Anda di halaman 1dari 6

96

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari ruang lingkup asuhan kebidanan yang
telah dijelaskan, penulis dapat menyimpulkan bahwa asuhan kebidanan secara
komprehensip sangat penting dilakukan karena dapat mendeteksi dini
kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi sehingga dapat
menurunkan angka mortalitas. Penulis tidak menemukan kesulitan atau
komplikasi dalam memberikan asuhan dan mampu memberikan asuhan yang
sesuai dengan standar asuhan kebidanan melalui pendekatan manajemen
kebidanan 7 langkah varney secara berkesinambungan.
Setelah melakukan manajemen asuhan kebidanan pada Ny. L P
1
A
0
maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
5.1.1. Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin
Dalam bab ini penulis akan membahas mengenai kesimpulan dari
asuhan kebidanan yang telah dilakukan pada Ny.L 23 tahun G
1
P
0
A
0
pada
persalinan yang dimulai dari kala I, II, III, dan IV yang akan diuraikan
dibawah ini. Berdasarkan manajemen kebidanan 7 langkah varney.
5.1.1.1 Pengumpulan Data Dasar
Dalam pengumpulan data dasar yang diperoleh penulis pada kala I
sampai kala IV baik dari data subjektif maupum objektif dengan tujuan


97

untuk memudahkan penulis menegakkan diagnosa dan merencanakan
asuhan yang akan diberikan sehingga hasil yang diperoleh penulis dari
kasus Ny.L yaitu dengan hasil pemeriksaan dalam batas normal serta tidak
ditemukan penyulit sehingga pada asuhan ini tidak di temukan
kesenjangan antara teori dan praktek.
5.1.1.2 Interprestasi Data Dasar Untuk Mengidentifikasi Diagnosa Atau
Masalah
Dari pengumpulan data dasar yang diperoleh dan asuhan yang
dilakukan maka penulis mengidentifikasi masalah berdasarkan
interprestasi, maka dapat ditegakan diagnosa pada kala I yaitu G
1
P
0
A
0

Parturien 40 minggu, kala I fase laten, janin hidup tunggal intrauterine,
presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik. kala I fase
aktif yaitu G
1
P
0
A
0
Parturien 40 minggu, kala I fase aktif, janin hidup
tunggal intrauterine. Pada kala I berjalan selama 11jam. Pada kala II dapat
ditegakkan diagnosa G
1
P
0
A
0
parturient aterm kala II, janin hidup tunggal
intrauterin presentasi belakang kepala dengan keadaan baik. Kala II
berlangsung selam 40 menit. Pada kala III diagnosa yang dapat ditegakkan
yaitu P
1
A
0
kala III dengan keadaan ibu baik. Kala III berlangsung selama
10 menit. Dan pada kala IV dapat ditegakkan pula diagnosa yaitu P
1
A
0

kala IV dengan keadaan ibu baik, hasil observasi 2 jam pada kala IV
hasilnya dalam batas normal sehingga terdapat kesesuaian antara asuhan
yang diberikan dengan teori.



98

5.1.1.3 Mengidentifikasi diagnosa Atau Masalah Potensial
Dalam kasus ini tidak ditemukan masalah potensial, karena kondisi
ibu dan janin dalam keadaan normal dan baik.
5.1.1.4Mengidentifikasi Dan Menentukan Masalah Yang Memerlukan
Tindakan Segera
Berdasarkan identifikasi diagnosa pada Ny.L tidak temukan
masalah potensial sehingga tidak memerlukan tindakan segera atau
kolaborasi dengan dokter di karenakan kondisi ibu masih dalam batas
normal.
5.1.1.5 Merencanakan Asuhan
Berdasarkan hasil diagnosa ataupun masalah yang sudah di
identifikasi atau diantisipasi rencana asuhan pada Ny. L yaitu pertolongan
persalinan yang bersih dan aman dengan memperhatikan aspek asuhan
sayang ibu dan sayang bayi dari mulai persalinan kala I sampai 2 jam post
partum yang sesuai dengan asuhan pertolongan normal dengan langkah
langkah dalam manajemen kebidanan secara tepat dan benar, memenuhi
kebutuhan nutrisi dan hidrasi ibu, menyesuaikan posisi agar ibu lebih
nyaman,mengajarkan teknik rileksasi. Dalam rencana asuhan yang
diberikan pada Ny. L tidak ditemukan kesenjangan.
5.1.1.6 Melaksanakan Perencanaan
Pelaksanaan asuhan yang dilakukan kepada Ny.L berdasarkan
rencana asuhan yaitu untuk melaksanakan asuhan persalinan normal.
Penulis melaksanakan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu pada kala I,II,


