Anda di halaman 1dari 27

1

PENGARUH METODE LATIHAN PENGULANGAN TERHADAP


KECEPATAN TENDANGAN DEPAN PADA ATLET PENCAK
SILAT SMP NEGERI 1 GUNUNG TOAR


PROPOSAL PENELITIAN

Disusun Oleh:
Enny waryanti
NPM: 106610156

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENJASKESREK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013
2


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan olahraga yang semakin pesat pada saat ini membutuhkan
penanganan dan persiapan yang matang. Hal ini perlu dilakukan agar cita-cita anak
bangsa Indonesia yang seutuhnya yaitu manusia yang sehat jasmani dan rohani
melalui olahraga bisa diwujudkan. Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis
mendorong, memberi, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial.
Olahraga sebagai salah satu aspek yang penting dalam peningkatan kualitas manusia
membutuhkan upaya pembinaan dan pengembangan guna melaksanakan terciptanya
sumber daya manusia Indonesia yang utuh secara mental, fisik, sportifitas,
kepribadian serta pencapaian prestasi dalam cabang-cabang olahraga. Melalui
aktivitas olahraga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi untuk
mengatasi kekurangan yang di alami serta memahami nilai-nilai kehidupan yang
sangat berharga, sesuai dengan perkembangannya olahraga berkembang menjadi
olahraga prestasi.
UU Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005 tentang pembinaan bakat melalui
jalur pendidikan pasal 21 ayat 4 mengatakan bahwa:
3

Pembinaan dan pengembangan keolahragaan dilaksanakan melalui
jalur keluarga, jalur pendidikan, dan jalur masyarakat yang berbasis pada
pengembangan olahraga untuk semua orang yang berlansung sepanjang
hayat.
Dalam hai ini olahraga pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga
yang dipertandingkan baik tingkat daerah, nasional, regiaonal maupun tingkat
internasional, mulai dari usia dini, remaja, dan sampai usia dewasa. Perkembangan
olahraga pencak silat sekarang ini cukup membanggakan dengan semakin tersebarnya
perguruan pencak silat dinusantara bahkan diluar bangsa Indonesia. Keberhasilan
seorang pesilat dalam pertandingan dapat dipengaruhi oleh kualitas kondisi fisik,
keteampilam teknik yang dimilikinya, pengaruh teknik dalam bertanding, dan
kematangan dalam bertanding, dan kematangan dalam malakukan teknik tersebut,
yang paling utama yang harus dikuasai yaitu teknik dasar yang sering digunakan oleh
seorang pesilat dalam bertanding antara lain: kida-kuda, sikap pasang, langkah, taknik
serang, teknik tendangan, teknik jatuhan, dan teknik tangkapan. Dimana dalam teknik
menyerang terdapat satu teknik tendangan yaitu tendanga depan.
Tendangan merupakan serangan mengunakan kaki yang sangat kuat dalam
menghadapi lawan karena memiliki kekuatan yang lebih besar dan jangkuan yang
lebih jauh dibandingkan dengan pukulan. Untuk menunjang agar tercapai sasaran
yang diinginkan diperlukan latihan beban yang baik dan benar. Sehingga kecepatan
dari tendangan tersebut dapat dilakukan dengan baik pada saat latihan meupun
pertandingan.
4

Tendangan depan adalah teknik dan taktik serang yang mempergunakan untuk
jarak jangkauan jauh dan serang yang mempergunakan tungkai sebagai komponen
penyerangan,, tendangan depan adalah tendangan yang dilakukan dengan lintasan
lurus kedepan dengan perkenaan pada pangkal jari-jari kaki kanan atau pun kiri dan
marupakan salah satu teknik dasar dalam olahraga pencak silat khususnya dalam
kategori laga atau tanding. Sangat penting penguasaan teknik dasar dalam menyusun
teknik tendangan depan bagi pencapaian prestasi maksimal seorang pesilat.
Yang mempegaruhi tendangan depan diantaranya adalah kekuatan, daya
tahan, kelenturan, kecepatan, keseimbangan dan kelincahan. Untuk itu, dalam
pencapaian prestasi yang maksimal seorang pesilat, haruslah menguasai teknik dasar,
teknik bertanding, dan memerlukan kualitas fisik yang baik. Semua ini dikarenakan
bahwa dalam olahraga pencak silat, kecepatan dalam melakukan tendangan depan
atau lurus diperlukan pada teknik tendangan dalam pertandingan pencak silat. Dalam
meningkatkan kemampuan melakukan teknik tendangan depan diperlukan latihan
yang berulang, salah satu bentuk latihan yang cocok adalah dengan mengunakan
bentuk metode latihan pengulang.
Metode latihan pengulangan adalah suatu metode latihan yang lebih
menekankan pada kerja dengan intensitas yang sangat tinggi kemudian dilakukan
istirahat penuh dengan waktu istirahat yang lebih panjang. Diantara sisi materi latihan
dengan intensitas beban yang sangat tinggi terdapat interval-interval yang membawah
kepemulihan sempurna (penuh). Jadi apabila tendangan depan dilakukan berulang-
ulang dapat meningkatkan kemampuan tendangan yang lebih baik dan terarah, karena
5

