Anda di halaman 1dari 25

KEHAMILAH POST DATE

OLEH
DODY FINAROSA
Pembimbing
dr. H. M. Haidir Sp. OG
Definisi
Menurut definisi yang dirumuskan oleh
American College of Obstetricians and
Gynecologists (2004), kehamilan postdate
adalah kehamilan yang berlangsung lebih dari
42 minggu (294 hari) yang terhitung sejak hari
pertama siklus haid terakhir (HPHT).

Etiologi
Teori progesteron.
Teori oksitosin
Teori kortisol/ACTH janin
Teori syaraf uterus
Teori heriditer
Perubahan pada kehamilan Post date :
Perubahan cairan amnion
Perubahan pada plasenta
Perubahan pada janin
Diagnosis
Riwayat haid
Riwayat antenatal
Pemeriksaan USG
Pemeriksaan cairan amnion
Sitologi cairan amnion
Amniskopi
Aktivitas tromboplastin cairan amnion (ATCA)
Perbandingan kadar lesitin-spingomielin (L/S)

Komplikasi
Disfungsi plasenta
Disfungsi plasenta merupakan faktor penyebab
terjadinya komplikasi pada kehamilan postterm
dan meningkatnya risiko pada janin. Fungsi
plasenta mencapai puncaknya pada kehamilan 38
minggu dan kemudian mulai menurun terutama
setelah 42 minggu. Rendahnya fungsi plasenta ini
berkaitan dengan peningkatan kejadian gawat
janin dengan risiko 3 kali lebih tinggi. Pemasokan
makanan dan oksigen akan menurun akibat
proses penuaan plasenta disamping adanya
spasme arteri spiralis. Janin akan mengalami
hambatan pertumbuhan dan penurunan berat
hingga disebut sebagai dismatur.
Oligohidramnion
Penurunan jumlah cairan amnion pada kehamilan
postterm berhubungan dengan penurunan
produksi urin janin. Dilaporkan bahwa
berdasarkan pemeriksaan Doppler velosimetri,
pada kehamilan postterm terjadi peningkatan
hambatan aliran darah (resistance index/RI) arteri
renalis janin sehingga dapat menyebabkan
penurunan jumlah urin janin dan pada akhirnya
menimbulkan oligohidramnion.
Perubahan pada janin
pada kehamilan postterm juga mengalami
berbagai perubahan fisik khas disertai dengan
gangguan pertumbuhan dan dehidrasi
yang disebut dengan sindrom postmaturitas.
Tanda Post Date di bagi 3 stadium :

a. Stadium 1 : Kulit kehilangan verniks kaseosa dan maserasi
berupa
kulit kering, rapuh, dan mudah mengelupas.
b. Stadium 2 : Gejala di atas disertai pewarnaan mekonium pada
kulit.
c. Stadium 3 : Pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit, dan tali
pusat.
Penatalaksanaan
Pemantaauan kesejahteraan janin
pemakaian kombinasi dari 5 variabel biofisik
untuk menilai kesejahteraan janin dan
menyatakan bahwa kombinasi ini memberikan
hasil yang lebih akurat dibandingkan pemakaian
salah satu variabel saja.
Tes Tanpa Beban (Non-Stress Test/NST)
Pemeriksaan gerakan nafas janin (fetal breathing)
Pemeriksaan gerakan janin (fetal movements)
Tonus janin
Pemeriksaan volume cairan amnion

Induksi persalinan
Induksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu
hamil yang belum inpartu, baik secara tindakan atau
medisinal, untuk merangsang timbulnya kontraksi
uterus sehingga diharapkan terjadi
Kemungkinan keberhasilan induksi persalinan
ditentukan oleh beberapa keadaan sebelum
dilakukan induksi, salah satunya dari kematangan
serviks (favorable). Penilainan kematangan serviks ini
dapat dilakukan dengan menggunakan skor Bishop.
Lima faktor yang diperiksa adalah (1) dilatasi serviks,
(2) penipisan serviks/effacement, (3) konsistensi
serviks, (4) posisi serviks, dan (5) station dari bagian
terbawah janin.



