Anda di halaman 1dari 6

Propinsi Papua

Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam


LATARBELAKANG :
Muara Krueng di terletak di Pantai di Rayeuk Kabupaten Aceh
Timur, secara hidrologis berfungsi sebagai pembuangan akhir
aliran sungai krueng di di Selat Malaka. Dan dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai alur lalu lintas perahu nelayan. Secara fisik
Krueng di mempunyai luas daerah tangkapan hujan 248,62
Km2, panjang 42 Km, kemiringan dasar sungai dimuara 0,001.
Pemanfaatan sungai di daerah muara serta pantai oleh
penduduk selama ini mengalami permasalahan yaitu, banjir,
erosi tebing sungai, pendangkalan muara dan erosi pantai.
Kejadian diatas dapat merusak pemukiman penduduk,
menghambat lalulintas pelayaran dan menurunkan kwalitas
produksi nelayan. Pembangunan Jetty di Muara Krueng di
segera dapat selesai dilaksanakan, karena Pemerintah Daerah
dan mayarakat di daerah tersebut ingin segera merasakan
manfaat dari Pembangunan Jetty di Muara Krueng di tersebut,
guna kelancaran navigasi perahu nelayan dan Pengendalian
Banjir Kecamatan di di Kabupaten Aceh Timur.
Lokasi :
Muara Sungai Kr. di di Kab. Aceh Timur Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam.
Manfaat :
Memperlancar aliran air sungai khususnya saat debi t
maximum/banjir.
Memperdalam dan memperlebar alur pelayaran
sehingga melancarkan pelayaran kapal ikan yang
keluar masuk melalui muara sungai.
Mencegah sedimentasi pada muara dan abrasi pantai.
Meningkatkan taraf hidup para nelayan.
DATATEKNISJETTY:
- Jetty kiri sepanjang : 669 Meter
- Jetty kanan sepanjang : 669 Meter
- Elevasi Puncak Jetty : 6,00 Meter
- Lebar Puncak : 4,00 Meter
- Revetment Sungai sepanjang : 1.595 Meter
- Tembok Laut sepanjang : 1.900 Meter
- Pengerukan muara sungai : 527.537 m3

Tahap I ( T.A. 2003 ) :


Merupakan tahap awal pembuatan pekerjaan jetty,
telah dibangun jetty kanan sepanjang 300 meter
dan jetty kiri sepanjang 411 meter dengan elevasi +
2,00 reler.
Tahap|| ( T.A. 2004 } :
Verupa|ar la|ap |arjular d|oargur jelly |arar separjarg 25
reler dergar e|evas| 1,5 reler (oe|ur rercapa| e|evas| lop
2,00 serla 3|ool Jelly).
Tahap III ( T.A. 2005 )
dilanjutkan penambahan tinggi elevasi Jetty kanan
(dari +1,5 menjadi +2) sepanjang 150 meter
dengan sloof kaki kiri dan kanan serta pengerukan
alur sungai sepanjang 400 meter dengan elevasi 5
meter.
Pembangunan Waduk Keuliling terletak di Kecamatan
ndrapuri (sekarang Kecamatan Cot Glie), Kabupaten Aceh
Besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berjarak
35 km dari pusat kota Banda Aceh ke arah Medan.
Daerah rigasi Keuliling mempunyai areal persawahan
seluas 4.667 Ha, yang berada di Kecamatan Cot Glie,
ndrapuri, Suka Makmur dan Simpang Tiga sedangkan luas
areal 809 Ha terletak di Kecamatan Darul marah.
Sungai Keuliling merupakan salah satu sub-basin DPS
Krueng Aceh yang mempunyai potensi air yang cukup besar
untuk meningkatkan penyediaan air baku dalam rangka
memenuhi kebutuhan air untuk Banda Aceh dan Aceh
Besar. Pembangunan Waduk Keuliling disamping
memenuhi kebutuhan air untuk irigasi Krueng Aceh
Exrtension dan Krueng Jreue seluas 3.159 Ha, juga dapat
menunjang peningkatan areal sawah tadah hujan menjadi
sawah beririgasi teknis seluas 1.508 Ha.
PEMBANGUNANWADUKKEULILING

