Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang
memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma
1
. Glaukoma adalah suatu
kelainan pada mata yang ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf
optik, dan menciutnya lapang pandang. Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi
mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekstravasasi
(penggaungan serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir pada kebutaan.
1

!i "merika #erikat, kira$kira %.% juta orang pada usia &' tahun dan yang lebih tua
mengidap glaukoma, sebanyak 1%',''' kebutaan disebabkan penyakit ini. (umlah orang
"merika yang akan terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar ).) juta pada
tahun %'%'. #etiap tahun, ada lebih dari )'',''' kasus glaukoma yang baru dan kira$kira
*&'' orang$orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup terjadi sekitar 1'$1*+
pada orang ,aukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang asia, terutama pada orang -urma
dan .ietnam di "sia /enggara. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali lebih
menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.
%,&
-erdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi & bagian 0 glaukoma primer,
glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan
mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma
sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup
%
. Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan
medis, terapi bedah, dan laser. 12P (endoscopic cyclophotocoagulation menggunakan laser
untuk mengurangi produksi a3uoeus humor dan tekanan intraocular dan merupakan salah
satu penatalaksanaan glaukoma.
%,*
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anatomi dan Fiiologi A!"o H"mor
%.1.1 "natomi "3uos 4umor
-ola mata orang dewasa hampir mendekati bulat, dengan diameter
anteroposterior sekitar %&,* mm. -ola mata terdiri dari konjungtiva, kapsula tenon,
sklera dan episklera,kornea, uvea, lensa, humor akueus, retina, dan vitreus.
%
sumber 5 Glaukoma research foundation
%.1.% 6isiologi "3uos 4umor
"3ueous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan
posterior mata, diproduksi di korpus siliaris. .olumenya sekitar %*' u7, dengan
kecepatan pembentukan sekitar 1,*$% u78menit. /ekanan osmotik sedikit lebih tinggi
dari plasma.,omposisi mirip plasma, kecuali kandungan konsentrasi askorbat, piruvat
dan laktat lebih tinggi dan protein, urea, dan glukosa lebih rendah. #etelah memasuki
kamera posterior,melalui pupil akan masuk ke kamera anterior dan kemudian ke
perifer menuju sudut kamera anterior.
1
(alinan8jala trabekular terdiri dari berkas$berkas jaringan kolagen dan elastik
yang dibungkus oleh sel$sel trabekular yang membentuk suatu saringan dengan
ukuran pori$pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis #chlemm. ,ontraksi
2
otot siliaris melalui insersinya kedalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori$
pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase humor juga meningkat. "liran
a3ueous humor ke dalam kanalis #chlemm bergantung pada pembentukan saluran$
saluran transeluler siklik di lapisan endothel. #aluran eferen dari kanalis #chlemm
(sekitar )' saluran pengumpul dan 1% vena akueus menyalurkan cairan ke dalam
sistem vena. #ejumlah kecil a3ueous humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris
dan lewat sela$sela sclera (aliran uveosklera. 9esistensi utama terhadap aliran
a3ueous humor dari kamera anterior adalah lapisan endothel saluran #chlemm dan
bagian$bagian jalinan trabekular di dekatnya, bukan dari sistem pengumpul vena.
/etapi tekanan di jaringan vena episklera menentukan besar minimum tekanan
intraokuler yang dicapai oleh terapi medis.
1
#udut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase a3ueous
humor. #udut ini dibentuk oleh pangkal iris, bagian depan badan siliaris, taji skleral,
jalinan trabekular dan garis #chwalbe (bagian ujung membrane descement kornea
yang prominen. 7ebar sudut ini berbeda pada setiap orang, dan memiliki peranan
yang besar dalam menentukan patomekanisme tipe glaukoma yang berbeda$beda.
#truktur sudut ini bisa dinilai dengan gonioskopi.

sumber 5 Glaukoma research foundation
#istem aliran drainase a3ueous humor, terdiri dari jalinan trabekular, kanal
#chlemm, jembatan pengumpul, vena$vena a3ueous dan vena episkleral. "dapun
jalinan trabekular terdiri dari tiga bagian yakni jalinan uveal, korneoskleral, dan
jukstakalanikular. (alinan uveal merupakan jalinan paling dalam dan meluas dari
pangkal iris dan badan siliaris sampai garis #chwalbe. (alinan korneoskleral
membentuk bagian tengah yang lebar dan meluas dari taji skleral sampai dinding
3
lateral sulkus skleral. (alinan jukstakanalikular membentuk bagian luar, dan terdiri
dari lapisan jaringan konektif. -agian ini merupakan bagian sempit trabekular yang
menghubungkan jalinan korneoskleral dengan kanal #chlemm. #ebenarnya lapisan
endotel luar jalinan jukstakanalikular berisi dinding dalam kanal #chlemm yang
berfungsi mengalirkan a3ueous ke luar.
:
,anal #chlemm merupakan suatu saluran yang dilapisi endothel, tampak
melingkar pada sulkus skleral. #el$sel endotel pada dinding dalam ireguler, berbentuk
spindle, dan terdiri dari vakuol$vakuol besar. Pada dinding bagian luar terdapat sel$sel
otot datar datar dan mempunyai pembukaan saluran pengumpul.
:
#aluran pengumpul disebut juga pembuluh a3ueous intraskleral, jumlahnya
sekitar %*$)*, meninggalkan kanal #chlemm pada sudut oblik dan berakhir di vena$
vena episkleral. .ena ini dibagi menjadi dua sistem. #istem langsung, yakni dimana
pembuluh besar melalui jalur pendek intraskleral dan langsung ke vena episkleral.
#edangkan saluran pengumpul yang kecil, sebelum ke vena episkleral, terlebih dahulu
membentuk pleksus intraskleral.
:

#umber 5 http588www.allaboutvision.com8conditions8glaucoma$%$cause.htm
#istem drainase a3ueous humor terdiri dari dua jalur, yakni jalur
trabekular (konvensional dan jalur uveoskleral. (alur drainase terbanyak adalah
trabekular yakni sekitar ;'+ sedangkan melalui jalur uveoskleral hanya sekitar 1'+.
