Anda di halaman 1dari 15

PENGUKURAN SUHU TUBUH

A. Pengertian
Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas dari tubuh, yang diukur
dalam unit panas yang disebut derajat.
B. Fisiologi
Suhu yang di maksud adalah panas atau dingin suatu substansi. Suhu tubuh adalah perbedaan
antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan
luar.
Panas yang diproduksi pengeluaran panas = suhu tubuh
Meskipun dalam kondisi tubuh yang ekstrim dan aktivitas fisik, mekanisme kontrol suhu manusia tetap
menjaga suhu inti atau suhu jaringan dalam relative konstans. Bagaimana pun suhu permukaan
berfluktuasi bergantung pada aliran darah ke kulit dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar.
Karena fluktuasi suhu permukaan ini, suhu yang dpat diterima berkisar dari 36:C sampai 38:C.Fungsi
jaringan dan sel tubuh paling baik dalam rentang suhu yang relative sempit.
Tempat pengukuran suhu (oral, rectal, aksila, membran timpani, esophagus, arteri pulmoner, atau
bahkan kandung kemih ) merupakan salah satu faktor ang menentukan suhu tubuh klien dalam rentang
sempit ini. Untuk dewasa awal yang sehat rata-rata suhu oral 37:C. Pada praktik klink, perawat
mempelajari kisaran suhu dank lien individu. Tidak ada nilai suhu yang berlaku untuk semua orang.
Pengukuran suhu tubuh ditunjukan untuk memproleh suhu inti jaringan tubuh rata-rata ang
representatif. Suhu normal rata-rata bervariasi bergantung lokasi pengukuran. Tempat pengukuran suhu
inti merupakan indicator suhu tubuh yang lebih dapat diandalkan daripada tempat yang menunjukan
suhu permukaan.
Tempat pengukuran suhu inti dan suhu permukaan sebagai berikut:
Suhu inti Suhu permukaan
Rectum Kulit
Membran timpani Aksila
Esofagus Oral
Arteri pulmoner
Kandung kemih
Arteri pulmoner menunjukan nilai yang paling representative karena darah bercampur dari semua
bagian tubuh. Pengukuran suhu pada arteri pulmoner merupakan standar dibandingkan dengan semua
tempat ang dikatakan akurat.
C. Regulas
Keseimbangan suhu tubuh diregulasi oleh mekanisme fisiologi dan prilaku. Agar suhu tubuh tetap
konstan dan berada dalam batas normal, hubungan antara produksi panas dan pengeluaran panas harus
di pertahankan. Hubungan diregulasi melalui mekanisme neurologis dan kardiovaskular.
Kontrol neural dan vaskular
Proses pengaturan suhu terletak pada hypotalamus. Hipotalamus terletak antara hemisfer serebral,
mengontrol suhu tubuh sebagaimana kerja termostat dalam rumah. Suhu yang nyaman adalahset
point dimana system panas beroprasi. Di rumah, turunnya suhu ruangan , mengaktifkan perapian,
sebalik nya naik nya suhu mematikan perapian hipotalamus merasakan perubahan ringan pada suhu
tubuh. Hipotalamus anterior mengontrol pengeluaran panas dan posterior mengontrol produksi panas.
Bila sel saraf di hipotalamus anterior menjadi panas melebihi set-poin, inpuls akan dikirimkan untuk
menurunkan suhu tubuh. (Perhatikan gambar)
Mekanisme pengeluaran panas termasuk berkeringat fasodilatasi (pelebaran) pembulu darah, dan
hambatan produksi panas. Darah didistribusi kembali ke pembuluh darah permukaan untuk
meningkatkan pengeluaran panas. Jika hipotalamus posterior merasakan suhu tubuh rebih rendah dari
set point, mekanisme konserpasi panas bekerja. Vasokonstriksik (penyempitan pembuluh darah)
mengurangi aliran darah ke kulit dan ekstrimitas. Kompensasi produksi panas di stimulasi melalui
kontraksi otot volunter dan getar atau menggigil pada otot. Bila Vasokonstriksik tidak efektif dalam
pencegahan tambahan pengeluran panas, tubuh mulai menggigil. Lesi atau trauma pada hipotalamus
atau kord spinalis yang membawa pesan hipotalamus, dapat menyebabkan perubahan serius pada
kontrol suhu.
D. Produksi panas
Panas diproduksi didalam tubuh melalui metabolisme, yang merupakan reaksi kimia pada semua sel
tubuh. Makanan merupakan sumber bahan bakar yang utama bagi metabolism. Termogulasi
membutuhkan fungsi normal dari proses produksi panas. Reaksi kimia seluler membutuhkan energi
untuk membentuk adenosine trifosfat (ATP). Jumlah energy yang digunakan untuk metabolisme adalah
laju metabolik. Aktivitas yang memerlukan tambahan reaksi kimia meningkatkan laju metabolik. Bila
metabolism meningkat, panas tambahan akan diproduksi. Ketika metabolisme menurun, panas yang
diproduksi akan lebih sedikit. Produksi panas terjadi selama istirahat, gerakan otot polos, getaran dan
termogenesis tanpa menggigil.
Metabolisme basal menghasilkan panas yang diproduksi tubuh saat istirahat. Jumlah rata-rata laju
metabolik basal (BMR) bergantung pada luas permukaan tubuh. Hormon tiroid juga mempengaruhi
BMR. Dengan cara meningkatkan pemecahan glukosa dan lemak tubuh, hormone tiroid meningkatkan
laju reaksi kimia pada hamper seluruh sel tubuh. Bila hormone tiroid direaksi dalam jumlah besar, BMR
dapat meningkatkan 100% diatas normal. Tidak adanya hormone tiroid dapat mengurangi setengah
jumlah BMR, yang menyebabkan penurunan produksi panas. Stimulasi system saraf simpatis oleh
neropinefrin dan epinefrin juga dapat meningkatkan laju metabolic jaringan tubuh. Mediator kimia ini
menyebabkan glukosa darah turun, yang akan menstimulasi sel untuk menghasilkan glukosa. Hormone
seks pria, testosterone meningkatkan BMR. Pria memiliki BMR yang lebih tinggi dari pada wanita.
Gerakan volunteer seperti aktivitas otot selama latihan, membutuhkan tambahan energi. Laju metabolic
dapat menigkat diatas 2000 kali normal. Produksi panas dapat meningkat di atas 50 kali normal.
Menggigil merupakan respons tubuh involunter terhadap suhu yang berbeda dalam tubuh. Gerakan otot
skelet selama menggigil membutuhkan energi yang signifikan. Menggigil dapat meningkatkan produksi
panas 5 5 kali lebih besar dari normal. Panas diproduksi untuk mempertahankan suhu tubuh.
E. Macam-Macam Suhu
Ada 2 jenis suhu tubuh :
Suhu intiSuhu inti merupakan suhu jaringan tubuh bagian dalam seperti rongga abdomen dan rongga
pelvis.Suhu inti ini relative konstan. Suhu tubuh inti yang normal berada dalam satu rentang suhu
Suhu permukaanSuhu permukaan merupakan suhu pada kulit jaringan subkutan, dan lemak.Suhu
permukaan akan meningkat atau menurun sebagai respon terhadap lingkungan.
F. Suhu Tubuh Normal
Usia Suhu (Celcius)
Baru lahir 36,8:
1 tahun 36,8:
5-8 tahun 37,0:
10 tahun
Remaja
Dewasa
Lansia (>70 thn)
37,0:
37,0:
37,0:
36,0:

