Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO (DER), PRICE TO BOOK VALUE (PBV), DAN

EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT.
INDOSAT, TBK

Ervina Yuliani
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
ABSTRAK

Analisa surat-surat berharga adalah suatu hal mendasar dan penting untuk diketahui oleh
para investor. Analisa ini dapat dilakukan dengan melihat prestasi suatu perusahaan yang
dilukiskan melalui laporan keuangannya. Pada umumnya digunakan rasio-rasio keuangan dalam
penilaian kinerja keuangan sebagai masukan untuk mengukur perubahan harga saham oleh para
investor. Hal ini dilakukan oleh investor dalam menentukan keputusan investasi terutama
mengenai pembelian saham yang ditawarkan atau penjualan saham yang dimiliki di pasar modal
untuk menghindari kerugian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah
rasio-rasio keuangan utama perusahaan yang meliputi DER, PBV, dan EPS berpengaruh
signifikan terhadap perubahan harga saham secara parsial maupun simultan. Penelitian ini
dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hanya Earning
Per Share (EPS) yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham secara parsial,
sedangkan rasio keuangan yang lainnya tidak berpengaruh secara signifikan. Sedangkan secara
simultan, semua rasio keuangan (PBV, DER, dan EPS) berpengaruh signifikan terhadap
perubahan harga saham.

Kata kunci : rasio keuangan, Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV), Earning
Per Share (EPS), perubahan harga saham

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham
(stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya akan
dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan. Pasar modal
merupakan pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang
membutuhkan dana dengan cara memperjual belikan sekuritas. Pihak yang kelebihan dana
mengacu pada investor yang akan menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Sedangkan
pihak yang kekurangan dana, mereka akan menjual saham mereka untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan agar bisa terus produktif.

Saham merupakan sebuah sekuritas/surat berharga yang mewakili kepemilikan dalam
sebuah perusahaan dan memiliki klaim pada bagian dari aset perusahaan dan laba per saham.
Jadi, saham merupakan suatu satuan penilaian finansial kepemilikan suatu perusahaan. Saham
diperjual belikan di pasar modal. Harga dari suatu saham berfluktuasi dan terbentuk melalui
penawaran dan permintaan yang terjadi di bursa. Semakin tinggi harga pasar menunjukkan
bahwa saham tersebut juga semakin diminati oleh investor. Harga saham dianggap sebagai suatu
nilai yang dapat memberikan gambaran yang objektif tentang nilai investasi pada sebuah
perusahaan dan harga saham juga akan mencerminkan bagaimana kinerja keuangan perusahaan.

Investor dalam berinvestasi di pasar modal memerlukan pertimbangan-pertimbangan
yang matang, sehingga informasi yang relevan dengan kondisi pasar modal merupakan sesuatu
yang dicari para pelaku pasar modal dalam upaya pengambilan keputusan berinvestasi.
Dibutuhkan suatu analisa yang teliti serta didukung dengan data-data yang akurat untuk
mengurangi atau meminimalkan resiko ini. Ada beberapa faktor yang digunakan untuk
menganalisis harga saham. Hal tersebut dibutuhkan agar investor dapat mengambil keputusan
saat membeli saham. Diantaranya yaitu dengan analisis fundamental dan analisis teknikal.
Analisis fundamental merupakan analisis berhubungan dengan kondisi keuangan suatu
perusahaan. Dengan analisis ini para investor terbantu untuk mengetahui bagaimana operasional
perusahaan yang nantinya menjadi milik investor. Sedangkan analisis teknikal, data yang
digunakan berupa grafik, dan dapat diketahui bagaimana kecendrungan pasar terhadap saham
tertentu.

