Anda di halaman 1dari 10

APA YANG DIMAKSUD DENGAN SUBKULTUR?

Subkultur meliputi kepercayaan, nilai, kebiasaan yang ada kelompok tertentu dalam satu
kelompok social yang sama. Subkultur juga dapat diartikan sebagai sebuah perbedaan yang
terlihat dan dapat diidentifikasi di dalam sebuah masyarakat yang besar.
Maka dari itu, profil kultur pada masyarakat/bangsa merupakan gabungan dari dua eleman
yang berbeda yaitu 1) kebiasaan, nilai dan kepercayaan yang unik yang ada pada anggota
subkultur terentu dan 2) kultur inti yang terbagi oleh hampir seluruh anggota dari subkultur
terntentu.
Contoh Kategori Subkultur Mayor
Kategori Contoh
Kebangsaan (Nationality) Orang Yunani, Orang Italia, Orang Rusia dll
Agama (Religion) Islam, Hindu, Kristen, Katolik dll
Wilayah Geografis (Geographic Region) Timur, Barat dll
Umur (Age) Remaja, Sesepuh
Ras (Race) Negro, Tionghoa, Bangsa kulit putih
Jenis Kelamin (Gender) Wanita, Laki-laki
Pekerjaan (Occupation) Sopir bus, koki, ilmuwan
Kelas Sosial (Social Class) Bawah, Tengah, Atas

Subkultur Kebangsaan/ Nationality Subculture
Bagi banyak orang, subkultur kebangsaan akan mendorong konsumen dan mempengaruhi
apa yang dinilai dan apa yang akan dibeli. Konsumen merasa bangga dengan bahasa dan adat
leluhurnya, yang dimanifestasikan dengan konsumsi makanan etnik, pulang kampung, dan
konsumsi pakaian, musik etnik.Di Amerika salah satu contohnya adalah masyarakat
Hispanic-Americans, yang terdiri dari Mexican, Puerto Rican, dan Cuban. Mereka banyak
terkonsentrasi di beberapa negara bagian tertentu di Amerika. Hasil dari penelitian
menunjukkan bahwa brand preferences masyarakat Hispanic dan NonHispanic ternyata
sangat berbeda. Maka dari itu beberapa iklan produk yang digemari masyarakat Hispanic,
biasanya akan dikemas dengan bahasa dan model yang dekat dengan budaya masyarakat
Hispanic.
Subkultur Hispanic
Hispanics merupakan populasi terbesar yang bermukim di Arizona, California, Florida, New
Mexico, dan Texas. The Bureau of The Census mendefinisikan Hispanics adalah orang yang
berasal dari Kuba, Meksiko, Puerto Rico, Amerika Selatan/Tengah, atau budaya Spanyol
lainnya. Hispanics subculture tidak terdiri dari satu etnis saja,terdiri dari 3 etnis utama dan
beberapa kebangsaan yang jumlahnya lebih kecil. Di tahun 2000, jumlah Hispanic (terhitung
dari semua ras) telah meningkat manjdi 58% selama satu decade sejak tahun 1990. Di tahun
2002, biro sensus Amerika mencatat populasi Hispanic berada pada angka 15% menggeser
ras Afro-Amerika yang menjadi minoritas terbesar di Amerika Serikat. DI tahun 2050, angka
tersebut akan meningkat sampai 30%. Sedangkan jika dilihat dari umur, lebih dari 88%
orang-orang Hispanic yang berumur di bawah 18
th
tinggal di AMerika Serikat, di tahun 2020,
akan lahir generasi pertama dari Hispanic dengan angka 34% menggunakan bahasa Spanyol
sebagai bahasa utama, dan memegang nilai-nilai tradisional, sedangkan di tahun itu juga akan
melahirkan generasi keduanya di angka 36% dilahirkan di USA dengan orangtua yang
imigran.dan 30% nya generasi ketiga dari Hispanic yang lahir di Amerika dan lebih
menyukai bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
Memahami Perilaku KOnsumen Hispanic/ Understanding Hispanic Consumers
Konsumen Hispanics cenderung setia pada Brand yang mampu memenuhi kebutuhan mereka
yang berbeda dan cenderung suka dengan membelinya di took yang lebih kecil walaupun
orang-orang Hispanic sendiri mempunyai daya akulturasi yang lebih dari tahun ke tahun.
