Anda di halaman 1dari 14

Formulasi Gel Antioksidan Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga

L.Willd) dengan Menggunakan Basis Aqupec 55 !"


#asrul Wat$oni% &ao'ik Rusdiana% Rin( )unita !utagaol
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjran-Jatinangor
AB*&RA+
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel antioksidan dengan menggunakan
basis Aqupec 505 H dari ekstrak etanol rimpang lengkuas !Alpinia galanga
"#$illd% dengan berbagai konsentrasi ekstrak# Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang
lengkuas diuji dengan metode &PPH dan dibandingkan dengan vitamin '# &ari (asil
penelitian didapat nilai )'
50
ekstrak rimpang lengkuas !Alpinia galanga "#$illd%
sebesar *+,,- ppm# Aktivitas antioksidan rimpang lengkuas !Alpinia galanga
"#$illd% .0/ dari vitamin ' # 0arakteristik sediaan gel antioksidan rimpang
lengkuas 1ang diamati meliputi konsistensi bentuk, 2arna, bau 1ang relati3 stabil, pH
dan viskositas 1ang mengalami peruba(an serta aman untuk digunakan#
0ata kunci 4 Antioksidan, Aqupec 505, "engkuas
ABSTRACT
5(e purpose o3 researc( is 3ormulating antio6idant gel 2it( Aqupec 505 H as base,
containing various concentration o3 alpinia galanga r(i7ome et(anol e6tract# 5(e
activit1 o3 Alpinia galanga e6tract 2as determined using &PPH met(od, and it 2as
compared 2it( vitamine '# 5(e result o3 researc( 2as 3ound t(at )'
50
o3 Alpinia
galanga r(i7ome e6tract is *+,,- bpj# 5(e antio6idant activit1 o3 Alpinia galanga
e6tract is .0 / vitamine '# 5(e c(aracteristic antio6idant gel o3 Alpinia galanga
e6tract t(at consist o3 consistenc1, colour, odor 2ere relative stable during t(e
storage time, but its pH and viscosit1 undergo c(ange, and sa3e to used#
Keywords : Antioxidant, Aqupec 505, Alpinia galanga
,E#-A!.L.A#
8el merupakan sistem semi padat
terdiri dari suspensi 1ang dibuat dari
partikel anorganik 1ang kecil atau
molekul organik 1ang besar
terpenetrasi ole( suatu cairan !&irjen
9adan P:; <), .--5%# =ediaan bentuk
gel jarang dijumpai di pasaran
dibandingkan bentuk krim atau lotion
pada(al bentuk gel memiliki beberapa
keuntungan diantaran1a tidak lengket,
tidak mengotori pakaian, muda(
dioleskan, muda( dicuci, tidak
meninggalkan lapisan bermin1ak pada
kulit, viskositas gel tidak mengalami
peruba(an 1ang berarti selama
pen1impanan !"ieberman, .-,-%#
=ediaan gel terdiri dari ba(an dasar
dan 7at tamba(an# =ala( satu ba(an
dasar gel adala( aqupec# Aqupec
adala( polimer asam akrilat 1ang dapat
meningkatkan viskositas pada
konsentrasi 1ang kecil, serta
meningkatkan kestabilan gel !'arter,
.--5%# Aqupec sering digunakan dalam
sediaan kosmetik pera2atan kulit#
=ediaan kosmetik pera2atan kulit
sangat diperlukan untuk melindungi
kulit karena kulit sangat sensiti3
ter(adap peradangan, kanker dan
penuaan dini 1ang disebabkan sinar
ultraviolet 1ang memiliki e3ek
oksidati3 radikal bebas !$a(1uni,
+005%# <adikal bebas adala( atom 1ang
memiliki satu atau lebi( elektron tidak
berpasangan di kulit terluar se(ingga
sangat reakti3 dan mampu bereaksi
dengan lipid, protein, karbo(idrat atau
&>A# =en1a2a radikal bebas meliputi
(idroksil, anion superoksida, (idrogen
peroksida, asam (ipoklorat, oksigen
singlet, dan peroksil !Hernani dan
<a(ardjo, +00*%# Pengaru( negati3
radikal bebas ini dapat di(ambat
ole( adan1a antioksidan#
Antioksidan merupakan
substansi 1ang diperlukan tubu(
untuk menetralisir radikal bebas dan
mencega( kerusakan 1ang
ditimbulkan ole( radikal bebas
ter(adap sel normal, protein, dan
lemak# Antioksidan menstabilkan
radikal bebas dengan cara
memberikan elektron kepada radikal
bebas sebelum radikal bebas
tersebut bereaksi dengan sel 1ang
belum rusak, se(ingga membentuk
radikal bebas tidak reakti3 1ang
relati3 stabil !=o3ia, +00?%# 9eberapa
antioksidan dapat di(asilkan dari
produk alami, seperti dari rempa(-
rempa(, (erbal, sa1uran dan bua(#
=ala( satu tanaman rempa(-
rempa( 1ang berk(asiat sebagai