G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh
1. Usia
Bayi sangat di pengaruhi oleh suhu lingkungan dan harus di lindungi dari perubahan suhu yang sangat
ekstrim. Suhu tubuh anak akan terus bervariasi dibandingkan suhu orang dewasa hingga menginjak
pubertas atau masa remaja. Sebagai lansia terutama mereka yang berusia diatas 75 tahun, beresiko
mengalami hipotermia (suhu tubuh dibawah 36 C) karena berbagai alasan diantaranya :

Diet makanan yang tidak adekuat
Kehilangan lemak subkutan
Kurangnya aktifitas
Variasi diurnal (irama sirkadian)
Suhu tubuh normalnya akan berubah sepanjang hari, dengan perbedaan 1C antara pagi dan sore hari.
Titik suhu tubuh tertinggi biasanya terjadi antara pukul 20.00 dan 24.00 dan titik suhu tubuh terendah
saat tidur, yaitu pada pukul 04.00 dan jam 06.00.
2. Olahraga
Kerja berat dan olahraga yang keras dapat meningkatkan suhu tubuh hinga 38,3-40C apabila di ukur
mulai rectal
3. Hormo
Wanita biasanya mengalami fluktuasi hormone lebih sering dari pada pria. Pada wanita sekresi
prpogensterone pada saat ovulasi akan meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3- 0,6C
4. Strees
Stimulasi pada system sarap simpatis dapat meningkatkan epinefrin dan norepunefrin yang akan
meningkatkan aktifitas metabolism basal dan produksi panas. Perawat dapat memperkirakan bahwa
klian yang sangat stres atau sangat cemas akana mengalami peningkatan suhu karna alasan tersebut.
5. Linkungan
Suhu tubuh yang ekstrem dapat mempengaruhi sitem pengaturan suhu tubuh seseorang .
H. Kelebihan Dan Kekurangan Lokasi Pengukuran Suhu Tubuh



