Anda di halaman 1dari 6

METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN

1. METODE HARGA POKOK RATA-RATA TERTIMBANG ( WEIGHTED AVERAGE COST


METHOD)
contoh PT Risa Rimendi memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: departemen 1 dan
Departemen 2. Data produksi dan biaya produksi bulan januari 19x1 di kedua departemen produksi tersebut
disajikan dalam gambar berikut:
PT R!" R#$%D
Data produksi dan biaya produksi bulan &anuari 19x1
Dep 1 Dep2
Data produksi
Produksi dalam proses a'al:
(iaya bahan baku 1)) *+ (, -) *
(iaua tenaga kerja 2) *+ (.P /)*
Dimasukkan dalam proses bulan ini
0nit yang ditrans1er ke departemen 2
0nit yang diterima dari departemen 1
Produk jadi yang ditrans1er ke gudang
Produk dalam proses akhir+
(iaya bahan baku 1)) *+ biaya kon2ersi 3) *
(iaya tenaga kerja -)*+ biaya o2erhead pabrik 4)*
-.))) kg
5
-).))) kg
67.))) kg
5
5
9.))) kg
5
5
/.))) kg
5
5
67.))) kg
64.))) kg
5
6.)))kg
8arga pokok produk dalam proses a'al+
8arga pokok dari departemen 1
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
5
Rp 1.4)).)))
1.2)).)))
1.92).)))
Rp 11.17).)))
5
1.172.)))
-.1-).)))
(iaya produksi
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
Rp 2).2)).)))
29.337.)))
63.617.)))
Rp 63.)/4.)))
--.6-).)))
Rumus perhitungan harga pokok per unit produk departemen pertama dengan menggunakan metode harga
pokok rata5rata tertimbang
(iaya bahan baku 9
(iaya bahan baku yang melekat
pada produk dalam proses
: (iaya bahan baku yang dikeluarkan
dalam periode sekarang
Per unit 0nit ekui2alensi biaya (ahan baku
(iaya tenaga kerja 9
(iaya tenaga kerja yang melekat
pada produk dalam proses a'al
: (iaya tenaga kerja yang dikeluarkan
dalam periode sekarang
Per unit 0nit ekui2alensi biaya Tenaga kerja
(iaya o2erhead 9
(iaya produk yang melekat pada
produk dalam proses a'al
: (iaya o2erhead pabrik yang
dikeluarkan dalam periode sekarang
Per unit 0nit ekui2alensi biaya .2erhead pabrik
Perhitungan biaya produksi per satuan departemen 1 bulan Januari 19x1
0nsur biaya produksi ;ang melekat
pada produk
dalam proses
;ang
dikeluarkan
dalam periode
sekarang
Total biaya 0nit
ekui2alensi
(iaya
produksi
per kg
<1= <2= <6= <-= <7= </=
(iaya bahan baku 1.4)).))) 2).2)).))) 22.))).))) --.))) 7))
(iaya tenaga kerja 1.2)).))) 29.337.))) 6).937.))) -1.6)) 37)
(iaya o2erhead
pabrik
1.92).))) 63.617.))) 69.267.))) -1.6)) 97)
Perhitungan harga pokok produk selesai dan persediaan produk dalam proses departemen 1
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke departemen 2 9
67.))) unit > Rp 2.2))
Rp 33.))).)))
8arga pokok persediaan produk dalam proses akhir:
(iaya bahan baku 9 1)) * x 9.))) units x Rp 7))
(iaya tenaga kerja 9 3) * x 9.))) units x Rp 37)
(iaya o2erhead pabrik 9 3) * x 9.))) unit x Rp 97)
Rp -.7)).)))
-.327.)))
7.947.))) 17.21).)))
&umlah biaya produksi dibebankan dalam departemen 1 92.21).)))
Metode harga pokok rata-rata tertimbang departemen setelah departemen pertama
Rumus !"#$%u&'(& #("'( )*)* !" u&$% ")+u* D!("%!m!& *! +u( +!&'(& m!&''u&(*(& M!%)+!
