Anda di halaman 1dari 59

BAB I

PENDAHULUAN
Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang
termasuk di Indonesia, dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi
pada anak, terutama usia dibawah 5 tahun.
1,2
Selain itu diare juga menjadi masalah kesehatan
yang paling umum bagi para pelancong dari negara-begara industry yang menguunjungi daerah-
daerah berkembang, terutama di daerah tropis. erkiraan konser!ati" menempatkan angka
kematian global dari penyakit diare sekitar dua juta kematian pertahun #1,$ juta-2,5 juta
kematian%, merupakan peringkat ketiga diantara semua penyebab kematian penyakit menular di
seluruh dunia.
2
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya "rekuensi de"ekasi lebih dari
biasanya #& ' kali(hari% disertai perubahan konsistensi tinja #menjadi cair%, dengan(tanpa darah
dan( atau lendir. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang
sebelumnya sehat. Diare kronik adalah diare yang berlanjut sampai 2 minggu atau lebih dengan
kehilangan berat badan atau berat badan tidak bertambah #"ailure to thri!e% selama masa diare
tersebut.
1
)erdapat banyak penyebab diare akut pada anak. ada sebagian besar kasus penyebanya
adalah in"eksi akut intestinum yang disebabkan oleh !irus, bakteri atau parasit, akan tetapi
berbagai penyakit lain juga dapat menyebabkan diare akut, termasuk sindroma malabsorbsi.
Diare karena !irus umunya bersi"at sel" limting, sehingga aspek terpenting yang harus
diperhatikan adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadi penyebab utama kematian dan
menjamin nutrisi untuk mencegah ga!irus merngguan pertumbuhan akibat diare.
1
BAB II
1
LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
*ama + ,n. -
.enis -elamin + /aki-laki
0sia + 1 tahun 1 bulan 5 hari
,gama + Islam
Suku bangsa + .awa
)empat ( tanggal lahir + .akarta, 12 Desember 222$
3uang 3awat + /antai 4 )im 5
,lamat + .l. -alibaru )imur 6III 3) 12(2' *o.42
Orangtua/ Wali
Ayah Ibu
*ama + )n. S *ama + *y.Sa
0sia + 44 tahun 0sia + '5 tahun
ekerjaan + 7uruh ekerjaan + Ibu 3umah )angga
,lamat + .l. -alibaru )imur ,lamat + .l. -alibaru )imur
8ubungan dengan orangtua + pasien merupakan anak kandung
II. ANAMNESIS
Dilakukan secara ,lloanamnesis dengan )n. S dan *y.Sa #bapak dan ibu kandung pasien%
2
/okasi + /antai 4 )im 5
)anggal + 19 .anuari 2214
)anggal :asuk + 1$ .anuari 2214
a. -eluhan 0tama
7ab cair sejak 1 hari sebelum masuk 3umah Sakit.
b. -eluhan )ambahan
:untah, demam, dan penurunan berat badan
c. 3iwayat enyakit Sekarang
asien datang ke I;D 3umah Sakit 0mum Daerah -oja diantar oleh orang tuanya
dengan keluhan bab cair sejak 1 hari sebelum masuk 3S. 7ab cair terjadi sebanyak 12<
dalam sehari, konsistensi cair disertai lendir dan berampas tetapi tidak ada darah namun
air lebih banyak dari ampas. .umlah 7,7 setiap kalinya banyak dan berwarna kuning
kehijauan. Diare dikeluhkan berbau busuk namun tidak berbau amis.
Selain itu pasien juga mengeluhkan adanya muntah sejak 1 hari sebelum masuk
rumah sakit, muntah yang dikeluhkan pasien terjadi sebanyak 12< dalam sehari dengan
jumlah yang banyak dan muntahan yang pertama berisi makanan namun sisanya hanya
air saja berwarna putih. Ibu pasien juga mengeluhkan adanya demam sejak 2 hari
sebelum masuk rumah sakit, terus menerus namun suhu tidak diukur.
Ibu pasien mengatakan saat terjadi keluhan pasien terlihat lebih rewel dan terlihat
kehausan dan meminta minum yang lebih sering dari biasanya. *a"su makan pasien
menjadi menurun sehingga sebulan sebelum diare 77 pasien 22 kg kemudian menjadi 15
kg setelah diare%. Ibu pasien mengaku jumlah dan "rekuensi 7,- nya masih sama seperti
3
sebelum sakit. Sebelumnya sakit ibu pasien mengatakan pasien tidak jajan sembarangan.
)idak ada keluhan lain seperti batuk, "lu, maupun nyeri perut.
d. 3iwayat enyakit Dahulu
Pnya!it U"ia Pnya!it U"ia Pnya!it U"ia
,lergi - Di"teria - .antung -
5acingan - Diare - ;injal -
Demam
7erdarah
- -ejang - Darah -
)yphoid - -ecelakaan - 3adang paru -
=titis - :orbili - )uberkulosis > #$ bulan%
arotitis - =perasi - 7atuk, pilek >
e. 3iwayat enyakit -eluarga
=rang tua pasien mengatakan di keluarga tidak ada yang menderita sakit yang sama
seperti pasien.
". 3iwayat -ehamilan dan ersalinan
KEHAMILAN :orbiditas -ehamilan )idak ada
erawatan ,ntenatal Ibu kontrol kehamilan di
bidan secara teratur
PERSALINAN )empat -elahiran uskesmas
enolong ersalinan 7idan
5ara ersalinan Spontan
4
:asa ;estasi 5ukup bulan
-eadaan 7ayi 77/ ? '$22 gr
7 ? 4@ cm
/- + tidak ingat
/angsung menangis #>%
-ulit kemerahan #>%
,;,3 Score + tidak tahu
-elainan bawaan + tidak
ada
-esan+ 3iwayat -ehamilan dan ersalinan 7aik
g. 3iwayat ertumbuhan dan erkembangan
ertumbuhan gigi I + usia @ bulan #*ormal+ 5-@ bulan%
sikomotor
)engkurap + usia 1 bulan #*ormal+ '-1 bulan%
Duduk + usia $ bulan #*ormal+ 1-@ bulan%
7erdiri + usia 12 bulan #*ormal+ @-12 bulan%
7erjalan + usia 1$ bulan #*ormal+ 12-19 bulan%
7icara + usia 12 bulan #*ormal+ @-12 bulan%
erkembangan pubertas
3ambut pubis + -
3ambut ketiak + -
5
;angguan perkembangan mental(emosi + tidak ada
-esan + 3iwayat ertumbuhan dan erkembangan baik, tidak ada keterlambatan.
h. 3iwayat :akanan
U"ia
#bulan$
ASI / PASI Buah / Bi"!uit Bubur Su"u Na"i Ti%
2-2 ,SI - - -
2-4 ,SI - - -
4-1 ,SI > - -
1-9 ,SI > S0S0 A > > -
9- sekarang ,SI > S0S0 A > > >
0mur di atas 1 tahun
&ni" Ma!anan 'r!un"i (an &u%lah
*asi( pengganti '<(hari, 1 porsi
Sayur 2<(minggu
)elur 1 butir(minggu
Ikan 1<(minggu
Daging 1-2<(minggu
)ahu 2 potong( minggu
6
)empe 2 potong( minggu
Susu #merk(takaran% Susu "ormula #setiap hari%
-esan+ 3iwayat :akanan 5ukup 7aik
i. 3iwayat Imunisasi
I%uni"a"i U%ur Wa!tu P%brian
Bulan Tahun
2 1 2 ' 4 1 @ 15 19 2 5 1
H)atiti" B I II III
B*+ I
DPT I II III I6 6
P,li, I II III I6 6 6I
*a%)a! I -
-esan+ Imunisasi dasar pasien lengkap tetapi belum melakukan imunisasi ulangan untuk
5ampak
j. 3iwayat -eluarga
1. 5orak 3eproduksi
*o
)gl /ahir
#0mur%
.enis
-elamin
8idup
/ahir
:ati
,bortus
:ati
#Sebab%
-eterangan
-esehatan
1
2@-2'-1@@9
#15 thn @ bln%
B - - - -
2
29-2@-222'
#12 thn ' bln%
B - - -
3iw. )75
#>% @,5
bulan
7
'
12-12-222$
#1 thn 1 bln%
/ B - - -
3iw. )75
#>% $
bulan
4
2'-29-2211
#2 thn 4 bln%
B - - - -
2. 3iwayat ernikahan
,yah Ibu
*ama )n. *y. Sa
erkawinan ke 1 1
0mur saat menikah 29 tahun 1$ tahun
endidikan terakhir SD SD
-eadaan kesehatan 7aik 7aik
-7 - B
-esimpulan riwayat keluarga+ )idak terdapat riwayat penyakit yang sama pada
keluarga. )erdapat riwayat )75 pada anak ke-2 dan ke-'. 3iwayat 8ipertensi,
Diabetes :elitus, dan ,sma tidak ada.
