Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat yang diberikan,
penulis dapat menyelesaikan tugas referat yang berjudul Post date Dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada selaku
pembimbing, yang telah memberikan saran serta bimbingan kepada penulis! Tidak
lupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan
sehingga referat ini dapat terselesaikan dengan baik!
Penulis menyadari, bah"a referat ini tentunya masih banyak kekurangan!
#leh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dalam membantu memperbaiki
kekurangan yang ada! Semoga referat ini dapat bermanfaat bagi pembacanya!
$edan, %& 'anuari %(&)
Penulis
DA*T
A+ ,S,
-alaman
sampul........................! i
/ata
Pengantar......................... ii
DA*TA+
,S, !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! iii
0A0 &
P12DA-343A2!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&
0A0 % T,2'A3A2 P3STA/A
%!&
Definisi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 5
%!% 1tiologi dan
Patogenesis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 5
%!5
Diagnosis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
6
%!6 komplikasi
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 7
%!8
penatalaksanaan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
&&
0A0 5 /1S,$P34A2 DA2
SA+A2!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! %5

DA*TA+ P3STA/A
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! %)
0A0 ,
P12DA-343A2
/ehamilan postterm merupakan kehamilan yang berlangsung lebih dari )%
minggu 9%:) hari; sejak hari pertama siklus haid terakhir 9-P-T;!
9<unningham, et al!, %(&(;
/ehamilan ini merupakan permasalahan dalam dunia obstetri modern karena
terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian bayi! ,nsiden kehamilan
postterm antara )&:= tergantung pada definisi yang dianut dan kriteria yang
dipergunakan dalam menentukan usia kehamilan!
9<unningham, et al!, %(&(;
Penentuan usia kehamilan menjadi salah satu pokok penting dalam penegakan
diagnosa kehamilan postterm! ,nformasi yang tepat mengenai lamanya kehamilan
marupakan hal yang penting karena semakin lama janin berada di dalam uterus
maka semakin besar pula resiko bagi janin ataupun neonatus untuk mengalami
gangguan yang berat!
9<unningham, et al!, %(&(;
Diagnosa kehamilan postterm berdasarkan
hari pertama haid terakhir 9-P-T; hanya memiliki tingkat akurasi >5( persen!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
/ini, dengan adanya pelayanan 3S@ maka usia kehamilan dapat
ditentukan lebih tepat, terutama bila dilakukan pemeriksaan pada usia kehamilan
8&& minggu!
9<unningham, et al!, %(&(;
Sampai saat ini, masih belum ada ketentuan dan kesepakatan yang pasti
mengenai penatalaksanaan kehamilan postterm! $asalah yang sering dihadapi
pada pengelolaan kehamilan postterm adalah perkiraan usia kehamilan yang tidak
selalu dapat ditentukan dengan tepat sehingga janin bisa saja belum matur
sebagaimana yang diperkirakan! /etidakakuratan penentuan usia kehamilan akan
menyulitkan kita untuk menentukan apakah janin akan terus hidup atau sebaliknya
mengalami morbiditas bahkan mortilitas bila tetap berada dalam rahim!
$asalah lain dalam penatalaksanaan kasus kehamilan postterm adalah karena
pada sebagian besar pasien 9>A(=;, saat kehamilan mencapai )% minggu,
didapatkan serBiks belum matangCunfavourable dengan nilai 0ishop yang rendah
sehingga tingkat keberhasilan induksi menjadi rendah! Sementara itu, persalinan
yang berlarutlarut akan sangat merugikan bayi postmatur! #leh sebab itu, masih
menjadi kontroBersi sampai saat ini apakah pada kehamilan postterm langsung
dilakukan terminasiCinduksi atau dilakukan penanganan ekspektatif sambil
dilakukan pemantauan kesejahteraan janin!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1.Definisi Kehamilan Postterm
$enurut definisi yang dirumuskan oleh American College of Obstetricians
and Gynecologists 9%(();, kehamilan postterm adalah kehamilan yang
berlangsung lebih dari )% minggu 9%:) hari; yang terhitung sejak hari pertama
siklus haid terakhir 9-P-T;!
9<unningham, et al!, %(&(;
2.2 Patogenesis dan etiologi Kehamilan Postterm
Penyebab pasti dari kehamilan postterm sampai saat ini masih belum
diketahui dengan pasti! Teoriteori yang pernah diajukan untuk menerangkan
penyebab terjadinya kehamilan postterm antara lainD
&! Teori progesteron! 0erdasarkan teori ini, diduga bah"a terjadinya
kehamilan postterm adalah karena masih berlangsungnya pengaruh
progesteron mele"ati "aktu yang semestinya!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
%! Teori oksitosin! +endahnya pelepasan oksitosin dari neurohipofisis "anita
hamil pada usia kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu fakor penyebab
terjadinya kehamilan postterm!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
5! Teori kortisol/ACTH janin! /ortisol janin akan mempengaruhi plasenta
sehingga produksi progesteron berkurang dan memperbesar sekresi
estrogen! Proses ini selanjutnya berpengaruh terhadap meningkatnya
produksi prostaglandin! Pada kasuskasus kehamilan dengan cacat ba"aan
janin seperti anensefalus atau hipoplasia adrenal, tidak adanya kelenjar
hipofisis janin akan menyebabkan kortisol janin tidak diproduksi dengan
baik sehingga kehamilan berlangsung le"at bulan!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
)! Teori syaraf uterus! 0erdasarkan teori ini, diduga kehamilan postterm
terjadi pada keadaan tidak terdapatnya tekanan pada ganglion serBikalis,
seperti pada kelainan letak, tali pusat pendek, dan masih tingginya bagian
terba"ah janin!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
8
6! Teori heriditer! Pengaruh herediter terhadap insidensi kehamilan postterm
telah dibuktikan pada beberapa penelitian sebelumnya! /itska et al 9%((A;
menyatakan dalam hasil penelitiannya bah"a seorang ibu yang pernah
mengami kehamilan postterm akan memiliki risiko lebih tinggi untuk
mengalami kehamilan postterm pada kehamilan berikutnya! -asil
penelitian ini memunculkan kemungkinan bah"a kehamilan postterm juga
dipengaruhi oleh faktor genetik!
