Anda di halaman 1dari 12

BAB I

LATAR BELAKANG

Dalam masa pertumbuhan, perusahaan terus membangun berbagai fasilitas yang
baru dan memperluas fasilitas yang telah ada. Kegiatan pembangunan dan perluasan
tersebut melibatkan investasi yang sangat besar. Investasi diperlukan untuk konstruksi
bangunan, pengadaan mesin dan peralatan. Agar investasi dapat lebih efisien, maka lokasi
fasilitas produksi perlu ditentukan dengan tepat. Penentuan lokasi yang tepat dapat
meminimumkan beban biaya, baik biaya tetap maupun variabel, baik dalam jangka
panjang maupun jangka pendek dan juga akan meningkatkan daya saing perusahaan.
Lokasi sangat mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara kesuluruhan.
Pada saat sekarang, sudah jarang sekali perusahaan yang menempatkan fasilitas
barunya tidak dengan perhitungan yang matang. Berbagai macam usaha dilakukan untuk
mendapatkan lokasi yang paling sesuai. Keputusan lokasi sering bergantung kepada tipe
bisnis. Dalam sektor jasa, misalnya dalam menentukan lokasi kantor cabang dari sebuah
bank, lokasi toko-toko pengecer, pusat-pusat perdagangan, pusat-pusat kesehatan
masyarakat dan lainnya.
Pilihan-pilihan yang ada dalam strategi lokasi meliputi (1) tidak pindah, tetapi
meluaskan fasilitas yang ada, (2) mempertahankan lokasi sekarang, selagi menambahkan
fasilitas lain di tempat lain atau (3) menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.

