Anda di halaman 1dari 18

SAP 7

FUNGSIPENGAMBILAN
KEPUTUSAN
OLEH :
TIM DOSEN AZMEN
PENGERTIAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
SUATU KEPUTUSAN ADALAH SUATU
PILIHAN DIANTARA DUA ATAU LEBIH
ALTERNATIF
DENGAN DEMIKIAN, PENGAMBILAN
KEPUTUSAN ADALAH PROSES
PENGIDENTIFIKASIAN DAN PEMILIHAN
ALTERNATIF-ALTERNATIF ( DAPAT
BERUPA TINDAKAN) YANG DIPERLUKAN
DALAM MENANGANI SUATU SITUASI
TERTENTU
SIFAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MANAJERIAL
SUATU PROSES MELALUI MANA PARA MANAJER
MERESPON TERHADAP PELUANG-PELUANG DAN
ANCAMAN-ANCAMAN YANG TERDAPAT DI
LINGKUNGAN ORGANISASI.
BENTUK RESPON MANAJER ADALAH BERUPA
ANALISIS TERHADAP LINGKUNGAN DAN PILIHAN-
PILIHAN ALTERNATIF TINDAKAN YANG HARUS
MAUPUN TIDAK DIAMBIL
MENETAPKAN TUJUAN-TUJUAN KHUSUS/SPESIFIK
ORGANISASI SERTA ACTION APA YANG HARUS
DIAMBIL
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
SUATU CARA PEMECAHAN
MASALAH ?
MODEL-MODEL PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. MODEL KLASIK
YAKNI SUATU PENDEKATAN PRESCRIPTIVE, DI
MANA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIDASARKAN
PADA ASUMSI BAHWA PENGAMBIL KEPUTUSAN
DAPAT MENGIDENTIFIKASI MENGEVALUASI
SELURUH ALTERNATIF DAN KONSEKUENSI-
KONSEKUENSINYA, SERTA BERBAGAI PILIHAN
YANG SECARA RASIONAL SESUAI DENGAN
TINDAKAN YANG AKAN DI AMBIL
DENGAN KATA LAIN MODEL KLASIK BERASUMSI
BAHWA PARA MANAJER MEMILIKI AKSES KE
SELURUH INFORMASI YANG MEREKA BUTUHKAN
UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN YANG OPTIMAL
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MENURUT MODEL KLASIK
SUSUN ALTERNATIF-ALTERNATIF
TINDAKAN YANG MEMUNGKINKAN
DAPAT DILAKUKAN DAN KONSEKUENSI-
KONSEKUENSINYA
URUTKAN SETIAP ALTERNATIF SESUAI
PRIORITAS YANG
DIBUTUHKAN/KEBUTUHAN
MEMILIH ATERNATIF YANG PALING
DIINGINKAN DAN PALING SESUAI
DENGAN KONSEKUENSI-KONSEKUENSI
KE DEPAN
ASUMSINYA, SELURUH
INFORMASI DIMILIKI
OLEH MANAGER
ASUMSINYA, BAHWA
PARA MANAGER
KOMITMEN
MEMPROSES
INFORMASI-INFORMASI
TERSEBUT
ASUMSINYA, BAHWA
PARA MANAGER
MENGETAHUI
TINDAKAN APA YANG
TERBAIK BAGI
ORGANISASI KE DEPAN
2. MODEL ADMINISTRATIF
MODEL ADMINISTRATIF MERUPAKAN
KRITIK TERHADAP MODEL KLASIK.
DALAM KENYATAANNYA, MANAJER
TIDAK MENGUASAI SELURUH INFORMASI
SEHINGGA HAL INI AKAN
MEMPENGARUHI KEMAMPUAN PARA
MANAJER DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN YANG TERBAIK.
SELAIN DARI ITU, MODEL INI JUGA
MENEKANKAN BAHWA PENGAMBILAN
KEPUTUSAN SELALU INHERENT DENGAN
FAKTOR-FAKTOR KETIDAKPASTIAN DAN
RESIKO.
MODEL ADMINISTRATIF MENDASARKAN
PADA 3 ASPEK PENTING SBB :

