Anda di halaman 1dari 7

MID

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN










Nama : Eka Prasetya Dwi Trisno
Stambuk : G 101 09 010




JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
2011
SOAL !

1. Sebutkan elemen kekuatan negara !
2. Sebutkan dan jelaskan implementasi pancasila sila kedua !
3. Sebutkan dan jelaskan asas kewarganegaraan !
4. Jelaskan pengertian demokrasi serta sebutkan jenis-jenis demokrasi !
5. Jelaskan pendapat anda mengapa masih terjadi korupsi di Indonesia dan
bagaimana cara mengatasinya !

JAWABAN

1. ELEMEN KEKUATAN NEGARA
Elemen power yang nyata :
1. Populasi (penduduk).
2. Teritorial.
3. Sumber alam dan kapasitas industri Sumber-sumber alam sangat
esensial bagi produk industri suatu Negara.
4. Kapasitas pertanian.
5. Kekuatan militer dan mobilitas.
Elemen yang tidak nyata :
1. Kepemimpinan dan kepribadian
2. Efisiensi organisasi birokasi
3. Tipe pemerintah
4. Persatuan masyarakat
5. Reputasi
6. Dukungan luar negri dan ketrgantungan
7. Kecelakaan

2. Implementasi sila kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila kedua Pancasila ini mengandung makna warga negara Indonesia
mengakui adanya manusia yang bermartabat (bermartabat adalah manusia
memiliki kedudukan, dan derajat yang lebih tinggi dan harus
mempertahankan dengan kehidupan yang layak), memperlakukan manusia
secara adil (adil dalam pengertian tidak berat sebelah, jujur tidak berpihak,
dan memperlakukan orang secara sama) dan beradap (beradap dalam arti
mengetahui tata krama, sopan santun dalam kehidupan dan pergaulan)
dimana manusia memiliki daya cipta, asa, niat, dan keinginan sehingga jelas
adanya perbedaan antara manusia dan hewan. Jadi ini menghendaki warga
negara untuk menghormati kedudukan setiap manusia dengn kelebihan dan
kekurangan masing-masing, setiap manusia mempunyai kehidupan yang
layak dan bertindak jujur serta menggunakan norma santun dalam pergaulan
sesama manusia. Butir-butir implementasi sila kedua adalah sebagai berikut :
a. Mengakui persamman derajat, persamman hak dan persamman
kewajiban antara sesama manusia. Butir ini menghendaki bahwa setiap
manusia mempunyai martabat, sehingga tidak boleh melecehkan manusia
yang lain, atau menghalangi manusia lain unuk hidup secara layak, serta
menghormati kepunyaan atau hak milik (harta, sifat, dan karakter) orang
lain serta menjalankan kewajiban atau sesuatu yang harus dilakukan
sesama manusia yaitu menghormati hak manusia lain seperti hak hidup,
rasa aman, dan hidup layak.
b. Saling mencintai sesama manusia. Kata cinta menghendaki adanya suatu
keionginan yang sangat besar untuk memperoleh sesuatu dan raa untuk
memiliki dan kalau perlu berkorban untuk mempertahankannya. Oleh
sebab itu, terhadap sesama manusia yang berbeda baik agama, suku,
pendidikan, eokonomi, politik, sebaran geografi seperti kota dan desa,
dan untuk mencintai sesama manusia (yaitu rasa memiliki dan kemauan
berkorban untuk sesama manusia) sehingga tercipta rukun damai dan
sejahtera.
c. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tenggang rasa menghendaki
adanya usaha dan kemauan dari setiap manusi Indonesia untuk
menghargai dan menghormati perassan orang lain. Oleh sebab itu, butir
ini menghendaki, setiap manusia Indonesia untuk saling menghormati
perasaan satu sama lain dengan menjaga keseimbangan hak dan
kewajiban. Sebagai contoh selalu memberi keritik yang membangun
dengan cara yang santun dan berfokus pada permasalahan alih_alih
kepada individu.
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Semena-mena berarti
sewenang-wenang, berat sebelah, dan tidak berimbang. Oleh sebab itu,
butir ini menghendaki, perilaku setiap manusia terhadap orang lain tidak
boleh sewenang-wenang, harus menjunjung hak dan kewajiban. Manusia
karena kemampuan dan usahanya sehingga mempunyai kelebihan
dibandingkan yang lain baik dalam hal kekuasaan, ekonomi atau
kekayaan dan status sosial tidak boleh semena-mena, bertindak
sesukanya, karena setiap manusia pada dasarnya mempunyai martabat
dan berhak hidup layak dan terhormat.
e. Menjunjung tinggi nilai manusia. Setiap warga negara Indonesia harus
menjunjung tinggi dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dengan
baik seperti (1) Mengakui adanya masyarakat yang bersifat majemuk
(berbeda suku, agama, kekayaan, kepandaian, dan lain-lain) dan saling
menghargai adanya perbedaan tersebut, (2) melakukan musyawarah
dengan dasar kesadaran dan kedewasaan untuk menerima kompromi, (3)
melakukan suatu dengan pertimbangan moral dan ketentuan agama, (4)
melakukan perbuatan dengan jujur dan kompetisi yang sehat, (5)
memeperhatikan kehidupan yang layak antar sesama (6) melakukan kerja
sama dengan etikat baik dan tidak curang.
f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan diartikan suka sekali
melakukan kegiatan kemanusiaan sehingga setiap manusia dapat hidup
layak, bebas, dan aman. Kegiatan kemanusiaan yang dapat dilakukan
seperti donor darah, memberikan santunan anak yatim dan orang tidak
mampu, memberikan bantuan untuk bencana alam, atau memberikan
bantuan hukum bagi yang membutuhkan.
g. Berani membela kebenaran dan keadilan. Butir ini menghendaki setiap
manusia Indonesia untuk mempunyai hati yang mantap (tidak ragu-ragu)
dan percaya diri dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Kebenaran
adalah sesuatu yang bersumber dari ketentuan hukum yang berlaku, dan
keadilan merujuk pada perlakuan yang sama terhadap warga negara.
Oleh sebab itu, sesuatu yang melawan hukum dan tindakan diskriminatif
harus ditentang oleh setiap warga negara.
h. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat
manusia, karena itu dikembangkan sikap saling menghormati dengan
manusia, karena itu dikembangkan sikap saling menghormati dengan
bangsa lain. Butir ini menghendaki bahwa sesama negara, sama halnya
dengan sesama manusia harus saling menghormati. Sikap menghormati
ini dapat dilakukan dengan menghormati kedaulatan suatu bangsa, dan
menjalin kerja sama yang saling menguntungkan