9/istka, et al!, %((A;
Adanya pengaruh genetik terhadap kehamilan postterm tersebut telah
dibuktikan pada penelitian 0iggar et al 9%(&(;! 0iggar et al 9%(&(; melakukan
penelitian tentang penyebab terjadinya kehamilan postterm dan telah
membuktikan adanya pengaruh sistem imunitas terhadap inisiasi persalinan
secara spontan! 0iggar et al 9%(&(; menemukan bah"a antigen -4A A dan 0
pada janin postterm lebih memiliki persamaan dengan antigen maternalnya
dibanding janin aterm! /emungkinan pada kehamilan postterm terjadi
keterlambatan sistem imunitas maternal dalam mengenali antigen paternal
yang terdapat pada sel janin yang masuk ke dalam sirkulasi maternal melalui
mikrosirkulasi transplasental, khususnya antigen -4A tipe A dan 0!
/eterlambatan ini menyebabkan tertundanya proses cascade yang dibutuhkan
untuk menga"ali terjadinya tahapan persalinan secara spontan!
90iggar, et al!, %(&(;
2.3. Diagnosis Kehamilan Postterm
$eskipun diagnosis kehamilan postterm berhasil ditegakkan pada )&:=
dari seluruh kehamilan, sebagian diantaranya kenyataanya tidak terbukti oleh
karena kekeliruan dalam menentukan usia kehamilan!
9<unningham, et al!, %(&(;
#leh
sebab itu, pada penegakkan diagnosis kehamilan postterm, informasi yang
tepat mengenai lamanya kehamilan menjadi sangat penting! -al ini disebabkan
karena semakin lama janin berada di dalam uterus maka semakin besar pula
risiko bagi janin dan neonatus untuk mengalami morbiditas maupun mortalitas!
2amun sebaliknya, pemberian interBensiCterminasi secara terburuburu juga
bisa memberikan dampak yang merugikan bagi ibu maupun janin!
1. Riwayat haid
Pada dasarnya, diagnosis kehamilan postterm tidaklah sulit untuk
ditegakkan apabila keakuratan -P-T ibu bisa dipercaya! Diagnosis
kehamilan postterm berdasarkan -P-T dapat ditegakkan sesuai dengan
definisi yang dirumuskan oleh American College of Obstetricians and
Gynecologists 9%(();, yaitu kehamilan yang berlangsung lebih dari )%
minggu 9%:) hari; yang terhitung sejak hari pertama siklus haid terakhir
9-P-T;!
9<unningham, et al!, %(&(;
Permasalahan sering timbul apabila ternyata -P-T ibu tidak akurat
atau tidak bisa dipercaya! jika berdasarkan ri"ayat haid, diagnosis
kehamilan postterm memiliki tingkat keakuratan hanya >5( persen!
+i"ayat haid dapat dipercaya jika telah memenuhi beberapa kriteria, yaituD
9a; ibu harus yakin betul dengan -P-TnyaE 9b; siklus %7 hari dan teratur,
9c; tidak minum pil anti hamil setidaknya 5 bulan terakhir!
9$ochtar ? /risnanto,
%((7;
usia kehamilan yang ditentukan berdasarkan -P-T cenderung lebih
sering salah didiagnosa sebagai kehamilan postterm dibanding dengan
pemeriksaan 3S@, terutama akibat oBulasi yang terlambat! Penentuan usia
kehamilan dengan -P-T didasarkan kepada asumsi bah"a kehamilan
akan berlangsung selama %7( hari 9)( minggu; dari hari pertama siklus
haid yang terakhir!
9<unningham, et al!, %(&(;
Pendekatan ini berpotensi
menyebabkan kesalahan karena sangat bergantung kepada keakuratan
tanggal -P-T dan asumsi bah"a oBulasi terjadi pada hari ke&) siklus
menstruasi! Padahal, oBulasi tidak selalu terjadi pada hari ke&) siklus
karena adanya Bariasi durasi fase folikular, yang bisa berlangsung selama
A%& hari! #leh sebab itu, pada ibu yang memiliki siklus %7 hari, masih ada
kemungkinan oBulasi terjadi setelah hari ke&) siklus! Akibatnya, terjadi
kesalahan dalam penentuan usia kehamilan yang seharusnya dihitung
mulai dari terjadinya fertilisasi sampai lahirnya bayi!
90ennett, et al!, %(();
Tingkat
kesalahan estimasi tanggal perkiraan persalinan jika berdasarkan -P-T
adalah > &,5A minggu!
