Anda di halaman 1dari 7

Depresi pada Lansia

Depresi menurut WHO (World Health Organization) merupakan suatu gangguan mental umum
yang ditandai dengan mood tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau
harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah.
Masalah ini dapat akut atau kronik dan menyebabkan gangguan kemampuan individu untuk
beraktivitas sehari-hari (ra!an,"#$%).
&tiologi dia'ukan para ahli mengenai depresi pada usia lan'ut adalah(
$. )oli*armasi
+erdapat beberapa golongan obat yang dapat menimbulkan depresi, antara lain( analgetika,
obat antiin*lamasi nonsteroid, antihipertensi, antipsikotik, antikanker, ansiolitika, dan lain-
lain.
". ,ondisi medis umum
-eberapa kondisi medis umum yang berhubungan dengan depresi adalah gangguan endokrin,
neoplasma, gangguan neurologis, dan lain-lain.
%. +eori neurobiologi
)ara ahli sepakat bah!a *aktor genetik berperan pada depresi lansia. )ada beberapa penelitian
'uga ditemukan adanya perubahan neurotransmiter pada depresi lansia, seperti menurunnya
konsentrasi serotonin, norepine*rin, dopamin, asetilkolin, serta meningkatnya konsentrasi
monoamin oksidase otak akibat proses penuaan. .tro*i otak 'uga diperkirakan berperan pada
depresi lansia.
/. +eori psikodinamik
&laborasi 0reud pada teori ,arl .braham tentang proses berkabung menghasilkan pendapat
bah!a hilangnya ob'ek 1inta diintroyeksikan ke dalam individu tersebut sehingga menyatu
atau merupakan bagian dari individu itu. ,emarahan terhadap ob'ek yang hilang tersebut
ditu'ukan kepada diri sendiri. .kibatnya ter'adi perasaan bersalah atau menyalahkan diri
sendiri, merasa diri tidak berguna, dan sebagainya.
2. +eori kogniti* dan perilaku
,onsep 3eligman tentang learned helplessness menyatakan bah!a terdapat hubungan antara
kehilangan yang tidak dapat dihindari akibat proses penuaan seperti keadaan tubuh, *ungsi
seksual, dan sebagainya dengan sensasi passive helplessness pada pasien usia lan'ut.
4. +eori psikoedukati*
Hal-hal yang dipela'ari atau diamati individu pada orang tua usia lan'ut misalnya
ketidakberdayaan mereka, pengisolasian oleh keluarga, tiadanya sanak saudara ataupun
perubahan-perubahan *isik yang diakibatkan oleh proses penuaan dapat memi1u ter'adinya
depresi pada usia lan'ut.
(3aragih, "#$#)

)erubahan pada lansia depresi (
)erubahan *isik
)erubahan na*su makan sehingga berat badan turun (lebih dari 25 dari berat badan bulan
terakhir)
6angguan tidur berupa gangguan untuk memulai tidur, tetap tertidur, atau tidur terlalu
lama
7ika tidur, merasa tidak segar dan lebih buruk di pagi hari
)enurunan energi dengan perasaaan lemah dan kelelahan *isik
-eberapa orang mengalami agitasi dengan kegelisahan dan bergerak terus
8yeri, nyeri kepala, dan nyeri otot dengan penyebab *i sik yang tidak diketahui
6angguan perut, konstipasi
)erubahan pemikiran
)ikiran ka1au, melambat dalam berpikir, berkonsentrasi, atau sulit mengingat in*ormasi
3ulit dan sering menghindari mengambil keputusan
)emikiran obsesi* akan ter'adi ben1ana atau malapetaka
)reokupasi atas kegagalan atau kekurangan diri menyebabkan kehilangan keper1ayaan
diri
Men'adi tidak adil dalam mengambil keputusan
Hilang kontak dengan realitas, dapat men'adi halusinasi (auditorik) atau delusi
)ikiran menetap tentang kematian, bunuh diri, atau men1oba melukai diri sendiri
)erubahan perasaan
,ehilangan minat dalam kegiatan yang dulu merupakan sumber kesenangan
)enurunan minat dan kesenangan seks
)erasaan tidak berguna, putus asa, dan perasaan bersalah yang besar
+idak ada perasaan
)erasaan akan ter'adi malapetaka
,ehilangan per1aya diri
)erasaan sedih dan murung yang lebih buruk di pagi hari
Menangis tiba-tiba, tanpa alasan 'elas
ritabel, tidak sabar, marah, dan perasaan agresi*
