Anda di halaman 1dari 26

CACING

YANG PENULARANNYA
MELALUI TANAH
&
CACING USUS
LAINNYA

Necator americanus
Ancylostoma duodenale
(Ancylostoma ceylanicum)
(Ancylostoma caninum)
(Ancylostoma braziliense)
Ascaris lumbricoides
Trichuris trichiura
Enterobius vermicularis
Strongyloides stercoralis
Ancylostoma braziliense
Kucing dan anjing hospes definitif
Penyebab creeping eruption, creeping
disease atau cutaneous larva migrans.
Larva filariform menembus kulit
terbentuk intrakutan (garis merah, gatal dan
tambah panjang mengikuti gerakan larva di
dalam kulit) vesikel kecil infeksi
sekunder karena digaruk

Pengobatan
Semprotan kloretil
Albendazol dosis 400 mg selama 3 hari.
Untuk anak < 2 tahun diberi
abendazoldalam salep 2%.
ANKILOSTOMIASIS
NEKATORIASIS
INFEKSI YANG DISEBABKAN OLEH
CACING NEMATODA :
Ancylostoma duodenale
INFEKSI YANG DISEBABKAN OLEH
CACING NEMATODA :
Necator americanus
DISTRIBUSI GEOGRAFIS
TERSEBAR LUAS DI ASIA & AFRIKA

Ancylostoma sp, LEBIH BANYAK DI :
TIMUR TENGAH , AFRIKA UTARA, EROPA
SELATAN , KARIBIA, AMERIKA TENGAH &
SELATAN
Necator americanus , LEBIH BANYAK DI : NEW
WORLD / BELAHAN DUNIA BAG.BARAT
DI NEGARA DENGAN SANITASI BAIK, SULIT
DITEMUKAN
DI NEGARA SEDANG BERKEMBANG ,
PREVALENSI 80-90%
MORFOLOGI
CACING DEWASA:
SILINDRIS KECIL PANJANG
1Cm
BADAN MELENGKUNG C / S
WARNA PUTIH KEKUNINGAN
MULUT (KAPSULA BUKALIS)
PUNYA GIGI CHITIN,
TIAP SPESIES BERBEDA
JANTAN :
- LEBIH KECIL DARI BETINA
- UJUNG POSTERIOR
BURSA KOPULATRIKS
BETINA: EKOR RUNCING
MORFOLOGI TELUR
- OVAL / LONJONG
- UKURAN : 60 x 40 m
- DINDING : TIPISJERNIH
- ISI : 4 8 SEL

TELUR Necator sp.
& Ancylostoma sp.
SULIT DIBEDAKAN
N.americanus : 10.000/hr/C
A.duodenale : 20.000/hr/C

IDENTIFIKASI SP : LARVA FILARIFORM

TELUR L . RHABDITIFORM L . FILARIFORM

LARVA
A.duodenale:
L.RHAB.USOFAGUS
MEMBULAT, GENIT
PRIMORDIA DI 2/3
TUBUH
L.RHAB. RONGGA
MULUT MEMBUKA
L.FIL, BERSARUNG,
STRIAE TAK JELAS
L.FIL, UJUNG EKOR
RUNCING

LARVA
N.americanus:
L.RHAB. USOFAGUS
MEMBULAT, GENIT
PRIMORDIA DI 2/3
TUBUH
L.RHAB. RONGGA
MULUT ADA BANG
SEPERTI TOMBAK
L.FIL, BERSARUNG,
STRIAE JELAS.
L.FIL, UJUNG EKOR
RUNCING

DAUR HIDUP CACING KAIT
INANG DEFINITIF
MAN / BNT

TELUR L. RHAB L. FIL
TANAH: LEMBAB,
TEDUH, HANGAT



KULIT INANG

ALIRAN DRH VENA

JANTUNG KANAN

PARU PARU

NEMBUS ALVEOLI

BRONKHI

TRAKHEA

FARING

TERTELAN



USUS HALUS
CACING DEWASA
TINJA
INANG
DEFINITIF
P.PREPATEN
6 10 bl
DAUR HIDUP CACING KAIT
Ancylostoma duodenale
CACING DEWASA :


- BADAN MELENGKUNG, BTK. C
BETINA : 10 - 13 mm 0,6 mm
JANTAN : 8 - 11 mm 0,5 mm
- MULUT : 2 PASANG GIGI
SAMA BESAR
- BURSA KOPULATRIK :
RUSUK EKSTERNOLATERAL,
MEDIOLATERAL DAN
POSTEROLATERAL SALING
TERPISAH
- SPIKULA C.JTN : 2BH, SEJAJAR

Necator americanus
CACING DEWASA :
- BADAN MELENGKUNG BTK.
HURUF S
- MULUT : PUNYA SEPASANG
LEMPENG PEMOTONG CHITIN
- C. BTN : 9-11 mm 0,4 mm
- C. JTN : 7-9 mm 0,3 mm
- BURSA KOPULATRIKS:
RUSUK EKSTERNOLATERAL
TERPISAH DARI RSK. MEDIO
LATERALYG. JADI SATU DNG
RSK POSTERO- LATERAL.
- SPIKULA C.JTN : 2BH, UJUNG
BERSATU
PATOLOGI & GEJALA KLINIS
LARVA MENEMBUS KULIT FOL RAMBUT, PORI,
KULIT UTUH
MAKULO PAPULA & ERITEM
GATAL GROUND ITCH / DEW ITCH

