Anda di halaman 1dari 38

Pembimbing :

Dr. Aswar Aboet, Sp. OG (K)



Syahreza M. Harahap 090100351
Melvitha Y.C. Siahaan 090100025
Nelly Rahayu 090100145
HDK 5-10% penyulit kehamilan
16% mortalitas ibu oleh penyakit
hipertensi
13% perdarahan, 8% aborsi, dan 2%
sepsis
Di Indonesia Preeklamsia
penyebab mortalitas ibu dan janin
Definisi
Suatu sindrom penurunan perfusi organ
akibat vasospasme dan pengaktifan
endotel
Epidemiologi
Insiden mencapai sekitar 5%.
Dipengaruhi : paritas, wanita nullipara
memiliki risiko >7-10% dibanding wanita
multipara
Teori kelainan
vaskuler
plasenta
Teori iskemik
plasenta, radikal
bebas dan
disfungsi endotel
Teori
intoleransi
imunologik
antara ibu dan
janin
Teori
adaptasi CV
genetik
Teori
defisiensi
gizi
Teori
inflamasi
Faktor
Risiko
Primigravida
/ Nullipara
Hiperplas
entosis
Usia
ekstrim
Riwayat
Preeklamsi/
eklamsi
Penyakit
ginjal dan
hipertensi
sebelum
hamil
Obesitas
Perubahan pada organ :
1. Otak
2. Plasenta dan rahim
3. Ginjal
4. Paru paru
5. Mata
6. Keseimbangan air dan elektrolit
Gejala
Subjektif
Sakit kepala
(frontal)

Nyeri
epigastrium

Gangguan
visus

Gangguan
serebral
Pemeriksaan
Peningkatan TD 140/90
setelah kehamilan 20
minggu
Proteinuria 300 mg/24
jam atau +1
P
r
e
e
k
l
a
m
s
i
a

R
i
n
g
a
n

TD 140/90 mmHg
Proteinuria
300mg/24 jam atau
+1
Edema edema
lengan, muka dan
perut serta edema
generalisata
P
r
e
e
k
l
a
m
s
i
a

B
e
r
a
t

TD 160/110 mmHg (tidak
turun dirawat di RS dan
tirah baring)
Proteinuria 5 gr/24 jam
atau +4
Oliguria 500cc/24 jam
Kenaikan kreatinin
plasma
Gejala subjektif
Edema paru dan sianosis
Hemolisis
mikroangiopatik
Trombositopenia berat
<100.000 sel/mm3
Gangguan fungsi hepar
PJT
Sindrom HELLP
Perawatan
aktif
Perawatan
konservatif
Usia
kehamilan
37 minggu
Ada tanda
impending
eklamsia
Gagal terapi
konservatif
Ibu
Hasil fetal
assesment jelek
Ada tanda IUGR
Janin

Adanya sindrom
HELLP
Laboratorium
Perbaikan KU
dan rehidrasi
Diet
Anti kejang
Anti hipertensi
Kortikosteroid
Medikamentosa
Anti Kejang
MgsO4
Loading dose : 4 gr
iv selama 15 menit
(20% dan 40%)
Maintenance dose :
6 gr dlm infus lar.
RL/6 jam
Intoksikasi : reflex
patella (-),
penurunan freq.
Nafas <16 x/i dan
UOP <30ml/jam


