Anda di halaman 1dari 11

Kasus 2

Topik: Low back Pain


Tanggal (kasus): 13 Agustus 2012
Presenter : dr. Diana
Pendaping : dr. !"asidar !p. !
dr. #a$ira%& 'P(
)b"ekti* Presentasi:
+eiluan +eterapilan Pen"egaran , Tin-auan Pustaka
Diagnostik 'ana-een 'asala% .stiewa
#eonatus /a"i

Anak

0ea-a , Dewasa Lansia
/uil
Deskripsi : Perepuan& 31 ta%un& n"eri pinggang en-alar %ingga kedua kaki& riwa"at ter-atu% (2)
Tu-uan: enegakkan diagnosis dan penatalaksanaan low back pain
Bahan bahasan:
Tin-auan Pustaka 0iset +asus Audit
Cara membahas: Diskusi Presentasi dan diskusi 3ail Pos
Data pasien: #aa: 'isriati #oor 0egistrasi: 144506712
Nama klinik: RSUD dr.Fauziah
Bireun
Telp: 8 Terda*tar se-ak: 13 Agustus 2012
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis79abaran +linis :
L/P& n"ei pinggang en-alar ke kedua kaki& keadaan uu baik& engganggu akti:itas.
2. 0iwa"at Pengobatan:
Pasien perna% encoba pengobatan tradisional& naun kelu%an tidak berkurang
3. 0iwa"at kese%atan7pen"akit: 8
;. 0iwa"at keluarga: 8
4. 0iwa"at peker-aan: seorang bidan desa
Daftar Pustaka:
a. www. Aerica Acade" o* )rt%opaedic !urgeon.org
b. /ratton& 0obert L. Assessent And 'anageent )* Acute Low /ack Pain. T%e Aerican acade" o* *ail" p%"sician. #o:eber
14& 1<<< (online www.aa*p.org 22 'ei 2006 1<.00 p)
c. P. cro*t& A .Papageorgius& 0.'c#ell". Low /ack Pain. (=#A c%ap.3. 2000.(online www. (=#A.org. tgl 237472006)
>addel. 9& A.+./urton. )ccupational (ealt% 9uideline *or T%e 'anageent Low /ack Pain at >ork 3:idence 0e:iew. )ccup 'ed
:ol.41no. 2 pp 12; ?134. )@*ord Ani:ersit" Press. 9reat /ritain. 2001
asil pembela!aran:
1. >aspadai n"eri punggung bawa%
2. 'engeta%ui pen"ebab n"eri punggung bawa%
3. Terapi sesuai pen"ebab n"eri punggung bawa%
;. 3dukasi untuk pencega%an "ang eperberat n"eri punggung bawa%
4. 'oti:asi untuk kepatu%an berobat
Ran"kuman
#. Sub!ektif:
Pasien datang dengan kelu%an n"eri pada tulang punggung se-ak 1 bulan "ang lalu. #"eri dirasakan en-alar %ingga ke bokong& lutut dan
kaki. 'enurut os n"eri seperti ini ulai tibul setela% os engalai kecelakaan lalu lintas 1 bulan "ang lalu. Pada waktu itu os ter-atu%
dari sepeda otor dala posisi terduduk. !e-ak itu n"eri punggungn"a kadang8kadang uncul& terutaa bila os sedang berakti*itas. Bika
n"erin"a ulai uncul& os %an"a beristira%at dan tidak berobat lebi% lan-ut. Tapi dala 1 inggu terak%ir ini n"eri punggung dirasakan
seakin eberat setiap %arin"a& ba%kan ketika os ber-alan terasa n"eri.
2. $b!ektif:
Tanda LaseCue : (2)
Tanda +ernig : (2)
%. &ses s men t 'penalaran klinis(:
Low Back Pain (L/P) adala% n"eri "ang dirasakan daera% punggung bawa%& dapat en"erupai n"eri lokal aupun n"eri radikuler
atau keduan"a. #"eri ini terasa diantara sudut iga terbawa% sapai lipat bokong bawa% "aitu di daera% lubal atau lubo8sakral dan sering
disertai dengan pen-alaran n"eri ke ara% tungkai dan kaki. L/P atau n"eri punggung bawa% terasuk sala% satu dari gangguan
uskuloskeletal& gangguan psikologis dan akibat dari obilisasi "ang sala%.
/an"ak *aktor "ang dapat eningkatkan resiko ter-adin"a L/P :
1. Li*est"le seperti pengguna tebakau& kurangn"a lati%an atau ola%raga dan -uga inadekuat nutrisi "ang dapat epengaru%i
kese%atan discus
2. Asia& peruba%an biokiia "ang natural en"ebabkan diskus en-adi lebi% kering "ang ak%irn"a en"ebabkan kekakuan atau
elastisitas dari discus
3. Postur tubu% "ang tidak proporsional "ang dikobinasikan dengan ekanise gerak tubu% "ang tidak benar dapat en"ebabkan
stres dari lubal spine
anterior aupun lengan posterior untuk engangkat beban tubu%.