Di dalam analisis fundamental, terdapat analisis rasio. Analisis rasio merupakan analisis
yang dapat menjelaskan korelasi atau hubungan antara data laporan keuangan dengan posisi
keuangan suatu perusahaan. Faktor fundamental yang sering digunakan untuk memprediksi
harga saham atau tingkat pengembalian saham adalah rasio keuangan. Dalam penelitian ini rasio
keuangan yang digunakan adalah rasio solvabilitas (DER), rasio pasar (PBV), dan rasio
profitabilitas (EPS). Secara teoritis DER berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham,
sedangkan PBV dan EPS berpengaruh positif terhadap harga saham.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai dinamika harga saham melalui rasio DER, PBV dan EPS pada perusahaan
telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi yang menjadi objek penelitiannya adalah PT.
Indosat, Tbk. Hal dikarenakan PT. Indosat, Tbk merupakan perusahaan telekomunikasi yang
pernah didaftarkan ganda oleh pemerintah Indonesia (dual listed company) pada Bursa Efek
Indonesia dan Bursa Efek New York, Amerika Serikat (NYSE:IIT). Berdasarkan pernyataan
tersebut penulis tertarik melakukan penelitian denga judul PENGARUH DEBT TO EQUITY
RATIO (DER), PRICE TO BOOK VALUE (PBV), DAN EARNING PER SHARE (EPS)
TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PT. INDOSAT, TBK.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan pokok permasalahan dalam
penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), PBV (Price to Book Value) dan Earning
Per Share (EPS) secara parsial terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk?
2. Bagaimana pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), PBV (Price to Book Value) dan Earning
Per Share (EPS) secara simultan terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk?

C. Batasan Masalah

Penelitian ilmiah ini hanya membatasi masalah pada pengaruh DER (Debt Equity Ratio),
PBV (Price to Book Value) dan Earning Per Share (EPS) terhadap perubahan harga saham pada
PT Indosat Tbk. Objek penelitian yang diteliti adalah PT Indosat, Tbk yang beralamat di Indosat
Building, Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Gambir. Penelitian ilmiah ini menggunakan laporan
keuangan periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2012, serta menggunakan harga tutup saham
PT Indosat, Tbk periode 2004 sampai dengan 2012. Metode yang digunakan ialah deskriptif
kuantitatif dengan menggunakan software SPSS 20.0.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan
Earning Per Share (EPS) secara parsial terhadap perubahan harga saham pada PT.
Indosat, Tbk.
2. Untuk mengetahui Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning
Per Share (EPS) terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Akademis
Manfaat dari penulisan ini dari sisi akademis yaitu, diharapkan dapat menambah
pengetahuan lebih mendalam bagi penulis mengenai pengaruh Debt to Equity Ratio
(DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) terhadap perubahan
harga saham pada PT. Indosat, Tbk. Penulisan ini juga diharapkan sebagai bahan pustaka
untuk menambah wawasan pengetahuan dibidang akuntansi serta bahan referensi bagi
penulis lain yang ingin melakukan penulisan lebih lanjut.
2. Manfaat Praktis
Manfaat dari penulisan ini dari sisi praktis yaitu, diharapkan dapat berguna bagi para
calon investor dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi pada PT Indosat, Tbk.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Pasar Modal dan Pelaku Pasar Modal
Pasar modal merupakan pasar pada umumnya, yaitu tempat menjual atau membeli modal
suatu perusahaan, dengan kata lain pasar modal merupakan tempat penawaran dan perdagangan
efek. Adapun beberapa pengertian pasar modal, yaitu:
1) Pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaaan menjual
saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut nantinya
akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat modal perusahaan,
(Fahmi, 2012: 55)
2) Menurut UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, yang dimaksud pasar modal adalah
suatu pasar yang mempunyai kegiatan melakukan penawaran umum dan perdagangan
efek yang melibatkan perusahaan publik serta lembaga yang berkaitan dengan efek.

Dalam kegiatan di pasar modal, terdapat pelaku-pelaku di pasar modal (Fahmi, 2012: 89)
diantaranya yaitu emiten, underwriter, broker atau pialang.
a) Emiten merupakan perusahaan yang terlibat dalam menjual sahamnya di pasar modal.
b) Underwriter atau penjamin, yaitu pihak yang menjamin perusahaan tersebut dalam menjual
sahamnya di pasar modal.
c) Broker atau pialang, yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli
(investor). Jadi, broker atau pialang bertugas memberikan informasi mengenai emiten serta
melakukan penjualan efek kepada investor.