Anti Hipertensi
Di Indonesia :
Nifedipine dan
klonidine
(catapres)
Nifedipine dosis
: 10-20 mg, diulangi
30 menit bila perlu.
Dosis max :
120mg/24 jam
Hanya diberikan
oral
Klonidine 1
ampul
mengandung 0,15
mg/cc.dilarutkan
dalam 10 cc larutan
garam faali
Kortikosteroid
Dexametasone
Untuk pematangan
paru janin (32-34
minggu) 6 mg/12
jam sebanyak 4 kali
i.m. atau 12 mg/24
jam sebanyak 2 kali
i.m.
Dosis untuk
Sindrom HELLP
10 mg i.v. tiap 12
jam 2 kali, diikuti 5
mg i.v. tiap 12 jam 2
kali
Dihentikan bila
terjadi perbaikan
gejala dan tanda
PE-Eklamsia
Persalinan :
- Preeklamsia berat harus terjadi dalam 24 jam, dan
eklamsia dalam 12 jam sejak gejala eklamsia
muncul
- Dijumpai gawat janin SC
Kehamilan
preterm kurang
dari 37 minggu
tanpa disertai
tanda-tanda
impending
eclamsia
dengan keadaan
janin baik
Indikasi
Sama dengan
medikamentosa
perawatan aktif
(loading dose
MgSO4 tidak
diberikan
Medikamentosa
Observasi dan
evaluasi (tdk
dilakukan terminasi)
MgSO4 dihentikan
dlm 24 jam bila sudah
PE ringan
24 jam tidak ada
perbaikan
terminasi
Sebelum 24 jam
beri dulu MgSO4
20% 2 gr iv
Pengolahan
Obstetri
Kembali ke
gejala PE ringan
dan dirawat
selama 3 hari
Pemulangan
pasien
Nama : Sudewi Herliyani
Umur : 34 tahun
Alamat : DSN VI Pasar Helvetia Deli Serdang
Agama : Islam
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Status : Menikah
Tanggal masuk: 11/2/2014
Pukul : 22.08 WIB
Tanggal keluar: 15/2/2014
G P Ab : G
2
P
1
A
0


Keluhan Utama : Mules-mules mau melahirkan
Telaah : Hal ini telah dialami o.s. sejak tanggal
11/2/2014 pukul 10.00 WIB. Riwayat keluar lendir
darah dari kemaluan (+) tanggal 11/2/2014 pukul 13.00
WIB. Riwayat keluar darah dari kemaluan (+) tanggal
11/2/2014 pukul 05.00 WIB berwarna merah segar,
volume 1 kali ganti doek, nyeri (-) dan berdarah lagi
pada pukul 11.00 WIB berwarna merah segar, volume
2 kali ganti doek, nyeri (-). Riwayat keluar air-air (+)
tanggal 11/2/2014 pukul 11.00 WIB. Riwayat tekanan
darah tinggi sebelum hamil tidak jelas. Riwayat
tekanan darah tinggi pada hamil sebelumnya (+).
O.s. mengeluhkan sakit kepala bagian depan (+),
pandangan kabur (+), dan muntah-muntah (+) sejak 1
bulan yang lalu. Riwayat kejang (-). Riwayat keputihan (+)
dialami o.s. sejak awal kehamilan dengan warna cairan
putih dan berbau. O.s. merupakan rujukan dari rumah
sakit luar dengan diagnosa plasenta previa + letak lintang
+ hipertensi + anemia. BAK(+) normal, BAB (+) normal.
RPT : Batu ginjal (kanan dan kiri) 1 tahun yang
lalu, keputihan
RPO : Tidak jelas
Riwayat pembedahan : Operasi batu ginjal kanan
HPHT: ?? - 5 - 2013
TTP : ?? - 2 - 2014
ANC : Bidan 6x
dan Sp.OG 2x
Riwayat
Haid
Laki-laki, preterm (7
bulan), Partus spontan
pervaginam, Rumah
bersalin, Bidan,
Meninggal
2. Hamil ini
Riwayat
Persalinan
Status Presens :
Sens : Compos Mentis
TD : 180/100 mmHg
HR : 84 x/i
RR : 26 x/i
T : 36,6
o
C
Pemeriksaan
Fisik
Anemis : +
Ikhterik : -
Sianosis : -
Dispnoe : -
Oedem : -
Pemeriksaan
Fisik
S
t
a
t
u
s

L
o
k
a
l
i
s
a
t
a

Kepala : Konjungtiva
palpebra inferior
anemis (+/+), ikterik
(-/-)
Leher : Pembesaran
KGB (-)
Toraks : SP : Vesikuler
di kedua lapangan
paru
ST : -
Ekstremitas :
Oedem pretibial (-/-),
Refleks APR/KPR :
(+/+) normal
Inisial urine : 150
cc
BB : 60 kg
TB : 160 cm
BMI : 60/(1,6)
2
=
23,4 (normoweight)
S
t
a
t
u
s