'. 3iwayat erumahan dan Sanitasi
asien tinggal bersama kedua orang tua dan ' orang saudaranya di sebuah rumah tinggal
milik orang tua pasien sendiri. -eadaan rumah terletak di daerah yang padat penduduk,
pencahayaan cukup, dan !entilasi cukup. Sumber air bersih dari air ,:. ,ir limbah
rumah tangga disalurkan dengan baik dan pembuangan sampah setiap harinya diangkut
oleh petugas kebersihan. -edua orangtua pasien tidak merokok.
-esan + -esehatan lingkungan tempat tinggal pasien cukup baik.
III. PEMERIKSAAN 'ISIK
Dilakukan pada tanggal 19 .anuari 2214
8
-eadaan 0mum + ta%)a! "a!it "(ang
-esadaran + compos mentis
Data ,ntropometri + 7erat 7adan + 15 kg
)inggi 7adan + @2 cm
/ingkar -epala + 55,5 cm #%a!r,-)hali$
Status ;iCi
7erat 7adan ? 15 kg, )inggi 7adan ? @2 cm, 0sia ? 1 tahun 1 bulan
77(0 ? 15( 21 < 122D ? $1,4 D
)7(0 ? @2( 115 < 122D ? 92 D
77()7 ? 15( 14 < 122D ? 12$ D
7erdasarkan kriteria 5D5 data di atas maka dapat disimpulkan bahwa status giCi
pasien tersebut merupakan giCi normal.
9
10
#Dilakukan pada tanggal 19 .anuari 2214%
)anda 6ital
)D + @2($2 mm8g
*adi + 122 < ( menit, teratur, isi cukup
3espirasi + 24 <( menit, teratur, kedalaman cukup
Suhu + '1.4
o
5
-ulit + sawo matang, ikterik #-%, sianosis #-%, kelembaban normal,
tidak ada e"loresensi yang bermakna.
-epala dan /eher
-epala + Ma!r,-)hali, ubun.ubun "(i!it -!ung, rambut
warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut
:ata + pupil bulat isokhor, re"leks cahaya langsung >(>, re"leks
cahaya tidak langsung >(>, konjungti!a anemis -(-, sclera
ikterik -(-, %ata -!ung ///
8idung + bentuk normal, septum de!iasi #-%, na"as cuping hidung -(-
sekret -(-
)elinga + :embran timpani intake, sekret -(-
:ulut + bibir merah muda, %u!,"a !ring #/$, stomatitis #-%,
sianosis #-%, trismus #-%
/idah + normoglosus, basah, tepi tidak hiperemis, tremor #-%
;igi ;eligi + 5aries #-%
11
0!ula + tepat di tengah
)onsil + )1()1 tidak hiperemis, detritus #-%, kripta #-%
)enggorokan + "aring tidak hiperemis
/eher + -;7 dan kelenjar tiroid tidak teraba membesar.
)hora<
Paru
Inspeksi + bentuk dada normal, simetris, e"loresensi primer dan
sekunder #-%, gerakan pernapasan simetris, irama teratur,
tipe abdomino-thoracal, retraksi sela iga #-%
alpasi + gerak na"as simetris
erkusi + sonor di semua lapang paru
,uskultasi + suara na"as !esikuler, rhonchi -(- wheeCing -(-
&antung
Inspeksi + ictus cordis tidak tampak
alpasi + ictus cordis teraba
erkusi + redup
,uskultasi + 7. I-II regular, murmur #-%, gallop #-%
12
,bdomen
Inspeksi + bentuk datar, tidak tampak e"loresensi yang bermakna
,uskultasi + bi"ing u"u" / %ning!at
alpasi + supel, turg,r !urang #0 (ti!$
erkusi + timpani di semua kuadran abdomen, ascites #-%
;enitalia + rambut pubis #-%
,nus + prolaps ani #-%, lecet di daerah ani #-%
Ekstremitas + akral hangat, sianosis #-%, ptekie #-%, 53) F 2G
R1l!" Kanan Kiri
3e"leks Aisiologis+
7iceps
)riceps
atella
>
>
>
>
>
>
3e"leks atologis+
7abinski - -
)anda 3angsang
:eningeal
-aku kuduk
7rudCinsky I
7rudCinsky II
-
-
-
-
-
-
-
-
13
-erniH - -
I2. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
emeriksaan laboratorium pertama kali tanggal 1$ .anuari 2214
&ni" P%ri!"aan Ha"il Nilai N,r%al
8ematologi
8emoglobin
/eukosit
8ematokrit
)rombosit
14,5 g(d/
34.566 /uL
41D
370.666 /uL
1',$ I 1$,5 g(d/
4222 I @122 (u/
42 I 51 D
11'222 I ''$222( u/
;lukosa sewaktu 11 mg(dl 12 I 122 mg(dl
Elektrolit
*a
-
5l
489 mmol(l
'.@1 mmol(l
@@ mmol(l
1'4 I 141 mmol(l
',4 I 4,5 mmol(l
@1 I 129 mmol(l
Ha"il lab,rat,riu% 'L (an Darah Lng!a) )a(a tanggal :6 &anuari :648
P%ri!"aan Ha"il Nilai N,r%al
'AE*ES # Tin;a Rutin$
Warna -0*I*;
14
K,n"i"tn"i /E:7E-
Pu" *egati"
Mi!r,"!,)i"
Lu!,"it 1-2
Eritr,"it 2-1
E)itl >1
A%ilu% *egati"
Srat Tu%buhan *egati"
Tlur -a-ing A"-ari" Lu%bri-,i(" /4
Lain < lain Ba!tri /3
&ni" P%ri!"aan Ha"il Nilai N,r%al
8ematologi /engkap+
8emoglobin
/eukosit
8ematokrit
Eritrosit
:56
:58
:585
8itung .enis+
7aso"il
12,5
$.222
'1
4.92
9=
21
'5
2
1',5 I 1$,5 gr(d/
4.122 I 12.@22( u/
'4-45 D
4,1 I 1,1 jt(u/
$@ I @2 "l
21 I '2 pg
'2 I '$ g(dl
2 I 1 D
15
Eosino"il
7atang
Segmen
/im"osit
:onosit
7
6
'1
44
4:
1I $ D
2 I 1 D
'4 I $2 D
22 I 5' D
2 I 1 D
)rombosit '2@.222 11'.222 I ''$.222(u/
/ED 12 F12 mm(jam
3DJ 1',5 11,1 -14,9 D
2. RESUME
,nak -, usia 1 tahun 1 bulan datang ke I;D 3umah Sakit 0mum Daerah -oja diantar
oleh orang tuanya dengan keluhan diare sejak 1 hari sebelum masuk 3S. Diare dirasakan K 12<
dalam waktu tersebut, konsistensi cair disertai lendir dan berampas namun lebih banyak air
dibandingkan ampas, tidak ada darah. .umlah 7,7 setiap kalinya banyak dan berwarna kuning
kehijauan. Diare juga dikeluhkan berbau busuk. Selain itu pasien juga mengeluhkan adanya
muntah sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, muntah yang dikeluhkan pasien terjadi
sebanyak 12< dengan jumlah yang banyak dan muntahan yang pertama berisi makanan namun
sisanya hanya air saja berwarna putih. Ibu pasien juga mengeluhkan adanya demam sejak 2 hari
sebelum masuk rumah sakit, terus menerus namun suhu tidak diukur. Saat ini pasien terlihat
lebih rewel dan terlihat kehausan. Serta na"su makan pasien menurun sehingga terjadi penurunan
77 sebanyak 5 kg sejak diare. Ibu pasien mengaku jumlah dan "rekuensi 7,- nya masih sama
seperti sebelum sakit.
ada pemeriksaan "isik didapatkan keadaan umum pasien tampak sakit sedang dengan
kesadaran compos mentis. 0ntuk status giCi pasien berdasarkan kriteria 5D5 dapat disimpulkan
16
bahwa status giCi pasien tersebut merupakan giCi normal. ada pemeriksaan tanda !ital
didapatkan )D + @2($2 mm8g , nadi+ 122 < ( menit, teratur, isi cukup, respirasi+ 24 <( menit,
teratur, kedalaman cukup, dan suhu+ '1.4
o
5. ada pemeriksaan status generalis untuk kepala
ditemukan makrocephali, ubun-ubun sedikit cekung, dan mata cekung ///. 0ntuk mulut
ditemukan mukosa tampak kering, serta pada abdomen didapatkan turgor kurang #1 detik%. Dari
pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya leukositosis, peningkatan eosino"il #9D%,
peningkatan monosit #12D%, telur cacing ,scaris /umbricoides >1 dan bakteri >'.
