Anda di halaman 1dari 7

Menurut teori rangsangan-tanggapan(stimulus-respons/SR), persepsi merupakan bagian

dari seluruh proses yang menghasilkan tanggapan setelah rangsangan diterapkan pada
manusia. Subproses psikologis yang mungkin adalah pengenalan, perasaan, dan
penalaran.
Variable psikologis antara rangsangan dan tanggapan :
Penalaran
Rangsangan persepsi pengenalan Tanggapan
Perasaan
Dalam proses persepsi terdapat tiga komponen utama, yaitu :
1. Seleksi : proses penyaringan oleh indra terhadap rangsangan dari luar, dimana
intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
. Interprstasi : proses mengorganisasikan in!ormasi sehingga mempunyai arti bagi
seseorang.
". #nterprestasi dan persepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku
sebagai reaksi $Depdikbud,1%&',dalam Solaeman,1%&(). *adi proses persepsi
adalah melakukan seleksi, interprestasi, dan pembulatan terhadap in!ormasi yang
sampai.
Menurut De Vito, 1%%( proses persepsi dijelaskan sebagai berikut :
1. Terjadinya Stimulasi Alat Indra (Sensory Stimulation)
+lat,alat indra kita distimulasi. Seperti : kita mendengar suara musi-,men-ium
par!um,dll. Meskipun kita memiliki kemampuan pengindraan untuk merasakan
rangsangan, kita tidak selalu mnggunakannya.
. Stimulasi Terhadap Alat Indra Diatur
Rangsangan terhadap alat indera diatur menurut prinsip kemiripan dan
kelengkapan.
.emiripan : orang atau pesan yang se-ara !isik mirip dipersepsikan sebagai satu
kesatuan.
.elengkapan : kita memandang / memersepsikan gambar atau pesan yang dalam
kenyataan tidak lengkap sebagai gambar atau pesan yang lengkap.
". Stimulasi Alat Indra Ditafsirkan-Dievaluasi
Pena!siran,e0aluasi tidak semata,mata didasarkan pada rangsangan luar,
melainkan juga sangat dipengaruhi oleh segala yang berkaitan dengan diri kita,
seperti pengalaman masa lalu, kebutuhan,keinginan,dll. 1ara masing,masing
orang mena!sirkan serta menge0aluasi sebuah pesan tidaklah sama.
Menurut 2dai Pareek $1%%3), proses persepsi sebagai berikut :
1. Proses Menerima Ransanan
Menerima rangsangan atau data dari berbagai sumber melalui pan-aindra
kemudian kita mempelajari segi,segi lain dari sesuatu itu.
. Proses Menyeleksi Ransanan
4aktor intern yang memengaruhi seleksi persepsi :
a) .ebutuhan psikologis
.ebutuhan psikologis seseorang memengaruhi persepsinya. .adang,
kadang ada hal yang 5kelihatan6 $sebenarnya tidak ada), karena kebutuhan
psikologis.
b) 7atar belakang
7atar belakang memengaruhi hal,hal yang dipilih dalam persepsi. Setiap
orang -enderung untuk men-ari seseorang yang memiliki latar belakang
yang sama dengan mereka.
-) Pengalaman
4aktor pengalaman hampir sama dengan latar belakang. Pengalaman
mempersiapkan seseorang untuk men-ari orang,orang, hal,hal dan gejala,
gejala yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya.
d) .epribadian
8erbagai !aktor dalam kepribadian memengaruhi seleksi dalam persepsi.
Missal : seseorang yang intro0ert akan tertarik pada orang yang sama/
sama sekali berbeda.
e) Sikap dan keper-ayaan umum
Missal : 9rang yang mempunyai sikap tertentu pada karya:an, besar
kemungkinan akan melihat banyak hal ke-il yang tidak diperhatikan orang
lain.
!) Penerimaan diri
9rang yang -enderung ikhlas menerima diri sendiri akan lebih tepat
menyerap sesuatu, daripada orang yang kurang ikhlas menerima dirinya.
