Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


RASA NYAMAN (NYERI)
OLEH:
NAMA: SUGIYANTO
NIM : 070111b030
PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DASAR
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN
2012
I. KONSEP DASAR PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBUTUHAN RASA
NYAMAN (NYERI)
A. P!"#$%&!
Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak
menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang actual atau potensial
dan nyeri merupakan alasan utama orang mencari bantuan pelayanan
kesehatan, sedangkan dalam keperawatan nyeri adalah apapun yang
menyakitkan tubuh yang dikatakan individu yang mengalaminya, yang
kapanpun individu mengatakannya ( Smeltzer, S.C dan bare, B., !""#$
Nyeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak
menyenangkan dan meningkat dengan adanya kerusakan jaringan yang
actual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti
kerusakan(%nternational &ssosiation 'or the Study o' (ain$) awaitan yang
tiba*tiba atau perlahan dari intensitas ringan sampai berat dengan akhir
yang dapat diantisipasi atau dapat diramalkan durasinya (+ong, B C.
!"",$.

B. K'&#%(%)&*% N+#%
#. Nyeri akutSelang waktunya lebih singkat dengan tanda - tanda klinis
antara laina berkeringat banyak, tekanan darah naik, nadi naik, pucat
dan dengan respon pasien, umunya menaggis, teriak atau mengusap
daerah yangnyeri.
!. Nyeri kronik .empunyai selang waktu yang lebik lama dan dapat
berlangsung lebih dari enam bulan.
/. Nyeri intensitasnya
a. " 0 tidak ada nyeri
b. #*! 0 nyeri ringan
c. /*1 0 nyeri sedang
d. ,*2 0 nyeri hebat
e. 3*4 0 nyeri sangat hebat
!
'. #" 0 nyeri paling hebat
5. Nyeri berdasarkan tempatnyaa.
a. (heriperal pain, yakni nyeri yang terasa pada
permukaantubuh,misalnya pada kulit, mukosa
b. 6eep pain, yaitu nyeri yang terasa pada permukaan tubuh yang
lebihdalam atau pada organ*organ tubuh visceral.
c. 7e'ered pain, yakni nyeri dalam yang disebabkan karena
penyakitorgan8struktur dalam tubuh yang ditransmisikan kebagian
tubuh didaerah yang berbeda, bukan daerah asal nyeri.
d. Central pain, yaitu nyeri yang terjadi karena perangsangan
padasistem sara' pusat, spinal cord, batang otak, talamus dan lain*
lain.
1. Nyeri berdasarkan si'atnyaa.
a. %ncidental pain, yaitu nyeri yang timbul sewaktu*waktu
lalumenghilang.
b. Steady pain, yaitu nyeri yang timbul dan menetap serta
dirasakandalam waktu lama.
a. (ro9ymal pain, yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi
dankuat sekali. Nyeri tersebut biasanya : #"*#1 menit, lalu
menghilang,kemudian timbul lagi (Slamet., !""#$.
,. F-!"*% F%*%.'."%
a. ;isiologi Nyeri
Banyak teori berusaha untuk menjelaskan dasar neurologis dari nyeri,
meskipun tidak ada satu teori yang menjelaskan secara sempurna
bagaimana nyeri ditransmisikan atau diserap. <ntuk memudahkan
memahami 'isiologi nyeri, maka perlu mempelajari / (tiga$ komponen
'isiologis berikut ini0
#. 7esepsi 0 proses perjalanan nyeri
!. (ersepsi 0 kesadaran seseorang terhadap nyeri
/. 7eaksi 0 respon 'isiologis = perilaku setelah mempersepsikan nyeri
R*/*%
/
&danya stimulus yang mengenai tubuh (mekanik, termal, kimia$
akan menyebabkan pelepasan substansi kimia seperti histamin,
bradikinin, kalium. Substansi tersebut menyebabkan nosiseptor
bereaksi, apabila nosiseptor mencapai ambang nyeri, maka akan timbul
impuls syara' yang akan dibawa oleh serabut sara' peri'er. Serabut
syara' peri'er yang akan membawa impuls syara' ada dua jenis, yaitu
serabut &*delta dan serabut C. impuls syara' akan di bawa sepanjang
serabut syara' sampai ke kornu dorsalis medulla spinalis. %mpuls syara'
tersebut akan menyebabkan kornu dorsalis melepaskan neurotrasmiter
(substansi ($. Substansi ( ini menyebabkan transmisi sinapis dari sara'
peri'er ke sara' traktus spinotalamus. >al ini memungkinkan impuls
syara' ditransmisikan lebih jauh ke dalam system sara' pusat. Setelah
impuls syara' sampai di otak, otak mengolah impuls syara' kemudian
akan timbul respon re'lek protekti'.