dalam metode ini menekankan pada kerja dengan intensitas yang sangat tinggi dan
diselingi dengan istirahat.
Berdasarkan observasi penelitian di Smp Negeri 1 Gunung Toar, dapat dilihat
para atlet dalam melakukan latihan dan sparing (tanding) kurang dapat melakukan
tendangan depan secara efektif, serangannya mudah diantisipasi oleh lawan dan
mudah ditangkap. Berdasarkan pengamatan itulah terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi tendangan depan diantaranya teknik, kekuatan, daya tahan,
kelenturan, daya ledak otot tungkai bagian bawah (kaki), kecepatan, keseimbangan
dan kelincahan. Dan dilihat dalam penempatan posisi atau kuda-kuda pada saat
melakukan tendangan kurang baik maka sasaran yang ingin tidak dicapai karna
tendangan akan keluar dari target pasnya dan akan mempengaruhi kecepatan dalam
menendang. Dari segi sarana dan prasarananya sekolah memiliki 2 samsak, 2 terget
pas 4 body pelindung dan 2 pengaman buat cwo hanya saja sekolah tidak memiliki
matras untuk pertandingan yang seharusnya, dan dari segi latihan atlet melakukan
latihan 2 kali dalam seminggu dan waktu latiahn mulai dari jam 3-5 sore.
Dari uraian latar belakang diatas penulis bermaksud untuk melakukan
penelitian tentang metode latihan pengulangan terhadap kecepatan tendangan depan
tersebut, dan menuangkannya dalam bentuk makalah penelitian dengan memilih judul
: Pengaruh Metode Latihan Pengulangan Terhadap Kecepatan Tendangan
Depan pada Atlet Pencak Silat di SMP N 1 Gunung Toar.

6

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Bagaimana kemampuan tendangan depan pada atlet pencak silat Smp Negeri
1 Gunung Toar?
2. Bagaimana pelaksanaan metode latihan pengulangan dalam proses latihan
pada atlet pencak silat Smp Negeri 1 Gunung Toar?
3. Bagaimana sarana dan prasarana di Smp Negeri 1Gunung Toar itu?
4. Bagaimana pengaruh metode latihan pengulangan terhadap kecepatan
tendangan depan pada atlet pencak silat Smp Negeri 1 Gunung Toar?
C. Pembatas Masalah
Berdasarkan Latar Belakang yang diatas maka yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah pengaruh metode latihan pengulangan terhadap kecepatan
tendangan depan pada atlet pencak silat di Smp Negeri 1 Gunung Toar.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah adalah bagaimanakah
pengaruh metode latihan pengulangan terhadap kecepatan tendangan depan pada atlet
pencak silat Smp Negeri 1 Gunung Toar ?
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang dibahas diatas tujuan penelitian yang ingin
dicapai yaitu: untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode latihan pengulangan
7

terhadap kecepatan tendangan depan pada atlet pencak silat Smp Negeri 1 Gunung
Toar.
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Bagi peneliti sebagai salah satu syarat memperoleh gelar S-1 di universitas
islam riau pekanbaru.
2. Sebagai bahan acuan bagi atlet dalam memahami metode latihan
pengulangan dengan baik sehingga berpengaruh terhadap kemampuan
tendangan depan atau lurus dalam pertandingan
3. Sebagai masukan bagi pelatih kedepannya untuk meningkatkan prestasi
olahraga pencak silat di Smp Negeri 1 Gunung Toar
4. Bagi universitas untuk menambah bahan bacaan refrensi diperpustakaan.