#mplikasi dari !akta ini ialah ke-ermatan persepsi dapat ditingkatkan
dengan membantu orang,orang untuk lebih menerima diri mereka sendiri.
4aktor ekstern yang memengaruhi persepsi :
a) #ntensitas
Pada umunya rangsangan yang lebih intensi!, mendapatkan lebih banyak
tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens. #klan meman!aatkan
!a-tor ini denga sangat baik.
b) 2kuran
Pada umumnya benda yang berukuran lebih besar akan lebih menarik
perhatian serta lebih -epat dilihat, daripada benda yang berukuran ke-il.
8anyak perusahaan yang meman!aatkan !a-tor ini dalam mengemas
produk mereka.
-) .ontras
Suatu hal yang lain daripada yang lain akan -epat menarik perhatian.
8anyak orang yang se-ara sadar atau tidak melakukan hal,hal yang aneh
untuk menarik perhatian.
d) ;erakan
<al,hal yang bergerak lebih menarik perhatian daripada hal,hal yang
diam.
e) 2langan
8iasanya hal,hal yang berulang dapat menarik perhatian. =amun, ulangan
yang terlalu sering akan menimbulkan kejenuhan dan menghilangkan arti
perspekti!. 9leh karna itu, ulangan mempunyai nilai yang menarik
perhatian selama digunakan denan hati,hati.
!) .eakraban
<al yang akrab atau dikenal akan lebih mnarik perhatian, terutama jika hal
tertentu tidak diharapkan dalam rangka tertentu.
g) Sesuatu yang baru
4aktor ini kedengarannya bertentangan dengan !aktor keakraban. *ika
orang terbiasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru
akan menarik perhatian.
Sementara itu, De Vitto menyebutkan enam proses yang memengaruhi persepsi :
a) Teori kepribadian #mplisit
Teori kepribadian implisit menga-u pada teori kepribadian indi0idual yang diyakini
seseorang dan yang memengaruhi bagaimana persepsinya kepada orang lain $De
Vito,1%%(:&%)
Setiap orang mempunyai konsep tersendiri tentang suatu si!at berkaitan dengan si!at
lainnya. .onsep ini merupakan teori yang digunakan orang ketika membentuk kesan
tentang orang lain. Teori ini tidak pernah dinyatakan. .arena itu disebut teori
kepribadian implisit $Rakhmat,1%%>:%").
b) Ramalan yang dipenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy)
Ramalan yang dipenuhi sendiri terjadi bila kita membuat perkiraan atau merumuskam
keyakinan yang menjadi kenyataan karena kita meramalkannya dan bertindak seakan,
akan itu benar $De Vito,1%%(:&%). ?mpat langkah dasar dalam proses ini :
.ita membuat prediksi atau merumuskan keyakinan tentang seseorang atau
situasi.
.ita bersikap kepada orang atau situasi itu seakan,akan ramalan atau keyakinan
kita itu benar.
.ita bersikap seakan,akan keyakinan kita kita benar, keyakinan kita itu menjadi
kenyataan.
.ita mengamati e!ek kita terhadap seseorang atau keyakinan kita terhadap situasi,
dan apa yang kita saksikan memperkua keyakinan kita.
-) +ksentuasi perseptual
+ksentuasi per-eptual membuat kita melihat apa yang kita harapkan dan apa yang ingin
kita lihat.
d) Primasi,Resensi
Primasi,resensi menga-u pada pengaruh relati! stimulus sebagai akibat urutan
kemun-ulannya. *ika yang mun-ul pertama lebih besar pengaruhnya, kita mengalami
efek primasi. *ika yang mun-ul kemudian mempunyai pengaruh lebih besar, kia
mengalami efek resensi. .esan pertama yang ter-ipta tampaknya paling penting. Melalui
kesan pertama, orang lain akan menyaring tambahan in!ormasi untuk merumuskan
gambaran seseorang yang mereka persepsikan.
e) .onsistensi
.onsistensi menga-u pada ke-enderungan untuk merasakan apa yang memungkinkan kia
men-apai keseimbangan atau kenyamanan psikologis di antara berbagai sikap dan
hubungan antara mereka.