O
b
s
t
e
t
r
i
k
u
s

Abdomen:
Membesar
asimetris
TFU : 3 jari di
atas pusat
Teregang: Atas
Terbawah: Kosong
Gerak : +
His : 2x20/10
DJJ :148
x/menit, reguler
EFW : -
Proteinuria : +3
S
t
a
t
u
s

G
i
n
e
k
o
l
o
g
i

Inspekulo: Tampak
air ketuban
bercampur darah
di forniks
dibersihkan, kesan
mengalir. Cervix
kesan terbuka.
Vaginal Toucher :
Tidak dilakukan
pemeriksaan
JT, AH, Letak lintang
- FM (+), FHR (+)
- BPD : 92,7 mm
- FL : 72,8 mm
- AC : 32,7 cm
- Plasenta grade III kesan menutupi seluruh permukaan OUI
- AFI : 6 cm
- EFW : 3117 gram
Kesan : IUP (36-37 minggu) + Letak lintang + Anak Hidup +
Plasenta Previa Totalis

JENIS
PEMERIKSA
AN
SATUA
N
HASIL
RUJUKA
N
Hematologi
Darah
Lengkap
Hemoglobin g% 6,0 12-14
Eritrosit 10
6
/mm
3
3,20 4,0-5,0
Leukosit 10
3
/mm
3
20,4 4,0-10,0
Hematokrit % 24,1 36-42
Trombosit 10
3
/mm
3
341 150 - 450
HST
PT Detik P : 13,3 K : 13,0
APTT Detik P : 35,4 K : 27,0
TT Detik P : 18,2 K : 16,0
Met.
KH
Glukosa
adr
Mg/dl 93 <140
LFT
SGOT u/l 10 0-40
SGPT u/l 6 0-40
ALP u/l 360 30-142
Tot. Bil mg./dl 0,97 0-1,2
Bil. Dir Mg/dl 0,51 0,005-
0,3
Kimia Klinik
Ginjal
Ureum mg/dl 30 10-50
Kreatinin mg/dl 2,06 0,6-1,2
Asam Urat mg/dl 10,3 3,5-7,0
Urine Rutin
Warna Kuning Kuning
Kekeruhan Keruh Jernih
Protein/reduksi +3/ - negatif
Sedimen Negatif Negatif
Silinder/krist Negatif negatif
pH 5,0 4,6-8,0
Bilirubin Negatif Negatif
Urobilinogen Positif Positif
Preeklamsia berat dengan impending eclamsia + Secundigravida
+ Kehamilan dalam rahim (36-37 minggu) + Letak lintang + Anak
Hidup + Plasenta previa totalis + Inpartu + Anemia e.c. dd/ -
Penyakit kronis / Plasenta previa totalis
Diagnosa
Seksio sesaria emergency
Rencana persalinan
Inj. MgSO
4
40% 10 cc (bolus/IV)
- IVFD RL + MgSO
4
40% 30 cc 14 gtt/i (tanggal 11/2/2014 pukul
22.20 WIB)
- Nifedipin tab 4x10 mg
- Inj. Ceftriaxone 2 gram (skin test)
- Transfusi PRC 4 bag
- Pemasangan kateter
Terapi
Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus terpasang baik
Di bawah spinal anastesi dilakukan aseptik dan antiseptik dengan
povidon iodine dan alkohol 70%, lalu ditutup dengan doek steril kecuali
daerah operasi
Dilakukan insisi pfanensteil mulai kutis, subkutis, fascia digunting ke
kiri dan ke kanan
Otot dikuakkan secara tumpul
Peritoneum dijepit dengan 2 klem lalu digunting ke atas dan ke bawah
Tampak uterus gravidarum sesuai usia kehamilan
Dilakukan insisi low servical, dan ditembus secara tumpul dan
diperlebar sesuai arah sayatan secukupnya
Dengan menembus plasenta dan menarik kedua kaki sampai batas
skapula, dilakukan perasat lovset untuk melahirkan lengan kanan dan
kiri, dan dilanjutkan dengan perasat mauriceau untuk melahirkan
kepala. Lahir bayi laki-laki, BB 2600 gram, PB 47 cm, AS 7/8, anus (+)
Tali pusat di klem di dua tempat dan digunting
diantaranya
Dengan PTT plasenta dilahirkan, kesan lengkap
Evaluasi sisa plasenta dan stoll cell, kesan bersih
Uterus dijahit secara continuous interlocking dengan
vicryl 1,0
Plica secara continuous, evaluasi perdarahan kesan bersih
Kavum abdomen dibersihkan dari stoll cell dan cairan
amnion
Peritoneum dijahit secara continuous
Kavum abdomen ditutup lapis demi lapis sesuai prosedur
Keadaan umum ibu post operasi : stabil