2I. DIA+NOSIS KER&A
Diare ,kut dengan Dehidrasi Sedang et causa In"eksi 7akteri ,kut
,scariasis
2II. DIA+NOSIS BANDIN+
Diare ,kut dengan Dehidrasi Sedang et causa In"eksi 7akteri ,kut
,scariasis
Diare ,kut dengan Dehidrasi Sedang et causa In"eksi 6irus
2III. PEMERIKSAAN AN&URAN
-
17
I>. TERAPI
*on medikamentosa + )irah 7aring
Edukasi ibu tentang pemberian makanan bergiCi
:edikamentosa + I6AD -aEn'7 1252 cc(24jam
Inj. :eropenem ' < '22 mg i!
Inj. 3anitidin ' < 15 mg i!
Inj. =ndancentron ' < 2 mg i!
InterCinc 1< 22 mg
5) ' < 5th 11(2
6ermi<
>. PRO+NOSIS
,d 6itam + ,d 7onam
,d Aungtionam + ,d 7onam
,d Sanationam + Dubia ,d 7onam
18
',ll,? U)
',ll,? U) Tanggal 47 &anuari :648
S O A P
7ab semalam 12<
#pagi 1<%, ampas & air,
lendir #>%, darah #-%,
warna kuning
kehijauan, demam #>%,
muntah #>% 12<
)D+ @2($2
* + 122 < ( menit,
teratur, isi cukup
33 + 24 <( menit,
teratur, kedalaman
cukup
S+ '1.4
o
5
0bun-ubun sedikit
cekung
:ata cekung ///
:ukosa mulut tampak
kering
)urgor abdomen
kurang #1 detik%
Diare ,kut Dehidrasi
Sedang ec In"eksi
7akteri ,kut
I6AD -aEn'7 1252
cc(24jam
Inj. :eropenem ' <
'22 mg i!
Inj. 3anitidin ' < 15
mg i!
Inj. =ndancentron ' <
2 mg i!
InterCinc 1< 22 mg
5) ' < 5th 11(2
',ll,? U) Tanggal 45 &anuari :648
S O A P
7ab cair '< lendir
#>%, ampas #>%
Demam #-%
:untah #-%
)D+ @2($2
* + 122 < ( menit,
teratur, isi cukup
33 + 25 <( menit,
teratur, kedalaman
cukup
S+ '1.5
o
5
Diare ,kut Dehidrasi
Sedang ec In"eksi
7akteri ,kut dalam
perbaikan perawatan
hari ke-2
I6AD -aEn'7 1252
cc(24jam
Inj. :eropenem ' <
'22 mg i!
Inj. 3anitidin ' < 15
mg i!
Inj. =ndancentron ' <
19
0bun-ubun sedikit
cekung
:ata cekung ///
:ukosa mulut tampak
kering
)urgor abdomen
kurang #1 detik%
2 mg i!
InterCinc 1< 22 mg
5) ' < 5th 11(2
',ll,? U) Tanggal :6 &anuari :648
S O A P
-eluhan #-%
-eluar cacing 1 ekor
dari anus kemarin
sore
)D+ @2(12
* + @2 < ( menit,
teratur, isi cukup
33 + 24 <( menit,
teratur, kedalaman
cukup
S+ '1.$
o
5
:ata cekung ./.
Diare ,kut Dehidrasi
Sedang ec In"eksi
7akteri ,kut dalam
perbaikan perawatan
hari ke-'
I6AD -aEn'7 1252
cc(24jam
Inj. :eropenem ' <
'22 mg i!
Inj. 3anitidin 2 < 15
mg i!
InterCinc 1< 5th 1
5) ' < 5th 11(2 #k(p%
',ll,? U) Tanggal :4 &anuari :648
S O A P
-eluhan #-% )D + -
* + 92 < ( menit,
teratur, isi cukup
33 + 22 <( menit,
Diare ,kut Dehidrasi
Sedang ec In"eksi
7akteri ,kut dalam
perbaikan perawatan
hari ke-4 disertai
I6AD -aEn'7 1252
cc(24jam
Inj. :eropenem ' <
'22 mg i!
20
teratur, kedalaman
cukup
S+ '$
o
5
:ata cekung ./.
emeriksaan
/aboratorium #22-21-
2214% + peningkatan
eosino"il #9D%,
peningkatan monosit
#12D%, telur cacing
,scaris /umbricoides
>1 dan bakteri >'.
,scariasis Inj. 3anitidin 2 < 15
mg i!
InterCinc 1< 5th 1
5) ' < 5th 11(2 #bila
perlu%
6ermi<
',ll,? U) Tanggal :: &anuari :648
S O A P
-eluhan #-% )D + -
* + 92 < ( menit,
teratur, isi cukup
33 + 24 <( menit,
teratur, kedalaman
cukup
S+ '1,1
o
5
:ata cekung ./.
emeriksaan
/aboratorium #22-21-
2214% + peningkatan
eosino"il #9D%,
peningkatan monosit
#12D%, telur cacing
Diare ,kut Dehidrasi
Sedang ec In"eksi
7akteri ,kut dalam
perbaikan perawatan
hari ke-5 disertai
,scariasis
I6AD -aEn'7 1252
cc(24jam
Inj. :eropenem ' <
'22 mg i!
Inj. 3anitidin 2 < 15
mg i!
InterCinc 1< 5th 1
5) ' < 5th 11(2 #bila
perlu%
6ermi<
21
,scaris /umbricoides
>1 dan bakteri >'.
Pa(a tanggal ::.64.:648 )a"in (i)rb,lh!an )ulang (ngan ,bat ,ral yang (ibri!an @
IntrAin- 4 B *th IC P*T 44/: #bila )rlu$C 2r%iB.
22
BAB III
ANALISIS KASUS
,nak -, usia 1 tahun 1 bulan datang dengan keluhan diare sejak 1 hari SMRS. Diare
dirasakan 10x dalam waktu tersebut, konsistensi cair disertai lendir dan berampas namun
lebih banyak air dibandingkan ampas, tidak ada darah termasuk dalam de"inisi (iar a!ut yaitu
buang air besar pada bayi atau anak lebih dari ' kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja
menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu.
-onsistensi 7,7 cair disertai lendir dan berampas namun lebih banyak air
dibandingkan ampas, tidak ada darah. .umlah 7,7 setiap kalinya banyak dan berwarna kuning.
Diare juga dikeluhkan berbau busuk. -arakteristik tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan
terjadinya mekanisme patogen di usus halus. 8al ini dapat disebabkan oleh !irus atau bakteri
enterotoksigenik, atau parasit. *amun lebih disebabkan oleh in1!"i ba!tri a!ut karena in"eksi
bakteri cenderung meningkat pada musim hujan, dengan !olume tinja sedikit-banyak, "rekuensi
sering, konsistensi cair-lembek, dan dapat berbau busuk atau amis. -emudian adanya demam
sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit, terus menerus. Demam sering terjadi akibat in"eksi
bakteri atau !irus yang mengin!asi ke dalam sel epitel usus Dari pemeriksaan laboratorium
23
ditemukan adanya leukositosis, peningkatan monosit #12D%, serta pada pemeriksaan tinja rutin
ditemukan bakteri >'.
Selain itu pasien juga mengeluhkan adanya muntah sejak 1 hari sebelum masuk rumah
sakit, muntah yang dikeluhkan pasien terjadi sebanyak 10x dengan jumlah yang banyak dan
muntahan yang pertama berisi makanan namun sisanya hanya air saja berwarna putih.
menyebabkan terjadinya kehilangan cairan pada pasien yang mengakibatkan pasien mengalami
dehidrasi. ,dapun dehidrasi pada pasien tergolong (hi(ra"i "(ang berdasarkan data yang
didapatkan dari anamnesis yaitu pasien terlihat lebih rewel dan terlihat kehausan, serta pada
pemeriksaan "isik didapatkan ubun-ubun sedikit cekung, mata cekung +/+, mukosa mulut tampak
kering, pada abdomen didapatkan turgor kurang ! detik" serta penurunan ## sebanyak $ kg
sejak diare%
enentuan Derajat Dehidrasi :enurut Sistem engangkaan- :aurice -ing
8asil yang didapat pada penderita diberi angka 2,1, atau 2 sesuai dengan tabel kemudian
dijumlahkan. *ilai+ 2-2 ? ringan, 3.0 D S(ang, $-12 ? 7erat
24
enentuan Derajat Dehidrasi :enurut J8= 1@@5
Ibu pasien mengatakan keluar cacing 1 ekor dari anus pada tanggal 1@ .anuari 2214 dan
pada pemeriksaan tinja rutin ditemukan peningkatan eosino"il #9D% dan telur cacing &scaris
'umbricoides (1 menunjukan a(anya inE"ta"i -a-ing )a(a tubuh )a"in #A"!aria"i"$
)erapi untuk diare akut dengan dehidrasi ringan sedang adalah rehidrasi, dengan oral
rehydration solution #=3S%. Dehidrasi ringan sedang sesuai dengan plan 7 J8= diberikan =3S
selama 4-1 jam pertama. 0ntuk berat badan pasien #1 kg%, digunakan 422-$22 ml =3S diberikan
dengan cara meminumkan sedikit demi sedikit secara sering. .ika pasien muntah, ditunggu 12
menit kemudian dilanjutkan meminum =3S namun dilakukan lebih lambat #1 sendok makan
setiap 2-' menit%. Setelah 4-1 jam, dilakukan penilaian kembali dan klasi"ikasikan derajat
dehidrasi.