Pada jalur trabekular, aliran a3ueous akan melalui kamera posterior, kamera anterior,
menuju kanal #chlemm dan berakhir pada vena episkleral. #edangkan jalur
4
uveoskleral, a3ueous akan masuk ke ruang suprakoroidal dan dialirkan ke vena$vena
pada badan siliaris, koroid dan sclera.
:
#umber 5 http588www.allaboutvision.com8conditions8glaucoma$%$cause.htm
2.2 De#inii
Glaukoma merujuk kepada sekelompok penyakit yang umumnya memiliki
karakteristik neuropati optik yang disertai dengan hilangnya fungsi penglihatan. <alaupun
peningkatan tekanan intraokuler termasuk faktor risiko utama, tapi gejala ini sendiri dapat
ada ataupun tidak pada glaukoma. 6aktor$faktor yang menentukkan terjadinya peningkatan
/=> adalah 5
a. 9ata$rata produksi a3uos humor oleh badan siliar
b. "danya resistensi dari outflow a3uos humor
c. /ekanan vena pada episclera.
d. 6aktor general adalah0 riwayat keturunan, usian jenis kelamin, variasi diurnal,
posisi, tekanan darah dan anestesi umum.
1
#udut tertutup didefinisikan sebagai aposisi dari iris perifer terhadap trabekular
meshwork yang menyebabkan menurunnya drainage dari a3ueous humourus melalui kamera
okuli anterior. Glaukoma sudut tertutup terjadi apabila aliran keluar a3uous humourus
terhambat akibat penutupan sudut kamera okuli anterior.
5
2.$ E%idemiologi
!i "merika #erikat, kira$kira %.% juta orang pada usia &' tahun dan yang lebih tua
mengidap glaukoma, sebanyak 1%',''' orang buta disebabkan penyakit ini. -anyaknya
orang "merika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar ).) juta
pada tahun %'%'. /iap tahun, ada lebih dari )'',''' kasus glaukoma yang baru dan kira$kira
*&'' orang$orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup terjadi sekitar 1'$1*+
kasus pada orang ,aukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang asia, terutama pada orang
-urma dan .ietnam di "sia /enggara. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali
lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.
%,&
-erdasarkan survei <4> pada tahun %''', dari sekitar &* juta penderita kebutaan,
1?+ diantaranya disebabkan karena glaukoma, dan sekitar ',% + kebutaan di =ndonesia
disebabkan oleh penyakit ini. #edangkan survei !epartemen ,esehatan 9= 1;@%$1;;?
melaporkan bahwa glaukoma menyumbang kebutaan sekitar ',& A *+ atau sekitar @&'.'''
orang dari %1' juta penduduk.
%,)
2.& Klai#ikai
,lasifikasi Glaukoma berdasarkan etiologi dapat dibagi berdasarkan 5
1 Glaukoma Primer
a. Glaukoma #udut terbuka (open-angle glaucoma)
b. Glaukoma #udut tertutup (closed-angle glaucoma)
% Glaukoma ,ongenital
) Glaukoma #ekunder
& Glaukoma "bsolut
2.' (la"koma S"d"t Ter)"ka (open-angle glaucoma)
Glaukoma sudut terbuka primer terjadi pada mata dengan predisposisi anatomis tanpa
disertai kelainan lain. Peningkatan tekanan intraocular terjadi karena sumbatan aliran keluar
a3ueous akibat adanya oklusi anyaman trabekular oleh iris perifer. ,eadaan ini dapat
bermanifestasi sebagai suatu kedaruratan oftalmologik atau dapat tetap asimptomatik sampai
timbul penurunan penglihatan. !iagnosis ditegakan dengan melakukan pemeriksaan segmen
anterior dan gonioskopi yang cermat. =stilah glaukoma sudut tertutup primer hanya digunakan
6
bila penutupan sudut primer telah menimbulkan kerusakan nervus optikus dan kehilangan
lapangan pandang.
%

#umber 5 http588www.allaboutvision.com8conditions8glaucoma$%$cause.htm
6aktor anatomis yang menyebabkan sudut sempit adalah 5
?
B -ulbus okuli yang pendek
B /umbuhnya lensa
B ,ornea yang kecil
B =ris tebal
6aktor fisiologis yang menyebabkan coa sempit 5
?
B "komodasi
B !ilatasi pupil
B 7etak lensa lebih kedepan
B ,ongesti badan cilier
2.* Etiologi dan Faktor +iiko
-eberapa etiologi dan faktor risiko terhadap kejadian glaukoma adalah5
$ 9as
Prevalensi glaukoma primer sudut terbuka pada pasien dengan usia diatas &' tahun
memiliki variasi yag sangat beragam tergantung ras. =nsiden pada kulit putih sebesar
',1+$ ',?+, pada kulit hitam ',1+$',%+, sebesar ',&+$1,&+ pada "sia /imur, pada
eskimo sebesar %,1+ $*+ dan %,)+ pada kelompok etnis campuran di "frika #elatan.
$ Csia
7
Prevalensi glaukoma sudut terbuka meningkat tiap satu dekade atau sepuluh tahun
setelah usia empat puluh tahun. Peningkatan insiden ini dapat dijelaskan dengan
penebalan lensa seiring dengan penambahan umur dan mengakibatkan peningkatan
kontak iridolentikular.
$ (enis kelamin
!ilaporkan bahwa glaukoma primer sudut terbuka dua hingga empat kali lipat lebih
sering pada wanita dibandingkan pada pria dan tidak dipengaruhi oleh ras.
$ 9iwayat keluarga
=nsiden glaukoma primer sudut terbuka pada keluarga derajat pertama relatif
mempengaruhi individu. Pada kulit putih prevalensi keluarga derajat pertama
dilaporkan berkisar antara 1+$1%+, sedangkan pada survey populasi di china, risiko
meningkat menjadi ? kali lipat pada pasien dengan riwayat keluarga.