antioksidan adala( lengkuas
!ankar, +00*%# <impang lengkuas
!Alpinia galanga "#$illd%
mengandung lebi( kurang . /
min1ak atsiri ber2arna kuning
ke(ijauan 1ang terutama terdiri dari
metil sinamat @, /, sineol +0/-
?0/, eugenol, kam3er . /,
seskuiterpen, A-pinen, galangin,
resin 1ang disebut galangol, kristal
ber2arna kuning 1ang disebut
kaem3erida, kadinen,
(eksabidrokadalen (idrat, kuersetin,
kaem3erol, amilum, dan beberapa
sen1a2a 3lavonoid lain
!5jitrosoepomo, .--@%# Aktivitas
antioksidan lengkuas !Alpinia
galanga "# $illd% berasal dari
kuersetin, kaem3erol, dan galangin
! 9ing-Hui "i dan $ei-Bi 5ian,
+00?%# 0uersetin adala( golongan
3lavonol 1ang mempun1ai e3ek 1ang
positi3 dalam membantu mencega(
kanker, pen1akit (ati, katarak,
alergi, in3lamasi dan pen1akit pada
saluran perna3asan seperti bronk(itis
dan asma !9alab(adrapat(runi, +00@%#
0aem3erol merupakan golongan
3lavonol 1ang dapat mencega(
kerusakan oksidati3 sel, lipid dan &>A
!$ikipedia, +00*%# &an galangin juga
merupakan golongan 3lavonol 1ang
memiliki struktur ?,5,C-tri(idroksi-
3lavon dan memberikan e3ek
antioksidan !;ikamo, +000%#
9erdasarkan latar belakang
tersebut, pada penelitian ini akan diuji
aktivitas antioksidan dari ekstrak
lengkuas !Alpinia galanga "#$illd%
dengan metode &PPH !.,.-+-&i3enil-
+-Pikril Hidra7il%, pembuatan sediaan
gel 1ang mengandung ekstrak rimpang
lengkuas dan pengujiann1a secara in
vitro#
ME&/-/L/G0 ,E#EL0&0A#
,engumpulan 1a$an dan
determinasi tanaman.
<impang lengkuas didapat dari
sala( satu kebun petani daera(
Pengalengan# <impang besar dan
tebal, berdaging, berbentuk silindris,
diameter sekitar +-@ cm, dan
bercabang-cabang# 9agian luar
ber2arna coklat agak kemera(an atau
kuning ke(ijauan pucat, mempun1ai
sisik-sisik ber2arna puti( atau
kemera(an, keras mengkilap,
sedangkan bagian dalamn1a ber2arna
puti(# &aging rimpang 1ang suda( tua
berserat kasar#
&eterminasi dilakukan ter(adap
bagian tumbu(an 1ang digunakan di
"aboratorium =ekola( )lmu dan
5eknologi Ha1ati )nstitut 5eknologi
9andung,
Ekstraksi rimpang lengkuas
<impang lengkuas dibersi(kan
dan dipotong kecil-kecil kemudian
dikeringkan# =implisia ditimbang
seban1ak 500 g# =erbuk simplisia
dimasukkan dalam maserator,
kemudian ditamba( etanol C0 /
sampai seluru( serbuk terendam#
&idiamkan selama ? 6 +@ jam
sambil sering diaduk-aduk# Dkstrak
cair 1ang diperole( disaring ke
dalam penampung# Dkstraksi
diulang sampai ekstrak cair 1ang
diperole( (ampir tidak ber2arna#
0emudian ekstrak cair dipekatkan
dengan evaporator tekanan renda(
pada su(u ?5-@0' (ingga diperole(
ekstrak kental#
*krining 'itokimia ekstrak
rimpang lengkuas
a# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
alkaloid
=erbuk simplisia dibasakan
dengan amonia . /, kemudian
ditamba(kan kloro3orm, digerus
kuat-kuat# "apisan kloro3orm
dipipet sambil disaring, kemudian
kedalamn1a ditamba(kan asam
klorida + ># campuran dikocok
kuat-kuat (ingga terdapat dua
lapisan# "apisan asam dipipet,
kemudian dibagi menjadi ? bagian
dan prosedurn1a adala( sebagai
berikut 4
Untuk bagian . ditamba(kan
pereaksi ;a1er# 5erjadin1a endapan
atau kekeru(an diamati# 9ila terjadi
kekeru(an atau endapan ber2arna
puti(, berarti dalam simplisia
kemungkinan terkandung alkaloid#
Untuk bagian + ditamba(kan
pereaksi &ragendor33# 5erjadin1a
endapan atau kekeru(an diamati#
9ila terjadi kekeru(an atau endapan
ber2arna jingga kuning, berarti
dalam simplisia kemungkinan
terkandung alkaloid#
9agian ? digunakan sebagai
blangko#
b# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
poli3enolat
=ejumla( kecil serbuk simplisia
dalam tabung reaksi dipanaskan di atas
tangas air, kemudian disaring# Untuk
3iltrat ditamba(kan larutan pereaksi
besi !)))% klorida# Adan1a sen1a2a
3enolat ditandai dengan terjadin1a
2arna (ijau-biru (itam (ingga (itam#
c# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
tanin
=ejumla( kecil serbuk simplisia
dalam tabung reaksi dipanaskan di atas
tangas air, kemudian disaring# Untuk