STUDI.
1.Studi Kelayakan Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 1995/1996 oleh Konsorsium
Konsultan Pacific Consultans nternational bekerja sama
dengan Sinotech Engineering Consultans, nc dan PT.
Necon Cipta Jasa serta PT. Trans ntra Asia.
2.Detail Design.
Dilaksanakan pada tahun 1996/1997 oleh konsultan
yang sama.
3.Pemantapan Desain Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 1999/2000 oleh PT. Wahana
Adya Konsultan dan terakhir pada tahun 2000 oleh PT.
San Yuri Maru.
4.Evaluasi Geologi, Hidrologi dan
Konfirmasi Desain Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 2001 oleh PT.
Wiratman & Associates bekerjasama
dengan PT. Trapenca Puga Raya.
MAKSUD&TUJUAN :
Ver|rg|al|ar saWa| lada| |ujar rerjad|
saWa| oer|r|gas| le|r|s se|uas 1.Z la.
0ergar adarya wadu| Keu| | | | rg,
d||arap|ar dapal rer|rg|al|ar |eararar
ler|adap oarj|r.
wadu| Keu||||rg dapal rerg||dar|ar
adarya |esejargar soc|a| d|se||lar Proye|
lr|gas| Kr. Ace| dar Kr. Jreue.
Verdu|urg prograr sWaseroada pargar
||ususrya oeras.
Ver| rg|al |ar pr odu|s| l ar| dar
rerc|pla|ar |apargar |erja d| |aWasar
Peroargurar wadu| Keu||||rg.
Pe|eslar|ar ||rg|urgar.
Peroargurar Par|W|sala.
Ver|rg|al|ar peryed|aar A|r 8a|u urlu|
oeroaga| |eoulu|ar
DATATEKNIS.
1.HidroIogi Waduk :
Catchment Area : 38,20 Km
Debi Rerata : 1,24 m/dt
Debit Banjir 20 Tahunan : 203,03 m/dt
Debit Banjir Boleh Jadi (PMF) : 705,08 m/dt
2.Rencana Waduk :
Tampungan Total
(MAXEl. + 45.80 m) : 17.32 106 m
Tinggi Max Dari Dasar Sungai : 25,00 m
Lebar Puncak Bendungan : 8,00 m
Elevasi Puncak : 49,00 m
Panjang Puncak Bendungan : 689,50 m
Lebar Pelimpah : 20,00 m
Sal. Pengelak (Sal + Conduit) : 715,20 m
Panjang Terowongan Elak : 70,00 m
3.Fungsi Waduk.
Mengairi D.. Keuliling : 1.508,00 Ha
Suplesi D..
Kr. Aceh Extension : 809,00 Ha
Flood Control : 167,17 m/dt
River Regulation
(samb. Air baku) : 0,35 m/dt
PEMBANGUNAN JETTY MUARA KRUENG IDI
DI KABUPATEN ACEH TIMUR
29 30
Propinsi Papua
Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam
LATARBELAKANG :
Muara Krueng di terletak di Pantai di Rayeuk Kabupaten Aceh
Timur, secara hidrologis berfungsi sebagai pembuangan akhir
aliran sungai krueng di di Selat Malaka. Dan dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai alur lalu lintas perahu nelayan. Secara fisik
Krueng di mempunyai luas daerah tangkapan hujan 248,62
Km2, panjang 42 Km, kemiringan dasar sungai dimuara 0,001.
Pemanfaatan sungai di daerah muara serta pantai oleh
penduduk selama ini mengalami permasalahan yaitu, banjir,
erosi tebing sungai, pendangkalan muara dan erosi pantai.
Kejadian diatas dapat merusak pemukiman penduduk,
menghambat lalulintas pelayaran dan menurunkan kwalitas
produksi nelayan. Pembangunan Jetty di Muara Krueng di
segera dapat selesai dilaksanakan, karena Pemerintah Daerah
dan mayarakat di daerah tersebut ingin segera merasakan
manfaat dari Pembangunan Jetty di Muara Krueng di tersebut,
guna kelancaran navigasi perahu nelayan dan Pengendalian
Banjir Kecamatan di di Kabupaten Aceh Timur.
Lokasi :
Muara Sungai Kr. di di Kab. Aceh Timur Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam.
Manfaat :
Memperlancar aliran air sungai khususnya saat debi t
maximum/banjir.
Memperdalam dan memperlebar alur pelayaran
sehingga melancarkan pelayaran kapal ikan yang
keluar masuk melalui muara sungai.
Mencegah sedimentasi pada muara dan abrasi pantai.
Meningkatkan taraf hidup para nelayan.
DATATEKNISJETTY:
- Jetty kiri sepanjang : 669 Meter
- Jetty kanan sepanjang : 669 Meter
- Elevasi Puncak Jetty : 6,00 Meter
- Lebar Puncak : 4,00 Meter
- Revetment Sungai sepanjang : 1.595 Meter
- Tembok Laut sepanjang : 1.900 Meter
- Pengerukan muara sungai : 527.537 m3