(roses ini akan berjalan jika system sara' peri'er dan medulla
spinalis utuh atau ber'ungsi normal. &da beberapa 'actor yang
menggangu proses resepsi nyeri, diantaranya sebagai berikut0
#$ ?rauma
!$ @bat*obatan
/$ (ertumbuhan tumor
5$ angguan metabolic (penyakit diabetes mellitus$
P#*/*%
;ase ini merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri, pada
saat individu menjadi sadar akan nyeri, maka akan terjadi reaksi yang
komplek. (ersepsi menyadarkan individu dan mengartikan nyeri itu
sehingga kemudian individu dapat bereaksi.
(roses persepsi secara ringkas adalah sebagai berikut0
Stimulus nyeri .edula spinalis ?alamus @tak (area limbik$ 7eaksi
emosi (usat otak (ersepsi Stimulus nyeri ditransmisikan ke medula
spinalis, naik ke talamus, selanjutnya serabut mentrasmisikan nyeri ke
seluruh bagian otak, termasuk area limbik. &rea ini mengandung sel*
sel yang yang bisa mengontrol emosi (khususnya ansietas$. &rea
5
limbik yang akan berperan dalam memproses reaksi emosi terhadap
nyeri. Setelah transmisi syara' berakhir di pusat otak, maka individu
akan mempersepsikan nyeri ((rice, Sylvia & dan +orraine . Ailson.
!""!$
R&)*%
7eaksi terhadap nyeri merupakan respon 'isioligis dan perilaku
yang terjadi setelah mempersepsikan nyeri. Nyeri dengan intensitas
ringan hingga sedang dan nyeri yang super'isial menimbulkan reaksi
B'light atau 'ightB, yang merupakan sindrom adaptasi umum. Stimulasi
pada cabang simpatis pada sara' otonom menghasilkan respon
'isiologis, apabila nyeri berlangsung terus menerus, maka sistem
parasimpatis akan bereaksi. Secara ringkas proses reaksi adalah
sebagai berikut0
%mpuls nyeri medula spinalis batang otak = talamus Sistem syara'
otonom 7espon 'isiologis = perilaku %mpuls nyeri ditransmisikan ke
medula spinalis menutju ke batang otak dan talamus. Sistem sara'
otonom menjadi terstimulasi, sara' simpatis dan parasimpatis bereaksi,
maka akan timbul respon 'isiologis dan akan muncul perilaku (+ong, B
C, !"",$
b. 7espon ;isiologis ?erhadap Nyeri
#. Stimulasi Simpatik0(nyeri ringan, moderat, dan super'icial$
#$ 6ilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate
!$ (eningkatan heart rate
/$ Casokonstriksi peri'er, peningkatan B(
5$ (eningkatan nilai gula darah
1$ 6iaphoresis
,$ (eningkatan kekuatan otot
2$ 6ilatasi pupil
3$ (enurunan motilitas %
!. Stimulus (arasimpatik (nyeri berat dan dalam$
#$ .uka pucat
!$ @tot mengeras
1
/$ (enurunan >7 dan B(
5$ Na'as cepat dan irregular
1$ Nausea dan vomitus
,$ Delelahan dan keletihan
c. 7espon ?ingkah +aku ?erhadap Nyeri
#$ 7espon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup0
!$ (ernyataan verbal (.engaduh, .enangis, Sesak Na'as,
.endengkur$
/$ Ekspresi wajah (.eringis, .enggeletukkan gigi, .enggigit bibir$
5$ erakan tubuh (elisah, %mobilisasi, Detegangan otot, peningkatan
gerakan jari = tangan$
1$ Dontak dengan orang lain8interaksi sosial (.enghindari
percakapan, .enghindari kontak sosial, (enurunan rentang
perhatian, ;okus pd aktivitas menghilangkan nyeri$
,$ %ndividu yang mengalami nyeri dengan awitan mendadak dapat
bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama
beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan
keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau
menangis. (asien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. (asien
dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena menjadi
mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri. Slamet.
(!""#$.
d. ;aktor yang mempengaruhi respon nyeri
#. <sia
&nak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus
mengkaji respon nyeri pada anak. (ada orang dewasa kadang
melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan
'ungsi. (ada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami,
karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus
dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau
meninggal jika nyeri diperiksakan.
