Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Pemeriksaan OMD (Oesophagus Maag Duodenum
Pemeriksaan radiologik traktus digestivus terbagi atas pemeriksaan tanpa kontras
dan pemeriksaan dengan kontras. Pemeriksaan OMD adalah pemeriksaan secara
radiografi dengan menggunakan media kontras (positif dan negatif) untuk menampakkan
kelainan pada lambung. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan satu paket dengan
pemeriksaan oesophagus dan duodenum (OMD = Oesophagus Maag Duodenum). Pada
pemeriksaan dengan kontras, terdapat dua kontras yang digunakan yaitu kontras positif
dan kontras negatif.
ontras positif yang biasanya digunakan dalam pemeriksaan radiologic alat cerna
adalah barium sulfat (!a"O
#
). !ahan ini adalah suatu garam ber$arna putih, berat dan
tidak larut dalam air. %aram tersebut diaduk dengan air sehingga ter&adi suspensi (bukan
larutan). "inar roentgen tidak dapat menembus barium sulfat tersebut sehinggan
menimbulkan bayangan dalam foto roentgen.
ontras negatif yang paling murah, bagus dan alamiah adalah udara tetapi tidak
dapat dipakai dalam setiap pemeriksaan. "ebagai kontras negatif pengganti adalah 'O
(
.
II.!. Ana"omi dan #isio$ogi %am&ung
II.!.1. Ana"omi $am&ung
)ambung merupakan bagian sistem gastrointestinal yang terletak di antara
esophagus dan duodenum berupa ruang berbentuk kantung mirip huruf *. )ambung
dibagi men&adi + bagian berdasarkan perbedaan anatomis, histologis dan fungsional.
#undus adalah bagian lambung yang terletak di atas lubang esophagus. !agian tengah
atau utama lambung disebut dengan korpus (&adan. )apisan otot polos di fundus dan
korpus relatif tipis, tetapi bagian ba$ah lambung, an"rum, memiliki otot yang &auh lebih
tebal.
%ambar ,. -natomi esophagus dan lambung
Diantara regio.regio tersebut &uga terdapat perbedaan kelen&ar di mukosa. !agian
akhir lambung yaitu s'ing"er p($orus, berfungsi sebagai sa$ar antara lambung dan
bagian atas usus halus, duodenum.
%ambar (. -natomi )ambung
'iri yang cukup menon&ol pada anatomi lambung adalah peredaran darahnya yang
sangat kaya dan berasal dari empat &urusan berupa arteri besar dan berada di pinggir
kurvatura mayor dan minor serta di dalam dinding lambung. Di belakang dan tepi medial
duodenum &uga ditemukan arteri besar, yaitu a.gastroduodenalis. /ena lambung dan
duodenum bermuara ke vena porta. Peredaran vena ini kaya sekali dengan hubungan
kolateral ke organ yang memiliki hubungan embrional dengan lambung dan duodenum.
Persarafan simpatis lambung seperti biasa melalui serabut saraf yang menyertai
arteri. 0mpuls nyeri dihantarkan melalui serabut aferen saraf simpatis. "erabut
parasimpatis berasal dari n.vagus dan mempersarafi sel parietal di fundus dan korpus
lambung. "el ini berfungsi menghasilkan asam lambung.
II.!.!. #isio$ogi %am&ung
)ambung melakukan beberapa fungsi, yaitu fungsi terpentingnya adalah
menyimpan makanan yang masuk sampai disalurkan ke usus halus dengan kecepatan
yang sesuai untuk pencernaan dan penyerapan yang optimal. Makanan yang dikonsumsi
hanya beberapa menit memerlukan $aktu beberapa &am untuk dicerna dan diserap.
1ungsi kedua adalah untuk mensekresikan asam hidroklorida (2'l) dan en3im.en3im
yang memulai pencernaan protein. -khirnya melalui gerakan mencampur lambung,
makanan yang masuk dihaluskan dan dicampur dengan sekresi lambung untuk
menghasilkan campuran kental yang disebut dengan kimus. 4erdapat empat aspek
motilitas lambung yaitu pengisian lambung (gastric filling), penyimpanan lambung
(gastric storage), pencampuran lambung (gastric mixing), dan pengosongan lambung
(gastric emptying).
,. Pengisian lambung, &ika kosong lambung memiliki volume sekitar 56 ml, tetapi
organ ini dapat mengembang hingga kapasitasnya mencapai sekitar , liter (,666
ml) ketika makan. -komodasi perubahan volume yang besarnya hingga dua
puluh kali lipat tersebut akan menimbulkan ketegangan pada dinding lambung
dan sangat meningkatkan tekanan intralambung &ika tidak terdapat dua faktor
yaitu, plastisitas dan relaksasi reseptif pada lambung saat lambung terisi.
