Anda di halaman 1dari 4

ADAB IKHTILAF (BERSELISIH) DALAM FIQIH ISLAM

A. PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, dan shalawat dan salam kepada makhluk
paling mulia, sayyid al-Mursalin, tuan kami Muhammad saw. dan kepada keluarganya
dan sahabatnya.
Adapun setelah itu.
Kebanyakan orang-orang membahas masalah ikhtilaf, hukumnya dan sebab-
sebabnya, selalu mencampurkan antara istilah asy-Syariah al-slamiyyah dan istilah al-
!i"h al-slami.
Ketika mereka menulis tentang tercela dan buruknya ikhtilaf serta mencela orang
yang memujinya dengan berpendapat bahwa ikhtilaf itu adalah rahmat# mereka menarik
hukum ini kepada ikhtilaf dalam fi"ih islam, lalu mereka mencampurkan urusan agama
umat.
$an mereka yang lainnya mencampurkan antara ikhtilaf %yang hampir keadaan
sunnah yang umum yang termasuk sunatullah pada makhluknya& dan bercerai berai yang
Allah mencelanya.yang mana Allah mencela kaum terdahulu yang membuat suatu
ikhtilaf dalam fi"ih islam menjadi hukum bercerai berai dan kejahatan lagi tercela.mereka
membuat ikhtilaf itu buruk semuanya# lalu diangkatlah para ahli fi"ih yang menjadi sebab
terberainya umat ini# maka wajib memerangi para ahli fi"ih ini, dan membela
pengmpulan syariat daripada kejahatan dan bahaya mereka.
$an yang benar adalah bahwa disana terdapat perbedaan yang jelas %bagaikan
jelasnya matahari di tengah langit& antara istilah asy-Syariah al-slamiyyah dan istilah al-
!i"h al-slami.
stilah Syariat secara mutla" maksudnya adalah wahyu yang dua macam yaitu al-
'uran dan As-Sunnah. Apabila anda ingin, anda mengatakan ( nash-nash syariah itu al-
'uran al-Karim dan Sunnah )abi yang shahih.
Adapun istilah al-!i"h al-slami, secara mutla" maksudnya adalah *pekerjaan
manusia yang berusaha memahami nash-nash ilahi yang mencakup di dalamnya al-
'uran dan sunnah nabi yang shahih# dan dalam terangnya pemahaman dan batasan-
batasannya# menyempurnakan penerapan nash-nash itu kedalam amalan nyata.
+

