Anda di halaman 1dari 18

Sifat koligatif larutan

Diagram fasa air


Pengertian
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang
tidak bergantung pada macamnya zat terlarut
tetapi hanya ditentukan oleh banyaknya zat
terlarut (konsentrasi zat terlarut)
Penurunan tekanan uap, kenaikan ttk didih,
penurunan ttk beku, dan tekanan osmosis
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh
konsentrasi larutan dan sifat larutan itu sendiri.
Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak
sama dengan jumlah partikel dalam larutan
elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama.
Konsentrasi
Konsentrasi : jumlah zat tiap satuan volum
(besaran intensif)
Larutan encer : jumlah zat terlarut sangat
sedikit
Larutan pekat : jumlah zat terlarut sangat
banyak
Cara menyatakan konsentrasi: molar, molal,
persen (%), fraksi mol, bagian per sejuta
(ppm), fraksi berat, fraksi volume

Latihan
Tentukan konsentrasi larutan berikut dalam
molalitas, molaritas, normalitas, ppm, dan persen
berat /berat (% b/b) serta fraksi mol!
a. larutan NaCl 5,85 g/L
b.larutan gula 6,84 g /L (MR gula = 342)
c.4,9 g CuSO
4
.5H
2
O dilarutkan dalam air hingga volume
500 mL larutan
Tentukan konsentrasi dalam persen, fraksi berat, fraksi
mol, molal, molar, normal dari zat berikut
83 mL asam sulfat pekat dengan kadar 98%, massa
jenis 1,84 g/mL diencerkan samapi volume 500 mL
5 gram hatrium hidroksida dilarutkan dalam air
sampai volume 250 mL. Massa jenis air = 1,0g/mL


Penurunan Tekanan uap
Hukum Roult : P = P
o
. X
B
P : tekanan uap
jenuh larutan. P
o
: tekanan uap jenuh pelarut
murni, X
B
: fraksi mol pelarut
Karena X
A
+ X
B
= 1, maka
P = P
o
(1 - X
A
) sehingga P = P
o
- P
o
. X
A


P
o
- P = P
o
. X
A
Sehingga P = p
o
. X
A
Keterangan
P : penuruman tekanan uap jenuh pelarut
p
o
: tekanan uap pelarut murni
X
A
: fraksi mol zat terlarut

Penentuan massa molekul
Jika massa molekul zat terlarut Ma dan massa molekul
pelarut adalah Mb ,maka massa molekul zat terlarut:
Mol zat terlarut (nA) = w/Ma dan mol pelarut (nB) = p/Mb
Jika harga ini disubstitusikan ke persaaman hukum Roult
P = P
o
. X
A


P = P
o
. (w/Ma)/(w/Ma + p/Mb)
Karena hukum Roult berlaku untuk larutan sangat encer, maka
jumlah mol zat terlarut w/Ma adalah sangat kecil, w/Ma
+ p/Mb diasumsikan sama dengan p/Mb.
Persamaan menjadi;
P = P
o
. (w/Ma)/(w/Ma + p/Mb) atau

P = P
o
. (w/Ma)/( p/Mb)
Contoh
Dalam 100 gram air pada suhu 50
o
Cdilarutkan
18,2 gram urea mengalami penurunan tekanan
uap 5 mmHg. Hitung massa molekul urea!
Diketahui tekanan uap air pada suhu tersebut
adalah 92 mmHg.
Jawab
P = p
o
. (w/Ma/(p/Mb) atau
Ma = p
o
. (w/p)/( p/Mb)
Ma = 92.(18,2/5)/(100/18) = 60,23
Jadi massa molekul urea = 60,23 g/mol

Kenaikan titik didih(Tb) dan
penurunan titik beku (tf)
T
b
= m . K
b
T
b
= kenaikan titik didih (
o
C)
m = molalitas larutan
K
b
= tetapan kenaikan titik
didih molal
m= (w/Mr)(1000/p)
T
b
= Kb. (w/Mr)(1000/p)



T
f
= m . K
f
T
f
= kenaikan titik beku (
o
C)
m = molalitas larutan
K
f
= tetapan kenaikan titik
beku molal
m= (w/Mr)(1000/p)
T
f
= Kf. (w/Mr)(1000/p)

Tabel kb dan (Kf) Beberapa Pelarut
[5

Pelarut Tf (Kf)
Aseton -95,35 2,40
Benzena 5,45 5,12
Kamfer 179,8 39,7
Karbon tetraklorida -23 29,8
Sikloheksana 6,5 20,1
Naftalena 80,5 6,94
Fenol 43 7,27
Air 0 1,86
Pelarut Titik Didih Tetapan (Kb)
Aseton 56,2 1,71
Benzena 80,1 02,53
Kamfer 204,0 05,61
Karbon tetraklorida 76,5 04,95
Sikloheksana 80,7 02,79
Naftalena 217,7 05,80
Fenol 182 03,04
Air 100,0 00,52

Contoh
Pada tekanan tertentu, aseton mendidih pada
suhu 56,38
o
C dan suatu larutan terbuat dari 1,41
gram senyawa A dalam 20 gram aseton mendidih
pada suhu 56,88
0
C. Jika Kd aseton setiap 1000
gram adalah 1,67. Hitung massa molekul zat A!
Dalam 250 gram air dilarutkan 50 gram glukosa.
Jika massa molekul glukosa adalah 180. Tentukan
titik didih dan titikbeku larutan tersebut!
Diketahui pada tekanan uap tersebut , air
mendidih pada suhu 99,750
o
C dan Kb air = 0, 52
0
C , Kf air = 1,86
o
C.