- IVFD RL + MgSO
4

40% 30 cc 14 gtt/i
- IVFD RL +
Oksitosin 10-5-5
20 gtt/i
- Inj. Ceftriaxone 1
gram/12 jam
- Inj. Ketorolac 1
gram/8 jam
- Nifedipin tab 4x10
mg
Terapi
post SC
- Awasi vital sign,
kontraksi, dan
tanda-tanda
perdarahan
- Cek darah rutin
6 jam post
transfusi
Anjuran
Jam (WIB) 23.30 24.00 00.30 01.00 01.30
Nadi/menit 90 96 94 98 94
TD
(mmHg)
150/90 140/80 150/90 160/90 150/90
RR/ menit 20 20 22 20 22
T (0C) 36,8 36,7 36,7 36,5 36,4
Kontraksi Kuat Kuat Kuat Kuat Kuat
Perdarahan 2 cc - - - -
Jenis pemeriksaan Satuan Hasil Rujukan
Darah lengkap
Hemoglobin (HGB) G% 10,3 12-14
Eritrosit (RBC) 106/mm3 4,39 4,0-5,0
Leukosit (WBC) 103/mm3 27 4,0-10,0
Hematokrit (HCT) % 33,0 36-42
Trombosit (PLT) 103/mm3 212 150-450
Tanggal 12/2/1014 13/2/2014
Keluhan utama Demam, nyeri luka operasi (+) Nyeri luka operasi (+) berkurang
Status presens Sens : Compos mentis
TD : 170/90 mmHg
HR : 100 x/menit
RR : 22 x/menit
T : 38,0
o
C
Sens : Compos mentis
TD : 150/80 mmHg
HR : 86 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36,0
o
C
Status lokalisata Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
TFU : Setentang pusat,
kontraksi kuat
P/V : (-), lochia rubra (+)
LO : tertutup verban kesan
kering
BAK : (+) Via kateter 60
cc/jam, warna urin kuning keruh
BAB : (-)
Flatus : (-)
ASI : (-)
Proteinuria : +2
APR/KPR : (+/+)
Abdomen : Soepel, peristaltik (+)
TFU : 1 jari bawah pusat,
kontraksi kuat
P/V : (-), lochia rubra (+)
LO : tertutup verban kesan
kering
BAK : (+) Via kateter 60
cc/jam, warna urin kuning keruh
BAB : (-)
Flatus : (+)
ASI : (+)
Proteinuria : +2
APR/KPR : (+/+)
Diagnosa
Post SC a/i plasenta previa
totalis + letak lintang +
Preeklamsia berat dengan
impending eklampsia +
NH
1