;. /erat /adan
4. Traua
.ndeks assa tubu% sangat epengaru%i ter-adin"a L/P. Pada orang "ang eiliki berat badan "ang berlebi% risiko tibuln"a
n"eri pinggang lebi% besar& karena beban pada sendi penupu berat badan akan eningkat& se%ingga dapat eungkinkan ter-adin"a n"eri
pinggang. Tinggi badan berkaitan dengan pan-angn"a subu tubu% sebagai lengan beban.
Traua dan gangguan ekanis erupakan pen"ebab utaa Low Back Pain. Pada orang8orang "ang tidak biasa elakukan peker-aan
otot atau elakukan akti:itas dengan beban "ang berat dapat enderita n"eri pinggang "ang akut. 9erakan bagian punggung belakang "ang
kurang baik dapat en"ebabkan kekakuan dan spase "ang tiba8tiba pada otot punggung& engakibatkan ter-adin"a traua punggung
se%ingga enibulkan n"eri. +ekakuan otot cenderung dapat sebu% dengan sendirin"a dala -angka waktu tertentu. #aun pada kasus8
kasus "ang berat eerlukan pertolongan edis agar tidak engakibatkan gangguan "ang lebi% lan-ut. 'enurut !oe%arso (1<61)& secara
patologis anatois& pada Low Back Pain "ang disebabkan karena traua& dapat diteukan beberapa keadaan& seperti:
8 Peruba%an pada sendi Sacro-Iliaca
9e-ala "ang tibul akibat peruba%an sendi sacro-iliaca adala% rasa n"eri pada os sacrum akibat adan"a penekanan. #"eri dapat
bertaba% saat batuk dan saat posisi supine. Pada peerikasaan& lassague symptom positi* dan pergerakan kaki pada hip joint terbatas.
8 Peruba%an pada sendi Lumba Sacral
Traua dapat en"ebabkan peruba%an antara :ertebra lubal D dan sacrum& dan dapat en"ebabkan robekan ligaen atau fascia.
+eadaan ini dapat enibulkan n"eri "ang %ebat di atas :ertebra lubal D atau sacral . dan dapat en"ebabkan keterbatasan gerak.
/eberapa ebagi *aktor resiko en-adi :
1. Eaktor resiko *isiologis : usia 20840 ta%un& kurangn"a lati%an *isik& postur tubu% "ang tidak anatois& kegeukan& scoliosis berat
(+ur:utura berat F10)& (#P& spondilitis& spinal stenosis& osteoporosis& erokok
2. Eaktor resiko lingkungan : duduk terlalu laa& terlalu laa eneria getaran& terpelintir.
3. Eaktor resiko psikososial : ketidakn"aanan beker-a& depresi dan stres.
D)&*N$S)S
#. &namnesis
#"eri pinggang bawa% dapat dibagi dala 5 -enis n"eri& "aitu:
a. #"eri pinggang lokal
Benis ini paling sering diteukan. /iasan"a terdapat di garis tenga% dengan radiasi ke kanan dan ke kiri. #"eri ini dapat berasal dari
bagian8bagian di bawa%n"a seperti *asia& otot8otot paraspinal& korpus :ertebra& sendi dan ligaen.
b. .ritasi pada radiks
0asa n"eri dapat berganti8ganti dengan parestesi dan dirasakan pada derato "ang bersangkutan pada sala% satu sisi badan.
+adang8kadang dapat disertai %ilangn"a perasaan atau gangguan *ungsi otoris. .ritasi dapat disebabkan ole% proses desak ruang pada
*oraen :ertebra atau di dala kanalis :ertebralis.
c. #"eri ru-ukan soatis
.ritasi serabut8serabut sensoris diperukaan dapat dirasakan lebi% dala pada derato "ang bersangkutan. !ebalikn"a iritasi di
bagian8bagian dala dapat dirasakan di bagian lebi% super*isial.
d. #"eri ru-ukan :iserosoatis
Adan"a gangguan pada alat8alat retroperitoniu& intraabdoen atau dala ruangan panggul dapat dirasakan di daera% pinggang.
e. #"eri karena iskeia
0asa n"eri ini dirasakan seperti rasa n"eri pada klaudikasio interitens "ang dapat dirasakan di pinggang bawa%& di gluteus atau
en-alar ke pa%a. Dapat disebabkan ole% pen"ubatan pada percabangan aorta atau pada arteri iliaka kounis.