$ 9efraksi
,ejadian glaukoma primer sudut terbuka pada pasien dengan miopi lebih sering
terjadi dan tidak dipengaruhi ras.
#edangkan beberapa hal yang memperberat resiko glaukoma adalah 5
$ /ekanan bola mata, makin tinggi makin berat
$ Dakin tua usia, makin berat
$ 4ipertensi, resiko ? kali lebih sering
$ ,erja las, resiko & kali lebih sering
$ ,eluarga penderita glaukoma, resiko & kali lebih sering
$ /embakau, resiko & kali lebih sering
$ Diopia, resiko % kali lebih sering
$ !iabetes melitus, resiko % kali lebih sering
2., Patogenei
Pada glaukoma sudut tertutup, jalinan trabekular normal, sedangkan tekanan
intraokular meningkat karena obstruksi mekanik akibat penyempitan sudut bilik mata,
sehingga outflow humor akuos terhambat saat menjangkau jalinan trabekular. ,eadaan
seperti ini sering terjadi pada sudut bilik mata yang sempit (kadang$kadang disebut
dengan Edangerous angleF.
Penting untuk diketahui, jika sudut bilik mata tidak sempit atau sudut terbuka luas,
8
perifer iris tidak kontak dengan perifer kornea, sehingga sudut bilik mata tidak tertutup,
dan glaukoma sudut tertutup tidak akan terjadi.=ni merupakan perbedaan dasar antara
glaukoma sudut terbuka dengan glaukoma sudut tertutup.
,etika dislokasi lensa sebagai penyebab tertutupnya sudut bilik mata maka keadaan
ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup sekunder. (ika glaukoma sudut tertutup tidak
diketahui penyebabnya, kondisi ini dikenal dengan glaukoma sudut tertutup primer.
"pabila sudut bilik mata tertutup secara cepat dan berat, ini dikenal dengan glaukoma
akut yang disertai dengan banyak gejala dan tanda. "pabila penutupan sudut bilik mata
tidak sempurna dan kadang$kadang saja terjadi, ini dikenal dengan glaukoma sudut
tertutup intermitten atau glaukoma sudut tertutup kronik, dan disertai dengan sedikit
gejala. "pabila glaukoma sudut tertutup intermitten yang tidak mempunyai gejala, ini
dikenal dengan glaukoma sudut tertutup kreeping.
!ibawah ini menunjukkan gambaran struktur segmen anterior yang berhubungan
dengan glaukoma akut5
$ !iameter kornea lebih kecil.
$ ,urvatura kornea anterior dan posterior lebih datar
$ #udut bilik mata depan lebih dangkal.
$ 7ensa lebih tebal.
$ ,urvatura lensa anterior lebih pendek.
$ 7etak lensa lebih ke anterior.
$ #umbu bola mata lebih pendek.
-ila sudut bilik mata lebar maka sudut bilik mata tidak akan tertutup, dan hanya pada
mata yang mempunyai sudut sempit saja dapat terjadi penutupan sudut. #atu hal yang
penting untuk diketahui bahwa tidak semua sudut bilik mata sempit akan berkembang
menjadi glaukoma akut, dapat terjadi hanya pada sebagian kecil saja, terutama pada mata
yang pupilnya berdilatasi sedang (),' A &,* mm yang dapat terjadi blok pupil sehingga
dapat berlanjut menjadi sudut tertutup. "kibat terjadinya blok pupil, maka tekanan
intraokular lebih tinggi di bilik mata belakang dari pada bilik mata depan. (ika blok pupil
semakin berat tekanan intra okular di bilik mata belakang semakin bertambah, sehingga
konveksitas iris semakin bertambah juga, ini dikenal dengan iris bombe, yang membuat
perifer iris kontak dengan jalinan trabekular, dan menyebabkan sudut bilik mata tertutup.
(ika tekanan intraokular meningkat secara drastis akibat sudut tertutup komplit maka
akan terjadi glaukoma akut.
9
Dekanisme lain yang dapat menyebabkan glaukoma akut adalah0 plateu iris dan letak
lensa lebih ke anterior. Pada keadaan seperti ini juga sering terjadi blok pupil.

#umber 5 http588www.allaboutvision.com8conditions8glaucoma$%$cause.htm
1fek peningkatan tekanan intraokular di dalam mata ditemukan pada semua bentuk
glaukoma, yang manifestasinya dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan besar
peningkatan tekanan intraokuler. Dekanisme utama penurunan penglihatan pada
glaukoma adalah atrofi sel ganglion difuse, yang menyebabkan penipisan serat saraf dan
inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. !iskus optikus
menjadi atrofik, disertai pembesaran cekungan optikus. =ris dan korpus siliaris juga
menjadi atrofik, dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin.
%
Pada beberapa penelitian menunjukkan tekanan intraokular yang meningkat di atas %1
mm4g, menunjukkan peningkatan persentase defek lapangan pandang, dan kebanyakan
ditemukan pada pasien dengan tekanan intraokuler berkisar %?$)' mm4g. Penderita
dengan tekanan intraokuler diatas %@ mm4g 1* kali beresiko menderita defek lapangan
pandang daripada penderita dengan tekanan intraokular berkisar %% mm4g.

Pada
glaukoma sudut tertutup akut, tekanan intraokular mencapai ?'$@' mm4g,sehingga
terjadi kerusakan iskhemik pada iris yang disertai edema kornea.
1
10
2.- .ani#etai Klini
Gejala objektif 5
$ Palpebra 5 -engkak
$ ,onjungtiva bulbi
4iperemia kongestif, kemosis dengan injeksi silier,injeksi konjungtiva,
injeksi episklera
$ ,ornea 5 keruh, insensitif karena tekanan pada saraf kornea
$ -ilik mata depan 5 !angkal
$ =ris 5 gambaran coklat bergaris tak nyata karena edema, berwarna kelabu.