!) Stereotyping
Stereotip adalah prasangka tentang segolongan orang yang memengaruhi persepsi dan
pena!siran data yang telah diterima. Stereotip pada umumnya bersi!at negati!. =amun,
stereotip ini tidaklah berbahaya sejauh kita menyimpannya dalam diri kita sendiri.
Variabel lain yang memengaruhi ke-ermatan persepsi $Tubbs dan Moss 1%%3) :
+da orang yang lebih mudah menilai orang,orang lainnya, mungkin karena
mereka lebih terbuka pada diri mereka sendiri.
8eberapa si!at lebih mudah dinilai dari si!at lainnya.
.ita dapat menilai orang lain dengan lebih baik bila orang tersebut mirip dengan
kita.
4aktor lain yang mempengaruhi persepsi $Rakhmat,1%%>:.re-h dan 1rut-h!ield,1%(') :
4aktor 4ungsional
Dihasilkan dari kebutuhan, kegembiraan$suassana hati), pelayanan dan
pengalaman masa lalu seorang indi0idu.
Pada dasarnya persepsi tidak ditentukan oleh jenis atau bentuk stimuli, namun
bergantung pada karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli
tersebut.
.re-h dan 1rut-h!ield merumuskan dalil persepsi pertama : Persepsi bersi!at
selekti! se-ara !ungsional.
.erangka rujukan merupakan !aktor !ungsional yang memengaruhi persepsi.
.erangka rujukan memengaruhi -ara orang memberi makna pada pesan yang
diterimanya.
4aktor Struktural
4aktor tersebut timbul atau dihasilkan dari bentuk stimuli dan e!ek,e!ek netral
yang ditimbulkan dari sistem sara! indi0idu.$.re-h dan 1rut-h!ield,1%(':&1).
Menurut psikolog ;estalt, bila memersepsi sesuatu, kita memersepsinya sebagai
keseluruhan.
4aktor Situasional
8anyak berkaitan dengan bahasa non 0erbal. Petunjuk
proksemik,kinesik,:ajah,paralinguistik adalah beberapa !aktor dari !aktor
situasional yang memengaruhi persepsi.
4aktor Personal
4aktor personal terdiri atas pengalaman.,moti0asi, dan kepribadian.
$Rakhmat,1%%>). Pengalaman membantu seseorang dalam meningkatkan
kemampuan persepsi $7eathers 1%(3:3,"). Moti0asi adalah !a-tor yang
memengaruhi stimuli yang akan diproses. .epribadian adalah ragam pola tingkah
laku dan pikiran yang menjadi karakteristik indi0idu.
". Proses Penoranisasian
a) Pengelompokan
4aktor untuk pengelompokan rangsangan :
, .esamaan rangsangan,rangsangan yang mirip dijadikan satu
kelompok.
, .edekatan hal,hal yang lebih dekat antara satu dan yang lain juga
dikelompokkan menjadi saty.
, +da suatu ke-enderungan untuk melengkapi hal,hal yang dianggap
belum lengkap.

b) 8entuk timbul dan latar
Dalam melihat rangsangan atau gejala, ada ke--enderungan unntuk
memusatkan perhatian pada gejala,gejala tertentu yang timbul menonjol,
sedang rangsangan atau gejala lainnya berada di belakang.
-) .emantapan Persepsi
+da ke-enderunngan untuk menstabilkan persepsi dan peubahan konteks
tidak memengaruhinya.
>. Proses Penafsiran
Setelah rangsangan data siterima atau diatur, si penerima lalu mena!sirkan data
itu. Persepsi pada pokoknya memberikan arti pada berbagai data dan in!ormasi
yang diterima.
'. Proses Pene!ekan
Peng-ekan dilakukan untuk menegaskan apakah pena!siran atau persepsi
dibenarkan oleh data baru.
3. Proses Reaksi
8ertindak sesuai dengan apa yang telah diserap. Tindakan ini bisa tersembunyi
ataupun terbuka. Tindakan tersembunyi berupa pembentukan pendapat atau sikap.
Tindakan terbuka berupa tindakan nyata sehubungan dengan persepsi itu.