*. #"eri psikogen
0asa n"eri "ang tidak wa-ar dan tidak sesuai dengan distribusi sara* dan derato dengan reaksi wa-a% "ang sering berlebi%an.
Pen"ebab ekanis L/P en"ebabkan n"eri endadak "ang tibul setela% posisi ekanis "ang erugikan. 'ungkin ter-adi robekan otot&
peregangan *asia atau iritasi perukaan sendi. +elu%an karena pen"ebab lain tibul berta%ap. (arus dibedakan antara L/P dengan n"eri
tungkai& ana "ang lebi% doinan dan intensitas dari asing8asing n"erin"a& "ang biasan"a erupakan n"eri radikuler. #"eri pada
tungkai "ang lebi% ban"ak dari pada L/P dengan rasio 10820G enun-ukkan adan"a radikulopati dan ungkin eerlukan suatu tindakan
operasi. /ila n"eri L/P lebi% ban"ak daripada n"eri tungkai& biasan"a tidak enun-ukkan adan"a suatu kopresi radiks dan -uga biasan"a
tidak eerlukan tindakan operati*.
2. Pemeriksaan Fisik
)nspeksi
Pada inspeksi "ang peru diper%atikan :
8 +ur:atura "ag berlebi%an& pendataran arkus lubal& adan"a angulasi& pel:is "ang iring atau asietris& uskular para:ertebral atau
pantat "ang asietris& postur tungkai "ang abnoral
8 )bser:asi punggung& pel:is& dan tungkai selaa bergerak apaka% ada %abatan selaa elakukan gerakan
8 Pada saat penderita enanggalkan atau engenakan pakaian& apaka% ada gerakan "ang tidak wa-ar atau terbatas
8 )bser:asi penderita saat berdiri& duduk& bersandar aupun berbaring dan bangun dari berbaring
8 Perlu dicari keungkinan adan"a atro*i otot& *asikulasi& pebengkakan& peruba%an warna kulit.
Palpasi dan perkusi
8 Pada palpasi& terlebi% da%ulu diraba daera% "ang sekitarn"a paling ringan rasa n"erin"a& keudian enu-u ke ara% daera% "ang terasa
paliag n"eri.
8 +etika eraba koluna :ertebralis se-og-an"a dicari keungkinan adan"a de:iasi ke lateral atau anterior ? posterior
Pemeriksaan Neur+l+"ik
Tu-uan peeriksaan ini adala% untuk eastikan apaka% kasus n"eri pinggang bawa% adala% benar karena adan"a gangguan sara*
atau karena sebab "ang lain.
1. Peeriksaan sensorik
/ila n"eri pinggang bawa% disebabkan ole% gangguan pada sala% satu sara* tertentu aka biasan"a dapat ditentukan adan"a
gangguan sensorik dengan enentukan batas8batasn"a& dengan deikian segen "ang terganggu dapat diketa%ui. Peeriksaan sensorik ini
eliputi peeriksaan rasa rabaan& rasa sakit& rasa su%u& rasa dala dan rasa getar (:ibrasi). /ila ada kelainan aka tentukanla% batasn"a
se%ingga dapat dipastikan derato ana "ang terganggu.
2. Peeriksaan otorik
Dengan engeta%ui segen otot ana "ang lea% aka segen ana "ang terganggu akan diketa%ui& isaln"a lesi "ang engenai
segen L; aka usculus tibialis anterior akan enurun kekuatann"a. Peeriksaan "ang dilakukan :
a. +ekuatan : *leksi dan ekstensi tungkai atas& tungkai bawa%& kaki& ibu -ari& dan -ari lainn"a dengan en"uru% penderita elakukan
gerakan *leksi dan ekstensi& seentara peeriksaan ena%an gerakan tadi.
b. Atro*i : per%atikan atro*i otot
c. Perlu per%atikan adan"a *asikulasi ( kontraksi in:olunter "ang bersi*at %alus) pada otot ? otot tertentu.
3. Peeriksaan re*lek
0e*lek tendon akan enurun pada atau eng%ilang pada lesi otor neuron bawa% dan eningkat pada lesi otor atas. Pada n"eri
punggung bawa% "ang disebabkan (#P aka re*lek tendon dari segen "ang terkena akan enurun atau eng%ilang
a. 0e*leks lutut7patela : lutut dala posisi *leksi ( penderita dapat berbaring atau duduk dengan tungkai en-untai)& tendo patla
dipukul dengan palu re*leks. Apabila ada reaksi ekstensi tungkai bawa%& aka re*leks patela postiti*. Pada (#P lateral di L;8L4&
re*leksi ini negati*.
b. 0e*leks tuit7ac%iles : penderita dala posisi berbaring& lutut dala posisi *leksi& tuit diletakkan di atas tungkai "ang satun"a&
dan u-ung kaki dita%an dala posisi dorso*leksi ringan& keudian tendo ac%iles dipukul. Apabila ter-adi gerakan plantar *leksi
aka re*leks ac%iles positi*. Pada (#P lateral L48!1& re*leksi ini negati*.
