Anda di halaman 1dari 25

TUGAS BESAR AMDAL

RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T


1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia belum memiliki arah yang jelas, hal ini
dapat dilihat dari kurangnya komitmen pemimpin dan masyarakat bangsa ini untuk menjaga
kelestarian dan keberlangsungan lingkungan hidup. Sejak pencanangan program
pembangunan nasional, berbagai masalah lingkungan hidup mulai terjadi. Masalah
lingkungan hidup tersebut antara lain, adanya berbagai kerusakan lingkungan, pencemaran di
darat, laut dan udara, serta berkurangnya berbagai sumber daya alam. Hal tersebut dapat
terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pemanfaatan dan ketersediaan sumber daya
alam yang ada serta kurang kesadaran akan pentingnya keberlangsungan lingkungan hidup
untuk generasi sekarang maupun masa depan.
Eksploitasi alam tentu saja tidak dapat dicegah, karena sudah merupakan fitrah
manusia memanfaatkan alam untuk kesejahteraannya. Tetapi tingkat kerusakan akibat
pemanfaatan alam ataupun pengkondisian kembali (recovery) alam yang sudah dimanfaatkan
merupakan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan telaah secara mendalam
mengenai kegiatan/usaha yang akan dilakukan di lingkungan hidup sehingga dapat diketahui
dampak yang timbul dan cara untuk mengelola dan memantau dampak yang akan terjadi
tersebut. Metode ini dikenal juga dengan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Environmental impact assessment atau analisa mengenai dampak lingkungan diperkenalkan
pertama kali pada tahun 1969 oleh National Environmental Policy Act di Amerika Serikat.
Menurut UU No. 23 tahun1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP No. 27
tahun1999 tentang Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan
hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan.





TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
2

Pembangunan sector pertanian sangat penting, sebagai bagian integral dari
pembangunan nasional. Peran sektor pertanian, khususnya sub sector perkebunan, sangat
strategis bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu komuditas penting sub
sektor perkebunan nasional adalah kelapa sawit. Hal ini karena kontribusi produk turunan
kelapa sawit bagi pertumbuhan ekonomi sangat signifikan, sebab itu menjadikan produk
turunan kelapa sawit sebagai komuditas ekspor unggulan nasional. Indonesia sebagai Negara
eksportir CPO kedua setelah Malaysia dalam perdagangan dunia, pada tahun 2007 volume
ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia mencapai 11,88juta ton dengan nilai ekspor
sebesar US$ 7,87 miliar. Rata-rata volume ekspornya sebesar 5,54 juta ton/tahun. Dalam
rangka mendukung terlaksananya program pemerintah memperkuat program peningkatan
pendapatan devisa Negara melalui usaha perdagangan sub sector perkebunan, maka sangat
perlu dilakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang di rencanakan di Distrik Arso
Timur Kabupaten Keerom Provinsi Papua seluas 35.500Ha dengan kapasitas 65 ton
TBS/hari.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

1.2.1 Maksud
Adapun maksud dari penulisan tugas ini adalah:
1) Sebagai proses pelatihan dan pengaplikasian teori yang diperoleh di bangku kuliah
serta meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perkebunan kelapa sawit.
2) Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai permasalahan dampak
lingkungan yang terjadi.

1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan tugas ini dalah:
1) Mengetahui tahap-tahap yang dilakukan dalam hal pembangunan perkebunan
kelapa sawit.
2) Mengetahui dampak-dampak penting lingkungan yang terjadi akibat perkebunan
dan pengolahan kelapa sawit.



TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
3

1.3 RUANG LINGKUP

1.3.1 Lingkup Wilayah
Wilayah yang dijadikan objek pengamatan usaha perkebunan kelapa sawit
dengan luasan wilayah 35.500 hektar dengan kapasitas 65 ton TBS/hari berada di
distrik arso timur, kabupaten keerom provinsi papua.

1.3.2 Lingkup Materi
Lingkup materi yang dibahas dalam laporan ini adalah mengenai rencana
kegiatan dan usaha perkebunan kelapa sawit serta dampak-dampak dan perilaku yang
ditunjukan oleh masyarakat sekitar areal kerja/proyek.


1.4 BATASAN MASALAH
Agar materi penulisan laporan ini tidak meluas, maka penyajian data atau
informasi hanya dibatasi pada :
1) Tahapan Tahapan rencana kegiatan pembangunan perkebunan dan pabrik
kelapa sawit.
2) DampakDampak yang timbul akibat rencana kegiatan pembangunan perkebunan
dan pabrik kelapa sawit.


1.5 MANFAAT

1.5.1 Manfaat Bagi Pemrakarsa
1) Menjaga keberlangsungan roda ekonomi perusahaan secara keseluruhan.
2) Mengisi kesempatan dan memperluas peluang ekspor industri hasil perkebunan
kelapa sawit.
3) Ikut berperan serta dalam pengembangan sektor pertanian pada umumnya dan
khususnya sub sektor perkebunan.



TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
4

1.5.2 Manfaat Bagi Masyarakat
1) Memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha.
2) Memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya
alam.
3) Meningkatkan aksebilitas wilayah yang semula terpencil melalui pengembangan
jaringan jalan, sehingga merangsang peningkatan intensitas perekonomian lokal.