No Lokasi Keuntungan Kekurangan
Oral Mudah di akses dan nyaman Thermometer kaca dapat pecah bila
tergigit
Nilai tidak akurat apabila kilen
barusajan mengkomsumsi cairan
atau makanan yang dingin, panas,
dan merokok
Dapat melukai mulut setelah
pembedahan oral

Rectal Hasil reliabel 1. Tidak nyaman dan lebih tidak
Menunjukan suhu inti

menyenangkan bagi kien .
2. Sulit dilakukan pada klien yang
tidak dapat miring kanan dan
kiiri
3. Dapat melukai rectum setelah
pembedahan rectum
4. Berespon secepat thermometer
oral ketika terjadinya perubahan
pada suhu anteri, fakta yang
berpotensi membahayakan bagi
klien yang febris karena biasa
saja diperoleh informasi yang
salah
5. Adanya fase dapat mengganggu
penepatan thermometer
6. Apabila fase lunak thermometer
dapat masuk pada fase dan
bukan menempel pada rectum.

Aksila Aman dan noninvasive

Thermometer harus di pasang untuk
waktu yang lama agar memperoleh
hasil yang akurat
Memb ran timpani Mudah di akses
Mencerminkan suhu inti
Sangat cepat

Dapat menimbulkan rasa yang
tidak nyaman dan beresiko
melukai membrane apabila
ujung thermometer di masukan
terlalu jauh kedalam lubang
telinga
Pengukuran yang berulang dapat
menunjukan hasil yang berbeda
Hasil pengukuran pada
membrane timpani sebelah
kanan dan sebelah kiri dapat
berbeda.
ada serumen dapat
mempengaruhi bacaan hasil.

K. Perubahan suhu
Perubahan suhu tubuh di luar rentang normal mempengaruhi set point hipotalamus. Perubahan ini
dapat berhubungan dengan produksi panas yang berlebihan, pengeluaran panas yang berlebihan/dan
produksi panas yang minimal. Pada Sifat perubahan tsb mempengaruhi masalah klinis yang dialami
klien.

1. Demam

Hiperpireksia atau demam terjadi karena mekanisme pengeluaran panas tidak mampu untuk
mempertahankan kecepatan pengeluaran kelebihan produksi panas, yang mengakibatkan peningkatan
suhu tubuh abnormal. Tingkat ketika demam mengancam kesehatan seringkali merupakan sumber yang
diperdebatkan diantara pemberi perawat kesehatan. Demam biasanyatidak berbahaya jika berada pada
suhu dinawah 39:C.

Berikut beberapa pola demam :

Terus menerus : tingginya menetap lebih dari 24 jam bervariasi 1:C sampai 2:C.
Intermiten : demam memuncak secara berseling dengan suhu normal. Suhu kembali normal paling
sedikit dalam 24 jam.
Remiten : demam memuncak dan turun tanpa kembali ke tingkat suhu normal.
Relaps : periode episode demam diselingi dengan tingkat suhu normal, episode demam dan normotemia
dapat memanjang lebih dari 24 jam.
2. Kelelahan akibat panas

Kelelahan akibat panas terjadi apabila diaphoresis yang banyak mengakibatkan kehilangan cairan dan
elektrolit yang berlebihan. Disebabkan oleh lingkungan yang sangat panas. Tanda dan gejala kurangnya
volume cairan adalah hal yang umum selama kelelahan akibat panas. Tindakan yang pertama yaitu
memindahkan klien kelingkungan yang lebih dingin serta memperbaiki keseimbangan cairan dan
elektrolit.

4. Hipertermia

Hipertermia yaitu peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidak mampuan tubuh untuk
meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas.

