Anda di halaman 1dari 37

Bagaimana Spektrometer massa bekerja

Kata Kunci: spektrometer massa


Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004
http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/instrumen_analisis/spektrometer_massa1/bagaimana_spektrometer_massa_bekerja/
Halaman ini menjelaskan bagaimana spektrum massa dibentuk dengan menggunakan
spektrometer massa.
Bagaimana spektrometer massa bekerja
Prinsip dasar
Apabila ada sebuah benda sedang bergerak lurus dan diberikan gaya luar ke arah samping maka
benda itu tidak akan bergerak lurus, melainkan ia akan bergerak membelok ke arah samping
karena adanya gaya luar tersebut.
Misalkan anda sedang menghadapi sebuah bola meriam yang sedang melewati anda dan anda
mau membelokkannya pada saat tepat lewat di depan anda. Dan alat yang anda punya hanyalah
sebuah selang penyemprot air yang dihubungkan dengan sebuah pompa jet. Sejujurnya, apa
yang anda lakukan .itu tidak akan berpengaruh banyak. Karena bola meriam itu sangat berat
dan ia tidak akan membelok dari jalur lurusnya.
Tapi coba kita pikir lagi, anda mencoba membelokan sebuah bola tenis yang sedang bergerak
dengan kecepatan yang sama dengan bola meriam tersebut dengan menggunakan selang
penyemprot air yang sama. Karena bola tenis ini sangat ringan, maka ia akan membelok dengan
amat sangat.
Berapa besar penyimpangan yang akan terjadi karena gaya luar itu, tergantung pada massa
benda tersebut (dalam hal ini bola). Apabila kecepatan bola dan besarnya gaya luar itu
diketahuiAanda bisa menghitung massa bola tersebut jika sudah diketahui bagaimana pola
pembelokan yang terjadi pada bola tersebut. Semakin kecil pembelokan yang terjadi, berarti
semakin berat massa bola tersebut.(Perhitungan yang sebenarnya tidaklah terlalu sulit) Prinsip
diatas tersebut dapat juga diterapkan pada benda atau partikel seukuran atom.
Garis besar tentang apa yang terjadi dalam alat spektrometer massa
Atom dapat dibelokkan dalam sebuah medan magnet (dengan anggapan atom tersebut diubah
menjadi ion terlebih dahulu). Karena partikel-partikel bermuatan listrik dibelokkan dalam medan
magnet dan partikel-partikel yang tidak bermuatan (netral) tidak dibelokkan.
Urutannya adalah sebagai berikut:
Tahap pertama : Ionisasi
Atom di-ionisasi dengan emengambilf satu atau lebih elektron dari atom tersebut supaya
terbentuk ion positif. Ini juga berlaku untuk unsur-unsur yang biasanya membentuk ion-ion
negatif (sebagai contoh, klor) atau unsur-unsur yang tidak pernah membentuk ion (sebagai
contoh, argon). spektrometer massa ini selalu bekerja hanya dengan ion positif.
Tahap kedua : Percepatan
Ion-ion tersebut dipercepat supaya semuanya mempunyai energi kinetik yang sama.
Tahap ketiga : Pembelokan
Ion-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan magnet, pembelokan yang terjadi
tergantung pada massa ion tersebut. Semakin ringan massanya, akan semakin dibelokan.
Besarnya pembelokannya juga tergantung pada besar muatan positif ion tersebut. Dengan kata
lain, semakin banyak elektron yang ediambilf pada tahap 1, semakin besar muatan ion tersebut,
pembelokan yang terjadi akan semakin besar.
Tahap keempat : Pendeteksian
Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut dideteksi dengan secara elektrik.
Diagram lengkap dari spektrometer massa:

Penjelasan tentang apa yang terjadi
Keadaan hampa udara
Penting bagi ion-ion yang telah dibuat dalam ruang ionisasi untuk dapat bergerak lurus dalam
mesin tanpa bertabrakan dengan molekul2 udara.
Ionisasi

Sampel yang berbentuk gas (vaporised sample) masuk ke dalam ruang ionisasi. Kumparan metal
yang dipanaskan dengan menggunakan listrik emelepaskanf elektron-elektron yang ada pada
sampel dan elektron-elektron lepas itu menempel pada perangkap elektron (electron trap) yang
mempunyai muatan positif.
Partikel-partikel dalam sample tersebut (atom atau molekul) dihantam oleh banyak sekali
elektron-elektron, dan beberapa dari tumbukan tersebut mempunyai energi cukup untuk
melepaskan satu atau lebih elektron dari sample tersebut sehingga sample tersebut menjadi ion
positif.
Kebanyakan ion-ion positif yang terbentuk itu mempunyai muatan +1 karena akan jauh lebih
sulit untuk memindahkan elektron lagi dari sample yang sudah menjadi ion positif.
Ion-ion positif yang terbentuk ini ediajak keluarf dan masuk ke bagian mesin yang merupakan
sebuah lempengan metal yang bermuatan positif (Ion repellel).
Tambahan: Seperti yang anda akan lihat sebentar lagi, seluruh ruang ionisasi ini dilakukan
dengan menggunakan tegangan listrik positif yang besar (10.000 V). Ketika kita berbicara
tentang kedua lempengan bermuatan positif, berarti lempengan tersebut mempunyai muatan
lebih dari 10.000 V.
Percepatan

Ion-ion positif yang ditolak dari ruang ionisasi yang sangat positif itu akan melewati 3 celah,
dimana celah terakhir itu bermuatan 0 V. Celah yang berada di tengah mempunyai voltase
menengah. Semua ion-ion tersebut dipercepat sampai menjadi sinar yang sangat terfokus.
Pembelokkan

Ion yang berbeda-beda akan dibelokkan secara berbeda pula oleh medan magnet. Besarnya
pembelokan yang dialami oleh sebuah ion tergantung pada:
* Massa ion tersebut.
Ion-ion yang bermassa ringan akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang bermassa berat.
* Muatan ion.
Ion yang mempunyai muatan +2 (atau lebih) akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang
bermuatan +1.
Dua faktor diatas digabungkan ke dalam Perbandingan Massa/Muatan. Perbandingan ini
mempunyai simbol m/z (atau m/e)
Sebagai contoh: Apabila sebuah ion mempunyai massa 28 dan bermuatan +1, maka
perbandingan massa/muatan ion tersebut adalah 28. Ion yang mempunyai massa 56 dan
bermuatan +2 juga mempunyai perbandingan massa/muatan yang sama yaitu 28.
Pada gambar diatas, sinar A mengalami pembelokkan yang paling besar, yang berarti sinar
tersebut terdiri dari ion-ion yang mempunyai perbandingan massa/muatan yang terkecil.
Sedangkan sinar C mengalami pembelokkan yang paling kecil, berarti ia terdiri dari ion-ion yang
mempunyai perbandingan massa/muatan yang paling besar.
Akan jauh lebih mudah untuk membahas masalah ini jika kita menganggap bahwa muatan
semua ion adalah +1. Hampir semua ion-ion yang lewat dalam spektrometer massa ini
bermuatan +1, sehingga besarnya perbandingan massa/muatannya akan sama dengan massa
ion tersebut.
Tambahan: Anda juga harus mengerti bahwa kemungkinan adanya ion bermuatan +2(atau
lebih), tetapi kebanyakan soal-soal akan memberikan spektrum massa dimana ion-ion nya hanya
bermuatan +1. Kecuali bila ada petunjuk dalam soal tersebut, anda bisa menganggap bahwa ion
yang sedang dibicarakan dalam soal tersebut adalah bermuatan +1
Jadi dengam menganggap semua ion bermuatan +1, maka sinar A terdiri dari ion yang paling
ringan, selanjutnya sinar B dan yang terdiri dari ion yang paling berat adalah sinar C. Ion-ion
yang ringan akan lebih dibelokkan daripada ion yang berat.
Pendeteksian
Pada gambar diatas, hanya sinar B yang bisa terus melaju sampai ke pendetektor ion. Ion-ion
lainnya bertubrukan dengan dinding dimana ion-ion akan menerima elektron dan dinetralisasi.
Pada akhirnya, ion-ion yang telah menjadi netral tersebut akan dipisahkan dari spektrometer
massa oleh pompa vakum.