9<ohn, et al!, %(&(;
2. Riwayat pemeriksaan antenata
kehamilan dapat dinyatakan sebagai kehamilan postterm bila didapat 5
atau lebih dari ) kriteria hasil pemeriksaan sebagai berikutD
9Pernoll ? +oman, %((7;
a! Telah le"at 58 minggu sejak test kehamilan positif
b! Telah le"at %) minggu sejak dirasakan gerak janin pertama kali
c! Telah le"at 5% minggu sejak D'' pertama terdengar dengan Doppler
d! Telah le"at %% minggu sejak terdengarnya D'' pertama kali dengan
stetoskop 4aennec
!. Pemeriksaan Utras"n"#ra$i %USG&
Penggunaan pemeriksaan 3S@ untuk menentukan usia kehamilan
telah banyak menggantikan metode -P-T dalam mempertajam diagnosa
kehamilan postterm! 0eberapa penelitian terdahulu telah membuktikan
bah"a penentuan usia kehamilan melalui pemeriksaan 3S@ memiliki
tingkat keakuratan yang lebih tinggi dibanding dengan metode -P-T!
Semakin a"al pemeriksaan 3S@ dilakukan, maka usia kehamilan
yang didapatkan akan semakin akurat sehingga kesalahan dalam
mendiagnosa kehamilan postterm akan semakin rendah! Tingkat kesalahan
estimasi tanggal perkiraan persalinan jika berdasarkan pemeriksaan 3S@
trimester , 9crownrump length; adalah > (,8A minggu!
9<ohn, et al!, %(&(;
Pada
usia kehamilan antara &8%8 minggu, ukuran diameter biparietal
9biparietal diameterC0PD; dan panjang femur 9femur lengthC*4;
memberikan ketepatan > A hari dari taksiran persalinan!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
Pemeriksaan usia kehamilan berdasarkan 3S@ pada trimester ,,,
menurut hasil penelitian <ohn, et al 9%(&(; memiliki tingkat keakuratan
yang lebih rendah dibanding metode -P-T maupun 3S@ trimester , dan
,,! 3kuranukuran biometri janin pada trimester ,,, memiliki tingkat
Bariabilitas yang tinggi sehingga tingkat kesalahan estimasi usia kehamilan
pada trimester ini juga menjadi tinggi! Tingkat kesalahan estimasi tanggal
perkiraan persalinan jika berdasarkan pemeriksaan 3S@ trimester ,,,
bahkan bisa mencapai > 5,8 minggu! /eakuratan penghitungan usia
kehamilan pada trimester ,,, saat ini sebenarnya dapat ditingkatkan dengan
melakukan pemeriksaan $+, terhadap profil air ketuban!
9<ohn, et al!, %(&(;
'. Pemeriksaan (airan amni"n
a! Sitologi cairan amnion! Pengecatan nile blue sulphate dapat melihat
sel lemak dalam cairan amnion! Apabila jumlah sel yang mengandung
lemak melebihi &(=, maka kehamilan diperkirakan sudah berusia 58
minggu dan apabila jumlahnya mencapai 6(= atau lebih, maka usia
kehamilan 5: minggu atau lebih!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
b! Amniskopi! $elalui amnioskop yang dimasukkan ke kanalis yang
sudah membuka dapat dinilai keadaan air ketuban didalamnya!
9$ochtar ?
/risnanto, %((7;
c! AktiBitas tromboplastin cairan amnion 9AT<A;! -asil penelitian
terdahulu berhasil membuktikan bah"a cairan amnion mempercepat
"aktu pembekuan darah! AktiBitas ini meningkat dengan
bertambahnya usia kehamilan! Pada usia kehamilan )&)% minggu,
A<TA berkisar antara )686 detik sedangkan pada usia kehamilan
F)% minggu, didapatkan A<TA G)6 detik! 0ila didapatkan A<TA
antara )%)8 detik, ini menunjukkan bah"a kehaminan sudah
postterm!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
d! Perbandingan kadar lesitinspingomielin 94CS;! Perbandingan kadar
4CS pada usia kehamilan sekitar %%%7 minggu adalah sama 9&D&;!
Pada usia kehamilan >5% minggu, perbandingannya menjadi &,%D& dan
pada kehamilan genap bulan menjadi %D&! Pemeriksaan ini tidak dapat
dipakai untuk menentukan kehamilan postterm tetapi hanya
digunakan untuk menentukan apakan janin cukup usiaCmatang untuk
dilahirkan!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
2.4. Komplikasi Kehamilan Postterm
Pada kehamilan postterm terjadi berbagai perubahan baik pada cairan
amnion, plasenta, maupun janin! Pengetahuan mengenai perubahanperubahan
tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengelola kasus persalinan postterm!
1. )is$*n#si pasenta
Disfungsi plasenta merupakan faktor penyebab terjadinya komplikasi
pada kehamilan postterm dan meningkatnya risiko pada janin! *ungsi
plasenta mencapai puncaknya pada kehamilan 57 minggu dan kemudian
mulai menurun terutama setelah )% minggu! +endahnya fungsi plasenta ini
berkaitan dengan peningkatan kejadian ga"at janin dengan risiko 5 kali
lebih tinggi! Pemasokan makanan dan oksigen akan menurun akibat proses
penuaan plasenta disamping adanya spasme arteri spiralis! 'anin akan
mengalami hambatan pertumbuhan dan penurunan berat hingga disebut
sebagai dismatur!
9<unningham, et al!, %(&(;
2. +i#"hidramni"n
Pada kehamilan postterm terjadi perubahan kualitas dan kuantitas
cairan amnion! 'umlah cairan amnion mencapai puncak pada usia
kehamilan 57 minggu, yaitu sekitar &((( ml dan menurun menjadi sekitar
7(( ml pada usia kehamilan )( minggu! Penurunan jumlah cairan amnion
berlangsung terus menjadi sekitar )7( ml, %6( ml, hingga &8( ml pada usia
kehamilan )%, )5, dan )) minggu!