5. Heatstroke

Pajanan yang lama terhadap sinar matahari atau lingkungan dengan suhu tinggi dapat mempengaruhi
mekanisme pengeluaran panas. Kondisi ini disebut heatstroke. Klien yang beresiko termasuk yang masih
sangat mudaatau sangat tua yang memiliki penyakit kaediovaskular, hipotoroidisme, diabetes, atau
alkoholik. Yang juga termasuk beresiko adalah yang mengkonsumsi orang yang dapat menurunkan
kemampuan tubuh untuk mengeluarkan panas (miss : Fenotiazim, antikolirgenik, diuretic, amfetamin
dan antagonis resptor beta-adrenergik) dan mereka yang menjalani latihan olahraga atau kerja yang
berat (miss : atlet, pekerja kontruksi dam petani)

Penderita heatstroke tidak berkeringat karena kehilangan elektrolit sangat berat dan malfungsi
hupotalamus. Heatstroke dengan suhu >40,5:C mengakibatkan kerusakan jarungan jaringan pada sel
dari semua organ tubuh.

6. Hipotermia

Pengeluaran panas akibat paparan terus menerus terhadap dingin mempengaruhi kemampuan tubuh
untuk memproduksi panas akibat hipotermia.

Ketika suhu tubuh turun menjadi 35:C klien mengalami gemetar yang todak terkontrol, hilang ingatan,
depresi, dan tidak mampu menilai. Jika suhu tubuh menurun dibawah 34,4:C frekuensi jantung
pernafasan dan tekanan dalam turun.

Jika hipotermia terus berlangsung, klien akan mengalami disritmia jantung, kehilangan kesadaran dan
tidak responsif terhadap stimulus nyeri. Dalam kasus hipotermia berat, klien dapat menunjukan tanda
klinis yang mirip dengan orang mati misalnya tidak ada respon terhadap stimulus dan nadi serta
pernafasan sangat lemah.

Berikut klasifikasi hpotermia :

Celcius (C)

Fahrenheit (F)

Ringan
33: 36:

91,4: 96,8:

Sedang
30: 33:

86,0: 91,4:

Berat
27: 30:

80,6: 86,0:

Sangat berat
<30:

<80,6:

DAFTAR PUSTAKA






FUNGI patogen
FUNGI atau JAMUR patogen
Setelah membaca dokumen ini, Anda DIHRAPKAN bisa:
Menggambarkan karakteristik fisik dasar dan reproduksi jamur.
Nama jamur penting dalam bidang medis.
Menjelaskan penyakit yang berhubungan dengan jamur penting dalam bidang medis.
Menjelaskan metode dasar yang digunakan untuk mendiagnosa infeksi jamur.
Menjelaskan mekanisme kerja obat antijamur

Karakteristik umum
Jamur termasuk kapang, khamir dan jamur tingkat tinggi. Semua jamur yang eukariotik
mwengandung sterol tetapi tidak peptidoglikan pada membran sel mereka. Mereka adalah
chemoheterotrophs (membutuhkan nutrisi organik) dan sebagian besar aerobik. Banyak juga
jamur saprophytes (hidup dari bahan organik mati) dalam tanah dan air dan mendapatkan
makanan mereka dengan absorbsi. Khas mereka juga memproduksi spora seksual dan
aseksual, mempunyai banyak percabangan hifa yang disebut miselium. Ada lebih dari 100.000
spesies, dengan 100 agen patogen pada manusia






Pertumbuhan terjadi dari ujung apikal, vesikula apikal mengandung bahan dan enzim untuk
pembentukan dinding hyphal baru. hyphae tua berkurang aktifitas biokimianya dan banyak
mengandung vakuola .

vakuola :


Dalam cetakan ini kebanyakan hifa memiliki septa (divisi crosswalled), tetapi dalam beberapa
tidak ada satu pun dan hifa adalah coenocytic (aseptate),.

coenocytic :



Septa (jamak dari septum) adalah formasi cross-walled yang membagi hifa jamur ke dalam
sel, mungkin untuk menambah kekuatan hifa atau berfungsi untuk mengisolasi bagian-
bagian yang berdekatan untuk memungkinkan diferensiasi, seperti selama produksi struktur
reproduksi.

Struktur septa adalah taksonomi penting, mungkin sederhana atau kompleks, septate atau
aseptate (coenocytic). Pertumbuhan septum yang dimulai pada dinding hifa dan bergerak
menuju pusat hifa, septa dapat terdiri dari pelat yang solid, memiliki pori-pori tunggal di
tengah, atau memiliki beberapa pori-pori menciptakan seperti penampilan saringan.

gambar dari septum pada jamur Sordaria fimicola

.