Ketika sebuah ion menubruk kotak logam, maka ion tersebut akan dinetralisasi oleh elektron
yang pindah dari logam ke ion (gambar kanan). Hal ini akan menimbulkan ruang antara
elektron-elektron yang ada dalam logam tersebut, dan elektron-elektron yang berada dalam
kabel akan mengisi ruang tersebut.
Aliran elektron di dalam kabel itu dideteksi sebagai arus listrik yang bisa diperkuat dan dicatat.
Semakin banyak ion yang datang, semakin besat arus listrik yang timbul.
Mendeteksi ion-ion lainnya.
Bagaimana ion-ion lainnya dapat dideteksi padahal sinar A dan sinar B sudah tidak ada lagi
dalam mesin?
Ingat bahwa sinar A dibelokkan paling besar, berarti ia mempunyai nilai m/z yang paling
kecil(ion yang paling ringan bila bermuatan +1) Untuk membuat sinar ini sampai ke detektor
ion, anda perlu membelokkan sinar tersebut dengan menggunakan medan magnet yang lebih
kecil(gaya luar yang lebih kecil).
Untuk membuat ion-ion yang mempunyai nilai m/z yang besar(ion yang berat bila bermuatan
+1) sampai ke detektor ion, maka anda perlu membelokkannya dengan menggunakan medan
magnet yang lebih besar.
Dengan merubah besarnya medan magnet yang digunakan, maka anda bisa membawa semua
sinar yang ada secara bergantian ke detektor ion, dimana disana ion-ion tersebut akan
menimbulkan arus listrik dimana besarnya berbanding lurus dengan jumlah ion yang datang.
Massa dari semua ion yang dideteksi itu tergantung pada besarnya medan magnet yang
digunakan untuk membawa sinar tersebut ke detektor ion. Mesin ini dapat disesuaikan untuk
mencatat arus listrik (yang merupakan jumlah ion-ion) dengan m/z secara langsung. Massa
tersebut diukur dengan menggunakan skala
12
C.
Tambahan: Skala
12
C adalah skala dimana isotop
12
C mempunyai berat tepat 12 unit.
Bagaimana bentuk output dari spektrometer massa
Hasil dari pencatat diagram disederhanakan menjadi ediagram garisf. Ini menunjukkan arus
listrik yang timbul oleh beragam ion yang mempunyai perbandingan m/z masing2.
Diagram garis Molybdenum (Mo) adalah sebagai berikut:

Garis tegak lurus itu menunjukkan besarnya arus listrik yang diterima oleh alat pencatat arus
yang berarti banyaknya ion datang ke detektor. Seperti yang anda bisa lihat dari diagram diatas,
ion yang paling banyak adalah ion yang mempunyai perbandingan m/z 98. Ion-ion lainnya
mempunyai perbandingan m/z 92,94,95,96,97 dan 100.
Ini berarti molybdenum mempunyai 7 macam isotop. Dengan menganggap bahwa semua ion
tersebut bermuatan +1 maka berarti massa dari ketujuh isotop tersebut adalah 92,94,95,96,97
,98 dan 100.
Tambahan: Bila ada ion bermuatan +2 , maka anda akan tahu karena semua garis yang ada
pada diagram diatas akan mempunyai garis lain dengan besar 1/2 dari nilai m/z (karena,
sebagai contoh, 98/2=49). Garis-garis itu akan jauh lebih sedikit daripada garis ion +1 karena
kemungkinan terbentuknya ion +2 adalah jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan
kemungkinan terbentuknya ion +1.

















proses kerja MS
Secara umum prosedur MS :
1. Sampel di masukkan dalam instrument MS dan mengalami penguapan.
2. Komponen dari sample diionisasikan ,dapat digunakan berbagai metode ,salah
satunya mengenai nya dangan sinar berelectron, sehingga menghasilkan partikel
bermuatan ( ion).
3. Ion di pisahkan berdasarkan rasio massa atau muatan dalam analizer oleh medan
elektromagnetik.
4. Ion-ion dideteksi, metode yang di gunakan biasanya kuantitatif.
5. Sinyal ion diproses menjadi spectra massa.
E. INSTRUMENT SPEKTROSKOPI MASSA
Instrument MS terbagi 3 bagian :
1. Sumber ion-ion mengubah molekul sample dari fasa gas menjadi ion-ion ( memindahkan ion-ion
dalam larutan menjadi fasa gas )
2. Massa analyzer memilih ion-ion berdasarkan massanya dengan menggunakan medan
elektromagnetik.
3. Detektor : mengukur nilai kuantitas dan menyediakan data untuk menghitung kelimpuhan
masing-masing ion.
http://flowerizayulia.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html