3. ASAS KEWARGANEGARAAN
Sesuai undang-undang no.12 tahun 2006 bahwa untuk memenuhi tuntutan
masyarakat dan melaksanakan UUD 1995 secara universal: asas ius
sanguinis, ius sli, dan campuran adapun asas-asas yang dianut dalam UU
no.12 tahun 2006 adalah berikut ini:
a. Asas ius soli (law of the soli) yaitu asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran. Bagi
Negara Indonesia,yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang (asas ius soli secara
terbatas).
b. Asas ius sanguinis (law of the blood) yaitu penentuan kewarganegaraan
berdasarkan keturunan atau pertalian darah. Artinya, berdasarkan
kewarganegaraan orang tuanya, bukan berdasarkan Negara tempat
kelahiraannya.
c. Asas kewarganegaraan tunggal. Yaitu asas yang menentukan satu
kewarganeagaraan apabila kedua orang tuanya mempunyai dua
kewarganegaraan.
d. Asas kewarganegaraan ganda terbatas yaitu kewarganegaraan ganda bagi
anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU. Undang-
undang ini pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda
(bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Contoh Negara
yang menerapkan Asas ius soli adalah Amerika Serikat, sedangkan asas
ius sanguinis adalah Cina.
e. Asas kewarganegaraan lainnya. Beberapa asas dasar penyusunan undang-
undang tentang kewarganegaraan Indonesia
Asas kepentingan nasional adalah asas untuk menentukan bahwa
peraturan kewarganegaraan di negara Indonesia, yang bertekad
mempertahankan kedaulatan sebagai Negara kesatuan yang memiliki
cita-cita tujuannya sendiri.
Asas perlindungan maksimum adalah asas yang menentukan bahwa
pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada setiap warga
Negara Indonesia dalam keadaan apapun baik dalam maupun diluar
negeri.
Asas persamaan didalam hukum dan pemerintahan adalah asas yang
menentukan bahwa setiap warga Negara Indonesia mendapatkan
perlakuan yang sama didalam hokum dan pemerintahan.
Asas kebenaran substantive prosedur kewarganegaraan seseorang
tidak hanya bersifat administrative, tetapi juga subtansi syarat-syarat
permohonan yang dapat dipertanggung jawabkan ke benarannya.
Asas non diskriminatif adalah asas yang tidak membedakan segala
hal suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin dan gender.
Asas pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia
adalah asas yang sama dalam segala hal yang berhubungan dengan
warga Negara harus menjamin, melindungi dan memuliakan HAM
pada umumnya dan hak warga Negara pada kususnya.
Asas keterbukaan adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala
hal yang berhubungan dengan warga negarwa harus dilakukan secara
terbuka .
Asas publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seorang yang
memperolaeh atau kehilangan kewarganegaraan republik Indonesia
diumumkan dalam berita negara republic Indonesia agar masyarakat
mengetahuinya bahwa status kewarganegaraan telah berubah secara
resmi menurut hukum.

4. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara
sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas
negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Macam-Macam Demokrasi
Menurut cara penyaluran kehendak rakyat, demokrasi dibedakan atas :
Demokrasi Langsung
Demokrasi Tidak Langsung
Menurut dasar prinsip ideologi, demokrasi dibedakan atas :
Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Liberal)
Demokrasi Rakyat (Demokrasi Proletar)
Menurut dasar yang menjadi titik perhatian atau prioritasnya, demokrasi
dibedakan atas :
Demokrasi Formal
Demokrasi Material
Demokrasi Campuran
Menurut dasar wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara,
demokrasi dibedakan atas :
Demokrasi Sistem Parlementer
Demokrasi Sistem Presidensial

5. Menurut pendapat saya korupsi di Indonesia, disebabkan srata sosial yang
tinggi yang kurang mampu dijangkau oleh individu, dan menurut saya cara
mengatasinya negara kita Indonesia tercinta mesti belajar dari negara China
yang menyewa jaksa dari luar negeri dan menghukum mati para koruptor-
koruptor kelas kakap.