!. Fenis kelamin
,
+aki*laki dan wnita tidak berbeda secara signi'ikan dalam
merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi 'aktor budaya (e90 tidak
pantas kalo laki*laki mengeluh nyeri, wanita boleh mengeluh
nyeri$
/. Dultur
@rang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka
berespon terhadap nyeri. (e90 suatu daerah menganut kepercayaan
bahwa nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka
melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri$
5. .akna nyeri
Berhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap
nyeri dan dan bagaimana mengatasinya.
1. (erhatian
?ingkat seorang klien mem'okuskan perhatiannya pada nyeri dapat
mempengaruhi persepsi nyeri. .enurut ill (#44"$, perhatian yang
meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan
upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun.
?ehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk
mengatasi nyeri.
,. &nsietas
Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa
menyebabkan seseorang cemas.
2. (engalaman masa lalu
Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau,
dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah
mengatasi nyerinya. .udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri
tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri.
3. (ola koping
(ola koping adapti' akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri
dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan
seseorang mengatasi nyeri.
4. Support keluarga dan sosial
2
%ndividu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada
anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan,
bantuan dan perlindungan
e. Si'at*Si'at Nyeri
#. Nyeri melelahkan dan membutuhkan banyak energy
!. Nyeri bersi'at subyekti' dan individual
/. Nyeri tak dapat dinilai secara objekti' seperti sinar G atau lab darah
5. (erawat hanya dapat mengkaji nyeri pasien dengan melihat
perubahan 'isiologis tingkah laku dan dari pernyataan klien
1. >anya klien yang mengetahui kapan nyeri timbul dan seperti apa
rasanya
,. Nyeri merupakan mekanisme pertahanan 'isiologis
2. Nyeri merupakan tanda peringatan adanya kerusakan jaringan
3. Nyeri mengawali ketidakmampuan
4. Nyeri bersi'at individu
#". Nyeri tidak menyenangkan
##. .erupakan suatu kekuatan yg mendominasi
#!. Bersi'at tidak berkesudahan
3
P&$01&+ N+#%
Stimulus (mekanik, termal, kimia$
(engeluaran (>istamine, bradikinin, kalium$
Nosiseptor
%mpuls Syara'
Serabut Syara' (eri'er
Dornu 6orsalis
.edula Spinalis
Neurotransmiter (Substansi ($
(usat Syara' di @tak
7espon 7e'lek (rotekti'
4
D. G&!""-&! P2!-0&! Kb-$-0&! D&*&# R&*& N+&2&! D&! A2&!
?anda dan gejala 0
#. .elapor nyeri secara verbal atau nonverbal
!. .enunjukan kerusakan
/. (osisi untuk mengurangi nyeri
5. erakan untuk melindungi
1. ?ingkah laku berhati*hati
,. .uka topong
2. angguna tidur (mata sayup tampak capai, sulit atau gerakan kacau$
3. ;okus pada diri sendiri
4. ;ocus menyempit(penurunan persepsi waktu, kerusakanproses ber'ikir,
penurunan interaksi dengan orang dan lingkunagan$
#". ?ingah laku ditraksi (jalan*jalan, menemui orang lain, aktivitas
berulang$
##. 7espon otonom (diaphoresis, perubahan tekanan darah, perubahan
na'as, nadi, dilatasi pupil$
#!. (erubahan otonom dalam tonus otot
#/. ?ingkah laku ekspresi' (gelisah, merintih, menangis, waspada, na'as
panjang, mengeluh$
#5. (erubahan dalam na'su makan ((rice, Sylvia & dan +orraine .
Ailson. !""!$.
E. P!&$&'&)*&!&&! M&!&32! !+#% $#4%#% 4&#%:
a. ;armakologis8 .edis (kolaborasi$ 0 penggunaan analgetik
.engganggu penerimaan8stimuli nyeri dan interpretasinya dengan
menekan 'ungsi talamus = kortek serebri.
b. Non 'armakologi8 Deperawatan (mandiri$
#$ Sentuhan terapeutik
?eori ini mengatakan bahwa individu yang sehat mempunyai
keseimbangan energi antara tubuh dengan lingku)ngan luar. @rang
sakit berarti ada ketidakseimbangan energi, dengan memberikan
#"
sentuhan pada klien, diharapkan ada trans'er energi dari perawat ke
klien.