22. SPEKTROMETER MASSA
Spektrometer massa
Halaman ini menjelaskan bagaimana spektrum massa dibentuk dengan menggunakan
spektrometer massa.
Bagaimana spektrometer massa bekerja
Prinsip dasar
Apabila ada sebuah benda sedang bergerak lurus dan diberikan gaya luar ke arah samping maka
benda itu tidak akan bergerak lurus, melainkan ia akan bergerak membelok ke arah samping
karena adanya gaya luar tersebut.
Misalkan anda sedang menghadapi sebuah bola meriam yang sedang melewati anda dan anda
mau membelokkannya pada saat tepat lewat di depan anda. Dan alat yang anda punya hanyalah
sebuah selang penyemprot air yang dihubungkan dengan sebuah pompa jet. Sejujurnya, apa
yang anda lakukan .itu tidak akan berpengaruh banyak. Karena bola meriam itu sangat berat
dan ia tidak akan membelok dari jalur lurusnya.
Tapi coba kita pikir lagi, anda mencoba membelokan sebuah bola tenis yang sedang bergerak
dengan kecepatan yang sama dengan bola meriam tersebut dengan menggunakan selang
penyemprot air yang sama. Karena bola tenis ini sangat ringan, maka ia akan membelok dengan
amat sangat.
Berapa besar penyimpangan yang akan terjadi karena gaya luar itu, tergantung pada massa
benda tersebut (dalam hal ini bola). Apabila kecepatan bola dan besarnya gaya luar itu
diketahuianda bisa menghitung massa bola tersebut jika sudah diketahui bagaimana pola
pembelokan yang terjadi pada bola tersebut. Semakin kecil pembelokan yang terjadi, berarti
semakin berat massa bola tersebut.(Perhitungan yang sebenarnya tidaklah terlalu sulit) Prinsip
diatas tersebut dapat juga diterapkan pada benda atau partikel seukuran atom.
Garis besar tentang apa yang terjadi dalam alat spektrometer massa
Atom dapat dibelokkan dalam sebuah medan magnet (dengan anggapan atom tersebut diubah
menjadi ion terlebih dahulu). Karena partikel-partikel bermuatan listrik dibelokkan dalam medan
magnet dan partikel-partikel yang tidak bermuatan (netral) tidak dibelokkan.
Urutannya adalah sebagai berikut:
Tahap pertama : Ionisasi
Atom di-ionisasi dengan mengambil satu atau lebih elektron dari atom tersebut supaya
terbentuk ion positif. Ini juga berlaku untuk unsur-unsur yang biasanya membentuk ion-ion
negatif (sebagai contoh, klor) atau unsur-unsur yang tidak pernah membentuk ion (sebagai
contoh, argon). spektrometer massa ini selalu bekerja hanya dengan ion positif.
Tahap kedua : Percepatan
Ion-ion tersebut dipercepat supaya semuanya mempunyai energi kinetik yang sama.
Tahap ketiga : Pembelokan
Ion-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan magnet, pembelokan yang terjadi
tergantung pada massa ion tersebut. Semakin ringan massanya, akan semakin dibelokan.
Besarnya pembelokannya juga tergantung pada besar muatan positif ion tersebut. Dengan kata
lain, semakin banyak elektron yang diambil pada tahap 1, semakin besar muatan ion tersebut,
pembelokan yang terjadi akan semakin besar.
Tahap keempat : Pendeteksian
Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut dideteksi dengan secara elektrik.
Diagram lengkap dari spektrometer massa:

Penjelasan tentang apa yang terjadi
Keadaan hampa udara
Penting bagi ion-ion yang telah dibuat dalam ruang ionisasi untuk dapat bergerak lurus dalam
mesin tanpa bertabrakan dengan molekul2 udara.
Ionisasi

Sampel yang berbentuk gas (vaporised sample) masuk ke dalam ruang ionisasi. Kumparan metal
yang dipanaskan dengan menggunakan listrik melepaskan elektron-elektron yang ada pada
sampel dan elektron-elektron lepas itu menempel pada perangkap elektron (electron trap) yang
mempunyai muatan positif.
Partikel-partikel dalam sample tersebut (atom atau molekul) dihantam oleh banyak sekali
elektron-elektron, dan beberapa dari tumbukan tersebut mempunyai energi cukup untuk
melepaskan satu atau lebih elektron dari sample tersebut sehingga sample tersebut menjadi ion
positif.
Kebanyakan ion-ion positif yang terbentuk itu mempunyai muatan +1 karena akan jauh lebih
sulit untuk memindahkan elektron lagi dari sample yang sudah menjadi ion positif.
Ion-ion positif yang terbentuk ini diajak keluar dan masuk ke bagian mesin yang merupakan
sebuah lempengan metal yang bermuatan positif (Ion repellel).
Tambahan: Seperti yang anda akan lihat sebentar lagi, seluruh ruang ionisasi ini dilakukan
dengan menggunakan tegangan listrik positif yang besar (10.000 V). Ketika kita berbicara
tentang kedua lempengan bermuatan positif, berarti lempengan tersebut mempunyai muatan
lebih dari 10.000 V.
Percepatan

Ion-ion positif yang ditolak dari ruang ionisasi yang sangat positif itu akan melewati 3 celah,
dimana celah terakhir itu bermuatan 0 V. Celah yang berada di tengah mempunyai voltase
menengah. Semua ion-ion tersebut dipercepat sampai menjadi sinar yang sangat terfokus.
Pembelokkan

Ion yang berbeda-beda akan dibelokkan secara berbeda pula oleh medan magnet. Besarnya
pembelokan yang dialami oleh sebuah ion tergantung pada:
* Massa ion tersebut.
Ion-ion yang bermassa ringan akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang bermassa berat.
* Muatan ion.
Ion yang mempunyai muatan +2 (atau lebih) akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang
bermuatan +1.
Dua faktor diatas digabungkan ke dalam Perbandingan Massa/Muatan. Perbandingan ini
mempunyai simbol m/z (atau m/e)
Sebagai contoh: Apabila sebuah ion mempunyai massa 28 dan bermuatan +1, maka
perbandingan massa/muatan ion tersebut adalah 28. Ion yang mempunyai massa 56 dan
bermuatan +2 juga mempunyai perbandingan massa/muatan yang sama yaitu 28.
Pada gambar diatas, sinar A mengalami pembelokkan yang paling besar, yang berarti sinar
tersebut terdiri dari ion-ion yang mempunyai perbandingan massa/muatan yang terkecil.
Sedangkan sinar C mengalami pembelokkan yang paling kecil, berarti ia terdiri dari ion-ion yang
mempunyai perbandingan massa/muatan yang paling besar.
Akan jauh lebih mudah untuk membahas masalah ini jika kita menganggap bahwa muatan
semua ion adalah +1. Hampir semua ion-ion yang lewat dalam spektrometer massa ini
bermuatan +1, sehingga besarnya perbandingan massa/muatannya akan sama dengan massa
ion tersebut.
Tambahan: Anda juga harus mengerti bahwa kemungkinan adanya ion bermuatan +2(atau
lebih), tetapi kebanyakan soal-soal akan memberikan spektrum massa dimana ion-ion nya hanya
bermuatan +1. Kecuali bila ada petunjuk dalam soal tersebut, anda bisa menganggap bahwa ion
yang sedang dibicarakan dalam soal tersebut adalah bermuatan +1
Jadi dengam menganggap semua ion bermuatan +1, maka sinar A terdiri dari ion yang paling
ringan, selanjutnya sinar B dan yang terdiri dari ion yang paling berat adalah sinar C. Ion-ion
yang ringan akan lebih dibelokkan daripada ion yang berat.
Pendeteksian
Pada gambar diatas, hanya sinar B yang bisa terus melaju sampai ke pendetektor ion. Ion-ion
lainnya bertubrukan dengan dinding dimana ion-ion akan menerima elektron dan dinetralisasi.
Pada akhirnya, ion-ion yang telah menjadi netral tersebut akan dipisahkan dari spektrometer
massa oleh pompa vakum.