$ Pupil 5
Delebar, lonjong, miring agak vertikal, kadang$kadang didapatkan midriasis
yang total, warnanya kehijauan, refleks cahaya lamban atau tidak ada
sama sekaliG
Gejala #ubjektif 5
$ Hyeri hebat
$ ,emerahan ( injeksi siliaris
$ Pengelihatan kabur
$ Delihat halo
$ Dual A muntah
2./ Diagnoi
!alam menganamnesis kita perlu mengetahui riwayat$riwayat berikut5
,eluhan saat serangan
Gejala, onset, durasi, keparahan, lokasi
9iwayat okular
9iwayat penyakit sekarang
9iwayat pengobatan
9iwayat penggunaan obat$obatan
9iwayat mengkonsumsi alkohol dan merokok
11
9iwayat penyakit keluarga (kebanyakan munculan glaukoma adalah
asimptomatik sehingga kerusakan saraf optik yang lanjut telah terjadi. 9iwayat
keluarga yang menderita glaukoma adalah faktor risiko yang penting
2.10 Pemerikaan Pen"n1ang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menilai glaukoma secara klinis,
yaitu5
a. .isus
Pada pasien dengan glaukoma, visus menurun mulai dari perifer. .isus sentral
baik terutama pada glaukoma sudut terbuka, sedangkan pada sudut tertutup terjadi
penurunan visus secara tiba$tiba disebabkan edema pada kornea secara mendadak.
b. /onometri
-erdasarkan cara menentukan nilai /=> peralatan yang digunakan terbagi dalam
% bentuk yaitu tonometri aplanasi dan tonometri indentasi. /ekanan intraokular
normal berkisar antara 1'$%1 mm4g.
1. /onometri aplanasi
!alam pengukuran diperlukan gaya untuk dapat mendatarkan atau
mengapplanasi sebagian kecil daerah kornea sentral. #emakin besar kekuatan
yang diperlukan untuk mendatarkan kornea maka semakin besar pula /=>. /ipe
tonometri aplanasi yang sering digunakan adalah tonometri applanasi goldmann.
!imana hasil yang didapatkan lebih akurat dan kebanyakan dapat digunakan
dalam berbagai keadaan kecuali pada keadaan edema kornea dan luka pada
kornea.
-agian$bagian dari tonometri applanasi goldmann 5
$ /onometer tip bagian yang kontak dengan kornea mata, terdiri dari
biprism (two beam$splitting prism yang merubah area antara
tonometer tip dengan kornea menjadi dua bentuk setengah lingkaran.
$ Detal rod yang menghubungkan tonometer tip dengan housing.
$ /onometer housing tempat pemprosesan gaya yang diberikan yang
dikendalikan oleh tombol penambah gaya yang terdapat di housing.
$ 6orce adjustment knob (tombol penambah gaya terdapat di housing
yang berguna dalam menambah gaya yang diperlukan untuk applanasi
12
kornea. Gaya yang digunakan untuk menilai /=> dikalikan dengan 1'
dan hasilnya dalam bentuk mm4g.
2ara penggunaan tonometri applanasi goldmann 5
$ Dasukan tonometer tip yang bersih kedalam pemegang biprism. #aat
meletakkannnya tanda yang menunjukkan 1@'
'
yang terdapat di
tonometer tip harus sejajar dengan garis putih yang terdapat di
pemegang biprism.
$ -erikan anestesi topikal dan fluorescein dye kedalam mata pasien
$ !udukan pasien di depan slit lamp dan atur posisi dahi dan dagu
pasien. #uruh pasien melihat lurus kedepan dan mebuka mata sebesar$
besarnya.
$ 7etakkan cobalt filter di bagian illuminasi slit lamp untuk
menghasilkan gambaran kuning$hijau dari fluoresein dye.
$ "tur perbesaran slit lamp menjadi rendah dengan intensitas cahaya
yang tinggi dan terang dengan sudut ?'
'
.
$ /entukan gaya yang digunakan
$ (ika memeriksa mata kanan pasien suruh pasien untuk fokus melihat
telinga kanan anda. ,emudian suruh pasien mengedip sekali(agar
fluorescein dye menyebar dan selanjutnya hindari untuk mengedip.
$ Gunakan pengendali slit$lamp dan secara gentle dekatkan biprism ke
kornea hingga menyentuh kornea. /anda biprism telah menyentuh
kornea ditandai dengan fluorescein yang terbagi menjadi dua bentuk
setengah lingkaran, satu di atas dan satu lagi di bawah pada garis
horiIontal.
$ #ecara gentle dan pelan naikan gaya yang diberikan hingga bagian tepi
dalam semicircle bersentuhan dan tidak saling overlap.
$ !engan pengendali slit$lamp tarik tonometer biprism dari mata pasien.
2atat gaya yang digunakan dan dikali 1' dalam bentuk mm4g.
!isinfeksi tonometri applanasi 5
$ 7epaskan tonometri tip dari biprism setelah digunakan
$ !isinfeksi dengan salah satu cara berikut5
13
o 7ap tip dengan kapas yang sudah diberi cairan alkohol
isopropyl
o 9endam tip kedalam cairan sodium hipochloride 1'+ atau
hidrogen peroksida )+ atau alkohol isopropyl selama * menit
o -ilas tonometri tip dengan air dan keringkan dengan tisu untuk
mehilangkan cairan disinfeksi yang tersisa yang dapat merusak
lapisan epitel kornea.
%. /onometri indentasi
Dengetahui indentasi kornea dengan mengetahui beratnya. /ipe yang sering
digunakan adalah tonometri #chioIt. /ipe ini tidak seakurat tonometri applanasi
goldmann karena dengan teknik yang salah, cara pembersihan yang tidak benar dan
kalibrasi yang tidak benar dapat mempengaruhi keakuratan hasil indentasi.
-agian$bagian tonometri schioIt 5
$ 6oot plate tempat yang menyentuh kornea
$ Plunger yang bergerak ke atas$bawah di dalam cylinder dan yang berkontak
dengan bagian tengah kornea
$ 6rame tempat untuk jari pemeriksa
$ <eight tempat menambah beban
$ #cale tempat untuk melihat nilai indentasi yang ditunjuk oleh jarum indentasi
yang digerakkan oleh hammer sebagai respon dari indentasi kornea terhadap beban
yang diberikan. 4asil yang ada di scale dirubah menjadi mm4g dengan cara
memasukan nilai tersebut ke dalam tabel konversi tonometri schioIt.