3iltrat ditamba(kan larutan gelatin . /#
Adan1a sen1a2a tanin ditandai dengan
terjadin1a endapan ber2arna puti(#
d# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
3lavonoid
=ejumla( kecil serbuk simplisia
dalam tabung reaksi dicampur dengan
serbuk magnesium dan asam klorida +
># 'ampuran dipanaskan di atas
tangans air,lalu disaring# Untuk 3iltrat
dalam tabung reaksi ditamba(kan amil
alko(ol, lalu dikocok kuat-kuat#
Adan1a 3lavonoid ditandai dengan
terbentukn1a 2arna kuning (ingga
mera( 1ang dapat ditarik ole( amil
alko(ol#
e# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
monoterpenoid dan seskuiterpenoid
=erbuk simplisia digerus dengan
eter, kemudian dipipet sambil disaring#
Filtrat ditempatkan dalam ca2an
penguap, kemudian dibiarkan menguap
(ingga kering# Untuk (asil
pengeringan 3iltrat ditamba(kan
larutan vanilin .0 / dalam asam sul3at
pekat# 5erjadin1a 2arna-2arna
menunjukkan adan1a sen1a2a mono
dan seskuiterpenoid#
3# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
steroid dan triterpenoid
=erbuk simplisia digerus dengan
eter, kemudian dipipet sambil disaring#
Filtrat ditempatkan dalam ca2an
penguap, kemudian dibiarkan
menguap (ingga kering# Untuk (asil
pengeringan 3iltrat ditamba(kan
pereaksi Lieberman-Burcard!
5erjadin1a 2arna ungu
menunjukkan adan1a sen1a2a
triterpenoid sedangkan adan1a
2arna (ijau biru menunjukkan
adan1a sen1a2a steroid#
g# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
kuinon
=ejumla( kecil serbuk simplisia
dalam tabung reaksi dipanaskan di
atas tangans air, kemudian disaring#
Untuk 3iltrat ditamba(kan larutan
0:H 5 /# Adan1a sen1a2a kuinon
ditandai dengan terjadin1a 2arna
kuning (ingga mera(#
(# Pemeriksaan ter(adap sen1a2a
saponin
=ejumla( kecil serbuk simplisia
ditamba( air dalam tabung reaksi
dipanaskan di atas tangas air,
kemudian disaring# Filtrat
dimasukkan ke dalam tabung reaksi
dan dikocok kuat secara vertikal
selama sekitar 5 menit#
5erbentukn1a busa 1ang mantap dan
tidak (ilang selama ?0 menit dengan
tinggi busa minimal . cm
menunjukkan adan1a saponin#
,enetapan 02
5
Antiradikal Be1as
Penetapan )'
50
dilakukan
dengan menggunakan &PPH secara
spektro3otometri U-visible dari
ekstrak rimpang lengkuas#
a# Pembuatan larutan uji
&ibuat larutan uji dalam
berbagai konsentrasi dalam pelarut
etanol, 1aitu ekstrak rimpang
lengkuas dengan konsentrasi -0
ppm, C5 ppm, 50 ppm, +5 ppm, dan
.0 ppm dalam pelarut etanol -5/#
b# Pembuatan
larutan &PPH
&PPH seban1ak @ mg dilarutkan
dalam etanol -5/ sampai .00 m"
se(ingga didapat larutan 0,00@/
!@0bpj%# "arutan dijaga pada su(u
renda(, terlindung dari ca(a1a untuk
segera digunakan#
c# Penetapan E
maksimum &PPH
"arutan &PPH !? m"%
ditamba(kan etanol .,5 ml,
di(omogenkan dan diamati
absorbansin1a pada absorbansi @00-
*00 nm#
d# Pengukuran absorbansi / in(ibisi
sen1a2auji
"arutan uji !.,5 m"% dalam
berbagai konsentrasi !-0 ppm, C5 ppm,
50 ppm, +5 ppm dan .0 ppm%
ditamba(kan dengan larutan &PPH
!?m"%, di(omogenkan, diinkubasikan
selama ?0 menit kemudian dibaca
absorbansin1a pada @--, 5.- dan 5?-
nm# =ebagai blangko digunakan
larutan induk &PPH#
Per(itungan kapasitas antiradikal bebas
&PPH diukur dari peredaman 2arna
ungu-mera( &PPH, 1aitu puncak 5.,
nm dengan per(itungan sebagai
berikut 4
Absorbansi (itung 5.- nm
F A5.- -
+
5?- @-- A A +
/ )n(ibisi F . -
" Aitung#$$
an%&i AitungBa
e# Pengukuran )'
50
Harga )'50 di(itung dari kurva
regresi linier antara /
peng(ambatan serapan !G% ter(adap
konsentrasi ekstrak Hlarutan uji !B%#
Formulasi Gel
Formulasi gel menggunakan
aqupec sebagai basis pembentuk
gel# 0onsentrasi ekstrak rimpang
lengkuas 1ang ditamba(kan ke
dalam basis gel adala( ekstrak
dengan konsentrasi dimana
memiliki (ambatan minimal ,0 /
sebagai antioksidan# &alam
pembuatan gel, variasi konsentrasi
ekstrak rimpang lengkuas 1ang
ditamba(kan adala( / )'
,0
, .,5 6
/)'
,0
, dan ? 6 /)'
,0
#
5abel .# Formula gel
9AHA> F:<;U"A !/%
F0 F. F+ F?