1.5.3 Manfaat Bagi Pemerintah
1) Sebagai mitra pemerintah dalam upaya pembangunan regional dan nasional.
2) Turut memberikan konstribusi dalam menekan tingkat pengangguran yaitu dengan
menyediakan lapangan kerja.
3) Turut memberikan konstribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) melalui penerimaan pajak dan iuran-iuran.
4) Turut memberikan konstribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) melalui investible surplus yang diperoleh.


















TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
5

BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT


2.1 KONDISI UMUM AREAL KERJA
Secara administratife lokasi areal rencana perkebunan dan pabrik kelapa sawit
dengan luas 35.500 Ha, dan kapasitas 65 ton TBS/hari terletak di Distrik Arso Timur
Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Areal proyek ini di lewati oleh dua aliran sungai,
yaitu Sungai Tami di sebelah barat dan Sungai Bewani di sebelah tengah areal.secara
makro bentuk lahannya datar dengan ketinggian relatif sama. Ketinggian (elevasi)
terdapat dibagian timur areal, yaitu mencapai 125 m dpl, sedangkan daerah sekitar aliran
sungai berkisar antara 25 sampai 50 m dpl. Adapun batas lokasi kerja perkebunan dan
pabrik kelapa sawit adalah sebagai berikut :
1) Sebelah utara berbatasan dengan kota jayapura
2) Sebelah timur berbatasan dengan Negara papua new guine
3) Sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten pegunungan bintang
4) Sebelah barat berbatasan dengan kabupaten jayapura

Amdal merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup,
dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. yang
dikaji dalam proses Amdal: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya,
dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha
dan/atau kegiatan. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup di satu sisi merupakan
bagian studi kelayakan untuk melaksanakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, di
sisi lain merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin melakukan usaha
dan/atau kegiatan. Berdasarkan analisis ini dapat diketahui secara lebih jelas dampak
besar dan penting terhadap lingkungan hidup, baik dampak negatif maupun dampak
positif yang akan timbul dari usaha dan/atau kegiatan sehingga dapat dipersiapkan
langkah untuk menanggulangi dampak negatif dan mengembangkan dampak positif.




TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
6

Kegiatan perkebunan ini dapat dimulai dari kota jayapura menuju kebupaten keerom
melalui akses darat. Secara umum kondisi jalan tanah yang kurang ditimbun pasir dan batu.
Sehingga susah dillewati kendaraan dan banjir pada waktu hujan. Adapun Kondisi fisik
lokasi kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit ini adalah sebagai berikut :

1. Iklim
Lokasi areal kerja mempunyai suhu rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan
dengan areal hutan primer suhunya adalah 31,0
0
C. kelembaban udara di areal studi rata-
rata berkisar antara 86% sampai 90%, dengan pelaksanaan pengukuran pada siang hari.
kelembaban tertinggi berada pada areal hutan primer. Dengan demikian dapat ditunjukan
bahwa kelembaban udara di lokasi kegiatan cukup tinggi.
2. Tanah
Secara fisik jenis tanah di areal proyek merupakan lempung liat berdebu.
Kelerengannya sebesar 0% - 25% dengan bentuk wilayah datar sampai agak curam
(berbukit). Topografi di areal kerja hampir mencapai 0 200 meter dpl. Sehingga perlu
di lakukannya pengujian laboratorium mengenai kualitas tanah tersebut.
3. Geologi
Menurut peta geologi keerom/areal proyek terletak pada formasi aluvian
yerbentuk dari bahan endapan berupa kerikil, pasir, dan lumpur seluas 17.457 Ha (95,2%)
dan formasi gunung api Jamur seluas 881 Ha (4,8%).
4. Erosi Tanah
Kegiatan perkebunan kelapa sawit akan menimbulkan dampak penting pada
parameter erosi tanah yang dipengaruhi oleh enam factor utama, yaitu curah hujan,
erodibiilitas tanah, panjang kemiringan, gradiean kemiringan, factor penutupan tanah, dan
praktek konservasi tanah.
5. Hidrologi dan kualitas air
Lokasi wilayah kerja dipengaruhi oleh curah hujan dan kondisi vegetasi sebagai
penutup lahan yang akan memberikan pengaruh besar bagi hidrologi dan kualitas air. Hal
ini dikarenakan wilayah studi merupakan tipe iklim A dengan curah hujan merata
sepanjang tahun.



TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
7

6. Sedimentasi
Sedimentasi adalah jumlah material tanah berupa kadar lumpur dalam air oleh
aliran air sungai yang berasal dari hasil proses erosi di hulu, yang diendapkan pada suatu
tempat di hilir dimana kecepatan pengendapan butir-butir material suspense telah lebih
kecil dari kecepatan angkutannya. Dari proses sedimentasi, hanya sebagian material aliran
sedimen di sungai yang diangkut keluar dari DAS, sedangkan yang lainnya mengendap di
lokasi tertentu selama menempuh perjalanan di sungai. Indicator terjadinya sedimentasi
dapat dilihat dari besarnya kadar lumpur di dalam air yang terangkut oleh aliran air
sungai. Makin besar kadar sedimen yang terbawa aliran berarti kondisi DAS semakin
tidak sehat.
7. Biota perairan
Biota perairan terdiri dari plankton, benthos, dan nekton. Plankton merupakan
organism renik (tumbuhan dan hewan) yang hidupnya melayang-layang secara pasif
dalam tubuh air, sementara benthos merupakan organism dasar yang dapat
terlambat/menempel di permukaan substrak atau relative menetap di dasar perairan.
Komposisi jenis-jenis renik dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia perairan (kualitas
air).
Dengan memperhatikan semua kondisi fisik wilayah rencana kerja atau proyek
perkebunan kelapa sawit, Maka kita dapat menyimpulkan bahwa daerah ini bisa dan
cocok untuk dilakukan usaha perkebunan kelapa sawit dengan memperhatikan
komponen-komponen lingkungannya dan upaya pengelolaan terhadap dampak yang akan
terjadi.











TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
8

BAB III
PEMBAHASAN PERKEBUNAN DAN PABRIK KELAPA SAWIT
SELUAS 35.500 Ha DENGAN KAPASITAS 65 TON/TBS/HARI

3.1 RENCANA KEGIATAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Rencana kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit berdasarkan
pertahapannya, sebagai berikut :
3.1.1 Tahap Pra-Kontruksi
Tahap pra kegiatan terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut :
a) Kegiatan Sosialisasi
Pada tahap ini dilakukan kegiatan awal yaitu berupa sosialisasi yang
merupakan suatu kegiatan yang memberikan penjelasan kepada masyarakat
yang berada disekitar wilayah proyek mengenai gambaran umum kegiatan
yang akan dilaksanakan serta dampak yang akan ditimbulkan dari kegiatan
tersebut dengan melibatkan instansi teknis terkait. Pada kegiatan ini juga
disampaikan tentang pola kemitraan yang akan dilaksanakan oleh pihak
pemrakarsa melalui pendekatan-pendekatan kepada masyarakat seiring
dengan kegiatan awal perkebunan kelapa sawit dan selanjutnya akan
dilaksanakan dalam bentuk program pengembangan masyarakat.Sosialisasi
diprakirakan akan menimbulkan dampak berupa :
1) Sikap dan persepsi masyarakat, dan
2) Konflik social.
Kegiatan ini akan memberikan respon dari masyarakat kepada
pemrakarsa, apakah positif atau negatif. Dampak negative dari sosialisasi ini,
diantaranya adalah konflik social yang biasa terjadi, yaitu masalah
kepemilikan lahan yang digarap oleh masyarakat.

b) Penerimaan Tenaga Kerja
Dalam pelaksanaan setiap tahap kegiatan perkebunan kelapa sawit
mengenai tenaga kerjanya langsung dari penduduk setempat dan dibutuhkan
pekerja 5000 10.000 pekerja. Dengan demikian terbuka lapangan kerja
dan lapangan usaha bagi masyarakat setempat.

TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
9

Terbukanya lapangan pekerjaan akan menimbulkan dampak turunan
berupa perubahan tingkat penfapatan dan taraf hidup masyarakat yang
diterima (bekerja), pola konsumsi, aktivitas perekonomian, serta adanya
pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar areal proyek. Penerimaan tenaga
kerja dalam kegiatan ini akan berdampak pada parameter :1) Peluang kerja
dan usaha, 2)Mata pencaharian penduduk. 3)Tingkat pendapatan dan taraf
hidup, 4) Pertumbuhan perekonomian, dan 5) Sikap dan persepsi masyarakat.

c) Mobilisasi Peralatan
Untuk menunjang kegiatan perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan
alat-alat berat maupun kendaraan operasional proyek. Pada pelaksanaan
kegiatannya direncanakan akan menggunakan jalur darat dengan
menggunakan mobil pengangkut khusus. Kegiatan ini diprakirakan dapat
menimbulkan dampak berupa gangguan lalulintas umum sebagai dampak
primer jika jalur yang digunakan adalah jalan umum yang selanjutnya
berpotensi mengancam keselamatan masyarakat akibat terjadinya kecelakaan
dan juga penurunan kualitas udara.

3.1.2 Tahap Konsruksi
Pada tahap konstruksi yang diprakirakan mempunyai dampak potensial yaitu :
a) Survey Lahan Dan Penataan Areal Kerja
Penataan batas terutama penataan batas luar akan menghasilkan batas hak
penggunaan lahan bagi kegiatan perkebunan kelapa sawit. Hal ini akan
mengurangi kebebasan masyarakat disekitarnya untuk menggunakan lahan
tersebut. Diprakirakan kegiatan ini akan menimbulkan dampak potensial, antara
lain :1) Sikap dan persepsi masyarakat, 2) Pola kepemilikan lahan, dan 3)
Konflik lahan, yang dapat berujung pada konflik social.

b) Penyiapan Lahan
Kegiatan penyiapan lahan yang diprakirakan berpotensi menimbulkan
dampak terhadap lingkunga, yaitu antara lain :1) Land clearing, 2) Pembuatan
teras, 4) Pembuatan (parit), dan 5) Pembuatan jaringan jalan.

TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
10

Kegiatan-kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap
:1)Komponen daya dukung lingkungan, mencakup sifat kimia, fisika dan biologi
tanah, 2) Komponen agroklimat, 3) Kualitas air, mencakup sifat fisika, kimia air
dan biota air, 4) Komponen biologi, mencakup komunitas flora dan fauna, 5)
Komponen sosekbud, dan 6) Kesehatan masyarakat
Hilangnya vegetasi akibat land clearing menimbulkan dampak terhadap
satwa liar dilindung, vegetasi dilindungi, suhu dan kelembaban udara (iklim
mikro) peningkatan laju erosi. Dampak peningkatan laju erosi berpotensi
menimbulkan dampak turunan berupa peningkatan sedimentasi, penurunan
kualitas air (peningkatan TSS) dan biota perairan.
Kegiatan pembangunan jalan akan meningkatkan aksebilitas desa-desa
atau pemukiman di sekitar areal kerja dan dapat meningkatkan mobilitas
penduduk, baik antar desa maupun pemukiman dan kota maupun pusat-pusat
kegiatan perekonomian yang bersangkutan. Kegiatan pembangunan jalan,
merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur masyarakat suatu wilayah,
sebagai cerminan adanya proses pembangunan ekonomi, sehingga akhirnya dapat
meningkatkan taraf hidup masyarakat wilayah sekitar areal perkebunan kelapa
sawit.
Dengan adanya perubahan taraf hidup masyarakat, yang ditandai dengan
peningkatan pendapatan dan adanya pembangunan infrastruktur dapat berdampak
kepada tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan masyarakat. Secara langsung
dapat memberikan kemudahan pencapaiannya (peningkatan aksebilitas) bagi
masyarakat maupun secara tidak langsung yaitu kemampuan dalam memenuhi
kebutuhan pendidikan dan kesehatan tersebut. Kegiatan land clearing merupakan
peluang usaha bagi masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak turunan
berupa peningkatan pendapatan masyarakat.

c) Pembibitan
Kegiatan ini yang diprakirakan berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan, yaitu antara lain :1) Pengisian tanah pada polybag, 2) Penanaman
kecambah, 3) Transplanting, 4) Penyiraman, 5) Pengendalian HPT bibit,6)
Peupukan bibit, 7) Pengendalian gulma, dan 8) Penyeleksian bibit.

TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
11

Kegiatan-kegiatan dalam pembibitan dapat memberikan dampak terhadap
peluang usaha dan pendapatan masyarakat. Terbukanya peluang usaha
masyarakat berpotensi menimbulkan dampak turunan terhadap tingkat
pendapatan dan taraf hidup masyarakat yang terlibat serta pola konsumsi
masyarakat. Selain itu, kegiatan ini terutama menyangkut penggunaan pestisida
dan pupuk kimia, juga berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas daya
dukung lahan, kualitas air dan kondisi flora serta fauna di wilayah proyek.

d) Penanaman
Kegiatan penanaman yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak
terhadap lingkungan, yaitu antara lain : 1) penanaman LCC, 2) pemancangan, 3)
pembuatan lubang tanam, 4) pemupukan pada lubang tanam, 5) pengangkutan
dan pelangsiran bibit, 6) penanaman bibit kelapa sawit, dan 7) pemagaran.
Kegiatan penanaman berpotensi menimbulkan dampak terbukanya
lapangan usaha bagi masyarakat berupa upah borong pengangkutan dan
penanaman bibit. Hal ini berkontribusi pada terbukanya lapangan usaha yang
berdamapak pada tingkat pendapatan dan taraf hidupmasyarakat yang terlibat.
Kegiatan pengangkutan dan bibit dari lokasi pembibitan menuju lahan kerja.

e) Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan 1 s/d TM 1
Pada kegiatan ini diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan, yaitu antara lain : 1) Penyisipan tanaman, 2) Pengendalian gulma
dipiringan secara manual, 3) Pengendalian gulma di jalan panen secara kimia, 4)
Pengendalian gulma selektif secara manual, 5) Ablasi, 6) Pemupukan, 7) Sensus
tanaman, Penandaan blok tanaman, 8) Pemantauan dan pengendalian HPT, 9)
Pemeliharaan jalan, dan 10) Pemeliharaan saluran drainase
Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap :1)Komponen
daya dukung lahan, mencakup sifat kimia, fisika dan biologi tanah, 2) Komponen
agroklimat, 3) Kualitas air, mencakup sifat fisika, kimia dan biologi air. 4)
Komponen biologi, mencakup komunitas flora dan fauna, 5) Komponen
sosekbud, dan 6) Kesehatan masyarakat.


TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
12

f) Pembangunan Infrastruktur Sarana dan Prasarana
Tahapan kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan hidup adalah pembersihan lahan vegetasi penutup tanah, pematangan
lahan dan pendirian bangunan. Pembersihan lahan berpotensi menimbulkan
dampak terhadap vegetasi, habitat satwa liar, laju erosi, sedimentasi dan kualitas
air permukaan.

g) Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit
Pendirian bengunan berpotensi menimbulkan dampak terciptanya peluang
usaha, pendapatan masyarakat dan adanya resiko kecelakaan kerja. Hilangnya
vegetasi penutup tanah akibat pembersihan lahan menimbulkan dampak turunan
berupa migrasi satwa liar dan peningkatan laju erosi. Sementara itu, dampak
peningkatan laju erosi menimbulkan dampak turunan berupa peningkatan
sedimentasi dan penurunan kualitas air permukaan.