Laiknya subkultur lain, Hispanic juga mempunyai sis dinamis yang cenderung meningkat dan
mengikuti tren berbelanja laiknya orang-orang Amerika pada umumnya walaupun sifat
dasarnya sangat mempertahankan tradisi yang ada( lebih menyukai berbelanja di took yang
relative lebih kecil) Dengan kedinamisan yg meningkaat, para Hispanic sudah banyak yang
berbelanja di super market. Remaja Hispanic juga lebih sadar dengan fashion dimana mereka
lebih menyukai setia dan membeli baju dari brand kenamaan. Dalam sebuah riset, siswi
Hispanic mempunyai kecenderungan berbelanja lebih tingi dari siswi yang non-hispanic.
Mereka cenderung menyukai brand yang lebih familiar, bergengsi, lebih memilih membeli di
took yang lebih kecil, brand yang diiklankan oleh took dari etnis mereka, tidak suka
mempengaruhi konsumen lain untuk membeli apa yang mereka beli, suka membeli apa yang
dibeli oleh orang tua mereka, lebih menyukai barang siap saji dan mempunyai persepsi
negative dengan intervensi pemerintah.
Intinya, konsumen Hispanic cenderung membeli banyak barang branded, produk-produk
berkualitas tinggi. Mereka cenderung menjadikan shopping sebgai urursan keluarga, dan
anak-anak merasa bangga dengan brand yang mereka beli. Hispanic termasuk konsumen
yang loyal pada satu brand dan menyukai perusahaan yang memberikan perhatian khusus
pada mereka.
Segmentasi Pasar Hispanic / Defining and Segmenting Hispanic Market
Hal pertama yang harus dilakukan oleh para marketer adalah memahami betul karakterisitik
Hispani itu sendiri dengan cara mengetahui self-dientification dan degree of identification
untuk mengetahui pelabelan pada diri konsumen itu sendiri. Orang yang kuat identifikasi
Hispanic-nya lebih menyukai media berbahsa Spanyol, setia pada suatu brand, dan lebih
menyukai membeli barang yang bergengsi dan meminta pendapat orang lain dalam membeli
suatu produk baru, dan sangat mudah terpengaruh dengan pendapat orang lain. Banyak para
marketer yang membuat single-marketing atau pemasaran tunggal khusus untuk orang-orang
Hispanic dengan menggunakan media berbahasa Spanyol. Sebagai contoh, Toyota
memberikan website berbahasa spanyol di situs resminya. Yang paling penting, sebelum
melakukan segementasi, para marketer memang harus mengidentifiksai seberapa kental jati
diri Hispanic itu dalam diri konsumen.
Subkultur Keagamaan/ Religious Subculture
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh kepercayaan agamanya, sehingga beberapa
produsen mengasosiasikan produk mereka dengan simbol-simbol dan perayaan suatu agama.
Selain itu agama juga banyak menentukan proses pengambilan keputusan pembelian dalam
keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa dalam keluarga Katolik keputusan paling banyak
ditentukan oleh suami.
Subkultur Geografi dan Regional/ Geographic and Regional Consumers
Seseorang yang di negara bagian berbeda, biasanya akan di identifikasi dengan ciri-ciri fisik
dan perilaku tertentu (contoh: Amerika). Dan di setiap negara bagian berbeda, memiliki cita
rasa dan kegemaran yang berbeda terhadap suatu benda, misalnya selera makanan, pakaian,
dan lain sebagainya, sehingga marketer bisa dengan mudah menembak kelompok masyarakat
dengan produk mereka yang spesifik.

Subkultur Ras/ Race Subculture
Ras yang banyak dijumpai di Amerika, terdiri dari white, black, Asian, dan American Indian.
Masing-masing ras memiliki gaya hidup dan gaya konsumsi yang berbeda. Black, (12% di
Amerika) mulai muncul masyarakat kulit hitam dengan kelas ekonomi menengah keatas yang
jumlahnya semakin meningkat. Masyarakat kulit hitam kelas menengah biasanya memiliki
perilaku yang hampir sama dengan masyarakat kulit putih kelas menengah. Tapi, konsumsi
merek mereka berbeda, terutama masyarakat kulit hitam kelas bawah yang pendidikan
rendah. Maka itu, beberapa produk diiklankan di media-media yang khusus untuk masyarakat
kulit hitam. Asian-Americans, termasuk masyarakat yang tumbuh paling pesat di Amerika,
dari segi jumlah dan ekonomi, maka mereka merupakan sasaran empuk pemasar di Amerika.