Aqupec
5DA
8liserin
>ip->ip
Propilen
glikol
Dkstrak
Aquadest
add
.
+
+5
0,+
5
-
.00
.
+
+5
0,+
5
)',0
.00
.
+
+5
0,+
5
.,5B)',0
.00
.
+
+5
0,+
5
?B)',0
.00
0eterangan 4
F
0
F Formula tanpa ekstrak
F
.
F Formula dengan ekstrak )'
,0
F
+
F Formula dengan ekstrak .,5 B )'
,0
F
?
F Formula dengan ekstrak ? B )'
,0
Formula 4
Aqupec dikembangkan dalam air
panas dibiarkan selama +@ jam#
0emudian diaduk sempurna untuk
meng(indari terbentukn1a gumpalan
dari aqupec# &itamba(kan
trietanolamin, gliserin sedikit demi
sedikit# &itamba(kan metil paraben
1ang tela( dilarutkan dalam propilen
glikol diaduk (ingga (omogen#
5erak(ir ditamba(kan ekstrak lengkuas
sedikit demi sedikit sambil diaduk
(ingga diperole( bentuk gel 1ang baik
dan (omogen#
,engu3ian si'at 'isik sediaan gel
Pengukuran secara organoleptis
Analisis organoleptis dilakukan
dengan mengamati peruba(an-
peruba(an bentuk, 2arna, dan bau dari
sediaan gel selama 2aktu
pen1impanan# Pengamatan peruba(an
bentuk, 2arna dan bau tersebut
dilakukan pada (ari ke ., ?, C dan
selanjutn1a setiap minggu (ingga 5*
(ari pen1impanan#
a# Pengukuran pH
Pengukuran pH dilakukan dengan
cara mencelupkan pHmeter ke dalam
sediaan gel dari ekstrak rimpang
lengkuas# Pengukuran dilakukan ? kali
untuk masing-masing sediaan gel pada
(ari ke ., ?, C dan selanjutn1a setiap
minggu (ingga 5* (ari pen1impanan#
b# Pengukuran
viskositas
=ediaan dari ekstrak bua( buncis
diukur viskositasn1a dengan
menggunakan viskometer atau
viskotester dengan spinde 1ang cocok
!spinde +%# Pengukuran dilakukan ?
kali untuk masing-masing sediaan gel
pada (ari ke ., ?, C dan selanjutn1a
setiap minggu (ingga 5* (ari
pen1impanan#
.3i keamanan
Pengujian keamanan sediaan
dilakukan dengan uji iritasi ter(adap 5
orang sukarela2an# 5eknik 1ang
digunakan adala( uji tempel terbuka
!$act 'est%, 1ang dilakukan dengan
cara mengoleskan 3ormula pada
punggung tangan kanan
sukarela2an seluas +,5 cm
+
# uji
keamanan dilakukan pada tempat
1ang sama selama ? (ari berturut-
turut setela( pembuatan dan pada
(ari terak(ir pen1impanan untuk
masing I masing sediaan# 8ejala
1ang timbul diamati# Umumn1a
iritasi akan segera ditunjukkann
dengan adan1a reaksi kulit sesaat
setela( pelekatan atau pen1entu(an
pada kulit# )ritasi 1ang demikian
disebut iritasi primer dengan diberi
tanda J tetapi jika reaksi ini timbul
beberapa jam setela( pen1entu(an
atau perekatan pada kulit, maka
iritasi ini disebut iritasi sekunder
dan diberi tanda JJ#
Analisis -ata dari ,engu3ian
*ta1ilitas *ediaan
Analisis secara statistik
ter(adap (asil pengukuran pH dan
viskositas selama 5* (ari
pen1impanan menggunakan &esain
Acak =empurna#
!A*0L -A# ,EMBA!A*A#
!asil -eterminasi &anaman
&ari (asil determinasi 1ang
dilakukan di "aboratorium =ekola(
)lmu dan 5eknologi Ha1ati )nstitut
5eknologi 9andung, diketa(ui
ba(2a tanaman 1ang digunakan
pada penelitian ini adala( 4
&ivisi 4
=permatop(1ta
=ub divisi 4
Angiospermae
0elas 4
;onocot1ledon
9angsa 4 Kingiberales
=uku 4 Kingiberaceae
;arga 4 Alpinia
Jenis 4 Alpinia galanga
!"#% $illd
!asil Ekstraksi rimpang lengkuas
(Alpinia galanga L.Willd)
&ari penelitian didapatkan (asil
ekstraksi4 dari 500 gram serbuk
simplisia kering rimpang lengkuas
dengan pelarut etanol C0/ seban1ak
++50 m" diperole( maserat cair
seban1ak ,00 m"# =etela( evaporasi
dan pemanasan pada ca2an di atas
penangas air didapat ekstrak kental
seban1ak ?,,+C g#
Pemerian ekstrak rimpang lengkuas 4
9entuk 4 kental
$arna 4 coklat tua
9au 4 k(as
<asa 4 k(elat

!asil *krining Fitokimia Ekstrak
Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga
L.Willd)
5abel +# Hasil =krining Fitokimia
Dkstrak rimpang lengkuas
>o =en1a2a;etabolit =ekunder
Hasil
=krining
Fitokimia
.