99

III dan IV. Hasil yang diperoleh dari asuhan pada kala I, II dan III dalam
batas normal, pada kala IV tidak ditemukan komplikasi, penulis mengecek
perdarahan dari jalan lahir dan terdapat laserasi perineum derajat dua yang
diakibatkan oleh bayi besar dan persalianan pada primigravida. Sehingga
menyebabkan laserasi pada perineum. Untuk mengatasinya maka penulis
melakukan penjahitan pada laserasi derajat dua dengan menggunakan
anastesi. Sehingga berdasarkan uraian asuhan di atas yang telah dijelaskan
bahwa pada kasus Ny. L proses persalinan berjalan dengan normal dan
tidak ditemukan penyulit namun penolong tidak memakai alat
perlindungan diri lengkap (kacamata google dan sepatu but).
5.1.1.7 Evaluasi
Berdasarkan asuhan yang telah dilakukan dari kala I sampai kala
IV berjalan dengan lancara tanpa ada penyulit. Namun dalam
melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. L belum sesuai dengan APN
karena terjadinya laserasi pada perineum dan penulis melakukan
penjahitan pada laserasi perineum derajat dua ini sehingga dapat mencegah
terjadinya masalah potensial yang mungkin disebabkan oleh laserasi
perineum derajat dua. Kontraksi uterus baik, perdarahan normal, TFU 1
jari bawah pusat, ibu dan bayi dalam keadaan baik. Maka pada asuhan ini
terdapat kesesuaian antara asuhan yang telah diberikan dengan teori.
Dari hasil keseluruhan baik itu dari kunjungan ANC, persalinan,
nifas, BBL sebanyak 4 kali kunjungan, tidak ditemukan masalah potensial


100

yang memerlukan penanganan segera/ kolaborasi. Hasil asuhan kebidanan
secara komprehensif ibu dan bayi dalam keadaan baik.

5.2 Saran
Setelah melakukan asuhan secara komprehensif pada kehamilan,
persalinan, nifas dan bayi baru lahir, penulis menemukan pengalaman dalam
menangani asuhan persalinan dengan laserasi perineum derajat dua, maka
dari itu penulis ingin menyampaikan saran-saran:
5.2.1 Bagi Institusi Pendidikan
Dapat menjadi salah satu keputusan yang dapat menunjang proses
belajar mengajar, dapat mengembangkan materi tentang kebidanan komunitas
agar perkuliahan pada program studi kebidanan menjadi lebih berkualitas dari
tahun ketahun.
5.2.2 Bagi Lahan Praktek
Diharapkan bisa menjadi masukan yang positif bagi petugas
kesehatan dilahan praktek untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan
sehingga dapat memberikan kepuasan pada setiap klien dalam menerima
pelayanan kebidanan.
5.2.3 Bagi Klien
Diharapkan klien dapat memperoleh pengetahuan mengenai
riwayat kehamilan, persalinan, nifas, begitupun bayi baru lahir yang telah
dilaluinya dan dapat dijadikan pedoman di masa yang akan datang.
5.2.4 Bagi Mahasiswa


101

Semoga rekan mahasiswa selalu berusaha meningkatkan
pengetahuan, wawasan dan keterampilan mengewnai ilmu kebidanan,
sehingga mampu memberikan asuhan pelayanan kebidanan secara
menyeluruh dan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan kepada setiap
klien.