Ketika sebuah ion menubruk kotak logam, maka ion tersebut akan dinetralisasi oleh elektron
yang pindah dari logam ke ion (gambar kanan). Hal ini akan menimbulkan ruang antara
elektron-elektron yang ada dalam logam tersebut, dan elektron-elektron yang berada dalam
kabel akan mengisi ruang tersebut.
Aliran elektron di dalam kabel itu dideteksi sebagai arus listrik yang bisa diperkuat dan dicatat.
Semakin banyak ion yang datang, semakin besat arus listrik yang timbul.
Mendeteksi ion-ion lainnya.
Bagaimana ion-ion lainnya dapat dideteksi padahal sinar A dan sinar B sudah tidak ada lagi
dalam mesin?
Ingat bahwa sinar A dibelokkan paling besar, berarti ia mempunyai nilai m/z yang paling
kecil(ion yang paling ringan bila bermuatan +1) Untuk membuat sinar ini sampai ke detektor
ion, anda perlu membelokkan sinar tersebut dengan menggunakan medan magnet yang lebih
kecil(gaya luar yang lebih kecil).
Untuk membuat ion-ion yang mempunyai nilai m/z yang besar(ion yang berat bila bermuatan
+1) sampai ke detektor ion, maka anda perlu membelokkannya dengan menggunakan medan
magnet yang lebih besar.
Dengan merubah besarnya medan magnet yang digunakan, maka anda bisa membawa semua
sinar yang ada secara bergantian ke detektor ion, dimana disana ion-ion tersebut akan
menimbulkan arus listrik dimana besarnya berbanding lurus dengan jumlah ion yang datang.
Massa dari semua ion yang dideteksi itu tergantung pada besarnya medan magnet yang
digunakan untuk membawa sinar tersebut ke detektor ion. Mesin ini dapat disesuaikan untuk
mencatat arus listrik (yang merupakan jumlah ion-ion) dengan m/z secara langsung. Massa
tersebut diukur dengan menggunakan skala
12
C.
Tambahan: Skala
12
C adalah skala dimana isotop
12
C mempunyai berat tepat 12 unit.
Bagaimana bentuk output dari spektrometer massa
Hasil dari pencatat diagram disederhanakan menjadi diagram garis. Ini menunjukkan arus
listrik yang timbul oleh beragam ion yang mempunyai perbandingan m/z masing2.
Diagram garis Molybdenum (Mo) adalah sebagai berikut:

Garis tegak lurus itu menunjukkan besarnya arus listrik yang diterima oleh alat pencatat arus
yang berarti banyaknya ion datang ke detektor. Seperti yang anda bisa lihat dari diagram diatas,
ion yang paling banyak adalah ion yang mempunyai perbandingan m/z 98. Ion-ion lainnya
mempunyai perbandingan m/z 92,94,95,96,97 dan 100.
Ini berarti molybdenum mempunyai 7 macam isotop. Dengan menganggap bahwa semua ion
tersebut bermuatan +1 maka berarti massa dari ketujuh isotop tersebut adalah 92,94,95,96,97
,98 dan 100.
Tambahan: Bila ada ion bermuatan +2 , maka anda akan tahu karena semua garis yang ada
pada diagram diatas akan mempunyai garis lain dengan besar 1/2 dari nilai m/z (karena,
sebagai contoh, 98/2=49). Garis-garis itu akan jauh lebih sedikit daripada garis ion +1 karena
kemungkinan terbentuknya ion +2 adalah jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan
kemungkinan terbentuknya ion +1.
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata dichem-is-try.org
Spektrum Massa Unsur-unsur
Artikel ini akan membahas informasi yang dapat anda peroleh dari spektrum massa sebuah
unsur. Artikel ini menunjukkan bagaimana anda dapat menemukan massa dan jumlah relatif
berbagai isotop dari sebuah unsur dan menggunakan informasi tersebut untuk menghitung
massa atom relatif sebuah unsur.
Terlebih lagi, artikel ini juga akan membahas permasalahan yang disebabkan oleh unsur yang
memiliki molekul diatomik seperti klorin (
Cl2
).
Spektrum Massa Unsur Monoatomik
Unsur monoatomik meliputi semua unsur kecuali unsur- unsur seperti klorin, Cl
2
, yang
merupakan molekul yang memiliki jumlah atom lebih dari satu.
Spektrum Massa Boron

Jumlah Jenis Isotop
Kedua puncak pada spektrum massa diatas menunjukkan keberadaan 2 jenis isotop dari unsur
boron dengan massa isotop relatif 10 dan 11 dalam skala atom
12
C.
Catatan: Isotop isotop merupakan atom atom yang berasal dari unsur yang sama. Mereka
memiliki jumlah proton yang sama, namun memiliki massa yang berbeda yang disebabkan oleh
perbedaan jumlah netron.
Dalam artikel ini, kami memakai dasar asumsi bahwa semua ion yang terdata memiliki muatan
1+. Dengan demikian, massa/rasio muatan (m/z) akan secara langsung memberikan massa
isotop.
Skala atom
12
C adalah skala yang memiliki basis bahwa massa dari atom
12
C adalah 12
Jumlah Isotop
Perbandingan besaran puncak-puncak dalam grafik di atas akan dapat secara langsung
menunjukkan jumlah relatif isotop isotop. Puncak tertinggi seringkali diberi nilai 100 namun
anda dapat menggunakan bentuk ukuran (skala) lainnya.
Anda dapat menemukan jumlah relatif dari isotop-isotop dengan mengukur panjangnya garis
dalam diagram.
Dalam kasus ini, kedua isotop dengan jumlah relatifnya adalah:
boron-10 23
boron-11 100
Memahami Massa Atom Relatif
Massa atom relatif dari sebuah unsur memiliki simbol Ar dan memiliki definisi:
Massa atom relatif sebuah unsur merupakan berat rata-rata dari massa isotop -isotop unsur
tersebut secara relatif terhadap 1/12 massa carbon
12
C.
Kata Berat rata-rata dalam definisi di atas menandakan ketidakseragaman dalam jumlah
berbagai isotop sebuah unsur. Contoh di bawah ini akan mengklarifikasi pernyataan ini.
Katakanlah anda memilikli 123 atom Boron yang tipikal. 23 darinya adalah
10
B dan 100 sisanya
adalah
11
B
Massa totalnya adalah (23 x 10) + (100 x 11) = 1330
Massa rata-rata dari 123 atom-atom ini adalah 1330/123 = 10.8
Jadi, 10.8 merupakan massa atom relatif dari unsur boron. Penghitungan rata-rata secara
simplistik dari 10 dan 11 tentunya akan menghasilkan 10.5. Namun jawaban Anda yang
menunjukkan angka 10.8 mengindikasikan dominasi isotop unsur boron yang lebih berat (boron-
11) yang menyebabkan berat rata- rata unsur boron mendekati massa isotop boron-11.
Massa Spektrum Zirconium

