Anda di halaman 1dari 29

VESICOLITHIASIS DAN

NEFROLITIASIS
Laporan Kasus


IDENTITAS
No. RM : 921346
Nama : Tn. Muharor
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat / Tanggal Lahir : kuningan, 17 maret 1950
Umur : 64 tahun
Agama : Islam
Alamat : Majalengka
Pendidikan : Tamat SD
Pekerjaan : wirausaha
Status : kawin
Masuk Rumah Sakit : 16 april 2014

Anamnesis

Anamnesis dengan metode Autoanamnesis

Keluhan Utama : Nyer pinggang kanan atas.
Riwayat Penyakit Sekarang
Os. Datang ke IGD RSUD 45 Kuningan dengan keluhan
utama sakit pinggang kanan bagian belakang. Dirasakan
sejak 2 bulan yang lalu yang hilang timbul. Pertama kali
keluhan adalah sering sulit buang air kecil. Kadang
keluar batu pada urin. Nyeri pinggang tersebut semakin
lama semakin berat. Dan dalam seminggu ini membuat
pasien kesulitan beraktifitas sehari-hari. Nyeri dirasakan
bertambah berat jika beraktifitas berat dan berkurang jika
beristirahat, nyeri dirasakan seperti diremas-remas yang
hilang timbul. Dan kencing bertambah banyak
frekuensinya dalam seminggu ini. Biasanya pasien
minum 4 gelas air putih tetapi mempunyai kebiasaan
minum kopi.


Riwayat Penyakit Dahulu:
Os belum pernah mengalami hal seperti ini.
Os menyangkal adanya riwayat hipertensi, Asam Urat,
diabetes mellitus dan riwayat alergi.

Riwayat Penyakit Keluarga:
Riwayat diabetes melitus, hipertensi, asam urat dan alergi
dalam keluarga disangkal.

Riwayat Kebiasaan
Os dulu adalah seorang perokok 3 batang perhari namun saat
ini tidak lagi.
Os terkadang minum jamu-jamuan penghilang nyeri

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum
Kesadaran : compos mentis
Kesan sakit : sakit sedang

Tanda Vital
Nadi : 100 x/menit, regular, isi cukup
Tekanan Darah : 120/ 80 mmHg
Frekuensi Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5 C



Status Generalis
Kepala
Bentuk : normocephali
Rambut : hitam, distribusi merata, sulit dicabut, lurus
Wajah : simetris
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera tidak ikterik
Hidung : septum deviasi(-/-), sekret -/-, pernapasan
cuping hidung (-/-)
Telinga : normotia, serumen (+/+) kering, sekret (-/-),
MT tidak diperiksa
Mulut : mukosa warna merah muda, tidak kering,
sianosis (-)
Leher
KGB : tidak teraba membesar
Tiroid : tidak teraba membesar
Trakea : berada lurus di tengah

Thorax
Inspeksi : bentuk datar, gerakan simetris, iktus cordis tidak terlihat
Palpasi : iktus cordis pada sela iga V garis midklavikularis kiri,
thrill(-), focal fremitus (+/+)
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : suara napas vesikuler Rh (-/-) Wh (-/-). BJ I dan II
reguler, gallop(-), murmur(-)
Abdomen
Inspeksi : datar, tidak tampak spider navy,
Auskultasi : bising usus (+)
Palpasi : supel, nyeri tekan (+), Hepar dan Lien tidak teraba
Perkusi : timpani

Ekstremitas
Simetris, jejas (-), Akral hangat, edema (-) pada keempat ekstremitas, CRT
<2detik, turgor kulit baik.

Status Lokalis
Regio CVA
Inspeksi : simetris, warna sama dengan kulit sekitar, oedem (-), benjolan (-)
Palpasi : suhu sama dengan sekitar, ballotement (-), massa (-), nyeri tekan (-)
Perkusi : nyeri ketok +/-

Regio suprasimfisis
Inspeksi : Warna sama dengan sekitar, jejas (-), hematom(-), buli menonjol
Palpasi : suhu sama dengan sekitar, nyeri tekan (+), massa (-)
Perkusi : massa (-), cairan (-)

Regio genitalia eksterna
Inspeksi : tanda radang (-), hematom (-), jejas (-)

Rectal Toucher: TSA baik menjepit kuat, ampula tidak kolaps, mukosa licin,
pole atas teraba

