Anda di halaman 1dari 15

Morfologi Mikroba 1

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.


F1F1 12 007

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroorganisme atau mikroba organisme hidup yang berukuran sangat
kecil dan hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop.
Mikroorganisme ada yang tersusun atas satu sel (uniseluler) dan ada yang
tersusun atas beberapa sel (multiseluler). Walaupun mikroorganisme tersebut
menunjukkan semua karakteristik organisme hidup, yaitu bermetabolisme,
bereproduksi, berdiferensiasi, melakukan komunikasi, melakukan pergerakan,
dan berevolusi.
Umat manusia telah lama memanfaatkan mikroorganisme sejak lama
untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat. Mikrobiologi farmasi
modern berkembang setelah perang dunia II dengan dimulainya produksi
antibiotik. Suplai produk farmasi dunia termasuk antibiotik, steroid, vitamin,
vaksin, asam amino, enzim, dan hormon manusia diproduksi dalam jumlah
besar oleh mikroorganisme. Selain dapat dimanfaatkan terutama pada bidang
kesehatan, tetapi dapat juga bersifat patogen. Pada dasarnya dari seluruh
mikroorganisme yang terdapat di alam, hanya sebagian kecil saja yang
merupakan patogen maupun potensial patogen. Untuk dapat menyebabkan
penyakit, mikroorganisme patogen ahrus dapat masuk ke tubuh inang.
Keamanan produk terutama pada makanan, minuman, kosmetik,
sediaan obat atau obat tradisional (jamu) merupakan suatu tuntutan yang
telah dikemukakan ssejak munculnya gangguan kesehatan manusia akibat
adanya cemaran mikroorganisme. Produk yang tercemar mikroorganisme
Morfologi Mikroba 2

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

tersebut dapat memproduksi racun yang dapat menyebabkan timbulnya
suatu penyakit.
B. Maksud Percobaan
Maksud dari percobaan ini yaitu
C. Tujuan Percobaan
Tujuan dalam percobaan ini adalah
D. Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan ini yaitu
Morfologi Mikroba 3

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Mikrobiologi berasal dari kata Yunani, mikros kecil atau renik, bio
hidup atau kehidupan, dan logos ilmu atau pikiran. Mikrobiologi berart : ilmu
pengetahuan tentang makhluk hidup yang kecil atau jasad-jasad renik.
Jasad-jasad renik tidak dapat dilihat dengan mata kita sendiri. Kita baru
dapat melihatnya setelah kita mempergunakan alat untuk memperbesar
benda yang kita lihat (Adam, 1992).
Media untuk penanaman mikroorganisme mengandung zat yang
diperlukan untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Karena
keragaman mikroorganisme dan jalur metabolik mereka beragam, ada
media banyak. Bahkan perbedaan dalam komposisi media dapat
menghasilkan secara dramatis berbeda karakteristik pertumbuhan
mikroorganisme. Bagian komposisi masing-masing media menggambarkan
bahan yang membentuk medium, jumlah, dan pH. Padatan terdaftar lebih
dulu menunjukkan bobot yang akan ditambahkan, diikuti oleh cairan
menunjukkan volume yang akan dimasukkan dalam media (Ronald, 1946).


Morfologi Mikroba 4

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

B. Uraian Bahan
1. Agar (Ditjen POM Edisi III, 1979)
Nama resmi : AGAR
Nama lain : Agar-agar
Pemerian : Tidak berbau atau bau lemah, berasa
musilago pada lidah.
Kelarutan : Tidak larut dalam air dingin, dan larut dalam
air mendidih.
Kegunaan : Sebagai bahan pemadat medium.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
2. Pepton (Ditjen POM Edisi III, 1979).
Nama resmi :PEPTON
Nama lain :pepton
Pemerian :serbuk, kuning kemerahan sampai coklat, bau kha
tidak busuk
Kelarutan :larut dalam air, memberikan larutan berwarna
coklat kekuningan yang bereaksi asam
3. Ekstrak Beef (Ditjen POM Edisi IV, 1979)
Nama resmi : BEEF EXTRACT
Nama lain : Kaldu nabati, kaldu hewani, ekstrak beef
Pemerian : Berbau dan berasa pada lidah. Kaldu daging sapi
konsentrat diperoleh dengan mengekstraksi
daging sapi segar tanpa lemak, dengn cara
merebus dalam air dan menguapkan kaldu pada
Morfologi Mikroba 5