Jumlah Jenis Isotop
Kelima puncak pada grafik spektrum massa diatas menunjukkan adanya 5 jenis isotop dari unsur
zirconium dengan massa relatif isotop 90, 91, 92, 94, dan 96 dalam skala atom
12
C.
Jumlah isotop
Dalam kasus ini, jumlah relatif isotop-isotop tersebut ditunjukkan dalam bentuk persentase.
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa anda dapat menemukan jumlah relatif isotop-
isotop tersebut dengan mengukur panjangnya garis-garis yang terdapat dalam diagram.
Kelima isotop tersebut dengan persentase jumlah relatifnya:
zirconium-90 51.5
zirconium-91 11.2
zirconium-92 17.1
zirconium-94 17.4
zirconium-96 2.8
Memahami Massa Atom Relatif
Katakanlah anda memiliki 100 atom zirconium. 51.5 diantaranya merupakan
90
Zr, 11.2
merupakan
91
Zr, dan seterusnya.
Catatan: apabila anda merasa keberatan dengan angka pecahan seperti 51.5 atom
90
Zr dan
11.2 atom
91
Zr, umpamakanlah anda memiliki 1000 atom zirconium dan bukan 100. Dengan
demikian, anda akan memiliki 515 atom
90
Zr, 112 atom
91
Zr, dan seterusnya.
Massa Total dari 100 atom tersebut adalah:
(51.5 x 90) + (11.2 x 91) + (17.1 x 92) + (17.4 x 94) + (2.8 x 96) = 9131.8 Massa rata-rata
dari 100 atom tersebut adalah 9131.8/100 = 91.3
Jadi, 91.3 adalah massa atom relatif zirconium
Spektrum Massa Klorin
Klorin merupakan unsur yang memiliki jumlah atom lebih dari satu dalam tiap molekulnya. Mari
kita amati spektrum massanya untuk melihat bentuk permasalahan yang timbul.
Klorin memiliki dua jenis isotop,
35
Cl dan
37
Cl, dengan perkiraanperbandingan 3 atom
35
Cl dan 1
atom
37
Cl. Anda mungkin memperkirakan bahwa spektrum massanya akan terlihat seperti di
bawah ini:

Anda Salah !!
Permasalahannya terletak pada klorin yang merupakan molekul dan bukan atom secara individu.
Ketika klorin melewati suatu proses ionisasi, sebuah elektron akan terlepas dan menyebabkan
klorin menjadi molekul ion, Cl
2
+
. Ion-ion ini tidaklah stabil dan sebagian darinya akan
membentuk atom klorin dan ion Cl
+
. Proses inilah yang dikenal dengan proses fragmentasi:

Bila atom klorin yang terbentuk tidak terionisasi, atom klorin tersebut akan terhilang dalam
mesin karena tidak mengalami percepatan maupun tumbukan.
Ion-ion Cl akan melewati mesin dan menghasilkan garis 35 dan 37, bergantung pada isotop yang
ada dan anda akan mendapatkan grafik seperti di atas. Masalahnya, anda juga akan
mendapatkan garis-garis yang disebabkan oleh terdeteksinya molekul-molekul ion klorin
Cl
2
+
yang tidak mengalami proses fragmentasi.
Kita coba untuk menghitung kemungkinan kombinasi dari atom klorin-35 dan klorin-37 pada
sebuah ion Cl
2
+
.
Kombinasi antara klorin-35 dan klorin-37 dalam ion Cl
2
+
dapat berupa:
kedua atom adalah 35Cl, kedua atom adalah 37Cl, atau satu dari setiap jenis. Sehingga total
massa dari ion Cl
2
+
:
35 + 35 = 70
35 + 37 = 72
37 + 37 = 74
Akibatnya, anda dapat melihat adanya garis-garis di sekitar m/z = 70 seperti di bawah ini:

Garis-garis ini akan melengkapi garis-garis di m/z = 35 dan 37. Tinggi relatif dari ketiga garis
m/z = 70, 72, dan 74 ini memiliki rasio 9:6:1. Namun demikian, Anda tidak dapat melakukan
perbandingan antara tinggi relatif garis-garis yang terdapat pada 35/37 dan garis-garis yang
terdapat pada 70/72/74. Hal tersebut akan bergantung pada proporsi dari ion molekul Cl
2
+
yang
mengalami proses fragmentasi. Anda perlu mengetahui bahwa skala sumbu vertikal dari kedua
grafik tidaklah sama.
Secara keseluruhan spektrum massa akan terlihat seperti ini :

Sumber Spektrum Massa: NIST Chemistry WebBook. NIST (National Institute of Standard and
Technology) adalah institut nasional Amerika Serikat dalam standard dan teknologi.
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata dichem-is-try.org
Pola Fragmentasi Pada Spektra Massa Senyawa OrganikHalaman ini
melihat bagaimana pola fragmentasi dibentuk ketika molekul organik
dimasukkan ke dalam spektrometer massa, dan bagaimana anda
mendapatkan informasi dari suatu spektrum massa.
Asal-usul pola fragmentasi
Pembentukan ion molekuler
Ketika sampel organik yang teruapkan melewati kamar ionisasi
spektrometer massa, uap akan ditembak oleh berkas elektron. Elektron-
elektron ini mempunyai energi yang cukup untuk mengeluarkan
sebuah elektron dari molekul organik untuk membentuk ion positif. Ion
ini disebut ion molekuler kadang disebut juga ion induk.
Ion molekuler disimbolkan dengan M
+
atau titik pada versi yang kedua
menunjukkan fakta bahwa pada ion tersebut terdapat elektron tunggal tak
berpasangan. Merupakan setengah dari pasangan elektron dalam keadaan
normal setengah yang lain dihilangkan pada proses ionisasi.Fragmentasi
Ion-ion molekuler tidak stabil secara energetika, dan beberapa
diantaranya akan terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Contoh paling sederhana adalah sebuah ion molekuler pecah menjadi
dua bagian satu bagian ion positif, dan bagian lain berupa radikal
bebas tak bermuatan.



Catatan: radikal bebas adalah atom atau kumpulan atom
yang mengandung elektron tunggal tak berpasangan.

Radikal bebas tak bermuatan tidak akan menghasilkan garis pada spektrum
massa. Hanya partikel-partikel bermuatan yang akan dipercepat, dibelokkan,
dan dideteksi oleh spektrometer massa. Partikel tak bermuatan ini akan
dengan mudah hilang dalam mesin akhirnya, terbuang ke pompa
vakum.Ion, X
+
, akan berjalan melalui spektrometer massa seperti ion positif
yang lain dan akan menghasilkan sebuah garis pada diagram.
Semua daftar fragmentasi dari ion molekuler awal adalah mungkin
dan artinya anda akan mendapatkan seluruh garis pada spektrum
massa. Sebagai contoh, spektrum massa pentana terlihat seperti ini:

Adalah penting untuk memahami bahwa pola garis pada spektrum massa
senyawa organik menceritakan sesuatu yang sedikit berbeda dari pola garis
pada spektrum massa unsur. Untuk unsur, tiap garis
menunjukkan isotop yang berbeda dari unsur tersebut. Untuk senyawa, tiap
garis menunjukkan fragmen/pecahan yang berbeda yang dihasilkan ketika
ion molekuler pecah.
Puncak ion molekuler dan puncak dasarPada diagram spektrum massa
pentana, garis yang dihasilkan oleh ion paling berat yang melewati mesin
(pada m/z = 72) adalah garis untuk ion molekuler.
Garis paling tinggi pada diagram (dalam contoh ini pada m/z = 43)
disebut puncak dasar.Biasanya diberi tinggi 100, dan tinggi yang lainnya
dihitung relatif terhadap puncak dasar. Puncak dasar adalah puncak yang
paling tinggi karena menunjukkan ion fragmen yang paling banyak terbentuk
selain itu karena ada beberapa cara dimana ia dapat dihasilkan selama
fragmentasi dari ion induk, atau karena ia merupakan ion yang
stabil.Menggunakan pola fragmentasi
Bagian ini akan mengabaikan pengetahuan yang dapat anda peroleh
dari ion molekuler. Itu dibahas dalam tiga bagian lain yang anda
dapatkan pada menu spektrometri massa. Anda akan menemukan link
pada akhir halaman.
Mengamati ion yang menghasilkan garis
Ini biasanya merupakan sesuatu yang paling sederhana yang
ditanyakan kepada anda.
Spektrum massa pentana
Marilah kita lihat spektrum massa pentana:

Apakah yang menyebabkan garis pada m/z = 57?
Berapa banyak atom karbon yang ada dalam ion ini? Tidak mungkin 5
karena 5 x 12 = 60. Bagaimana dengan 4? 4 x 12 = 48. Sisa 9 untuk
mencapai 57. Bagaimana dengan C
4
H
9
+
?
C
4
H
9
+
dapat dituliskan [CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
]
+
, dan ini dapat dihasilkan
melalui fragmentasi berikut:

Radikal metil yang dihasilkan akan dengan mudah hilang dalam mesin.
Garis pada m/z = 43 dapat dikerjakan dengan cara yang sama. Jika
anda mengutak-atik angkanya, anda akan menemukan bahwa ini
berhubungan dengan pemecahan yang menghasilkan ion 3-karbon:

Garis pada m/z = 29 adalah khas untuk ion etil, [CH
3
CH
2
]
+
:

Garis lain pada spektrum massa lebih sulit untuk diterangkan. Sebagai
contoh, garis dengan nilai m/z lebih kecil 1 atau 2 dari garis-garis yang
mudah, sering disebabkan oleh hilangnya satu atau lebih atom
hidrogen selama proses fragmentasi. Anda sangat tidak menyukai jika
diminta untuk menjelaskannya tetapi ini merupakan contoh yang
paling mudah dimengerti dalam ujian level A.
Spektrum massa pentan-3-on

Sekarang puncak dasar ( puncak paling tinggi dan juga ion fragmen
paling umum) adalah pada m/z = 57. Tetapi ini bukan dihasilkan oleh
ion yang sama seperti puncak dengan nilai m/z yang sama pada
pentana.
Jika anda ingat, puncak m/z = 57 dalam pentana dihasilkan oleh
[CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
]
+
. Jika anda melihat struktur pentan-3-on, tidak
mungkin mendapatkan fragmen yang sama.
Cari dengan cara memotong molekul sedikit demi sedikit sampai
mendapatkan 57. Dengan sedikit kesabaran, anda akhirnya akan
mendapatkan [CH
3
CH
2
CO]
+
yang dihasilkan dari fragmentasi ini:

Anda akan mendapatkan hasil yang sama, dimanapun anda memecah
ion molekuler, di sisi kiri maupun kanan gugus CO.
Puncak m/z = 29 dihasilkan oleh ion etil yang sekali lagi dapat
dibentuk dengan memecah ion molekuler pada bagian lain gugus CO.

Tinggi puncak dan stabilitas ion
Ion yang lebih stabil akan lebih disukai pembentukannya. Makin
banyak ion yang terbentuk, makin tinggi puncaknya. Kita akan melihat
dua contoh yang umum untuk hal ini.
Contoh yang melibatkan karbokation (ion karbonium)
Meringkas kesimpulan paling penting dari halaman karbokation:
Urutan stabilitas karbokation
primer < sekunder < tersier

Menerapkan logika ini untuk pola fragmentasi, artinya bahwa pemecahan
yang menghasilkan karbokation sekunder akan lebih berhasil dibanding
primer. Pemecahan yang menghasilkan karbokation tersier akan lebih
disukai lagi.Sekarang lihatlah pada spektrum massa 2-metilbutana. 2-
metilbutana adalah isomer dari pentana isomer adalah molekul dengan
rumus molekul sama, tetapi berbeda dalam pengaturan susunan atom-
atomnya.

Pertama lihatlah pada puncak yang sangat kuat pada m/z = 43. Ini
disebabkan oleh ion yang berbeda, tak ada hubungannya dengan
puncak dalam spektrum massa pentana. Puncak ini dalam 2-
metilbutana disebabkan oleh:

Ion yang terbentuk adalah karbokation sekunder mempunyai dua
gugus alkil yang menempel pada karbon yang bermuatan positif. Ini
relatif stabil.
Puncak pada m/z = 57 lebih tinggi daripada garis yang ada pada
pentana. Sekali lagi karbokation dibentuk sekarang, dengan:

Anda akan mendapatkan ion yang sama, tentu, jika tangan kiri gugus
CH3 pecah tanpa bagian bawah seperti yang kita gambarkan.
Dua spektra berikut, mungkin merupakan contoh paling menarik dari
stabilitas karbokation sekunder.
Contoh yang melibatkan ion asilium, [RCO]
+
Ion dengan muatan positif pada karbon dari gugus karbonil, C=O, juga
relatif stabil. Ini terlihat sangat jelas dalam spektra massa keton seperti
pentan-3-on.

Puncak dasar, pada m/z=57, disebabkan oleh ion [CH
3
CH
2
CO]
+
. Kita
telah membicarakannya pada fragmentasi yang menghasilkan ini.
Menggunakan spektra massa untuk membedakan antar senyawaAndaikan
anda diminta untuk menunjukkan cara membedakan antara pentan-2-on
dan pentan-3-on menggunakan spektra massanya.
pentan-2-on

CH
3
COCH
2
CH
2
CH
3

pentan-3-on

CH
3
CH
2
COCH
2
CH
3

Masing-masing akan terpecah untuk menghasilkan ion dengan muatan
positif pada gugus CO.
Pada kasus pentan-2-on, ada dua ion yang berbeda:
[CH
3
CO]
+

[COCH
2
CH
2
CH
3
]
+

Yang akan memberikan garis yang kuat pada m/z = 43 dan 71.
Dengan pentan-3-on, anda hanya akan mendapatkan satu ion yang
sejenis:
[CH
3
CH
2
CO]
+

Anda akan mendapatkan garis yang kuat pada 57.
Anda tak perlu khawatir dengan garis-garis lain pada spektra garis
43, 57, dan 71 memberikan anda banyak perbedaan diantara keduanya.
Garis 43 dan 71 tidak ada pada spektrum pentan-3-on, dan garis 57
tidak ada pada spektrum pentan-2-on.
Kedua spektra terlihat seperti ini:


Pencocokan komputer terhadap spektra massa
Seperti yang anda lihat, spektrum massa senyawa organik, bahkan
yang sangat mirip pun, akan berbeda karena fragmentasi yang berbeda
dapat terjadi. Tersedia bagi anda basis data spektra massa, beberapa
spektrum yang tak diketahui dapat dianalisis dengan komputer dan
dicocokkan dengan basis data.
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata dichem-is-try.org
Spektra Massa Puncak Ion Molekuler (M
+
)Halaman ini menjelaskan
bagaimana menentukan massa rumus relatif (massa molekul relatif) suatu
senyawa organik dari spektrum massanya. Halaman ini juga menunjukkan
bagaimana spektrum massa resolusi tinggi dapat dipakai untuk menentukan
rumus molekul suatu senyawa.
Menggunakan spektrum massa untuk menentukan massa rumus
relatif
Pembentukan ion molekuler
Ketika sampel organik yang teruapkan melewati kamar ionisasi
spektrometer massa, uap akan ditembak oleh berkas elektron. Elektron-
elektron ini mempunyai energi yang cukup untuk mengeluarkan
sebuah elektron dari molekul organik untuk membentuk ion positif. Ion
ini disebut ion molekuler.
Ion molekuler disimbolkan dengan M
+
atau titik pada versi yang kedua
menunjukkan fakta bahwa pada ion terdapat elektron tunggal tak
berpasangan. Merupakan setengah dari pasangan elektron dalam keadaan
normal setengah yang lain dihilangkan pada proses ionisasi.Ion molekuler
cenderung tidak stabil dan pecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil.
Fragmen-fragmen ini menghasilkan diagram garis. Fragmentasi tidak relevan
dibahas di halaman ini kita lebih memfokuskan pada ion molekuler.
Menggunakan ion molekuler untuk menentukan massa rumus relatifPada
spektrum massa, ion paling berat (ion dengan nilai m/z paling besar) akan
dianggap sebagai ion molekuler. Beberapa senyawa mempunyai spektra
massa yang tidak mengandung puncak ion molekuler, karena semua ion
molekuler pecah menjadi fragmen-fragmen.
Sebagai contoh, pada spektrum massa pentana, ion paling berat
mempunyai m/z 72.

Karena nilai m/z terbesar adalah 72, itu menunjukkan ion terbesar yang
melewati spektrometer massa dan anda dapat menganggap itu sebagai ion
molekuler. Karena itu, massa rumus relatif senyawa tersebut adalah 72.
Menentukan massa rumus relatif (massa molekul relatif) dari spektrum
massa adalah mudah. Carilah puncak dengan nilai m/z tertinggi, nilai itu
merupakan massa rumus relatif senyawa.Dengan demikian, ada kerumitan
yang muncul karena kemungkinan ada isotop yang berbeda (misal pada
karbon, klorin, atau bromin) pada ion molekuler. Kasus ini dibahas di
halaman terpisah.
Menggunakan spektrum massa untuk menentukan rumus molekulSejauh
ini kita telah melihat nilai m/z pada spektrum massa sebagai angka
keseluruhan, tetapi mungkin juga untuk mendapatkan hasil yang lebih
akurat dengan menggunakan spektrometer massa resolusi tinggi. Anda
dapat menggunakannya untuk informasi yang lebih akurat tentang massa
ion molekuler untuk mengetahui rumus molekul suatu senyawa.
Massa-massa isotop yang akurat
Untuk fungsi perhitungan normal, anda cenderung untuk menggunakan
massa isotop relatif. Sebagai contoh, anda terbiasa dengan angka-
angka:
1
H

1
12
C

12
14
N

14
16
O

16
Untuk 4 angka desimal, dengan demikian, ini adalah massa isotop
relatifnya:
1
H

1.0078
12
C

12.0000
14
N

14.0031
16
O

15.9949
Nilai karbon adalah 12.0000, tentu, karena semua massa unsur lain
dihitung terhadap skala karbon-12 yang didasarkan pada isotop
karbon-12 yang mempunyai massa tepat 12.
Menggunakan nilai yang akurat ini untuk menentukan rumus
molekul
Dua senyawa organik sederhana mempunyai massa rumus relatif 44
propena, C
3
H
8
, dan etanal, CH
3
CHO. Dengan spektrometer massa
resolusi tinggi, anda dapat dengan mudah menentukan senyawa yang
manakah yang anda miliki.
Pada spektrometer massa resolusi tinggi, puncak ion molekuler untuk
dua senyawa memberikan nilai m/z sebagai berikut:
C
3
H
8


44.0624
CH
3
CHO

44.0261
Anda dapat dengan mudah mengecek dengan menambahkan angka-
angka dari tabel massa isotop relatif yang akurat di atas.
Pertanyaan yang mungkin di ujian
Suatu gas diketahui hanya mengandung unsur-unsur dari daftar
berikut:
1
H

1.0078
12
C

12.0000
14
N

14.0031
16
O

15.9949
Pada spektrometer massa resolusi tinggi gas tersebut mempunyai
puncak ion molekuler pada m/z = 28.0312. Gas apakah itu?
Setelah sedikit berhitung, anda akan mendapatkan 3 gas yang memiliki
massa rumus relatif mendekati 28 dan yang mengandung unsur-unsur
dari daftar. Yaitu N
2
, CO dan C
2
H
4
.
Perhitungan massa rumus relatifnya secara akurat diperoleh:
N
2


28.0062
CO

27.9949
C
2
H
4


28.0312
Jelas gas itu adalah C
2
H
4
.
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata dichem-is-try.org
Spektra Massa Puncak M+1Halaman ini menjelaskan bagaimana puncak
M+1 pada spektrum massa dapat digunakan untuk memperkirakan
banyaknya atom karbon dalam suatu senyawa organik.
Apakah yang menyebabkan puncak M+1?Apakah puncak M+1 itu?
Jika anda mempunyai spektrum massa yang lengkap (bukan yang
disederhanakan), anda akan menemukan garis kecil sebesar 1 unit m/z
di sebelah kanan puncak utama ion molekuler. Puncak kecil ini disebut
puncak M+1.

Dalam soal untuk tingkat ini (tingkat A di Inggris atau yang sederajat),
puncak M+1 sering dihilangkan untuk menghindari kebingungan
terutama jika anda diminta untuk menentukan massa rumus relatif
suatu senyawa dari puncak ion molekuler.
Isotop karbon-13
Puncak M+1 disebabkan oleh adanya isotop
13
C dalam molekul.
13
C
adalah isotop karbon yang stabil jangan keliru dengan isotop
14
C
yang merupakan radioaktif. Karbon-13 menyusun 1,11% dari seluruh
atom karbon.
Jika anda mempunyai senyawa sederhana seperti metana, CH
4
, kira-
kira 1 dalam tiap 100 molekul ini akan mengandung karbon-13 di
samping karbon-12 yang sudah umum. Artinya dalam tiap 100 molekul
metana terdapat 1 molekul yang mempunyai massa 17 (13+4) bukan
16 (12+4).
Spektrum massa akan mempunyai garis yang menunjukkan ion
molekuler [
13
CH
4
]
+
dan [
12
CH
4
]
+
.
Garis pada m/z = 17 akan lebih kecil daripada garis pada m/z = 16
karena isotop karbon-13 lebih jarang diperoleh. Secara statistik anda
akan memperoleh perbandingan 1 ion yang lebih berat untuk tiap 99
ion yang lebih ringan. Itulah mengapa puncak M+1 lebih kecil
daripada puncak M+.
Menggunakan puncak M+1
Apakah yang terjadi jika terdapat lebih dari 1 atom karbon dalam
suatu senyawa?
Bayangkan suatu senyawa mengandung 2 atom karbon. Pada
keduanya, kira-kira 1 dalam 100 kesempatan terdapat
13
C.