#("'( )*)* "(%(-"(%( %!"%$m,(&'
8arga pokok produk
per unit yang diba'a
dari 9
8arga pokok produk dalam proses
a'al yang berasal dari departemen
sebelulmnya :
8arga pokok produk yang ditrans1er dari
departemen sebelumnya dalam periode
sekarang
Departemen
sebelumnya
<1=
Produk dalam proses a'al : Produk yang ditrans1er dari departemen
sebelumnya dalam periode sekarang
(iaya bahan baku 9
(iaya bahan baku yang melekat
pada produk dalam proses a'al
: (iaya bahan baku yang dikeluarkan dalam
periode sekarang
Per unit
<2=
0nit ekui2alensi biaya (ahan baku
(iaya tenaga kerja 9
(iaya tenaga kerja yang melekat
pada produk dalam proses a'al
: (iaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam
periode sekarang
Per unit
<6=
0nit ekui2alensi biaya Tenaga kerja
(iaya o2erhead 9
(iaya produk yang l elekat pada
produk dalam proses a'al
: (iaya o2erhead pabrik yang dikeluarkan
dalam periode sekarang
Per unit
<-=
0nit ekui2alensi biaya .2erhead pabrik
Total harga pokok per
satuan
9 <1= :<2=:<6=:<-=
Perhitungan harga pokok kumulatif per satuan produk departemen 2 dengan menggunakan metode
harga pokok rata-rata tertimbang
0nsur biaya produksi ;ang melekat
pada produk
dalam proses
;ang
dikeluarkan
dalam periode
sekarang
Total biaya 0nit
ekui2alensi
(iaya
produksi per
kg
<1= <2= <6= <-= <7= </=
8arga pokok yang berasal
dari departemen 1
Rp 11.17).))) Rp 33.))).))) Rp 44.17).))) -1.))) Rp 2.17)
(iaya yang ditambahkan
dalam dep 2.
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
1.172.)))
-.1-).)))
63.)/4.)))
--.6-).)))
64.22).)))
-4.-4).)))
69.2))
-).-))
937
1.2))
Total biaya produksi -.627
Perhitungan harga pokok produk selesai dan persediaan produk dalam proses departemen 2
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke departemen 2 9 64.)))
unit > Rp -.627 Rp 1/-.67).)))
8arga pokok persediaan produk dalam proses akhir:
;ang berasalh dari departemen 1 : 6.))) unit s x Rp 2.17)
Ditambahkan dalam departemen 2:
(iaya tenaga kerja 9 -) * x 6.))) units x Rp 937
(iaya o2erhead pabrik 9 4) * x 6.))) unit x Rp 1.2))
Rp /.-7).)))
1.13).)))
2.44).))) 1).7)).)))
&umlah biaya produksi dibebankan dalam departemen 1 13-.47).)))
-. METODE MASUK PERTAMA KELUAR PERTAMA
#etode ini menganggarp biaya produksi periode sekarang pertama kalil digunakan untuk menyelesaikan
produk yang pada a'al periode masih dalam proses? baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah
produk yang dimasukkan dalam proses dalam periode sekarang
P!"#$%u&'(& u&$% !*u$.(/!&s$ ,$(0( ,(#(& ,(*u +!("%!m!& 1 +!&'(& m!&''u&(*(& MPKP
Persediaan produk dalam proses a'al
Produk selesai yang ditrans1er ke departemen 2
Produk dalam proses akhir 1))* x 9.)))
&umlah
) kg
61.))) kg
9.))) kg
-).))) kg
P!"#$%u&'(& u&$% !*u$.(/!&s$ ,$(0( *)&.!"s$ +!("%!m!& 1 +!&'(& m!&''u&(*(& MPKP
Persediaan produk dalam proses a'al <1))*5-)*=
Produk selesai yang ditrans1er ke departemen 2
Produk dalam proses akhir 3)* x 9.)))
&umlah
2.-)) kg
61.))) kg
/.6)) kg
69.3)) kg
Perhitungan biaya per satuan dengan menggunakan metode MPKP
0nsure biaya produksi Total biaya 0nit ekui2alensi (iaya produksi
per satuan
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
Rp 2).2)).)))
29.337.)))
63.617.)))
-).)))