!$ &kupresur
(emberian penekanan pada pusat*pusat nyeri
/$ uided imagery
.eminta klien berimajinasi membayangkan hal*hal yang
menyenangkan, tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan
yang tenang serta konsentrasi dari klien. &pabila klien mengalami
kegelisahan, tindakan harus dihentikan. ?indakan ini dilakukan
pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut.
5$ 6istraksi
.engalihkan perhatian terhadap nyeri, e'ekti' untuk nyeri ringan
sampai sedang. 6istraksi visual (melihat ?C atau pertandingan
bola$, distraksi audio (mendengar musik$, distraksi sentuhan
(massase, memegang mainan$, distraksi intelektual (merangkai
puzzle, main catur$
1$ &nticipatory guidance
.emodi'ikasi secara langsung cemas yang berhubungan dengan
nyeri. Contoh tindakan0 sebelum klien menjalani prosedur
pembedahan, perawat memberikan penjelasan8in'ormasi pada klien
tentang pembedahan, dengan begitu klien sudah punya gambaran
dan akan lebih siap menghadapi nyeri.
,$ >ipnotis
.embantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti
positi'.
2$ Bio'eedback
?erapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan individu
in'ormasi tentang respon nyeri 'isiologis dan cara untuk melatih
kontrol volunter terhadap respon tersebut. ?erapi ini e'ekti' untuk
mengatasi ketegangan otot dan migren, dengan cara memasang
elektroda pada pelipis.
3$ Stimulasi kutaneus
##
Cara kerja dari sistem ini masih belum jelas, salah satu pemikiran
adalah cara ini bisa melepaskan endor'in, sehingga bisa memblok
stimulasi nyeri. Bisa dilakukan dengan massase, mandi air hangat,
kompres dengan kantong es dan stimulasi sara' elektrik transkutan
(TENS/ transcutaneus electrical nerve stimulation). TENS
merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik
ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar.
#!
II. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKA5IAN
>al*hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut0
1. E)*/#*% )'%! $#0&4&/ !+#%
(erawat harus mempelajari cara verbal dan nonverbal klien dalam
mengkomunikasikan rasa ketidaknyamanan. Dlien yang tidak mampu
berkomunikasi e'ekti' seringkali membutuhkan perhatian khusus
ketika pengkajian.
2. K'&*%(%)&*% /!"&'&2&! !+#%
(erawat mengkaji apakah nyeri yang dirasakan klien akut atau kronik.
&pabila akut, maka dibutuhkan pengkajian yang rinci tentang
karakteristik nyeri dan apabila nyeri bersi'at kronik, maka perawat
menentukan apakah nyeri berlangsung intermiten, persisten atau
terbatas.
3. K&#&)$#%*$%) !+#%
a. @nset dan durasi
(erawat mengkaji sudah berapa lama nyeri dirasakan, seberapa
sering nyeri kambuh, dan apakah munculnya nyeri itu pada waktu
yang sama.
b. +okasi
(erawat meminta klien untuk menunjukkan dimana nyeri terasa,
menetap atau terasa pada menyebar
c. Deparahan
(erawat meminta klien menggambarkan seberapa parah nyeri yang
dirasakan. <ntuk memperoleh data ini perawt bias menggunakan
alat bantu, skala ukur. Dlien ditunjukkan skala ukur, kemudian
disuruh memilih yang sesuai dengan kondisinya saat ini yang
mana. Skala ukur bis berupa skala numeric, deskripti', analog
visual. <ntuk anak*anak skala yan digunakan adalah skala oucher
yang dikembangkan oleh Beyer dan skala wajah yang
diembangkan oleh Aong = Baker. (ada skala oucher terdiri dari
skala dengan nilai "*#"" pada sisi sebelah kiri untuk anak*anak
#/
yang lebih besar dan skala 'otogra'ik enam gambar pada sisi kanan
untuk anak yang lebih kecil. &nak bisa diminta untuk
mendiskripsikan nyeri yang dirasakan dengan memilih gambar
yang ada. Skala wajah terdiri dari enam wajah dengan pro'il kartun
yang menggambarkan wajah dari wajah yang sedang tersenyum
(tidak merasa nyeri$, kemudian secara bertahap meningkat sampai
wajah yang sangat ketakutan (nyeri yang sangat$.
d. Skala nyeri
#$ Dualitas
.inta klien menggambarkan nyeri yang dirasakan, biarkan
klien mendiskripsikan apa yang dirasakan sesuai dengan kata*
katanya sendiri. (erawat boleh memberikan deskripsi pada
klien, bila klien tidak mampu menggambarkan nyeri yang
dirasakan.
