Anda di halaman 1dari 7

89

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada BAB ini, penulis ingin menyajikan perbandingan antara teori dengan
penerapan manajemen kebidanan. Penulis akan menjelaskan tentang hasil
pengamatan berdasarkan studi dokumentasi dan pengamatan langsung pada kasus
Asuhan Kebidanan intranatal yang diterapkan pada Ny. L P
1
A
0
dengan laserasi
perineum derajat II pembahasan ini di mulai dari kala I sampai kala IV.
Asuhan yang diberikan pada Ny. L P
1
A
0
semua berjalan lancar tanpa ada
penyulit. Penulis akan menguraikan hasil pengamatan dengan menggunakan
metode 7 langkah Varney di bawah ini:
4.1 Kala I
4.1.1 Pengumpulan Data Dasar
Ibu datang pada tanggal 11 november pukul 16.45 WIB, mengeluh
mules-mules sejak pukul 14.30 WIB disertai keluar lendir bercampur
darah dari jalan lahir. Keluar cairan disangkal ibu. Pemeriksaan dalam
ditemukan vulva/vagina tidak ada kelainan, porsio tebal lunak, pembukaan
serviks 3 cm, ketuban utuh (+), presentasi belakang kepal, turunya bagian
terendah st.+3.
90



Pada kasus Ny. L berjalan selama 11 jam dimulai sejak adanya his
hingga pembukaan lengkap dan berjalan normal tanpa ada indikasi,
pendokumentasian dalam partograf tidak melewati gari waspada dan tidak
ada penyulit, kontraksi teratur yang progresif dengan peningkatan
frekuensi dan durasi.
Penulis memberikan asuhan kebidanan antara lain memberikan
dukungan mental, menganjurkan keluarga atau suami untuk mendampingi
ibu selama persalinan berlangsung, mengobservasi his, BJA dan nadi setiap
30 menit dan tekanan darah, pembukaan serviks, penurunan kepala setiap 4
jam sekali. (APN: 2008). Pada kala I tidak ditemukan kesenjangan antara
teori dan praktek.
4.1.2 Interprestasi Data Dasar Untuk Mengidentifikasi Diagnosa Atau
Masalah.
Dari data tersebut penulis dapat menegakan diagnosa G
1
P
0
A
0
parturient aterm kala 1 fase laten, janin hidup, tunggal intrauterin,
presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik.
Masalah yang Ny. L hadapi adalah adanya mules disertai keluar lendir
bercampur darah dan kebutuhannya penkes tentang persiapan persalinan dan
memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi ibu. Diagnosa atau masalah yang
ditemukan pada langkah ini tidak ada kesenjangan antara praktek dan teori.


91



4.1.3 Mengidentifikasi Diagnosa/ masalah potensial
Dalam kasus ini tidak ditemukan masalah potensial, karena kondisi
ibu dan janin dalam keadaan normal dan baik.
4.1.4 Mengidentifikasi Dan Menetukan Masalah Yang Memerluka Tindakan
Segera
Berdasarkan identifikasi diagnosa pada Ny. L tidak ditemukan
masalah potensial sehingga tidak memerlukan tindakan segera atau
kolaborasi dengan petugas kesehatan yang lain.
4.1.5 Merencanakan Asuhan
Berdasarakan diagnosa ataupun masalah yang sudah di identifikasi
atau di antisipasi rencana asuhan pada Ny. L yaitu pertolongan persalian
yang bersih dan aman dengan memperhatikan aspek asuhan sayang ibu
dan sayang bayi, memenuhi kebutuhan nutrisis dan hidrasi ibu,
menyesuaikan posisi agar ibu lebih nyaman, mengajarkan teknik rileksasi.
Dalam rencana asuhan yang diberikan pada ibu tidak ditemukan
kesenjangan.
4.1.6 Melaksanakan Perencanaan Asuhan
Pada langkah ini setelah melakukan rencana asuhan pada Ny. L,
penulis akan melaksanakan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu. Penulis
melakukan asuhan sayang ibu yang sesuai dengan teori dan asuhan yang
diberikan.