B. Harga Saham dan Penilaian Harga Saham

Harga saham merupakan nilai pasar dari selembar saham sebuah emiten atau perusahaan
yang menjual sahamnya pada waktu tertentu. Harga terbentuk akibat pelaku pasar dengan adanya
permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan pada pasar modal. Harga saham
mengalami perubahan naik turun dari satu waktu ke waktu yang lain. Perubahaan tersebut
tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran. Nilai atau harga saham dapat dibedakan
menjadi 3 (Shidiq, 2012: 27) yaitu:
a) Harga Nominal
Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai
setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting
saham karena deviden minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.
b) Harga Perdana
Harga ini merupakan harga saat saham itu dicatat di bursa efek. Harga saham pada pasar
perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan
demikian akan diketahui berapa harga saham itu akan dijual kepada masyarakat biasanya
untuk menentukan harga perdana.
c) Harga Pasar
Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini
terjadi setelah saham tersebut dicatat di bursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan
emiten dan penjamin emisi. Harga ini disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga
inilah yang mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena transaksi di pasar sekunder,
kecil sekali kemungkinan terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit.
Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.

Saham memiliki nilai intrinsik yang merupakan present value dari arus kas. Kemudian
nilai intrinsik saham dibandingkan sengan harga saham dipasar. Berikut ini adalah saham
tersebut layak dibeli, dijual, atau dipertahankan.
1. Apabila nilai intrinsik (NI) saham > harga saham, disebut dengan undervalue, maka
saham layak dibeli atau dipertahankan apabila sudah memiliki.
2. Apabila nilai intrinsik (NI) saham < harga saham, disebut dengan overvalue, maka
saham tersebut harus dijual.
3. Apabila nilai intrinsik (NI) saham = harga saham, disebut dengan fairvalue, harga saham
dinilai wajar atau dalam kondisi seimbang.

C. Perubahan Harga Saham

Keterangan:
H
t1
= Harga saham rata-rata di periode t
H
t-1
= Harga saham rata-rata periode sebelumnya

D. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) termasuk ke dalam rasio solvabilitas (leverage). Rasio
solvabilitas (leverage) adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukkan oleh beberapa
bagian dari modal sendiri yang digunakan untuk membayar hutang (Faried, 2008: 31). Adapun
rumus untuk mecari DER adalah:




E. Price to Book Value(PBV)
Rasio Price to Book Value (PBV) termasuk ke dalam rasio nilai pasar. Rasio nilai pasar
merupakan rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku perusahaan. Salah satu
jenis rasio pasar yang sering dikaitkan dengan harga saham adalah Price to Book Value (PBV)
yang mengukur kinerja harga saham terhadap nilai bukunya. Semakin tinggi nilai PBV maka
semakin tinggi pula perusahaan itu dinilai oleh investor, karena investor percaya bahwa prospek
perusahaaan tersebut ke depannya baik. Dalam mencari PBV, kita terlebih dahulu mencari Book
Value (BV).

Rumus mencari nilai buku (Book Value)



Setelah itu, untuk mencari Price to Book Value adalah sebagai berikut:



F. Earning Per Share(EPS)

Earning Per Share (EPS) atau pendapatan per lembar saham adalah bentuk pemberian
keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki
(Fahmi, 2012). Investor membeli dan mempertahankan saham suatu perusahaan dengan harapan
akan memperoleh dividen atau capital gain. Laba biasanya menjadi dasar penentuan deviden dan
kenaikan nilai saham di masa mendatang. Oleh karena itu, para pemegang saham biasanya
tertarik dengan angka EPS yang dilaporkan perusahaan. Adapun rumus dari EPS adalah:



Keterangan :
EAT = Earning After Tax atau pendapatan setelah pajak
J
sb
= Jumlah saham yang beredar

III. METODE PENELITIAN

A. Objek Penelitian

Objek penelitian yang diteliti adalah PT Indosat, Tbk yang beralamat di Indosat Building,
Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Gambir.

B. Jenis Data dan Variabel

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari pada PT Indosat,
Tbk diantaranya yaitu:
a) Data laporan keuangan dari PT Indosat, Tbk., yaitu berupa neraca dan laporan rugi/laba
per triwulan periode 2005-2012.
b) Data dan informasi harga saham bulanan periode 2004-2012.

C. Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier
berganda, dengan menggunakan alat bantu statistik SPSS 20.0
Y= +
1
X
1
+
2
X
2
+
3
X
3
Keterangan:
Y = Perubahan Harga Saham
= Konstanta
1-
3
= Koef. Variabel Independen
X
1
= Debt to Equity Ratio (DER)
X
2
= Price to Book Value (PBV)
X
3
= Earning Per Share (EPS)

D. Hipotesis
Hipotesis yang digunakan adalah:
Hipotesis (H
O
) yang ditetapkan menunjukan tidak adanya hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen, sedangkan hipotesis alternatif (Ha) yang ditetapkan
menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hipotesis
yang ditetapkan sebagai berikut:

a) Secara parsial
H
O1
= Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan
terhadap perubahan harga saham pada PT Indosat, Tbk.
Ha
1
= Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap
perubahan harga saham pada PT Indosat, Tbk.
H
O2
= Price to Book Value (PBV) tidak berpengaruh signifikan
terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk.
Ha
2
= Price to Book Value (PBV) berpengaruh signifikan terhadap
perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk.
H
O3
= Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan
terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk
Ha
3
= Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap
perubahan harga saham pada PT. Indosat, Tbk.

b) Secara Simultan
H
O4
= Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share
(EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada PT.
Indosat, Tbk.
Ha
4
= Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share
(EPS) berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada PT. Indosat,
Tbk.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji hipotesis

a) Uji Koefisien Regresi secara parsial (Uji T)
Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dengan regresi
linier berganda (uji t) adalah sebagai berikut :
a) Ho diterima jika t tabel t hitung
b) Ho ditolak jika t tabel < t hitung
dan
a) Jika signifikan t 0.05, maka Ho diterima.
b) Jika signifikan t < 0.05, maka Ho ditolak.

Untuk mencari nilai tabel t yaitu:
Cara untuk mengetahui nilai T-tabel adalah dengan melihat tabel distribusi T dengan df
(degree of freedom); df = (n k - 1), dimana k adalah adalah jumlah variabel independen dengan
tingkat signifikan sebesar 0,05. Dalam penelitian ini di dapat nilai t-tabel dengan tingkat
signifikan 0,05 dan df = n - k - 1 yaitu (32 3 1 = 28) maka t tabel (0,05 : 28) adalah sebesar
2,04841.

b) Uji Koefisien Regresi secara simultan (Uji F)
Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dengan regresi
linier berganda (uji t) adalah sebagai berikut :
a) Ho diterima jika F tabel F hitung.
b) Ho ditolak jika F tabel < F hitung.
dan
a) Jika signifikan F 0.05, maka Ho diterima.
b) Jika signifikan F < 0.05, maka Ho ditolak.

Untuk mencari nilai tabel f yaitu:
Cara untuk mengetahui nilai F-tabel adalah dengan melihat tabel distribusi F dengan df
(degree of freedom); df1 (k-1= 4 -1 = 3) dan df2 (n-k = 32 - 4 = 28), dimana k adalah adalah
jumlah variabel dependen dan independen dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Maka dalam
penelitian ini didapat nilai F-tabel sebesar 2,95.




Dari tabel diatas disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham. Hal ini dibuktikan dengan pengujian
secara terpisah atau parsial menggunakan regresi linear berganda untuk uji t. dari pengujian
tersebut didapat hasil t-tabel t-hitung, yang berarti uji hipotesis memutuskan untuk menerima
keputusan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham.
Pada hasil penelitian ini Price to Book Value (PBV) tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap perubahan harga saham. Hal ini dibuktikan dengan pengujian secara terpisah
atau parsial menggunakan regresi linear berganda untuk uji t. dari pengujian tersebut didapat
hasil t-tabel t-hitung, yang berarti uji hipotesis memutuskan untuk menerima keputusan bahwa
PBV tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham.
Pada hasil penelitian ini Earning Per Share (EPS) dapat disimpulkan bahwa EPS
berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga sahamHal ini dibuktikan dengan pengujian
secara terpisah atau parsial menggunakan regresi linear berganda untuk uji t. dari pengujian
tersebut didapat hasil t-tabel < t-hitung, yang berarti uji hipotesis memutuskan untuk menerima
keputusan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga
saham.
Pengujian dengan uji F untuk mengetahui pengaruh variabel Debt to Equity Ratio (DER),
Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) secara bersama-sama, diperoleh hasil
F-tabel < F-hitung yang berarti memiliki keputusan hipotesis bahwa Debt to Equity Ratio (DER),
Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap harga saham.
Dalam Uji koefisien determinasi dapat dijelaskan besarnya pengaruh Debt to Equity Ratio
(DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) terhadap perubahan harga
saham adalah sebesar 0,164 atau sebesar 16,4 %. Selebihnya pengaruh sebesar 83,6%
dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti nilai tukar mata uang, peraturan pemerintah dalam industri,
kondisi ekonomi, isu politik serta faktor lainnya yang menyebabkan perubahan harga saham.
Dalam uji analisis regresi linier berganda di dapat hasil sebagai berikut:
Y= - 0,139 - 0,095X
1
+ 0,371X
2
+ 0,001X
3
Y= - 0,139 - 0,095DER + 0,371PBV

