Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

KEAMANAN KESELAMATAN KERJA













NAMA : AFRIZAL JULIA CHRISTIE
NIM : (M12.03.0001)



PROGRAM STUDY DIII FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MADANI
YOGYAKARTA
2014
A. Latar belakang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya
untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga
kerja (laboran/analis) pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan
budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan K3 merupakan
ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
B. Tujuan
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang berada di laboratorium
mendapat perlindungan atas keselamatannya.
Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan
efisien.
Proses pengujian berjalan lancar.
Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran,
peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi
Hakikat higiene laboratorium dan kesehatan kerja adalah dua hal :
1. Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan laboran/analis yang setinggi-
tingginya, dengan maksud untuk kesejahteraan laboran
2. Sebagai alat untuk meningkatkan analisis, yang berlandaskan kepada
meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam analisis
atau pengujian.
Kondisi-Kondisi Kesehatan Yang Menyebabkan Rendahnya Produktivitas Kerja
1. Penyakit Umum
2. Penyakit Akibat Kerja
3. Kondisi Gizi
4. Lingkungan Kerja
5. Beban Kerja
Terdapat 5 (lima) faktor penyebab penyakit akibat kerja
1. Golongan fisik (keadaan suhu, kelembaban, suara kebisingan, radiasi, tekanan
udara, penerangan, getaran dan gerak udara yang memberikan suhu efektif
diluar kenikmatan kerja.
2. Golongan kimia
3. Golongan biologi
4. Golongan fisiologi/ergonomic
5. Golongan Psikologi
Sanitasi Ruang Dan Peralatan Laboratorium
1. Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga
mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.
2. Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampu-
lampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengujian harus dalam
kondisi bersih.
3. Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan
ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi
dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata
dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa
sehingga tidak menyilaukan
4. Semua peralatan yang digunakan untuk pengujian harus selalu diperhatikan
kebersihannya, dan juga penanganannya harus hati-hati karena kebanyakan
peralatan laboratorium mudah pecah.
5. Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah
selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan
harus dibersihkan dengan bahan saniter. Saniter adalah senyawa kimia yang
dapat membantu membunuh bakteri dan mikroba. Air yang digunakan dalam
pencucian alat hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan
sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri
antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau
6. Pengendalian Ruang Penyimpanan Bahan Kimia
a. Ruang penyimpanan bahan kimia di laboratorium harus dikendalikan
sehingga temperatur, kelembaban, dan sirkulasi udara sesuai dengan yang
diharapkan, Jika temperatur dalam ruang penyimpanan bahan kimia
tersebut tingga dan terasa pengap, maka exhaust fan (alat sejenis kipas
angin) dihidupkan dan ventilasi atau pintu dibuka agar terjadi sirkulasi
udara, sehingga dapat menurunkan temperatur dan kelembaban.
b. Pada saat akan mengambil bahan kimia harus memakai alat keselamatan
kerja. Sebelum masuk ruang penyimpanan bahan kimia, harus memeriksa
suhu dan kelembaban ruangan apakah sesuai dengan persyaratan, baru
melakukan pengambilan atau penempatan bahan kimia
7. Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Kesehatan
a. Iritasi, yaitu terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahan kimia
dengan bagian tubuh.
b. Korosif kerusakan jaringan.
c. Timbulnya alergi nampak sebagian bintik-bintik merah kecil atau
gelembung berisi cairan atau gangguan pernafasan (tersumbat dan pendek-
pendek)
d. Pernafasan terganggu, seperti sulit bernafas sehingga terasa tercekik atau
aspiksian karena kekurangan oksigen akibat diikat olah gas thinner seperti
: nitrogen dan karbon dioksida.
e. Timbulnya keracunan sistemik, yaitu bahan kimia yang dapat
mempengaruhi bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan
syaraf dan lain-lain.
f. Kanker, akibat paparan bahan kimia sehingga merangsang pertumbuhan
sel-sel yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.
g. Kerusakan atau kelainan janin yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan
cacat atau kemandulan.
h. Phemokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga
kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya
penderita mengalami nafas pendek.
i. Pembuangan Limbah
a. Saluran pembuangan limbah bahan kimia dalam bentuk cair harus
dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair
tidak terhambat.
b. Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang
ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan
umum.
c. Jika produksi sampah/limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah
mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa
masalah pencemaran di lingkungan telah terjadi, maka disarankan
untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah
C. Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat,
alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan
lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
D. Tujuan keselamatan kerja adalah
Melindungi laboran/analis atau tenaga kerja lainnya atas hak keselamatannya
dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan
produksi serta produktivitas . Menjamin keselamatan setiap orang lain yang
berada di tempat kerja (laboratorium).Sumber produksi dipelihara dan
dipergunakan secara aman dan efisien
Metoda Pencegahan Kecelakaan
1. Peraturan perundangan
2. Standarisasi
3. Pengawasan
4. Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang berbahaya,
penyelidikan tentang pagar pengaman, Riset medis
5. Penelitian psikologis
6. Penelitian syarat statistic
7. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum
teknik
8. Latihan-latihan
9. Penggairahan
10. Asuransi
11. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan
Pencegahan dan penanggulangan Keadaan Darurat di Laboratorium
1. Menggunakan Akal Sehat
2. Kacamata Pengaman
3. Bahan Kimia di Mata
4. Asam dan Basa
5. Luka karena Bahan Kimia
6. Luka Bakar
7. Tergores atau Teriris
8. Menghirup Bahan Beracun
9. Menghindari Kebakaran
10. Memadamkan Api
11. Memadamkan Api yang Membakar Pakaian
12. Menangani Pelarut