Plastisitas mengacu pada kemampuan otot polos mempertahankan ketegangan
konstan dalam rentang pan&ang tertentu. "ifat dasar otot polos diperkuat oleh
relaksasi refleks lambung pada saat terisi. 0nterior lambung membentuk lipatan.
lipatan dalam yang dikenal sebagai rugae. "elama makan, lipatan.lipatan itu
mengecil dan mendatar pada saat lambung sedikit demi sedikit melemas karena
terisi. 7elaksasi lambung se$aktu menerima makanan ini disebut dengan
relaksasi reseptif, relaksasi ini mengingkatkan kemampuan lambung untuk
mengakomodasi volume makanan tambahan dengan hanya sedikit mengalami
peningkatan tekanan.
(. Penyimpanan lambung, ter&adi karena adnaya gerakan peristaltic dari esophagus
yang menyapu makanan ke lambung. arena lapisan otot di fundus dan korpus
tipis, kontraksi peristaltik di kedua daerah tersebut lebih lemah. Pada saat
mencapai antrum, gelombang men&adi lebih kuat disebabkan oleh lapisan otot di
antrum yang &auh lebih tebal. arena di fundus dan korpus gerakan mencampur
yang ter&adi kurang kuat, makanan yang masuk ke lambung dari esophagus
tersimpan relatif tenang tanpa mengalami pencampuran. Daerah fundus biasanya
tidak menyimpan makanan, tetapi hanya berisi se&umlah gas. Makanan secara
bertahap disalurkan dari korpus ke antrum, tempat berlangsungnya pertukaran
makanan.
+. Pencampuran lambung, kontraksi peristaltik lambung yang kuat merupakan
penyebab makanan bercampur dengan sekresi lambung dan menghasilkan
kimus. "etiap gelombang peristaltik antrum mendorong kimus ke arah depan
sfingter pylorus. "ebelum lebih banyak kimus yang diserap keluar makan
gelombang peristaltic sudah mencapai sfingter pylorus dan menyebabkan
sfingter tersebut berkontraksi lebih kuat, menutup pintu keluar dan menghambat
aliran kimus lebih lan&ut ke duodenum. !agian terbesar kimus terdorong ke
depan tetapi tidak dapat di dorong ke dalam duodenum dengan tiba.tiba berhenti
pada sfingter yang tertutup dan tertolak kembali ke dalam antrum, hanya untuk
didorong ke depan dan tertolak kembali pada saat gelombang peristaltic yang
baru datang. %erakan ma&u mundur tersebut dinamakan re"ropu$si, yang
menyebabkan kimus bercampur secara merata di antrum.
#. Pengosongan lambung, kontraksi peristaltic antrum selain menyebabkan
pencampuran lambung, &uga menghasilkan gaya pendorong untuk
mengosongkan lambung. "emakin tinggi eksitabilitas semakin sering !87
(Basic Electrical Rhytm) meghasilkan potensial aksi, semakin besar aktivitas
peristaltik di antrum dan semakin cepat pengosongan lambung.
'airan lambung &umlahnya bervariasi antara 566.,566 m)9hari mengandung lendir,
pepsinogen, faktor intrinsik dan elektrolit, terutama larutan 2'l. "ekresi basal cairan ini
selalu ada dalam &umlah sedikit. Produksi asam merupakan hal yang kompleks tetapi
untuk memudahkan proses ini dibagi atas tiga fase perangsangan yaitu fase sefalik, fase
gastric dan fase intestinal yang saling mempengaruhi dan berhubungan.
#ase se'a$ik) rangsang yang timbul akibat melihat, menghirup, merasakan, bahkan
berpikir tentang makanan akan meningkatkan produksi asam melalui aktivasi
nervus vagus.
#ase gas"rik) distensi lambung akibat adanya makanan atau 3at kimia seperti
kalsium, asam amino dan peptide dalam makanan akan merangsang produksi
gastrin, refleks vagus, dan refleks kolinergik intramural. "emua itu akan
merangsang sel parietal untuk memproduksi asam lambung.
#ase in"es"ina$) hormon enterooksitin merangsang produksi asma lambung setelah
makanan sampai di usus halus. "eperti halnya proses sekresi dalam tubuh, cairan
lambung bertindak sebagai penghambat seksresinya sendiri berdasarkan prinsip
umpan balik. easaman yang tinggi dibdaerah antrum akan menghambat produksi
gastrin oleh sel % sehingga fase gastrik akan berkurang.
