Anda di halaman 1dari 16

Nanang Nurofik

S.Ked
Kajian Bulanan Bulan Sabit Merah
Indonesia cab. Surabaya
Sabtu, 27 Maret 2010
1. Terapi Cairan
2. Koreksi Hipo dan Hiper
Kalemi
3. Koreksi Hipo dan Hiper
Glikemi
4. Interpretasi BGA
Terapi
cairan
Resusitasi
Kristalloid
Ringer laktat,
Ringer Asetat, PZ
Kolloid
HES, Dekstran,
FFP
Koreksi
Elektrolit
Glukosa
Maintenance
Elektrolit
Nutrisi
Keunggulan Kekurangan
Kristalloi
d
Lebih mudah tersedia dan
murah
Komposisi serupa dengan
plasma
Bisa disimpan di suhu kamar
Bebas dari reaksi anafilaktik
Komplikasi minimal

Edema bisa
mengurangi
ekspansibilitas dinding
dada
Oksigensi terganggu
karena bertambahnya
jarak kapiler dan sel
Memerlukan volume 4x
lebih banyak
Kolloid Ekspansi volume plasma
tanpa ekspansi iinterstitial
Ekspansi volume lebih besar
Durasi lebih lama
Oksigenasi jaringan baik
Gradien O2 alveolar-arterial
lebih baik
Insiden edema paru/sistemik
lebih rendah
Anafilaktik
Koagulopati
Albumin bisa
memperberat depresi
miokard pada pasien
syok (kemungkinan
dengan mengikat
kalsium)
Tujuan : menggantikan kehilangan akut
cairan tubuh syok
Target : ekspansi cepat cairan intravaskular
dan perbaikan perfusi jaringan
Contoh :
Pada syok hipovolemik akibat perdarahan, maka
dilakukan resusitasi dengan RL/RA sebanyak
20cc/kgBB dalam 20-30 menit.
Tujuan : memelihara keseimbangan cairan tubuh
dan nutrisi
Cara Pemberian :
Rumus Halliday-Segar:
Jumlah Cairan = (10kg pertama BB x 100cc) + (10
kg kedua x 50cc) + ((BB-20) x 20cc)
= 1500 + (BB-20)20cc /24jam
Atau rumus cepat = 40cc/kgBB/24 jam
Contoh : orang dengan BB 58kg, berapa
maintenancenya?
Jumlah cairan maintenance dalam 24 jam =
1500 + (58-20)20 = 2260cc/24jam
Atau 40cc x 58 = 2320 cc/24 jam
Contoh : Terapi rumatan RL sebanyak 1500cc dalam 24 jam
Makro :
Mikro :
Hipo/hiper kalemi :
Bahaya terjadi Aritmia
Normal : 3.5 5
Fungsi KALIUM :
Kation utama intrasel
Repolarisasi membran sel
Neuroanatomik
Neurmuscular excitability
Metabolisme protein
Pelepasan hormon
pertumbuhan
pH intraseluler
Terapi dengan KCl dalam 500 cc PZ
(12-24 jam)
5
3,
5
3
2,
5
2
1 flakon KCl
2 flakon KCl
3 flakon KCl
4 flakon KCl
1 flakon KCl = 25 cc = 25
mEq
Terapi :
1.Injeksi Ca Gluconas 1 ampul stabilisasi membran
otot jantung
2.Bolus D40 + 2 unit insulin (short acting) diulang
selang 1 jam






3.Cek kalium 1 jam post koreksi

7 6,
5
6 5,
5
5
4 x
3 x
2 x
1 x
Jika Hiperglikemi/DM :
1. RCI target GDA 200md/dL
2. Injeksi Ca Gluconas 1 ampul
3. Bolus D40 + Insulin (short acting) 4 unit
diulang selang 1 jam
Kalitake
GDA < 30-60 mg/dL
10
0
6
0
3
0
1 flakon D40
2 flakon D40
3 flakon D40
1 flakon D40 = 25 cc = 10mg
dextrose
1 flakon D40 = meningkatkan
25-50mg/dL
Gejala :
Lapar
Gemetar
Pusing
Koma
Berdebar
Keringat
dingin
Gelisah
Contoh :
Koma hipoglikemi GDA 20 mg/dL
Terapi :
D40 i.v dilanjutkan follow up 1
flakon per 30 menit (2-3x)
Terapi :
GDA 20mg/dL butuh 3 flakon
Taksiran GDA = 20 + (3 x 25) = 95 mg/dL
Agar GDA 120 mg/dL, maka tambah 1
flakon per 30 menit 2x
95 + (2 x 25) = 145 mg/dL
Terapi : Regulasi Cepat Intravena
Hiperglikemi (GDA 200mg/dL)
Misal 650 mg/dL
Glukosa Awal
200-300
300-400
400-500
500-600
600-700
Dosis Insulin i.v @
4unit
1x
2x
3x
4x
5x
Dosis Rumatan
Insulin subkutan
(unit)
3 x 4
3 x 6
3 x 8
3 x 10
3 x 12

RCI
Rumus minus 1
Rumus kali 2
6 1 = 5
6 x 2 = 12
7,3
5
45
-2
7,4
5
35
+2
pH
pC
O2
BE
Langkah :
1. Tentukan pH asidosis atau
alkalosis
2. Tentukan komponen yang
searah dengan pH proses
primer
Searah dengan BE
metabolik
Searah dengan pCO2
respiratorik
Searah dua-duanya mixed
3. Tentukan derajat kompensasi
Partial (pH < 7,35 atau pH >
7,45)
Komplit (7,35 < pH < 7,45)
Contoh :
Hasil BGA :
pH 7,24 ; pCO2 70 ; BE
0; pO2 62; HCO3 24
Interpretasi Asidosis Respiratorik partially
compensated
Mari belajar
dan berusaha
bersama.......


Tidak ada Islam melainkan
dengan jamaah
Tidak ada jamaah kecuali
dengan imamah
Dan tidak ada kepemimpinan
kecuali dengan ketaatan
_____Umar bin Khattab