3.1.3 Tahap Operasional
Pada tahap ini komponen kegiatan yang akan menimbulkan dampak potensial adalah :
a) Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan TM
Kegiatan ini diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan, yaitu antara lain : 1) Pembersihan piringan, TPH, 2) Kalibrasi alat
semprot, 3) Pemeliharaan alat semprot, 4) Pengendalian gulma secara manual, 5)
Pemupukan dan pruning, 6) Sensus tanaman, dan 7) Pemantauan dan
pengendalian HPT. Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap :
1)Komponen daya dukung lahan, mencakup sifat kimia, fisika dan biologi tanah.
2)Komponen agroklimat, 3) Kualitas air, mencakup sifat fisika, kimia dan biologi
air, 4) Komponen biologi, mencakup komunitas flora dan fauna, 5) Komponen
sosekbud, dan 6) Kesehatan mesyarakat.

b) Pemanenan TBS
Kegiatan pemanenan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak
terhadap lingkunga, yaitu antara lain :1) Pemanenan TBS, dan 2) Pengangkutan
TBS.

TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
13

Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak terciptanya lapangan usaha
bagi masyarakat.Selain itu juga, kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak
terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Kegiatan pengangkutan TBS juga
memberikan dampak terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat, kesehatan
dan keselamatan kerja, serta kualitas udara. Dampak terhadap kualitas udara
adalah terjadinya peningkatan kadar debu akibat proses pengangkutan TBS dari
lokasi panen menuju PKS.

c) Pemeliharaan Infrastruktur Sarana Prasarana
Kegiatan ini diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak terhadap
kesehatan dan keselamatan kerjadan kualitas hidrologi.

d) Pengolahan TBS (CPO) dan Limbah PKS
Kegiatan ini di perkirakan berpotensi menimbulkan dampak antara lain :1)
Terciptanya lapangan usaha bagi masyarakat, 2) mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan kerja, 3) berdampak pada kualitas hidrologi, 4) berpengaruh pada
kualitas udara, dan 5) berdampak pada kualitas daya dukung lahan.

e) Pengendalian Limbah PKS ( IPAL )
Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak, antara lain : 1)Terciptanya
lapangan usaha bagi masyarakat, 2) Mempengaruhi kesehatan dan keselamatan
kerja, 3) berdampak pada kualitas hidrologi, 4) berpengaruh pada kualitas udara,
dan 5) berdampak pada kualitas daya dukung lahan.

f) Pengamana Areal Proyek
Kegiatan penyuluhan, pembuatan papan informasi/ pencegahan/
peringatan beserta fasilitasnya di perkirakan dapat memperbaiki sikap serta dapat
menurunkan tekanan masyarakat terhadap keamanan areal proyek dan lingkungan
hidup.




TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
14

g) Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat
Kegiatan ini berdampak pada komponen social ekonomi mayarakat, yaitu
peluan bekerja dan peluang berusaha, peningkatan pendapatan dan peningkatan
taraf hidup, peningkatan pendidikan, pertumbuhan perekonomian, sikap dan
presepsi mayarakat. Pada komponen kesehatan berdampak pada komponen
sanitasi dan status gisi.

3.1.4 Tahap Pasca Operasi
Pada akhirnaya perkebunan kelapa sawit akan berujung pada akhir kegiaatan yaitu :
a) Revegetasi
Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak potensial berupa :1)Pemulihan
erosi, 2) sedimentasi, 3) kesuburan lahan, 4) meningkatnya potensi vegetasi, dan
5) meningkatnya potensi satwa liar.
b) Pemutusan Hubungan Kerja
Kegiatan ini dapat menimbulkan dampak potensial berupa :1) Kesempatan
bekerja dan berusaha.2) Sikap dan presepsi mayarakat, dampak ini bersifat
langsung ( primer )
c) Demobilisasi Peralatan
Kegiatan ini di perkirakan dapat menimbulkan dampak potensial berupa :1)
Peluang bekerja dan berusaha.2) Ganguan lalulintas umum sebagai dampak
primer jika jalur yang di gunakan adalah jalan umum.Dapat mengancam
keselamatan masyarakat, dan 3) Sikap dan presepsi mayarakat.
d) Pengembalian Areal Kerja.
Pada kegiatan ini di perkirakan berpotensi menimbulkan dampak berupa
sikap dan presepsi mayarakat, bersifat positif karena dapat memanfaatkan
jaringan jalan perkebunan kelapa sawit sebagai jalan umum masyarakat.

TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
15

KETERANGAN :
MATRIKS KEGIATAN PEMBANGUNAN PERKEBUNAN DAN PABRIK KELAPA
SAWIT SELUAS 35.500 Ha DENGAN KAPASITAS 65 TON/TBS/HARI


I) TAHAP PRAKONTRUKSI
1. Sosialisasi Kegiatan
2. Penerimaan Tenaga Kerja
3. Mobilisasi Peralatan
II) TAHAP KONTRUKSI
4. Penataan Areal Kerja
5. Penyiapan Lahan
6. Pembibitan
7. Penanaman
8. Pemeliharaan, TBM-TM 1
9. Pembangunan Infrastruktur Sarana - Prasarana
10. Pembangunan PKS + IPAL
III) TAHAP OPERASI
11. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan
12. Pemanenan
13. Pemeliharaan Infrastruktur
14. Pengolahan Kelapa Sawit
15. Pengendalian Limbah PKS
16. Pengamanan Areal Perkebunan PKS
17. Pembinaan Dan Pengembangan Masyarakat
IV) PASCA OPERASI
18. Revegetasi
19. Pemutusan Hubungan Kerja
20. Demobilisasi Peralatan
21. Pengembalian Areal Kerja


TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
16

3.3 PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIAT PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Prakiraan dampak rencana kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, meliputi :
3.3.1 Tahap Pra Konstruksi
Dampak yang akan dipantau akibat kegiatan pada tahap pra konstruksi, yaitu
dantaranya :
1. Sosialisasi Rencana Kegiatan
a) Sikap dan Presepsi Masyarakat
Kegiatan sosialisasi rencana kegiatan perkebunan dan pabrk kelapa
sawit akan berdampak pada presepsi masyarakat, bahwa masyarakat setuju
dan mengharapkan agar perkebunan dan pabrik kelapa sawit dapat
memenuhi aspirasi dan keinginan mereka serta adanya penerimaan tenaga
kerja dari warga sekitar areal kegiatan. Komponen kegiatan yang menjadi
sumber dampak penting terhadap sikap dan presepsi positif masyarakat
adalah sosialisasi rencana kegiatan.
1.