II.*. Indikasi dan Kon"raindikasi
II.*.1. Indikasi
,. Disfagia
(. "uspek refluks gastroesophagus
+. Post operasi esophagus
#. Dispepsia
5. "uspek neoplasma esophagus, gaster dan duodenum
:. 2ernia hiatal
;. "tenosis pylorus
<. 4ukak lambung
II.*.!. Kon"raindikasi
,. "uspek perforasi tidak boleh menggunakan !a"O# tetapi menggunakan $ater
soluble kontras (urografin, iopamiro )
(. Obstruksi usus besar
II.+. Persiapan Pemeriksaan
II.+.1. Persiapan Pasien
,. Pasien diberi pen&elasan tentang pemeriksaan yang akan dilakukan (kooperatif).
Dua hari sebelum pemeriksaan pasien diet rendah serat untuk mencegah
pembentukan gas akibat fermentasi
(. )ambung harus dalam kondisi kosong dari makanan dan air, pasien puasa <.= &am
sebelum pemeriksaan
+. Pasien tidak diperbolehkan mengkonsumsi obat > obatan yang mengandung
substansi radioopa?ue seperti steroid, pil kontrasepsi,dll.
#. "ebaiknya colon bebas dari fecal material dan udara bila perlu diberikan 3at
laksatif.
5. 4idak boleh merokok (nikotin merangsang sekresi saliva)
:. Pasien diminta mengisi informed consent
II.+.!. Persiapan A$a" dan Bahan
,. Pesa$at @.7ay A 1luoroscopy
(. !a&u Pasien
+. %onad "hield
#. "arung tangan Pb
5. aset A film ukuran +6 B #6 cm, +6 B #6 cm
:. !engkok
;. %rid
<. @.7ay marker
=. 4issue 9 ertas pembersih
,6. !ahan kontras barium sulfat
,,. !arium encer dengan air hangat (!a"O# C air = , C#)
,(. ontras negatif
,+. Obat emergency
,#. %elas
II.,. Prosedur Pemeriksaan
II.,.1. Sing$e Kon"ras
,. Pen&elasan pada pasien tentang prosedur foto polos abdomen
(. Dilakukan persiapan pemeriksaan
+. Dibuat foto polos abdomen
#. Pasien diberi media kontras , gelas
5. *ika memungkinkan pasien minum dalam posisi berdiri, &ika pasien recumbent
pasien minum dengan sedotan
:. Pasien diinstruksikan minum ( > + teguk media contrast, dilakukan manipulasi
agar seluruh mukosa terlapisi diikuti fluoroskopi atau dibuat foto yang diperlukan
;. "etelah melihat rugae pasien minum sisa barium untuk melihat pengisian penuh
dari duodenum
<. Dengan teknik fluoroskopi pasien dirotasi dan me&a dapat disudutkan sehingga
seluruh aspek oesophagus, lambung dan duodenum terlihat
Pada pemeriksaan kontras tunggal (Single Contras), pasien diminta minum
suspensi barium sulfat kental. Dengan fluoroskopi, kontras tersebut diikuti se$aktu
mele$ati esophagus sampai tercapai persambungan esofagogastrik kemudian dibuat
potret isi penuh. Pada foto isi penuh ini terdapat dua indentasi, yaitu oleh arkus aorta dan
oleh cabang.cabang bronkus besar.
%ambar +. 8sophagus isi penuh
"etelah menunggu kontras sudah hampir habis, dibuat potret lagi dan akan
memberikan gambaran selaput lendir esophagus yang normalnya se&a&ar. *ika terdapat
tumor pada lumen esophagus akan terdapat gambaran "O) (space occupying lesion).
Pinggir "O) yang rata menandakan benignitas sedangkan pinggir yang tidak rata
menandakan malignitas.
%ambar #. "elaput lendir se&a&ar bila normal
Pada kardiospasme memperlihatkan esophagus yang lebar karena proses yang
berlangsung lama, bentuk esophagus yang pan&ang dan meruncing seperti buntut tikus
dengan penyempitan yang terletak di tengah.tengah.
II.,.!. Dou&$e Kon"ras
,. Pen&elasan pada pasien tentang prosedur foto polos abdmen
(. Melakukan persiapan pemeriksaan
+. Membuat foto polos abdomen
#. "etelah minum media kontras positif, pasien diberi pil, bubuk carbonat dsb untuk
menghasilkan efek gas (teknik lama, sisi sedotan dilubangi sehingga pada saat
minum media kontras sekaligus udara masuk ke lambung).
5. Pasien diposisikan recumbent dan diinstruksikan untuk berguling # > 5 putaran
sehingga seluruh mukosa terlapisi
:. Dapat diberikan glucagon atau obat lain untuk mengurangi kontraksi lambung
;. Dilakukan pengambilan foto dengan proyeksi sesuai yang diinginkan sama pada
teknik single kontras
<. !ila menggunakan fluoroskopi diambil spot foto pada daerah yang diinginkan.