+
?
@
5
*
C
,
Alkaloid
Poli3enolat
5anin
Flavonoid
;ono dan =eskuiterpenoid
=teroid dan 5riterpenoid
0uinon
=aponin
J
-
-
J
J
-
-
-
0eterangan 4
J 4 terdeteksi
- 4 tidak terdeteksi
&ari tabel + dapat diketa(ui
ba(2a ekstrak rimpang lengkuas 1ang
diperole( memiliki kandungan
alkaloid, 3lavonoid, monoterpenoid,
dan seskuiterpenoid# ;enurut pustaka,
3lavonoid 1ang terkandung dalam
rimpang lengkuas adala( jenis 3lavonol
1aitu galangin, kaem3erol dan
kuersetin, dimana ketiga sen1a2a
3lavonol ini memiliki e3ek
antioksidan 1ang sangat baik# :le(
karena itu, rimpang lengkuas dapat
digunakan sebagai 7at akti3 dalam
sediaan gel antioksidan#
!asil ,enetapan 02
5
dari ekstrak
rimpang Lengkuas
&iperole( data absorban dan
/ in(ibisi dari beberapa konsentrasi
ekstrak rimpang lengkuas 1aitu
sebagai berikut 4
5abel ?# Hasil Absorbansi dan /
)n(ibisi dari 9eberapa 0onsentrasi
Dkstrak
<impang "engkuas
0onsentrasi
!ppm%
A(itung /)n(ibisi
&PPH 0,0,*?
-0 0,0+C@ *,,+5
C5 0,0?*- 5C,?0
50 0,05.+ @0,*C
+5 0,0*?. +*,-@
.0 0,0C?? .5
Kurva Hubungan Konsentrasi (C) dengan %
Inhibisi Larutan Uji
y = 0.6492x + 9.1713
R
2
= 0.9976
0
10
20
30
40
50
60
70
80
0 20 40 60 80 100
Konsentrasi (C)
%

I
n
h
i
b
i
s
i
Series1
Linear (Series1)
&ari data 1ang diperole( pada
tabel ? menunjukkan ba(2a
semakin besar konsentrasi ekstrak
rimpang lengkuas maka terjadi
peningkatan konsentrasi (ambat
radikal bebas &PPH# =etela(
dilakukan per(itungan dengan
memasukkan konsentrasi sebagai 6 dan
/ in(ibisi sebagai 1 maka diperole(
persamaan regresin1a 1 F 0,*@-+ 6 J
-,.C.? dan nilai dari )'
50
ekstrak
rimpang lengkuas didapat sebesar
0,00*+,- / !*+,,- ppm%#
&engan membandingkan )'
50
ekstrak rimpang lengkuas ter(adap
vitamin ' diperole( aktivitas
antioksidan ekstrak rimpang lengkuas
.0 / dari aktivitas antioksidan vitamin
'#
9an1akn1a ekstrak 1ang ditamba(kan
ke dalam sediaan gel
.% Formula . F )',0 F .0-,.
ppm F# 0,0.0- /
+% Formula + F.,56)',0
F.*?,*5 ppm F 0,0.*@ /
?% Formula ? F ?6)',0F ?+C,?
ppm F 0,0?+C /
!asil ,enetapan 02
5
dari "itamin 2
&iperole( data absorban dan /
in(ibisi dari beberapa konsentrasi
vitamin ' 1aitu sebagai berikut 4
5abel @# Hasil Absorbansi dan /
)n(ibisi dari 9eberapa 0onsentrasi
itamin '
0onsentrasi
!ppm%
A(itung / in(ibisi
, 0,0?@.5 *0,@+
5 0,05@ ?C,@?
@ 0,0*?- +5,-*
? 0,0*-C .-,+@
+ 0,0C@? .?,-0
. 0,55@? 0,*@,?