+ 0,001EPS
DER bertanda negatif, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saleh
(2009). DER yang bertanda negatif tersebut mengimplikasikan bahwa dengan meningkatnya
DER , daya tarik saham perusahaan akan menurun di mata investor karena hal tersebut dapat
berarti bahwa proporsi hutang perusahaan bertambah besar sehingga perusahaan mempunyai
beban yang semakin berat.

PBV bertanda positif karena semakin tinggi PBV yang dimiliki perusahaan akan
menyebabkan semakin tinggi pula harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Defrizal (2005). PBV yang semakin tinggi akan semakin membuat para
investor atau calon investor tertarik untuk menanamkan dananya ke dalam perusahaan, karena
investor akan memilih emiten yang mempunyai PBV yang tinggi. Adanya daya tarik tersebut
akan berdampak pada semakin banyaknya calon investor atau investor untuk memiliki saham
perusahaan dan pada akhirnya akan meningkatkan harganya di pasar modal. Rasio ini dapat
memberikan gambaran potensi pergerakan atau perubahan harga suatu saham, yaitu jika suatu
saham yang berkinerja baik ternyata PBV nya masih rendah dibandingkan rata-rata PBV saham
di sektornya, harga saham tersebut masih memiliki potensi untuk naik, demikian pula sebaliknya
(Tryfino, 2009: 11).

EPS bertanda positif, hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan Saleh (2012). Nilai
EPS yang besar menandakan kemampuan perusahaan yang lebih besar dalam menghasilkan
keuntungan bersih dari setiap lembar saham perusahaan tersebut dan akan menarik minat
investor untuk berinvestasi pada perusahaannya.

Dalam Uji koefisien determinasi dapat dijelaskan besarnya pengaruh Debt to Equity Ratio
(DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) terhadap perubahan harga
saham adalah sebesar 0,164 atau sebesar 16,4 %. Selebihnya pengaruh sebesar 83,6%
dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti nilai tukar mata uang, peraturan pemerintah dalam industri,
kondisi ekonomi, isu politik serta faktor lainnya yang menyebabkan perubahan harga saham.

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Debt to
Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS) terhadap
perubahan harga saham pada PT Indosat, Tbk. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Secara parsial DER tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada
PT Indosat, Tbk. Sama halnya dengan DER, secara parsial PBV tidak berpengaruh
signifikan terhadap perubahan harga saham pada PT Indosat, Tbk. Sedangkan untuk
variabel EPS, secara parsial EPS berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham
pada PT Indosat, Tbk. Jadi, untuk investor pada PT Indosat, Tbk dapat menggunakan
variabel EPS dalam mengambil keputusan berinvestasi karena variabel EPS memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham PT Indosat, Tbk.
2. Secara simultan atau bersama-sama seluruh variabel yaitu DER, PBV dan EPS
berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham PT Indosat, Tbk. Variabel DER,
PBV dan EPS secara bersama-sama berpengaruh sebesar 16,4% terhadap perubahan
harga saham PT Indosat, Tbk.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Earning Per Share (EPS)
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga saham. Oleh karena itu PT Indosat
Tbk, perlu meningkatkan atau mempertahankan Earning Per Share (EPS). Investor dipastikan
memilih perusahaan yang memiliki riwayat baik dan pergerakan positif dalam penghasilan
labanya dalam beberapa periode. Terlebih lagi pesaing industri sejenis yang semakin kreatif
dalam berinovasi untuk meningkatkan laba penghasilan dan menarik para investor untuk bekerja
sama dalam memegang kepentingan perusahaan tersebut.
Bagi investor, untuk memutuskan berinvestasi dapat melihat Earning Per Share (EPS)
dalam perusahaan tersebut. Investor juga disarankan untuk menggunakan rasio-rasio metode-
metode lainnya dalam menganalisa kinerja keuangan perusahaan sebagai bahan pertimbangan
tambahan sebelum memutuskan menanamkan modal di suatu perusahaan. Namun, faktor-faktor
pengaruh perubahan harga saham bukan hanya dari sisi kinerja keuangan perusahaan, melainkan
banyak faktor yang mempengaruhi harga saham seperti nilai tukar mata uang, peraturan
pemerintah dalam industri, kondisi ekonomi, isu politik serta faktor lainnya yang menyebabkan
perubahan harga saham.