)erubahan perilaku
Menarik diri dari lingkungan sosial, ker'a, atau kegiatan santai
Menghindari mengambil keputusan
Mengabaikan ke!a'iban seperti peker'aan rumah, berkebun, atau membayar tagihan
)enurunan aktivitas *i sik dan olahraga
)engurangan pera!atan diri seperti pera!atan diri dan makan
)eningkatan penggunaan alkohol atau obat-obatan
(ra!an, "#$%)""""""""""
-erikut ini klasi*ikasi dan diagnosis gangguan depresi pada lansia(
6angguan depresi mayor
Harus terdapat lima dari ge'ala berikut, yaitu ( mood depresi, kehilangan minat,
kehilangan kesenangan dalam semua atau sebagian besar kegiatan, berat badan berkurang
atau bertambah (lebih dari 25), insomnia atau hipersomnia, retardasi atau agitasi
psikomotor, lelah, perasaan tidak berharga atau bersalah yang tidak 'elas, penurunan
kemampuan berkonsentrasi, pemikiran kematian atau bunuh diri yang berulang
Harus terdapat satu dari ge'ala utama, yaitu ( mood depresi atau kehilangan minat atau
kehilangan kesenangan
6e'ala tersebut setidaknya ter'adi selama dua minggu, yang menyebabkan gangguan
*ungsi, dan tidak merupakan pengaruh penggunaan 9at, kondisi medis, atau kehilangan
(kematian)
6angguan depresi minor
Harus terdapat dua ge'ala, namun kurang dari lima ge'ala gangguan depresi mayor
6e'ala tersebut setidaknya ter'adi selama dua minggu, yang menyebabkan gangguan
*ungsi, dan tidak merupakan pengaruh dari penggunaan 9at, kondisi medis, atau
kehilangan (kematian)
Diagnosis ini hanya untuk penderita tanpa ri!ayat gangguan depresi mayor, distimik,
bipolar, atau psikotik
6angguan distimik
Mood sedih yang menetap yang terdapat dua atau lebih ge'ala seperti peningkatan atau
penurunan na*su makan, peningkatan atau penurunan tidur, lelah atau kehilangan energi,
penurunan keper1ayaan diri, penurunan konsentrasi atau kesulitan memutuskan sesuatu,
dan perasaan tidak ada harapan.
Mood sedih dan dua ge'ala tersebut tidak hilang selama dua bulan atau lebih dalam dua
tahun
+idak ada episode depresi mayor selama dua tahun pertama
6angguan bipolar $ (paling banyak episode depresi)
+erdapat kriteria gangguan depresi mayor dan terdapat ri!ayat setidaknya satu kali
episode manik
6angguan penyesuaian dengan mood depresi
+erdapat mood depresi, rasa takut, atau tidak ada harapan dalam tiga bulan setelah ada
stresor
6e'ala tersebut menimbulkan gangguan atau disabilitas berat dan akan menghilang dalam
enam bulan setelah hilangnya stresor
,ehilangan (kematian) tidak dimasukan sebagai stresor dalam gangguan penyesuaian
(ra!an, "#$%)
+ata Laksana
+ata laksana depresi pada lansia dipengaruhi tingkat keparahan dan kepribadian masing-masing.
)ada depresi ringan dan sedang, psikoterapi merupakan tata laksana yang sering dilakukan dan
berhasil. .kan tetapi, pada kasus tertentu atau pada depresi berat, psikoterapi sa'a tidak 1ukup,
diperlukan *armakoterapi.
psikoterapi (talk therapy) memiliki peranan penting dalam mengobati berbagai 'enis depresi.
)sikoterapi dilakukan oleh psikiater, psikolog terlatih, peker'a sosial, atau konselor. )endekatan
psikoterapi dibagi dua, yaitu cognitive-behavioral therapy (:-+) dan interpersonal therapy.
:-+ ter*okus pada 1ara baru berpikir untuk mengubah perilaku, terapis membantu penderita
mengubah pola negati* atau pola tidak produkti* yang mungkin berperan dalam ter'adinya
depresi. Interpersonal therapy membantu penderita mengerti dan dapat menghadapi keadaan dan
hubungan sulit yang mungkin berperan menyebabkan depresi. -anyak penderita mendapat
man*aat psikoterapi untuk membantu mengerti dan memahami 1ara menangani *aktor penyebab
depresi, terutama pada depresi ringan; 'ika depresi berat, psikoterapi sa'a tidak 1ukup, karena
akan menimbulkan depresi berulang.