Makna Syariat
Maka sebagaimana makna syariat yang telah lalu, tidaklah dibenarkan ikhtilaf di
dalamnya# karena tidaklah dibolehkan merubah, mengganti, meniadakan, dan
memutarbalikkan.
!irman Allah ,aala( Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau
kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan
yang banyak di dalamnya.
2
$an firman Allah ,aala tentang urusan Sunnah( Dan Tiadalah yang diucapkannya
itu (AlQuran! menurut kemauan ha"a na#sunya. $capannya itu tiada lain hanyalah
"ahyu yang di"ahyukan (kepadanya!. %ang dia&arkan kepadanya 'leh ((ibril! yang
sangat kuat.
)
1
Muhammad Salim al-awa, al-fiqih al-islami fi thariq at-Tajdid. Hal. 13
2
An-Nisa (4) : 82
3
An-Najm (53) : 3-5
$an Sabda )abi saw. dan hadis -rbaad bin Saariyyah( . . .maka sesungguhnya ia
adalah 'rang yang hidup diantara kalian. Maka kalian akan melihat peselisihan yang
banyak. Maka "a&ib atas kalian utuk berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al
*hula#a ar+asyidin setelahku dengan menggigitnya dengan gigi geraham
,
.aitu ketika berikhtilaf pada berbagai urusan, maka berpegang teguhlah pada
sunnahku. $an makna menggigitnya adalah mengambilnya tanpa mengikuti pandangan
ahlu al-Ahwa wa al-/ida.
Maka janganlah dua orang beikhtilaf tentang bahwa al-'uran itu adalah dari Allah,
baik ayat-ayatnya dan huruf-hurufnya. $an sesungguhnya Allah menurunkan kepada
hambanya supaya mereka membaca, mentadabburinya dan mengamalkan perintah dan
larangannya.
$an janganlah dua orang muslim %yang ridlo kepada Allah sebagai 0abb-nya, islam
sebagai Agamanya, dan Muhammad saw. sebagai nabi dan 0asulnya& berselisih tentang
bahwasanya sunnah itu wajib diikuti.
Makna Fiqih I!a"
Adapun al-!i"h al-slami dengan pemahaman yang telah dijelaskan sebelumnya,
dijelaskan bahwa fi"ih islam itu adalah warisan yang besar yang ditinggalkan para imam-
imam ahli fi"ih kita untuk kita. .ang mana mereka telah mencurahkan, bersungguh-
sungguh, dan mengerahkan kemampuan mereka dalam fi"ih islam. Sampai-sampai
mereka menulis tentang cabang syariat, lalu mengistinbatnya dari dalil-dalilnya yang
terperinci, lalu mereka meletakkan baginya patokan-patokan dan membuat kaidah-
kaidah.
$an fi"ih islam dengan makna ini adalah menjadikan baru dengan pembaruan yang
tepat dan sesuai pada setiap waktu dan tempat. .ang mana manusia ingin mengetahui
hukum syari dalam fi"ih islam. $an bagi mereka ada 1lama yang khusus.
!i"ih islam dengan makna ini terdapat tempat yang luas utuk ikhtilaf( $engan
pemikiran karena nash-nash syari itu terbatas. $an penyesuaian dan pembaruan tanpa
batas. $an karena temasuk dari hukum syari itu berubah dengan perubahan keaadaan,
pribadi seseorang, pengetahuan, dan 2aman.
$an yang menetapkan pembukuan dalam kitab-kitab fi"ih dan syariat tidak ada
tempat untuk mengingkarinya. Atau menundukkan ujung darinya# sebagaimana
bahwasanya galibnya hukum syari itu dalil-dalilnya d2onni. $an dalil yang d2onni itu
tarik menarik pandangan-pandangan, dan berselisih pendapat-pendapat# karena fi"ih itu
dalilnya kemungkinan.
Setiap itu dan yang lainnya telah menjadikan fi"ih islam tempat yang luas untuk
ikhtilaf ahli ilmu dalam masalah-masalah hukum syari fari yang -amali.
$an ikhtilaf pada batasan hal ini adalah ikhtilaf yang terpuji tidak diragukan lagi. ni
adalah rahmat tidak diragukan lagi.# dan sungguh telah memahami kepada hal itu salah
seorang yang tahu. Maka ia menyusun kitab tentang fi"ih. )amanya adalah *0ahmat
1mat dalam ikhtilaf para imam3
Akan tetapi apabila tidak menetapkan sebab-sebab ikhtilaf, dan tidak berpegang
dengannya patokan-patokannya serta adabnya# keadaan ikhtilaf ini tidak diragukan
adalah tercela, dan pelakunya adalah ma2ur goer majur
4
HR. Au !awud dan A"-#i$mid%i, a"-#i$mid%i &$'a"a: ini hadis hasan Shahih
$ari sana keadaan pentingnya pembahasan ini yang aku menjadikannya dibawah
judul.
Adab ikhtilaf dalam fi"ih islam
Aku akan memperbincangkan di dalam judul ini tentang makna ikhtilaf, hukumnya,
perbedaan diantara ikhtilaf dan ilmu khilaf, ikhtilaf sahabat dan para ahli fi"ih dari
setelah mereka tentang cabang fi"ih, sekilas dari ikhtilaf ini, pelajaran adab ikhtilaf
diatara mereka, patokan-patokan yang mesti diperhatikan ketika ikhtilaf.
$an sungguh aku telah membuat pembagian pembahasan ini kepada pendahuluan,
dua fasal dan penutup.
Adapun pendahuluan( saya memulainya dengan pengertian ikhtilaf, dan mencakup(
Makna khtilaf
- khtilaf adalah salah satu sunnah dari sunnah ilahiyah bagi manusia, keadaan dan
kehidupan.
- 4erbedaan antara ikhtilaf dan ilmu khilaf
- 5ukum khtilaf
- Manfaat ikhtilaf
Adapun fasal yang pertama( aku memulainya dengan ikhtilaf dalam cabang fi"hiyyah.
$i dalamnya ada dua pembahasan
4embahasan pertama( khtilaf sahabat dalam cabang fi"ih dan mencakup(
- Sekilas tentang ikhtilaf sahabat dalam cabang fi"ih
- 4elajaran adab ikhtilaf di kalangan sahabat
4embahasan Kedua( khtilaf para ahli fi"ih %setelah sahabat& dalam cabang fi"ih. $an
mencakup(
- Sekilas dari ikhtilaf para ahli fi"ih
- 4elajaran adab ikhtilaf di kalangan ahli fi"ih
Adapun fasal yang Kedua( aku memulainya dengan patokan-patokan yang mesti
diperhatikan ketika ikhtilaf. $i dalamnya ada dua pembahasan(
+. 4atokan-patokan akhla"
6. 4atokan-patokan manhaj
Adapun penutup( aku memulainya dengan kesimpulan-kesimpulan penting yang
menyambungkan kepadanya dari pertengahan pembahasan ini.
$an setelah itu. .
$an jika aku, cocok dalam menyodorkan judul dan penyelesaiannya, maka itu adalah dari
Allah yang maha esa, dan apabila tidak seperti itu, maka itu dari diriku dan dari syetan.
$an cukuplah bagiku bahwasanya ia adalah ubin dalam pembangunan sebuah istana# aku
meminta kepada Allah ,aala untuk menjadikan tulisan ini bermanfaat. $an akan
meri2kikan ummat kita dengan amalan dengan syariatnya dan pertolongan agamanya,
dan akan mengilhamkan kepada kami taufi" dan ketepatan. Sesungguhnya a adalah
pengurus hal itu dan menguasai atasnya.
ADAB IKHTILAF DALAM FIQIH ISLAM
7leh( Muhammad hsan
A. P#n$ah%!%an
+. 4engertian khtilaf
6.

Anda mungkin juga menyukai