25
ada pasien ini diberikan cairan parenteral I6AD -aE* '7 sebagai cairan rumatan
dengan rumus 1222 > 52 < #77 I 12%. :aka kebutuhan cairan pada pasien adalah 1252 cc(24
jam ? 52 cc(jam. Sebagai tatalaksana suporti" diberikan pula +
InterCinc 1 < 5th 1#22 mg%( Linc sul"ate sebagai pelengkap cairan rehidrasi oral terbukti
memberikan man"aat mempercepat masa sakit dan mengurangi keparahan. Dasarnya
pemikiran penggunaan Cinc dalam pengobatan diare akut didasarkan pada e"eknya terhadap
"ungsi imun atau terhadap struktur dan "ungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan
epitel saluran cerna selama diare. emberian Cinc pada diare dapat meningkatkan absorpsi air
dan elektrolit oleh usus halus, meningkatkan kecepatan regenerasi epitel usus, meningkatkan
jumlah brush border apical, dan meningkatkan respon imun yang mempercepat pembersihan
patogen dari usus.
,ntibiotik sebenarnya hanya dianjurkan pada kasus kasus tertentu seperti kecurigaan
terhadap disentri, kolera, dan parasit. ada pasien ini diberikan meropenem '<'22 mg #i!%,
hal ini disebabkan karena pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya bakteri >' dan
leukositosis.
aracetamol sebagai antipiretik digunakan untuk menurunkan demam pasien.
0ntuk orangtua pasien diberikan edukasi untuk pencegahan diare yaitu
Sterilisasi botol minum setiap sebelum pemberian susu "ormula agar tidak terjadi
kontaminasi kuman
ersiapan dan penyimpanan makanan secara bersih
;unakan air bersih dan matang untuk minum
-ebiasaan mencuci tangan sebelum menyiapkan dan memberi makan pada anak
:embuang tinja di jamban
emberian makan giCi seimbang
rognosis Huo ad !itam untuk pasien ini bonam, karena bila kita dapat mengobati diare
sesuai dengan prosedur penanganan diare yang ada, maka kasus diare pada anak akan sembuh
dalam waktu kurang dari $ hari. rognosis Huo ad "unctionam bonam, karena dengan
penanganan yang baik sel-sel usus dapat melakukan regenerasi dengan baik dan dapat ber"ungsi
26
baik kembali. rognosis ad sanasionam adalah dubia ad bonam karena pasien masih dapat
terpapar "aktor-"aktor penyebab diare terutama jika orangtua tidak melaksanakan pencegahan
diare. =leh sebab itu diperlukan edukasi yang baik terhadap orangtua pasien.
BAB I2
TIN&AUAN PUSTAKA
De"inisi
27
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya "rekuensi de"ekasi lebih dari
biasanya #& ' kali(hari% disertai perubahan konsistensi tinja #menjadi cair%, dengan(tanpa darah
dan( atau lendir. Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang
sebelumnya sehat.
1
Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari ' kali perhari, disertai
perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung
kurang dari satu minggu. ada bayi yang minum ,SI sering "rekuensi buang air besar lebih dari
'-4 kali perhari, keadaan ini tidak dapat disebut diare, tetapi masih bersi"at "isiologis atau
normal. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare , tetapi
merupakan intoleransi laktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran
cerna. 0ntuk bayi yang minum ,SI secara eksklusi" de"inisi diare yang praktis adalah
meningkatnya "rekuensi buang air besar atau konsistesinya menjadi cair yang menurut ibunya
abnormal atau tidak seperti biasanya. -adang-kadang pada seorang anak buang air besar kurang
dari ' kali perhari, tetapi konsistesinya cair, keadaaan ini sudah dapat disebut diare
2
Diare kronik adalah diare yang berlanjut sampai 2 minggu atau lebih dengan tersebut.
1
Etiologi
enyebab diare dapat dibagi menjadi 2 bagian ialah penyebab langsung dan penyebab tidak
langsung atau "aktor-"aktor yang dapat mempengaruhi atau mempercepat terjadinya diare. Dapat
dibagi dalam beberapa "aktor+
1. Aaktor in"eksi
ada saat ini, dengan kemajuan dibidang teknik laboratorium telah dapat
diidenti"ikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare
pada anak dan bayi. enyebab in"eksi utama timbulnya diare umumnya adalah golongan
!irus, bakteri dan parasit. dua tipe dasar dari diare akut oleh karena in"eksi adalah non-
in)lamatory dan in)lammatory%
28
Enteropatogen menimbulkan non-in)lamatory diare melalui produksi enterotoksin
oleh bakteri, destruksi sel permukaan !illi oleh !irus, perlekatan oleh parasit, perlekatan
dan( atau translokasi dari bakteri. Sebaliknya in)lammatoyi diare biasanya disebabkan
oleh bakteri yang mengin!asi usus secara langsung atau memproduksi sitotoksin.
2,'
In"eksi internal yaitu in"eksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama
diare pada anak.
a. In"eksi 7akteri + Shigella, Salmonella, E.5oli, 5lostridium er"ringens,
Sta"ilokokus ,ureus.
b. In"eksi 6irus + 3ota!irus, ,deno!irus.
c. In"eksi arasit + rotoCoa, Entamoeba 8istolytica, ;iardia /amblia,
7alantidium 5oli, ,scaris, )richiuris, .amur.
+OLON+AN BAKTERI +OLON+AN 2IRUS +OLON+AN PARASIT
Aeromonas ,stro!irus 7alantidiom coli
Bacillus cereus 5alci!irus #*oro!irus, Sapo!irus% 7lastocystis homonis
Canpilobacter jejuni Enteric adeno!irus 5rytosporidium par!um
Clostridium perfringens 5orona !irus Entamoeba histolytica
Clostridium defficile 3ota!irus ;iardia lamblia
Eschercia coli *orwalk !irus Isospora belli
Plesiomonas shigeloides 8erpes simplek !irus Strongyloides stercoralis
Salmonella 5ytomegalo!irus )richuris trichiura
Shigella
Staphylococcus aureus
Vibrio cholera
Vibrio parahaemolyticus
Yersinia enterocolitica
)abel 1. enyebab diare akut yang dapat menyebabkan diare pada manusia
29
)abel 2. )abel Enteropatogen pathogen penyebab diare yang tersering berdasarkan umur
4
2. Aaktor :alabsorpsi, meliputi+
a. -arbohidrat + disakarida #laktosa, maltosa, sukrosa%, monosakarida #glukosa, "ruktosa,
galaktosa%.
b. /emak
c. rotein + terutama asam amino
'. :akanan + makanan basi, belum waktunya diberikan
4. -eracunan + makanan beracun #bakteri+ 5lostridium 7otulinum, Sta"ilokokus%
5. ,lergi + alergi susu dan alergi makanan.
5ara penularan dan Aaktor 3esiko
2

5ara penularan diare pada umumnya melalui cara "ekal-oral melalui makanan atau minuman
yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-
barang yang telah tercemar tinja penderita atau tidak langsung melalui lalat #melalui 4A ?
)ingers, )lies, )luid, )ield%
30
Aaktor resiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen antara lain+ tidak memberikan
,SI secara penuh untuk 4-1 bulan pertama kehidupan bayi, tidak memadai penyediaan air bersih,
pencemaran air oleh tinja, kurangnya sarana kebersihan , tidak higienis dan cara penyapihan
yang kurang baik. Selain hal-hal tersebut beberapa "aktor pada penderita dapat meningkatkan
kecenderungan untuk dijangkiti diare antara lain+ giCi buruk, imunode"isiensi, berkurangnya
keasaman lambung, menurunnya motilitas usus, menderita campak dalam 4 minggu terakhir dan
"aktor genetic.
Aaktor 0mur.
Sebagian besar episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insidensi
tertinggi terjadi pada kelompok umur 1-11 bulan pada saat diberikan makanan
pendamping ,SI. ola ini menggambarkan kombinasi e"ek penurunan kadar
antibodi ibu, kurangnya kekebalan akti" bayi, pengenalan makanan yang mungkin
terkontaminasi bakteri tinja dan kontak langsung dengan tinja manusia atau binatang
pada saat bayi mulai merangkak.