Tahap I ( T.A. 2003 ) :


Merupakan tahap awal pembuatan pekerjaan jetty,
telah dibangun jetty kanan sepanjang 300 meter
dan jetty kiri sepanjang 411 meter dengan elevasi +
2,00 reler.
Tahap|| ( T.A. 2004 } :
Verupa|ar la|ap |arjular d|oargur jelly |arar separjarg 25
reler dergar e|evas| 1,5 reler (oe|ur rercapa| e|evas| lop
2,00 serla 3|ool Jelly).
Tahap III ( T.A. 2005 )
dilanjutkan penambahan tinggi elevasi Jetty kanan
(dari +1,5 menjadi +2) sepanjang 150 meter
dengan sloof kaki kiri dan kanan serta pengerukan
alur sungai sepanjang 400 meter dengan elevasi 5
meter.
Pembangunan Waduk Keuliling terletak di Kecamatan
ndrapuri (sekarang Kecamatan Cot Glie), Kabupaten Aceh
Besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berjarak
35 km dari pusat kota Banda Aceh ke arah Medan.
Daerah rigasi Keuliling mempunyai areal persawahan
seluas 4.667 Ha, yang berada di Kecamatan Cot Glie,
ndrapuri, Suka Makmur dan Simpang Tiga sedangkan luas
areal 809 Ha terletak di Kecamatan Darul marah.
Sungai Keuliling merupakan salah satu sub-basin DPS
Krueng Aceh yang mempunyai potensi air yang cukup besar
untuk meningkatkan penyediaan air baku dalam rangka
memenuhi kebutuhan air untuk Banda Aceh dan Aceh
Besar. Pembangunan Waduk Keuliling disamping
memenuhi kebutuhan air untuk irigasi Krueng Aceh
Exrtension dan Krueng Jreue seluas 3.159 Ha, juga dapat
menunjang peningkatan areal sawah tadah hujan menjadi
sawah beririgasi teknis seluas 1.508 Ha.
PEMBANGUNANWADUKKEULILING

STUDI.
1.Studi Kelayakan Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 1995/1996 oleh Konsorsium
Konsultan Pacific Consultans nternational bekerja sama
dengan Sinotech Engineering Consultans, nc dan PT.
Necon Cipta Jasa serta PT. Trans ntra Asia.
2.Detail Design.
Dilaksanakan pada tahun 1996/1997 oleh konsultan
yang sama.
3.Pemantapan Desain Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 1999/2000 oleh PT. Wahana
Adya Konsultan dan terakhir pada tahun 2000 oleh PT.
San Yuri Maru.
4.Evaluasi Geologi, Hidrologi dan
Konfirmasi Desain Waduk Keuliling.
Dilaksanakan pada tahun 2001 oleh PT.
Wiratman & Associates bekerjasama
dengan PT. Trapenca Puga Raya.
MAKSUD&TUJUAN :
Ver|rg|al|ar saWa| lada| |ujar rerjad|
saWa| oer|r|gas| le|r|s se|uas 1.Z la.
0ergar adarya wadu| Keu| | | | rg,
d||arap|ar dapal rer|rg|al|ar |eararar
ler|adap oarj|r.
wadu| Keu||||rg dapal rerg||dar|ar
adarya |esejargar soc|a| d|se||lar Proye|
lr|gas| Kr. Ace| dar Kr. Jreue.
Verdu|urg prograr sWaseroada pargar
||ususrya oeras.
Ver| rg|al |ar pr odu|s| l ar| dar
rerc|pla|ar |apargar |erja d| |aWasar
Peroargurar wadu| Keu||||rg.
Pe|eslar|ar ||rg|urgar.
Peroargurar Par|W|sala.
Ver|rg|al|ar peryed|aar A|r 8a|u urlu|
oeroaga| |eoulu|ar
DATATEKNIS.
1.HidroIogi Waduk :
Catchment Area : 38,20 Km
Debi Rerata : 1,24 m/dt
Debit Banjir 20 Tahunan : 203,03 m/dt
Debit Banjir Boleh Jadi (PMF) : 705,08 m/dt
2.Rencana Waduk :
Tampungan Total
(MAXEl. + 45.80 m) : 17.32 106 m
Tinggi Max Dari Dasar Sungai : 25,00 m
Lebar Puncak Bendungan : 8,00 m
Elevasi Puncak : 49,00 m
Panjang Puncak Bendungan : 689,50 m
Lebar Pelimpah : 20,00 m
Sal. Pengelak (Sal + Conduit) : 715,20 m
Panjang Terowongan Elak : 70,00 m
3.Fungsi Waduk.
Mengairi D.. Keuliling : 1.508,00 Ha
Suplesi D..
Kr. Aceh Extension : 809,00 Ha
Flood Control : 167,17 m/dt
River Regulation
(samb. Air baku) : 0,35 m/dt
PEMBANGUNAN JETTY MUARA KRUENG IDI
DI KABUPATEN ACEH TIMUR
29 30
Propinsi Papua
Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam
4. Pengaruh Terhadap Lingkungan.
Luas Genangan pada MAN : 228,00 Ha
Vegestasi Daerah
Genangan : Tegalan &Pohon non produktif
Relokasi Penduduk : Tidak ada
Pemilikan Tanah Didaerah Genangan : 40 % Milik negara
BIAYA
Dana yang dibutuhkan untuk Pembangunan Waduk dan
Jaringan rigasinya diperkirakan Rp. 215,092 Milyar.
Untuk T.A. 2000 s/d T.A. 2004 telah teralokasi dalam DPsbb :
1. Tahun Anggaran 2000 Rp. 2,757 milyar
- Jalan masuk dan jenbatan
2.Tahun Anggaran 2001 Rp. 12,500 milyar
- Penggalian dasar pondasi bendung
- Pembangunan bangunan pengelak
3.Tahun Anggaran 2002 Rp. 10,110 milyar
Pelaksanaan Grouting pada main dam
Pengadaan pintu intake
4.Tahun Anggaran 2003 Rp. 32,690 milyar
Pembangunan Waduk Keuliling
Pengadaan nstrumentasi Waduk Keuliling
5.Tahun Anggaran 2004 Rp. 35,225 milyar
- Pekerjaan Grouting



