Anda di halaman 1dari 52

1

MATA KULIAH
UTILITAS
(PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DAN
MEKANIK)
2
MOTOR INDUKSI
(MAC)
TEGANGAN AC
3
Tegangan AC adalah tegangan yang polaritasnya berubah-
ubah secara periodik.
Besar tegangan AC dirumuskan sebagai:
=

sin
0

Grafik tegangan terhadap waktu dapat digambarkan
sebagai berikut:

V
t


TEGANGAN AC
4
Daya listrik AC dirumuskan sebagai:
= . . VA
dengan: = tegangan AC dalam volt
= arus AC dalam ampere
= faktor daya
Tegangan AC 1 phase
Tegangan AC 1 phase merupakan sumber tegangan AC
yang menggunakan dua kabel (wire) yaitu kabel
phase(berarus listrik) dan kabel non phase (tidak
berarus listrik).
Tegangan AC ini digunakan pada instalasi di
rumah/perkantoran.
TEGANGAN AC
5
Tegangan AC 3 phase
Tegangan AC 3 phase merupakan sumber
tegangan AC yang menggunakan tiga kabel
(wire) yang ketiga-tiganya merupakan kabel
phase(berarus listrik).
Tegangan AC ini digunakan pada industri-
industri sebagai tegangan sumber untuk
menjalankan motor induksi yang banyak
dipakai untuk menggerakkan mesin-mesin
produksi.

TEGANGAN AC
6
Diagram tegangan AC 3 phase
Kawat a mempunyai tegangan:

sin( +0)
Kawat b mempunyai tegangan:

sin( +120

)
Kawat c mempunyai tegangan:

sin( +240

)
Besar tegangan ketiga kawat sama.



120

120


120


TEGANGAN AC
7
Tegangan Antar Kawat Phase
Tegangan antara kawat a dan
kawat c:

+(

)
Besar tegangan antara kawat a dan
kawat b adalah:

2
+

2
+2

60

2
+

2
+

2

Berdasarkan sudut phasenya, maka


120

120


120

3

30


60


TEGANGAN AC
8
Rangkaian Listrik Tegangan AC 3 phase
Dibedakan menjadi dua macam rangkaian, yaitu:
1) Rangkaian bentuk Bintang, dan


120

120


120


Z
Z Z


TEGANGAN AC
9
Rangkaian Listrik Tegangan AC 3 phase
2) Rangkaian bentuk Delta


120

120


120


Z
Z Z


TEGANGAN AC
10
Daya Listrik Tegangan AC 3 phase
Daya yang dikonsumsi beban setiap phase adalah:

1
=


dengan:

= tegangan kawat phase terhadap netral


= arus yang mengalir dari kawat phase


= faktor daya.
Untuk sistem yang seimbang, daya total yang dipergunakan
adalah:

=
3
= 3.

= 3

3
.

= 3.





KONSTRUKSI MAC
11
Motor Induksi
(Induction Machine)
Motor Induksi Rotor Belitan
(Wound-Rotor Induction Machine)
Motor Induksi Sangkar Tupai
(Squirrel-Cage Induction Machine)
KONSTRUKSI MAC
12
KONSTRUKSI MAC
13
KONSTRUKSI MAC
14
STATOR
ROTOR
PENAMPANG MAC
15
MEDAN PUTAR STATOR
16
MEDAN PUTAR STATOR
17
MEDAN PUTAR STATOR
18
Pada saat terminal MAC dihubungkan tegangan AC 3 phase,
maka tiap kutub pada stator akan menimbulkan medan magnet
yang besar dan arahnya berbeda-beda.
Ketiga medan magnet tersebut akan menghasilkan resultan yang
arahnya berubah mengikuti perubahan waktu.
Perubahan arah resultan medan magnet tersebut menimbulkan
perputaran medan magnet disebut Medan putar Stator.
Medan putar stator berputar dengan kecepatan putar (

) yang
dirumuskan sebagai:

=
120.


dengan: = frekuensi arus dan tegangan stator (Hz)
= jumlah kutub pada stator
CARA KERJA MAC
19
CARA KERJA MAC
20
Apabila sumber tegangan 3 phase dipasang pada kumparan
stator, timbullah medan putar pada stator(N
s
).
Medan putar stator tersebut akan memotong batang
konduktor pada rotor.
Akibatnya pada rotor timbul tegangan (ggl) induksi.
Karena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup, ggl
induksi akan menghasilkan arus pada kumparan rotor.
Arus pada konduktor rotor yang berada dalam medan putar
stator akan menimbulkan gaya pada rotor.
Gaya pada rotor akan membentuk kopel, yang akan dapat
menimbulkan gerak putar pada rotor (N
R
) searah medan
putar stator.