1oto kontras ganda baik digunakan untuk memperlihatkan ulkus atau tumor yang
kecil. Pasien diminta minum suspensi yang lebih encer. 1oto harus dibuat dalam berbagai
posisi agar sesedikit mungkin membuat kesalahan diagnosis, yaitu dalam keadaan tegak
(erect), terlentang (supine) agak miring, telungkup (prone) agak miring.
%ambar 5. Posisi tegak (erect)
%ambar :. Posisi telentang
%ambar ;. Posisi telungkup
%ambar <. "ketsa foto lambung
II.-. U$kus Pep"ik
Prinsip pemeriksaan ulkus peptik adalah suspensi yang diminum pasien memasuki
ulkus di dalam dinding lambung. !ila ulkus yang berada di dalam dinding terisi oleh
barium sulfat, maka seolah.olah terlihat bayangan di luar gambar normal disebut
bayangan tambahan (additional shadow). Dlkus sendiri yang tergambar oleh additional
shadow disebut Eisse atau niche. Dalam bahasa 0ndonesia disebut &unud. Pada
pemeriksaan dengan kontras tunggal dan ganda, pasien harus dalam keadaan puasa agar
pemeriksaan tidak terganggu oleh makanan. Pada pemeriksaan dengan kontras ganda,
sebelum dimulai, pasien diberikan suntikan antispasmodik dengan maksud agar lambung
men&adi bagus dan halus. ontras yang paling bagus dan murah adalah udara yang
dimasukkan le$at hidung dan esophagus ke dalam lambung. "ebaiknya &umlah suspensi
yang diminum sebanyak +66 ml. dengan demikian lambung dan bulbus duodenum
men&adi &ernih dan transparan. "elaput lendirnya sudah tidak terlihat dan yang tampak
adalah area gastricanya. Dlkus kecil dapat terdeteksi dengan cara ini. Meskipun udara
merupakan kontras negatif yang paling bagus dan bersih, namun kontras ini tidak disukai
oleh pasien. Dntuk itu dapat diganti dengan serukan yaitu effervescent powders.
%ambar =. Dlkus peptik
Dlkus dapat berkedudukan di lambung, pylorus dan duodenum. -da perbedaan yang
menarik antara ge&ala radiologik ulkus lambung dan duodenum. )ambung merupakan
ruangan yang cukup luas sedangkan bulbus duodenum adalah ruangan yang sempit
sehingga ulkus di duodenum lebih cepat menyebabkan deformitas bulbus duodenum.
Deformitas yang sering ditemukan seperti daun dadap (trefoil deformity atau cloverleaf
deformity). Deformitas yang lain adalah Fbentuk pohon pinusG yang disebut pinetree
deformity.
II... Pemeriksaan Usus /a$us (Follow through
Pemeriksaan usus halus dapat dilaksanakan sebagai pemeriksaan lambung atau
dapat dimintakan tersendiri. Dapat dilaksanakan dengan memasukkan selang karet atau
plastik sampai le$at pylorus kemudian dimasukkan suspensi barium sulfat. Pemeriksaan
usus halus dikenal sebagai pemeriksaan follow through yaitu sebagai pemeriksaan yang
dilan&utkan setelah pemeriksaan lambung. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan
berbagai cara. Hang pertama dengan meminum dua gelas barium sulfat sekaligus atau
dengan interval beberapa menit sampai dua gelas barium sulfat itu habis. Pemeriksaan
berakhir bila ileum terminal telah dile$ati dan kolon asendens telah terisi. Duodenum
dan &e&unum memperlihatkan feathery appearance (seperti bulu.bulu), sedangkan ileum
memperlihatkan tubular appearance (seperti tabung atau selang). -da beberapa keadaan
dimana tidak dapat dipenuhi permintaan pemeriksaan follow through, salah satunya
adalah obstruksi dalam kolon atau ileus .
DA#TA0 PUSTAKA
,. %ammil ")C - programmed introduction to upper gastrointestinal radiology. )ittle
!ro$n and 'oy, !oston, ,=;;
(. artoleksono "C "atu dan lain hal mengenai tukak lambung pada penduduk asli di
Makasar dan sekitarnya, terutama ditin&au dari sudut radiologi. Disertasi 1akultas
edokteran D0., ,=:= C ,.5
+. artoleksono "C Pemeriksaan lambung kontras ganda (double contrast eBamination)
disesuaikan dengan keadaan kita. M.7.0. 4h. 00 Eo.+, ,=;= C ,,.,;
#. "utton DC - teBtbook of radiology and imaging. 4hird edition. 'hurchill livingstone,
8dinburg, )ondon, Melbourne and Ee$ Hork, ,=<6 C :<,.<6;