8

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Pengertian Metode Latihan Pengulangan
Metode latihan pengulangan adalah suatu metode latihan yang lebih
menekankan pada kerja dengan intensitas yang sangat tinggi kemudian dilakukan
istirahat penuh dengan waktu istirahat yang lebih panjang. Diantara sisi materi latihan
dengan intensitas beban yang sangat tinggi terdapat interval-interval yang membawah
kepemulihan sempurna (penuh). (Syafruddin,1995:119)
Metode latihan pengulangan terdiri dari mengulangi latihan-latihan tertentu
yang dilakukan dengan istirahat penuh.
Sifat-sifat latihan pengulangan adalah:
a. Latihan dengan intensitas yang konstan
b. Waktu istirahat yang optimal
c. Bentuk ulangan yang bermacam-macam
Peningkatan beban latihan pada metode latihan pengulangan juga seperti pada
metode latihan interval, dan dalam penelitian peningkatan beban dilakukan dengan
meningkatkan jumlah ulangan (repetisi). (Syafruddin,1995:119)
Peningkatan tujuan latihan perlu diberikan berkenaan bahwa latihan itu harus
bersifat khusus. Prinsip-prinsip dasar latihan tersebut berkaitan dengan sumber energi
utama yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas yang diperlukan, dengan
9

menerapkan prinsip peningkatan beban latihan dalam menyusun program latihan.
Peningkatanbeban tersebut dapat dapat dilakukan dengan peningkatan salah satu atau
semua variable latihan, yaitu: intensitas latihan, volume latihan, jumlah ulangan,
waktu istirhat, dan frekuensi latihan.
Latihan menurut metode pengulangan ini dibedakan dua prinsip pembebanan
yaitu:
1. Prinsip peningkatan beban (training pyramid)
2. Prinsip beban tetap (training seri)
Sebagai tanda atau cirri metode pengulangan denganprinsip pyramid training
adalah terjadi penurunan volume beban (pengulangan) pada penambahan intensitas
beban secara bersamaan. Dalam pyramid training diberikan istirahat pemulihan yang
sempurna selama 3-5 menit. Sesuai dengan keadaan latihan dilatih pyramid per
materi latihan. Maka itu diberikan istirahat yang lebih lama dengan latihan-latihan
pelemasan dan peregangan. (Syafruddin,1995:120).
Metode pengulangan juga dilakukan dengan beban tetap dalam bentuk
training seri. Jumlah seri untuk setiap latihankira-kira 4-6 seri. Dalm setiap seri
dilakukan 1-10 pengulangan dari tiap-tiap latihan atau isi materi latihan, tergantung
dari setiap tujuan latihan. Disini juga berlaku prinsip setiap intensitas beban yang
tinggi maka volume beban yang rendah. Lama istirahat antara seri dapat berlansung
sampai 15 menit, tergantung dari intensitas beban dan menuntut pemulihan yang
penuh. (Syafruddin,1995:120).
10

Metode pengulangan atau repetisi adalah mengulang tentang latihan-latihan
tertentu yang dilakukan dengan atau tanpa istirahat. (Tangkudung,2006:50)
Ciri-cirinya yaitu:
1. Latihan dengan konstan
2. Untuk istirahat yang optimal
3. Untuk latihan pengulangan bermacam-macam
Dari uraian diatas disimpulkan bahwa metode latihan pengulangan adalah
pengulangan materi latihan dengan intensitas yang sangat tinggi terdapat interval-
interval yang membawah pemulihan yang sempurna (penuh).
Selanjutnya dinyatakan bahwa prestasi seseorang dalam dunia olahraga
ditentukan oleh banyak faktor menurut rieder/lehnertz (1983) terdiri dari: kondisi
fisik, pengalaman gerakan, bakat dan kemampuan belajar, motivasi, bentuk informasi
dan intruksi yang diberikan, lingkungan. Dan peranan kondisi fisik dalam penelitian
ini disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan pada saat latihan. (Syafruddin,
2012:141)
2. Hakikat Pencak Silat
a. Pengertian pencak silat
Pencak silat atau silat adalah seni beladiri asia yang berakar dari budaya
melayu. Di Indonesia, pencak silat diwariskan oleh para leluhur bangsa sejak
berabad-abad yang lalu. Perkembangan pencak silat banyak dipengaruhi oleh agama
hindu, budha maupun islam. Pada umumnya, dahulu pencak silat dilakukan dipusat
11