2. Penerimaan Tenaga Kerja
a) Peluang Bekerja dan Berusaha
Kegiatan ini berdampak terhadap penerimaan tenaga kerja, yaitu
tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan dapat membuka
lapangan usaha lain. Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak
penting terhadap tersedianya lapangan pekerjaan dan usaha bagi masyarakat
adalah kegiatan penerimaan tenaga kerja dalam rangka pemenuhan
kebutuhan tenaga kerja untuk operasional perkebunan dan pabrik kelapa
sawit.
b) Tingkat Pendapatan dan Taraf Hidup
Kegiatan ini berdampak dengan diterimanya masyarakat bekerja dan
mendapatkan kemudahan peluang berusaha, maka tingkatan pendapatan
penduduk akan bertambah dan berdampak pada peningkatan taraf kehidupan
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
17
masyarakat. Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting
terhadap tingkat pendapatan dan taraf hidup adalah kegiatan penerimaan
tenaga kerja dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk
operasional perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

c) Pertumbuhan Pusat Perekonomian
Kegiatan ini berdampak terhadap pertumbuhan pusat perekonomian
yang merupakan dampak turunan dari dampak-dampak yang telah terjkadi
sebelumnya. Diharapkan desa-desa disekitar areal kerja perkebunan dan
pabrik kelapa sawit akan dapat melengkapi kebutuhan pokoknya melalui
pertumbuhan kios-kios yang ada didalam desa, karena perputaran uang akan
meningkat dengan masuknya rencana kegiatan terkait.
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
tingkat pendapatan dan taraf hidup adalah kegiatan penerimaan tenaga kerja
dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk operasional
perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

3. Mobilisasi Kegiatan
a) Ganguan Lalu Lintas
Kegiatan ini berdampak pada gangguan lalu lintas pada ruas-ruas jalan
yang dirasakan masyarakat yang berada disekitar lokasi rencana kegiatan
perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan juga sungai disekitar lokasi
kegiatan.
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
munculnya gangguan lalu lintas umum adalah pergerakan alat-alat berat yang
diperlukan dalam pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
b) Keselamatan Masyarakat
Kegiatan ini berdampak pada keselamatan masyarakat akibat
mobilisasi alat-alat yang digunakan selama tahapan persiapan tahapan
konstruksi pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan juga
kepada masyarakat umum pengguna sarana prasarana umum dan operator
alat-alat itu sendiri.
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
keselamatan masyarakat adalah transportasi alat-alat yang digunakan dalam
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
18
proses pembangunan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang dapat
meningkatkan kemungkinan kecelakaan lalu lintas.



3.3.2 Tahap Konstruksi
1. Penataan Areal Proyek
a) Konflik Lahan
Kegiatan ini berdampak pada konflik lahan yang bersifat negatif,
masyarakat akan bereaksi pada saat ladang atau kebun miliknya dipatok
pada kegiatan penataan batas areal kerja perkebunan pabrik kelapa sawit
dan pemerintah terkait dengan tata batas areal. Komponen kegiatan yang
menjadi sumber dampak penting terhadap konflik lahan masyarakat adalah
kegiatan penataan batas areal kerja perkebunan kelapa sawit.
b) Sikap dan Presepsi Masyarakat
Kegiatan ini berdampak pada presepsi masyarakat menyatakan
setuju dan berharap agar aspirasi dan keinginannya dapat dipenuhi.
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap Sikap
dan presepsi masyarakat adalah kegiatan penataan batas areal kerja rencana
kegiatan.

2. Penyiapan Lahan
a) Laju Erosi
Kegiatan ini berdampak terhadap terjadinya peningkatan laju erosi
pada saat penyiapan lahan di areal kerja perkebunan pabrik kelapa sawit
yang negative. Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting
terhadap peningkatan laju erosi tanah adalah kegiatan penyiapan lahan yang
menghilangkan vegetasi dan lapisan penutup tanah.
b) Laju Sedimentasi
Kegiatan ini berdampak terhadap laju sedimentasi, yaitu berupa
peningkatan beban sedimen pada badan perairan di sekitar lokasi penyiapan
lahan. Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
laju sedimentasi adalah kegiatan penyiapan lahan perkebunan pabrik kelapa
sawit.
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
19
c) Perusakan Hutan dan Lahan
Dampak penting perusakan hutan dan lahan adalah hilangnya flora
dan fauna, menurunkan kualitas udara dan menyebabkan konflik social.