Kurva Hubungan Konsentrasi(C) dengan
% Inhibisi
y = 7.9808x - 3.7196
R
2
= 0.9947
0
10
20
30
40
50
60
70
0 2 4 6 8 10
C (ppm)
%

I
n
h
i
b
i
s
i
Series1
Linear
(Series1)
=etela( dilakukan per(itungan
dengan memasukkan konsentrasi
sebagai 6 dan / in(ibisi sebagai 1
maka diperole( persamaan
regresin1a 1 F C,-,0, B I ?,C.-*
dan nilai dari )'
50
vitamin ' didapat
sebesar *,C? ppm#
&engan membandingkan )'
50
ekstrak rimpang lengkuas ter(adap
vitamin ' diperole( aktivitas
antioksidan ekstrak rimpang
lengkuas sepulu( kali lebi( lema(
dari vitamin '# Hal ini disebabkan
vitamin ' lebi( murni dibanding
ekstrak rimpang lengkuas 1ang
mengandung berbagai macam
metabolit sekunder#
!asil ,em1uatan *ediaan Gel
Antioksidan Ekstrak Rimpang
Lengkuas
5abel 5# Formulasi 8el 1ang dibuat
9AHA> F:<;U"A!/%
F0 F. F+ F?
Aqupec
5DA
8liserin
>ip->ip
Propilen glikol
Dkstrak
Aquadest
.
+
+5
0,+
5
-
**,,
.
+
+5
0,+
5
0,0.0
-
**,C-
.
+
+5
0,+
5
0,0.*
@
**,C,
.
+
+5
0,+
5
0,0?+
C
**,CC
0eterangan 4
F
0
F Formula tanpa ekstrak
!blangko%
F
.
F Formula dengan ekstrak 0,0.0-
/
F
+
F Formula dengan ekstrak 0,0.*@
/
F
?
F Formula dengan ekstrak 0,0?+C /
5abel *# Hasil =ediaan 8el secara :rganoleptis
Formulasi 0arakterisasi 1ang
diamati
9entuk
$arna
9au
F0 8el kental b 0(a
F. 8el kental bkm
J
0(a
F+ 8el kental bkm
JJ
0(a
F? 8el kental bkm
JJJ
0(a
0eterangan 4 b F bening bkm F bening kuning muda k(a F k(as aqupec
J F penamba(an intensitas 2arna
Formulasi gel dengan variasi
konsentrasi ekstrak rimpang
lengkuas meng(asilkan bentuk gel
kental, bau k(as, dan 2arna sediaan
bening kuning muda dengan
intensitas 2arna 1ang meningkat
seiring dengan penamba(an
konsentrasi ekstrak rimpang
lengkuas#
!asil ,engu3ian sta1ilitas sediaan gel
!asil ,engamatan /rganoleptis
5abel C# Hasil Pengamatan :rganoleptis 8el Antioksidan dengan 9erbagai
0onsentrasi Dkstrak
Formu
lasi
0arakterisasi
1ang diamati
Peruba(an organoleptis gel
setela( pen1impanan Hari ke-
. ? C .@ +. +, ?5 @+ @- 5*
F. 9entuk
$arna
9au
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
F+ 9entuk
$arna
9au
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
F? 9entuk
$arna
9au
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
F@ 9entuk
$arna
9au
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
0eterangan 4
F
0
F Formula tanpa ekstrak
F
.
F Formula dengan ekstrak 0,0.0- /
F
+
F Formula dengan ekstrak 0,0.*@ /
F
?
F Formula dengan ekstrak 0,0?+C /
J F Ada peruba(an
- F 5idak ada peruba(an
&ari tabel C terli(at ba(2a 3ormula
sediaan gel dengan berbagai
konsentrasi memiliki stabilitas bentuk,
bau dan 2arna 1ang relati3 stabil
selama pen1impanan 5* (ari# Hal ini
menunjukkan ba(an-ba(an dalam
3ormula gel tidak mengalami
penguraian ole( karena pemakaian
7at penga2et, 2ada( tertutup rapat
dan ter(indar dari ca(a1a#
!asil ,engukuran p!
5abel ,# Hasil Pengukuran pH gel dengan konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas
selama 5* (ari pen1impanan
For
mula

pH gel pada (ari ke-
. ? C .@ +. +, ?5 @+ @- 5*
F0
F.
F+
F?
C,?@ C,?+ C,.- C,+ C,?C C,+- C,?* C,?0 C,@, C,C@
C,50 C,50 C,+C C,?5 C,@0 C,?+ C,?* C,?. C,5@ C,,.
C,*. C,*. C,*0 C,,. C,,? C,C* C,, C,C. C,- ,,+?
C,C- C,, C,*+ C,,5 C,,? C,C+ C,C@ C,** C,,* ,,.-
Kurva Hubungan antara pH dengan
Lama Penyimpanan pada 4 Formua
7
7.2
7.4
7.6
7.8
8
8.2
8.4
0 20 40 60
Hari Penyimpanan
p
H
Series1
Series2
Series3
Series4
8ambar .# 0urva Hubungan antara pH
dan "ama Pen1impananPada @ 3ormula
0eterangan 4
F F
0
!Formula tanpa ekstrak%
F F
.
!Formula dengan ekstrak
0,0.0- /%
F F
+
!Formula dengan ekstrak
0,0.*@ /%
F F
?