;. Tes8tes "ang la$i digunakan pada penderita low back pain
a. Tes lasegue (straig%t leg raising)
'engangkat tungkai dala keadaan ekstensi. Positi* bila pasien tidak dapatengangkat tungkai kurang dari 50H dan n"eri
sepan-ang ner:us isc%iadicus. 0asa n"eri dan terbatasn"a gerakan sering en"ertai radikulopati& terutaa pada %erniasi discus
lubalis 7 lubo8sacralis.
b. =rossed lasegue
/ila tes lasegue pada tungkai "ang tidak sakit en"ebabkan rasa n"eri pada tungkai "ang sakit aka dikatakan crossed lasegue
positi*. Artin"a ada lesi pada sara* isc%iadicus atau akar8akar sara* "ang ebentuk sara* ini.
c. Tes kernig
!aa dengan lasegue %an"a dilakukan dengan lutut *leksi& setela% sendi co@a <0 dera-at dicoba untuk eluruskan sendi lutut
d. Tes Patrick dan anti8patrick:
Eleksi8abduksi8eksternal rotation8ekstensi sendi panggul. Positi* -ika gerakan diluar keauan terbatas& sering disertai dengan rasa
n"eri. Positi* pada pen"akit sendi panggul& negati:e pada isc%ialgia.
e. =%in c%est aneu:er
Eleksi pasi* pada le%er %ingga dagu engenai dada. Tindakan ini akan engakibatkan tertarikn"a "elu naik ke atas dala
canalis spinalis. Akibatn"a aka akar8akar sara* akan ikut tertarik ke atas -uga& terutaa "ang berada di bagian t%orakal bawa%
dan lubal atas. Bika terasa n"eri berarti ada gangguan pada akar8akat sara* tersebut
*. Diets dan na**$iger test
Penekanan :ena -ugularis dengan tangan (:iets)atau dengan anset sebua% alat ukur tekanan dara% %ingga ;0 %g(na**$iger)
g. )berIs sign
Penderita tidur iring ke satu sisi. Tungkai pada sisi tersebut dala posisi *leksi. Tungkai lainn"a di abduksikan dan diluruskan
lalu secara endadak dilepas. Dala keadaan noral tungkai ini akan cepat turun atau -atu% ke bawa%. /ila terdapat kontraktur
dari *ascia lata pada sisi tersebut aka tungkain"a akan -atu% labat.
%. #eriIs sign
Penderita berdiri lurus. /ila diinta untuk ebungkuk ke depan akan ter-adi *leksi pada sendi lutut sisi "ang sakit.
i. Percobaan Perspirasi
Percobaan ini untuk enun-ukkan ada atau tidakn"a gangguan sara* autono& dan dapat pula untuk enun-ukkan lokasi
kelainan "ang ada "aitu sesuai dengan radiks atau sara* spinal "ang terkena.
,. Plan :
Dia"n+sis: Low /ack Pain ec dd 1. Eraktur copresi
2. (#P
3.Psikogenik
Pen"+batan:
8 Penderita %arus tetap berbaring di tepat tidur selaa beberapa %ari dengan sikap tertentu. Tepat tidur tidak bole% eakai
pegas atau per.
8 )bat8obatan sitoatik antara lain analgetika (salisilat& parasetaol& dll)& kortikosteroid (prednison& prednisolon)& anti in*laasi
non8steroid (A.#!) isaln"a piroksika& antidepresan trisiklik (secara sentral) isaln"a ainiptrilin& dan obat penenang inor
8 /ila dilakukan peeriksaan lan-utan seperti '0. dan terbukti terdapat *raktur kopresi sebaikn"a dilakukan terapi operati*.
Pendidikan:
Dilakukan kepada pasien dan keluargan"a untuk ebantu proses pen"ebu%an dan peuli%an. 'eberikan beberapa an-uran
"ang ebantu paien untuk engurangi atau eperberat rasa n"eri seperti posisi tubu% saat elakukan akti:itas dan duduk.

K+nsultasi: Di-elaskan ecara rasionaJ perlun"a konsultasi dengan spesialis /eda% )rtopedi dan 0e%abilitasi 'edik. +onsultasi ini
erupakan upa"a& agar keterbatasan dalaelakukan akti:itas se%ari8%ari dapat teratasi tanpa %arus engkonsusi analgetik.