Sumber dampak penting berasal dari kegiatan pembakaran kayu/ranting
dalam proses penyiapan lahan dan/atau pembuangan bahan-bahan mudah
terbakar sembarangan pada areal kerja.
d) Tata Guna Air (Hidrologi)
Dampak penting terhadap tata guna air adalah terjadinya penurunan
kuantitas air yang melewati areal perkebunan pabrik kelapa sawit. Sumber
dampak penting berasal dari kegiatan penyiapan lahan yang berdampak
peda terjadinya erosi serta hilangnya suumber air yang mengakibatkan
penurunan debit air sungai.
e) Kualitas Air
Dampak penting kualitas air adalah terjadinya penurunan kualitas air
pada badan perairan di sekitar lokasi penyiapan lahan perkebunan pabrik
kelapa sawit. Sumber dampak penting berasal dari kegiatan penyiapan
lahan yang berdampak pada terjadinya erosi serta sedimentasi.
f) Biota Perairan
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
biota perairan berasal dari kegiatan penyiapan lahan yang berdampak pada
terjadinya erosi, sedimentasi hidrologi dan kualitas air.
g) Iklim Mikro
Dampak penting Iklim mikro adalah terjadinya perubahan iklim
mikro akibat pembersihan lahan pada kegiatan penyiapan lahan. Dengan
masuknya cahaya matahari akibat pembersihan lahan ke dalam lantai kebun
akan meningkatkan suhu, mengurangi kelembaban di dalam perkebunan
kelapa sawit. Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting
terhadap iklim mikro adalah kegiatan penyiapan lahan, khususnya
pembersihan lahan.
h) Satwa Liar Dilindungi
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
penurunan jenis dan populasi satwa liar dilindungi adalah kegiatan
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
20
penyiapan lahan yang menghilangkan vegetasi sebagai habitat satwa liar
dilindungi.



i) Aksebilitas
Dampak penting dari kegiatan aksebilitas adalah kemudahan
aksebilitas bagi masyarakat setempat berupa pembangunan jalan poros saja
tetapi juga akibat aktifnya lalu lintas di sekitar areal kerja.
j) Peluang Bekerja dan Berusaha
Dampak penting dari kegiatan peluang bekerja dan berusaha adalah
terbukanya kesempatan bagi masyarakat sekitar areal kerja untuk
meningkatkan tingkat perekonomiannya melalui peluang bekerja dan
berusaha.
k) Mobilitas dan Persebaran Penduduk
Dampak penting dari kegiatan ini adalah terbukanya kesempatan
untuk meningkatkan perekonomian melalui Mobilitas dan persebaran
penduduk perkebunan kelapa sawit.

3. Pembibitan
a) Populasi hama penyakit tanaman
Dampak penting dari kegiatan ini adalah meningkatnya populasi
hama penyakit tanaman yang dapat mengganggu kelestarian tanaman
lainnya.
b) Sikap dan presepsi masyarakat
Dampak ini adalah dampak turunan dari dampak populasi hama
penyakit tanaman. Agar dapat mengelola tanaman dengan baik dan benar.

4. Penanaman
a) Laju Erosi
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhadap
peningkatan laju erosi tanah adalah kegiatan pembuatan lubang untuk bibit
kelapa sawit yang menghasilkan tanah hasil galian dan penanaman.
b) Laju Sedimentasi
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
21
Dampak laju sedimentasi merupakan dampak lanjutan dari dampak
erosi, akibat kegiatan penanaman cenderung bersifat negatif yaitu terjadinya
peningkatan sedimentasi pada badan sungai yang berhulu atau melewati


lokasi kegiatan perkebunan. Sehingga mempengaruhi kualitas hidrologi,
kualitas air dan kualitas kesuburan lahan. Dengan melakukan pengelolaan
yang baik maka laju sedimentasi dapat diminimalisir bahkan dapat
dihindari.

c) Iklim Mikro
Dampak positif iklim mikro adalah terjadinya perubahan iklim mikro
akibat penanaman. Juga akan mempengaruhi suhu dan kelembaban areal
perkebunan kelapa sawit
d) Kualitas Air
Dampak kualitas air merupakan dampak lanjutan dari dampak erosi
dan sedimentasi yang disebabkan oleh erosi tanah selama kegiatan
penanaman yang bersifat negatif yaitu terjadinya penurunan kualitas air
sungai yang melewati areal kerja.
e) Biota Perairan
Dampak biota perairan merupakan dampak lanjutan dari dampak
kualitas air, sedimentasi dan erosi yang disebabkan oleh kegiatan
penanaman yang bersifat negatif yaitu terjadi penurunan kualitas biota
perairan yang melewati areal kerja.

5. Pembangunan Bangunan Perusahaan dan PKS
a) Peluang bekerja dan Berusaha
Dampak penting dari kegiatan peluang bekerja dan berusaha adalah
terbukanya kesempatan bagi masyarakat sekitar areal kerja untuk
meningkatkan tingkat perekonomiannya melalui peluang bekerja dan
berusaha.
b) Tingkat Pendidikan
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
22
Dampak penting dari parameter pendidikan dalam kegiatan
pembangunan bangunan dan PKS adalah peningkatan bangunan dan
partisipasi masyarakat dalam pendidikan.




6. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
a) Kesuburan Tanah
Dampak penting dari kegiatan ini pada sifat kimia tanah yaitu
keseimbangan N-tanah, Pospor, dan Kalium yang tersedia dan tingkat
keasaman (pH) tanah.
b) Kualitas Kimia Air Sungai
Dampak penting dari kegiatan ini adalah kandungan oksigen terlarut
(DO), BOD,Fe, dan PO
4
.