In"eksi asimptomatik
Sebagian besar in"eksi usus bersi"at asimptomatik dan proporsi asimtomatik ini
meningkat setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas akti". ada
in"eksi asimptomatik yang mungkin berlangsung beberapa hari atau minggu, tinja
penderita mengandung !irus, bakteri, atau kista protoCoa yang in"eksius. =rang
dengan in"eksi asimptomatik berperan penting dalam penyebaran banyak
enteropatogen terutama bila mereka tidak menyadari adanya in"eksi, tidak menjaga
kebersihan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.
Aaktor :usim
6ariasi pola musiman diare dapat terjadi menurut letak geogra"is. Di daerah sub
tropik, diare karena bakteri lebih sering terjadi pada musim panas, sedangkan diare
karena !irus terutama rota!irus puncaknya terjadi pada musim dingin. Di daerah
tropik #termasuk Indonesia% diare yang disebabkan oleh rota!irus dapat terjadi
31
sepanjang tahun dengan peningkatan sepanjang musim kemarau, sedangkan diare
karena bakteri cenderung meningkat pada musim hujan.
atogenesis
1

Sesuai dengan perjalanan penyakit diare, pathogenesis penyakit diare dibagi atas+
a. Diare ,kut
atogenesis diare akut oleh in"eksi pada garis besarnya dapat digambarkan sebagai
berikut+
- :asuknya mikroorganisme ke dalam saluran pencernaan
- 7erkembangbiaknya mikroorganisme tersebut setelah berhasil melewati asam
lambung
- Dibentuknya toksin #endotoksin% oleh mikroorganisme
- ,danya rangsangan pada mukosa usus yang menyebabkan terjadinya hiperperistaltik
dan sekresi cairan usus mengakibatkan terjadinya diare.
b. Diare -ronik
atogenesis diare kronik lebih rumit karena terdapat beberapa "aktor yang satu sama lain
saling mempengaruhi.
Aaktor-"aktor tersebut antara lain+
- In"eksi 7akteri
:isalnya E)E5 #Enterogenic )o<igenic E.5oli% yang sudah resisten terhadap obat.
.uga diare kronik dapat terjadi kalau ada pertumbuhan bakteri berlipat ganda #o!er
growth% dari bakteri non patogen, seperti seudomonas, -lebsiella dsb.
32
- In"eksi parasit+ terutama E.8ystolitica, ;iardia /amblia, )richiuris )richiura,
5andida, dsb.
- -- # -ekurangan -alori rotein%
ada penderita -- terdapat atro"i semua organ termasuk atro"i mukosa usus halus,
mukosa lambung, hepar dan pankreas. ,kibatnya terjadi de"isiensi enCim yang
dikeluarkan oleh organ-organ tersebut #lactase, maltase, sukrase, 85l, tripsin,
pankreatin, lipase, dsb% yang menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dan
diabsorpsi dengan sempurna. :akanan yang tidak absorpsi tersebut akan
menyebabkan tekanan osmotic koloid di dalam lumen usus meningkat menyebabkan
terjadinya diare osmotic. Selain itu juga akan menyebabkan o!ergrowth bakteri yang
akan menambah beratnya malabsorpsi dan in"eksi.
33
atogenesis terjadinya diare yang disebabkan !irus yaitu !irus yang menyebabkan diare
pada manusia secara selekti" mengin"eksi dan menghancurkan sel-sel ujung !illus pada usus
halus. 7iopsi usus halus menunjukkan berbagai tingkat penumpukan !illus dan in"iltrasi sel
bundar pada lamina propria. erubahan-perubahan patologis yang diamati tidak berkolerasi
dengan keparahan gejala-gejala klinis dan biasanya sembuh sebelum penyembuhan diare.
34
:ukosa lambung tidak terkena walaupun biasanya digunakan istilah MgastroenteritisG, walaupun
pengosongan lambung tertunda telah didokumentasi selama in"eksi birus *orwalk.
6irus akan mengin"eksi lapisan epithelium di usus halus dan menyerang !illus di usus
halus. 8al ini menyebabkan "ungsi absorpsi usus halus terganggu. Sel-sel epitel usus halus yang
rusak diganti oleh eritrosit yang baru berbentuk kuboid yang belum matang sehingga "ungsinya
belum baik. 6illus mengalami atro"i dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan
baik. Selanjutnya cairan dan makanan yang tidak terserap(tercerna akan meningkatkan tekanan
koloid osmotic usus dan terjadi hiperperistaltik usus sehingga cairan beserta makanan yang tidak
terserap terdorong keluar usus melalu anus, menimbulkan diare osmotic dari penyerapan air dan
nutrient yang tidak sempurna.
ada usus halus enterosit !illus sebelah atas adalah sel-sel yang terdi"erensiasi yang
mempunyai "ungsi pencernaan seperti hidrolisis disakarida dan "ungsi penyerapan seperti
transport air dan elektrolit melalui pengangkut bersama #kotransporter% glukosa dan asam enCim
hidro"ilik tepi bersilia dan merupakan pensekresi #secretor% air dan elektrolit. Dengan demikian
in"eksi !irus selekti" sel-sel ujung !illus usus menyebabkan #1% ketidakseimbangan rasio
penyerapan cairan usus terhadap sekresi, dan #2% malabsorpsi karbohidrat kompleks, terutama
laktosa.
ada hospes normal, in"eksi ekstra-intestinal sangat jarang walaupun penderita terganggu
imun dapat mengalami keterlibatan hati dan ginjal. -enaikan kerentanan bayi #disbanding anak
yang lebih tua dan dewasa% sampai morbiditas berat dan mortalitas gastroenteritis !irus dapat
berkaitan dengan sejumlah "aktor termasuk penurunan "ungsi cadangan usus, tidak ada imunitas
spesi"ik, dan penurunan mekanisme pertahanan hospes nonspesi"ik seperti asam lambung dan
mukus.
Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yan gberhubungan dengan
pengaturan transport ion dalam sel-sel usus c,:, c;:, dan 5a dependent. atogenesis
terjadinya diare oleh salmonella, shigella, E.5oli agak berbeda dengan pathogenesis diare oleh
!irus tetapi prinsipnya hampir sama. 7edanya bakteri ini dapat menembus #in!asi% sel mukosa
usus halus sehingga dapat menyebabkan reaksi sistemik. )oksin shigella juga dapat masuk ke
35
dalam serabut sara" otak sehingga menimbulkan kejang. Diare oleh kedua bakteri ini dapat
menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri.
2
:ani"estasi -linis
2

In"eksi usus menimbulkan tanda dan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bila
terjadi komplikasi ekstraintestinal termasuk mani"estasi neurologis. ;ejala gastrointestinal bisa
berupa diare, kram perut dan muntah. Sedangkan mani"estasi sistemik ber!ariasi tergantung pada
penyebabnya.
enderita dengan diare cair mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah ion natrium,
klorida, bikarbonat. -ehilangan air dan elektrolit ini bertambah bila ada muntah dan kehilangan
air juga meningkat bila ada panas. 8al ini dapat menyebabkan dehidrasi, asidosis metabolik, dan
hipokalemia. Dehidrasi merupakan keadaan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan
hi!olemia, kolaps kardio!askuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Dehidrasi yang
terjadi menurut tonisitas plasma dapat berupa dehidrasi isotonik, dehidrasi hipertonik
#hipernatremi% atau dehidrasi hipotonik.
7ila terdapat panas dimungkinkan karena proses peradangan atau akibat dehidrasi. anas
badan umum terjadi pada penderita dengan in)lammatory diare. *yeri perut yang lebih hebat dan
tenesmus yang terjadi pada perut bagian bawah serta rectum menunjukan terkenanya usus besar.
:ual dan muntah adalah sintomp yang non spesi"ik akan tetapi muntah disebabkan oleh
karean organisme yang mengin"eksi saluran cerna bagian atas seperti + enteric !irus, bakteri yang
memproduksi enterotoksin, *iardia, dan +ryptosporidium.
:untah juga sering terjadi pada non in)lammatory diare biasanya penderita tidak panas
atau hanya sub"ebris, nyeri perut periumbilikal tidak berat, watery diare menunjukan bahwa
sakluran cerna bagian atas yang terkena.