Post SC + preeklamsia
ringan + NH
2

Terapi
IVFD RL + Oksitosin 10-10-10
20 gtt/i
- IVFD RL + MgSO4 40% 30
cc 14 gtt/i
- Inj. Ceftriaxone 1 gram/8
jam
- Inj. Ketorolac 1 amp/8 jam
- Inj. Ranitidin 1 amp/8 jam
- Nifedipin 4x10 mg
- Captopril 2x12,5 mg
- Metronidazole drip/8 jam
- IVFD RL 20 gtt/i
- Inj. Ceftriaxone 1 gram/8 jam
- Inj. Ketorolac 1 amp/8 jam
- Inj. Ranitidin 1 amp/12 jam
- Nifedipin 4x10 mg
- Captopril 2x12,5 mg
Rencana
Cek ureum, kreatinin, LDH Cek SI, TIBC, Feritin (tidak
dapat diperiksa di rumah sakit
ini)
Jenis pemeriksaan Satuan Hasil Rujukan
LDH u/l 1190 240-400
RFT
Ureum Mg/dl 47 10-50
Kreatinin Mg/dl 2,14 0,6-1,2
Asam urat Mg/dl 10,3 3,5-7,0
Tanggal 14/2/1014 1/2/2014
Keluhan utama - -
Status presens
Sens : Compos mentis
TD : 140/90 mmHg
HR : 72 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36,8
o
C
Sens : Compos mentis
TD : 150/90 mmHg
HR : 86 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36,7
o
C
Status lokalisata
Abdomen : Soepel,
peristaltik (+)
TFU : 2 jari bawah pusat,
kontraksi kuat
P/V : (-), lochia rubra (+)
LO : tertutup verban
kesan kering
BAK : (+) Via kateter 60
cc/jam, warna urin kuning
jernih
BAB : (-)
Flatus : (+)
ASI : (+)
Proteinuria : +1)
Abdomen : Soepel,
peristaltik (+)
TFU : 3 jari bawah pusat,
kontraksi kuat
P/V : (-), lochia rubra (+)
LO : tertutup verban
kesan kering
BAK : (+) volume 1500
cc/24 jam, warna urin kuning
jernih
BAB : (+)
Flatus : (+)
ASI : (+)
Proteinuria : (-)
Diagnosa
Post SC + Preeklamsia
ringan + NH
3

Post SC + Preeklamsia
ringan + NH
4

Terapi
Cefadroxil 3x500 mg
- Asam mefenamat 3x500
mg
- B comp 2x1
- Ranitidin 2x1
- SF 1x1
- Captopril 2x12,5 mg
Cefadroxil 3x500 mg
- Asam mefenamat 3x500
mg
- B comp 2x1
- SF 1x1
- Captopril 2x12,5 mg
Rencana
Mobilisasi, aff infus dan
kateter
Ganti verban
- PBJ
Teori Kasus
Preeklampsia berat dalah
preeklamsia dengan TD 160/110
mmHg disertai proteinuria 5 gr/24
jam atau +4. Disebut Preeklamsia
berat dengan impending eclamsia
bila disertai gejala-gejala subjektif.
Pada pasien ini dijumpai tekanan
darah 180/100 mmHg dan
proteinuria +3, disertai dengan
gejala-gejala subjektif yaitu sakit
kepala bagian depan (+), pandangan
kabur (+), dan muntah-muntah (+)
sejak 1 bulan yang lalu. Pasien
didiagnosa dengan preeklamsia berat
dengan impending eklamsia.
Faktor resiko preeklamsia yaitu
Primigravida atau nullipara
Hiperplasentosis
Usia ibu yang ekstrim : 20 tahun
atau 35 tahun
Riwayat pernah preeklamsi/eklamsi
Penyakit-penyakit ginjal, hipertensi
yang sudah ada sebelum hamil
Berat ibu berlebihan
Pada pasien dijumpai:
- Riwayat hipertensi pada kehamilan
sebelumnya
- Riwayat batu ginjal (kanan dan
kiri) 1 tahun yang lalu, dimana
pasien hanya menjalani operasi
pengangkatan batu ginjal kanan
Penatalaksanaan
preeklamsia berat dapat
dibagi menjadi perawatan
aktif (terminasi) dan
konservatif (pertahankan
kehamilan).

Pada pasien ini dilakukan
perawatan aktif atas
indikasi:
- Usia kehamilan 36-37
minggu
- Dijumpai tanda impending
eklamsia
Perawatan aktif merupakan
pengakhiran (terminasi)
kehamilan ditambah dengan
pengobatan. Pengobatan yang
dapat diberikan yaitu
- Pemberian cairan : infus RL
-Obat anti kejang : MgSO4
-Obat antihipertensi :
Nifedipine

Pada pasien ini diberikan
terapi:
- Inj. MgSO
4
40% 10 cc
(bolus/IV)
- IVFD RL + MgSO
4
40% 30 cc
14 gtt/i (tanggal 11/2/2014 pukul
22.20 WIB)
- Nifedipin tab 4x10 mg

Apakah penatalaksanaan pada pasien ini
sudah tepat?
Sebagai dokter umum, tindakan apa yang
harus kita lakukan terhadap pasien ini?