keagamaan (pesantren) maupun prajurit karaton sebagai usaha untuk
mempertahankan kerajaan. (Naharsari,2008:1)
Pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa indonesia, dimana
sangat diyakini olah para pendekarnya dan pakar pencak silat bahwa masyarakat
melayu saat itu menciptakan dan mempergunakan ilmu bela diri ini sejak masa
penjajahan dan pada saat itu manusia harus menghadapi alam yang keras dan [ada
akhirnya manusia mengembangkan gerak-gerak bela diri. (Depdiknas,2004:47)
Dari uraian diatas diambil kesimpulan bahwa pencak silat adalah olahraga
yang berupa hasil budaya manusia bangsa Indonesia untuk membela dan untuk
mempertahankan diri dari ancaman dari luar.
b. Teknik dasar pencak silat
Pembentukan sikap dan gerak
Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terancana, terarah, terkoordinasi dan
terkendali (Naharsari,2008:13)
a). Sikap salam dan sikap berdoa
Sikap ini digunakan untuk memulai dan menghakhiri latihan dengan
memohon keselamatan kepada tuhan yang maha.
b). Sikap berdiri
1. Sikap tegak adalah pendangan kedepan, kedua tangan disamping
badan dan kedua tumit rapat membentuk sudut 90.
2. Sikap kangkang adalah pandangan kedepan, kedua tangan
mengepal dipinggang, kedua kaki dibuka kira-kira 35-40 cm.
12

3. Sikap kuda-kuda adalah teknik yang mempertahankan sikap dari
kedua kaki dalam keadaan tidak bergerak. Sikap kuda-kuda adalah
satu posisi kaki sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap
bela serang.
c). Sikap pasang adalah kombinasi dan koordinasi kreatif dari kuda-kuda,
sikap tubuh, dam sikap tangan.
d). Dasar pembelaan adalah usaha membela dengan cara memindahkan bidang
sasaran terhadap serangan lawan.
e). Serangan yaitu mengunakan serangan tangan, tungkai (kaki).
c. Hakikat kecepatan tendangan depan dalam pencak silat
Agar berhasil dalam pelaksanaan keterampilan gerak, diperlukan kemampuan
untuk memperhatikan posisi atau sikap tubuh. Hal tersebut menunjukkan salah satu
sifat dasar dalam olahraga yang menbutuhkan perubahan mendadak dalam gerakan,
sebagai contoh, pesilat yang baru saja melakukan tendangan, berusaha mendapatkan
kembali atau menarik tendangan secepat mungkin.
Kecepatan yaitu salah satu elemen kondisi fisik yang sangat penting adalah
kecepatan (speed). Kecepatan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan suatu
jarak tertentu dengan capat (bompa & haff, 2009:315), disisi lain, jonath atau krempel
(1981) dan martin (1977) mengemukakan bahwa kecepatan dapat diartikan dari dua
sudut pandang yaitu secara fisiologis (ilmu pyisiologi) dan secara fisikalis (ilmu
fisika). (Syafruddin,2011:86)
13

Dari uraian diatas uditarik kesimpulan bahwa keberhasil dalam pelaksanaan
keterampilan gerak, diperlukan kemampuan untuk memperhatikan posisi atau sikap
tubuh.
Hal tersebut menunjukkan salah satu sifat dasar dalam olahraga yang
menbutuhkan perubahan mendadak dalam gerakan pencak silat dan mengunakan
kecepatan dalam melakukan suatu gerakan.
Dalam pertandinagan pencak silat terdapat beberapa tendanagan yaitu:
1). Tendangan lurus (depan)
2). Tendangan samping
3). Tendanagan sabit
4). Tendangan belakang
B. Kerangka Pemikiran
Adapun kerangka konseptual yang dapat dikembangkan dalam penelitian ini
adalah:
Metode latihan pengulangan merupakan segala bentuk tuntunan yang
diberikan kepada atlet dalam latihan secara berulang-ulang dengan volume latihan
dan intensitas latihan tinggi dan diprogram. Dalam penelitian ini metode latihan
pengulangan diberikan dalam latihan kecepatan tendangan depan dalam pertandingan
pencak silat.
Kecepatan tendangan depan atau lurus dalam pertandinagn pencak silat sangat
diperlukan dalam pertahanan maupun penyerangan, dan apabila atlet dapat menguasai
dan mmelaksanakan teknik tersebut dengan sempurna maka lawan akan kesulitan
14