LATARBELAKANG
Saat ini pada alur sungai Krueng Peusangan terdapat tiga
lokasi pengambilan air baku milik . Dari informasi yang
diperoleh bahwa pada saat-saat musim / saat muka air
rendah posisi pompa intake sudah sangat kritis (+ 0,40,60
m) dari muka air.
Lebih kurang 100 m kearah salah satu hilir intake
ditemukan bekas bendung irigasi yang dibangun pada
masa kolonial Belanda. Berdasarkan informasi penduduk
disekitar lokasi bendung tersebut rusak akibat banjir pada
tahun 60-an. Bekas saluran irigasi dari bendung tersebut
masih cukup baik dan saat ini dipakai sebagai saluran
pembuang.
FUNGSI DANMANFAAT BENDUNG
Fungsi dari bendung karet adalah untuk meninggikan dan
menampung air sungai sedemikian rupa sehingga
didapatkan elevasi dan debit yang cukup memenuhi
berbagai kebutuhan air baku. Manfaat bendung karet
adalah sebagai berikut :
Dapat mensuply dan mengfungsikan kembali sistem
rigasi Bendung Paya Nie dengan luas total seluas
1.001 Ha dengan potensi pengembangan 2.317,7
Ha.
Dapat meninggikan taraf muka air pada lefel yang
lebih menjamin suply air baku untuk industri dan
permukiman/perkotaan didaerah Lhokseumawe.
LOKASI
Pembuatan Bendung Karet Sungai Krueng Peusangan
terletak di Kabupaten Bireuen Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam.
DATATEKNIS
- Media si Bendung : isi Udara
- Lebar Bentang : 3 (tiga) bentang 30 M' 30 M' 30 M'
- Elevasi Meja Bendung : - 4.00 M'
- Tinggi Tubuh Bendung: 3.00 M'
- Elevasi Muka Air saat : + 7.90 M' maximum di Hulu
- Elevasi Muka Air Rendah : + 7.00 M' (Normal di Hulu)
- Elevasi Dasar Sungai Hilir : + 3.80 M'
- Elevasi Dasar Kolam Olakan : + 3.50 M'
- Panjang Apron Muka : 10.00 M'
- Panjang Kolam Olakan : 8.70 M'
- Elevasi Tanggul Hulu : + 9.00 M'
- Elevasi Tanggul Hilir : + 9.00 M'
- Tinggi Abutment (pilar) : 5.00 M' (Dari meja bendung)
Lantai Bendung :
a. Panjang Meja Muka &
b. Panjang Perletakan Bendung : 2.00 M'
c. Panjang Meja Belakang dan
Posisi Deflate : 5.64 M'
d. Panjang Total Meja Bendung : 12.00 M'
e. Tebal Meja Bendung : 1.00 M'
f. Tinggi Koperan Muka : 1.50 M'
g. Tinggi Koperan Belakang : 1.50 M'