36
R,taEiru" Shiglla Sal%,nlla ETE* EIE* K,lra
+;ala !lini" @
Ma"a Tuna"
Pana"
MualC %untah
Nyri )rut
Nyri !)ala
la%anya "a!it
1$-$2 jam
>
Sering
)enesmus
-
5-$ hari
24-49 jam
>>
.arang
)enesmus, kramp
>
&$hari
1-$2 jam
>>
Sering
)enesmus,kolik
>
'-$ hari
1-$2 jam
-
>
-
-
2-' hari
1-$2 jam
>>
-
)enesmus, kramp
-
!ariasi
49-$2 jam
-
Sering
-ramp
-
' hari
Si1at tin;a@
2,lu%
'r!un"i
K,n"i"tn"i
Darah
Bau
Warna
Lu!,"it
Lain.lain
Sedang
5-12<(hari
5air
-
/angu
-uning hijau
-
anore<ia
Sedikit
&12<(hari
/embek
>
-
:erah-hijau
>
-ejang>
Sedikit
Sering
/embek
-adang
7usuk
-ehijauan
>
Sepsis >
7anyak
Sering
5air
-
-
)ak berwarna
-
:eteorismus
Sedikit
Sering
/embek
>
-
:erah-hijau
-
In"eksi sistemik>
7anyak
)erus menerus
5air
-
,mis khas
Seperti air cucuian beras
-
-
)abel '. ;ejala -has Diare ,kut oleh 7erbagai enyebab
2
Diagnosis
1

1. ,namnesis
ada anamnesis perlu ditanyakan hal-hal sebagai berikut+ lama diare, "rekuensi , !olume,
konsistensi tinja, warna, bau, ada(lendir dan darah. 7ila disertai muntah, !olume, dan
37
"rekuensinya. -encing+ biasa, berkurang, jarang, atau tidak kencing dalam 1-9 jam
terakhir. :akanan dan minuman yang diberikan selama diare. ,dakah panas atau
penyakit lain yang menyertai seperti+ batuk, pilek, otitis media, campak. )indakan yang
telah dilakukan ibu selama anak diare+ member oralit, membawa berobat ke uskesmas,
atau ke 3umah Sakit dan obat-obatan yang diberikan serta riwayat imunisasinya.
2. emeriksaan "isik
2
ada pemeriksaan "isik perlu diperiksa+ berat badan, suhu tubuh, "rekuensi denyut
jantung dan pernapasan serta tekanan darah. Selanjutnya perlu dicari tanda-tanda utama
dehidrasi+ kesadaran, rasa haus, dan turgor kulit abdomen dan tanda-tanda tambahan
lainnya+ ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata+ cekung atau tidak, ada atau tidak
adanya air mata, bibir, mukosa mulut, dan lidah kering atau basah.
ernapasan yang cepat dan dalam indikasi adanya asidosis metabolik. 7ising usus yang
lemah atau tidak ada bila terdapat hipokalemia. emeriksaan ekstremitas perlu karena
per"usi dan capillary re"ill dapat menentukan derajat dehidrasi yang terjadi.
enilaian beratnya atau derajat dehidrasi dapat ditentukan dengan cara+ obyekti" yaitu
dengan membandingkan berat badan sebelum dan selama diare. Subyekti" dengan
menggunakan kriteria J8=, Skor :aurice -ing, kriteria ::J3 dan lain-lain dapat
dilihat pada tabel berikut.
38
)abel 4. enentuan Derajat Dehidrasi :enurut ::J3 222'
2
39
)abel 5. enentuan Derajat Dehidrasi :enurut J8= 1@@5
)abel 1. enentuan Derajat Dehidrasi :enurut Sistem engangkaan- :aurice -ing
40
8asil yang didapat pada penderita diberi angka 2,1, atau 2 sesuai dengan tabel kemudian
dijumlahkan
*ilai+ 2-2 ? ringan '-1 ? Sedang $-12? 7erat
'. /aboratorium
emeriksaan laboratorium lengkap pada diare akut umumnya tidak diperlukan, hanya
pada keadaan tertentu mungkin diperlukan misalnya penyebab dasarnya tidak diketahui
atau ada sebab-sebab lain selain diare akut atau pada penderita dengan dehidrasi berat.
5ontoh+ pemeriksaan darah lengkap, kultur urine, dan tinja pada sepsis atau in"eksi
saluran kemih.
emeriksaan laboratorium yang kadang-kadang diperlukan pada diare akut+
Darah + darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes
kepekaan terhadap antibiotika
Urin + urine lengkap, kultur dan test kepekaan terhadap antibiotika
Tin;a +
P%ri!"aan %a!r,)"!,)i!+
emeriksaan makroskopik tinja perlu dilakukan pada semua penderita dengan diare
:eskipun pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan. )inja yang watery dan tanpa mukus
atau darah biasanya disebabkan oleh enterotoksin !irus, protoCoa, atau disebabkan oleh
in"eksi di luar saluran gastrointestinal.
)inja yang mengandung darah atau mukus bisa disebabkan oleh in"eksi bakteri yang
menghasilkan sitotoksin, bakteri enteroin!asi" yang menyebabkan peradangan mukosa
atau parasit usus seperti+ ,%-istolytica, #%+oli, dan .%.richiura% ,pabila terdapat darah
biasanya bercampur dalam tinja pada permukaan tinja dan pada in"eksi E8E5 terdapat
garis-garis darah pada tinja. )inja yang berbau busuk didapatkan pada in"eksi dengan
Salmonella, *iardia, +ryptosporidium, dan Strongyloides%
emeriksaan mikroskopik+
41
emeriksaan mikroskopik untuk mencari adanya leukosit dapat memberikan in"ormasi
tentang penyebab diare, letak anatomis, serta adanya proses peradangan mukosa.
/eukosit dalam tinja diproduksi sebagai respon terhadap bakteri yang menyerang mukosa
kolon. /eukosit yang positi" pada pemeriksaan tinja menunjukkan adanya kuman
in!asi!e atau kuman yang memproduksi sitotoksin seperti Shigella, Salmonella, +%jejuni,
,/,+, dan kemungkinan &eromonas. /eukosit yang ditemukan pada umumnya adalah
leukosit :*, kecuali pada S.)yphii leukosit monomuklear. arasit yang menyebabkan
diare pada umumnya tidak memproduksi leukosit dalam jumlah banyak. *ormalnya tidak
diperlukan pemeriksaan untuk mencari telur atau parasit kecuali terdapat riwayat baru
saja bepergian ke daerah resiko tinggi , kultur tinja negati!e untuk enteropatogen, diare
lebih dari dua minggu atau pada penderita immunocompromised.
)erapi
Departemen -esehatan mulai melakukan sosialisasi anduan )ata /aksana engobatan
Diare pada balita yang baru didukung oleh Ikatan Dokter ,nak Indonesia, dengan
merujuk pada panduan J8=. 0ntuk itu, Departemen -esehatan menetapkan lima pilar
penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita anak balita baik yang dirawat
di rumah ataupun sedang dirawat di 3umah Sakit, yaitu+
2
1. 3ehidrasi dengan menggunakan oralit baru
2. Linc diberikan selama 12 hari berturut-turut
'. ,SI dan makanan tetap diteruskan
4. ,ntibiotik selekti"
5. *asihat kepada orang tua
Rhi(ra"i (ngan Oralit BaruC (a)at %ngurangi ra"a %ual (an %untah
42
7erikan segera bila anak diare, untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. =ralit "ormula
lama dikembangkan dari kejadian luar biasa diare di ,sia Selatan yang terutama
disebabkan oleh karena disentri, yang menyebabkan berkurangnya lebih banyak elektrolit
tubuh, terutama natrium. =ralit baru ini adalah oralit dengan osmolaritas yang rendah.
-eamanan oralit ini sama dengan oralit yang selama ini digunakan, namun e"ekti!itasnya
lebih baik daripada oralit "ormula lama. =ralit baru ini juga menurunkan kebutuhan
suplementasi intra!ena dan mampu mengurangi pengeluaran tinja hingga 22D serta
mengurangi kejadian muntah hingga '2D.
)abel $. -omposisi =ralit 7aru
-etentuan pemberian oralit "ormula baru+
- 7eri ibu 2 bungkus oralit "ormula baru
- /arutkan 1 bungkus oralit "ormula baru dalam 1 liter air matang, untuk persediaan 24
jam
- 7erikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan ketentuan sebagai
berikut+
0ntuk anak berumur F 2 tahun+ berikan 52-122 ml tiap kali 7,7
43
0ntuk anak 2 tahun atau lebih + berikan 122-222 ml tiap kali 7,7
- .ika dalam waktu 24 jam persediaan larutan oralit masih tersisa, maka sisa larutan
harus dibuang.
Fin- (ibri!an "la%a 46 hari brturut.turut
Linc termasuk mikronutrien yang mutlak dibutuhkan untuk memelihara kehidupan yang
optimal. :eski dalam jumlah yang sedikit, dari segi "isiologis Cinc berperan untuk
pertumbuhan dan pembelahan sel, anti oksidan, perkembangan seksual, kekebalan
seluler, adaptasi gelap, pengecapan, serta na"su makan. Linc juga berperan dalam sistem
kekebalan tubuh dan merupakan mediator potensial pertahanan tubuh terhadap in"eksi.