Konsumen Afrika Amerika
JIka seandainya populasi warga African-Ameircan sebanyak 38,9 juta menjadi sebuah negara
terpisah, kekuatan pembalinya senilai $845 di tahun 2007 dan akan masuk rangking dalam 15
top di dunia. Populasi kulit hitam di Amerika tumbuh dalam kemakmuran dan kesejahteraan.
Subkultur ini lebih sadar harga daripada segmen-segmen lain, orang-orang kulit hitam juga
termotivasi kuat oleh kualitas dan seleksei
Brand merupakan suatu hal yang penting oleh karenanya daya shopping konsumen kulit
hitam melebih kelompok lain bahlan untuk hal-halb biasa seprti makanan. Konsumen kulit
hitam juga paling peduli dengan fashion dibanding dengan etnis lain. Pada tahun terkahir ini ,
banyak perusahaan yang mengembangka produk dan jasa kemasan dan lainnya untuk
memenuhi kebutuhan warga Afika Amerika.
Walaupun banyak orang amerika berkulit hitam yang mempunyai kebudayaan yang sama,
dimana mereka berbagi nilai-nilai, kepercayaan dan perilaku yang sama tetapi mereka tidak
merepresentasikan sebuah pasar seperti yang berlaku bagi orang-orang kulit putih. Beberapa
faktor menjelaskan mengapa orang-orang African-American merupakan konsumen yang
menarik perhatian banyak perusahaan:
Populasi african- american tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi lainnya.
Rata-rata usia orang-orang kulit hitam umumnya lebih muda dari pada orang-orang
kulit putih
Orang-orang african-american secara geografis terkonsentrasi kira-kira dua pertiga
dari orang-orang kulit hitam tinggal di dalam pasar yang merupakan Top 15 di
amerika.
Orang-orang african-american cenderung membeli produk-produk bermerek dan
mempunyai prestise dalam proporsi yang lebih banyak di bandingkan orang-orang
kulit putih
Menyasar Konsumen Afrika Amerika
African- American menunjukan perilaku pembelian yang berbeda sesuai dengan gaya hidup,
nilai-nilai, dan faktor demografis mereka. Karenanya perusahaan harus menggunakan media
iklan, jalur distribusi, tema iklan serta strategi harga yang berbeda mengingat mereka
memasarkan produk kepada berbagai subsegmen dari populasi african-american.
Konsumen Asian-American
Asian-American merupakan segemen demographich yang tumbuh tercepat dan paling
makmur di US. Sekarang ini berjumlah lebih dari 14 juta jiwa dengan pendapatan lebih dari
$17000 tiap keluarga. Chinese-Americans(2,4 juta) menjadi kelompol terbesar diikuti
Filipinos(1,9 juta), Asian-Indians (1,7 juta), Vietnam ( 1,12 juta) KOrean-Americans (1,1
juta), Japanese-Americans (797.000), Di 20 dekade terakhir populasonya menngkat lebih
dari 9%.
DI mana Asian merican berada?
Lebih dari 95%, orang asian-american tinggal di wilayah metropolitan seperti Los Angeles,
San Francisco, New York, Honolulu dan Sacramento. 18,6 % tinggal di wilyaha bagian utara
Amerika, 11,5% di bagian Midwest, 18,9% di bagian selatan dan 51,1% dibagian barat
Amerika.
Memahami Konsumen Asian American
Konsumen asian-american cenderung menyukai perbelanjaan online dan merupakan
komunitas terbesar yang melakukan transaksi online daripada kelompok lain. Hal ini
mungkin dikarenakan konsumen Asian American memamng lebih sadar dengan teknologi

Asian-American Sebagai Konsumen
Sebagai suatu komunitas, konsumer Asian belanjanya cukup sering dan yang paling peduli
dengan brand dibandingkan dari semua komunitas etnis yang ada di Amerika. Menariknya
lagi, mereka juga yang paling kurang loyal terhadap brand, mereka lebih sering berganti-ganti
brand.
Penting untuk ditekankan bahwa seperti halnya tidak ada pasar tunggal untuk warga kulit
hitam atau warga hispanic, hal yang sama berlaku bagi warga asia. Tidak ada pasar untuk
warga asia. Beberapa perusahaan telah sukses dalam menargetkan pemasaran kepada
kelompok asia tertentu dengan menyesuaikan program pemasaran khusus kepada nilai-nilai
dan gaya hidup mereka dan tidak hanya terpaku kepada penerjemahan Anglo program.