Karena itu 2 dalam 100 kesempatan dari molekul secara keseluruhan
mengandung satu atom
13
C bukan atom
12
C atom sisanya, 98 dalam
100 peluang dari kedua atom adalah
12
C.
Itu artinya bahwa perbandingan tinggi puncak M+1 terhadap puncak
M+ kira-kira 2 : 98. Ini cukup jelas, puncak M+1 kira-kira 2 % dari
tinggi puncak M+.
Menggunakan tinggi puncak relatif untuk memprediksi banyaknya atom
karbonJika ada sejumlah kecil atom karbon
Jika anda menghitung tinggi puncak M+1 sebagai persentase tinggi
puncak dari puncak M+, itu dapat memberikan anda banyaknya atom
karbon dalam suatu senyawa.
Kita telah melihat bahwa suatu senyawa dengan 2 karbon akan
mempunyai puncak M+1 kira-kira 2 % dari tinggi puncak M+.
Dengan cara yang sama, anda dapat menunjukkan bahwa suatu
senyawa dengan 3 karbon akan mempunyai puncak M+1 kira-kira 3 %
dari tinggi puncak M+.
Dengan jumlah atom karbon yang lebih besar
Perkiraan yang kita buat tidak akan dapat dipakai untuk lebih dari 2
atau 3 karbon. Bagian atom karbon yang berupa
13
C bukanlah 1 % tapi
1,11 %. Dan perkiraan bahwa rasio 2 : 98 adalah sekitar 2% tidak
berlaku ketika jumlah yang kecil ini meningkat.
Perhatikan sebuah molekul dengan 5 karbon di dalamnya. Anda akan
mendapatkan bahwa 5,55 (51,11) molekul mengandung 1
13
C untuk
tiap 94,45 (100 5,55) yang hanya mengandung atom
12
C. Jika anda
mengubah tinggi puncak M+1 sebagai persentase dari puncak M+,
anda mendapatkan jawaban 5,9 % (5,55/94,45 x 100). Itu cukup
mendekati 6 % yang memungkinkan munculnya kesalahan, anda akan
beranggapan ada 6 atom karbon.
Jika lebih dari 3 atom karbon, anda jangan yakin dengan perkiraan
bahwa tinggi puncak M+1 sebagai persentase dari tinggi puncak M+
yang menunjukkan banyaknya karbon anda perlu melakukan
beberapa penjumlahan kecil yang agak rumit!
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata dichem-is-try.org
Spektra Massa Puncak M+2Halaman ini menjelaskan bagaimana puncak
M+2 pada suatu spektrum massa muncul dengan adanya atom klorin dan
bromin dalam suatu senyawa organik. Halaman ini juga menjelaskan sedikit
tentang adanya puncak M+4 pada senyawa yang mengandung dua atom
klorin.
Pengaruh atom klorin dan bromin pada spektrum massa senyawa
organikSenyawa yang mengandung atom klorin
Satu atom klorin dalam suatu senyawa

Puncak ion molekuler (M+ dan M+2) masing-masing mengandung satu atom
klorin tetapi klorin dapat berupa dua isotop klorin,
35
Cl dan
37
Cl.Ion
molekuler yang mengandung isotop
35
Cl mempunyai massa rumus relatif 78.
Sedangkan yang mengandung
37
Cl mempunyai massa rumus relatif 80 oleh
karena itu ada dua garis pada m/z = 78 dan m/z = 80.
Perhatikan bahwa perbandingan tinggi puncaknya 3 : 1. Hal itu
menunjukkan fakta bahwa klorin mengandung isotop
35
Cl 3 kali lebih
banyak daripada isotop
37
Cl. Itu artinya bahwa akan ada 3 kali lebih
banyak molekul yang mengandung isotop yang lebih ringan daripada
yang lebih berat.
Jadi . . . jika anda melihat pada daerah ion molekuler, dan menemukan
dua puncak terpisah sejauh 2 unit m/z dan perbandingan tinggi
puncaknya 3 : 1, itu menunjukkkan pada anda bahwa molekul tersebut
mengandung 1 atom klorin.
Anda dapat juga melihat pola yang sama pada spektrum massa di atas
yaitu pada m/z = 63 dan m/z = 65. Pola itu disebabkan oleh ion
fragmen yang juga mengandung satu atom klorin yang dapat
berupa
35
Cl atau
37
Cl. Fragmentasi yang menghasilkan ion itu adalah:

Dua atom klorin dalam suatu senyawa

Garis-garis pada daerah ion molekuler (pada m/z 98, 100, dan 102) muncul
karena adanya berbagai kombinasi isotop klorin yang mungkin. Karbon dan
hidrogen menambah 28 jadi berbagai ion molekuler yang mungkin adalah:
28 + 35 + 35 = 9828 + 35 + 37 = 100
28 + 37 + 37 = 102
Jika anda memahami matematika, anda dapat menunjukkkan bahwa
peluang dari penyusunan ini muncul dengan perbandingan 9:6:1 dan
ini adalah perbandingan tinggi puncak. Jika anda tidak mengetahui
benar matematika, cukup mengetahui perbandingan ini saja!
Jadi . . . jika anda mempunyai 3 garis pada daerah ion molekuler ( M+,
M+2, dan M+4) dengan jarak masing-masing 2 unit m/z, dan dengan
perbandingan tinggi puncak 9:6:1, maka senyawa tersebut mengandung
2 atom klorin.
Senyawa yang mengandung atom bromin
Bromin mempunyai dua isotop,
79
Br dan
81
Br dengan perkiraan
perbandingan 1 : 1 (50,5 : 49,5 jika anda ingin lebih rumit!). Itu artinya
bahwa suatu senyawa yang mengandung 1 atom bromin akan
mempunyai dua puncak dalam daerah ion molekuler, tergantung pada
isotop bromin mana yang terdapat pada ion molekuler.
Tidak seperti senyawa yang mengandung klorin, di sini dua puncak
akan mempunyai tinggi yang hampir sama.

Karbon dan hidrogen akan menambah 29. Oleh karena itu nilai m/z
puncak M+ dan M+2 adalah:
29 + 79 = 10829 + 81 = 110
Jadi . . . jika anda mempunyai dua garis pada daerah ion molekuler
dengan jarak 2 unit m/z dan dengan tinggi yang hampir sama, itu
menunjukkan keberadaan atom bromin dalam suatu molekul.
http://ebenbohr.wordpress.com/22-spektrometer-massa/