!Formula dengan ekstrak
0,0?+C /%
&ari tabel , dan gambar . terli(at
ba(2a penamba(an berbagai
konsentrasi ekstrak rimpang lengkuas
sangat mempengaru(i nilai pH gel#
Pada penelitian ini, nilai pH sediaan
gel semakin besar dengan
peningkatan konsentrasi ekstrak#
Pada (ari ke-.@ 3ormula ., +,
dan ? mulai mengalami kenaikan
pH, dan (ari ke-+. 3ormula ?
mengalami penurunan pH
sedangkan 3ormula . dan + masi(
mengalami penaikan pH# =edangkan
pada (ari ke-+, ketiga 3ormula 1ang
mengandung ekstrak mengalami
penurunan pH kembali karena
ekstrak mengalami penguraian#
0enaikan pH 3ormula 1ang
mengandung ekstrak 1ang paling
signi3ikan pada (ari ke-5* 1aitu
antara 0,+C-0,??, terli(at pada
3ormula + dan ? terjadi peruba(an
1ang paling signi3ikan pada (ari ke-
5* 1aitu kenaikan pH sebesar 0,??#
Hal ini disebabkan 3aktor
lingkungan seperti su(u, pen1impanan
1ang kurang baik, ekstrak rimpang
lengkuas 1ang kurang stabil dalam
sediaan karena teroksidasi# >ilai pH
sediaan gel sampai (ari ke-5* antara
C,+0-,,+?# Penurunan dan peningkatan
pH gel sampai (ari ke-5* pada gambar
. masi( memenu(i rentang pers1aratan
pH untuk kulit 1aitu 5-.0#
&ari per(itungan statistik dengan
desain acak sempurna model tetap
menunjukkan ba(2a Ho ditolak
untuk semua 3ormula karena nilai
F(itung !untuk F
0
.C-,5C, F
.
+?,,+@,
F
+
+@C,?@, F
?
.C.,5+% lebi( besar
dari Ftabel !+,?-% dengan tara3
signi3ikan L F 5/ dan pF0,05# Hal
ini berarti adan1a peruba(an pH
sediaan gel ekstrak rimpang
lengkuas 1ang n1ata selama (ari
pen1impanan#

!asil ,engukuran "iskositas
5abel -# Hasil pengukuran viskositas gel dengan konsentrasi ekstrak rimpang
lengkuas selama 5* (ari pen1impanan
For
mula
iskositas gel pada (ari ke- !poise%
. ? C .@ +. +, ?5 @+ @- 5*
F0
F.
F+
F?
?50 ?50 ?@0 ?@0 ??0 ??0 ??0 ??0 ??0 ??0
?.0 ?.0 ?.0 ?00 +-0 +,0 +,0 +-0 +,0 +-0
?+0 ?+0 ?00 +-0 +,0 +C0 +C0 +C0 +,0 +,0
??0 ??0 ?00 +-0 +,0 +,0 +-0 +,0 +,0 +-0
0eterangan 4
F
0
F Formula tanpa ekstrak
F
.
F Formula dengan ekstrak 0,0.0- /
F
+
F Formula dengan ekstrak 0,0.*@ /
F
?
F Formula dengan ekstrak 0,0?+C /
Kurva Hubungan antara !is"ositas
dengan Lama Penyimpanan pada
4 Formua
0
100
200
300
400
0 20 40 60
Hari Penyimpanan
!
i
s
"
o
s
i
t
a
s
Series1
Series2
Series3
Series4
8ambar +# 0urva Hubungan antara
iskositas dengan "ama Pen1impanan
pada @ 3ormula
0eterangan 4
F F
0
!Formula tanpa ekstrak%
F F
.
!Formula dengan ekstrak
0,0.0- /%
F F
+
!Formula dengan ekstrak
0,0.*@ /%
F F
?
!Formula dengan ekstrak
0,0?+C /%
&ari tabel - dan gambar +
menunjukkan ba(2a adan1a
pengaru( konsentrasi ekstrak
ter(adap besarn1a viskositas suatu
sediaan# Jika dibandingkan antara
3ormula ., + dan ? menunjukkan
ba(2a viskositas mengalami
peningkatan seiring dengan
peningkatan konsentrasi ekstrak#
Hal ini disebabkan ekstrak 1ang
ditamba(kan ke dalam basis gel
berupa ekstrak kental se(ingga
viskositasn1a meningkat#
=elama 2aktu pen1impanan
viskositas gel dengan berbagai
konsentrasi ekstrak mengalami
penurunan karena masukn1a uap air
dari luar akibat pen1impanan 1ang
kurang baik dan pengaru( su(u 1ang
beruba(-uba( 1ang dapat mengurangi
kekentalan sediaan gel
&ari per(itungan statistik desain
acak sempurna menunjukkan ba(2a
(ipotesa nol !H
0
% ditolak untuk semua
3ormula karena nilai F(itung untuk
semua 3ormula !untuk F
0
.@,C.*, F
.
.?,?@, F
+
@@,*0, F
?