/abel konversi tonometri #chioIt
"ngka skala /ekanan bola mata (mm4g berdasarkan masing masing beban
'.' gr ,.' gr 10 gr
).' %&.& )*.@ *'.?
).* %%.& )).' &?.;
&.' %'.? )'.& &).&
&.* 1@.; %@.' &'.%
*.' 1:.) %*.@ ):.%
*.* 1*.; %).@ )&.&
?.' 1&.? %1.; )1.@
?.* 1).& %'.1 %;.&
:.' 1%.% 1@.* %:.%
:.* 11.% 1:.' %*.1
@.' 1'.% 1*.? %).1
@.* ;.& 1&.) %1.)
14
;.' @.* 1).1 1;.?
;.* :.@ 1%.' 1@.'
1'.' :.1 1'.; 1?.*
#umber 5 #24=?/J 9"HG1 >6 2>H.19#=>H ."7C1 1;?*
2ara penggunaan tonometri schioIt 5
$ Periksa kalibrasi alat dengan cara meletakkan foot plate di testing plate. (ika
dilakukan penekanan dan nilai kalibrasi tidak ' maka lakukan kalibrasi ulang.
$ -erikan anestesi topikal pada mata pasien
$ 7etakkan beban *,* g di tonometri schioIt
$ #uruh pasien untuk berbaring dan menengadahkan kepala
$ Gunakan tangan yang tidak dominan untuk membuka mata pasien dan secara gentle
lebarkan kelopak mata pasien dengan syarat tidak menekan bola mata
$ Pegang handle tonometri dengan ibu jari dan jari telunjuk dari tangan dominan.
7etakkan tonometri dengan nilai scale menghadap ke pemeriksa.
$ 7etakkan foot plate secara gentle hingga mengenai kornea dan lihat nilai scale yang
dihasilkan
$ "ngkat tonometri dan tutup mata pasien
$ (ika nilai scale kurang dari & maka diperlukan penambahan beban :,* g dan lakukan
pengukuran ulang
!isinfeksi tonometri schioIt 5
$ 7epaskan plunger dari silinder dengan cara lepaskan pemberat dan lepaskan baut
yang terdapat di plunger
$ 7ap foot plate dan plunger dengan alkohol. 7alu bilas dengan air dan keringkan
dengan tisu bersih. ,emudian simpan alat dan jangan menyentuh foot plate yang
sudah bersih.
a. Gonioskopi
Gonioskopi merupakan bagian pokok dalam mengevaluasi bagian$bagian mata.
!igunakan untuk menilai lebar sempitnya sudut bilik mata depan yang dibentuk oleh taut
antara kornea perifer dan iris yang diantaranya terdapat jaringan trabekular. Prinsip
gonioskopi yaitu merefleksikan total bagian internal. !engan gonioskopi dapat dibedakan
glaukoma sudut tertutup dan galukoma sudut terbuka, juga dapat dilihat apakah terdapat
perlekatan iris bagian perifer ke depan. !iagnostik pasti tergantung pada temuan
genioskopi pada sudut tertutup. Gonioskopi dapat dilakukan pada semua keadaan sudut
tertutup akut, meskipun penderita dalam pengobatan penurunan /=> dan pemulihan edem
15
kornea dengan menggunakan gliserin topikal, dimana obat ini juga dapat membantu dalam
menciptakan visualisasi sudut bilik. "pabila keseluruhan jalinan trabekular, lapisan sklera
dan prosesus iris dapat terlihat dinyatakan sudutnya terbuka sedangkan jika hanya garis
schwalbe yang terlihat dikatakan sudut sempit dan jika schwalbe tidak tampak dikatakan
sudur tertutup.
/ujuan pemeriksaan gonioskopi 5
$ Dengetahui struktur normal sudut bilik depan
$ Dengetahui besar sudut bilik depan, sempit atau tertutup
$ Dengetahui grade kelebaran sudut bilik depan
$ Delihat kelainan$kelainan patologis
$ !ilakukan pada pasien glaukoma maupun suspek gloukoma
$ !ilakukan secara rutin pada pasien dengan glaukoma sudut tertutup
$ Dengenali bagian$bagian penting dari sudut bilik depan, seperti tingkat insersi iris,
bentuk dan penampang iris perifer, derajat pigmentasi trabekular, mengetahui
daerah apposisi iridotrabekular atau daerah sinekia.
/ipe$tipe gonioskopi 5
1. !irek gonioskopi
Denilai langsung sudut bilik depan. !ilakukan dengan menggunakan binocular
microscope, fiberoptic illuminator atau slit$pen light dan direk goniolens seperti
,oeppe, -arkan,<urst, #wan$jacob, atau 9ichardson lens. 7ensa diletakkan di mata
dan diberikan cairan saline untuk mengisi ruang antara kornea dengan lensa. 7ensa
tersebut akan memberikan gambaran visual sudut bilik secara langsung. Pemeriksa
akan mendapat gambaran tegak lurus struktur sudut bilik yang berguna saat
melakukan goniotomi. Gonioskopi direk lebih mudah dikerjakan pada posisi supine.
,euntungan 5
$ Delihat secara langsung
$ #udut visual bervariasi
,ekurangan 5
$ 7ebih sulit mengerjakannya
$ !ibutuhkan alat$alat khusus
%. =ndirek gonioskopi
Denilai sudut bilik depan mata melalui pantulan cahaya yang dipantulkan oleh
kaca yang diletakkan di mata pasien. !ilakukan pada posisi upright dan juga dengan
pengaturan illuminasi serta magnifikasi yang terdapat di slit$lamp. 7ensa yang biasa
16
digunakan seperti Goldmann three$mirror lens, Posner four$mirror lens dan #ussman
four$mirror lens.
Pengaturan slit$lamp 5
$ Perbesaran yang digunakan 1'$%'K
$ Gunakan sinar yang sempit (%$)mm
$ 7akukan pada ruangan yang agak gelap agar terjadi konstriksi pupil yang
mengakibatkan sudut yang tampak sempit menjadi lebih lebar.