Dasarnya pemikiran penggunaan Cinc dalam pengobatan diare akut didasarkan pada
e"eknya terhadap "ungsi imun atau terhadap struktur dan "ungsi saluran cerna dan
terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare. emberian Cinc pada diare
dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit oleh usus halus, meningkatkan kecepatan
regenerasi epitel usus, meningkatkan jumlah brush border apical, dan mengingkatkan
respon imun yang mempercepat pembersihan patogen dari usus.
Dosis Cinc untuk anak-anak+
,nak di bawah umur 1 bulan + 12 mg#1(2 tablet% per hari
,nak di atas umur 1 bulan + 22 mg #1 tablet% per hari
Linc diberikan selama 12-14 hari berturut-turut meskipun anak telah sembuh dari diare.
0ntuk bayi, tablet Cinc dapat dilarutkan dengan air matang, ,SI, atau oralit. 0ntuk anak-
anak yang lebih besar, Cinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atau oralit.
ASI (an %a!anan tta) (itru"!an sesuai umur dengan menu yang sama pada waktu
anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang hilang.
44
ada diare berdarah na"su makan akan berkurang. ,danya perbaikan na"su makan
menandakan "ase kesembuhan.
Antibi,ti! ;angan (ibri!anC kecuali ada indikasi misalnya diare berdarah atau kolera.
8anya sebagian kecil #12-22D% yang disebabkan oleh bakteri pathogen seperti 0,cholera,
Shigella, ,nterotoksigenik ,%coli, Salmonella, +ampilobacter, dan sebagainya emberian
antibiotic yang tidak rasional justru akan memperpanjang lamanya diare karena akan
mengganggu keseimbangan "lora usus, selain itu pemberian antibiotic yang tidak rasional
akan mempercepat resistensi kuman terhdap antibiotic, serta menambah biaya
pengobatan yang tidak perlu.
Na"ihat !)a(a ,rang tua. -embali segera jika demam, tinja berdarah, berulang, makan
atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik dalam ' hari.
AL+ORITMA PEN+OBATAN DIARE
Rn-ana Png,batan A Diar Tan)a Dhi(ra"i #Pnanganan Diar (i Ru%ah$
45
46
Rn-ana Png,batan B
Png,batan Dhi(ra"i Ringan/ S(ang (ngan Oralit
47
48
Rn-ana Png,batan *
Png,batan Dhi(ra"i Brat
49
)erapi medikamentosa
50
7erbagai macam obat telah digunakan untuk pengobatan diare seperti antibiotika+ antibiotika,
antidiare, adsorben, antiemetik, dan obat yang mempengaruhi mikro"lora usus. 7eberapa obat
mempunyai lebih dari satu mekanisme kerja, banyak diantaranya mempunyai e"ek toksik
sistemik dan sebagian besar tidak direkomendasikan untuk anak umur kurang dari 2-' tahun.
Secara umum dikatakan bahwa obat-obat tersebut tidak diperlukan untuk pengobatan diare akut.
,ntibiotik
,ntibiotik pada umunya tidak diperlukan pada semua diare akut oleh karena sebagian besar diare
in"eksi adalah rota!irus yang si"atnya sel) limited dan tidak dapat dibunuh dengan antibiotic.
8anya sebagian kecil #12D hingga 22D% yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti
0%cholera, Shigella, ,nterotoksigenik ,%coli, Salmonella, +ampilobacter, dan sebagainya.
2
Pnybab Antibi,ti! )ilihan Altrnati1
K,lra )etracycline 12,5 mg(kg77
4< sehari selama ' hari
Erythromycin 12,5 mg(kg77
4< sehari selama ' hari
Shiglla Di"ntri 5ipro"lo<acin 15 mg(kg77
2< sehari selama ' hari
i!mecillinam 22 mg(kg 77
4< sehari selama ' hari
5e"tria<one 52-122 mg(kg77
1< sehari I: selama 2-5 hari
A%,bia"i" :etronidaCole 12 mg(kg77
'<s ehari selama 5 hari #12
hari pada kasus berat%
+iar(ia"i" :etronidaCole 5mg(kg77
'< sehari selama 5 hari
=bat antidiare
51
=bat-obat ini meskipun sering digunakan tidak mempunyai keuntungan praktis dan tidak
diindikasikan untuk pengobatan diare akut pada anak. 7eberapa dari obat-obat ini berbahaya.
roduk yang termasuk dalam kategori ini adalah+
,dsorben
5ontoh+ kaolin, attapulgite, smectite, acti!ated charcoal, cholesteramine%. =bat-obat ini
dipromosikan untuk pengobatan diare atas dasar kemampuanya untuk mengikat dan
menginakti"asi toksin bakteri atau bahan lain yang menyebabkan diare serta dikatakan
mempunyai kemampuan melindungi mukosa usus. Jalaupun demikian, tidak ada bukti
keuntungan praktis dari penggunaan obat ini untuk pengobatan rutin diare akut pada
anak.
,ntimotilitas
5ontoh loperamidhydrocloride, dipheno<ylate dengan atropine, tincture opiii, paregoric,
codein%. =bat-obatan ini dapat mengurangi "rekuensi diare pada orang dewasa akan tetapi
tidak mengurangi !olume tinja pada anak. /ebih dari itu dapat menyebabkan ileus
paralitik yang berat yang dapat "atal atau dapat memperpanjang in"eksi dengan
memperlambat eliminasi dari organisme penyebab. Dapat terjadi e"ek sedati" pada dosis
normal. )idak satupun dari obat-obatan ini boleh diberikan pada bayi dan anak dengan
diare.
7ismuth subsalicylate
7ila diberikan setiap 4 jam dilaporkan dapat mengurangi keluaran tinja pada anak dngan
diare akut sebanyak '2D akan tetapi, cara ini jarang digunakan.
=bat-obat lain+
,nti muntah
)ermasuk obat ini seperti prochlorperaCine dan chlorpromaCine yang dapat menyebabkan
mengantuk sehingga mengganggu pemberian terapi rehidrasi oral. =leh karena itu obat
52
anti muntah tidak digunakan pada anak dengan diare, muntah biasanya berhenti bila
penderita telah terehidrasi.
robiotik
robiotik diberi batas sebagai mikroorganisme hidup dalam makanan yang di"ermentasi yang
menunjang kesehatan melalui terciptanya keseimbangan mikro"lora intestinal yang lebih baik.
encegahan diare dapat dilakukan dengan pemberian probiotik dalam waktu yang panjang
terutama untuk bayi yang tidak minum ,SI. -emungkinan e"ek probiotik dalam pencegahan
diare melalui perubahan lingkungan mikrolumen usus , kompetisi nutrient, mencegah adhesi
kuman pathogen pada enterosit, modi"ikasi toksin atau reseptor toksin e"ek tro"ik terhadap
mukosa usus melalui penyediaan nutrien dan imunomodulasi. emberian makanan selama diare
harus diteruskan dan ditingkatkan setelah sembuh, tujuannya adalah memberikan makanan yang
kaya nutrien sebanyak anak mampu menerima. Sebagian besar anak dengan diare cair, na"su
makannya timbul kembali setelah dehidrasi teratasi. :eneruskan pemberian makanan akan
mempercepat kembalinya "ungsi usus yang normal termasuk kemampuan menerima dan
mengabsorbsi berbagai nutrient, sehingga memburuknya status giCi dapat dicegah atau paling
tidak dapat dikurangi.
:ekanisme kerja probiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam mukosa
usus belum sepenuhnya jelas tetapi beberapa laporan mneunjukan adanya kompetisi untuk
mengadakan perlekatan dengan enterosit #sel epitel mukosa%. Enterosit yang telah jenuh dengan
bakteri probiotik tidak dapat lagi dilekati bakteri yang lain. .adi dengan adanya bakteri probiotik
di dalam mukosa usus dapat mencegah kolonisasi oleh bakteri patogen. 'actobacillus strain pada
manusia mempunyai kemampuan melekat pada 5aco-2 cells dan sel goblet 8) 2@-:)N pada sel
epitel mukosa usus. 'actobacillus acidophilus /,1 dan /,' mempunyai kemampuan melekat
yang kuat, tidak tergantung pada kalsium, sedangkan 'actobacillus strain /,12 dan /,19
kemampuan melekatnya rendah. -emampuan perlekatan tersebut dapat dihilangkan dengan
adanya tripsin. Disamping mekanisme perlekatan dengan reseptor pada epitel usus untuk
mencegah pertumbuhan bakteri patogen melalui kompetisi, bakteri probiotik memberi man"aat
pada pejamu oleh karena produksi substansi antibakteri misalnya, asam organik, bacteriocin,
microcin, reuterin, 1olatile )atty acid, hidrogen peroksida dan ion hidrogen.