C. Keterbatasan Penelitian

1. Penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel bebas yaitu Debt to Equity Ratio (DER),
Price to Book Value (PBV) dan Earning Per Share (EPS). Sehingga variabel bebas dalam
penelitian ini hanya mampu menjelaskan 16,4% variabel terikatnya, sisanya dijelaskan
oleh variabel lain.
2. Objek pada penelitian ini terbatas pada 1 perusahaan saja yaitu PT. Indosat, Tbk.
3. Periode waktu yang digunakan hanya tebatas selama 8 tahun yaitu dari periode 2005-
2012.

DAFTAR PUSTAKA

Anjar, Resti Kurnia Nisa, 2012, Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividen Per Share (DPS),
Dividen Payout Ratio (DPR) dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Perubahan
Harga Saham pada Beberapa Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar Di
BEI, Penulisan Ilmiah, Program Studi Akuntansi Universitas Gunadarma, Jakarta.

Daftar Tabel F,Tabel T,Durbin Watson, http: //www.junaidichaniago.wordpress.com. Diunduh
pada tanggal 17 Mei 2013.

Darmadji, Tjiptono dan Hendy M. Fakhruddin, 2006, Pasar Modal di Indonesia, Edisi Dua.
Jakarta, Salemba Empat.

Defrizal, Herry, 2005, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Terhadap Harga Saham
dan Perbandingan Harga Saham dengan Nilai Normatif (Studi Empiris: Pada Industri
Sektor Property Yang Listed di BEJ), Tesis, Program Studi Magister Manajemen Program
Pasca Sarjana Unversitas Diponegoro, Semarang.

Fahmi, Irham, 2012, Pengantar Pasar Modal, Bandung, Alfabeta.

Faried, Asbi Rachman, 2008, Analisis Pengaruh Faktor Fundamental dan Nilai Kapitalisasi
Pasar Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur di Bei Periode 2002 S.D 2006,
Tesis, Program Studi Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas
Diponegoro, Semarang.

Guinan, Jack, 2010, Investopedia, Jakarta, PT Mizan Publika.

Harga saham PT. Indosat, Tbk,
http://finance.yahoo.com/q/hp?s=ISAT.JK&a=11&b=31&c=2004&d=11&e=31&f=2012
&g=m, Diunduh pada tanggal 25 April 2013.

Horngren, Charles T dan Walter T. Harrison Jr, 2007, Akuntansi, Edisi Ketujuh. Jakarta,
Erlangga.

Laporan Keuangan triwulan PT. Indosat, Tbk,
http://www.indosat.com/About_Us/Investor_Relations/Financial_Statements, Diunduh
pada tanggal 26 April 2013.

Prastowo, Dwi, 2011, Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi, Yogyakarta, Unit
Penerbit dan Percetakan.

Priyatno, Duwi, 2010, Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS, Yogyakarta, MediaKom.
Saleh, Volanda Azis, 2012, Pengaruh Informasi Akuntansi Terhadap Perubahan Harga Saham
Perusahaan Pertambangan Go Publik di Bursa Efek Indonesia, Skripsi, Program Studi
Akuntansi Universitas Lampung, Lampung.

Sasongko, Noer dan Nila Wulandari, 2006, Pengaruh Eva dan Rasio-Rasio Profitabilitas
Terhadap Harga Saham, Jurnal Empirika Vol. 19, No.1.

Shidiq, Niekie Arwiyati, 2012, Pengaruh Eva, Rasio Profitabilitas dan Eps Terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006-
2010, Skripsi, Progran Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Stella, 2009, Pengaruh Price to Earning Ratio, Debt to Equity Ratio, Return On Asset dan Price
to Book Value Terhadap Harga Saham, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 11, No. 2.

Tinneke, Raden, 2007, Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Faktor-Faktor
Fundamental Perusahaan Lainnya Terhadap Return Saham (Studi Empiris pada
Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta), Tesis, Program Studi
Magister Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang.

Tryfino, 2009, Cara Cerdas Berinvestasi Saham, Jakarta, Transmedia Pustaka.

Wira, Desmond, 2011, Analisis Fundamental Saham. Jakarta, Exceed Books.