Anda di halaman 1dari 11

Nasyayyya Akbari Nazar

2005730044

Pembimbing: dr. Aranda Tri S
Stese ObGyn RSIJ Cempaka Putih
Latar belakang
Cytomegalovirus (CMV) dapat
mengakibatkan infeksi kongenital
seperti gangguan pendengaran,
kognitif dan motorik pada bayi baru
lahir.
Metode
Dibandingkan vaksin rekombinan
dengan plasebo. Tiga dosis vaksin
atau plasebo CMV diberikan pada 0,
1, dan 6 bulan untuk wanita dengan
CMV-seronegatif 1 tahun setelah
mereka melahirkan. Diteliti infeksi
CMV pada wanita selama 42 bulan.
Hasil
Secara acak 234 subjek menerima vaksin CMV
dan 230 subjek menerima plasebo.
Setelah penelitian minimal 1 tahun, ada 49
dikonfirmasi infeksi, 18 di kelompok vaksin dan
31 di kelompok plasebo.
Keampuhan vaksin adalah 50% atas dasar
angka infeksi 100 orang/tahun.
Infeksi kongenital terjadi pada satu bayi dari
kelompok vaksin, dan tiga infeksi terjadi pada
kelompok plasebo.
Lebih banyak reaksi lokal (nyeri, eritema,
indurasi, dan kehangatan) dan reaksi sistemik
(menggigil, arthralgias, dan mialgia) di kelompok
vaksin dibandingkan pada kelompok plasebo.

Kesimpulan
Vaksin CMV glikoprotein B dapat
menurunkan insiden infeksi CMV
kongenital ibu dan bayi.