1,$
53
-omplikasi
1,2
1. ;angguan elektrolit
- 8ipernatremia
enderita diare dengan natrium plasma&152 mmol(/ memerlukan pemantauan berkala
yang ketat. )ujuannya adalah menurunkan kadar natrium secara perlahan-lahan.
enurunan kadar natrium plasma yang cepat sangat berbahaya oleh karena dapat
menimbulkan edema otak. 3ehidrasi oral atau nasogastrik menggunakan oralit adalah
cara terbaik dan paling aman. -oreksi dengan rehidrasi intra!ena dapat dilakukan
menggunakan cairan 2,45D saline-5D de<trose selama 9 jam. 8itung kebutuhan cairan
menggunakan berat badan tanpa koreksi. eriksa kadar natrium plasma setelah 9 jam.
7ila normal lanjutkan dengan rumatan, bila sebaliknya lanjutkan 9 jam lagi dan periksa
kembali natrium plasma setelah 9 jam. 0ntuk rumatan gunakan 2,19D saline-5D
dekstrose, perhitungkan untuk 24 jam. )ambahkan 12 mmol -5l pada setiap 522 ml
cairan in"use setelah pasien dapat kencing. Selanjutnya pemberian diet normal dapat
mulai diberikan. lanjutkan pemberian oralit 12ml(kg77(setiap 7,7, sampai diare
berhenti.
- 8iponatremia
,nak dengan diare yang hanya minum air putih atau cairan yang hanya mengandung
sedikit garam, dapat terjadi hiponatremia # *a
>
F1'2 mmol(/%. 8iponatremia sering
terjadi pada anak dengan Shigellosis dan pada anak malnutrisi berat dengan edema. =ralit
aman dan e"ekti" untuk terapi dari hamper semua anak dengan hiponatremi. 7ila tidak
berhasil, koreksi *a
>
dilakukan bersamaan dengan koreksi cairan rehidrasi yaitu +
memakai ringer laktat atau normal saline. -adar *a
>
koreksi #mEH(/%?125- kadar *a
serum yang diperiksa dikalikan 2,1 dan dikalikan berat badan. Separuh diberikan dalam
9 jam, sisanya diberikan dalam 11 jam. eningkatan serum *a
>
tidak boleh melebihi 2
mEH(/(jam.
- 8iperkalemia
54
Disebut hiperkalemia jika -
>
&5 mEH(/, koreksi dilakukan dengan pemberian kalsium
glukonas 12D 2,5-1 ml(kg77 i.! pelan-pelan dalam 5-12 menit dengan monitor detak
jantung.
- 8ipokalemia
Dikatakan hipokalemia bila -
>
F',5 mEH(/, koreksi dilakukan menurut kadar -
>
+ jika
kalium 2,5-',5 mEH(/ diberikan peroral $5 mcg(kg77(hr dibagi ' dosis. 7ila F2,5
mEH(/ maka diberikan secara intra!ena drip #tidak boleh bolus% diberikan dalam 4 jam.
Dosisnya+ #',5-kadar - terukur< 77<2,4 >2 mEH(kg77(24 jam% diberikan dalam 4 jam
kemudian 22 jam berikutnya adalah #',5-kadar - terukur< 77< 2,4>1(1<2 mEH<77%.
8ipokalemia dapat menyebakan kelemahan otot, paralitik usus, gangguan "ungsi ginjal
dan aritmia jantung. 8ipokalemia dapat dicegah dan kekurangan kalium dapat dikoreksi
dengan menggunakan makanan yang kaya kalium selama diare dan sesudah diare
berhenti.
2. Demam
Demam sering terjadi pada in"eksi Shigella disentriae dan rota!irus. ada umumnya
demam akan timbul jika penyebab diare mengadakan in!asi ke dalam sel epitel usus.
Demam juga dapat terjadi karena dehidrasi. Demam yang timbul akibat dehidrasi pada
umunya tidak tinggi dan akan menurun setelah mendapat hidrasi yang cukup. Demam
yang tinggi mungkin diikuti kejang demam. engobatan+ kompres dan antipiretika.
,ntibiotika jika ada in"eksi.
'. Edema(o!erhidrasi
)erjadi bila penderita mendapat cairan terlalu banyak. )anda dan gejala yang tampak
biasanya edema kelopak mata, kejang-kejang dapat terjadi bila ada edema otak. Edema
paru-paru dapat terjadi pada penderita dehidrasi berat yang diberi larutan garam "aali.
engobatan dengan pemberian cairan intra!ena dan atau oral dihentikan, kortikosteroid
jika kejang.
4. ,sidosis metabolik
55
,sidosis metabolik ditandai dengan bertambahnya asam atau hilangnya basa cairan
ekstraseluler. Sebagai kompensasi terjadi alkalosis respiratorik, yang ditandai dengan
perna"asan yang dalam dan cepat #kussmaul%. emberian oralit yang cukup mengadung
bikarbonat atau sitrat dapat memperbaiki asidosis.
encegahan
1. :encegah penyebaran kuman patogen penyebab diare
-uman-kuman patogen penyebab diare umumnya disebarkan secara "ekal oral.
emutusan penyebaran kuman penyebab diare perlu di"okuskan pada cara penyebaran
ini. 0paya pencegahan diare yang terbukti e"ekti" meliputi+
a. emberian ,SI yang benar
b. :emperbaiki penyiapan dan penyimpanan makanan pendamping ,SI
c. :enggunakan air bersih yang cukup
d. :embudayakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sehabis buang air besar dan
sebelum makan
e. enggunaan tandas yang bersih dan higienis oleh seluruh anggota keluarga
". :embuang tinja bayi yang benar
2. :emperbaiki daya tahan tubuh pejamu
5ara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan dapat
juga mengurangi resiko diare antara lain+
a. :emberi ,SI paling tidak sampai usia 2 tahun
b. :eningkatkan nilai giCi makanan pendamping ,SI dan member makan dalam jumlah
yang cukup untuk memperbaiki status , giCi anak.
56
c. Imunisasi campak. ada balita 1-$D kejadian diare berhubungan dengan campak, dan
diare yang etrjadi umunya lebih berat dan lebih lama #susah diobati, cenderung
menjadi kronis% karena adanya kelainan pada epitel usus. Diperkirakan imunisasi
campak yang mencakup 45-@2D bayi berumur @-11 bulan dapat mencegah 42-12D
kasus campak, 2,1-',9D kejadian diare dan 1-25D kematian karena diare pada balita.
d. 6aksin rota!irus, diberikan untuk meniru respon tubuh seperti in"eksi alamiah, tetapi
in"eksi pertama oleh !aksin tidak menimbulkan, mani"estasi diare. Di dunia telah
beredar 2 !aksin rota!irus oral yang diberikan sebelum usia 1 bulan dalam 2-' kali
pemberian dengan inter!al 4-1 minggu.
9
rognosis
7ila kita menatalaksanakan diare sesuai dengan 5 pilar diare, sebagian besar #@2D% kasus diare
pada anak akan sembuh dalam waktu kurang dari $ hari, sebagian kecil #5D% akan melanjut dan
sembuh dalam kurang dari $ hari, sebagian kecil #5D% akan menjadi diare persisten.
1
57
DA'TAR PUSTAKA
1. Suraatmaja Sudaryat. Diare dalam -apita Selekta ;astroenterologi ,nak. .akarta+
Sagung Seto. 222$+1-24
2. .u""rie :, Soenarto Sri, =swari 8, ,rie" S, 3osalina I, :ulyani *S.. Diare akut dalam
7uku ,jar ;astroenterologi-8epatologi .ilid 1, Edisi 1. .akarta+ 7adan penerbit 0--
;astroenterologi-8epatologi ID,I. 2212+9$-119
'. ickering /-. ;astroenteritis in *elson te<tbook o" pediatrics 1@
th
edition. 0nited Stated
o" ,merica, /ippincot wiliams
4. ;aurino et al. European Society "or ediatric ;astroenterology, 8epatology and
*utrition(European Society "or aediatric In"ectious disease E!idenced 7ased ;uidelines
"or :anagement o" ,cute ;astroenteritis in 5hildren in Europe. .ournal o" ediatric
;astroenterology and *utrition 41+ S91-194.2229.
5. Diarrhea. ,!ailable at+
http+((www.mayoclinic.com(health(diarrhea(DS222@2(DSE5)I=*?tests-and-diagnosis.
,ccessed on .une 24, 221'.
1. Airmansyah , dkk. :odul pelatihan )ata laksana diare pada anak. .akarta+ 7adan
-oordinasi ;astroenterologi ,nak Indonesia.2225.
58
$. Isolaun E. robiotics + , role in the treatment o" intestinal in"ection and in"lammation.
;ut.2222,52 #Supple III%+III+54-115@
9. 5omitte In"ection Disease. re!ention o" 3ota!irus Diseases+ 0padated ;uidelines "or
use o" 3ota!irus 6accine. ediatrics 12',1412,222@.
59