Latar beIakang.
Daerah rigasi Lhok Guci terletak di desa Lhok Guci
dengan jarak sekitar 53 Km dari kota Meulaboh
merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Barat .
Kabupaten Aceh Barat memiliki luas wilayah 2442 Km2
dengan potensi luas lahan sawah sebesar kurang lebih
54,34 % namun sampai dengan saat ini belum
sepenuhnya berfungsi secara optimal karena masih
kurangnya sarana irigasi.
Potensi persawahan di Daerah rigasi Lhok Guci adalah
sebesar 30.000 Ha terdiri dari 11.000 Ha berupa areal
alluvial dan 19.000 Ha berupa areal lahan gambut.
Pembangunan D Lhok Guci dilaksanakan secara bertahap
dengan menggunakan dana berasal dari APBN murni dan
dimulai sejak Tahun Anggaran 2004.
Layanan.
Daerah rigasi Lhok Guci diharapkan dapat mengairi areal
persawahan seluas 11.000 Ha.Namun dapat diperluas
menjadi 17.500 Ha.
Lokasi.
D Lhok Guci terletak pada beberapa kecamatan yaitu
Kecamatan :Ceureumen, Meureubo ,Samatiga, Johan
Pahalwan dan Kaway XV.
Data teknis
Bendung tetap pasangan batu kali ,lebar 80 m ,tinggi 4.05
m. Sumber air adalah sungai Krueng Meurebo.
Debit Andalan maximum 69 m3/detik.Q 100 th sebesar
1.024 m3/det. Catchment area sebesar 1.144 Km2 Rata
rata curah hujan tahunan :3000 4000 mm.
Daerah Irigasi Lhok Guci
Manfaat Proyek.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Mendukung program swa sembada pangan baik tingkat
regional maupun nasional
Memberdayakan masyarakat setempat dalam pelaksanaan
proyek sehingga dapat tercipta lapangan kerja baru.
Biaya Proyek.
Dana berasal dari APBN sampai dengan TA 2005 sebesar
Rp.21.500.000.000,-
PEMBANGUNAN BENDUNG KARET
SUNGAI KRUENG PEUSANGAN
DI KABUPATEN BIREUEN

31 32
Propinsi Papua
Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam
4. Pengaruh Terhadap Lingkungan.
Luas Genangan pada MAN : 228,00 Ha
Vegestasi Daerah
Genangan : Tegalan &Pohon non produktif
Relokasi Penduduk : Tidak ada
Pemilikan Tanah Didaerah Genangan : 40 % Milik negara
BIAYA
Dana yang dibutuhkan untuk Pembangunan Waduk dan
Jaringan rigasinya diperkirakan Rp. 215,092 Milyar.
Untuk T.A. 2000 s/d T.A. 2004 telah teralokasi dalam DPsbb :
1. Tahun Anggaran 2000 Rp. 2,757 milyar
- Jalan masuk dan jenbatan
2.Tahun Anggaran 2001 Rp. 12,500 milyar
- Penggalian dasar pondasi bendung
- Pembangunan bangunan pengelak
3.Tahun Anggaran 2002 Rp. 10,110 milyar
Pelaksanaan Grouting pada main dam
Pengadaan pintu intake
4.Tahun Anggaran 2003 Rp. 32,690 milyar
Pembangunan Waduk Keuliling
Pengadaan nstrumentasi Waduk Keuliling
5.Tahun Anggaran 2004 Rp. 35,225 milyar
- Pekerjaan Grouting