Bagian dari miselium terlibat dalam mendapatkan nutrisi, miselium vegetatif, bagian dalam
pertumbuhan dan reproduksi, atau reproduksi miselium aerobik







Dari reproduksi miselium , spora terbentuk, spora aseksual diproduksi oleh miselium aerobik
dari organisme tunggal, sedangkan spora seksual dibentuk oleh fusi sel dan inti dari strain
kawin silang.










Ada banyak jenis spora dengan nama seperti chlamydospore dan sporangiospore. Contoh
jamur Penicillium, sumber penisilin yang merupakan antibiotik pertama.

Ragi adalah organisme uniseluler, biasanya bulat telur atau berbentuk bulat. Biasanya,
mereka tumbuh dengan tunas daripada pembelahan biner. Di sini, inti sitoplasma membelah,
pada awalnya sebuah kontinum dengan kuncup, atau ragi, sebelum dinding sel baru
memisahkan keduanya. Pada beberapa sel, tunas ini gagal untuk melepaskan diri dan
membentuk rantai pendek yang disebut pseudohypha. Meskipun ragi adalah sel tunggal dan
menghasilkan koloni seperti bakteri pada media agar, tidak seperti bakteri mereka memiliki
inti yang berbeda dan dengan demikian disebut eukariota. Contoh ragi adalah Saccharamyces
Saccharomyces yang menghasilkan alkohol dengan fermentasi anaerobik.


Penyakit Disebabkan oleh Jamur

Infeksi jamur atau mycoses diklasifikasikan berdasar derajat keterlibatan jaringan dan cara
masuk ke dalam host. adalah:
Superficial - infeksi kulit, rambut, dan kuku.
Subkutan - infeksi terbatas pada dermis, jaringan bawah kulit atau struktur yang
berdekatan.
Sistemik - infeksi dalam organ internal.
Oportunistik - menyebabkan infeksi hanya di immunocompromised.

Infeksi jamur jarang terjadi pada orang normal sehat, terbatas pada kondisi
seperti kandidiasis (thrush) dan infeksi kulit dermatofit seperti atlet foot. Namun, dalam
immunocompromised host, berbagai jamur ringan atau nonpathogenic dapat berpotensi
menyebabkan infeksi fatal.

Superficial Mycoses
Seperti yang tercantum di atas, infeksi mycoses terlokalisir pada kulit, rambut, dan kuku.
Contohnya adalah "kurap" atau "tinea" , infeksi kulit oleh dermatofit. Kurap mengacu pada
karakteristik sentral kliring yang sering terjadi pada infeksi dermatofit kulit.disebabkan oleh
genera Trycophyton, Microsporum dan Epidermophyton . Tinea dapat menginfeksi berbagai
situs tubuh, termasuk kulit kepala (tinea capitis), janggut (tinea barbae) kaki (tinea pedis:
"kaki atlet") dan pangkal paha (tinea cruris).

Candida albicans adalah ragi yang menyebabkan kandidiasis atau "thrush" pada manusia.
Sebagai mycoses , kandidiasis biasanya menginfeksi mulut atau vagina. C. albicans
merupakan bagian dari flora normal vagina dan saluran pencernaan. Namun, selama masa
sakit atau gangguan kekebalan. keseimbangan dapat berubah dan organisme berkembang biak
menyebabkan penyakit. Pengobatan antibiotik juga dapat mengubah flora bakteri normal dan
memungkinkan C. albicans berkembang.

Subkutan Mycoses
Ini adalah infeksi terbatas pada dermis, jaringan bawah kulit atau struktur yang berdekatan.
Infeksi mungkin timbul setelah melukai kulit. Ini mycoses yang langka dan terbatas terutama
untuk daerah tropis. Mereka cenderung lambat dan kronis Sebagai contoh
adalah sporotrichosis disebabkan oleh Sporothrix schenckii . Jamur dimorfik, yang dapat
berubah ke bentuk ragi pada 37 C pada media kaya atau pada infeksi. Sporotrichosis
pernah umum di Eropa namun sekarang langka. Penyakit ini paling umum Amerika, Afrika
Selatan dan Australia. Infeksi biasanya mirip gigitan serangga, tusukan duri atau duri ikan.
Kelompok pekerjaan tertentu tampaknya memiliki peningkatan risiko dari infeksi. seperti
pekerja toko bunga, buruh tani dan lain-lain yang menangani jerami dan lumut. Gejala yang
paling umum adalah lesi ulseratif yang dapat berkembang menjadi limfangitis.