Pemasar-pemasar utama mempunyai pilihan media yang jauh lebih besar dari pada
sebelumnya dalam upaya meraih warga Asia american. Stasiun radio yang mengudara
dengan bahasa-bahasa asia sekarang telah muncul di berbagai tempat dimana terdapat
konsentrasi warga asia yang besar. Direct marketing malalui surat merupakan media yang
paling utama untuk micromarketing kepada kelompok tertentu dari warga asian - american.
Dari penjelasan diatas sudah jelas bahwa implikasi para pemasar dan komunikasi pemasaran
perlu malakukan tugas yang lebih baik dalam mengembangkan produk, program pemasaran,
dan strategi komunikasi pemasaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang unik
dari tiap-tiap kelompok etnis karena merupakan peran yang penting dalam mengarahkan
perilaku konsumen.
Subkultur Usia / Age Subculture
Pasar Generasi Y
Para remaja (13 19 tahun) yang jumlahnya di Amerika Serikat sekitar 27 juta orang,
memiliki earning power yang sangat berpengaruh beasar terhadap pembelian personal atau
rumah tangga. Kelompok ini, yang disebut konsultan pemasaran sebagai Generasi Y, adalah
kelompok usia yang mempunyai pengaruh penting terhadap pembelian. Para remaja
mempunyai pengaruh dan kekuatan dalam pembelian yang turut adil dalam perkembangan
program komunikasi pemasaran yang ditujukan pada kelompok ini.
Remaja dikenal sebagai konsumen yanag sangat dapat menyesuaikan diri, sangat memuja
penampilan fisik (narcissistic) dan tidak loyal. Karakteristik ini memberi paluang dan
tantangan yang sangat besar bagi para komunikator pemasaran. Sebuah produk yang dapat
diterima dapat sukses dengan gemilang, ketika para remaja memilih suatu merek sebagai
ciri/tanda diri yang membedakan mereka dari yang lain.
Pasar Generasi X
Tidak ada kelompok yang mendapat perhatian banyak diwaktu lalu kecuali Generasi X,
dimana kelompok ini yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa. Kelompok ini
diklasifikasikan berada pada usia 20-an, yang sering disebut dengan baby usters dan
twentysomethings. Pelebelan itu tidak hanya berhenti begitu saja, mereka dihadapkan pada
ungkapan klise yang lebih banyak dibandingkan kelompok usia lain dalam sejarah. Sebagian
besar perbedaan itu adalah berbagai ejekan, seperti: pemalas, sinis, pengeluh, anak grunge,
tidak mempunyai harapan. Salah satu penelitian mengklasifikasikan para Gen X kepada 4
klompok berdasarkanprofil sikap mreka yaitu: yup &Comers, bystanders, play boys, dan
drifters. Para komunikator pemasaran yang tujukan pada usia 20 tahun keatas harus
menggunakan daya tarik yang ditargetkan kepada subkelompok yang spesifik seperti yup &
Comers yang dibandingkan dengan stereotip yang tidak cukup hanya mengenakan pada
suatu sub segmen saja.
Pada kelompok Gen X, walaupun mereka mendapat berbagai pelabelan bukanlah suatu
kelompok dengan demografi dan preferensi gaya hidup yang sama, dan seharusnya tidak
terlalu dianggap sebagai segmen pasar. Akan tetapi Gen X ini dapat di jadikan sebagai target
yang menarik bagi para pemasar.
Babyboomer Market
Di bagi menjadi dua kategori yaitu Babyboomers, dan Elderly.
Babyboomers atau Yuppies/Young Upwardly Mobile Professionals berusia 25-45 tahun,
konsumsinya sangat tinggi, mereka banyak membeli untuk keperluan pribadi. Kelompok ini
dibagi menjadi dua kategori lagi, yaitu young babyboomers (25-29 tahun), yang biasnya
masih tinggal dengan orang tua dan older babyboomers (30-45 tahun), yang biasanya sudah
menikah dan hidup mandiri.
Yuppies sejauh ini adalah yang paling dicari dalam subgrup baby bloomers. Meskipun hanya
5% dari populasi, namun mereka memiliki penghasilan yang baik, berpendidikan tinggi, dan
berada dalam jenjang karir yang menjanjikan. Kalau membahas pada pembelanjaan mereka,
maka mereka suka berbelanja produk dari brand-brand ternama.
