat profil lengkapku
MENGENAI SAYA
Keseimbangan asam basa
Share
0

More

Next Blog Create Blog

Sign In
5/12/2014 Fisiologi: Keseimbangan asam basa
http://fisiologi-dh.blogspot.co.uk/p/keseimbangan-asam-basa.html 2/2
Beranda
Langganan: Ent ri (At om)
Parestesia, kejang otot hipokalsemia
Penatalaksanaan Alkalosis Metabolik
Tujuan: menghilangkan penyakit dasar
Pemberian KCl secara IV dalam salin 0,9% (diberikan jika Cl- urine <10mEq/L) menghilangkan
rangsangan aldosteron ekskresi NaHCO3 Jika Cl- urine >20mEq/L disebabkan aldosteron yang
berlebihan tidak dapat diobati dengan salin IV, tapi dengan diuretik
Asidosis Respiratorik
Ciri: PaCO2 >45mmHg dan pH <7,35 kompensasi ginjal retensi dan peningkatan [HCO3-]
Penyebab: hipoventilasi (retensi CO2), inhibisi pusat nafas (overdosis sedatif, henti jantung), penyakit
dinding dada dan otot nafas (fraktur costae, miastemia gravis), gangguan pertukaran gas (COPD), obstruksi
jalan nafas atas
Gejala Asidosis Respiratorik Tidak spesifik Hipoksemia (dominan) asidosis respiratorik akut akibat
obstruksi nafas Somnolen progresif, koma asidosis respiratorik kronis Vasodilatasi serebral
meningkatkan ICV papiledema dan pusing
Penatalaksanaan Asidosis Respiratorik Pemulihan ventilasi yang efektif sesegera mungkin pemberian O2
dan mengobati penyebab penyakit dasar PaO2 harus ditingkatkan >60mmHg dan pH >7,2
Alkalosis Respiratorik
Ciri: penurunan PaCO2 <35mmHg dan peningkatan pH serum >7,45 kompensasi ginjal meningkatkan
ekskresi HCO3-
Penyebab: hiperventilasi (tersering psikogenik karena stress dan kecemasan), hipoksemia (pneumonia, gagal
jantung kongestif, hipermetabolik (demam), stroke, stadium dini keracunan aspirin, septikemia
Gejala Alkalosis Respiratorik
Hiperventilasi (kadar gas, frekuensi nafas)
Menguap, mendesak, merasa sulit bernafas
Kecemasan: mulut kering, palpitasi, keletihan, telapak tangan dan kaki dingin dan berkeringat
Parastesia, otot berkedut, tetani
Vasokontriksi serebal hipoksia cerebral kepala dingin dan sulit konsentrasi
Penatalaksanaan Alkalosis Respiratorik
Menghilangkan penyebab dasar
Kecemasan dapat dihilangkan dengan pernafasan kantong kertas yang dipegang erat disekitar hidung dan
mulut dapat memulihkan serangan akut
Hiperventilasi mekanik diatasi dengan menurangi ventilasi dalam satu menit, menambah ruang hampa
udara atau menghirup 3% CO2 dalam waktu singkat
Rekomendasikan ini di Google
Templat e Pict ure Window. Diberdayakan oleh Blogger.