Sistemik Mycoses (primer dan oportunistik)
Ini adalah infeksi invasif organ internal , organisme mauk melalui paru-paru, saluran
pencernaan atau melalui infus. Mereka mungkin disebabkan oleh: (i) jamur patogen primer
atau (ii) oleh jamur oportunistik yang patogenisitas marjinal tetapi dapat menginfeksi host.
immunocompromised

Jamur Patogen Primer
Infeksi terjadi pada orang yang sebelumnya sehat dan timbul melalui rute pernafasan.
Contohnya termasukhistoplasmosis, blastomycosis,
coccidiomycosis dan paracoccidiodomycosis.

Histoplasmosis. Hal ini disebabkan oleh Histoplasma capsulatum . Organisme ini dimorfik .
H.capsulatum endemik di banyak bagian dunia termasuk Amerika Utara dan Selatan. Banyak
ditemukan di dalam tanah dan pertumbuhan meningkat oleh kehadiran burung dan kotoran
kelelawar. Lingkungan yang mengandung bahan tersebut sering sebagai sumber infeksi pada
manusia. Paru-paru adalah situs utama infeksi tetapi bisa menyebar ke hati, jantung dan
sistem saraf pusat, infeksi paru dapat menyerupai gejala tuberkulosis
.
Jamur Oportunistik
Di sini, pasien biasanya ada beberapa cacat kekebalan tubuh atau metabolisme yang serius,
atau telah menjalani operasi. Penyakit termasuk aspergillosis, kandidosis sistemik dan
kriptokokosis. Luar biasa, jamur lain yang biasanya tidak patogen, seperti Trichosporon,
Fusarium atau Penicillium, dapat menyebabkan infeksi sistemik.

Aspergillosis. Ini adalah nama yang diberikan untuk sejumlah penyakit yang berbeda yang
disebabkan oleh jamur Aspergillus. Ini menghasilkan sejumlah besar spora dan terjadi di
seluruh dunia. Di Inggris, A. fumigatus spesies yang paling umum menyebabkan penyakit.
Organisme ini dapat menginfeksi paru-paru, telinga bagian dalam, sinus dan, jarang pada
orang yang sebelumnya sehat. Dalam host imunosupresi, Aspergillus dapat menyebar ke
seluruh tubuh.

Kandidosis. Dalam pasien immunocompromised berat (misalnya yang menerima kemoterapi)
C. albicans, merupakan bagian dari flora manusia normal (lihat di atas), dapat berkembang
biak dan menyebar ke seluruh tubuh.

Kriptokokosis. Ini adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Cryptococcus
neoformans ragi. Manifestasi paling umum adalah bentuk subakut atau kronis meningitis
akibat inhalasi organisme., infeksi paru juga dapat terjadi. Penyakit ini mempengaruhi baik
individu sehat dan imunosupresi dan terjadi di seluruh dunia. C. neoformans dapat diisolasi
dalam jumlah besar dari kotoran merpati di sekitar

Terkait Penyakit jamur Lain
Paparan Konstan spora jamur di atmosfer dapat menimbulkan alergi pernafasan.

Jamur tertentu, dapat menghasilkan racun yang dapat berakibat fatal jika tertelan
(misalnya Amanita phalloides: "kematian topi"). Lainnya (Psilocybe) mempengaruhi sistem
saraf pusat merangsang respon halusinasi.

Banyak jamur menghasilkan metabolit sekunder (mikotoksin) yang sangat beracun bagi
manusia. Ergotism disebabkan oleh makan roti dari gandum yang terinfeksi dengan jamur
Claviceps purpurea . S

Pneumocystis. Ini adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh Pneumonia
jirovecii (sebelumnya Pneumocystis carinii). Organisme ini merupakan penyebab umum
pneumonia fatal pada pasien AIDS. Sebuah parasit intraselular, dengan siklus hidup trofozoit
dan kista, maka itu sebelumnya dianggap suatu protozoa. Kista mengandung 8 inti yang
dapat dilihat pada pengecatan dari aspirasi paru.

Referensi
Peters, W. and Gilles, H.M. (1995). Colour Atlas of Tropical Medicine and Parasitology.
Mosby-Wolfe.
Roberts, S.O.B., Hay, R.J. and Mackenzie, D.W.R. (1984). A Clinician's Guide to Fungal
Disease. (Infectious Diseases and Antimicrobial agents: 5). Marcel Dekker, Inc. New York.
Diposkan oleh Oleh : Budi Raharja di 13.54
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Anda mungkin juga menyukai