9<unningham, et al!, %(&(;
Penurunan jumlah cairan amnion pada kehamilan postterm
berhubungan dengan penurunan produksi urin janin! Dilaporkan bah"a
berdasarkan pemeriksaan Doppler Belosimetri, pada kehamilan postterm
terjadi peningkatan hambatan aliran darah 9resistance inde!/"#; arteri
renalis janin sehingga dapat menyebabkan penurunan jumlah urin janin
dan pada akhirnya menimbulkan oligohidramnion!
9#H, et al!, %((%;
#leh sebab
itu, eBaluasi Bolume cairan amnion pada kasus kehamilan postterm
menjadi sangat penting artinya! Dilaporkan bah"a kematian perinatal
meningkat dengan adanya oligohidramnion yang menyebabkan kompresi
tali pusat! Pada persalinan postterm, keadaan ini dapat menyebabkan
keadaan ga"at janin saat intra partum!
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
Selain perubahan Bolume, terjadi pula perubahan komposisi cairan
amnion sehingga menjadi lebih kental dan keruh! -al ini terjadi karena
lepasnya Bernik kaseosa dan komposisi fosfolipid! Pelepasan sejumlah
badan lamellar dari paruparu janin akan mengakibatkan perbandingan
4esitin terhadap Sfingomielin menjadi )D& atau lebih besar! Selain itu,
adanya pengeluaran mekonium akan mengakibatkan cairan amnion
menjadi hijau atau kuning dan meningkatkan risiko terjadinya aspirasi
mekonium!
9<unningham, et al!, %(&(;
1stimasi jumlah cairan amnion dapat diukur dengan pemeriksan 3S@!
Salah satu metode yang cukup populer adalah pengukuran diameter
Bertikal dari kantung amnion terbesar pada setiap kuadran dari ) kuadran
uterus! -asil penjumlahan keempat kuadran tersebut dikenal dengan
sebutan indeks cairan anmion 9Amnionic $luid #nde!/A$#%& 0ila nilai A*,
telah turun hingga 6 cm atau kurang, maka merupakan indikasi adanya
oligohidramnion!
9<unningham, et al!, %(&(;
!. Per*,ahan pada -anin
Selain risiko pertambahan berat badan yang berlebihan, janin pada
kehamilan postterm juga mengalami berbagai perubahan fisik khas disertai
dengan gangguan pertumbuhan dan dehidrasi yang disebut dengan
sindrom postmaturitas! Perubahanperubahan tersebut antara lainE
penurunan jumlah lemak subkutaneus, kulit menjadi keriput, dan
hilangnya Bernik kaseosa! /eadaan ini menyebabkan kulit janin
berhubungan langsung dengan cairan amnion! Perubahan lainnya yaituE
rambut panjang, kuku panjang, serta "arna kulit kehijauan atau
kekuningan karena terpapar mekonium! 2amun demikian, Tidak seluruh
neonatus kehamilan postterm menunjukkan tanda postmaturitas tergantung
fungsi plasenta! 3mumnya didapat sekitar &%%( = neonatus dengan tanda
postmaturitas pada kehamilan postterm! Tanda postterm dibagi dalam 5
stadiumD
9$ochtar ? /risnanto, %((7;
a! Stadium & D /ulit kehilangan Berniks kaseosa dan maserasi berupa
kulit kering, rapuh, dan mudah mengelupas!
b! Stadium % D @ejala di atas disertai pe"arnaan mekonium pada
kulit!
c! Stadium 5 D Pe"arnaan kekuningan pada kuku, kulit, dan tali
pusat!
2.5Penatalaksanaan Kehamilan Postterm
Sampai saat ini pengelolaanya masih belum memuaskan dan masih banyak
perbedaan pendapat! $asalah yang sering dihadapi pada pengelolaan
kehamilan postterm antara lain karena pada beberapa penderita, usia kehamilan
tidak selalu dapat ditentukan dengan tepat sehingga janin bisa saja belum matur
sebagaimana yang diperkirakan! Selain itu, saat usia kehamilan mencapai )%
minggu, pada >A(= penderita didapatkan serBiks belum matangCunfavourable
dengan skor 0ishop rendah sehingga tingkat keberhasilan induksi menjadi
rendah! #leh karena itu, setelah diagnosis kehamilan postterm ditegakkan,
permasalahan yang harus dipecahkan selanjutnya adalah apakah dilakukan
pengelolaan secara aktif dengan induksi ataukah sebaliknya dilakukan
pengelolaan secara ekspektatif dengan pemantauan terhadap kesejahteraan
janin, baik secara biofisik maupun biokimia sampai persalinan berlangsung
dengan spontan atau timbul indikasi untuk mengakhiri kehamilan!
9$ochtar ?
/risnanto, %((7;
1. Pemantaa*an kese-ahteraan -anin
pemakaian kombinasi dari 6 Bariabel biofisik untuk menilai
kesejahteraan janin dan menyatakan bah"a kombinasi ini memberikan
hasil yang lebih akurat dibandingkan pemakaian salah satu Bariabel saja!
Secara umum, tes ini membutuhkan "aktu sekitar 5(8( menit! Iariabel
yang digunakan dalam penilaian profil biofisik adalahE 9a; tes tanpa beban
9nonstress test/'(T;, 9b; gerak nafas janin, 9c; gerakan janin, 9d; tonus
janin, dan 9e; Bolume cairan amnion! Setiap Bariabel diberikan skor % bila
normal dan skor ( bila abnormal! #leh sebab itu, seorang janin sehat akan
memiliki skor &( pada pemeriksaan profil biofisiknya!