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

suhu rendah dalam hampa udara sampai
terbentuk residu kental berbentuk pasta. Massa
berbentuk pasta, berwarna coklat kekuningan
sampai coklat tua, bau dan rasa seperti daging,
sedikit asam.
Kelarutan : Larut dalam air dingin.
Kegunaan : Sumber protein untuk pertumbuhan
mikroorganisme.
Penyimpanan : Simpan dalam wadah tertutup rapat, tidak
tembus cahaya.
Produksi : Difco
TM

Bocton, Dickinson and company
Sparks, MD 21152 USA
4. NaCl

(Ditjen POM, 1979)
Nama Resmi : NATRII CHLORIDUM
Nama Lain : Natrium klorida
RM/BM : NaCl

/ 58,44
Pemerian : Hablur putih, berbentuk kubus atau
berbentuk prisma, tidak berbau, rasa asin,
mantap diudara.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai sampel

Morfologi Mikroba 6

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

5. Akuades (Ditjen POM Edisi III, 1979)
Nama resmi : AQUA DESTILLATA
Nama lain : Air suling
RM / BM : H
2
O / 18,02
Rumus struktur : H O - H
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,
tidak berasa.
Kegunaan : Sebagai sumber nutrien mikroba dan pelarut
medium.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
6. Dekstrosa (Ditjen POM Edisi IV, 1979)
Nama resmi : DEXTROSUM
Sinonim : Glukosa, Dekstrosa
RM / BM : C
6
H
12
O
6
/180,16
Pemerian : Hablur tidak berwarna, serbuk halus atau butiran
putih, tidak berbau, rasa manis.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sangat mudah larut dalam
air mendidih, agak sukar larut dalam etanol
(95%).
Kegunaan : Sebagai sumber nutrient yang spesifik untuk
mikroba jamur.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
Produksi : Difco
TM

Bocton, Dickinson and company
Morfologi Mikroba 7

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

Sparks, MD 21152 USA
7. Yeast Extract (Ditjen POM Edisi III, 1979).
Nama resmi :YEAST EXTRACT
Sinonim :sari ragi, ekstrak ragi
Pemerian :serbuk; kuning kemerahan sampai coklat, bau
khas tidak busuk
Kelarutan :larut dalam air, membentuk larutan kuning sampai
coklat, bereaksi asam lemah



Morfologi Mikroba 8

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu adalah :
a. Autoklaf
b. Botol semprot
c. Bunsen
d. Cawan petri
e. Deg gelas
f. Enkas
g. Hot plate
h. Jarum inokulasi
i. Kaca objek
j. Labu Erlenmeyer
k. Lap halus
l. Ose bulat
m. Ose lurus
n. Oven
o. Pinset
p. Pipet tetes
q. Spoit 10 ml
r. Tabung reaksi

Morfologi Mikroba 9

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah :
a. Aluminium Foil
b. Akuades
c. Gliserol
d. Metilen blue
e. Kapas
f. PDA (Potato Dextrose Agar)
g. Tisu
Morfologi Mikroba 10

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

B. Skema Kerja
Morfologi Mikroba 11

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Morfologi Mikroba 12

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

B. Pembahasan



Morfologi Mikroba 13

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan adalah :
B. Saran
Morfologi Mikroba 14

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

DAFTAR PUSTAKA
Adam, S., 1992, Dasar-dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawat,
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Benson, 2001, Micobiological Applications Lab. Manual Eight Edition, The
McGrawHill Companies.

Ditjen POM, 1979, Farmakope Indonesia edisi III, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.

Ditjen POM, 1995, Farmakope Indonesia edisi IV, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.

Gabriel J.F., 1996, Fisika Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Juliantina F.R., dan Shofyatul Y.T., 2008, Perbandingan Angka Kuman pada Cuci
Tangan dengan Beberapa Bahan Sebagai Standarisasi Kerja di
Laboratorium Mikrobiologi, Logika, Volume 5, Nomor 1.

Sabiston, 1993, Buku Ajar Bedah, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Ronald M. Atlas, 1946, Media For Environmental Microbiology, Taylor And Francis
Group, Boca Raton.
Morfologi Mikroba 15

ULFA WILDA ADRYAN FRISTIOHADI, S.Farm., M.Sc., Apt.
F1F1 12 007

LAMPIRAN
Skema Kerja