Anda di halaman 1dari 21

Progesteron dan Resiko Kelahiran Prematur

di antara Wanita dengan Cerviks Pendek


Eduardo B. Fonseca, M.D., Ebru Celik, M.D., Mauro Parra, M.D.,
Mandeep Singh, M.D., and Kypros H. Nicolaides, M.D.,
for the Fetal Medicine Foundation Second Trimester Screening Group
N ENGL J MED 357;5. www.nejm.org. 2 Agustus 2007
LATAR BELAKANG
Penelitan terdahulu membuktikan pemberian
progesterone menurunkan kejadian kelahiran
prematur rekuren.
Pada wanita dengan cervix pendek memiliki resiko
melahirkan prematur spontan, dan belum diketahui
apakah progestrone dapat menurunkan resiko
tersebut.
Kriteria Inklusi
Wanita dengan panjang serviks 15 mm
Kriteria Eksklusi
Abnormalitas janin
Kontraksi uterin reguler yang nyeri
Riwayat ruptur membran
Cervical cerclage

METODE PENELITIAN
Waktu : September 2003 May 2006
Tempat : 5 RS Bersalin di/sekitar London

Seluruh peserta diberi inform consent
Semua diperiksa USG secara rutin pada usia 20 24 minggu.
USG transvaginal untuk mengukur panjang serviks
Sonografi dilakukan oleh orang-orang berkompetensi
Setiap peserta diberikan 200 mg progesteron kapsul atau
plasebo kapsul yang identik
METODE PENELITIAN
Setiap peserta diinstruksikan untuk :
menghindari sexual intercourse
Menggunakan kapsul per vaginam sebelum tidur
sejak masa gestasi 24 minggu - 33 minggu 6 hari.
USG Follow up
Memantau pertumbuhan janin dan panjang serviks
dilakukan setiap 2 minggu hingga usia gestasi 34 minggu.
Setiap kunjungan ditanyakan tentang keluhan-keluhan
Juga dilakukan penghitungan sisa kapsul
METODE PENELITIAN
Statisik :
Man-Whitney U test
Fisher exact test
P value < 0.05
Confidence Interval 95%
Mantel-Haenszel
Kaplan-Meier analysis
Cox proportional-hazards test
HARAPAN HASIL
Primer :
Lahir spontan sebelum 34 minggu (238 hari)
Sekunder :
Berat lahir
Kematian
Penyulit yang timbul sebelum pasien dipulangkan
Perdarahan intravetrikular
Respiratory distress syndrome
Retinopathy of prematurity
Necrotizing entrocolitis
Kebutuhan perawatan neonatal khusus
Masuk NICU
Ventilator
Fototerapi
Perawatan sepsis
Tranfusi darah

HASIL PENELITIAN
Total peserta 24.620 (82.3%) dari 29.918 peserta
24.189 hamil tunggal
431 hamil ganda
Rerata panjang serviks adalah 34 mm

Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok plasebo
dengan kelompok progesteron.
Harapan hasil primer:
34.4% pada kelompok plasebo
19.2% pada kelompok progesteron
HASIL PENELITIAN
Di antara wanita tanpa riwayat melahirkan
prematur,
Kelahiran prematur spontan lebih besar pada
kelompok plasebo daripada kelompok
progesteron (P=0.03)
Di antara wanita hamil tunggal
Kelahiran prematur spontan lebih besar pada
kelompk plasebo daripada kelompok
progensteron (P=0.02)




HASIL PENELITIAN
Tidak ada perbedaan signifikan pada Harapan
hasil sekunder.
Tidak ada yang melaporkan adanya efek
samping:
Mengantuk
Capek
Sakit kepala
Iritasi genital
Gejala baru lainnya setelah treatment
DISKUSI
Wanita dengan serviks pendek, dengan minum 200
mg progesteron sejak usia gestasi 24 hingga 34
minggu dapat menurunkan kejadian lahir prematur
spontan.

Tidak ada penurunan signifikan pada angka kesakitan
atau kematian.
DISKUSI
Penggunaan 200 mg progesteron karena :
Wanita dengan serviks pendek beresiko lebih
tinggi melahirkan prematur
Penggunaan pervaginam karena :
Meningkatkan bioavailabilitas
Tidak ada efek samping (mengantuk, capek, dan
sakit kepala)
SARAN PENELITI
Penelitian yang akan datang harus menyelidiki
kefektifan progesteron pada populasi beresiko
tinggi lainnya

USG transvaginal baik digunakan di negara
2

berkembang
KESIMPULAN
Kelahiran preterm (<34 minggu) lebih jarang
terjadi pada kelompok progesteron

Pemberian progesteron pada wanita dengan serviks
pendek menurunkan kejadian kelahiran preterm.