9<unningham, et al!, %(&(;
a! Tes Tanpa 0eban 9'on(tress Test/'(T;
Denyut jantung janin secara normal meningkat maupun menurun
sebagai akibat pengaruh dari sistem saraf simpatisparasimpatis yang
impulsnya berasal dari batang otak! $enurut hipotesis, denyut jantung
janin yang tidak berada dalam keadaan asidosis akibat hipoksia
ataupun depresi saraf akan mengalami akselerasi sementara sebagai
respon terhadap gerakan janin! Adanya akselerasi ini dipegaruhi oleh
usia kehamilan! $enurut hasil penelitian, besarnya tingkat akselerasi
denyut jantung akibat gerakan janin akan meningkat seiring dengan
peningkatan usia kehamilan!
9<unningham, et al!, %(&(;
Penggunaan 2ST memiliki tujuan yang berbeda dengan tes beban
kontraksi 9contraction stress test/o!ytocin stress test/#ST;! Secara
sederhana, 2ST adalah tes untuk mengetahui kondisi janin sedangkan
#ST digunakan untuk menilai fungsi uteroplasenta! Sampai saat ini,
2ST adalah tes utama yang paling sering digunakan untuk menilai
kesejahteraan janin!
9<unningham, et al!, %(&(;
b! Pemeriksaan gerakan nafas janin 9fetal breathing;
Salah satu fenomena menarik dari gerakan pernafasan janin
adalah gerakan dinding dada yang paradoks 9parado!ical chest wall
movement;! Pada janin, ketika proses inspirasi, dinding dada secara
paradoks mengempis sedangkan dinding perut mengembung! -al ini
berkebalikan dengan proses inspirasi yang terjadi pada neonatus dan
orang de"asa! @erakan ini dihubungkan dengan kemungkinan adanya
gerakan janin untuk mengeluarkan debris cairan amnion yang
menyerupai gerakan pada saat batuk!
9<unningham, et al!, %(&(;
0eberapa peneliti telah mencoba melakukan penelitian mengenai
adanya keterkaitan antara gerakan nafas janin melalui pemeriksaan
3S@ dengan proses eBaluasi kesejahteraan janin! #leh karena gerakan
nafas janin terjadi secara episodik, maka interpretasi hasil tes pada
saat tidak ditemukan gerakan nafas menjadi tidak dapat dipercaya!
Patrick dkk 9&:7(; melakukan penelitian obserBasi selama %) jam
menggunakan ultrasonografi real time untuk mendapatkan gambaran
karakteristik gerakan nafas janin selama &( minggu terakhir
kehamilan! -asilnya menunjukkan bah"a pada janin normal pun bisa
saja tidak ditemukan gerakan nafas bahkan sampai &%% menit
lamanya! Penelitian ini mengindikasikan bah"a untuk dapat
mendiagnosis tidak ditemukannya gerakan nafas membutuhkan "aktu
obserBasi yang panjang! #leh sebab itu, untuk menilai kesejahteraan
janin, pemeriksaan gerakan nafas sering digabungkan dengan
pemeriksaan lain, misalnya pemeriksaan denyut jantung janin!
9<unningham, et al!, %(&(;
c! Pemeriksaan gerakan janin 9fetal movements;
AktiBitas pasif janin tanpa rangsangan sebenarnya sudah mulai
ada sejak minggu keA dan akan menjadi lebih kompleks serta
terkoordinasi pada akhir kehamilan! 0ahkan setelah minggu ke7 usia
kehamilan, gerakan janin tidak pernah berhenti dengan "aktu lebih
dari &5 menit! 2amun demikian, ibu hamil baru bisa merasakan
pergerakan janin pertama kali sekitar usia kehamilan &7%( minggu!
$ulamula gerakannya jarang, lemah, dan terkadang tidak dapat
dibedakan dengan sensasi abdomen lainnya seperti gerakan usus!
9<unningham, et al!, %(&(;
Antara minggu ke%( sampai ke5(, gerakan tubuh umum
menjadi lebih teratur dan janin mulai memperlihatkan siklus istirahat
aktiBitas! Pada trimester ketiga, pematangan gerakan janin terus
berlanjut sampai sekitar 58 minggu, saat sikap tubuh normal telah
terbentuk pada 7(= janin! 9<unningham, et al!, %(&(;
Pergerakan ratarata harian janin selama kehamilan berBariasi!
Pada umur kehamilan %( minggu, pergerakan janin ratarata adalah
sekitar %(( gerakan per &% jam! Pergerakan janin mencapai nilai
maksimal sekitar minggu ke5% kehamilan, yaitu > 6(( gerakan per &%
jam! Setelah itu, pergerakan menjadi kurang dirasakan setelah minggu
ke58 karena janin tumbuh dan Bolume cairan amnion berkurang!
-asil penelitian menunjukkan bah"a berkurangnya aktiBitas pada
kehamilan aterm mungkin juga disebabkan oleh pertambahan "aktu
tidur janin seiring dengan makin maturnya janin! /eadaan ini
merupakan hal yang terjadi secara fisiologis pada trimester ke tiga!
9<unningham, et al!, %(&(;
d! Pemeriksaan Bolume cairan amnion
Pemeriksaan Bolume cairan amnion telah menjadi bagian dari
pemeriksaan antepartum pada kehamilan yang memiliki risiko
kematian janin! Pelaksanaan tes ini didasari pada pemikiran bah"a
penurunan perfusi uteroplasenta akan menurunkan aliran darah ginjal
janin, menurunkan produksi urin janin, dan pada akhirnya akan
menimbulkan oligohidramnion!