,euntungan 5
$ 7ebih sering digunakan karena caranya yang lebih mudah dan cepat dalam
mengerjakannya
$ /idak butuhkan alat$alat yang spesifik
$ Demperlihatkan gambaran kornea
$ !apat membedakan sudut tertutup sinekia dengan apposisi
$ -erguna ketika permukaan iris conveK karena sulit melihat bagian$bagian sudut
bilik mata
$ !apat digunakan pada semua kasus glaukoma seperti glaukoma sudut tertutup
aposisi, glaukoma sudut tertutup sinekia, mengetahui bentuk iris plateau,
mengetahui bentuk pseudoplateau dan bentuk lens$induce angle closure.
,ekurangannya 5
$ -ingung ketika melihat gambaran melalui kaca
$ "danya penekanan karena kurang berhati$hati dalam meletakkan kaca di kornea
mengakibatkan besarnya grade kesempitan sudut pada lensa Goldmann dan juga
dapat mengakibatkan sudut terbuka pada lensa yang terdiri dari empat kaca.
Grade kelebaran sudut bilik depan berdasarkan klasifikasi #haffer5
Klai#ikai Tert"t"% Inter%retai
Grade ' /ertutup
Grade slit 4anya terbuka
beberapa derajat
,emungkinan beresiko tertutup
Grade = 1'L -eresiko tertutup
Grade == %'L >bservasi
Grade === )'L /idak ada resiko sudut tertutup
Grade =. &'L atau lebih /idak ada resiko sudut tertutup
17
). !inamik gonioskopi
Gonioskopi dinamik membantu pemeriksa dalam menentukan apakah pemblokan
pada iris$trabekular meshwork bersifat reversibel atau irreversibel dan juga dapat sebagai
terapeutik pada saat serangan akut sudut tertutup. Gambaran gonioskopi pada penderita
yang mengalami P"2 yaitu tampaknya penyempitan di bilik mata depan. "danya
glaukomflecken yang khas terdapat di subkapsular anterior berupa gambaran opak di lensa
yang diakibatkan adanya iskemik pada iris akibat peningkatan /=>. /emuan ini sangat
membantu dalam mendeteksi serangan akut sudut tertutup sebelumnya.
b. >ftalmoskop
!igunakan untuk melihat penggaungan (cupping H. optikus, diskus optikus dan
mengukur rasio cekungan diskus ( cup per disc ratio82!9. 2!9 yang perlu diperhatikan
jika ternyata melebihi ',* karena hal itu menunjukkan peningkatan /=> yang signifikan,
serta asimetri 2!9 antara dua mata ',% atau lebih. =ni terjadi oleh karena /=> yang tinggi
menekan bagian tengah papil sehingga terjadi gangguan nutrisi papil.
c. Perimeter
!igunakan untuk pemeriksaan lapang pandang. 4al ini penting dilakukan untuk
mendiagnosis dan menindaklanjuti pasien glaukoma. 7apangan pandang glaukoma akan
berkurang karena peningkatan /=> akan merusak papil saraf optikus. Gangguan lapang
pandang akibat glaukoma terutama mengenai )'
'
lapang pandang bagian tengah. Hilai
normal lapang pandang perifer yaitu superior **
'
, nasal ?'
'
, inferior :'
'
, temporal ;'
'
dan
sentral )'
'
.
d. #lit$lamp biomikroskopi
$ ,onjungtiva bulbi 5 hiperemia kongestif, injeksi konjungtiva, injeksi episklera
$ ,ornea 5 edema dengan vesikel epithelial dan penebalan stroma, serta adanya
kekeruhan
$ -ilik mata depan 5 dangkal dengan kontak iridokorneal perifer. 6lare dan sel akuos
dapat dilihat setelah edema kornea dapat dikurangi
$ =ris 5 gambaran corak bergaris tak nyata karena edema, berwarna kelabu, dilatasi
pembuluh darah iris
$ Pupil 5 oval vertikal tetap pada posisi semi$dilatasi, kadang$kadang didapat midriasis
yang total, warna kehijauan, tidak ada reaksi terhadap cahaya akomodasi
18
Glaukoma sudut tertutup terjadi apabila /=> mendadak naik karena adanya hambatan
oleh akar iris pada sudut bilik mata depan yang menbendung semua aliran keluar. =ni
terjadi apabila secara anatomis sudut bilik mata depan sempit.
2.11 Penatalakanaan
/ujuan Penatalaksanaan 5
M #egera menghentikan serangan akut dengan obat$obatan (medikamentosa inisial
M Delakukan iridektomi perifer pada mata yang mengalami serangan sebagai terapi
definitif (tindakan bedah inisial
M Delindungi mata sebelahnya dari kemungkinan terkena serangan akut
M Denangani sekuele jangka panjang akibat serangan serta jenis tindakan yang
dilakukan.
Dedikamentosa 5
1. Diotikum 5 Cntuk mengecilkan pupil, sehingga iris lepas dari lekatannya di
trabekula dan sudutnya menjadi terbuka.
o Pilokarpin %$&+ 1 tetes tiap )' menit$1 jam pada mata yang
mengalami serangan dan ) K 1 tetes pada mata sebelahnya.
%. Penghambat karbonik anhidrase 5 Dengurangi sekresi akuos humor dengan
menghambat enIim karbonik anhidrase yang terdapat dalam badan siliar.
o /ablet asetaIolamid, N %*' mg, % tablet sekaligus, kemudian disusul
tiap & jam 1 tablet sampai %& jam.
). "nalog prostaglandin. Deningkatkan aliran keluar akuos humor melalui
induksi metalloproteinase pada badan siliar yang akan merusak matriks
ekstraselular sehingga mengurangi tahanan terhadap aliran keluar cairan
akuos.
