Anda di halaman 1dari 11

osteoporosis

FARAH Farera, S.ked


DEFINISI
Penyakit osteoporosis adalah berkurangnya
kepadatan tulang yang progresif (sedikit demi
sedikit), sehingga tulang menjadi rapuh dan
mudah patah.


osteoporosis
Penyakit keropos tulang ini ternyata menyerang
wanita sejak masih muda. Tidak dapat dipungkiri
penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh
hormon estrogen. Namun, karena gejala baru muncul
setelah usia 50 tahun, penyakit osteoporosis tidak
mudah dideteksi secara dini.
Pria tetap memiliki risiko terkena penyakit
osteoporosis. Sama seperti pada wanita, penyakit
osteoporosis pada pria juga dipengaruhi estrogen.
Bedanya, laki-laki tidak mengalami menopause,
sehingga osteoporosis datang lebih lambat.
Penyakit osteoporosis berlangsung secara
progresif selama bertahun-tahun tanpa kita
sadari dan tanpa disertai adanya gejala.
Gejala-gejala baru timbul pada tahap osteoporosis
lanjut, seperti:
patah tulang
punggung yang semakin membungkuk
Hilang/berkurangnya tinggi badan
nyeri punggung

penyebab osteoporosis:
1. Osteoporosis postmenopausal
terjadi karena ke kurangan estrogen (hormon utama pada
wanita). Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di
antara 51-75 tahun.
2. Osteoporosis senilis
kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang
berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara
kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang
baru. Biasanya terjadi diatas usia 70 tahun.

Penyebab osteoporosis
3.Osteoporosis sekunder
disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-
obatan. Gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal
(terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-
obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang
dan hormon tiroid yang berlebihan).Pemakaian alkohol
yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk
keadaan osteoporosis.
4. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis
osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.

FAKTOR RESIKO

1. Wanita
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan
pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam
tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami
menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun.
2. Usia
Seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru
menurun.
3. Ras/Suku
Ras juga membuat perbedaan dimana ras kulit putih atau keturunan
asia memiliki risiko terbesar. Hal ini disebabkan secara umum
konsumsi kalsium wanita asia rendah

FAKTOR RESIKO

4. Keturunan Penderita osteoporosis
Jika ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis, maka berhati-
hatilah. Osteoporosis menyerang penderita dengan karakte- ristik
tulang tertentu. Seperti kesamaan perawakan dan bentuk tulang
tubuh. Itu artinya dalam garis keluarga pasti punya struktur genetik
tulang yang sama.
5. Gaya Hidup Kurang Baik
Konsumsi daging merah dan minuman bersoda
Minuman berkafein dan beralkohol.
Malas Olahraga
Merokok
Kurang Kalsium
6. Mengkonsumsi Obat
Obat kortikosteroid ternyata menyebabkan risiko
penyakit osteoporosis.
7. Kurus dan Mungil
Perawakan kurus dan mungil memiliki bobot tubuh
cenderung ringan misal kurang dari 57 kg, padahal
tulang akan giat membentuk sel asal ditekan oleh
bobot yang berat. Karena posisi tulang menyangga
bobot maka tulang akan terangsang untuk membentuk
massa pada area tersebut, terutama pada daerah
pinggul dan panggul. Jika bobot tubuh ringan maka
massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.
PENCEGAHAN
Asupan kalsium cukup
Pilihlah makanan sehari-hari yang kaya kalsium seperti ikan
teri, brokoli, tempe, tahu, keju dan kacang-kacangan.
Paparan sinar UV B matahari (pagi dan sore)
Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada
pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00.
Melakukan olah raga dengan beban
PENCEGAHAN
Gaya hidup sehat
Menghindari rokok dan alkohol memberikan efek yang
signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis.
Konsumsi kopi, minuman bersoda, dan daging merah
pun dilakukan secara bijak
Hindari obat-obatan tertentu
Hindari obat-obatan golongan kortikosteroid.
Umumnya steroid ini diberikan untuk penyakit asma,
lupus, keganasan. Waspadalah penggunaan obat
antikejang. Jika tidak ada obat lain, maka obat-obatan
tersebut dapat dikonsumsi dengan dipantau oleh
dokter.