69.3))
69.3))
Rp 7)7
37)
9-)
43.29).))) 2.197
Perhitungan harga pokok produk selesai dan persediaan produk dalam proses departemen 1
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke departemen 2:
8arga pokok persediaan produk dalam proses a'al
(iaya penyelesaian produk dalam proses a'al:
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja /) * x -.))) kg x Rp 37)
(iaya o2erhead pabrik /) * x -.))) kg x Rp 9-)
-.92).)))
1.4)).)))
2.27/.)))
4.93/.)))
8arga pokok produk dari produksi sekarang 61.))) kg x Rp 2.197 /4.)-7.)))
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke Departemen 2 Rp 33.)19.)))
8arga pokok produk dalam proses akhir:
(iaya bahan baku : 9.))) kg x 1))* x Rp 7)7 9 Rp 7.7-7.)))
(iaya tenaga kerja : 9.))) kg x 3)* x Rp 37) 9 Rp -.327.)))
(iaya o2erhead Pabrik : 9.))) kg x 3) * x Rp 9-) 97.922.))) 17.192.)))
&umlah biaya yang dibebankan dalam departemen 1 92.21).)))
METODE MASUK PERTAMA KELUAR PERTAMA DEPARTEMEN SETELAH
DEPARTEMEN PRODUKSI PERTAMA
P!"#$%u&'(& #("'( )*)* ")+u*s$ !" s(%u(& ")+u* 0(&' +$#(s$/*(& +!("%!m!& -
Total biaya 0nit ekui2alensi (iaya per unit
8arga pokok produk yang ditrans1er dari
departemen 1
Rp 33.)19.))) 67.))) kg Rp 2.2)1
(iaya yang dikeluarkan departemen 2
dalam periode sekarang:
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
63.)/4.)))
--.6-).)))
64.)))
6/.4))
937
1.2)7
&umlah Rp 174.-23.))) Rp -.641
TAMBAHAN BAHAN BAKU DALAM DEPARTEMEN PRODUKSI SETELAH DEPARTEMEN
PRODUKSI PERTAMA
P!"#$%u&'(& #("'( )*)* ")+u* s!/!s($ +(& !"s!+$((& ")+u* +(/(m ")s!s
+!("%!m!& -
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke gudang:
8arga pokok persediaan produk dalam proses a'al : 1/.--2.)))
(iaya penyelesaian produk dalam proses a'al:
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja 4) * x /.))) kg x Rp 937 9 -./4).)))
(iaya o2erhead pabrik -) * x /.))) kg x Rp 1.2)7 9 2.492.)))
2-.)1-.)))
1/.--2.)))
8arga pokok produk dari produksi sekarang
62.))) kg x Rp -.641 9 1-).192.)))
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke gudang Rp 1/-.2)2.)))
8arga pokok produk dalam proses akhir:
8arga pokok dari departemen 1 9 6.))) x Rp 2.2)1 9 /./)6.)))
(iaya tenaga kerja : 6.))) kg x -)* x Rp 937 9 1.13).)))
(iaya o2erhead Pabrik : 6.))) kg x 4) * x Rp 1.2)7 9 2.492.))) 1).//7.)))
&umlah biaya yang dibebankan dalam departemen 2 13-.4/9.)))
T(m,(#(& ,(#(& ,(*u m!mu&0($ +u( *!mu&'*$&(&1
a. Tambahan jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen produksi yang mengkonsumsi tambahan
bahan baku tersebut. &ika tambahan bahan baku tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan ?
maka tambahan ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan unit ekui2alensi produk yang dihasilkan?