dalam menangkis tendangan yang dapat menguras waktu dan tenaga lawan, sehingga
lawan akan cepat lelah dan stress dalam menghadapinya.
Untuk melakukan tendangan depan atau lurus yang sempurna atau baik dapat
melakukan pengulangan latihan secara kontiniu. Karena metode latihan pengulangan
dapat meningkatkan volume beban, intensitas beban, interval beban, frekuensi dan
lamanya beban dalam latihan.
Dalam melaksanakan tendangan depan atau lurus memerlukan fisik dan
kekuatan otot yang kuat, dalam tendangan depan atau lurus otot-otot yang berperan
yaitu otot tungkai yang digunakan untuk menendang. Jadi agar kekuatan otot tungkai
tersebut berfingsi dengan baik dalam tendangan depan atau lurus diperlukan beban
latihan yang maksimal. Dapat diambil kesimpulan bahwa metode latihan
pengulangan memiliki pengaruh terhadap kemampuan kecepatan tendangan depan
atau lurus dalam pertandingan pencak silat.
Agar lebih jelasnya gambaran pengaruh metode latihan pengulangan terhadap
kecepatan tendangan depan atau lurus pada atlet pencak silat Smp N 1 Gunung Toar
sebagai berikut:




Kecepatan tendangan
depan pada atlet pencak
silat SMP N 1 GUNUNG
TOAR
(Y)
Metode Latihan
Pengulangan
(X)
15

Pengaruh metode latihan pengulangan terhadap kecepatan tendangan
depan pada atlet pencak silat Smp N 1 Gunung Toar
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan paparan teori dan kerangka pemikiran diatas, hipotesis dalam
penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Metode latihan pengulangan berpengaruh
positif dan baik terhadap kecepatan tendangan depan pada atlet pencak silat Smp N 1
Gunung Toar












16

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian dengan perlakuan percobaan
(eksperimental) mengartikan pendekatan eksperimen adalah suatu cara untuk mencari
hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua factor yang sengaja ditimbulkan
oleh peneliti dengan mengeliminisasi atau mengurangi atau menyingkirkan factor-
faktor lain yang menganggu.(Arikunto, 2006:3).
Lebih lanjut digambarkan desain penelitian eksperimen sebagai berikut:
(Arikunto, 2006:85)


Didalam desin ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum
eksperimen dan sesudah eksperimen. Observasi sebelum eksperimen (

) disebut
pree test, dqan observasi sesudah eksperimen (

disebut post test. Perbedaan antara

dan

yakni

diasumsikan merupakan efek dari treatment atau eksperimen.


Adapun variable penelitian yang diteliti dalam penelitian ini yaitu pengaruh
metode latihan pengulangan atau variable (X) sebagai veriabel bebas dan kecepatan
tendangan depan sebagai veriabel terikat (Y).


17

B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan atau totalitas subjek dalam penelitian,
(Arikunto,2006:130)
Pada penelitian ini yang dijadikan sebagai populasi adalah atlet pencak silat
pada Smp N 1 Gunung Toar putra dan putri yang berjumlah 10 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagai atau wakil populasi yang diteliti. (Arikunto,2006:131)
Berpedoman kepada populasi penelitian, maka sampel dalam penelitan ini
adalah semua populasi yang ada yaitu atlet pencak silat pada Smp N 1 Gunung Toar
putra dan putri yaitu sebanyak 10 orang.
Sesuai dengan penjelasan para ahli mengatakan: Apabila subjeknya kurang
dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi. Jadi
teknik penarikan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. (Arikunti,
2006:134)
C. Defenisi Operasional
Untuk menghindari kesalah pahaman tentang judul yang akan diteliti maka
penulis perlu menjelaskan istilah yang berkaitan dengan judul proposal ini.
1). Metode latihan pengulangan adalah suatu metode latihan yang lebih
menekankan pada kerja dengan intensitas yang sangat tinggi kemudian
18