Lain lagi dengan elderly. Orangtua biasanya memiliki persepsi yang berbeda soal umur . Ada
empat persepsi berbeda mengenai umur
a. Feel age : mereka merasa setua apa
b. Look age : bagaimana mereka terlihat
c. Do-age : seberapa terlibat mereka pada kelompok berusia tertentu
d. Interest age : seberapa sama ketertarikan mereka dengan kelompok berusia tertentu
Bagi marketer, ini menggarisbawahi bahwa lebih baik memiliki persepsi berbeda soal umur
ketika berhadapan dengan konsumen yang dewasa
Biasanya marketer menghindari kelompok berusia tua, tapi sekarang mereka menjadi ingin
tahu lebih jauh tentang kelompok yang satu ini. Mereka biasanya tertarik pada orang tua yang
memiliki kelebihan dibanding orang tua yang lainnya (misalnya yang aktif atau lulusan
sarjana)
Kelompok orang tua ternyata tidak homogen. Mereka lebih terdiversifikasi dalam
ketertarikan, opini, dan perbuatan. Karenanya, mereka masih terbagi lagi menjadi beberapa
grup, misalnya young old (65-74 tahun), the old (75-84 tahun), dan old old (85 ke atas).
Dengan membuat target market yang spesifik, maka marketer akan mendapat insight
konsumen yang relevan.
Perilaku belanja orangtua antara lain : suka membayar dengan uang cash, memakai kupon,
menghindari kartu kredit, menyiapkan shopping list, dan membandingkan toko yang satu
dengan toko yang lain
Dalam berkomunikasi dengan orangtua, marketer seharusnya berhati-hati agar tidak
mempermalukan konsumennya. Selain itu, mereka juga harus-harus berhati-hati dalam
beriklan, karena orangtua menganggap diri mereka dipotret negatif dalam iklan. Orangtua
biasanya menghabiskan waktu mereka dengan menonton TV dan membaca koran.


Subkultur Jenis Kelamin/ Gender Subculture
Masyarakat telah menentukan peran dan ciri tertentu bagi laki-laki dan perempuan. Meskipun
belakangan peran dan ciri tersebut tidak lagi diasosiasikan secara kuat pada masing-masing
gender, namun banyak iklan masih terpengaruh oleh peran yang berhubungan dengan
identitas seksual dan selera konsumen masih dipengaruhi oleh faktor-faktor peran gendernya.
Dalam masyarakat, masih sering dijumpai produk yang diasosiasikan dengan gender tertentu.
Meskipun produk male only atau female only telah kabur, namun laki-laki dan perempuan
masih sering mengasosiasikan produk dengan gender. Karena itu, marketer bukan hanya
mempertimbangan jenis kelamin target market, melainkan juga persepsi jenis kelamin
tersebut dalam iklan-iklan mereka
Wanita Bekerja
Wanita yang bekerja telah menarik perhatian marketer, terutama wanita bekerja yang telah
menikah. Mereka beranggapan bahwa istri yang bekerja adalah target market berjumlah besar
dan terus berkembang, dan mereka perlu dibedakan dengan wanita yang hanya menjadi ibu
rumah tangga. Wanita muda yang bekerja dan punya anak adalah segmen yang berkembang
paling cepat.
Secara umum, perempuan telah dibedakan menjadi beberapa segmen :
a. Stay at home wives (28%)
b. Plan to work housewives (13%)
c. Just a job working women (37%)
d. Carier oriented working woman (22%)
Dalam perilaku konsumennya, wanita bekerja lebih sedikit shopping, namun seorang yang
loyal terhadap brand dan toko. Mereka suka berbelanja saat malam atau weekend. Mereka
juga sering mengeluh tentang role overload.
Salah satu penelitian menunjukkan bahwa homemaker advertisement lebih menarik pada
kelompok little-desire-to-work, sementara career ads lebih menarik bagi kelompok high-
desire-to-work. Karenanya, marketer kini menarget lebih spesifik pada wanita yang
berorientasi pada karir.
Interaksi Subkultural
Perlu diingat bahwa konsumen kadang merupakan bagian dari beberapa subkultur berbeda,
sehingga marketer harus mengerti bagaimana subkultur yang berbeda ini berinteraksi. Iklan
promosi seharusnya tidak dibatasi hanya kepada satu subkultur saja.

Anda mungkin juga menyukai