21
Pada rotor terjadi ggl induksi karena terpotongnya batang
konduktor rotor oleh medan putar stator, ini berarti harus ada
perbedaan kecepatan relatif antara kecepatan medan putar
stator (N
S
) dengan kecepaatan putar rotor (N
R
).
Perbedaan kecepatan antara kecepatan rotor(N
R
) dan
kecepatan medan putar stator (N
S
) dinamakan Slip, yang
dirumuskan sebagai:
=

100%
Bila

tidak terjadi perpotongan konduktor oleh medan


putar stator, maka tidak terjadi ggl induksi sehingga tidak
mengalir arus pada rotor, akibatnya tidak timbul gaya dan
torsi.
Tidak adanya torsi pada rotor mengakibatkan gerak rotor
diperlambat, sehingga

<

.

SLIP
22
Perubahan kecepatan rotor akan mengubah besar Slip, dari 100% saat start
sampai 0% saat

.
Perubahan Slip akan mengubah frekuensi arus pada rotor.
Hubungan antara Slip dengan frekuensi rotor dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Dari persamaan kecepatan medan putar stator:

=
120.
1


frekuensi jala-jala(
1
) adalah:
1
=

.
120
,
Frekuensi arus pada rotor (
2
) dapat dirumuskan sebagai:

2
=

.
120

atau

2
=

..

. 120
sehingga



FREKUENSI ARUS ROTOR

2
= .
1

23
Besar tegangan induksi pada rotor saat rotor berputar (
2
) adalah:

2
= 4,44.
2
.
2


atau

2
= 4,44. .
1
.
2


Sehingga besar tegangan induksi pada rotor saat rotor berputar adalah:

2
= .
2

dengan :
2
= tegangan induksi saat start/diam (S=1)
Besar reaktansi pada rotor saat rotor berputar (
2
) adalah:

2
= 2 .
2
.
2
ohm
atau

2
= 2 . .
1
.
2
ohm
Sehingga besar reaktans pada rotor saat rotor berputar (
2
):

2
= .
2

dengan :
2
= reaktansi rotor saat start/diam (S=1)



TEGANGAN DAN REAKTANSI
ROTOR
ROTOR MAC INDUKSI
24
Rangkaian Rotor

2

Kuat arus masuk rotor (
2
) adalah:

2
=

2
2
+
2
2

atau

2
=

2
2
+
2
2


2
=

2
+
2
2

Atau dapat juga dirumuskan sebagai:
ROTOR MAC INDUKSI
25
Rangkaian Rotor dapat digambarkan dalam bentuk:

2
/

2

Resistansi kumparan rotor saat rotor berputar(

) dapat
diuraikan sebagai berikut:

=
2
+
2
1


ROTOR MAC INDUKSI
26
Rangkaian Rotor dapat digambarkan dalam bentuk:

2

Jika resistansi kumparan rotor dikalikan dengan kuadrat kuat
arus listrik
2
2
, maka akan diperoleh persamaan :

2
2
.

=
2
2
.
2
+
2
2
.
2
1

2
1


ROTOR MAC INDUKSI
27
Dari persamaan:

2
2
.

=
2
2
.
2
+
2
2
.
2
1


didefinisikan bahwa :

2
2
.

= daya yang diterima rotor/daya masuk rotor/daya


ditarik oleh rotor (
2
)

2
2
.
2
= rugi-rugi daya tembaga rotor/daya yang hilang
pada rotor (

2
2
.
2
1

= daya keluaran rotor/daya mekanik rotor (

)


ROTOR MAC INDUKSI
28
Perbandingan daya pada rotor motor induksi adalah:

=
2
2
.


2
2
.
2

2
2
.
2
1


2

2
1

=
1

1
1

= 1 (1 )
Jadi :
RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
29
RANGKAIAN EKIVALEN SEBENARNYA
Rangkaian listrik ekivalen sebenarnya dari motor induksi
dapat digambarkan sebagai berikut:


RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
30
Karena energi listrik yang masuk rotor berasal dari stator,
maka dapat diasumsikan bahwa rotor terhubung dengan
stator.
Rangkaian listrik ekivalen sebenarnya dari motor induksi
dapat digambarkan menjadi sebagai berikut:


31
Perubahan rangkaian rotor sebelum diasumsikan tersambung
stator menjadi diasumsikan tersambung stator menimbulkan
perubahan besar arus masuk rotor, resistansi , dan reaktansi rotor.


RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Hubungan antar variabel sebelum dan sesudah asumsi adalah:

2
=
1
=
2

2
=
2
/

=
2
.


2
=
2
.
2

32
dimana:

=

1
.
1

2
.
2
=
dengan:
1
= jumlah lilitan kumparan stator

2
= jumlah lilitan kumparan rotor

1
=
1
x
1
= faktor belitan stator

2
=
2
x
2
= faktor belitan rotor
= faktor kisar belitan
= faktor distribusi belitan

RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
33
Analisis Rangkaian Ekivalen sebenarnya.


Dari rangkaian listrik ekivalen sebenarnya motor induksi
dapat dilakukan analisi persamaan sebagai berikut:
34
1. Impadansi rangkaian stator (
1
)



RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar Impedansi stator:

1
=
1
+
1
=
1
2
+
1
2

Arah impedansi terhadap tegangan:

1
=
1

1

35
2. Impadansi rangkaian penguat (
0
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar Impedansi rangkaian penguat:

0
=
1
1

0
=
1
1

0
2
+
1

0
2

Arah impedansi terhadap tegangan:

0
=
1

0

36
3. Impadansi rangkaian rotor yg dipidahkan ke stator (
2
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar Impedansi rotor:

2
=

+
2
=

2
+
2
2

Arah impedansi terhadap tegangan:

2
=
1

2
/

37
4. Impadansi total (

)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar Impedansi rotor:

=
1
+

0
.
2

0
+
2

Arah impedansi terhadap tegangan:


38
5. Arus masuk stator/arus jala-jala (
1
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar arus masuk stator:

1
=


Arah arus stator terhadap tegangan:

1

39
6. Daya input motor/daya masuk stator/daya ditarik dari
jala-jala (
1
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar daya masuk stator:

1
=
1
.
1
. per fase dalam watt
7. Faktor daya input :
(p. f)

1

40
8. Arus beban nol/arus masuk rangkaian penguat stator (
0
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar arus beban nol:

0
=
1

0
+
2

0

41
9. Arus masuk rotor (
2
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI


Besar arus masuk rotor:

2
=
1

0
+
2

1

2

42
10. Rugi daya tembaga pada stator (

)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Besar rugi daya tembaga stator:

=
1
2
.
1

0

43
11. Rugi daya inti pada stator (

)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Besar rugi daya inti stator:

=
0
2
.
0

0

44
12. Daya masuk rotor/daya ditarik rotor (
2
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Besar daya masuk rotor:

2
=
2
2
.


45
13. Rugi daya tembaga rotor (

)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Besar rugi daya tembaga rotor:

=
2
2
.
2
= .
2


46
14. Daya mekanik rotor(
m
)





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
Besar daya mekanik rotor:

=
2
2
.
2
1

= (1 ).
2


47
15. Daya output motor/daya rem/BHP










RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
16. Efisiensi/rendemen/daya guna:
=

1
100%

17. Untuk besaran dalam 3 phase, maka:

1
,
2
,

1
,
2
,
0

48
18. Torsi elektromagnetis/torsi jangkar :

2.


dengan: = kecepatan motor dalam rps





RANGKAIAN MOTOR INDUKSI
19. Torsi poros :

2.


dengan: = kecepatan motor dalam rps





DAYA PADA MOTOR INDUKSI
49
Daya pada motor induksi dapat digambarkan dalam
diagram berikut:


Rugi gesekan
dan angin
SOAL
50
Suatu motor induksi 6 kutub, 3 fase beroperasi pada
kecepatan 960 rpm dengan torsi poros 135,7 N-m.
Tentukan rugi tembaga rotor jika rugi gesekan dan angin
150 watt. Frekuensi jala-jala 50 Hz.
50
Subhanal
SOAL
52
Motor induksi 3 fasa memiliki 4 kutub, 50 Hz, 400 volt
berputar dengan kecepatan 1400 rpm pada faktor daya
0,88 dan menghasilkan daya pada beban penuh 14,8 hp.
Rugi-rugi daya pada stator 1060 watt, rugi-rugi gesekan
dan angin 375 watt.
Tentukan: a) slip
b) rugi-rugi tembaga rotor
c) frekuensi rotor
d) arus masuk rotor
e) efisiensi motor