!$ (ola nyeri
(erawat meminta klien untuk mendiskripsikan ativitas yang
menyebabkan nyeri dan meminta lien untuk mendemontrasikan
aktivitas yang bisa menimbulkan nyeri.
/$ Cara mengatasi
?anyakan pada klien tindakan yang dilakukan apabila nyerinya
muncul dan kaji juga apakah tindakan yang dilakukan klien itu
bisa e'ekti' untuk mengurangi nyeri.
5$ ?anda lain yang menyertai
Daji adanya penyerta nyeri, seperti mual, muntah, konstipasi,
gelisah, keinginan untuk miksi dll.
ejala penyerta memerlukan prioritas penanganan yang sama
dengan nyeri itu sendiri.
6. E() !+#% /&4& )'%!
(erawat harus mengkaji hal*hal berikut ini untuk mengetahui e'ek
nyeri pada klien0
#5
a. ?anda dan gejala 'isik
Daji tanda*tanda 'isiologis, karena adanya nyeri yang dirasakan
klien bisa berpengaruh pada 'ungsi normal tubuh.
b. E'ek tingkah laku
Daji respon verbal, gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan interaksi
sosial. +aporan verbal tentang nyeri merupakan bagian vital dari
pengkajian, perawat harus bersedia mendengarkan dan berusaha
memahami klien. ?idak semua klien mampu mengungkapkan nyeri
yang dirasakan, untuk hal yang seperti itu perawat harus
mewaspadai perilaku klien yang mengindikasikan nyeri.
7. S$&$-* !-#.'."%*
(enting bagi perawat untuk mengkaji status neurologis klien, karena
klien yang mengalami gangguan neurologis tidak sensiti' terhadap
nyeri. ?indakan preventi' perlu dilakukan pada klien dengan kelainan
neurologis yang mudah mengalami cidera.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Nyeri akut berhubungan dengan injuri 'isik, pengurangan suplai darah,
proses melahirkan
b. Nyeri berhubungan dengan penekanan sara' peri'er.
c. angguan rasa nyaman 0 nyeri berhubungan dengan spasme otot
spincter
d. Nyeri yang berhubungan dengan %SD (Carpenito, +ynda Fuall, !"""$.
,. INTER8ENSI9 IMPLEMENTASI
1. N+#% &)-$ b#0-b-!"&! 4!"&! %!3-#% (%*%)
&. K#%$#%& 0&*%' :
(ain level, pain control dan com'ort level dengan kriteria hasil0
#$ .enggunakan skala nyeri untuk mengidenti'ikasi nyeri yang
dirasakan
!$ .endiskripsikan cara memanajemen nyeri
/$ .engungkapkan kemampuan tidur dan istirahat
5$ .endiskripsikan terapi non'armakologi untuk mengontrol
nyeri
#1
1$ ??C dalam batas normal
b. R!:&!& $%!4&)&! :
.anajemen nyeri0
#$ Daji nyeri yang dialami klien
!$ @bservasi ketidaknyamanan nonverbal terhadap nyeri
/$ Daji pengalaman masa lalu klien terhadap nyeri
5$ Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk klien
1$ Dolaborasi pemberian analgetik
&jarkan tehnik non'armakologi untuk mengatasi nyeri
(6oenges E, .arilynn, dkk., #444$
2. N+#% b#0-b-!"&! 4!"&! /!)&!&! *&#&( /#%(#.
&. K#%$#%& 0&*%' :
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama #9#1 menit
diharapkan nyeri pada klien hilang, dengan kriteria hasil 0
#$ .elaporkan nyeri berkurang8 terkontrol
!$ Skala nyeri "
/$ .engenali 'aktor penyebab
5$ Dlien mampu melakukan teknik relaksasi
1$ Dlien tampak rileks
,$ ?anda - tanda vital dalam rentang normal0
* ?6 0 #!"83"mm>g
* 77 0 #, - !598menit
* >7 0 ," - #""98menit
* ? 0 /,,3 - /2,/ HC
2$ ?idak terjadi gangguan tidur
b. R!:&!& $%!4&)&! :
#$ .emberikan in'ormasi tentang nyeri, seperti penyebab nyeri,
berapa lama akan berakhir, dan partisipasi dalam melakukan
tindakan.
!$ .engurangi perasaan cemas pada klien.
/$ Ciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman.