LATARBELAKANG
Saat ini pada alur sungai Krueng Peusangan terdapat tiga
lokasi pengambilan air baku milik . Dari informasi yang
diperoleh bahwa pada saat-saat musim / saat muka air
rendah posisi pompa intake sudah sangat kritis (+ 0,40,60
m) dari muka air.
Lebih kurang 100 m kearah salah satu hilir intake
ditemukan bekas bendung irigasi yang dibangun pada
masa kolonial Belanda. Berdasarkan informasi penduduk
disekitar lokasi bendung tersebut rusak akibat banjir pada
tahun 60-an. Bekas saluran irigasi dari bendung tersebut
masih cukup baik dan saat ini dipakai sebagai saluran
pembuang.
FUNGSI DANMANFAAT BENDUNG
Fungsi dari bendung karet adalah untuk meninggikan dan
menampung air sungai sedemikian rupa sehingga
didapatkan elevasi dan debit yang cukup memenuhi
berbagai kebutuhan air baku. Manfaat bendung karet
adalah sebagai berikut :
Dapat mensuply dan mengfungsikan kembali sistem
rigasi Bendung Paya Nie dengan luas total seluas
1.001 Ha dengan potensi pengembangan 2.317,7
Ha.
Dapat meninggikan taraf muka air pada lefel yang
lebih menjamin suply air baku untuk industri dan
permukiman/perkotaan didaerah Lhokseumawe.
LOKASI
Pembuatan Bendung Karet Sungai Krueng Peusangan
terletak di Kabupaten Bireuen Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam.
DATATEKNIS
- Media si Bendung : isi Udara
- Lebar Bentang : 3 (tiga) bentang 30 M' 30 M' 30 M'
- Elevasi Meja Bendung : - 4.00 M'
- Tinggi Tubuh Bendung: 3.00 M'
- Elevasi Muka Air saat : + 7.90 M' maximum di Hulu
- Elevasi Muka Air Rendah : + 7.00 M' (Normal di Hulu)
- Elevasi Dasar Sungai Hilir : + 3.80 M'
- Elevasi Dasar Kolam Olakan : + 3.50 M'
- Panjang Apron Muka : 10.00 M'
- Panjang Kolam Olakan : 8.70 M'
- Elevasi Tanggul Hulu : + 9.00 M'
- Elevasi Tanggul Hilir : + 9.00 M'
- Tinggi Abutment (pilar) : 5.00 M' (Dari meja bendung)
Lantai Bendung :
a. Panjang Meja Muka &
b. Panjang Perletakan Bendung : 2.00 M'
c. Panjang Meja Belakang dan
Posisi Deflate : 5.64 M'
d. Panjang Total Meja Bendung : 12.00 M'
e. Tebal Meja Bendung : 1.00 M'
f. Tinggi Koperan Muka : 1.50 M'
g. Tinggi Koperan Belakang : 1.50 M'



Latar beIakang.
Daerah rigasi Lhok Guci terletak di desa Lhok Guci
dengan jarak sekitar 53 Km dari kota Meulaboh
merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Barat .
Kabupaten Aceh Barat memiliki luas wilayah 2442 Km2
dengan potensi luas lahan sawah sebesar kurang lebih
54,34 % namun sampai dengan saat ini belum
sepenuhnya berfungsi secara optimal karena masih
kurangnya sarana irigasi.
Potensi persawahan di Daerah rigasi Lhok Guci adalah
sebesar 30.000 Ha terdiri dari 11.000 Ha berupa areal
alluvial dan 19.000 Ha berupa areal lahan gambut.
Pembangunan D Lhok Guci dilaksanakan secara bertahap
dengan menggunakan dana berasal dari APBN murni dan
dimulai sejak Tahun Anggaran 2004.
Layanan.
Daerah rigasi Lhok Guci diharapkan dapat mengairi areal
persawahan seluas 11.000 Ha.Namun dapat diperluas
menjadi 17.500 Ha.
Lokasi.
D Lhok Guci terletak pada beberapa kecamatan yaitu
Kecamatan :Ceureumen, Meureubo ,Samatiga, Johan
Pahalwan dan Kaway XV.
Data teknis
Bendung tetap pasangan batu kali ,lebar 80 m ,tinggi 4.05
m. Sumber air adalah sungai Krueng Meurebo.
Debit Andalan maximum 69 m3/detik.Q 100 th sebesar
1.024 m3/det. Catchment area sebesar 1.144 Km2 Rata
rata curah hujan tahunan :3000 4000 mm.
Daerah Irigasi Lhok Guci
Manfaat Proyek.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Mendukung program swa sembada pangan baik tingkat
regional maupun nasional
Memberdayakan masyarakat setempat dalam pelaksanaan
proyek sehingga dapat tercipta lapangan kerja baru.
Biaya Proyek.
Dana berasal dari APBN sampai dengan TA 2005 sebesar
Rp.21.500.000.000,-
PEMBANGUNAN BENDUNG KARET
SUNGAI KRUENG PEUSANGAN
DI KABUPATEN BIREUEN