MIGRASI KE PARU PARU, JML BANYAK
INDIVIDU PEKA BRONKHITIS / PNEUMONITIS

INF. KRONIS TAK ADA GEJALA AKUT
ANEMIA : MIKROSITIK HIPOKROMIK
INF. ANKILOSTOMIASIS > BRT INF. NEKATORIASIS
(0,15ml/HR/1CACING) (0,03ml/HR/1CACING)

Gejala Stadium larva :
Adanya larva filariform menembus kulit ground itch
Stadium dewasa :
tergantung pada spesises dan jumlah cacing serta keadaan
gizi penderita (Fe dan Protein)
N. Americans kehilangan darah 0,005-0,1 cc/ hari
A. Duodenale kehilangan darah 0,08 0,34 cc / hari
ANEMIA HIPOKROM MIKROSITER DAN EOSINOFILIA

Pengobatan : pirantel pamoat 2-3 hari



PATOLOGI & GEJALA KLINIS,
SEBANDING DNG JML CACING &
JML MAKAN PENDERITA.

* 50 CACING GEJALA SUB KLINIS
* 50 125 CACING GEJALA KLINIS MUNGKIN
TIMBUL
* 500 CACING BB BERPENGARUH





GEJALA KLINIS PD INF. AKUT :
* NAFSU MAKAN - / +
* MUAL, MUNTAH
* DIARE, KONSTIPASI
* JANTUNG HIPERTROPI ADA BISING
* NADI CEPAT , EOSINOFIL NAIK

INF BERAT PD ANAK FISIK & MENTAL
TERGANGGU


ANEMIA
DIAGNOSIS
KLINIS :
- KELELAHAN
- PERNAFASAN MEMENDEK
- PUCAT KUNING JERAMI
- ANEMIA

RADIOLOGIS :
- HIPERMOTILITAS USUS
- DILATASI PROKSIMAL JEJUNUM
- LIPATAN MUKOSA USUS JADI KASAR

DIAGNOSIS
LABORATORIS :
MENEMUKAN TELUR DLM TINJA / + DARAH
* KUALITATIF : LANGSUNG & KONSENTRASI
* KUANTITATIF : METODA KATO
DERAJAT INF. DPT. DIKET.
* KULTUR HARADA MORI INF. RINGAN
IDENTIFIKASI L.FIL
LEBIH SENSITIF
SPESIES C. KAIT


Ancylostoma ceylanicum
CACING DEWASA :
BADAN : MELENGKUNG , BTK C
C. BETINA : 7 mm
C. JANTAN : 5 mm
- MULUT : LUBANG BULAT,
2 PASANG GIGI VENTRAL,
1 PS. GIGI DALAM KECIL
1 PS. GIGI LUAR BESAR.
BURSA KOPULATRIKS :
RUSUK EKTERNO LATERAL
TERPISAH DARI 2 RUSUK
LATERAL LAINNYA YG BER-
DAMPINGAN.
CACING DEWASA :
- BADAN MELENGKUNG, BTK C
C.JANTAN : 7,8-8,5 mm 0,35 mm
C.BETINA : 9-10,5 mm 0,375mm
- LUBANG MULUT KECIL, OVAL
- MULUT : 2 PASANG GIGI,
1 PS. GIGI MEDIAL KECIL
1 PS GIGI LATERAL BSR
- BURSA KOPULATRIKS :
RSK EKSTERNOLATERAL KECIL
TERPISAH DARI 2 RUSUK
LATERAL YG BERDAMPINGAN.
Ancylostoma braziliense
Ancylostoma caninum
CACING DEWASA
- BADAN MELENGKUNG,
BTK C
- BETINA : 14 mm 0,6mm
- JANTAN : 10 mm 0,4 mm
- MULUT : 3 PASANG GIGI,
KUAT
- BURSA KOPULATRIKS :
KETIGA RUSUK LATERAL
PANJANG, TERSEBAR DAN
TERPISAH.
CREEPING ERUPTION
LARVA FIL KULIT MAN
TEROWONGAN BBRP mm cm
/ HARI BBRP MINGGU S/D
BBRP BL MATI / KE ORGAN DLM
LESI DI KULIT :
- ERYTEMA
- VESICULA
- GATAL INF. SEKUNDER
PUSTULA
GEJALA : GATAL & PANAS PADA
INVASI LARVA
DIAGNOSIS : - ADA GAMBARAN
LESI MENJALAR
- RIWAYAT
PENDERITA
EPIDEMIOLOGI
BANYAK DITEMUKAN :
* TROPIS & SUB TROPIS
* DAERAH TAMBANG
* N. americanus A. duodenale

FAKTOR YG MEMPENGARUHI PENYEBARAN :
1. PDR. BAB SEMBARANG TEMPAT
2. TANAH PASIR / LIAT + PASIR HIDUP LARVA BAIK
3. IKLIM PANAS MENGUNTUNGKAN PERKEMBANGAN
TELUR
4. TEMPAT LEMBAB & M.PANAS TELUR & LARVA
TUMBUH BAIK
5. KEBIASAAN TANPA ALAS KAKI MUDAH TERINFEKSI
PENCEGAHAN

* MENGHINDARI TEMPAT ANJING
& KUCING BERAK

* MEMUTUSKAN DAUR HIDUP
CACING
* KEBERSIHAN PERORANGAN &
LINGKUNGAN