BAB II
ISI

Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi adalah sebuah keputusan yang strategis karena pada umumnya itu
adalah keputusan yang memiliki efek jangka panjang terhadap biaya, permintaan, dan
kemampuan meraih profit. Menurut seorang konsultan perusahaan, McKinsey,
berpendapat bahwa lokasi memiliki kekuatan untuk membuat (atau menghancurkan)
strategi sebuah perusahaan. Pada saat lokasi sudah ditentukan dan fasilitas telah dibangun,
maka bentuk investasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah sunk cost. Hal itu karena
jika lokasi yang sudah dipilih dianggap tidak cocok untuk kegiatan bisnis, menjual fasilitas
kepada perusahaan lain tidaklah mungkin karena perusahaan lain pun tidak ingin membeli
lokasi yang tidak bagus untuk kegiatan bisnis. Pemilihan lokasi juga merupakan sebuah
keputusan penting bagi perusahaan jasa karena umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi
secara bersamaan. Selain itu, banyak jasa yang membutuhkan kehadiran konsumen dalam
proses pelayanannya. Karakteristik inilah yang membuat lokasi perusahaan jasa menjadi
faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen.
Profil bisnis
Sebelum mempertimbangkan alternatif lokasi yang tersedia, perusahaan harus
mempersiapkan sebuah profil bisnis. Profil ini menjelaskan jenis bisnis yang dilakukan
perusahaan dan kebutuhan bisnis tersebut terkait dengan lokasi. Profil ini juga mencakup
analisis terhadap faktor dominan lokasi. Selanjutnya, profil bisnis dibandingkan dengan
rencana strategis perusahaan. Strategi perusahaan seharusnya mampu menjadi petunjuk
dan kerangka pendukung dalam menentukan lokasi bisnis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Lokasi
Memilih lokasi fasilitas menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat
kerja. Faktor-faktor ini berbeda antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, sesuai
dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Baik atau buruknya lokasi akan bergantung
pada kegunaan dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Secara umum faktor yang perlu
dipertimbangkan adalah :
1. Lingkungan Masyarakat dan Ekosistem
Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi positif maupun
negatif didirikannya suatu pabrik di daerah tersebut merupakan suatu syarat untuk dapat
atau tidaknya didirikan pabrik tersebut di daerah itu. Perusahaan juga perlu memperhatikan
ekosistem di tempat fasilitas didirikan, terutama pabrik yang menghasilkan limbah dalam
berbagai bentuk, limbah udara, limbah air, limbah padat yang dapat menimbulkan
pencemaran, dan yang menimbulkan suara bising.
2. Sumber Daya Manusia
Tersedianya tenaga kerja baik tenaga terdidik ataupun tenaga terlatih yang cukup
banyak merupakan faktor yang penting. Di dalam penentuan lokasi pabrik harus
dipertimbangkan besarnya kebutuhan baik tenaga kerja terdidik dan cakap, terlatih dan tak
cakap terhadap kemungkinan tersedianya tenaga-tenaga tersebut, di sekitar daerah yang
akan dipilih sebagai alternatif lokasi pabrik. Tenaga kerja didaerah perkotaan maupun
tenaga terdidik mudah diperoleh akan tetapi biasanya akan memiliki tingkat perputaran
tenaga kerja yang tinggi karena didaerah kota kesempatan kerja lebih besar.
3.Risiko Nilai Tukar dan Mata Uang
Walaupun tingkat upah buruh dan produktivitas dapat membuat sebuah negara terlihat
ekonomis, tingkat nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan
penghematan yang telah dilakukan. Terkadang perusahaan dapat mengambil keuntungan
dari nilai tukar yang menguntungkan dengan memindah lokasi atau mengekspor
produknya ke negara asing.
4. Biaya-biaya
Biaya lokasi dapat dibagi menjadi dua kategori: biaya nyata (yang dapat dihitung) dan
tidak nyata (yang tidak dapat dihitung). Biaya nyata (tangible costs) adalah biaya-biaya
yang langsung dapat dikenali dan dapat dihitung secara tepat. Biaya nyata meliputi biaya
layanan umm (seperti,listrik dan air),tenaga kerja,bahan mentah,pajak,penyusutan,dan
biaya lain yang dapat dikenali oleh departemen keuangan dan pihak menajemen.
Sedangkan biaya tidak nyata(intangible costs) lebih sulit untuk ditentukan. Biaya tidak
nyata meliputi kualitas pendidikan,fasilitas tranportasi umum,sikap masyarakat terhadap
industri dan perusahaan,juga kualitas dan sikap calon karyawan.
5. Kebijakan dan Regulasi Pemerintah
Sikap pemerintah pada saat pengambilan keputusan lokasi dibuat mungkin tidak
berlangsung lama. Lebih lanjut lagi,pihak manajemen mungkin mendapati bahwa sikap ini
dipengaruhi oleh pola kepemimpinan mereka sendiri. Satu dari tantangan terbesar
keputusan operasi global berkaitan dengan budaya negara lain. Variasi budaya tepat waktu
oleh karyawan dan pemasok membuat deferensiasi besar dalam jadwal produksi dan
pengiriman barang.
6. Kedekatan dengan Pasar
Lokasi yang dekat dengan pasar, akan membuat perusahaan dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan, serta dapat mengurangi biaya distribusi.
Dari kedua kemungkinan tersebut, biasanya perusahaan lebih mengutamakan pelayanan
yang lebih baik. Dalam hubungannya dengan biaya distribusi, perlu diperhatikan tentang
luasnya pasar, apakah perusahaan melayani pasar yang luas atau hanya melayani, sebagian
kecil masyarakat setempat, produk mudah rusak atau produk tahan lama, proporsi biaya
distribusi barang jadi pada biaya total.
7. Kedekatan dengan Bahan Mentah dan Pemasok
Kedekatan dengan bahan mentah serta pemasok ini akan banyak bergantung pada jenis
bahan mentah itu sendiri. Apabila bahan mentah mudah rusak, seperti buah-buahan, susu,
akan lebih baik berlokasi dekat dengan bahan mentah dan pemasoknya, memungkinkan
akan mendapatkan pelayanan dari para pemasok yang lebih baik dan menghemat biaya
pengadaan bahan mentah.
8. Biaya Pengangkutan
Biaya pengangkutan merupakan salah satu faktor penentu lokasi untuk pabrik yang
menghasilkan produk-produk besar dan berat. Dalam beberapa kasus, biaya pengangkutan
ini ada yang hampir mendekati 20% dari jumlah penjualannya. Pentingnya faktor biaya
pengangkutan akan bergantung pada besarnya proporsi biaya tersebut terhadap penjualan
total.


