Anda di halaman 1dari 7

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Farmasi dalam bahasa yunani yaitu Pharmacon yang berarti obat, dalam bahasa inggris
Pharmacy. Pharmacy merupakan bidang professional kesehatan yang merupakan kombinasi
dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung jawab memastikan efektifitas
dan keamanan penggunaan obat.
Dalam makalah ini kita menjelaskan tentang tugas apoteker di dalam Balai POM
(Pengawasan Obat dan Makanan).
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami akan merumuskan berbagai masalah diantaranya :
1) Pengertian Badan POM
2) Visi dan Misi Badan POM
3) Fungsi Badan POM
4) Balai Besar POM di Pangkal Pinang
5) Balai Besar POM di Surabaya

C. Tujuan

1) Sebagai tugas kelompok Pengantar Farmasi
2) Mengetahui Tugas Apoteker di dalam Balai POM (Pengawasan Obat dan Makanan).




2

BAB II
PENJELASAN

A. Pengertian Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan)
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM adalah sebuah
lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di
Indonesia. Fungsi dan tugas badan ini menyerupai fungsi dan tugas Food and Drug
Administration (FDA) di Amerika Serikat.

B. Visi dan Misi Badan POM
1. Visi
Menjadi Institusi Pengawasan Obat dan Makanan yang Inovatif, Kredibel
dan diakui secara Internasional untuk melindungi masyarkat.

2. Misi
Melakukan pengawasan Pre-Market dan Post-Market berstandar
Internasional.
Menerapkan system manajemen mutu secara konsisten.
Mengoptimalkan kemitraan dengan pemangku kepentingan di berbagai
lini.
Memperdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan
makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
Membangun Organisasi pembelajar (Learning Organization)

C. Fungsi Badan POM
Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan Obat dan
Makanan.
Pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas Badan POM.
Pemantauan, pemberi bimbingan, dan pembinaan terhadap kegiatan instansi
pemerintah di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
3

Penyelenggaraan, pembinaan, dan pelayanan administrasi umum di bidang
perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, dan tata laksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

D. Budaya Organisasi
Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang diyakini dan harus dihayati
dan diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai
uhur yang hidup dan tumbuh kembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh
anggota organisasi dalam berkarsa dan berkarya.

PROFESIONAL
Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas,
ketekunan, dan komitmen yang tinggi.

KREDIBEL
Dapar dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional, dan
internasional.

CEPAT TANGGAP
Antisipatif dan responsive dalam mengatasi masalah.

KERJASAMA TIM
Mengutamakan keterbukaan, saling pervaya dan komunikasi yang
baik.

INOVATIF
Mampu melakukan pembaruan sesuai ilmu pengetahuan dan
teknologi terkini.

Badan POM membentuk Balai Besar POM yang merupakan salah satu Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Badan POM yang dibentuk berdasarkan SK Kepala Badan POM No.
05018/SK/KBPOM tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di
Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Badan POM mendirikan Balai Besar POM di berbagai wilayah. Salah satunya Balai Besar
POM di Pangkal Pinang, Balai Besar POM di Surabaya, dan Balai Besa POM di Gorontalo.

4

E. Balai Besar POM di Pangkal Pinang

Sebagai Unit Pelaksana Teknis, Balai POM di Pangkalpinang mempunyai tugas pokok dan
fungsi sebagai berikut :

a. Tugas
Melaksanakan kebijakan di bidang pengawasan produk terapetik,
narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetika, produk
komplemen, keamanan pangan dan bahan berbahaya.

b. Fungsi Balai POM Pangkalpinang
Adapun fungsi dari Balai POM Pangkalpinang adalah sebagai berikut :
Penyusunan rencana dan program pengawasan obat dan makanan
Pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium dan penilaian mutu
produk terapetik, narkotika, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional,
kosmetika, produk komplemen,pangan dan bahan berbahaya.
Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium dan penilaian mutu produk
secara mikrobiologi.
Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh dan
pemeriksaan pada sarana produksi dan distribusi.
Pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan pada kasus pelanggaran
hukum.
Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu
yang ditetapkan oleh kepala Badan.
Pelaksanaan kegiatan layanan informasi konsumen.
Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan makanan.
Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan.
Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala Badan, sesuai dengan
bidang tugasnya.


F. Balai Besar POM di Surabaya


a. Tujuan Utama
Sesuai dengan visi dan misi Badan POM, tujuan utama pembangunan
pengawasan obat dan makanan tahun 2010-2014 adalah: Meningkatnya
Perlindungan Masyarakat dari Produk Obat dan Makanan yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.


5


b. Sasaran Strategis 2010-2014
1. Peningkatan intensitas pengawasan pre-market Obat dan Makanan,
untuk menjamin keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk,
diselenggarakan melalui audit sarana dalam rangka sertifikasi, labelisasi
halal, surveilan.
2. Peningkatan pengawasan post-market Obat dan Makanan,
diselenggarakan melalui pemeriksaan sarana produksi dan distribusi
produk Obat dan Makanan dan pemeriksaan mutu produk di
laboratorium.
3. Pemantapan peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam
penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di bidang Obat dan Makanan.


G. Pekerjaan Apoteker di Balai POM

Pekerjaan apoteker di BPOM yaitu :
1. Bekerjasama dengan BPOM mencengah pengerdaran obat palsu
2. Bekerjasama dengan BPOM dalam memerangi obat palsu dan makanan
3. Bekerjasama dengan BPOM dalam mengedukasi pasien agar tidak membeli obat resep
selain dari apotek
4. Bergabung dengan BPOM untuk memerangi pemalsuan obat dan melindungi kesehatan
serta melindung jiwa pasien
5. Apoteker tidak hanya terbatas pada pengadaan, distribusi atau jual beli obat, melainkan
juga menjaga agar obat yang di jualnya benar-benar asli
6. Apoteker berkewajiban memberi eduasi konsumen tentang keabsahan edar obat yang
sudah mendapatkan ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),serta
spesifikasi efek samping pemakaiannya








6

BAB III
KESIMPULAN

Dari Penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa Badan POM mendirikan Balai Besar
POM di berbagai daerah. Yang mana setiap Balai Besar POM memiliki visi, misi, dan tujuan yang
hamper sama dengan Badan POM. Dan Apoteker yang terdapat di setiap Balai Besat POM
memiliki peran dan fungsi yang sama.



































7

DAFTAR PUSTAKA


id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengawas_Obat_dan_Makanan
http://www.pom.go.id