.ntidepresan harus digunakan pada lansia dengan depresi mayor dan selective serotonin
reuptake inhibitors (33<s) merupakan obat pilihan pertama. .ntidepresan beker'a dengan 1ara
menormalkan neurotransmiter di otak yang memengaruhi mood, seperti serotonin, norepine*rin,
dan dopamin. )engobatan monoterapi dengan dosis minimal digunakan pada a!al terapi,
dievaluasi apabila tidak ada perubahan bermakna dalam 4-$" minggu. Lansia yang tidak
berespons pada pengobatan a!al perlu mendapatkan obat antidepresan golongan lain dan dapat
dipertimbangkan penggunaan dua golongan antidepresan. )ada lansia yang responsi* dengan
obat antidepresan, obat harus digunakan dengan dosis penuh (full dose maintenance therapy)
selama 4-= bulan se'ak pertama kali hilangnya ge'ala depresi. .pabila kambuh, pengobatan
dilan'utkan sampai satu tahun. )enghentian antidepresan harus dilakukan se1ara bertahap agar
tidak menimbulkan ge'ala withdrawal seperti ansietas, nyeri kepala, mialgia, dan ge'ala mirip *lu
(flu-like symptoms). Lansia yang sering kambuh memerlukan terapi pera!atan dosis penuh terapi
selama hidupnya.
)erbandingan golongan obat antidepresan bagi lansia

(ra!an, "#$%)
ra!an, H. "#$%. 6angguan depresi pada lan'ut usia. CD-!"#./#($$).
3aragih, &:. "#$#. $ambaran Depresi pada %an&ut 'sia.
8e*ropati Diabetik
8e*ropati diabetik dide*inisikan sebagai sindrom klinis pada pasien diabetes melitus yang
ditandai dengan albuminuria menetap (>%## mg?"/ 'am atau @"## mg?menit) pada minimal dua
kali pemeriksaan dalam kurun !aktu % sampai 4 bulan.
)ato*isiologi
3ampai saat ini, hiper*iltrasi masih dianggap sebagai a!al dalam la'u kerusakan gin'al. )enelitian
-remmer dkk pada he!an menun'ukkan bah!a saat 'umlah ne*ron mengalami pengurangan
yang berkelan'utan, *iltrasi glomerulus dari ne*ron yang masih sehat akan meningkat sebagai
bentuk kompensasi. Hiper*iltrasi dari ne*ron yang sehat lambat laun akan menyebabkan sklerosis
dari ne*ron tersebut.
Mekanisme ter'adinya peningkatan la'u *iltrasi glomerulus pada ne*ropati diabetik ini masih
belum 'elas benar, tetapi kemungkinan disebabkan oleh dilatasi arteriol a*eren oleh e*ek yang
tergantung glukosa, yang diperantarai hormon vasoakti* 60-$, (itric O)ide, prostaglandin dan
glukagon. &*ek langsung dari hiperglikemia adalah rangsangan hipertro*i sel, sintesis matriks
ekstraseluler, serta produksi +60-A yang diperantarai oleh aktivasi protein kinase-: (),:) yang
termasuk dalam serine-threonin kinase yang memiliki *ungsi pada vaskular seperti kontraktilitas,
aliran darah, proli*erasi sel dan permeabilitas kapiler. Hiperglikemi kronik dapat menyebabkan
ter'adinya glikasi nonen9imatik asam amino dan protein (reaksi Mallard dan -ro!ning). )ada
a!alnya glukosa akan mengikat residu asam amino se1ara non en9imatik men'adi basa 31hi**
glikasi, lalu ter'adi penyusunan ulang untuk men1apai bentuk yang lebih stabil tetapi masih
reversibel dan disebut sebagai produk amadori. 7ika proses ini berlangsung terus akan ter'adi
*dvance $lycation +nd ,roducts (.6&s) yang irreversible. .6&s diperkirakan men'adi
perantara bagi beberapa kegiatan seluler seperti ekspresi adhesion molecules yang berperan
dalam penarikan sel-sel mononuklear, 'uga pada ter'adinya hipertro*i sel,sintesa sel matriks
ekstraseluler, serta inhibisi sintesis (itric O)ide. )roses ini akan terus berlan'ut sampai ter'adi
ekspansi sesuai tahap-tahap pada mogensen. Hipertensi yang timbul bersama dengan
bertambahnya kerusakan gin'al 'uga akan mendorong sklerosis pada gin'al pasien DM. )enelitian
pada he!an DM menun'ukkan adanya vasokonstriksi arteriol sebagai akibat kelainan
renin?angiotensin sistem. Diperkirakan bah!a hipertensi pada DM terutama disebabkan oleh
spasme arteriol e*eren intrarenal atau intraglomerulus.