9. Fasilitas Pembangkit Tenaga
Hampir setiap industri memerlukan tenaga yang mempengaruhi pula pemilihan lokasi
pabrik. Oleh karena itu perlu diperhatikan tersedianya pembangkit tenaga yang lebih muda
yang dimiliki oleh satu daerah,baik tenaga yang dibangkitkan dari aliran
listrik,deasel,air,angin dan sebagainya.
10. Harga Tanah
Harga tanah menjadi pertimbangan yang terpenting, terutama pabrik-pabrik yang
mendekati pasar. Pada umumnya harga tanah yang mendekati pemukiman sudah mahal,
sehingga diperlukan investasi yang besar pula. Demikian halnya jika ada tanah yang
harganya sangat murah, tapi perlu biaya pengolahan yang besar untuk mendirikan pabrik,
hal ini juga akan menjadi kurang menguntungkan bagi perusahaan.
11. Kedekatan dengan Pesaing
Perusahaan pada saat ini senang berdekatan dengan pesaingnya. Tren ini,disebut
dengan clustering,sering terjadi bila sumber daya utama ditemukan diwilayah tertentu.
Sumber daya ini meliputi sumber daya alam,informasi,modal proyek,dan juga bakat.

Penentuan Tempat (Site)
Setelah lokasi ditentukan,tahap saelanjutnya adalah menentukan di bagian mana (site)
pabrik atau bangunan akan didirikan. Untuk pendirian sebuah pabrik, beberapa faktor yang
perlu diperhatikan pada umunya adalah :
1. Tanah harus kering dan kuat untuk menyangga bangunan
2. Mempunyai keamanan dan perlindungan kebakaran yang baik
3. Bila pabrik mengeluarkan asap, harus cukup banyak angin yang dapat membawa
asap keluar daerah pemukiman.
4. Cukup tersedia areal untuk bangunan sekarang,ekspansi dan parkir.
5. Dekat dengan sistem transportasi masyarakat.

Pengertian Tata Letak
Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang
membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Perencanaan tata
letak merupakan satu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk
mengembangkan suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif sehingga dapat
tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis.
Tujuan Tata Letak Fasilitas
Setelah menentukan lokasi, maka tahap selanjutnya adalah merancang tata letak
fasilitas. Masalah tata letak mencakup bagaimana menemukan susunan terbaik untuk
menyeimbangkan antara komponen fisik dari sistem pelayanan dengan waktu, biaya, dan
teknologi yang tersedia. Tujuan dari merancang tata letak yang baik adalah:
Pergerakan manusia, bahan-bahan, dan informasi harus menempuh jarak
seminimum mungkin.
Pemanfaatan ruang yang tinggi, diseimbangkan dengan tujuan untuk berekspansi.
Fleksibilitas untuk penyusunan kembali, pelayanan, dan pertumbuhan.
Lingkungan fisik yang dapat memenuhi kepuasan para pekerja.
Kenyamanan bagi para konsumen selama proses pelayanan.
Penyusunan ruang kantor yang memiliki tampilan menarik bagi manajemen dan
konsumen.
Masukan Terhadap Permasalahan Tata Letak
Bagian ini akan menjelasakan enam faktor yang harus diperhatikan sebelum membahas
mengenai permasalahan dalam menentukan tata letak. Terdapat enam faktor pelayanan
yang disebut OPQRST, yaitu:
1) O; Objectives of the company (tujuan perusahaan). Tujuan sebuah perusahaan akan
menentukan tata letak yang akan digunakan.
2) P; People/ services (orang/ jasa). Apakah sebuah perusahaan menyediakan
pelayanan satu jenis atau beraneka macam jenis, kecenderungan terjadinya kontak
dengan konsumen akan berdampak pada tata letak.
3) Q; Quantity demanded (jumlah yang diminta). Tata letak akan mempengaruhi
tinggi rendahnya jumlah produk yang diminta oleh konsumen.
4) R; Routing (penentuan rute). Penentuan rute atau alur bahan baku, informasi, dan
partisipasi konsumen dalam proses produksi.
5) S; Space and services (luas ruangan dan pelayanan). Satuan meter persegi (m
2
) atau
meter kubik (m
3
) maupun bentuk (persegi, lingkaran, bentuk-L) dalam sebuah
ruang sangat mempengaruhi pembuatan keputusan tata letak. Jenis pelayanan yang
disediakan lokasi (keamanan, kebersihan, dan fasilitas) juga merupakan sebuah
pertimbangan.
6) T; Timing (penentuan waktu). Kemampuan untuk menyesuaikan kebutuhan
(menambah atau mengurangi ruang) dengan waktu yang ada sangat dibutuhkan.