9#H, et al!, %((%E <unningham, et al!, %(&(;
1stimasi Bolume cairan amnion dapat dilakukan dengan
pemeriksaan 3S@ dengan cara menilai indeks cairan amnion
9amniotic fluid inde!CA*,;! Penilaian dengan indeks ini dilakukan
dengan cara menambahkan ukuran kedalaman dari setiap kantung
Bertikal terbesar pada tiap kuadran uterus! 0ila nilai A*, telah turun
hingga 6 cm atau kurang, maka merupakan indikasi adanya
oligohidramnion!
9<unningham, et al!, %(&(;
$etode lain adalah dengan cara mengukur salah satu kantung
cairan amnion Bertikal yang terbesar 9single deepest pocket;! $enurut
pemeriksaan ini, Bolume cairan amnion dikatakan berkurang bila
didapatkan ukuran kantong J % cm!
9<unningham, et al!, %(&(;
Gam,ar 1. Amni"ti( .*id Inde/ %0*nnin#ham1 et a.1 2212&
0erdasarkan penilaian kelima Bariabel yang telah dijelaskan di atas,
maka didapatkanlah skor profil biofisik dari janin yang dinilai
kesejahteraanya! Skor profil biofisik yang didapatkan berkisar antara nilai
minimal ( dan maksimal &(!
Ta,e 1. Peniaian Sk"r Pr"$i Bi"$isik %0*nnin#ham1 et a.1 2212&
Penatalaksanaan kehamilan berdasarkan skor profil biofisik dapat
berupa penanganan ekspektatif tanpa melakukan interBensi apapun sambil
melakukan pemeriksaan ulangan! 2amun jika didapatkan gambaran
keadaan asfiksia, maka penanganan diberikan secara aktif dengan
terminasi kehamilan!
Ta,e 2. 3ana-emen kehamian ,erdasarkan sk"r pr"$i ,i"$isik
%0*nnin#ham1 et a.1 2212&
2. Ind*ksi persainan
/ehamilan postterm merupakan keadaan klinis yang sering menjadi
indikasi untuk pelaksanaan induksi persalinan! ,nduksi persalinan menjadi
salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan di Amerika Serikat
dengan proporsi yang meningkat dari := pada tahun &:7: menjadi &:= di
tahun &::7!
9-eimstad, %((A;
,nduksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu hamil yang
belum inpartu, baik secara tindakan atau medisinal, untuk merangsang
timbulnya kontraksi uterus sehingga diharapkan terjadi persalinan atau
penipisan dan dilatasi serBiks yang progresif disertai penurunan bagian
presentasi janin! Tindakan induksi persalinan ini adalah untuk keselamatan
ibu dan anak, tetapi "alaupun dilakukan dengan terencana dan hatihati,
kemungkinan untuk menimbulkan risiko terhadap ibu dan janin tetap ada!
9-eimstad, %((A;
/emungkinan keberhasilan induksi persalinan ditentukan oleh
beberapa keadaan sebelum dilakukan induksi, salah satunya dari
kematangan serBiks 9favorable;! Penilainan kematangan serBiks ini dapat
dilakukan dengan menggunakan skor 0ishop! Skor ini dinilai berdasarkan
lima faktor yang didapatkan dari pemeriksaan dalam dan akan digunakan
untuk memperkirakan keberhasilan induksi persalainan! 4ima faktor yang
diperiksa adalah 9&; dilatasi serBiks, 9%; penipisan serBiksCeffacement, 95;
konsistensi serBiks, 9); posisi serBiks, dan 96; station dari bagian terba"ah
janin!
Ta,e !. Pe4iks sk"r men*r*t Bish"p. %0*nnin#ham1 et a.1 2212&
Skor 0ishop F7 memberikan kemungkinan keberhasilan induksi
persalinan yang tinggi! Sementara itu, skor 0ishop J) biasanya
menunjukkan keadaan serBiks yang belum matang 9unfavorable; sehingga
membutuhkan pematangan serBiks yang bisa dilakukan secara
farmakologis 9prostaglandin, nitrit oksida; ataupun teknik 9kateter
transerBikal, dilator higroskopis, stripping;!
9<unningham, et al!, %(&(;
#ksitosin adalah Hat yang paling sering digunakan untuk induksi
persalinan dalam bidang obstetri!
9-eimstad, %((A;
#ksitosin mempunyai efek
yang poten terhadap otot polos uterus dan kelenjar mammae! /epekaan
terhadap oksitosin meningkat pada saat persalinan! ,nduksi persalinan
dengan oksitosin yang diberikan melalui infus secara titrasi ternyata efektif
dan banyak dipakai! Titrasi ini biasanya dilakukan dengan cara
memberikan &(%( unit oksitosin 9&(!(((%(!((( m3; yang dilarutkan
dalam &((( cc larutan +inger laktat! +ejimen ini akan menghasilkan kadar
oksitosin &(%( m3Cm4!
9<unningham, et al!, %(&(;
Terdapat berbagai macam metode
induksi dengan menggunakan drip oksitosin, baik yang menggunakan
dosis rendah maupun dosis tinggi!