31 32
Propinsi Papua
Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam
BENDUNG KARET LAMBARO
LATARBELAKANG
Pada tahun 1993 Proyek Pengendalian Banjir Sungai Krueng
Aceh telah melaksanakan perbaikan Sungai Krueng Aceh
sehingga kota Banda Aceh terbebas dari luapan banjir Sungai
Krueng Aceh yang sebelumnya hampir setiap tahun digenangi
air.
Sungai Krueng Aceh mempunyai panjang aliran 145 Km, dengan
luas DAS 1,775 Km2 bersumber dari gunung Seukek. Sungai
Kreung Aceh memberikan catu air yang besar, untuk memenuhi
kebutuhan air bagi kehidupan penduduk sekitarnya, antara lain
untuk keperluan irigasi (irigasi sungai kreung Aceh 7,800 Ha di
bagian hulu dan dibagian hilir). Suplai air minum atau air bersih
Kotamadya Banda Aceh (PDAM Lambaro). Namun pada musim
kemarau pengaruh instrusi air laut yang menjalar sampai ke
bangunan intake PDAM Lambaro yang menyebabkan air PDAM
terasa payau.
LAYANANPROYEK
Tujuan Bendung Karet Sungai Krueng Aceh adalah untuk
menaikan muka air, sehingga pompa PDAM mendapat debit
yang cukup guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat
sekitarnya, dan masyarakat Kotamadya Banda Aceh pada
khususnya.
LOKASI PROYEK
Lokasi Bendung Karet terletak pada Sungai Krueng Aceh. Dari
kota Banda Aceh ke lokasi Proyek dapat ditempuh dalam waktu
15 menit perjalanan.
Keuntungan yang diperoIeh dari Pembangunan
Bendung Karet Sungai Krueng Aceh di Desa Lambaro
adaIah :
Dapat menjamin ketersediaan air pada intake PDAM
Lambaro, karena nai knya muka ai r aki bat
pembendungan pada saat debit air kecil/ musim
kemarau
Melindungi ntake PDAM Lambaro dari intrusi air laut
baik yang berasal dari Sungai Krueng Aceh maupun
dari Floodway
Menaikkan muka air tanah disekitar lokasi
Bi aya yang di but uhkan unt uk pembuat an
pembangunan bendung karet lebih murah, karena
tinggi bendung yang dibutuhkan 3 m.
Tidak perlu adanya perubahan terhadap saluran
drainase kota yang masuk ke Sungai Kru
BIAYAPROYEK
Pelaksanaan pekerjaan pembuatan bendung karet Krueng
Aceh mulai tahun 2001 dan selesai tahun 2002 dengan total
biaya sebesar Rp.29.214.361.000.-
a. Sumber Air : Krueng Aceh
b Debit Banjir Rencana (Q20) : 1.300 m3/det
c. Debit maksimum peIimpah : 93,65 m3/det
d. Kebutuhan Debit PDAM : 485 I/det
e. Jenis bendung karet : Isi udara
f. Lebar bendung : 80 m (3 bentang 20-40-20 m)
g. Tinggi tubuh bendung : 3 m
h. Tinggi abutment : 3.5 m dari meja bendung