Strategi Tata Letak
1. Tata Letak Berorientasi Produk
Tata letak yang berorientasi pada produk disusun di sekeliling produk atau keluarga
produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan bervariasi rendah. Produksi yang
berulang dan kontinu, menggunakan tata letak produk. Asumsi yang digunakan adalah:
Volume yang ada mencukupi untuk utilisasi peralatan yang tinggi.
Permintaan produk cukup stabil untuk memberikan kepastian akan penanaman
modal yang besar untuk peralatan khusus.
Produk distandarisasi atau mendekati sebuah fase dalam siklus hidupnya, yang
memberikan penilaian adanya penanaman modal pada peralatan khusus.
Pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dan mempunyai kualitas yang
seragam (cukup terstandarisasi) untuk memastikan bahwa mereka dapat dikerjakan
dengan peralatan khusus tersebut.
Terdapat dua jenis tata letak yang berorientasi pada produk, yaitu lini pabrikasi dan lini
perakitan. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban mobil dan
komponen logam sebuah kulkas pada beberapa mesin. Lini perakitan (assembly line)
meletakan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja.
Kedua lini ini merupakan proses yang berulang, dan dalam kedua kasus, lini ini harus
seimbang, yaitu waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan suatu pekerjaan harus sama
atau seimbang dengan waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan pada mesin
berikutnya pada lini pabrikasi, sebagaimana waktu yang dihabiskan pada satu stasiun kerja
oleh seoarang pekerja di lini perakitan harus seimbang dengan waktu yang dihabiskan
pada stasiun kerja berikutnya yang dikerjakan oleh pekerja berikutnya.
Keuntungan utama dari tata letak yang berorientasi pada produk adalah:
1. Rendahnya biaya variabel per unit yang biasanya dikaitkan dengan produk yang
terstandarisasi dan bervolume tinggi.
2. Biaya penanganan bahan yang rendah.
3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi.
4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah.
5. Hasil keluaran produksi yang lebih cepat.
Kelemahan tata letak yang berorientasi pada produk adalah:
1. Dibutuhkan volume yang tinggi, karena modal yang diperlukan untuk menjalankan
proses cukup besar.
2. Adanya pekerjaan yang harus berhenti pada setiap titik mengakibatkan seluruh
operasi pada lini yang sama juga terganggu.
3. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat
produksi yang berbeda.
Karena permasalahan lini pabrikasi dan lini perakitan serupa, pembahasan kali ini
ditujukan pada lini perakitan. Pada sebuah lini perakitan, biasanya sebuah produk berjalan
melalui wahana yang otomatis, seperti sebuah ban berjalan, melalui serangkaian stasiun
kerja hingga selesai. Ini merupakan cara mobil dirakit, televisi dan pemanggang kue
dibuat, dan roti lapis pada restoran cepat saji dibuat. Tata letak yang berorientasi pada
produk menggunakan peralatan yang lebih otomatis dan didesain secara khusus dari pada
tata letak yang berorientasi pada proses.
2. Tata Letak Berorientasi Proses
Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani
beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk
mendukung sebuah strategi diferensiasi produk. Tata letak ini paling efisien di saat produk
yang memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien atau klien
dengan kebutuhan yang berbeda. Tata letak yang berorientasi pada proses biasanya
memiliki strategi volume rendah dengan variasi tinggi.
Dengan penataan lokasi yang baik, diharapkan perusahaan mendapat keuntungan, antara
lain
Biaya penanganan bahan baku menjadi minimal.
Penggunaan ruangan yang efisien.
Mencegah terjadinya kemacetan aliran bahan.
Penggunaan tenaga kerja yang efisien.
Mengurangi waktu yang diperlukan dalam proses pabrikasi atau untuk melayani
konsumen.
Dalam perancangan tata-letak berorientasi proses, taktik yang paling umum adalah
mendekatkan departemen-departemen yang mempunyai interaksi tinggi sehingga
meminimumkan biaya penanganan material. Untuk menghitung biaya aliran material dari
satu departemen ke departemen lainnya, dapat digunakan rumus matematika berikut ini :