dilakukan istirahat penuh (sempurna) dengan waktu istirahat yang lebih
panjang.
2). Tendanagn depan adalah mengunakan sebelah kaki dan tungkai, dengan
kenaan pangkal jari-jari kaki bagian dalam.
3). Pencak silat adalah cabang olahraga yang berupa hasil budaya manusia
bangsa Indonesia untuk membela dan untuk mempertahankan kemandirian
dan menunggalkan terhadap lingkungan hidup untuk mencapai keselarasan
hidup dan meningkatkan ilmu dan taqwa kepada tuhan yang maha esa.
Dalam pencek silat juga memerlukan kualitas fisik dan penguasaan teknik-
teknik yang benar.
D. Pengembangan Instrumen
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti
dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik,
dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah
(Arikunto, 2006:160)
Peneliti berbentuk metode eksperimen, jadi peneliti menggunakan tes dan
pengukuran serta observasi tujuannya untuk menentukan seberapa besar pengaruh
metode latihan pengulangan terhadap kecepatan tendangan depan pada pencak silat.

19

a. Tes pengukuran
Tes pengukuran adalah pertatanyaan atau latihan serta alat yang lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok (Arikunto,
2006:150)
Tendangan depan atlet akan dugunakan tes sebagai berikut:
1. Tujuan : untuk mengetahui kemampuan kecepatan tandangan
2. Peralatan : Target (hand box), Meteran, Stop Watch
3. Petugas : pengukuran ketinggian target, pencatat waktu, penjaga target.
4. Pelaksanaan:
Atlet bersikap-siap berdiri di belakang target dengan satu kaki tumpu
berada dibelakang garis sejauh 50 cm (putri) 60 cm (putra). Pada saat
aba-aba Y atlet melakukan tendangan dengan kaki kanan dan kembali
ke posisi awal dengan menyentuh lantai yang berada dibelakang garis,
kemudian melanjutkan tendangan kanan secepat-cepatnya selama 10
detik. Demikian juga dengan kaki kiri selama 10 detik. Pelaksanaan
dilakukan 3 kali dan diambil waktu yang terbaik dengan ketinggian target
75 cm (putri) 100 cm (putra)
Penilain : Skor berdasarkan banyaknya tendangan atlet
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
20



Gambar 1
Tes Kecepatan Tendangan
Sumber : Depdiknas (2004:47)


5. Penilaian
Skor berdasarkan banyaknya tendangan atlet :
Format Penilaian Kecepatan Tendangan
Nama :
Umur :
Jenis kelamin : laki-laki/perempuan







21

Teknik
tendangan
Lurus
kanan
Lurus
Kiri
Samping
kanan
Samping
kiri
Sabit
kanan
Sabit
kiri
Tes 1
Tes 2
Tes 3
Tes terbaik
(Penilai I) (Penilai II) (Penilai III)
Table 1. Penilaian Kecepatan Tendangan Keterampilan Atlet
Kategori Putri Putra
Baik sekali >23 >25
Baik 19-22 20-24
Cukup 14-18 15-19
Kurang 8-13 10-14
Kurang sekali <7 <9
Sumber : Depdiknas, 2004




22

E. Teknik Pengumpulan Data
Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu teknik sebagai berikut :
1. Observasi
Observasi adalah teknik yang dilakukan penulis dengan pengamatan
lansung ke objek atau tempat penelitian dilapangan guna untuk
mendapatkan dan mencari informasi mengenai adanya pengaruh beban
latihan terhadap kecepatan tendangan depan pada atlet pencak silat di
SMP N 1 Gunung Toar
2. Teknik pustaka
Tekni ini digunkan untuk mendapatkan informasi tentang penjelasan-
penjelasan teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti
sehingga dapat menunjang dan mendukung landasan teori dalam
penelitian
3. Tes dan pengukuran
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat yang lain yang
dugunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok (Arikunto,
2006:150).