?@,*+% lebi( besar
dari Ftabel !+,?-% dengan tara3
signi3ikan L F 5 / dan p F 0,05# Hal
ini berarti adan1a peruba(an
viskositas sediaan gel ekstrak
rimpang lengkuas 1ang n1ata
selama (ari pen1impanan#
&ari tabel menunjukkan ba(2a
tidak terjadi iritasi pada kulit .0
orang sukarela2an saat pemakaian
sediaan gel antioksidan dengan
berbagai konsentrasi# =ediaan gel
tidak men1ebabkan kulit mera(,
bengkak atau gatal-gatal# Hal ini
sediaan gel antioksidan 1ang
mengandung ekstrak rimpang
lengkuas aman sebagai sediaan
topikal#
!asil .3i 0ritasi -ari *ediaan
5abel .0# Hasil Uji )ritasi 8el Antioksidan dengan Dkstrak <impang "engkuas!Alpinia
galanga "#$illd%
Formula =ukarela2an
. + ? @ 5 * C , - .0
F0
F.
F+
F?
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
0eterangan 4
F
0
F Formula tanpa ekstrak
F
.
F Formula dengan ekstrak 0,0.0- gr
F
+
F Formula dengan ekstrak 0,0.*@ gr
F
?
F Formula dengan ekstrak 0,0?+C gr
- F tidak ada reaksi
*0M,.LA# -A# *ARA#
*impulan
&ari (asil penelitian 1ang diperole(
dapat diambil kesimpulan ba(2a 4
.# <andemen 1ang didapat dari
ekstraksi rimpang lengkuas adala(
C,*5@ /
+# Dkstrak rimpang lengkuas !Alpinia
galanga "#$illd% memiliki aktivitas
antioksidan dengan nilai )'
50
sebesar
*+,,- ppm# D3ek antioksidan ekstrak
rimpang lengkuas !Alpinia galanga
"#$illd% .0 / dari vitamin '#
?# iskositas dan pH sediaan
mengalami peruba(an 1ang n1ata
selama pen1impanan,namun pH masi(
memenu(i rentang pers1aratan#
=edangkan secara organoleptis 1ang
meliputi konsistensi bentuk, 2arna dan
bau tidak terjadi peruba(an#
@# =ediaan gel antioksidan 1ang
mengandung ekstrak rimpang lengkuas
merupakan sediaan 1ang relati3 stabil
dan aman untuk digunakan#
*aran
.# Perlu dilakukan 3raksinasi untuk
mendapatkan sen1a2a akti3
antioksidan rimpang lengkuas 1ang
lebi( murni#
+# &icari konsentrasi aqupec H 505
sebagai basis gel dan kombinasi 7at
tamba(an seperti 5DA !5rietanolamin%,
gliserin, propilen glikol dan >ip-
>ip!>ipagin->ipasol%#
?# 'ara pengemasan dan pen1impanan
(arus dilakukan dengan baik untuk
mengurangi e3ek oksidasi 1ang dapat
menurunkan aktivitas antioksidan
dalam sediaan#
@# Penamba(an 7at pe2angi dan pe2arna
1ang sesuai untuk meningkatkan
penampilan 3isik sediaan gel
antioksidan
rimpang lengkuas !Alpinia galanga
"#$illd
-AF&AR ,.*&A+A
9ing-Hui "i and $ei-Bia 5ian# +00?# $resence o( )atty Acid *yntase +nibitors in 'e
,i-ome o( Alpinia .((icinarum "ance# Journal o3 Dn71me )n(ibition and ;edicinal
'(emistr1#ol .,# '(ina 4 &epartment o3 9iolog1 8raduate =c(ool o3 '(inese
Academ1 o3 =ciences# ?@--?5*#
'arter, =# .-C5# #ispensing )or $armaceutical *tudent! .+
t(
Ddition# "ondon 4 Pitman
;edical Publis(ing 'o M .0, .00, .0?-..0#
&irjen 9adan P:; <)# .--5# )arma/ope +ndonesia# Ddisi keempat# Jakarta 4 &epartemen
0ese(atan <)#
"ieberman, <ieger and 9anker# .-,-# $armaceutical #osage )orms : #isperse *ystem! ol
+# >e2 Gork 4 ;arcell &ekker )nc#
Hernani N <a(ardjo, <# +00*# 'anaman Ber/asiat Antio/sidan# Jakarta 4 =2ada1a# @,-@-#
;ikamo D#+000# *tudies on *tructural 0orrelation 1it Antioxidant Activity o( )lavonoids#
Japan 4 =c(ool o3 P(armaceutical =cience#
=o3ia, &# +00?# Antio/sidan dan ,adi/al Bebas# (ttp4HH 222#c(em-is-
tr1HsectFartikelNe6tF,.#
5jitrosoepomo# .--@# 'a/sonomi 'umbuan .bat# Gog1akarta 4 8aja(mada Press#(al 5*#
ankar P#=#+00*# Antioxidant $roperties o( *ome 2xclusive *pecies o( 3ingiberaceae )amily
o( 4anipur! Dlectronic Journal o3 Dnvironmental, Agricultural and Food
'(emistr1#)==> 4 .5C--@?CC# 0anpur 4 FDA5 "aborator1 )ndian )nstitute o3
5ec(nolog1
$a(1uni, 5# +005# 0ara ,asional $erema&aan Kulit# Jakarta 4 Healt( 5oda1#

Anda mungkin juga menyukai