&. >bat 4iperosmotik
larutan gliserin *'+ yang diberikan oral. !osis 1$1,* gram8,g berat badan
(',:$1,* cc ,g berat badan. Cntuk praktisnya dapat dipakai 1 cc8,g berat
badan. Gliserin ini harus diminum sekaligus. /idak banyak gunanya apabila
diminum sedikit demi sedikit. ,arena gliserin ini terlalu manis hingga dapat
menyebabkan rasa mual pada penderita, boleh diteteskan jeruk nipis agar
19
terasa seperti air jeruk. >bat lain yang hiperosmotik tetapi tidak mudah
didapat didaerah pedesaan adalah Danitol %'+ yang diberikan per infuse
lebih kurang ?' tetes per menit.
*. >bat pengurang rasa sakit
#untikan morfin 1'$1* mg. Dorfin juga dapat mengecilkan pupil
>peratif 5
#ebelum pembedahan, tiap glaukoma akut harus diobati terlebih dahulu. !engan cara
seperti tersebut di atas tekanan bola mata yang tadinya sangat tinggi diturunkan
dahulu sampai di bawah %* mm4g. "pabila mata masih terlalu merah, dapat ditunggu
sampai mata lebih putih, dan kemudian penderita dibedah.
1. =ridektomi Perifer
=ndikasi5 pembedahan ini digunakan untuk glaukoma dalam fase prodromal,
glaukoma akut yang baru terjadi atau untuk tindakan pencegahan pada mata
sebelahnya yang masih sehat.
/eknik5 pada prinsipnya dibuat lubang di bagian perifer iris. Daksudnya adalah
untuk menghindari hambatan pupil dengan cara membentuk hubungan permanen
antara kamera anterior dan posterior, sehingga kekambuhan iris bombe dapat
dicegah. =ridektomi ini biasanya dibuat di sisi temporal atas. =ridektomi perifer
secara bedah diindikasikan apabila terapi dengan laser neodinium Y"G maupun
laser argon tidak berhasil.
%. Pembedahan 6iltrasi
=ndikasi 5 pembedahan filtrasi dilakukan kalau glaukoma akut sudah berlangsung
lama atau penderita sudah masuk stadium glaukoma kongestif kronik.
/repanasi 1lliot 5 sebuah lubang kecil berukuran 1,* mm dibuat di daerah kornea$
skleral, kemudian ditutup oleh konjungtiva dengan tujuan agar akuos mengalir
langsung dari bilik mata depan ke ruang subkonjungtiva.
#klerotomi #cheie 5 kornea$skleral dikauterisasi agar luka tidak menutup kembali
dengan sempurna, dengan tujuan agar akuos mengalir langsung dari bilik mata
depan ke ruang subkonjungtiva.
20
/rabekulektomi 5 mengangkat trabekulum sehingga terbentuk celah untuk
mengalirkan cairan mata masuk ke dalam kanal #chlemm. (#idarta =lyas, %''%0
!aniel .aughan, %'''
). =ridektomi Perifer Preventif
#erangan glaukoma akut biasanya terjadi unilateral. Hasib mata sebelahnya yang
masih sehat menurut beberapa laporan terdapat risiko ?'+ terjadinya glaukoma
akut dalam * tahun mendatang. =ni merupakan alas an untuk melakukan
iridektomi perifer preventif. (#idarta =lyas, %''%0 !aniel .aughan, %'''.
2.12 Prognoi
/anpa pengobatan, glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan total. "pabila obat
tetes anti glaukoma dapat mengontrol tekanan intraokular pada mata yang belum
mengalami kerusakan glaukomatosa luas, prognosis akan baik. "pabila proses
penyakit terdeteksi dini sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik.
2.1$ Kom%likai
"pabila terapi ditunda, iris perifer dapat melekat ke anyaman trabekular (sinekia
anterior sehingga menimbulkan oklusi sudut bilik mata depan ireversibel yang
memerlukan tindakan bedah memperbaikinya. #ering terjadi kerusakan nervus optikus.
21
BAB III
PENUTUP
Glaukoma adalah suatu keadaan patologi dimana terjadinya peningkatan tekanan
intraokular (/=> yang lebih tinggi dari normal secara berangsur$angsur akan merusak
serabut saraf optik yang terdapat di dalam bola mata sehingga mengakibatkan gangguan
lapangan pandang pengelihatan yang khas dan atrofi papil saraf optik.& Glaukoma adalah
penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia setelah katarak. !iperkirakan ?? juta penduduk
dunia sampai tahun %'1' akan menderita gangguan penglihatan karena glaukoma. ,ebutaan
karena glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi pada kebanyakan kasus glaukoma dapat
dikendalikan. Glaukoma disebut sebagai Opencuri penglihatanO karena sering berkembang
tanpa gejala yang nyata. Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan
penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. !iperkirakan *'+
penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut.
#emua jenis glaukoma harus dikontrol secara teratur ke dokter mata selama hidupnya.
4al tersebut dikarenakan tajam penglihatan dapat menghilang secara perlahan tanpa diketahui
penderitanya. >bat$obat yang dipakai perlu dikontrol oleh dokter spesialis mata agar
disesuaikan dengan kebutuhan pasien. #atu hal yang perlu ditekankan adalah bahwa saraf
mata yang sudah mati tidak dapat diperbaiki lagi. Dedikamentosa dan tindakan pembedahan
hanya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari saraf mata tersebut.G ,arena kerusakan
yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan
penanganan harus dilakukan sedini mungkin. Deskipun belum ada cara untuk memperbaiki
kerusakan penglihatan yang terjadi akibat glaukoma, pada kebanyakan kasus glaukoma dapat
dikendalikan. Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata, tablet, tindakan laser atau
operasi yang bertujuan untuk menurunkan8menstabilkan tekanan bola mata dan mencegah
kerusakan penglihatan lebih lanjut. #emakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar
tingkat kesuksesan pencegahan kerusakan penglihatan.