Ta,e '. Re-imen drip ind*ksi den#an "ksit"sin. %0*nnin#ham1 et a.1 2212&
0iasanya, kontraksi yang adekuat akan dicapai dengan dosis oksitosin
%( m3Cmenit! Apabila dengan pemberian dosis oksitosin 5()( m3Cmenit
masih tidak didapatkan his yang adakuat, maka indusi tak perlu lagi
dilanjutkan! Pemberian dengan dosis yang lebih besar akan menyebabkan
ikatan oksitosin dengan reseptor Basopresin sehingga akan menimbulkan
kontraksi yang tetanik atau hipertonik! Selain itu, dapat juga muncul efek
antidiuretik sehingga meningkatkan risiko terhadap keracunan air! ,nduksi
dianggap berhasil kalau didapatkan kontraksi uterus yang adekuat, yaitu
his sekitar 5 kali dalam &( menit dengan kekuatan sekitar )( mm-g atau
lebih 9%(( $onteBidio;!
9<unningham, et al!, %(&(;
!. Penataaksanaan Kehamian P"stterm den#an +i#"hidramni"n
Penatalaksanaan kasus oligohidramnion pada kehamilan postterm
tergantung pada situasi klinik pasien yang bersangkutan! Pada tahap a"al,
harus dilakukan eBaluasi terhadap anomali janin dan gangguan
pertumbuhan! Pada kehamilan postterm yang diperberat dengan
komplikasi oligohidramnion harus dilakukan penga"asan ketat karena
tingginya risiko morbiditas janin! 9-eimstad, %((A;
-asil dari kehamilan dengan oligohidramnion intrapartum menurut
beberapa penelitian memiliki hasil yang berbedabeda! <hauhan dkk
9&:::; yang dikutip dari 9<unningham, et al!, %(&(;, melakukan penelitian
terhadap lebih dari &(!6(( ibu hamil yang memiliki nilai A*, intrapartum
G6 cm dibandingkan dengan kontrol yang memiliki nilai A*, F6 cm!
$enurut hasil penelitian didapatkan bah"a risiko seksio sesarea atas
indikasi ga"at janin pada kelompok oligohidramnion lebih tinggi % kali
lipat! Selain itu, risiko janin dengan skor AP@A+ 6 menit diba"ah A pada
kelompok ini lebih tinggi 6 kali lipat! -asil penelitian DiBon dkk 9&::6;
yang dikutip dari <unningham et al, 9%(&(; juga menyatakan bah"a hanya
ibu paturien postterm yang memiliki nilai A*, J6 cm yang mengalami
deselerasi denyut jantung janin dan aspirasi mekonium!
9<unningham, et al!, %(&(;
Sebaliknya, Khang dkk 9%((); yang dikutip dari <unningham et al!,
9%(&(; melaporkan bah"a kondisi oligohidramnion dengan nilai A*, J 6
cm tidak berhubungan dengan kondisi perinatal yang buruk! 0egitu juga
dengan $agann dkk 9&:::; yang tidak menemukan peningkatan risiko
komplikasi intrapartum pada kondisi oligohidramnion!
9<unningham, et al!, %(&(;
Perlu kita sadari bah"a persalinan adalah saat paling berbahaya bagi
janin postterm sehingga setiap persalinan postterm harus dilakukan
penga"asan ketat dan sebaiknya dilaksanakan di +umah Sakit dengan
pelayanan operatif dan neonatal yang memadai!
$enurut $ochtar, et al 9%((); pengelolaan persalinan pada kehamilan
postterm mencakupD
a! Pemantauan yang baik terhadap kontraksi uterus dan kesejahteraan
janin! Pemakaian alat monitor janin secara kontinu sangat bermanfaat!
b! -indari penggunaan obat penenang atau analgetika selama persalinan!
c! Persiapan oksigen dan tindakan seksio sesarea bila se"aktu"aktu
terjadi kega"atan janin
d! <egah terjadinya aspirasi mekonium dengan segera mengusap "ajah
neonatus dan penghisapan pada tenggorokan saat kepala lahir
dilanjutkan resusitasi sesuai prosedur pada janin dengan cairan
ketuban bercampur mekonium!
e! Penga"asan ketat terhadap neonatus dengan tandatanda postmaturitas
Gam,ar 2. Skema penataaksanaan kehamian p"stterm. %0*nnin#ham1 et
a.1 2212&
%)
LLB
0A0 ,,,
/1S,$P34A2
&; /ehamilan posttermCpostdate adalah kehamilan yang berlangsung sampai )%
minggu 9%:) hari; atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir
menurut rumus 2aegele dengan siklus hadi ratarata %7 hari
%; sampai saat ini sebab terjadinya kehamilan postterm belum jelas! 0eberapa
teori yang diajukan pada umumnya menyatakan bah"a terjadinya
kehamilan postterm sebagai akibat gangguan terhadap timbulnya persalinan,
antara lainE peningkatan progesteron, penurunan oksitosin, penundaan
pengeluaran hormon kortisol, belum adanya tekanan pada pleksus
frankenhausen dan herediterCri"ayat postterm pada kehamilan sebelumnya!
5; Dalam menentukan diagnosis kehamilan postterm di samping ri"ayat haid,
sebaiknya dilihat pula hasil pemeriksaan antenatal
); /ehamilan postterm mempunyai resiko lebih tinggi daripada kehamilan
aterm, Pengaruh kehamilan postterm antara lain sebagai berikutE Pengaruh
pada plasenta dapat mengakibatkan penimbunan kalsium, Selaput
Baskulosinsisial menjadi tambah tebal dan jumlahnya berkurang, Terjadi
proses degenerasi jaringan plasenta, pengangkutan asam amino, lemak dan
gama blobulin mengalami gangguan sehingga mengakibatkan gangguan
pertumbuhan janin intrauterin!