5$ &jarkan pada pasien untuk melakukan teknik relaksasi.
#,
1$ &njurkan pada pasien untuk melakukan teknik relaksasi.
,$ <kur tanda - tanda vital
(astikan pasien mendapatkan obat penghilang rasa nyeri
(analgesic$ (6oenges E, .arilynn, dkk., #444$
3. G&!""-&! #&*& !+&2&! : !+#% b#0-b-!"&! 4!"&! */&*2 .$.$
*/%!:$#
Setelah dilakukan perawatan selama /*1 hari pasien mampu
mempertahankan derajat kenyamanan secara adekuat.
a. K#%$#%& 0&*%' :
Secara verbal pasien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang.
(asien dapat beristirahat dengan tenang.
b. R!:&!& $%!4&)&! 0
1) Daji nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala " * #"$
2) .onitor dan catat adanya rasa nyeri, lokasi, durasi dan 'aktor
pencetus serta penghilang nyeri.
3) @bservasi tanda*tanda non verbal nyeri (gelisah, kening
mengkerut, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi$
4) Beri ompres hangat pada abdomen terutama perut bagian
bawah.
5) &njurkan pasien untuk menghindari stimulan (kopi, teh,
merokok, abdomen tegang$
6) &tur posisi pasien senyaman mungkin, ajarkan teknik relaksasi
7) +akukan perawatan aseptik terapeutik
+aporkan pada dokter jika nyeri meningkat (6oenges E,
.arilynn, dkk., #444$
6. N+#% +&!" b#0-b-!"&! 4!"&! ISK
?ujuan 0 Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama /9 !5 jam
pasien merasa nyaman dan nyerinya berkurang.
&. K#%$#%& H&*%' :
#. (asien mengatakan 8 tidak ada keluhan nyeri pada saat
berkemih.
!. Dandung kemih tidak tegang
#2
/. (asien nampak tenang
5. Ekspresi wajah tenang
b. I!$#;!*% :
#. Daji intensitas, lokasi, dan 'actor yang memperberat atau
meringankan nyeri.
7asional 0 7asa sakit yang hebat menandakan adanya in'eksi
!. Berikan waktu istirahat yang cukup dan tingkat aktivitas yang
dapat di toleran.
7asional 0 Dlien dapat istirahat dengan tenang dan dapat
merilekskan otot*otot
/. &njurkan minum banyak !*/ liter jika tidak ada kontra indikasi
7asional 0 <ntuk membantu klien dalam berkemih
5. Berikan obat analgetik sesuai dengan program terapi.
7asional 0 &nalgetik memblok lintasan nyeri (6oenges E,
.arilynn, dkk., #444$
D. E8ALUASI
>asil yang di harapkan 0
#. (encapaian peredaan nyeri
* nilai nyeri I rendah (pd skala "*#" $
* nilai nyeri I rendah untuk waktu yg panjang
!. (asien atau keluarga memberikan medikasi analgesik yg diresepkan
dg benar
* dosis benar
* penggunaan prosedur obat benar
* menjelaskan tindakan yg dilakukan utk mencegah e'ek samping
/. .enggunakan strategi nyeri non 'ormakologik yg direkomendasikan
5. .elaporkan e'ek minimal nyeri = e'ek samping yg minimal dari
intervensi.
#3
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, +ynda Fuall. (!"""$. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 3.
Fakarta 0 EC
(otter = (erry . !"",. Fundamental Keperawatan. Vol !. Fakarta 0 EC
6oenges E, .arilynn, dkk. (#444$. "encana #su$an Keperawatan %edoman
&ntuk %erancanaan dan %endokumentasian %erawatan %asien. Edisi
'. Fakarta 0 EC
+ong, B C. (!"",$. %erawatan (edikal Beda$ )Suatu %endekatan %roses
Keperawatan) *ilid '. Bandung 0 Jayasan %katan &lumni (endidikan
Deperawatan
(rice, Sylvia & dan +orraine . Ailson. (!""!$. %ato+isiologi Konsep Kllinis
%roses,proses %en-akit. Edisi .. Fakarta 0 EC
Smeltzer, Suzanne C dan Brenda Bare. (!""#$. Buku #/ar Keperawatan
(edikal Beda$ Brunner 0 Suddart$. Edisi 1. Fakarta 0EC
Suyono, Slamet. (!""#$. Buku #/ar 2lmu %en-akit Dalam. Edisi '. Filid % %%.
Fakarta.0 Balai (enerbit ;D<%
#4