22
#/"/C# P"#=1H
=!1H/=/"# P"#=1H 5
Hama 5 Hy. Y
(enis ,elamin 5 Perempuan
Cmur 5 )? tahun
"lamat 5 !usun 7am (ampok, =ngin (aya, "ceh -esar
#tatus 5 Denikah
#uku 5 "ceh
"gama 5 =slam
Pekerjaan 5 =bu 9umah /angga
/anggal Pemeriksaan 5 '@ "pril %'1&
"H"DH1#=# P1HY",=/
". ,eluhan Ctama 5 Penglihatan kabur
-. ,eluhan /ambahan 5 #akit ,epala
2. 9iwayat Penyakit #ekarang 5 pasien datang dengan keluhan penglihatan kabur yang
disarakan sudah lebih kurang ) tahun yang lalu. ,eluhan diawali dengan sakit kepala yang
hebat di daerah belakang kepala, lalu dirasakan kehilangan penglihatan secara mendadak
pada mata pasien. #aat penglihatan turun mendadak dirasakan juga nyeri seperti berdenyut
seperti ditusuk$tusuk pada mata. Hyeri yang dirasakan pasien terletak pada bagian belakang
mata pasien, sehingga menurut pasien mata terasa seperti akan keluar. #eminggu kemudian
pasien berobat ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit DeuraKa. #etelah diperiksa di rumah
sakit meuraKa, dokter menyuruh pasien untuk memakai obat seumur hidup.
23
9P! 5 pasien sudah mengalami gejala yang sama sejak )
tahun terakhir.
9P> 5 timol %K1 tetes
9iwayat Penyakit ,eluarga 5 disangkal
#/"/C# P91#1H/
,esadaran 5 2ompos mentis
.ital #ign 5
/ekanan !arah 5 1%'8:'mm4g "nemia ($
6rekuensi Hadi 5 @'K8menit 2yanosis ($
6rekuensi Pernafasan 51@K8menit !ispnea ($
/emperature 5 )?,@
o
2 =cterus ($
1dema ($
P1D19=,#""H 6=#=,
#87
Data 5
Ho. >culi !eKtra Pemeriksaan >culi #inistra
1. *8* .isus *8@
%. 1&,? /=> 1&,?
). !itengah 4irschberg !itengah
&. Hormal Gerak -ola Data Hormal
*. Hormal Palpebra Hormal
?. /idak 4iperemis 2onjungtiva -ulbar /idak 4iperemis
24
:. =njeksi #iliar ($ 2oncungtiva /arsal =njeksi #iliar ($
@. (ernih 2ornea (ernih
;. 7apang 2>" 7apang
1'. =sokor, 927 (P =ris8Pupil =sokor, 927 (P
11. (ernih 7ensa (ernih
91#CD1
<anita, )? tahun, datang dengan keluhan penglihatan kabur yang disarakan sudah lebih
kurang ) tahun yang lalu. ,eluhan diawali dengan sakit kepala yang hebat di daerah belakang
kepala, lalu dirasakan kehilangan penglihatan secara mendadak pada mata pasien. #aat
penglihatan turun mendadak dirasakan juga nyeri seperti berdenyut seperti ditusuk$tusuk
pada mata. Hyeri yang dirasakan pasien terletak pada bagian belakang mata pasien, sehingga
menurut pasien mata terasa seperti akan keluar. #eminggu kemudian pasien berobat ke
puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit DeuraKa. #etelah diperiksa di rumah sakit meuraKa,
dokter menyuruh pasien untuk memakai obat seumur hidup.
!="GH>#" -"H!=HG 5
1. Glaukoma Primer
%. /umor #araf Data
!="GH>#" ,19("
Glaukoma Primer
P7"HH=HG
a. !iagnostik 5
/onometri
Perimetri
25
Genioskopi
b. /erapi 5
/imolol %K1 tetes
1yevit 1K1
#ohobion )K1
c. 7anjutan 5
9ujuk ke #pesialis
26
DAFTA+ PUSTAKA
1. "merican "cademy of >phtalmology. Glaucome Section 10. "merican "cademic of
>phtalmology. #an 6rancisco, %''@.
%. "merican "cademy >f >phthalmology5 Fundamental and Principles of Ophthalmology in
Basic and linical Science ourse, #ection %, %'')$%''&, page *?$*@
). "merican "cademy >f >phthalmology5 Surgery of !nggle losure Glau"oma in Basic and
linical Science ourse, #ection 1', %''*$ %''?, page 1;:$%''.
&. -ecker $ #hafferQs, !ngle-losure Glaucoma #ith Pupillary Bloc", 2hapter 1* in !iagnosis
and /herapy of the Glaucomas, #eventh 1dition, Dosby 1;;;, page %1:$%&1.
*. -arbara 2, Darsh, 7ouis -, 2antor.$he speath Gonioscopic Grading System. 7ast
Cpdated june %''*."vailable from
http588www.glaucomatoday.com8art8'*'*8clinstrat.pdf
?. =lyas #idarta% &lmu Penya"it 'ata, edisi ketiga. (akarta5 -alai Penerbit 6,C=, %'':.
4lm , %''$%11
:. ,ansky. ((, !cute ongesti(e !ngle losure Glaucoma in 2linical >phthalmology "
#ystemic "pproach, #iKth 1dition, -utterworth$ 4einemann 1lsevier, %''*, Page );1$);:.
@. ,hurana ".,, !cute Primary !ngle losure Glaucoma, 2hapter ;, in 2omprehensive
>phthalmology, 6ourth 1dition, Hew !elhi, Hew "ge =nternational 7imited Publisher, %'':,
%%*$%)1.
;. ,hurana, ".,. omprehensi(e Opthalmology. &th edition. Hew "ge =nternational (P
limited. Hew !elhi. %'':. 4al %'*$%'@
1'. 7im "rthur, !cute Primary losed !ngle Glaucoma 'ayor Glo)al Blending Pro)lem in
!cute Glaucoma, #ingapore Cniversity Press, Cniversity of #ingapore, %''%, page 1$1:.
11. .aughan, !aniel G, D!, "sbury, /aylor, D!, dan 9iordan$1va, Paul,
692#,692>phth. 1ditor0 !iana #usanto. Oftalmologi *mum. 1G2. (akarta. %'';.
hal0 1% dan %1%$%%;
12. http588www.seagig.org8toc8Gonioscopy(HD.pdf
27