1. BOUNDED RATIONALITY
YAKNI PADA DASARNYA KEMAMPUAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIBATASI
OLEH KEMAMPUAN KOGNITIF BAIK
DALAM HAL KEMAMPUAN
MENGINTERPRETASIKAN, MEMPROSES,
MAUPUN BERTINDAK ATAS BERBAGAI
INFORMASI YANG DIGUNAKAN DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
2. INCOMPLETE INFORMATION
JIKA PARA MANAJER MEMILIKI
KETERBATASAN UNTUK MENGEVALUASI
INFORMASI, MAKA MEREKA TETAP TIDAK
AKAN MAMPU SECARA OPTIMAL
MENGAMBIL KEPUTUSAN SEBAB DI SANA
TERDAPAT INFORMASI YANG TIDAK
LENGKAP, ANTARA LAIN ADALAH TIDAK
DIKETAHUINYA SITUASI DAN KONDISI
SERTA BERBAGAI KONSEKUENSI DAN
KETIDAK PASTIAN LINGKUNGAN. HAL INI
SELANJUTNYA AKAN BERPENGARUH
TERHADAP RESIKO SETELAH KEPUTUSAN
DIAMBIL.
MENGAPA INFORMASI TIDAK
LENGKAP?
UNCERTAINTY
AND RISK
AMBIGUOUS
INFORMATION
TIME CONSTRAINTS
AND INFORMATION
COSTS
INCOMPLETE
INFORMATION
SUMBER : JONES & GEORGE, 2007:178
3. SATISFICING
AKIBAT ADANYA BOUNDED RATIONALITY
DAN INCOMPLETE INFORMATION, MAKA
PARA MANAJER AKAN SULIT UNTUK
MENYAJIKAN GAMBARAN MASA DEPAN,
RESIKO-RESIKO, DAN KETIDAK PASTIAN
YANG AKAN DIHADAPI OLEH ORGANISASI
SECARA AKURAT, SEHINGGA SIFAT
PENGAMBILAN KEPUTUSAN HANYA
MEMUASKAN DARI SEGI RESPON DAN
PEMECAHAN MASALAH NAMUN TIDAK
DARI SEGI MEMBUAT KEPUTUSAN YANG
TERBAIK.
ENAM STEP PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. RECOGNIZE THE NEED FOR DECISION
2. GENERATE ALTERNATIVE
3. EVALUATE ALTERNATIVE
4. CHOOSE AMONG ALTERNATIVE
5. IMPLEMENT THE CHOSEN
ALTERNATIVE
6. LEARN FROM FEEDBACK
SUMBER : JONES & GEORGE, 2007:178
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. ANALISIS PERMASALAHAN
2. IDENTIFIKASI KOMPONEN-
KOMPONEN DARI LINGKUNGAN
3. ESTIMASI ATAU PERKIRAAN
TERHADAP WAKTU, BERBAGAI
KEMUNGKINAN, DAN FISIBILITAS.
4. MERANCANG ALTERNATIF-
ALTERNATIF
5. PEMILIHAN ALTERNATIF
BAGAIMANA KEPUTUSAN DIBUAT ?
(TIPE KEPUTUSAN)
1 PROGRAMMED DECISIONS
KEPUTUSAN YANG DIBUAT SECARA
TERPROGRAM/DIPROGRAMKAN UNTUK
TUJUAN DAN PEMAKAIAN JANGKA
PANJANG (BERULANG-ULANG) SERTA
PEMANFAATANNYA UNTUK KEPERLUAN
PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS RUTIN.
CONTOH : KEPUTUSAN TENTANG
REKRUITMEN DAN SISTEM PENGGAJIAN
PEGAWAI, ATURAN-ATURAN
KEDISIPLINAN, DAN ATURAN-ATURAN
RUTIN LAINNYA
BAGAIMANA KEPUTUSAN DIBUAT ?
2. NONPROGRAMMED DECISIONS
KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG
DIBUAT UNTUK MENGATASI SUATU
SITUASI/ KONDISI YANG TIDAK RUTIN,
BERSIFAT KOMPLEKS, DAN PENTING
CONTOH : PEMBUKAAN CABANG
USAHA BARU, MASALAH PHK
PEGAWAI, MERGER DENGAN
PERUSAHAAN LAIN. DSB.
MODEL PEMBUATAN KEPUTUSAN
IDENTIFIKASI SITUASI
INTERNAL & EKSTERNAL
PERLU PENGAMBILAN
KEPUTUSAN ?
APAKAH
MASALAH
RUTIN ?
NO
YES
NO
YES
IKUTI KEPUTUSAN
YANG SDH DIPROGRAM
(PROGRAMMED)
PEMECAHAN
MASALAH MELALUI
KEPUTUSAN BARU
(NONPROGRAMMED)
MONITORING HASIL
GROUP VS INDIVIDUAL DECISION
MAKING
GROUP DECISION
MAKING
KEUNGGULAN:
- LEBIH BANYAK
ALTERNATIF YANG DAPAT
DIHASILKAN
- DAMPAK DARI KEPUTUSAN
DITANGGUNG BERSAMA
- SESUAI UNTUK MASALAH
YANG KOMPLEKS DAN
BERDAMPAK TERHADAP
ORGANISASI SECARA
KESELURUHAN

INDIVIDUAL DECISION MAKING
KEUNGGULAN :
- DARI ASPEK WAKTU LEBIH
CEPAT
- SESUAI UNTUK
KEPUTUSAN-KEPUTUSAN
YANG SEDERHANA
- DARI ASPEK PENGGUNAAN
SUMBER-SUMBER (WAKTU,
BIAYA, DLL) LEBIH HEMAT
KELEMAHAN :

- MENGGUNAKAN
SUMBER-SUMBER
LEBIH BANYAK
- MEMBUTUHKAN
WAKTU RELATIH
LEBIH LAMA UNTUK
MENCAPAI SUATU
KEPUTUSAN



KELEMAHAN :

- KOMITMEN BAWAHAN
MENJADI KURANG
KARENA TIDAK
DILIBATKAN DALAM
PROSES
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
- KETERBATASAN
INFORMASI, SEHINGGA
KEPUTUSAN LEBIH
BERESIKO.