6; Pengaruh kehamilan postterm terhadap janin sampai saat ini masih
diperdebatkan! 0eberapa pengaruh kehamilan postterm terhadap janin dapat
mempengaruhi berat badan badan janin, Sindroma posmaturitas dan @a"at
janin!
8; Sedangkan perubahan pada ibu meningkatkan morbiditasCmortalitas ibu
sebagai akibat dari makrosomia janin dan tulang tengkorak menjadi lebih
keras yang menyebabkan terjadi distosia persalinan, incoordinate uterine
LLBi
action) partus lama meningkatkan tindakan obstertik dan persalinan
traumatisCperdarahan post partum akibat bayi besar
A; /ehamilan postterm merupakan masalah yang banyak dijumpai dan sampai
saat ini pengelolaannya masih belum memuaskan dan masih banyak
perbedaan pendapat! Perlu ditetapkan terlebih dahulu bah"a pada setiap
kehamilan postterm dengan komplikasi spesifik dan pada kehamilan dengan
faktor resiko lain D Pengelolaan aktif yaitu dengan melakukan persalinan
anjuran pada usia kehamilan )& atau )% minggu untuk memperkecil resiko
terhadap janin! Pengelolaan pasif C menunggu C ekspektatifD didasarkan
pandangan bah"a persalinan anjuran yang dilakukan sematamata atas dasar
postterm mempunyai resiko komplikasi cukup besar terutama resiko
persalinan operatif sehingga menganjurkan untuk dilakukan penga"asan
terus menerus terhadap kesejahteraan janin baik secara biofisikan maupun
biokimia sampai persalinan berlangsung dengan sendirinya atau timbul
indikasi untuk mengakhiri kehamilan
SA+A2
&; Perlu kita sadari bah"a persalinan adalah saat paling berbahaya bagi janin
postterm sehingga persalinan kehamilan postterm harus dilakukan
pengamtan ketat dan sebaiknya dilaksanakan dirumah sakit dengan
pelayanan operatif dan pera"atan neonatal yang memadai!
LLBii
DA*TA+ P3STA/A
Bennett1 KA1 0rane1 J3G dan +5Shea1 P. 222'. *irst trimester ultrasound screening
is effectiBe in reducing postterm labor induction ratesD A randomiHed controlled
trial! Am * Obstet Gynecol& %((), Iol! &:(, hal! &(AA7&!
Bi##ar1 RJ1 et a. 2212. Spontaneous labor onsetD is it immunologically mediatedM
American *ournal of Obstetrics + Gynecology& $aret %(&(, Iol! %(%, 5, hal! %87!
0a*#hey1 AB1 Ni(h"s"n1 J3 dan 6ashin#t"n1 EA. 2227. *irst Bs secondtrimester
ultrasoundD the effect on pregnancy dating and perinatal outcomes! Am * Obstet
Gynecol& $arch %((7, Iol! &:7, hal! A(5!e&A(5!e8!
0"hn1 BR1 et a. 2212. <alculation of gestational age in late second and third trimesters
by eL BiBo magnetic resonance spectroscopy of amniotic fluid! Am * Obstet
Gynecol& 'uly %(&(, Iol! %(5, hal! A8!e&&(!
0*nnin#ham1 . G1 et a. 2212. Postterm Pregnancy! ,illiams Obstetrics& %5rd 1dition!
2e" Nork D The $c@ra"-ill <ompanies, %(&(, Section I,,, <hapter 5A!
8eimstad1 R. 2229. -ostterm pregnancy& Trondheim D *aculty of $edicine 2or"egian
3niBersity of Science and Technology, %((A!
J"hns"n1 J31 et a. 2229. A comparison of 5 criteria of oligohydramnios in identifying
peripartum complications! Am * Obstet Gynecol& $arch %((A, Iol! &:A, hal!
%(A!e&%(A!e7!
Kistka1 :A1 et a. 2229. +isk for postterm deliBery after preBious postterm deliBery!
Am * Obstet Gynecol& $arch %((A, Iol! &:8, hal! %)&!e&%)&!e8!
LLBiii
3a#ann1 E.1 et a. 222'. -o" "ell do the amniotic fluid indeL and single deepest
pocket indices predict oligohydramnios and hydramniosM Am * Obstet Gynecol&
%((), Iol! &:(, hal! &8):!
3"(htar1 A B dan Krisnant"1 8. 222'. /ehamilan 4e"at 0ulan! Openyunt!P +!
-ariadi! #lmu .edokteran $etomaternal& 1disi &! Surabaya D -impunan
/edokteran *etomaternal P#@,, %((), 0ab I,, 0agian 67, hal! 57)5:&!
+;1 AU1 et a. 2222. +enal Artery Doppler ,nBestigation of the 1tiology of
#ligohydramnios in Postterm Pregnancy! Am * Obstet Gynecol& #ctober %((%,
Iol! &((, hal! A&67!
Pern"1 3 < dan R"man1 A S. 2229. 4ate Pregnancy <omplication! Openyunt!P A -
De<herney, et al! Current /iagnosis + Treatment0 Obstetrics + Gynecology&
&(th 1dition! 2e" Nork D The $c@ra"-ill <ompanies, %((A, <hapter &6!
Sa4it;1 )A1 et a. 2222. <omparison of pregnancy dating by last menstrual period,
ultrasound scanning, and their combination! Am * Obstet Gynecol& Desember
%((%, Iol! &7A, 8, hal! &88(&888!
LLiL