23

F. Teknik Analisis Data
Adapun teknik menganalisa data yang diperoleh menggunakan teknik
statistik, dimana hasil eksperimennya menggunakan pre-test dan post-test maka
rumus untuk mencari "t" atau t
o
dalam keadaan dua sampel yang kita teliti merupakan
sampel kecil (N kurang dari 30), sedangkan kedua sampel kecil itu satu sama lain
mempunyai pertalian atau hubungan, adalah rumus sebagai berikut:


Keterangan :
MD Mean of Difference Nilai Rata-rata Hitung dari Beda/Selisih antara Skor Variabel
I dan Skor Variabel II, yang dapat diperoleh dengan rumus:


D = Jumlah Beda/Selisih antara Skor Variabel I (variabel X) dan Skor
Variabel II (Variabel Y), dan D dipat diperoleh dengan rumus:
D = X-Y
N = Number of Cases = Jumlah Subjek yang kita teliti

= Standard Error (Stander Kesesatan) dan Mean of Difference yang dapat


diperoleh dengan rumus:



24

SD
D
= Deviasi Standar dari Perbedaan antara Skor Variabel I dan skor Variabel II,
yang dapat diperoleh dengan rumus:

)
2

N = Number of Cases.
a. Langkah Perhitungannya
Tingkah yang perlu ditempuh dalam rangka memperoleh harga t
o
berturut-turat
adalah sebagai berikut:
1. Mencari D (Difference = Perbedaan) antara Skor Variabel I dan Skor Variabel II.
Jika Variabel I kita beri lambang X sedang Variabel II kita beri lambang Y, maka:
D = X - Y.
2. Menjumlahkan D, sehingga diperoleh
3. Mencari Mean dari Difference, dengan rumus:


4. Menguadratkan D: setelah itu lalu dijumlahkan sehingga diperoleh
2
.
5. Mencari Deviasi Standar dari Difference (SD
D
, dengan ramus:

)
2

Catatan:
2
. diperoleh dari hasil perhitungan pada butir a,5, sedangkan D
diperoleh dari hasil perhitungan pada butir a.2. di atas.
6. Mencari Standard Error dari Mean of Difference, yaitu

, dengan
menggunakan rumus:
25



7. Mencari t
o
dengan menggunakan rumus


8. Memberikan interpretasi terhadap "t
o
" dengan prosedur kerja sebagai berikut.
1) Merumuskan terlebih dahulu Hipotesis alternatif (H
a
) dan Hipotesis Nihilnya
(H
o
)
2) Menguji signifikansi t
o
dengan cara membandingkan besarnya t
o
("t") hasil
obervasi atau "t" hasil perhitungan) dengan t (harga kritik "t" yang tercartum
dalam Tabel Nilai "t"), dengan terlebih dahulu menetapkan degrees of
freedomnya (df) atau derajat kebebasannya (db), yang dapat diperoleh
dengan rumus: df atau db = N - 1.
3) Mencari harga kritik "t" yang tercantum pada Tabel Nilai "t" dengan
berpegang pada df atau db yang telah diperoleh, baik pada taraf signifikansi
5% ataupun taraf signifikansi 1 %.
4) Melakukan pembandingan antara t
o
dengan t
t
patokan sebagai berikut:
a). Jika t
o
lebih besar atau sama dengan t
t
maka Hipotesis Nihil ditolak;
sebaliknya Hipotesis altenatif diterima atau disetujui. Berarti antara kedua
variabel yang sedang kita selidiki perbedaannya, secara signifikan memang
terdapat perbedaan.
b). Jika t
o
lebih kecil dari pada t
t
maka Hipotesis Nihil diterima atau
disetujui; sebaliknya Hipotesis alternatif ditolak. Berarti bahwa perbedaan
26

antara Variabel I dan Variabel II itu bukanlah perbedaan yang berarti, atau
bukan perbedaan yang signifikan.
9. Menarik kesimpulan hasil penelitian. (Sudijono, 2010 :305)














27

DAFTAR PUSTAKA


Anas Sudijono, 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada
Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta.
Renika Cipta
Agusta Husni, Lukman Hakim, M. AR. Gayo, Buku Pintar Olahraga. Jakarta : C.V.
Mawar Gumpita Instrument Pemandu Bakat Pencak Silat, 2004
Kementerian Pemuda dan Olahraga. 2005. Undang-Undang RI No.3 Tahun 2005
Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Jakarta : Kementerian Pemuda dan
Olahraga
Nur Dyah Naharsari, 2008. Olahraga Pencak Silat. Jakarta : penerbit Geneca Exact
Syafruddin, 1995. Ilmu Pengantar Melatih. Padang : FIK-UNP
Syafruddin, 2012. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Padang : FIK-UN
Tengkudung, James, 2006. Kepelatihan olahraga. Jakarta: Cerda Jaya