92



4.1.7 Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi dari semua asuhan yang telah
diberikan pada Ny. L. Ny. L mendapatkan asuhan sayang ibu sehingga Ny.
L merasa nyaman dan tenang dan memberitahukan hasil pemeriksaan
kepada ibu dan keluarga bahwa ibu sudah memasuki proses persalinan,
pada dasarnya pada langkah ini memberitahukan hasil pemeriksaan kepada
ibu dan keluarga dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan asuhan
yang diberikan pada ibu.
Pada kala I di mulai dari pengumpulan data sampai pada evaluasi dan tidak
ada kesenjangan antara teori dan tindakan karena pada Ny. L ini kala I
berlangsung selama 11 jam sedangkan menurut teori lamanya kala I pada
primigravida berlangsung selama 12 jam dan pada multigravida sekitar 8
jam. (Manuaba, 2010:173)
4.2 kala II
Jam 01.30 WIB ibu merasa mules yang semakin kuat dan sering,
ibu merasa ingin mengedan seperti ingin BAB, dan terdapat dorongan
ingin meneran, anus terbuka, perineum menonjol, vulva vagina membuka
dan pembukaan lengkap, ketuban pecah spontan pukul 01.10 WIB warna
jernih. Dari data tersebut penulis dapat menegakan diagnosa G
1
P
0
A
0

inpartu kala II, janin hidup, tunggal intrau terinsent persentasi belakang
kepala dengan keadaan ibu dan janin baik. Adapun asuhan yang diberikan
pada Ny. L selama kala II adalah memberikan dukungan terus menerus
agar ibu merasa nyaman, mengatur posisi ibu, mempertahankan agar
93



kandung kemih tetap kosong, memberikan nutrisi dan minum yang cukup,
memantau BJA, memimpin mengedan, menolong kelahiran bayi dengan
cara 58 langkah asuhan persalinan normal. (APN: 2008).
Dan pada tindakan tidak terdapat kesenjangan antara teori
dikarenakan kala II berjalan selama 40 menit. Lamanya kala II untuk
primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit. (Manuaba, 2010 : 174).
Serta penolong tidak memakai alat pelindung diri secara lengkap
(kacamata google dan sepatu boot) untuk pencegahan infeksi dikarenakan
terbatasnya perlengkapan yang ada di RB AL-Marij. (APN:2008)
4.3 kala III
Ibu masih merasa mules dan lelah, terdapat tali pusat memanjang,
uterus membundar dan ada semburan darah tiba-tiba dari jalan lahir.
Setelah dilakukan pengkajian dapat ditegakan diagnosa yaitu P
1
A
0
kala III
dengan keadaan ibu baik. Pada Ny. L kala III berlangsung normal yaitu
10 menit. Setelah ada tanda-tanda pelepasan plasenta penulis melakukan
manajemen aktif kala III, yaitu menyuntikan oksitosin 10 IU di 1/3 paha
luar ibu, dan mlahirkan plasenta sesuai standar asuhan kebidanan dan
masase uterus setelah plasenta lahir selama 15 detik agar menimbulkan
kontraksi.
Setelah kala III dalam keadaan normal, ibu masih terlihat lelah
tetapi ibu merasa senang atas kelahiran bayinya dengan selamat dan
normal. Pada kala III penulis melakukan asuhan sesuai dengan teori dan
tidak terdapat kesenjangan karena pada kala III Ny. L berlangsung dalam
94



waktu 10 menit, dan menurut teori lamanya kala IV berlangsung selama
tidak lebih dari 30 menit. (APN: 2008)

4.4 kala IV
Pada kala IV tidak ditemukan komplikasi, penulis mengecek
perdarahan dari jalan lahir dan terdapat robekan perineum derajat II,
dilakukan observasi seperti pemeriksaan tanda-tanda vital, kontraksi uterus
baik, perdarahan normal, perineum laserasi derajat dua disebabkan oleh
janin besar dan kelahiran pada primigravida. Maka langsung dilakukan
penjahitan dengan menggunakan anastesi lokal untuk melakukan asuhan
sayang ibu. Penjahitan dilakukan dengan jahitan simple interruoted yaitu
jahitan satu demi satu supaya tidak terjadi perdarahan yang abnormal.
Penjahitan yang dilakukan oleh penolong sesuai dengan teori yang telah
diberikan. Melakukan pemantauan kala IV meliputi: TTV, kontraksi
uterus, TFU, perdarahan, dan kandung kemih setiap 15 menit sekali pada
jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua, (manuaba, 2010). Dan
menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini, membersihkan ibu dengan air
DTT, memakaikan pakaian ibu dan merendam alat-alat dilarutan klorin
0,5% selama 15 menit dan membuang sampah yang sesuai, serta
memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu. Pada kala IV penulis
dapat menegakan diagnosa P
1
A
0
dengan laserasi perineum derajat II. Pada
kala IV ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek yaitu terdapat
95



laserasi. Sedangkan pada persalinan normal itu tidak terdapat kalainan atau
laserasi. (APN: 2008)