Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari agregat alam, seperti kerikil,
pasir atau juga batu pecah. Bahan campuran utama lainnya adalah bahan pengikat
yang mengikat butiran-butiran agregat menjadi satu dan akhirnya membentuk suatu
bahan yang keras dan sifat-sifat beton itu sendiri sangat tergantung pada jenis agregat
serta perbandingan antara campuran air dan semen. Penelitian tentang beton telah
banyak dilakukan dan salah satunya percobaan yang akan dilakukan tentang kuat
tekan beton dengan beberapa metode perawatannya.
Perawatan beton sangat berpengaruh pada kuat tekan beton. Biasanya cara
perawatan beton yang sering di pakai adalah dengan cara perendaman beton selama
28 hari. Begitu juga halnya di lapangan , perawatan beton yang sering di pakai
adalah dengan cara penyiraman.
Berdasarkan hal di atas, maka dibuatlah suatu penelitian tentang berbagai cara
perawatan beton. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk perawatan beton,
misalnya dengan cara perendaman benda uji, penyiraman benda uji, benda uji
diletakkan di ruang terbuka, benda uji di letakkan di ruang tertutup, sehingga dari
perawatan-perawatan tersebut dapat diketahui seberapa sebesar pengaruh kuat tekan
beton berdasarkan berbagai metode perawatannya.
1.2 Rumusan Masalah
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain,
agregat halus, agregat kasar dan air. Kekuatannya sangat dipengaruhi faktor-faktor
komposisi campuran, mutu bahan dasar, kondisi temperatur tempat beton mengeras
dan cara/proses membuatnya.
Beton harus direncanakan supaya mempunyai kekuatan yang tinggi, serta
diharapkan dapat memenuhi kriteria yang diinginkan dengan tetap memperhatikan
sifat-sifat karakteristik beton yang sangat bergantung dari penentuan volume
campuran beton (semen, pasir dan kerikil). Dalam kenyataan pengerjaannya di
lapangan, unsur di atas sering sering diabaikan, sehingga mutu beton yang dihasilkan
tersebut tidak sama seperti perencanaannya. Begitu juga dari segi perawatannya, hal
ini sering diabaikan sehingga kekuatan beton tidak maksimal.
Berdasarkan pemaparan tersebut diatas penulis merasa tertarik untuk
mengetahui sejauh mana pengaruh kuat tekan beton terhadap beberapa metode
perawatan beton. Ada beberapa cara perawatan beton yang akan dilakukan penulis,
yaitu perendaman benda uji, penyiraman benda uji, benda uji diletakkan di ruang
terbuka, benda uji di letakkan di ruang tertutup.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton
berdasarkan beberapa macam metode perawatannya.
1.4 Manfaat penelitian
Hasil dari penelitian ini bisa digunakan untuk melakukan perbandingan dari
hasil berbagai perawatan beton, sehingga dari penelitian ini bisa memberikan
gambaran tentang cara perawatan beton yang baik.