3.3.3 Tahap Operasi
1. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan
a) Kesuburan Tanah
Dampak penting dari kegiatan ini pada sifat kimia tanah yaitu
keseimbangan N-tanah, Pospor, dan Kalium yang tersedia dan tingkat
keasaman (pH) tanah.
b) Kualitas Kimia Air Sungai
Dampak penting dari kegiatan ini adalah kandungan oksigen terlarut
(DO), BOD,Fe, dan PO
4
.
c) Satwa Liar Dilindungi
Komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak penting terhdap
penurunan jenis dan populasi satwa liar dilindungi adalah kegiatan penyiapan
lahan yang menghilangkan vegetasi sebagai habitat satwa liar dilindungi.
d) Biota Perairan
Dampak biota perairan merupakan dampak lanjutan dari dampak
kualitas air dan pemupukan yang disebabkan oleh kegiatan peliharaan TM
yang bersifat negatif yaitu terjadi penurunan kualitas biota perairan yang
melewati areal kerja.
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
23

2. Pemanenan
a) Peluang Bekerja
Dampak penting dari kegiatan peluang bekerja adalah terbukanya
kesempatan bagi masyarakat sekitar areal kerja untuk meningkatkan tingkat
perekonomiannya melalui peluang bekerja.

3. Pengolahan TBS (CPO) dan Limbah PKS
a) Kesuburan Tanah
Dampak penting dari kegiatan ini pada sifat kimia tanah yaitu
keseimbangan N-tanah, Pospor, dan Kalium yang tersedia dan tingkat
keasaman (pH) tanah.
b) Kualitas Kimia Air Sungai
Dampak penting dari kegiatan ini adalah kandungan oksigen terlarut
(DO), BOD,Fe, dan PO
4
.

4. Pembinaan Kebun Plasma
a) Kesuburan Tanah
Dampak penting dari kegiatan ini pada sifat kimia tanah yaitu
keseimbangan N-tanah, Pospor, dan Kalium yang tersedia dan tingkat
keasaman (pH) tanah.

3.3.4 Tahap Pasca Operasi
1. Pemutusan Hubungan Kerja Sama
a) Peluang Bekerja
Dampak penting dari tahap ini adalah hilangnya kesempatan kerja
untuk meningkatkan perekonomiannya pada perkebunan pabrik kelapa sawit.
b) Sikap dan Presepsi Masyarakat
Dampak penting dari tahap ini adalah kekecewaan masyarakat akibat
kehilangan pekerjaan karena pengembalian areal kerja.
2. Demolitas Peralatan
a) Gangguan Lalu Lintas
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
24
Kegiatan ini akan berdampak kepada gangguan lalu lintas pada ruas
jalan yang ada di sekitar lokasi rencana kegiatan perkebunan pabrik kelapa
sawit.
b) Keselamatan Masyarakat
3. Pengembalian Areal PKS
a) Sikap dan Presepsi
Dampak penting dari tahap ini adalah kekecewaan masyarakat akibat
kehilangan pekerjaan karena pengembalian areal kerja.

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat kami simpulkan dari hasil pembahasan adalah
sebagai berikut :
1) Dalam melakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit harus diperhatikan
AMDALnya menyangkut tahapan-tahapan pekerjaan pembangunan, seperti :
Tahap Pra Kontruksi, Tahap Kontruksi, Tahap Operasi dan Tahap Pasca
Operasi. Karena tahapan-tahapan ini saling mempengaruhi/saling mendukung dalam
hal pembangunan suatu usaha/kegiatan yang akan berlangsung.
2) Perkebunan kelapa sawit selain memberikan dampak-dampak positif juga
memberikan dampak-dampak negatif, seperti adanya penurunan kualitas udara,
penurunan kualitas air, penurunan kualitas/kesuburan tanah, peningkatan erosi dan
sedimentasi, penurunan potensi vegetasi serta kebisingan, kecelakaan kerja dan
sebagainya.

4.2 SARAN
Adapun saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut :
1) Bagi pemrakarsa, dan pemerintah diharapkan agar dapat melakukan kegiatan
sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat di lokasi kerja agar tidak terjadi
kesalahan pahaman yang berarti.
2) Bagi masyarakat diharapkan dapat menerima adanya kegiatan pembangunan
perkebunan kelapa sawit tersebut agar dapat meningkatkan pendapatan dan taraf
hidup serta adanya kemajuan dalam sector perkebunan terkait.
TUGAS BESAR AMDAL
RENCANA KEGI ATAN PERKEBUNAN DAN PABRI K KELAPA SAWI T
25









DAFTAR PUSTAKA

Canter, L.W., and L.G. Hill. 1979 Handbook of Variable for Environmental Impact
assessment. An Arbor Science, Publishing Inc.Michigan.

Soeratmo, Gunawan. 1988. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.

Sastroutomo, M.M., Suwandi dan Panjaitan, A. 1990. Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit.
Kumpulan Makalah Pertemuan Teknis Kelapa Sawit. Pekanbaru.

Barber, S.A. 1995. Soil Nutrient Biovailability: A Mechanistic Approach, Second ed. 414p.
New York: Jhon Wileydan Sons.

Dokumen AMDAL BAPESDALH, Provinsi Papua, 2010. Upaya Perkebunan dan
Pengolahan Kelapa Sawit.