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
HEMATOLOGI
Hemoglobi 12,9 g/dl 11,7-15,5
Hematokrit 37,7 % 33-45
Leukosit 7,7 /ul 5,0-10,0
Trombosit 279 ul 150-440
Eritrosit 4,07/ul 3,80-5,20
FUNGSI HATI
SGOT - 0-34
SGPT - 0-40
FUNGSI GINJAL
Ureum Darah - 20-40
Creatinin Darah - 0,6-1,4
ELEKTROLIT
Natrium (Darah) 145 mmol/L 135-147
Kalium (Darah) 3,74 mmol/L 3,10-5,10
Klorida (Darah) 105 mmol/L 95 108
Pemeriksaan
laboratorium
21/04/14
BNO
Kesan:
Preperitoneal fat kanan dan
kiri tidak jelas
Psoas line dan kontur kedua
ginjal tidak jelas
Tampak bayangan
konkremen opak di abdomen
kanan setinggi, V.L2-3, di
abdemen kiri setinggi V.L3,
dan dirongga pelvis.
Distribusi udara dalam kolon
normal dengan fekal material
di dalamnya
Skeletal= tampak osteofit
pada V.L3 dan 4

USG
Ren Dex: besar normal
intensitas gema normal, batas
kortex dengan sentral
echokomplek jelas, tampak
batu diameter LK. 1,43cm di
pole bawah,tak tampak
masa,sistem pelvokalises tak
melebar
Ren Sin: besar normal
intensitas gema normal, batas
kortex dengan sentral
echokomplek jelas,tampak
batu atau
masa,sistempelvokalises tak
melebar
VU : besar normal dinding tak
menebal tampak batu diameter
LK.3,36cm tak tampak masa.
Prostat : prostat tak membesar
Diagnosis banding
Ureterolitiasis
uretrolitiasis
DIAGNOSIS
Nefrolitiasis dan vesikolitiasis


PENATALAKSANAAN
Transfusi PRC 500cc
Pasang DC
Tramadol 2x100 mg
Ceftriaxon 1x2 g
Konsul Urologi
Konsul IPD: Tidak perlu HD cito
Cek Ur/Cr 2 hari lagi
Amlodipin 1x5 g
Valsartan
AF 1x3
CaCO3 3x1
Bicnat 3x1
Rawat Inap
Sistoskopi + TUR Buli/Vesicolitotomi



Tinjauan Pustaka
ANATOMI VESIKA URINARIA

Vesica urinaria terletak tepat di
belakang pubis di dalam cavitas
pelvis. Vesica urinaria cukup baik
untuk menyimpan urin dan pada orang
dewasa kapasitas maksimum kurang
lebih 500 ml. vesica urinaria memiliki
dinding otot yang kuat.
Vesica urinaria yang kosong
berbentuk pyramid, mempunyai apex,
basis, dan sebuah vacies superior
serta dua buah facies inferolateralis,
juga mempunyai collum.
5,6

Apex vesicae mengarah ke depan dan
terletak di belakang pinggir atas
symphisis pubica. Apex vesicae
dihubungkan dengan umbilicus oleh
ligamentum umbilicale medianum.
5,6


Sistem Perdarahan, Aliran Limfe dan
Persyarafan Vesika Urinaria

Arteria vesicalis superior dan inferior, cabang
arteria iliaca interna.
Vena membentuk plexus venosus vesicalis, di
bawah berhubungan dengan plexus venosus
prostaticus, dan bermuara ke vena iliaka interna.
Pembuluh limfe bermuara ke nodi iliaci interni dan
eksterni.
Persyarafan vesica urinaria berasal dari plexus
hypogastricus inferior. Serabut pascaganglionik
simpatis berasal berasal dari ganglion lumbalis
pertama dan kedua lalu berjalan turun ke vesica
urinaria melalui plexus hypogastricus.
5,6


Mekanisme Miksi
Buli-buli berfungsi menampung urine dari ureter dan
kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme
miksi (berkemih). Dalam menampung urine,buli-buli
mempunyai kapasitas maksimal, yang volumenya untuk
orang dewasa kurang lebih adalah 300-450 ml, sedangkan
kapasitas buli-buli pada anak menurut formula dari Koff
adalah : (umur+2) x 30 ml.
2

Pada saat kosong, buli-buli terletak dibelakang simfisis pubis
dan pada saat penuh berada diatas simfisis sehingga dapat
dipalpasi dan diperkusi. Buli-buli yang terisi penuh
memberikan rangsangan pada saraf aferen dan
menyebabkan aktivasi pusat miksi di medula spinalis segmen
sacral 2-4. Hal ini akan menyebabkan kontraksi otot detrusor,
terbukanya leher buli, dan relaksasi sfingter uretra sehingga
terjadilah proses miksi.
3