Dengan
n= jumlah total pusat kerja atau departemen
Z = biaya total aliran material
Cij = biaya memindah satu material dari departemen i ke departemen j , dengan i j .
Fij = aliran material dari departemen i ke departemen j , dengan I j .
Dij = jarak departemen i ke departemen j ,dengan i j .
i, j = departemen-departemen individual atau nomor departemen.
Perhitungan biaya aliran material dengan menggunakan rumus di atas dapat
dilakukan dengan perhitungan manual, tetapi jika jumlah departemen yang harus ditangani
banyak maka perhitungan tersebut akan terasa menjemukan dan membuangbuang waktu
dan tenaga. Pada masa sekarang banyak aplikasi komputer yang dibuat khusus untuk
menangani masalah tata-letak departemen seperti CRAFT (Computerized Relative
Alocation of Facilities Technique), PREP (Plant Relayout And Evaluation Package),
ALDEP (Automated layout Design Program), CORELAP (Computerized Relationship
Layout Planning), dan masih banyak lagi. Aplikasi komputer yang paling umum
digunakan oleh perusahaan dalam menyusun tata letak adalah aplikasi CRAFT.

Kelebihan dan Kelemahan Tata Letak Berorientasi Pada Proses
Kelebihan utama dari tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan
tenaga kerja. Sebagai contoh, jika terjadi kerusakan pada satu mesin, proses produksi
secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan pada mesin lain dalam
departemen yang sama. Tata letak ini juga sangat baik untuk menangani produksi
komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam
komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan tata letak ini terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum.
Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena
penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik.
Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga kerja
yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya
pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang setengah jadi yang tinggi
membutuhkan modal yang lebih banyak.

Tata Letak Kantor
Tata letak kantor (office layout) adalah cara mengelompokkan pekerja,
perlengkapan pekerja, dan ruang dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, dan
pergerakan informasi. Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada
kepentingan informasi. Tata letak dan fungsi kantor terus berubah akibat perubahan
teknologi. Walaupun begitu, analisis tata letak kantor masih memerlukan pendekatan
berbasis tugas, korespondensi lewat kertas, kontrak, dokumen hukum, dokumen klien,
naskah cetak, gambar, dan desain masih memegang peraan besar di banyak kantor.
Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa diagram hubungan
(relationship chart). Diagram yang disiapkan untuk sebuah kantor desainer produk
menyatakan kepala bidang pemasaran haruslah (1) dekat dengan wilayah desainer, (2)
kurang dekat dengan sekretaris pusat, (3) tidak dekat sama sekali dengan ruang fotokopi
atau departemen keuangan.
Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan. Pertama, teknologi seperti
telepon seluler, pager, fax, internet, laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi
makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. Kedua, perusahaan
modern menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua macam
kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor.
Tata Letak Toko Pengecer
Tata letak toko pengecer (retail store layout) merupakan sebuah pendekatan yang
berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku
konsumen. Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi
kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Sehingga banyak manajer ritel mencoba
untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. Penelitian
membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan
semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. Untuk itu manajer
operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara
keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam produk dalam toko. Ada lima ide yang
dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu:
1. Tempatkan barang-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko.
2. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai
keuntungan besar seperti kosmetika, asesories.
3. Distribusikan produk kuat yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung
berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secara tersebar untuk bisa dilihat
lebih banyak konsumen.
4. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat pertontonan yang tinggi
5. Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama
bagi konsumen.
Tata Letak Gudang
Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik
optimal antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang
dalam gedung. Sebagai konsekuensinya adalah memaksimalkan penggunaan sumber daya
(ruang) dalam gudang, yaitu memanfaatkan kapasitas secara penuh dengan biaya
perawatan material rendah.
Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan tranfortasi material
masuk, penyimpanan, dan transformasi bahan keluar untuk dimasukkan dalam gudang.
Biaya-biaya ini meliputi peralatan, orang, bahan, biaya pengawasan, asuransi, dan
penyusutan. Tata letak gudang yang efektif juga meminimalkan kerusakan material dalam
gudang.