3e1ara ringkas, *aktor-*aktor etiologis timbulnya penyakit gin'al diabetik adalah (
,urang terkendalinya kadar gula darah (gula darah puasa @$/#-$4# mg?dl BC,C-
D,Dmmol?lE); .$: @ C-D5
0aktor-*aktor genetis
,elainan hemodinamik (peningkatan aliran darah gin'al dan la'u *iltrasi glomerulus,
peningkatan tekanan intraglomerulus)
Hipertensi sistematik
3indrom resistensi insulin ( sindroma metabolik)
)eradangan
)erubahan permeabilitas pembuluh darah
.supan protein berlebih
6angguan metabolik ( gangguan metabolisme polyol,pembentukan advance glycation
end products, peningkatan produksi sitokin)
)elepasan growth factor
,elainan metabolisme karbohidrat ? lemak ? protein
,elainan struktural (hipertro*i glomerulus, ekspansi mesangium, penebalan membrana
basalis glomerulus)
6angguan ion pumps ( peningkatan 8a
F
-H
F
pump dan penurunan :aG
F
H .+)ase pump)
Hiperlipidemia ( hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia)
.ktivasi protein kinase :
,arakteristik ne*ropati diabetik (
)eningkatan material matriks mesangium
)enebalan membran basalis glomerulus
Hialinosis arteriol a*eren dan e*eren
)enebalan membran basalis tubulus
.tro*i tubulus
0ibrosis interstitial
+ahapan 8e*ropati Diabetik oleh Mogensen
+ahap $. +er'adi hipertro*i dan hiper*iltrasi pada saat diagnosis ditegakkan. La'u *iltrasi
glomerulus dan la'u *iltrasi glomerulus dan la'u ekskresi albumin dalam urin meningkat
+ahap ". 3e1ara klinis belum tampak kelainan berarti, la'u *iltrasi glomerulus tetap meningkat,
ekskresi albumin dalam urin dan tekanan darah normal. +erdapat perubahan histologis a!al
berupa penebalan membrana basalis yang tidak spesi*ik. +erdapat pula peningkatan volume
mesangium *raksional (dengan peningkatan matriks mesangium).
+ahap %. )ada tahap ini ditemukan atau ne*ropati insipien. La'u *iltrasi glomerulus meningkat
atau dapat menurun sampai dera'at normal. La'u ekskresi albumin dalam urin "#-"## mg?menit
(%#-%## mg?"/ 'am). +ekanan darah mulai meningkat. 3e1ara histologis, didapatkan peningkatan
ketebalan membrana basalis dan volume mesangium *raksional dalam glomerulus.
+ahap /. Merupakan tahap ne*ropati yang sudah lan'ut. )erubahan histologis lebih 'elas, 'uga
timbul hipertensi pada sebagian besar pasien. 3indroma ne*rotik sering ditemukan pada tahap ini.
La'u *iltrasi glomerulus menurun sekitar $# ml?menit?tahun dan ke1epatan penurunan ini
berhubungan dengan tingginya tekanan darah.
+ahap 2. +imbulnya gagal gin'al terminal.
+ata Laksana
o )engendalian gula darah (olahraga, diet, obat antidiabetes)
o )engendalian tekanan darah dengan target >$%#?D# mmHg (diet rendah garam /-2 g?hari,
obat antihipertensi (.:&- atau .<-, pilihan lain( diuretika, beta blocker, atau calcium-
channel blocker))
o )erbaikan *ungsi gin'al (diet rendah protein #,D g?kg?-- ideal?hari, pemberian
*ngiotensin Converting +nzyme Inhibitor (.:&-) dan? *ngiotensin -eceptor .locker
(.<-) untuk men1egah la'u penurunan *ungsi gin'al)
o )engendalian *aktor-*aktor ko-morbiditas lain (pengendalian kadar lemak, mengurangi
obesitas, dll.)
o )ada pasien yang penurunan *ungsi gin'alnya ber'alan terus, maka saat la'u *iltrasi
glomerulus men1apai $#-$" ml?menit dian'urkan untuk memulai dialisis. )ilihan
pengobatan gagal gin'al terminal yang lain adalah 1angkok gin'al, di negara ma'u sudah
sering dilakukan 1angkok gin'al dan pankreas sekaligus.
o 7ika la'u *iltrasi glomerulus >4# ml?menit?$,C% m
"
atau 'ika kesulitan mengatasi
hipertensi atau hiperkalemia, diru'uk ke dokter ahli pera!atan ne*ropati diabetik. 7ika
la'u *iltrasi glomerulus >%# ml?menit?$,C% m
"
atau lebih a!al 'ika pasien berisiko
mengalami penurunan *ungsi gin'al yang 1epat atau diagnosis dan prognosis pasien
diragukan, diru'uk ke konsultan ne*rologi.
(Hendromartono, "##=)
Hendromartono. "##=. 8e*ropati diabetik. Dalam( 3udoyo, .W. et. al. "##=. .uku *&ar Ilmu
,enyakit Dalam /ilid III +disi 0. 7akarta( nterna )ublishing.