Anda di halaman 1dari 6

Retorika dan keprotokoleran

Retorika berasal dari bahasa Yunani disebut Topoi, dalam bahasa latin
disebut Loci maka bidang retorika dianggap sebagai pra-ilmu publisistik atau juga
merupakan awal dari ilmu komunikasi. Retorika bertitik tolak pada pemikiran bahwa
manusia dapat menggunakan akal sehat. Dengan akal sehat pendapatnya dianggap
benar karena sebagian besar orang berpikir sehat. Hal ini sejalan dengan prinsip
komunikasi yang menyebutkan bahwa proses komunikasi dilakukan dengan sengaja,
punya tujuan dan partisipan yang terlibat dalam keadaan sadar. Retorika mulai
dikenal pada tahun 465 SM, ketika Corax menulis makalah bejudul Techne Lagon
(Seni kata-kata). Pada waktu itu seni berbicara atau llmu berbicara hanya digunakan
untuk membela diri dan mempengaruhi orang lain. Membela diri di pengadilan ketika
orang lain mengambil tanah atau mengakui tanahnya karena waktu itu belum ada
sertifikat tanah. Membela diri ketika seseorang, katakanlah orang kaya raya dituduh
mengorbankan kehormatannya dengan hanya mencari setandan pisang di kebun dan
sebagainya. Singkat retorika atau ilmu komunikasi pada waktu itu hanya digunakan
untuk membela diri yang berhubungan dengan kepentingan sesaat dan praktis.
Corax menyusun pembicaraan di depan umum itu menjadi 5 bagian yaitu:
1. Pembukaan
2. Uraian
3. Argumen
4. Penjelasan tambahan
5. Dan kesimpulan.
Sistematika bicara di depan umum tersebut, tetaplah sesuai untuk diterapkan dalam
praktek pidato sekarang ini.
Sementara untuk mempengaruhi orang lain, menurut Aristoteles ada 3 cara yaitu :
Harus sanggup menunjukkan kepada khalayak bahwa kita memiliki
pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya dan status yang
terhormat yang disebut ethos
Harus dapat menyentuh hati khalayak, perasaan, emosi, harapan, kebencian
dan kasih sayang yang disebut phatos
Meyakinkan khalayak dengan bukti yang kelihatan, yang disebur logos
Dari sejarah singkat perkembangan retorika atau ilmu komunikasi klasik yang
patut kita catat yakni mengenai tahap penyusunan pidato karya Aristoteles
yang sampai sekarang masih terus dipakai, adalah penentuan tema,
penyusunan, gaya, memori dan penyampaian.
Prinsip-prinsip dasar retorika atau ilmu komunikasi adalah cara pemakaian
bahasa sebagai seni yang didasarkan pada suatu pengetahuan atau metode yang
teratur atau baik. Berpidato, ceramah, khutbah juga termasuk kajian retorika. Cara-
cara mempergunakan bahasa dalam bentuk retorika seperti pidato tidak hanya
mencakup aspek-aspek kebahasaan saja tetapi juga mencakup aspek-aspek lain yang
berupa penyusunan masalah yang digarap dalam suatu susunan yang teratur dan logis
adanya fakta-fakta yang meyakinkan mengenai kebenaran masalah itu untuk
menunjang pendirian pembicara. Oleh karena itu suatu bentuk komunikasi yang ingin
disampaikan secara efektif dan efisien akan lebih ditekankan pada kemampuan
berbahasa secara lisan. Suatu komunikasi akan tetap bertitik tolak dari beberapa
macam prinsip.
Prinsip-prinsip dasar itu adalah sebagai berikut :
Penguasaan secara aktif sejumlah besar kosakata bahasa yang dikuasainya.
Semakin besar jumlah kosa kata yang dikuasai secara aktif semakin besar
kemampuan memilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk menyampaikan
pikiran
Penguasaan secara aktif kaidah-kaidah ketatabahasaan yang memungkinkan
pembicara menggunakan bermacam-macam bentuk kata dengan nuansa dan
konotasi yang berbeda-beda.
Mengenal dan menguasai bermacam-macam gaya bahasa dan mampu
menciptakan gaya yang hidup dan baru untuk lebih menarik perhtian
pendengar dan lebih memudahkan penyampaian pikiran pembicara.
Memiliki kemampuan penalaran yang baik sehingga pikiran pembicara dapat
disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.
Urgensi Ilmu Komunikasi atau Retorika Bagi Calon Pemimpin Setiap calon
selain ia harus berwawasan luas juga dituntut harus mempunyai keterampilan
berkomunikasi atau berbicara. Keterampilan tersebut dapat diperoleh melalui latihan
yang sistematis, terarah dan berkesinambungan. Tanpa latihan, kepasihan berbicara
atau pidato tidak dapat tercapai. Disamping itu, calon pemimpin juga harus
mengetahui ciri-ciri pembicara yang ideal.
Pengetahuan tentang ciri-ciri pembicara yang baik sangat bermangaat bagi
mereka yang sudah tergolong pembicara yang kurang baik dan bagi pembicara dalam
tarap belajar. Bagi golongan pertama, pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai
landasan mempertahankan, menyempurnakan atau mengembangkan keterampilan
berbicara atau pidato yang sudah dimilikinya. Bagi golongan kedua yakni calon
pemimpin. Hal itu sangat baik dipahami dan dipalikasikan sehingga dapat
menghilangkan kebiasaan buruk yang selama ini mungkin dilakukan secara tidak
sadar.


Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Humas dan Protokol
Bagian Humas dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan pemberitaan,
mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk bahan kebijakan pimpinan,
melakukan perekaman, penyajian data, dan mengatur keprotokoleran kegiatan
pimpinan serta melaksanakan tugas lain yang diberkan oleh sekretariat daerah Kota
sesuai dengan bidang tugasnya. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana
dimaksud, Bagian Humas dan Protokol mempunyai fungsi :
a. Pengumpulan bahan dan menganalisa informasi untuk bahan kebijakan
pimpinan pemerintah Kota.
b. Pelaksanaan perekaman, penyajian data dan dokumentasi kegiatankegiatan
pemerintah Kota.
c. Pelaksanaan pemberitahuan baik melalui media cetak maupun media
elektronik guna memperjelas kebijakan pimpinan pemerintah Kota serta
mendistribusikan bahan-bahan penerbitan.
d. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan pimpinan pemerintah Kota yang
membutuhkan pengaturan keprotokoleran.
e. Pelaksanaan koordinasi dengan Unit Kerja/Instansi terkait sesuai dengan
bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
Bagian Humas dan Protokol terdiri atas :
(1) Sub Bagian Pemberitaan ;
(2) Sub Bagian Pelayanan Informasi ;
(3) Sub Bagian Protokol dan Dokumentasi ;
Sub Bagian Pemberitaan mempunyai tugas :
Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data dan informasi
yang berhubungan dengan bidang pemberitaan.
Menyiapkan bahan penyusunan kebijaksanaan, pedoman dan petunjuk
teknis di bidang pemberitaan.
Mengiventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan
dengan bidang pemberitaan dan menyiapkan bahan petunjuk
pemecahan masalah.
Menyiapkan bahan-bahan petunjuk di bidang penerangan dan
pemberitaan.
Menyiapkan pemberitaan kegiatan Pemerintah Daerah melalui media
cetak maupun elektronik.
Menyiapkan bahan dalam memberikan tanggapan atau penjelasan
terhadap surat-surat penbaca di media massa atau surat-surat dari
masyarakat.
Menyiapakan bahan-bahan dalam rangka penyelenggaraan penerbitan
buletin karyawan sebagai media penerangan intern
Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pembuatan film penerangan,
pementasan sandiwara penerangan melalui media elektronik
Menyiapkan bahan penyusunan rencana pembuatan folder, booklet dan
brosur serta menyelenggarakan papan pengumuman
Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyelenggaraan keterangan
pers atau konverensi pers
Menyiapakan rencana peliputan acara-acara kegiatan Pemerintah
Daerah dengan mengundang pers
Mempersiapkan pelaksanaan jumpa pers Pimpinan Pemerintah Daerah.
Sub Bagian Pelayanan Informasi mempunyai tugas :
a. Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data serta informasi
yang berhubungan dengan bidang pelayanan informasi
b. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang
pelayanan informasi dan menyiapkan bahan petunjuk pemecahan masalah
c. Menyusun dan menyiapakan bahan dalan rangka pelaksanaan program
pengelolaan informasi
d. Mengumpulkan, menyaring dan menganalisa informasi dari masyarakat,
organisasi non pemerintahan dan perusahaan
e. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Unit Kerja / Instansi terkait,
lembaga / organisasi kewartawanan dalam rangka kelancaran pelaksanaan
tugas
f. Memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk yang memerlukan
informasi
g. Membantu tugas Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol sebagai juru
bicara pemerintah Kota sesuai dengan petunjuk Walikota
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Humas
dan Protokol sesuai dengan bidang tugasnya.
Sub Bagian Protokol dan Dokumentasi mempunyai tugas:
Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data serta
informasi yang berhubungan dengan bidang protokol dan dokumentasi
Menginvestarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan
dengan bidang protokol dan dokumentasi serta menyiapkan bahan
petunjuk pemecahan masalah
Mengatur persiapan rapat, pertemuan/resepsi, upacara dan kendaraan
untuk tamu yan memerlukan pelayanan yang bersifat protokoler
Menyiapkan upacara dan mengatur keprotokolannya serta melakukan
kerja sama dengan Instansi lain di bidang keprotokolan persiapan
pelantikan
Melaksanakan inventarisasi dan memelihara hasil dokumentasi dan audo
visual
Melaksanakan usaha-usaha untuk peningkatan hasil dokumentasi
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun
masyarakat
Menghinpun dan mendokumentasikan naskah pidato Walikota
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Humas dan
Protokol sesuai dengan bidang tugasnya.