dan sebagai akibatnya tidak mempengaruhi perhitungan harga pokok produksi per satuan produk yang
diterima dari departemen produksi sebelumnya
b. #enambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen produksi yang mengkonsumsi tambahan
bahan baku tersebut. &ika terjadi tambahan produk yang dihasilkan dengan adanya tambahan bahan
baku dalam departemen setelah departemen produksi sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan karena
total harga pokok produk yang berasal dari departemen sebelumnya? yang semula dipikul oleh jumlah
tertentu? sekarang harus dipikul oleh jumlah produk yang lebih banyak sebagai akibat tambahan bahan
baku tersebut. "kibatnya harga pokok produk per unit yang berasal dari departemen sebelumnya
menjadi lebih kecil
PT )*$ s(s(&'*(
D(%( ")+u*s$ +(& ,$(0( ")+u*s$ +!("%!m!& - ,u/(& J(&u("$ 1231
Dep2
Data produksi
Produksi dalam proses a'al:
(iaua tenaga kerja 2) *+ (.P /)*
Dimasukkan dalam proses bulan ini
0nit yang diterima dari departemen 1
Tambahan produk karena tambahan bahan baku
Produk jadi yang ditrans1er ke gudang
Produk dalam proses akhir+
(iaya tenaga kerja -)*+ biaya o2erhead pabrik 4)*
/.))) kg
5
67.))) kg
-.))) kg
64.))) kg
3.)))kg
8arga pokok produk dalam proses a'al+
8arga pokok dari departemen 1
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
Rp 11.17).)))
5
97).)))
1.172.)))
-.1-).)))
8arga pokok kumulati1 persediaan produk dalam proses a'al Rp 13.692.)))
8arga pokok produk yang diterima dari departemen 1 dalam
bulan ini 67.))) x Rp 2.2)1
Rp 33.)19.)))
(iaya produksi
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead pabrik
17.))).)))
Rp 63.)/4.)))
--.6-).)))
9/.-)4.)))
P!"#$%u&'(& ,$(0( ")+u*s$ !" s(%u(& +!&'(& m!%)+! MPKP 4$*( %(m,(#(& ,(#(& ,(*u
m!&(m,(# ")+u* 0(&' +$#(s$/*(& +$ +!("%!m!& -
Total biaya (iaya per satuan
8arga pokok persediaan produk dalam proses a'al
8arga pokok produk yang diterima dari departemen 1
Penyesuaian karena adanya tambahan bahan baku yang
menambah produk yang dihasilkan
Rp 13.692.)))
33.)19.))) Rp 2.2)1
22/
8arga pokok produk yang diterima dari departemen 1 setelah
disesuiakan
Rp 1.937
(iaya produksi yang ditambahkan dalam departemen 2:
(iaya bahan baku
(iaya tenaga kerja
(iaya o2erhead
17.))).)))
63.)/4.)))
--.6-).)))
647
96/
1.1)9
19).419.))) -.-)7
Perhitungan harga pokok produk jadi dan persediaan produk dalam proses departemen 2 dengan metode
#P,P
Total biaya
8arga pokok produk selesai yang ditrans1er ke gudang
8arga pokok persediaan produk dalam proses a'al
(iaya penyelesaian produk dalam proses a'al:
(T, 4)* x /.))) x Rp 96/
(.P -) * x /.))) x Rp 1.1)9
Rp 13.692.)))
-.-92.4))
2.//1./))
8arga pokok produk dari produksi sekarang 62.))) units x Rp
-.-)7
1-).9/).))) 1/7.-/4./))
8arga pokok produk dalam proses akhir :
8arga pokok dari departemen 1 9 3))) x Rp 1.937
((( : 3.))) kg x 1))* x Rp1.937
(T, : 3.))) kg x -)* x Rp 96/
(.P : 3.))) kg x 4) * x Rp 1.1)9
16.427.)))
2./97.)))
2./2).4))
/.21).-)) 27.67).-))
&umlah biaya yang dibebankan dalam departemen 2 19).419.)))
Tambahan bahan baku di departemen setelah departemen produksi yang pertama mempunyai 2
kemungkinan : menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen yang bersankutan atau tidak
menambah jumlah produk yang dihasilkan dalam departemen yang bersangkutan.
&ika bahan baku tersebut tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan dalam departemen yang
bersangkutan? tambahan biaya bahan baku tersebut hanya menambah biaya bahan baku per satuan dalam
departemen tersebut. &ika bahan baku tersebut menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen
yang bersangkutan? tambahan bahan baku tersebut akan berakibat terhadap penyesuaian harga pokok per
satuan produk yang berasal dari departemen sebelumnya dan tambahan biaya bahan baku per satuan dalam
departemen setelah departemen produksi pertama.