Anda di halaman 1dari 5

pukul 07,15 wib

Kasus
S = Ny. A berusia 32 tahun melakukan kunjungan ANC kedua. Dia sudah pernah melakukan kuinjungan
ANC I 3 bulan yang lalu. Usia kehamilannya pada saat itu adalah 12 minggu. Ia mengatakan bahwa ia
baik-baik saja , Pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan. Ia mengeluh sering merasa letih,

O = Objektif
K/U ibu baik dan CM.
Pemeriksaan TTV
TD = 130 / 80 mmHg Pols= 84 x / mnt
S = 37o C Rr = 20 x / mnt
VT : pembukaan 2 cm, porcio lunak, his ada 2x1010, Ketuban +, DJJ: 140 x/mnt Hb: 12 gr%, TFU: 33 cm,
kaki: Odema.

A = Assesment
Ibu G21PA0 hamil 40 minggu inpartu fase laten.
Janin hidup tunggal intra uterin, presentasi kepala.

P = Planning
Beritahu hasil pemeriksaan.
Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh.
Memotivasi agar tetap semangad.
Ibu mengerti hasil pemeriksaan.


Pukul 11,00 wib
VT : pembukaan 2 cm, his masih 2x1015, Ketuban +, DJJ : 140x/menit,

Pukul 16,10 wib
VT : pembukaan 4 cm, his 2x1025, Ketuban +, DJJ : 140X/menit.
P :
Berikan ibu minuman manis untuk penambah tenaga
Ajarkan ibu teknik relaksasi dan cara mengedan yang efektif

Pukul 21,12 wib
VT : pembukaan 7 cm, his 3x1025,Ketuban +, DJJ : 140X/menit.
P :
Berikan ibu minuman manis untuk penambah tenaga.
Ajarkan ibu teknik relaksasi dan cara mengedan yang efektif.
Ajarkan ibu teknik relaksasi dengan menarik nafas dalam melalui hidung keluarkan dari mulut.

Pukul 02.13 wib
Kala II,
S : 1. Ibu mengatakan rasa ingin BAB dan ingin mengedan
2. Ibu mengatakan rasa sakit bertambah sering dan lama menjalar dari pinggang ke perut
bagian bawah
3. Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya

O : 1. His 4 x dalam 10, teratur lamanya > 40 detik
2. DJJ 145 x/menit, teratur
3. Pengeluaran dari vagina berupa blood slym yang makin banyak
4. Keadaan kandung kemih kosong
5. Pada inspeksi terlihat vulva membuka, anus mengembang, perineum menonjol
a. Dinding vagina tidak ada kelainan
b. Portio tidak teraba
c. Pembukaan serviks 10 cm (lengkap)
d. Ketuban (-)
e. Presentasi kepala UUK kiri depan
f. Penurunan bagian terendah di Hodge IV
7. Tanda vital
TD : 120/80 mmHg N : 82 x/menit
RR : 22 x/menit Temp : 370 C

A : Diagnosa :
Ibu G2P1A0 hamil 40 minggu, janin hidup tunggal, intrauterine, memanjang, presentasi kepala,
inpartu kala II fase aktif
DJJ : 145 x/menit, teratur,
Leopold 1 : TFU pertengahan pusat dan px, pada fundus teraba bokong
Leopold 2 : Punggung kiri
Leopold 3 : Bagian bawah teraba kepala
Leopold 4 : Bagian terbawah janin sudah masuk PAP (divergen)
Masalah :
Distosia Bahu
1. Kepala bayi telah lahir tetepi tetap berada di vagina
2. Kepala bayi tidak melakukan putaran paksi dalam
3. Kepala bayi tersangkut di perineum, seperti masuk kembali ke dalam vagina (kepala kura-kura)
Kebutuhan :
1. Memberikan dukungan terus-menerus kepada ibu
2. Menjaga kandung kemih tetap kosong
3. Memimpin meneran dan bernafas yang baik selama persalinan
4. Melakukan pertolongan persalinan

Perencanaan
1. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini
a. Beritahukan keadaan itu : TD : 120/70 mmHg, Pols : 85 x/menit, RR : 23 x/menit, Temp : 370 C,
keadaan umum ibu baik
b. Beritahukan hasil PD : pembukaan servik : 10 cm, Penurunan kepala : 1/5, molase : tidak ada
c. Libatkan keluarga dalam memberiklan dukungan psikologis

2. Pimpin ibu untuk meneran
a. Anjurkan ibu untuk mengedan saat his mulai mereda
b. Anjurkan ibu untuk mengedan seperti orang BAB keras dan kepala melihat ke fundus

3. Beritahu itu untuk bernafas yang baik selama persalinan
1, Saat his hilang, ajurkan ibu untuk menarik nafas dalam dari hidung dan keluargaan melalui
mulut
2, Berikan minum diantara his

4. Siapkan pertolongan persalinan dengan teknik aseptik dan antiseptik
a. Gunakan alat-alat yang steril serta menggunakan sarung tangan
b. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan

5. Lakukan pertolongan persalinan
a. Tetap pimpin ibu untuk meneran
b. Terdapat distosia bahu yaitu bahu anterior tertahan pada tulang symphisis
c. Lakukan episiotomi dengan memberikan anastesi lokal
d. Lakukan manuver Mc. Robert :
1. Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya, minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh
mungkin ke arah dadanya. Minta suami atau anggota keluarga untuk membantu ibu.
2. Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (ke arah anus ibu) untuk
menggerakkan bahu anterior dibawah symphisis pubis. Catatan : Jangan lakukan dorongan dengan
fundus, karena bahu akan lebih jauh dari rupture uteri
Manuver Hibbard dan Resnick
- dengan Lakukan episiotomi luas untuk melebarkan jalan lahir
- Kepala ditarik curam kebawah, sehingga bahu depan lebih mudah masuk PAP
- Tekan bahu depan diatas simfisis, sehingga dapat masuk PAP
3. Manuver Woods Cork Screw
- Fundus uteri didorong kebawah sehingga lebih menekan bagian terendah janin, untuk masuk PAP
- Bahu belakang diputar menjadi bahu depan sehingga secara spontan lahir
4. Manuver Schwartz Dixon
- Dilakukan persalinan tangan belakang sehingga volume bahu mengecil
- Selanjutnya persalinan bahu dapat dilakukan
5. Teknik Kleidotomi
- Dilakukan pemotongan tulang klavikula bawah sehingga volume bahu mengecil dan selanjutnya
persalinan dapat berlangsung
- Bila diperlukan dapat dilakukan pemotongan tulang klavikula depan