Batu saluran kemih
Penyakit dimana didapatkan masa
keras seperti batu yang terbentuk di
sepanjang saluran kemih baik saluran
kemih atas (ginjal dan ureter) dan
saluran kemih bawah (kandung kemih
dan uretra), yang dapat menyebabkan
nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran
kemih dan infeksi.
5


Vesicolithiasis
Vesicolitiasis merupakan batu yang
menghalangi aliran air kemih akibat penutupan
leher kandung kemih, maka aliran yang mula-
mula lancar secara tiba-tiba akan terhenti dan
menetes disertai dengan rasa nyeri.
Epidemiologi
Insidens dari batu saluran kemih banyak
terjadi pada orang usia 20- 40 tahun,
bahkan ada yang dari usia remaja. Dengan
perbandingan antara pria dan wanita 3:1.
4

Prevalensi kejadian dari batu saluran kemih
lebih tinggi pada orang- orang yang tinggal
di daerah pegunungan, daerah gurun, dan
daerah tropis
Penyakit batu saluran kemih ini banyak di
temukan pada individu- individu dengan
pekerjaan yang banyak duduk atau kurang
akifitas atau sedentary life.
Etiologi
Idiopatik
Gangguan aliran air kemih
Fimosis
Striktur meatus
Hipertrofi prostat
Refluks vesiko-uretral
Ureterokele
Konstriksi hubungan ureteropelvik
Gangguan metabolisme
Hiperparatiroidisme
Hiperurisemia
Hiperkalsiuria
Infeksi saluran kemih
Dehidrasi
Kurang minum, suhu lingkungan tinggi
Benda asing
Fragmen kateter, telur sistosoma

Faktor yang Mempengaruhi
Pembentukan Batu
Endogen
Hiperkalsiuria
primer
Hiperoksaluria
primer
Faktor keturunan
Jenis kelamin
Eksogen
Pekerjaan
Air
Diet
Keadaan sosial
ekonomi
Suhu
Infeksi
Obat-obatan
Patogenesis
Terbentuk batu
Nukleasi
Inhibitor
Supersaturasi
Komponen
Pembentuk
batu
Oksalat
Fosfat
Asam
urat
Sitrat &
Sulfat
Magnesiu
m
Kalsium
Jenis
BSK
Kalsium
oksalat
( 80%)
Struvit
( 10-
15%)
Asam
urat ( 5-
10%)
Sistin
(1-2%)
Xantin
Tanda dan Gejala
Batu ginjal
Sakit pada sudut CVA, NT
+, sakit berupa pegal, nyeri
kolik
Mual, muntah
Hematuria
Makroskopik 5% - 10%
Mikroskopik 90%
Infeksi bila sepsis;
demam, menggigil, &
apatis.
Teraba Masa +
hidronefrosis
Batu ureter
Sakit berupa rasa pegal
yg mendadak, nyeri kolik
menjalar ke bawah
sesuai lokasi batu ureter
Nyeri akut: gelisah,
Mual, muntah
Bila batu sudah menetap
pegal saja di sudut
CVA akibat bendungan
Spasme otot abdomen

Batu buli
Kencing lancar
tiba-tiba terhenti
Jika infeksi
ditemukan tanda-
tanda sistitis,
kadang hematuria
Nyeri tekan
suprasimpisis,
Batu uretra
Kencing lancar yang
tiba-tiba terhenti
disertai rasa sakit yang
hebat
Retensi urin
Penatalaksanaan

1.Terapi medikamentosa
Batu diharapkan dapat keluar sendiri, dapat
diberikan minum berlebihan disertai diuretikum.
Dengan produksi urin yang banyak diharapkan
dapat mendorong atau melarutkan batu.Batu tidak
diharapkan keluar dengan spontan jika ukurannya
melebihi 6 mm.

2.ESWL (Extra Corporal Shock Wave Lithotripsy)
Dapat memecahkan batu tanpa perlukaan di tubuh
sama sekali. Gelombang kejut dialirkan melalui air
ke tubuh dan dipusatkan di batu yang akan
dipecahkan. Batu akan hancur berkeping-keping
dan keluar bersama kemih.


3. Endourologi
Adalah tindakan invasif minimal untuk mengeluarkan batu
saluran kemih yang terdiri atas memecah batu, dan
kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat
yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih.Alat itu
dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit
(percutan). Proses pemecahan batu dapat dilakukan secara
mekanik, dengan memakai energi hidraulik, energi
gelombang suara, ata dengan energi laser. Beberapa
tindakan endourologi itu adalah:
PNL (percutaneus nephro litholapaxy)
Litotripsi
Ureteroskopi atau uretero-renoskopi
Ekstraksi Dormia.
2