Tekanan osmosis
Osmosis merupakan suatu proses dimana suatu cairan
dapat melewati suatu membrane semi permeabel secara
langsung. .
Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada
larutan untuk menghentikan perpindahan molekul-molekul
pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel
(proses osmosis)
Vant hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal
PV = nRT
Karena tekanan osmosis = maka = (n/V)RT, jika
volume dalam 1 liter, maka (n/V) = C = CRT
= tekanan osmosis (atmosfer)
C = konsentrasi larutan (M)
R = tetapan gas universal. = 0,082 L.atm/mol K
T = suhu mutlak (K)
Tekanan osmosis
Berdasarkan besarnya tekanan
osmosis yang diberikan
terdapat tiga jenis larutan,
larutan yang mempunyai
tekanan osmosis lebih
rendah dari yang lain
disebut larutan Hipotonis,
larutan yang mempunyai
tekanan lebih tinggi dari
yang lain disebut larutan
Hipertonis,
larutan yang mempunyai
tekanan osmosis sama
disebut larutan Isotonis.
Sifat koligatif larutan elektrolit
Faktor Vant Hoff (i) adalah parameter untuk mengukur seberapa
besar zat terlarut berpengaruh terhadap sifat koligatif (penurunan
tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan
tekanan osmotik).
Faktor Vant Hoff dihitung dari besarnya konsentrasi sesunguhnya
zat terlarut yang ada di dalam larutan dibanding dengan konsentrasi
zat terlarut hasil perhitungan dari massanya.
Untuk zat non elektrolit maka vaktor Vant Hoffnya adalah 1 dan
nonelektrolit adalah sama dengan jumlah ion yang terbentuk
didalam larutan.
Faktor Vant Hoff secara teori dapat dihitung dengan menggunakan
rumus: i = 1 + (n-1) )

C
6
H
12
O
6
C
6
H
12
O
6
n = 1
NaCl - Na
+
+ Cl
-
n = 2
CaCl
2
Ca
2+
+ 2Cl
-
n = 3
Na
3
PO
4
3Na
+
+ PO
4
-
n = 4
Cu
3
(PO
4
)
2
3Cu
2+
+ 2PO
4
3-
n = 5


Persamaan sifat koligatif
= C R T [1+ (n-1)]
Contoh
Hitunglah kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dari larutan 5,85
gram garam dapur (Mr = 58.5) dalam 250 gram air! (untuk air, Kb= 0.52
dan Kf= 1.86)
Tentukan titik belarutan dan titik didih larutan dari larutan berikut!
larutan alkohol dan air dengan perbandingan volume 1:4 jika masa
jenis alkohol 0,8 g/mL dan air = 1,0 g/mL.
larutan kalium sulfat 0,8 m dengan derajad ionisasi 0,92
larutan yang terbuat dari 11,7 g NaCl dalam 250 gram air
larutan gula 2,5 m
Dalam 500 gram air dilarutkan 5,85 gram garam dapur (NaCl)
mendidih pada suhu 100, 357
o
C pada tekanan 1 atm. Tentukan
harga derajat ionisasi NaCl jika Kb = 1,86
Berapakah titik didih dan titik beku larutan 3 m gula, 3 m LiNO
3
, 3 m
Pb(ClO
3
)
2
, dan 3 m (NH
4
)
3
PO
4
?
Sebanyak 45 g senyawa dengan rumus molekul (H
2
CO)x , dilarutkan
dalam 500 g air (Kf= 1,86
0
C/m). Jika titik beku senyawa ini 0,93
o
/C
dan Ar C= 12, H=1, O=16, tentukan harga x!


Tentukan tekanan uap larutan yang dibuat dengan melarutakan
49 g kalsium klorida (CaCl
2
) dalam 150 gram air pada 25
o
C!
Tekanan uap air pada 25
o
C adalah 23,8 atm.
Titik beku bensena C
6
H
6
murni adalah 5,48
o
C, apabila 20 gram
suatu senyawa dilarutkan dlam 500 gram bensena maka titik
beku larutan sekarang menjadi 3,77
o
C. Berapakah massa
molekul zat tersebut jika diketahui Kf bensena 5,12 C/m?
Tentukan titik beku dari 1,0 liter air (massa jenis 1,0 g/mL)
ditambah 25 ml etilen glikol (Mr=62 g/mL dan massa jenis 0,85
g/mL). Jika Kf air = 1,86.
Dalam 500 mL air pada suhu 27
0
C dilarutkan 114 gram gula
tebu (Mr= 342 g/mol) akan mengalami penurunan tekanan
uap. Hitung besarnya penurunan tekanan uap larutan tersebut,
jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 92,5 mmHg!
Suatu larutan mempunyaai tekanan uap 76,5 CmHg pada
100
o
C. Tentukan x, jika x g zat A (Mr : 60 g/mol) dilarutkan
dalam 500 gram

Anda mungkin juga menyukai