DATA TEKNS
31 32
Penempatan letak lokasi Proyek didasarkan atas penelitian
yang dilakukan oleh Konsultan PC pada tahun 1996. Dari
Laporan Report on Sea Water Intrussion, diperoleh
bahwa intrusi air laut mencapai PDAM Lambaro, intrusi
diperkirakan sampai dengan kadar salinitas 0.3% pada
kedalaman 1.00 m' terjadi di Jembatan Lubuk dengan
kedalaman air sungai 1.88 m'.
FUNGSI DANMANFAAT
Bendung karet juga berfungsi untuk menahan masuk air laut
ke intake, sehingga tidak mempengaruhi mutu dari air
PDAM Lambaro. Manfaat yang ingin dicapai dari Bendung
karet sungai Krueng Aceh ini adalah sebagai berikut :
Menghambat intrusi air asin agar tidak mempengaruhi
PDAM Lambaro
Menaikan muka air sungai krueng Aceh di ntake PDAM
Lambaro untuk kebutuhan mensuplai air baku bagi
masyarakat perkotaan.
Menaikan muka air tanah yang berarti juga menaikan
muka air sumur-sumur penduduk sekitarnya
Dapat dijadikan sebagai objek wisata dan budidaya
perikanan
Propinsi Papua
Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam Propinsi Nanggroe Aceh DarussaIam
BENDUNG KARET LAMBARO
LATARBELAKANG
Pada tahun 1993 Proyek Pengendalian Banjir Sungai Krueng
Aceh telah melaksanakan perbaikan Sungai Krueng Aceh
sehingga kota Banda Aceh terbebas dari luapan banjir Sungai
Krueng Aceh yang sebelumnya hampir setiap tahun digenangi
air.
Sungai Krueng Aceh mempunyai panjang aliran 145 Km, dengan
luas DAS 1,775 Km2 bersumber dari gunung Seukek. Sungai
Kreung Aceh memberikan catu air yang besar, untuk memenuhi
kebutuhan air bagi kehidupan penduduk sekitarnya, antara lain
untuk keperluan irigasi (irigasi sungai kreung Aceh 7,800 Ha di
bagian hulu dan dibagian hilir). Suplai air minum atau air bersih
Kotamadya Banda Aceh (PDAM Lambaro). Namun pada musim
kemarau pengaruh instrusi air laut yang menjalar sampai ke
bangunan intake PDAM Lambaro yang menyebabkan air PDAM
terasa payau.
LAYANANPROYEK
Tujuan Bendung Karet Sungai Krueng Aceh adalah untuk
menaikan muka air, sehingga pompa PDAM mendapat debit
yang cukup guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat
sekitarnya, dan masyarakat Kotamadya Banda Aceh pada
khususnya.
LOKASI PROYEK
Lokasi Bendung Karet terletak pada Sungai Krueng Aceh. Dari
kota Banda Aceh ke lokasi Proyek dapat ditempuh dalam waktu
15 menit perjalanan.
Keuntungan yang diperoIeh dari Pembangunan
Bendung Karet Sungai Krueng Aceh di Desa Lambaro
adaIah :
Dapat menjamin ketersediaan air pada intake PDAM
Lambaro, karena nai knya muka ai r aki bat
pembendungan pada saat debit air kecil/ musim
kemarau
Melindungi ntake PDAM Lambaro dari intrusi air laut
baik yang berasal dari Sungai Krueng Aceh maupun
dari Floodway
Menaikkan muka air tanah disekitar lokasi
Bi aya yang di but uhkan unt uk pembuat an
pembangunan bendung karet lebih murah, karena
tinggi bendung yang dibutuhkan 3 m.
Tidak perlu adanya perubahan terhadap saluran
drainase kota yang masuk ke Sungai Kru
BIAYAPROYEK
Pelaksanaan pekerjaan pembuatan bendung karet Krueng
Aceh mulai tahun 2001 dan selesai tahun 2002 dengan total
biaya sebesar Rp.29.214.361.000.-
a. Sumber Air : Krueng Aceh
b Debit Banjir Rencana (Q20) : 1.300 m3/det
c. Debit maksimum peIimpah : 93,65 m3/det
d. Kebutuhan Debit PDAM : 485 I/det
e. Jenis bendung karet : Isi udara
f. Lebar bendung : 80 m (3 bentang 20-40-20 m)
g. Tinggi tubuh bendung : 3 m
h. Tinggi abutment : 3.5 m dari meja bendung

DATA TEKNS
31 32
Penempatan letak lokasi Proyek didasarkan atas penelitian
yang dilakukan oleh Konsultan PC pada tahun 1996. Dari
Laporan Report on Sea Water Intrussion, diperoleh
bahwa intrusi air laut mencapai PDAM Lambaro, intrusi
diperkirakan sampai dengan kadar salinitas 0.3% pada
kedalaman 1.00 m' terjadi di Jembatan Lubuk dengan
kedalaman air sungai 1.88 m'.
FUNGSI DANMANFAAT
Bendung karet juga berfungsi untuk menahan masuk air laut
ke intake, sehingga tidak mempengaruhi mutu dari air
PDAM Lambaro. Manfaat yang ingin dicapai dari Bendung
karet sungai Krueng Aceh ini adalah sebagai berikut :
Menghambat intrusi air asin agar tidak mempengaruhi
PDAM Lambaro
Menaikan muka air sungai krueng Aceh di ntake PDAM
Lambaro untuk kebutuhan mensuplai air baku bagi
masyarakat perkotaan.
Menaikan muka air tanah yang berarti juga menaikan
muka air sumur-sumur penduduk sekitarnya
Dapat dijadikan sebagai objek wisata dan budidaya
perikanan