Oksitosin adalah zat yang paling sering
digunakan untuk induksi persalinan dalam
bidang obstetri.
Induksi persalinan dengan oksitosin yang
diberikan melalui infus secara titrasi ternyata
efektif dan banyak dipakai. Titrasi ini
biasanya dilakukan dengan cara
memberikan 10-20 unit oksitosin yang
dilarutkan dalam 1000 cc larutan Ringer laktat.
Kesimpulan
Kehamilan postterm mempunyai resiko lebih
tinggi daripada kehamilan aterm
Dalam menentukan diagnosis kehamilan
postterm di samping riwayat haid, sebaiknya
dilihat pula hasil pemeriksaan antenatal
Kehamilan postterm merupakan masalah yang
banyak dijumpai dan sampai saat ini
pengelolaannya masih belum memuaskan dan
masih banyak perbedaan pendapat.
LAPORAN KASUS
I. Identitas pasien
Nama : Ny. Nova
Umur : 28 tahun
Agama : Islam
Suku/ Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Pipit XIII no.109, Medan
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Nama suami : Tn.Susanto
Umur : 30 tahun
Agama : Islam
Suku/ Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Pendidikan : SMA

Anamnesis
KU: Mules sejak 4 jam yang lalu sebelum
datang ke RS disertai nyeri pinggang
Pasien datang ke RS Haji medan dengan
keluhan mules sejak 4 jam yang lalu. Ibu
mengatakan mules sekali sekali saja dan
tidak terlalu sering, ibu menyangkal
adanya keluar air-air, lendir dan darah dari
jalan lahir.

Riwayat menstruasi :
Hpht : 20 januari 2013
Ttp : 27 oktober 2013
menarche : umur 15 tahun.
siklus : teratur 30 hari sekali.
banyaknya : normal (2-3 pembalut/ hari)
lamanya : 5- 6 hari
Riwayat penggunaan KB: ( - )

Riwayat Pemeriksaan Kehamilan : Kontrol ke dokter
Obgyn.
Riwayat pernikahan : suami ke I
Riwayat penyakit dahulu : tidak pernah menderita
penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM dan hipertensi.
Riwayat penyakit keluarga : tidak ada anggota
keluarga yang menderita penyakit DM, Hipertensi dan
Asma.
Riwayat penyakit yang pernah diderita : sakit biasa
seperti demam, flu dan batuk.
Riwayat alergi : tidak mempunyai alergi terhadap
obat-obatan, makanan dan cuaca.
Riwayat kebiasaan : makan teratur, merokok (-),
Alkohol (-).

Pemeriksaan fisik
Status present
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tensi : 110/80 mmHg
Nadi : 85 x/menit
Nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,5
0
C
Tinggi badan : 163 cm
Berat badan : 55 kg

Status general
Kepala : Normocephali
Mata : Anemis (
-
/-), ikterik (
-
/-)
Thorak : Cor Bunyi jantung I dan
II normal,gallop (-), murmur (-)
Pulmo vesikuler
-
/-, rhonki
-
/-, wheezing
-
/-
Abdomen : Bising usus (+) normal
Ekstremitas : Edema
-
/-

Status obstetri
Abdomen
Inspeksi : membesar, asimetris
Palpasi :
Leopold I : Pada bagian fundus bulat lunak
Leopold II : Perut bagian kiri teraba bagian keras
memanjang
Leopold III : Teraba bulat keras persentasi kepala.
TFU : 2 jari bpx
DJJ : 144 x/i
His : 1 x 20 detik
PD : 1cm.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
Hb : 7,8 g%
Leukosit : 15.900 /ul
Eritrosit : 3,8.10
6
/ul
Trombosit : 227.000 /ul
Hematokrit : 37,7 %
LED : 78 mm/jam
Diagnosis Kerja
SG + KDR (43 mg) + AH + PK
Rencana tindakan
SC atas Permintaan pasien
Terapi persiapan operasi
IVFD 20 gtt/i
Kateter urine
Inj. Ceftriaxone 2 gr/iv >> Skin test
Laporan Operasi

Ibu dibaringkan di meja operasi, infus dan kateter terpasang.
Dibawah spinal anastesi dilakukan tindakan aseptik dan anti septik
pada lapangan operasi kemudian di tutup dengan doek steril.
Dilakukan insisi dari kutis, subkutis, fascia digunting kekiri dan
kekanan
Plika digunting kemudian dikuakan
Dilakukan insisi pada SBR lapis demi lapis
Bayi dilahirkan, bayi 1 : laki-laki bayi 2 : perempuan.
Tali plasenta diklem didua tempat dimasing-masing plasenta
kemudian digunting.
Plasenta dilahirkan, kesan : lengkap
Uterus dijahit dengan continous interlocking, peritoneum dijahit
secara continous.
Otot dijahit secara simple suture, fascia dijahit secara continous
Subkutis dijahit secara simple suture, kutis dijahit secara
subkutikuler.
Operasi selesai.